Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content
Cara Memotong Kuku Kucing Kesayangan Anda
Cara Memotong Kuku Kucing Kesayangan Anda
2 mins read
Anak kucing dan kucing dewasa sama-sama membutuhkan perawatan kuku, apalagi mereka hobi menggaruk-garuk yang membuat kukunya kotor dan tajam. Kuku kucing yang terlalu panjang bisa patah, luka, atau bahkan tumbuh di dalam dagingnya yang membuat sang kucing tidak nyaman. Lalu, apa tanda yang harus diperhatikan saat potong kuku kucing? Anda dapat melakukan pengecekan apakah kuku kucing sudah panjang dan tajam. Cara memotong kuku kucing sebenarnya cukup sederhana, tapi harus tetap berhati-hati karena beberapa kucing tidak menyukai kegiatan yang satu ini. Berikut beberapa tips jika Anda ingin coba potong kuku kucing di rumah. Memotong Kuku Kucing di Rumah Pengalaman pertama memotong kuku kucing bisa jadi pengalaman yang mendebarkan. Tapi, dengan persiapan yang matang, menjaganya tetap tenang dan mengikuti beberapa langkah mudah ini, Anda bisa memotong kuku kucing dengan mudah. Hal yang Perlu Diperhatikan Kunci utama adalah tetap tenang. Jika kucing Anda terlihat gelisah, stress, takut, atau bahkan mencoba menggigit Anda, jangan memaksakan diri untuk tetap mencoba potong kuku kucing sendiri. Jika tidak yakin, sebaiknya potong kuku kucing di dokter hewan, karena mereka memiliki cara tersendiri untuk potong kuku kucing dengan cepat dan mudah tanpa membuat kucing stres. Jika Anda sudah siap untuk coba potong kuku kucing sendiri di rumah, perhatikan beberapa hal berikut: Cara Memotong Kuku Kucing di Rumah: • Pastikan untuk menggunakan potong kuku khusus untuk hewan, dan pastikan guntingnya sudah tajam dan bisa digunakan seefektif mungkin. • Posisikan yang nyaman dan aman, bisa duduk di pangkuan, atau tiduran yang nyaman. • Minta bantuan teman atau anggota keluarga di rumah untuk memegang kepala kucing atau kaki kucing agar ia tidak memberontak atau bergerak sembarangan. • Pegang bagian telapak kaki (paw), lalu tekan perlahan hingga bagian kuku terlihat. • Mulai gunting kuku dari bagian ujung, gunting dengan sudut sekitar 45 derajat. Seberapa Sering Harus Memotong Kuku Kucing? Umumnya, kuku kucing butuh dipotong sebulan sekali. Apa yang Harus Dilakukan Jika Kuku Kucing Berdarah? • Segera ambil permangas kalium (PK) yang bisa didapatkan di klinik dokter hewan. Jika tidak sengaja memotong kukunya terlalu dalam, siapkan bola kapas. • Jika berdarah, jangan panik. Perlahan aplikasikan stik perak nitrat ke bagian ujung cakar kucing dan tekan dengan bola kapas sebentar. • Jika pendarahannya tidak berhenti, segera hubungi dokter hewan untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut. • Stik perak nitrat ini sedikit terasa menyengat, untuk itu minta bantuan seseorang untuk menggendong kucing jika dibutuhkan. Tips & Trik Memotong Kuku Kucing • Jangan lupa memotong kuku kelima kucing yang bernama dew claw yang letaknya agak tersembunyi. Jika lupa dipotong, kuku ini akan tumbuh menjadi daging lunak dan bisa membuatnya tidak nyaman, seperti cantengan bagi kita. • Rasa khawatir dan deg-degan itu wajar, jangan khawatir, lama-lama akan terbiasa. • Biasakan rutinitas potong kuku sedini mungkin untuk membuatnya terbiasa. • Berikan treats setelah proses potong kuku selesai supaya ia menganggapnya sebagai pengalaman yang menyenangkan. • Jangan lupa untuk mengecek bagian telapak kaki kucing (paw). • Cek juga bagian sela-sela jari kakinya untuk memastikan tidak ada luka atau rasa sakit. Jika menemukan sesuatu yang janggal, segera hubungi dokter hewan. Untuk pertama kali, memotong kuku kucing memang cukup menegangkan. Jadi, jangan khawatir dan tetaplah tenang. Jika butuh bantuan, Anda bisa mengunjungi dokter hewan. Itulah hal-hal yang harus Anda perhatikan ketika memotong kuku kucing kesayangan. Tidak lupa, berikan makanan kucing bernutrisi tinggi untuk menjaga kesehatan kuku, rambut, dan kulit kucing kesayangan Anda.
Kesehatan
Penyebab Anjing Muntah dan Cara Mengatasinya
Penyebab Anjing Muntah dan Cara Mengatasinya
3 mins read
Ada banyak penyebab anjing sampai muntah, salah satunya saat ia mengkonsumsi makanan terlalu cepat, mengkonsumsi hal asing yang ada di depannya seperti kotoran anjing lain atau bahkan tisu toilet, dan benda asing lainnya. Namun, tidak jarang juga anjing sampai muntah karena kondisi kesehatannya. Saat anjing Anda muntah, sistem pencernaannya sedang bekerja untuk melawan atau mengeluarkan hal-hal yang tidak bisa dicernanya atau bisa juga menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan, seperti penyakit. Lalu, apa yang harus dilakukan? Bagaimana cara membedakan penyebab anjing muntah karena makan sembarangan atau karena hal serius yang menyangkut kesehatannya? Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Perbedaan Saat Anjing Muntah dan Regurgitasi Saat anjing mulai muntah, ia sedang mengeluarkan sesuatu secara paksa dari perutnya, biasanya yang dikeluarkan adalah makanan yang sebagian sudah dicerna. Sebelum anjing muntah, biasanya ia menunjukan beberapa tanda seperti meneteskan air liur, mengeluarkan suara atau melakukan retching, hingga mengalami kontraksi perut. Sedangkan, saat regurgitasi, ia sedang membuang makanan yang tidak tercerna, biasanya makanan tersebut baru mencapai lambung atau masih di kerongkongan. Hal ini umum terjadi saat anjing kesayangan Anda makan terlalu cepat. Biasanya, saat anjing regurgitasi, benda tersebut masih berbentuk cukup utuh yang menunjukan bahwa ia tidak tercerna dengan baik. Hal ini terjadi sesaat setelah ia makan dan kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan, beda halnya jika muntah yang bisa menjadi tanda beberapa penyakit. Penyebab Anjing Muntah Ada berbagai alasan anjing Anda muntah, beberapa alasan yang seringkali ditemukan adalah: • Mengkonsumsi sesuatu yang tidak seharusnya ia makan • Parasit usus, termasuk cacing gelang, cacing hati, cacing pita, cacing tambang dan cacing cambuk. Biasanya akan ada beban cacing yang sangat berat sebelum ia muntah • Menelan benda asing, termasuk mainan, tongkat atau tulang • Mabuk perjalanan • Serangan jantung yang biasanya terjadi saat meninggalkan anjing di dalam mobil dengan kondisi terlalu panas • Reaksi pada obat-obatan atau anestesi • Infeksi virus, seperti rotavirus • Infeksi bakteri, termasuk leptospirosis, colibacillosis and salmonellosis • Menelan sesuatu yang beracun untuk anjing • Pankreatitis atau radang pankreas • Kembung, yang biasanya terjadi saat ia makan terlalu cepat atau berlebihan • Masalah saluran pencernaan, seperti Inflammatory Bowel Disease • Penyakit lain atau kondisi metabolik Kapan Harus Khawatir Saat? Jika anjing mulai muntah secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda ia sedang tidak enak badan, Anda tidak perlu khawatir. Namun sebaliknya, berikut tanda-tanda yang menunjukan Anda harus segera mengunjungi dokter: • Saat Anda merasa ia telah menelan benda asing atau sesuatu yang beracun • Ada darah di kotoran atau muntahnya • Muntah lebih sering • Terus menerus muntah tanpa ada cairan lain yang keluar • Ia terlihat kesakitan atau tidak nyaman • Ia terlihat depresi dan tidak berenergi • Dehidrasi • Kehilangan berat badan dan nafsu makan • Demam atau panas • Kejang Jika anjing kesayangan Anda muntah dan menunjukan tanda-tanda di atas, segera periksakan ke dokter hewan terdekat. Tanda-tanda ini bisa jadi mengarah pada kondisi kesehatan yang serius seperti gastrointestinal atau obstruksi, gagal ginjal, gagal hati atau bahkan kanker anjing. Jika memang ada kecenderungan atas kondisi tersebut, memberikan perawatan sedini mungkin merupakan hal yang tepat. Perawatan Anjing Saat Muntah Mengingat ada banyak penyebab anjing muntah, oleh karena itu banyak juga perawatan yang bisa dilakukan. Umumnya, penyebab muntah adalah peradangan pada perut. Jika ini sebabnya, salah satu perawatan yang perlu dilakukan adalah memberikannya diet lunak, seperti ayam rebus, nasi putih, ubi jalar atau makanan khusus saluran pencernaan yang diresepkan dokter hewan yang disertai dengan obat anti mual. Jika anjing Anda mengalami dehidrasi, bisa jadi ia harus diinfus. Jika serius, mungkin ia harus menjalani operasi atau dirawat di klinik dokter hewan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Jika Anda sedang mencari produk untuk membantu pencernaan anjing kesayangan Anda, beberapa produk yang bisa Anda coba bisa ditemukan pada halaman ini.
Kesehatan
Memberikan Makanan Kucing Menyusui yang Tepat
Memberikan Makanan Kucing Menyusui yang Tepat
3 mins read
Kehamilan adalah sebuah pengalaman yang menyenangkan tapi juga melelahkan, terutama untuk Anda dan juga kucing Anda. Selama masa kehamilan, induk kucing membutuhkan nutrisi penuh agar ia bisa melahirkan anak-anak kucing yang sehat. Nutrisi pada induk kucing dapat menambah kekuatan untuk melahirkan dan merawat anak-anaknya. Makanan yang biasa Anda berikan untuk induk kucing mungkin cukup untuk asupan hariannya, namun tidak cukup sebagai makanan kucing menyusui dan kucing hamil. Untuk memastikan kekuatan sang induk dan kesehatan anak-anaknya, sebaiknya berikan formula baru yang sesuai dengan kebutuhan. Kitten food atau makanan anak kucing menjadi sumber nutrisi yang baik sebagai makanan kucing menyusui dan kucing hamil. Anda bisa memberikan kitten food pada induk kucing mulai dari masa kawinnya hingga beberapa minggu setelah ia melahirkan. Seberapa Banyak Porsi yang Harus Diberikan untuk Kucing Hamil? Porsi makanan induk kucing umumnya terus bertambah sejak masa perkawinan hingga kehamilannya. Jika Anda memberikan makanan yang cukup, biasanya kucing Anda tau kapan waktu lapar dan kapan harus berhenti. Saat memilih jenis kitten food, pastikan Anda memberikan jenis makanan kesukaannya, baik itu makanan basah atau kering. Umumnya, makanan kering mengandung kalori yang lebih banyak dibandingkan makanan basah. Nah, jika kucing Anda sedang dalam diet yang hanya mengkonsumsi makanan basah, pastikan Anda memberikan porsi yang lebih banyak. Anda juga bisa mencampurkan sedikit makanan kering ke dalam makanannya supaya ia mendapatkan nutrisi terbaik dari kedua jenis makanan tersebut. Selain itu, penting juga untuk memperhatikan kandungan air yang ia dapatkan, terutama saat induk kucing hanya mengkonsumsi makanan kering. Cobalah untuk melakukan transisi yang halus dalam periode 7-10 hari. Selama waktu itu, Anda bisa menambahkan formula baru sedikit demi sedikit hingga ia terbiasa. Dengan waktu dan kesabaran, pendekatan ini bisa membantunya beradaptasi dengan formula makanan baru. Untuk menjaga energinya, berikan makanan dengan porsi sedikit namun sering. Usahakan untuk selalu menyediakan makanan dan minuman yang bisa dikonsumsi kapanpun ia inginkan. Biasanya, perkembangan anak kucing dimulai pada usia sembilan minggu pada masa kehamilan. Oleh karena itu, penting untuk menjaga asupan makan sang induk yang bertambah dari waktu ke waktu. Dengan bertambahnya porsi makan dari waktu ke waktu dan berkurangnya aktivitas sang induk saat menyusui, hal ini memungkinkan adanya kenaikan berat badan. Tentunya, hal ini normal dan berat badannya akan kembali normal perlahan pada 3-4 minggu di masa ia menyusui. Pada masa akhir kehamilannya, induk kucing mungkin akan mengalami penurunan nafsu makan, hal ini merupakan tanda-tanda bahwa ia akan segera melahirkan. Walaupun ia tidak nafsu makan, usahakan untuk selalu menyediakan makanan dan minuman di sekitarnya karena ia tetap membutuhkan nutrisi cukup dalam masa kehamilannya. Jika Anda melihat tanda-tanda ia sangat tidak nafsu makan atau bahkan berat badannya menurun, segera konsultasikan ke dokter hewan. Seberapa Banyak Porsi yang Harus Diberikan untuk Kucing Menyusui? Perlu diketahui bahwa induk menjadi sumber utama nutrisi bagi anak-anak kucing pada delapan minggu pertamanya. Menjaga nutrisi kucing menyusui sama dengan membantu menjaga nutrisi anak-anak kucing. Dalam masa kehamilannya, kucing hamil biasanya akan makan empat kali lebih banyak dari porsi normalnya sebelum hamil. Saat memberikan makanan kucing menyusui, mulailah dengan porsi normalnya dan tambahkan sedikit demi sedikit seiring berjalannya waktu. Supaya ia tidak dehidrasi, Anda bisa menambahkan sedikit air ke dalam makanannya (baik makanan basah ataupun kering). Cara ini juga bisa menarik perhatian anak kucing untuk mau mencoba makanan tersebut karena teksturnya yang lunak sehingga mudah dicernanya. Setelah melahirkan, produksi susu sang induk biasanya akan berhenti setelah 6-8 minggu, saat itulah Anda bisa mulai mengurangi porsi makannya hingga kembali seperti sebelum hamil dan mengembalikan jenis makannya ke makanan dewasa. Seperti di awal kehamilan, butuh waktu untuk mengenalkan kembali makanan dewasa perlahan, selama 7-10 hari. Jika Anda khawatir akan kenaikan atau penurunan berat badan yang berlebihan pada sang kucing, Anda bisa menggunakan alat pengkondisian tubuh untuk informasi lebih lanjut atau berkonsultasi dengan dokter hewan untuk mendapatkan rekomendasi nutrisi yang tepat sebagai makanan kucing setelah melahirkan. Untuk Anda yang sedang mencari rekomendasi makanan kucing menyusui, berikut beberapa rekomendasi makanan anak kucing yang bisa dicoba.
Kesehatan
Makanan Kucing Umur 2 Bulan
Makanan Kucing Umur 2 Bulan
4 mins read
Anak kucing memang terlihat sangat kecil, tapi dalam waktu singkat, mereka bisa tumbuh sangat cepat, bahkan dalam waktu 6 bulan, tubuhnya akan berkembang dan mencapai 75% massa tubuh kucing dewasa. Oleh karena itu, dalam usianya yang masih kecil, seperti kucing umur 2 bulan, memberikan makanan dengan kaya nutrisi sangatlah penting. Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk memberikan makanan kucing umur 2 bulan yang tepat. Pilihan yang Bisa Diberikan untuk Anak Kucing Ada banyak sekali pilihan makanan anak kucing sesuai dengan kebutuhannya, namun pilihan terbaik adalah memberikan makanan sesuai umurnya. Makanan kucing umur 2 bulan tentunya berbeda dengan makanan kucing 8 bulan. Makanan anak kucing biasanya mengandung protein tinggi, kalsium, magnesium, phosphorus, zinc dan zat besi yang tinggi yang membantu menumbuhkan tulang dan gigi yang kuat serta vitamin C dan E untuk membantu sistem imunnya. Ada dua jenis makanan kucing yang bisa Anda dapatkan, yaitu makanan kering atau basah. Tidak ada peraturan jenis apa yang harus diberikan pada anak kucing umur 2 bulan, sehingga Anda dan kucing bebas menentukan, kecuali ada kondisi kesehatan tertentu. Keuntungan Memberikan Makanan Kering untuk Anak Kucing ● Lebih mudah diukur, disajikan, dan lebih tahan lama disimpan. ● Dapat melatih gigi karena ia akan lebih aktif mengunyah dan dapat mengurangi plak gigi. ● Makanan kering dengan ukuran kecil lebih mudah dikunyah dan ditelan oleh anak kucing. Keuntungan Memberikan Makanan Basah pada Anak Kucing ● Aroma yang lebih menggoda dan tekstur yang lebih mudah dikunyah. ● Lebih praktis digunakan untuk sekali saji dan membuatnya selalu mendapatkan makanan baru. ● Menambah kandungan cairan. Cara Memberi Makan Anak Kucing Pada dasarnya, kucing adalah makhluk yang hidup dengan kebiasaan. Jadi, mengenalkan kebiasaan sedini mungkin akan memudahkan Anda. Menyajikan dan Menyimpan Makanan kucing umur 2 bulan ● Sajikan di tempat dengan suhu ruangan untuk meningkatkan aroma dan menjaga teksturnya. ● Jika menyimpan makanan basah di kulkas, diamkan satu jam atau microwave hingga bersuhu ruangan. ● Usahakan tidak menyimpan makanan basah yang sudah dibuka lebih dari 24 jam karena makanan basah umumnya lebih cepat basi. ● Makanan kering bisa ditinggalkan seharian tanpa basi atau rusak. Simpan makanan kering di tempat yang kering dan bersih di kotak kedap udara. Berapa Banyak Porsi yang Harus Diberikan untuk Anak Kucing? Jika kucing Anda tumbuh pesat, porsi makannya pasti juga cenderung besar. Berikut beberapa tips yang bisa Anda simak untuk mengetahui porsi yang perlu diberikan untuk anak kucing. ● Empat porsi kecil setiap hari adalah porsi ideal untuk anak kucing yang sudah berhenti menyusu. Jika tidak memungkinkan, tiga hari sekali juga cukup, namun pastikan ada makanan kering yang selalu siap sedia. ● Semakin dewasa, kurangi makanannya menjadi tiga kali sehari. Setelah 6 bulan, jadwalkan makanannya menjadi dua kali sehari. Perlu diingat bahwa kucing terbiasa untuk makan sedikit namun rutin. ● Selalu baca instruksi penyajian. Gunakan alat body conditioning untuk memantau perkembangannya. Jika merasa ia mengalami overweight atau underweight, segera konsultasi ke dokter hewan. Mengatasi Kucing yang Pemilih Beberapa kucing suka mengendus-endus makanannya dan cukup pemilih. Berikut beberapa tips untuk mengatasi kucing yang pemilih: ● Ubah jam makan kucing setelah jam makan semua anggota rumah sudah selesai. Sajikan makanan di tempat yang tenang. ● Coba ganti makanan basah ke makanan kering, atau coba rasa yang lain. ● Pastikan wadah makanannya bersih dari sisa makanan sebelumnya atau coba pakai wadah baru. ● Makanan kering yang didiamkan terlalu lama bisa jadi apek, terutama saat cuaca panas. Coba berikan porsi baru. ● Sajikan makanan basah dengan suhu ruangan karena aromanya yang lebih menarik perhatian. ● Kucing yang berkeliaran di luar bisa mengkonsumsi lebih banyak camilan, apalagi saat cuaca luar sangat panas. Apa Minuman Anak Kucing? Umumnya, anak kucing tidak membutuhkan susu setelah ia disapih. Bahkan, anak kucing dan kucing dewasa bisa jadi intoleran dengan kandungan gula di dalam susu yang bisa menyebabkan diare. Jika Anda ingin memberikan susu, pastikan susu tersebut memang dibuat khusus untuk anak kucing. Anak kucing hanya membutuhkan air putih. Sediakanlah air putih di sekitarnya, di tempat yang jauh dari wadah makanannya dan kotak kotorannya. Pastikan wadah air minumnya cukup rendah dan mudah digapai oleh anak kucing. Mengganti Makanan Anak Kucing Sistem pencernaan anak kucing pada dasarnya sangat sensitif, oleh karena itu usahakan untuk memberi makanan yang sama untuk anak kucing. Jika harus mengganti makanan, berikut langkah yang bisa dilakukan: ● Sajikan makanan lama dan baru dalam wadah terpisah. Biarkan ia mencicipinya. ● Setelah ia mencicipinya, perlahan campurkan sedikit kandungan makanan baru ke dalam makanan lamanya. ● Dalam jangka waktu 7-10 hari, tambahkan porsi makanan baru dan kurangi porsi makanan lama hingga ia hanya mengkonsumsi makanan baru saja. Saat ada perubahan makanan, perhatikan kondisinya, jika ia berhenti makan atau porsi makannya berkurang, segera kunjungi dokter hewan. Jika Anda mengganti makanan basah ke makanan kering, perlu diingat bahwa kucing Anda akan mengunyah lebih aktif dan membutuhkan lebih banyak air. Selain itu, makanan kering biasanya memberikan energi lebih banyak, jadi sebaiknya tambahkan kandungan makanan basah agar bisa mendapatkan kalori. Berapa pun usia kucing Anda, pastikan ia mengkonsumsi air yang cukup. Kapan Harus Memberikan Makanan Dewasa pada Anak Kucing? Kucing yang berusia enam hingga delapan bulan mungkin terlihat besar, namun sebenarnya mereka masih tergolong sebagai anak kucing atau kitten, karena tulang mereka masih dalam pertumbuhan. Selama 12 bulan, tetaplah berikan kitten food sebelum menggantinya ke makanan dewasa. Berikut rekomendasi Makanan kucing umur 2 bulan yang bisa Anda pertimbangkan.
Kebutuhan Anak Kucing
Makanan Kucing Persia dan Perawatannya
Makanan Kucing Persia dan Perawatannya
3 mins read
Kucing Persia merupakan salah satu jenis kucing yang populer di Indonesia. Kucing berukuran medium dengan proporsi kepala yang cukup besar ini memiliki kepala yang bulat dan mungil dengan ukuran telinga yang kecil. Bagian mata kucing Persia cukup besar dan bulat dengan warna yang cantik. Kucing Persia ini terkenal dengan rambutnya yang tebal, panjang dan juga lembut dengan warna dan pola yang beragam. Bagian kaki kucing Persia biasanya pendek, tebal, namun kuat dengan ukuran telapak yang cukup besar dan buntutnya yang pendek dan juga tebal. Makanya, tidak heran jika perawatan kucing Persia cukup berbeda dari kucing lain. Kucing Persia terkenal sebagai kucing yang tidak terlalu energik karena mereka suka tidur-tiduran, bermalas-malasan dan juga bermanja-manja dengan pemiliknya. Umumnya, kucing Persia hidup 8-11 tahun, namun ini juga bergantung dengan kesehatan, kenyamanan dan juga kebahagiaannya masing-masing. Makanan Kucing Persia Setiap kucing punya keunikannya dan kesukaannya masing-masing, apalagi jika berhubungan dengan makanan. Kucing adalah hewan karnivora yang membutuhkan 41 jenis nutrisi spesifik dalam makanannya. Nutrisi yang dibutuhkan setiap kucing berbeda-beda berdasarkan usia, gaya hidup dan juga kesehatannya. Selain itu, dalam memilih makanan kucing atau berbagai jenis kucing apapun juga perlu diperhatikan jumlahnya untuk menjaga kondisi badan idealnya, baik itu makanan kering atau basah. Idealnya, makanan kucing yg bagus kaya akan protein namun rendah karbohidrat dengan tingkat lemak yang pas. Makanan kucing Persia sebaiknya mengandung protein hewani di dalamnya. Kucing Persia bisa mengkonsumsi ayam, kalkun, ikan, dan berbagai jenis seafood. Kucing Persia juga suka rasa yang beragam dalam makannya, jadi jangan heran kalau mereka mudah bosan dengan makanannya yang itu-itu saja. Secara umum, kucing Persia lebih menyukai makanan basah, tapi kembali lagi, setiap kucing memiliki kesukaannya masing-masing. Bagi kucing Persia, hidrasi sangatlah penting, oleh karena itu, selain memberikan makanan kucing yang tepat, pastikan juga ia mendapatkan hidrasi yang dibutuhkan. Pastikan mangkuk airnya selalu penuh dengan air bersih. Jika kucing Anda tidak suka minum dari mangkuk, mungkin Anda bisa menyediakan pancuran air yang menyenangkan untuknya. Makanan mentah tidak disarankan untuk menjadi makanan kucing, atau kucing apapun karena daging mentah bisa mengandung bakteria. Oleh karena itu, usahakan untuk tidak memberikan daging atau makanan mentah untuk kucing Anda. Alergi pada Kucing Persia Daging sapi, daging ikan, daging ayam, berbagai produk susu menjadi beberapa makanan yang menyebabkan alergi untuk kucing Persia. Ya, daging ayam dan daging ikan memang makanan kucing, namun tidak semua kucing Persia cocok dengannya. Tanda-tanda yang menunjukan bahwa kucing Anda mengalami alergi makanan adalah: ● Gatal-gatal ● Menggaruk-garuk badan ● Muntah ● Diare Anda bisa mencoba beberapa jenis makanan kucing Persia, namun sebaiknya untuk memperhatikannya saat ia mencoba makanan baru untuk mengetahui apakah ia memiliki alergi makanan. Jika itu terjadi pada kucing kesayangan Anda, sebaiknya segera kunjungi dokter hewan. Cara Merawat Kucing Persia Mengingat mereka memiliki rambut yang panjang dan tebal, disarankan untuk rutin menyisir rambutnya dan melakukan grooming agar tidak kusut. Selain itu, perawatan kucing Persia yang juga harus diperhatikan adalah bagian matanya, karena kucing Persia memiliki wajah yang pendek, maka seringkali matanya berair atau adanya air mata. Untuk menghindari masalah kulit, pastikan untuk membersihkan bagian matanya setiap hari. Makanan Kucing yang Bagus untuk Bulu Rontok Dengan rambut panjang dan tebal, tidak heran jika kucing Persia Anda mengalami kerontokan rambut. Untuk mengatasinya, makanan kucing yang bagus untuk bulu rontok adalah PRO PLAN Wet Derma Plus yang mengandung zinc dan metionin yang membantu mengurangi kerontokan rambut dan memiliki serat makanan yang mengontrol pembentukan gumpalan rambut dan membantu mengeluarkan rambut melalui saluran pencernaan atau PRO PLAN Pro Plan Cat Fussy & Beauty yang mengandung asam lemak omega 3 & 6 serta protein tinggi untuk rambut yang indah, lembut dan berkilau serta mengontrol pembentukan hairball.
Kesehatan
Cara Mengobati Kucing Jamuran
Tanda-Tanda dan Cara Mengobati Kucing Jamuran
3 mins read
Ringworm kucing memang terdengar mengkhawatirkan. Tapi, tidak seperti namanya, ringworm ini tidak berasal dari cacing, tapi berasal dari jamur. Jika Anda melihat tanda-tanda jamur kulit pada kucing, periksakanlah sesegera mungkin sebelum tertular ke hewan lain atau bahkan ke diri Anda sendiri, karena jamur pada kucing ini sangat menular. Ringworm atau infeksi jamur pada kucing ini merupakan salah satu infeksi jamur pada kulit yang sangat menular dan tidak menutup kemungkinan untuk dialami oleh semua jenis, ras dan usia kucing. Ditambah lagi, jamur kucing ini juga merupakan penyakit zoonosis yang artinya dapat menular ke manusia, terutama orang-orang dengan kelainan imun. Apa itu Ringworm pada Kucing? Ringworm atau infeksi jamur pada kucing adalah infeksi jamur yang memakan keratin pada rambut, kulit dan kuku kucing. Penyakit ini disebut “ringworm” karena jamurnya menciptakan lesi seperti cincin melingkar pada kulit kucing. Umumnya, jamur kucing ini ditemukan di bagian kepala, telinga, punggung dan kaki depan, tapi tidak menutup kemungkinan untuk terjadi di bagian lainnya. Bagaimana Seekor Kucing Bisa Menderita Infeksi Jamur? Jamur pada kucing ini biasanya menyebar sangat pesat di lingkungan rumah yang memiliki beberapa hewan peliharaan, atau jika kucing Anda sering main di luar dan kontak dengan kucing liar yang mungkin terinfeksi karena jamur pada kucing ini menyebar melalui spora jamur pada kulit dan rambut kucing yang rontok. Jamur kucing ini sangat mudah menulari anak kucing, mengingat sistem imun mereka masih rendah, ataupun menulari kucing dengan rambut yang lebat, dimana rambutnya menjadi tempat terperangkapnya jamur. Tanda-Tanda Jamur pada Kucing Beberapa kucing tidak menunjukan tanda-tanda sama sekali, namun jika kucing Anda mengalami ringworm atau memiliki jamur kucing, berikut beberapa tanda yang umumnya muncul: ● Adanya infeksi atau luka berbentuk cincin pada kulit kucing. ● Muncul tekstur bersisik atau ketombe pada rambut. ● Bercak melingkar dan tebal pada kulit yang disertai dengan rambut rontok. ● Bercak merah dan berkerak. Perlu diketahui bahwa setiap kucing menunjukan tanda yang berbeda-beda tergantung dengan kondisinya masing-masing. Untuk diagnosis yang lebih jelas, Anda perlu mengunjungi dokter hewan. Diagnosis Ringworm pada Kucing Untuk mendiagnosis apakah adanya jamur pada kucing Anda, dokter hewan perlu melakukan beberapa tes, mulai dari mengecek fluoresensi di bawah lampu UV khusus, mengambil sampel rambut kucing untuk dianalisis di bawah mikroskop dan juga tes darah. Dari sekian banyak pilihan, opsi yang paling akurat adalah mengetes sisir kucing Anda di laboratorium. Walaupun akurat, sayangnya tes ini membutuhkan waktu yang lama, bisa hampir dua minggu untuk mendapatkan hasilnya. Cara Mengobati Kucing Jamuran Cara mengobati kucing jamuran yang paling umum adalah memberikan obat-obatan anti jamur dan menggunakan shampoo anti jamur. Selain itu, sebaiknya mengisolasikan kucing Anda di satu ruangan yang mudah dibersihkan agar ia tidak menularkan jamur kucing ke orang-orang di rumah, karena sporanya yang sangat mudah menyebar. Untuk kucing dengan rambut yang tebal, disarankan untuk mencukur rambutnya untuk memudahkan mengatasi jamurnya dan memudahkan untuk mencucinya dengan bersih. Selain itu, perlu juga melakukan desinfeksi rumah untuk menghentikan penyebarannya. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, spora jamur ini ada di setiap helai rambut dan serpihan kulit yang jatuh atau rontok di rumah dan bisa menulari lingkungan. Bersihkan setiap sudut ruangan dari rambut kucing Anda, dengan rutin membersihkan karpet dengan penyedot debu dan juga mengepel lantai. Selain itu, bersihkan juga berbagai perlengkapan kucing Anda, mulai dari tempat tidur, sisir dan mainan. Anda juga bisa menggunakan desinfektan yang ramah untuk hewan dan aman untuk digunakan. Menurut rumah sakit VCA, spora jamur kucing bisa hidup di lingkungan rumah selama 18 bulan. Oleh karena itu, penting untuk terus memperhatikan kebersihan rumah agar kucing Anda tidak terinfeksi kembali. Jika Anda memiliki lebih dari satu hewan peliharaan, tanyalah kepada dokter hewan agar mereka tidak saling tertular. Nah, sekarang Anda sudah mengetahui lebih dalam mengenai jamur pada kucing dan cara mengobati jamur pada kucing, jika Anda membutuhkan produk untuk menghindari jamur kucing, berikanlah produk makanan kucing yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan mendukung kesehatan kucing kesayangan. Jika Anda memiliki pertanyaan mengenai cara pemberian makanan ataupun produk, silakan kunjungi halaman produk Kami di sini.
Kesehatan
Cara Memilih Makanan Sehat untuk Kucing Kesayangan Anda
Cara Memilih Makanan Sehat untuk Kucing Kesayangan Anda
3 mins read
Bingung memilih makanan sehat kucing? Jangan khawatir, berikut beberapa tips yang dapat membantu Anda mempertimbangkan makanan yang sehat untuk kucing kesayangan Anda. Umumnya, si kucing bisa menentukan sendiri makanan kesukaannya, tapi saat berhubungan dengan makanan yang sehat untuk kucing, pilihan bergantung pada Anda. Dalam memilih makanan kucing yang sehat, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan. Nutrisi dalam Makanan Kucing yang Sehat Sebelum memilih jenis makanan kucing mana yang akan dipilih, penting untuk membaca label bungkusnya terlebih dahulu. Kucing yang sehat dan bahagia membutuhkan makanan berkualitas tinggi dengan nutrisi seimbang, mulai dari protein, asam lemak esensial, karbohidrat, mineral dan vitamin. Kandungan protein adalah kandungan nutrisi yang harus diperhatikan saat memilih makanan kucing yang sehat. Cara Memilih Makanan Sehat Kucing Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih makanan untuk kucing, mulai dari usia, kondisi kesehatan, dan kebutuhan nutrisi. Berikut beberapa panduannya: Makanan Rumahan vs Makanan Kemasan Makanan rumahan memang terjamin kebersihannya dan dibuat dengan sungguh-sungguh, namun mengingat makanan rumahan disiapkan secara manual setiap kali, sulit untuk menjaga nutrisinya agar seimbang. Berbeda dengan makanan kemasan yang sudah diperhitungkan oleh sang ahli. Makanan Kucing Berdasarkan Usia Makanan terbaik untuk kucing adalah makanan yang dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan usianya. Anak kucing dan kucing dewasa memiliki kebutuhan yang berbeda, oleh karena itu kandungan makanannya pun juga berbeda. • Makanan untuk Anak Kucing Makanan sehat untuk anak kucing adalah makanan yang mengandung protein yang tinggi untuk perkembangannya, tentunya juga mengandung kalsium, magnesium, phosphorous, zinc dan zat besi untuk tulang dan gigi yang kuat. Selain itu, anak kucing juga membutuhkan makanan dengan kandungan vitamin untuk membantu meningkatkan sistem imunnya. • Makanan Sehat Kucing Dewasa Ada banyak makanan untuk kucing dewasa yang bisa Anda temukan, mulai dari campuran antara daging sapi, salmon, tuna dan juga daging ayam. Makanan yang sehat untuk kucing juga dapat dipilih berdasarkan kebutuhannya, contohnya untuk kucing rumahan, Anda bisa memberikannya PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Indoor Hairball Control Chicken. • Makanan Sehat Kucing Senior Makanan sehat kucing senior sebaiknya mengandung kalori yang rendah karena kucing senior cenderung lebih kalem dan sedikit bergerak. Selain itu, mengingat semakin tua usianya semakin berkurang juga indera perasanya, makanan yang sehat untuk kucing senior juga biasanya memiliki kandungan daging dan vitamin E yang lebih banyak, seperti PRO PLAN Pro Plan Cat Adult 7+ Longevis. Makanan yang Sehat untuk Kucing Berdasarkan Kondisi Kesehatannya Kucing dengan kondisi kesehatan tertentu membutuhkan makanan yang spesifik dan berbeda dengan kucing lainnya. Berikut beberapa makanan yang untuk kondisi kesehatan tertentu: • PRO PLAN Cat Urinary Care Chicken untuk menjaga kesehatan saluran kemih kucing dewasa. • PRO PLAN Sensitive Skin & Stomach Salmon Tuna untuk kucing dengan pencernaan sensitif. • PRO PLAN Sterilised Weight Loss Salmon Tuna menjaga kesehatan kucing dewasa yang sudah disteril maupun untuk bantu menurunkan berat badan kucing obesitas. • PRO PLAN Cat Indoor Hairball Control Chicken untuk menjaga kesehatan kucing rumahan dewasa. Makanan Basah atau Kering? Selain rasa dan kebutuhan, ada juga pilihan makanan basah atau kering untuk kucing kesayangan Anda. Makanan basah menjadi makanan favorit para kucing karena aromanya yang menggoda dan tekstur lembutnya yang nyaman untuk dikunyah dan dicerna. Makanan basah juga dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan kucing.. Anda bisa memilih berbagai pilihan makanan basah di sini. Berbeda dengan makanan basah, makanan kering membuat kucing lebih aktif mengunyah yang bisa menjaga kesehatan gigi dan gusi dan tentunya lebih tahan lama untuk disimpan. Ada berbagai pilihan makanan kering yang bisa Anda coba berdasarkan kebutuhan sang kucing. Treats untuk Kucing Selain makanan utama, kucing juga sangat menyukai treats. Treats ini bisa menjadi cara yang tepat untuk meningkatkan ikatan antara Anda dan kucing kesayangan Anda. Dengan mengetahui berbagai pilihan makanan sehat untuk kucing, itu dapat menjadi cara agar kucing gemuk dan sehat.
Makanan & Nutrisi
Berbagai Jenis Makanan Anjing yang Bisa Menjadi Pilihan
Berbagai Jenis Makanan Anjing yang Bisa Menjadi Pilihan
2 mins read
Waktu makan adalah waktu favorit para anjing, baik itu saat memberikan makanan anjing kampung atau makanan untuk anjing kesayangan Anda. Coba saja perhatikan, setiap kali Anda membuka kotak makannya, atau menyajikan makanannya, pasti ia langsung loncat-loncat kegirangan. Baik jenis dog food basah atau kering, keduanya selalu menarik perhatian mereka. Jenis makanan anjing ada dua, yaitu makanan basah dan makanan kering. Makanan basah dan kering sama-sama memiliki nutrisi yang sempurna dan seimbang dan bisa mendukung kesehatan anjing kesayangan Anda. Tapi, memberikan jenis dog food basah atau kering juga tergantung dengan kebutuhan dan kondisi anjing kesayangan Anda. Jika Anda kesulitan menentukan jenis makanan anjing mana yang akan diberikan, berikut beberapa hal yang bisa menjadi panduan. Makanan Basah Mengandung Lebih Banyak Kandungan Air Jenis makanan anjing basah memiliki kandungan air yang lebih banyak dibandingkan jenis makanan anjing yang kering. Kandungan air dalam makanan ini menjadi sumber hidrasi yang cukup untuknya, terlebih lagi saat anjing Anda jarang atau tidak terlalu suka minum air putih. Tapi, meskipun jenis makanan basah memiliki kandungan air yang cukup, tetaplah sediakan air minum di sekitarnya. Dengan kandungan air yang lebih banyak pada makanan basah, biasanya porsi makanan anjing kesayangan Anda juga cenderung lebih banyak dibandingkan saat ia makan makanan kering. Anjing Senior Biasanya Lebih Suka Makanan Basah Mengingat indera perasa dan penciuman anjing senior semakin melemah, oleh karena itu biasanya anjing senior lebih menyukai jenis makanan basah, karena aromanya yang lebih kuat dibandingkan makanan kering. Aroma yang lebih kuat dan rasa yang lebih gurih dapat meningkatkan nafsu makan mereka. Selain itu, anjing senior juga umumnya lebih menyukai makanan basah karena lebih mudah untuk dikunyah dan ditelan, terlebih lagi jika kesehatan giginya sudah mulai menurun, memberikannya makanan basah menjadi alternatif yang tepat. Hal yang Perlu Diperhatikan Tentang Makanan Basah Kebanyakan anjing sering makan terburu-buru. Jika anjing Anda salah satunya, memberikan jenis makanan basah bisa menjadi solusi agar anjing Anda dapat makan perlahan. Namun, Anda juga perlu mempersiapkan diri jika anjing yang Anda miliki merupakan tipe yang berantakan saat makan. Mengingat makanan basah tidak tahan terlalu lama, simpanlah makanan anjing yang sudah dibuka ke dalam kulkas. Namun, Anda dapat hangatkan terlebih dahulu sebelum disajikan karena sebaiknya makanan basah disajikan dalam suhu ruangan. Makanan Kering Cenderung Lebih Tahan Lama Untuk anjing yang sering menunda waktu makan dan hanya suka mengendus-endus makanannya, sebaiknya berikanlah makanan kering, karena jenis makanan basah biasanya tidak tahan lama dan harus dikonsumsi sesegera mungkin. Berbeda dengan makanan anjing yang basah, makanan kering tidak perlu disimpan di dalam kulkas, cukup disimpan di kontainer kedap udara yang disimpan di ruangan kering dan sejuk. Selain itu, makanan kering juga cenderung bisa disimpan lebih lama. Makanan Kering Lebih Mudah Ditakar Biasanya, makanan kering tersedia dalam kemasan besar, namun, cukup mudah untuk Anda menakarnya dalam setiap sajian. Anda bisa menggunakan sendok dan ditimbang sesuai dengan rekomendasi penyajian. Makanan Kering Baik untuk Kesehatan Gigi Selain lebih rapih dibandingkan makanan basah, makanan kering juga ternyata baik untuk kesehatan gigi, mengingat makanan kering mengajarkan mereka untuk mengunyah lebih aktif. Namun, untuk anjing senior, mengunyah makanan kering bisa jadi tidak semenyenangkan itu, terutama saat mereka memiliki kondisi gigi tertentu. Berikut beberapa rekomendasi jenis dog food kering untuk menjadi pilihan Anda.
Makanan & Nutrisi
Perbedaan Makanan Basah dan Kering untuk Kucing
Perbedaan Makanan Basah dan Kering untuk Kucing
2 mins read
Topik ini jadi salah satu isu yang sering ditanyakan oleh Pet Lovers. Banyak dari mereka bingung untuk memilih makanan basah kucing atau makanan kering. Manfaat Makanan Kering untuk Kucing Sebenarnya, baik makanan basah kucing atau makanan kering sama-sama mempunyai fungsi dan manfaat masing-masing. Untuk makanan kering berikut beberapa manfaatnya: Menghindari Penyakit Periodontal Dibanding masalah gigi, mungkin banyak Pet Lovers yang lebih perhatian dengan masalah rambut atau pencernaan kucing. Padahal sebenarnya, hampir 80% kucing mengalami masalah pada mulut dan gigi. Ketika Pet Lovers rutin memberikan makanan kering untuk kucing, risiko terhadap masalah ini akan berkurang. Karena aktivitas mengunyah makanan kering bisa membersihkan gigi dari plak sehingga mencegah terbentuknya karang gigi yang dapat mengakibatkan adanya infeksi pada area mulut dan gigi. Kandungan TSPP (Tetrasodium Pyrophosphate) di dalam makanan kering dapat membantu mencegah pembentukan plak dari sisa makanan yang tertinggal di gigi kucingmu. Lebih Tahan Lama Makanan kering hanya mengandung maksimal 10% air, sehingga makanan kering lebih tahan lama dan tidak mudah terkontaminasi oleh bakteri selama penyimpanan dilakukan dengan baik dan benar. Adanya ziplock pada kemasan dapat membantu mengurangi resiko terjadinya kontaminasi bakteri dan menjaga kesegaran makanan. Manfaat Makanan Basah untuk Kucing Jika Pet Lovers sudah mengetahui apa saja manfaat makanan kering, sekarang giliran mengenal manfaat yang akan didapat kucing Pet Lovers ketika diberikan makanan basah. Apa saja? Membantu kucing terhidrasi Salah satu kebiasaan buruk kucing adalah rendahnya rangsangan haus, sehingga beresiko kurangnya asupan air. Kucing juga memiliki keterbatasan dalam melihat air yang tenang di dalam mangkuk minumnya, sehingga sering kali kucing Pet Lovers tidak menyadari keberadaan air di dalam mangkuk minumnya. Sebaliknya, mereka lebih menyukai minum dari air mengalir, seperti keran, atau tempat minum khusus yang mampu mengalirkan air setiap waktu. Nah, dengan memberikan makanan basah kucing lebih terhidrasi. Makanan basah kucing dapat membantu memenuhi kebutuhan air harian kucingmu karena makanan basah mengandung lebih dari 80% air. Lebih Disukai Kucing Makanan basah lebih disukai kucing. Pet Lovers tau alasannya? Ya. Karena makanan basah kucing memiliki aroma dan rasa yang kuat. Selain itu, makanan basah juga memiliki tekstur yang menyerupai daging sehingga makan basah lebih disukai kucing. Rekomendasi Makanan Basah untuk Kucing Makanan basah terbaik untuk kucing harus mengandung daging asli, tanpa bahan pewarna, perasa dan pengawet buatan. Untuk itu, Purina yang sudah berinovasi selama lebih dari 120 tahun untuk meningkatkan kualitas hidup kucing melalui nutrisi, kini menghadirkan variasi Pro Plan kucing dalam bentuk makanan basah, yang tersedia untuk kitten, kucing dewasa hingga kucing senior. Baik untuk kucing yang punya kebutuhan khusus di bagian rambutnya, pencernaan, hingga makanan basah untuk menjaga kesehatan saluran kemihnya.
Makanan & Nutrisi
Cara Mengobati Infeksi Saluran Pernapasan Pada Kucing
Cara Mengobati Infeksi Saluran Pernapasan Pada Kucing
2 mins read
Halo, drh. Tika. Dok, kitten saya sudah lama pilek. Kalo denger napasnya suka ada suara mirip anak kecil lagi pilek. Enaknya dikasih obat apa ya, Dok? Saat ini kitten saya baru berusia 5 bulan. Krisna Setya Oktaviana via Fan Page PRO PLAN Indonesia Jawaban: Penyebab Infeksi Pernapasan Infeksi saluran pernapasan pada kucing umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri dan virus. Selain itu, fungal atau jamur juga bisa menyebabkan infeksi di bagian saluran pernapasan. Penularan terjadi akibat adanya kontak dengan kucing yang sakit atau benda-benda yang sudah terkontaminasi lewat air liur, mata maupun hidung kucing yang sedang sakit. Gejala yang Muncul Bagaimana dengan gejala yang muncul akibat infeksi ini? Biasanya kucing akan demam, tidak nafsu makan, lemas, bersin, terdapat leleran (discharge) hidung, dan mata berair atau belekan. ika terjadi penyumbatan pada saluran pernapasan (terutama pada hidung) maka kucing akan terlihat kesulitan bernapas dan biasanya memilih bernapas melalui mulut. Beberapa kasus dapat berakibat fatal dan menyebabkan kematian. Cara Penyembuhan Pengobatan yang dilakukan umumnya bersifat symptomatically (berdasaran gejala yang muncul). Jika terdapat kontak mata, biasanya diberikan obat mata topikal berupa tetes ataupun salep. Pada kasus infeksi saluran pernapasan yang penyebab utamanya adalah bakteri, maka akan diberikan antibiotik yang spesifik. Jika terjadi penyumbatan pada saluran nafas maka terapi menggunakan nebulizer sangat dibutuhkan. Pet Lovers bisa melakukan perawatan dengan rutin membersihkan area mata, hidung dan mulut. Pemberian makanan lunak yang mudah dicerna serta aroma yang kuat akan merangsang nafsu makan kucing Pet Lovers. Pemberian vitamin nafsu makan juga terkadang sangat dibutuhkan. Jika kondisi kucing Pet Lovers sudah lemah dan penyakitnya bertambah parah maka sebaiknya kucing dirawat inap agar mendapat treatment intensif berupa pemberian cairan infus dan treatment lain yang dibutuhkan. Hindari pemberian obat flu manusia kepada kucing terutama obat yang mengandung paracetamol/acetaminophen. Hal tersebut dapat membahayakan kucing Pet Lovers. Narasumber: drh. Tika L. Putri, praktik di RS Hewan Ragunan, Jakarta Selatan. Pustaka: Barr, SC & Bowman DD. 2011. Blakwell’s Five-Minute Veterinary Consult Clinical Companion: Canine and Feline Infectious Diseases and Parasitology 2nd Ed. Wiley-Blackwell. Gough, A & Murphy, K. 2015. Differential Diagnosis in Small Animal Medicine 2nd Ed. Wiley- Blackwell. Yuill, C. Feline Upper Respiratory Infection. www.vcahospitals.com.
Kesehatan

Pagination

  • First page
  • Previous page
  • …
  • Halaman 58
  • Halaman 59
  • Halaman 60
  • Halaman 61
  • Halaman 62
  • Halaman 63
  • Halaman 64
  • Halaman 65
  • Halaman 66
  • …
  • Next page
  • Last page
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.