Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content
4 Tips Mengatasi Kucing Tidak Mau Makan
4 Tips Mengatasi Kucing Tidak Mau Makan
2 mins read
Salah satu perubahan perilaku yang umum terjadi pada kucing adalah perubahan selera makan atau terlalu memilih jenis makanan kucing. Oleh sebab itu, kenali apa saja faktor yang membuat kucing tidak mau makan, kandungan makanan kucing yang ideal, dan bagaimana cara mengembalikan selera makannya. Tips Mengatasi Kucing Tidak Mau Makan Berikut ini adalah beberapa hal yang biasa dialami kucing sebagai alasan kucing tidak mau makan. Lakukan langkah-langkah yang disarankan berikut ini sesuai dengan kondisi yang terjadi. 1. Saat Kucing Tidak Menyukai Makanannya Bisa jadi, kucing tidak mau makan karena kurang menyukai makanan yang disajikan. Oleh sebab itu, Pet Lovers bisa memberikan variasi makanan dari segi rasa hingga kombinasi tekstur antara makanan basah dan kering. 2. Saat Kucing Baru Mendapatkan Vaksinasi Bila kucingmu kehilangan nafsu makan setelah Pet Lovers membawanya ke dokter hewan untuk vaksinasi, bisa jadi itulah penyebab kucing tidak mau makan. Meski tidak dialami oleh semua, vaksin bisa menyebabkan efek samping pada beberapa hewan, yang biasanya bersifat sementara dan ringan. Pet Lovers bisa berkonsultasi dengan dokter tempat melakukan vaksinasi untuk menanyakan apa yang sebaiknya dilakukan pasca vaksinasi. 3. Saat Kucing Kesayangan Mengalami Stres Kucing yang cemas atau stres bisa jadi kehilangan nafsu makan. Penyebab stres misalnya pindah rumah atau baru diadopsi. Agar kucing tetap merasa nyaman di lingkungan barunya dan mau makan, cobalah untuk menghangatkan makanan basah untuk kucing agar aromanya lebih kuat. Pet Lovers bisa memberikan Pro Plan Adult Sensitive wet food karena terbuat dari bahan baku yang mudah dicerna, juga mengandung prebiotik. 4. Kucing Sedang Sakit Sakit yang ringan sekalipun seperti sakit gigi, gangguan pencernaan, hingga sakit yang serius juga akan berdampak pada nafsu makan kucing yang menurun. Untuk menangani kondisi ini Pet Lovers harus berkonsultasi dengan dokter hewan segera setelah melihat adanya perubahan dalam kebiasaan makan kucing. Semakin cepat Pet Lovers menanggapi masalah, semakin cepat kemungkinan kucing akan sembuh. Sejumlah kondisi berbeda mungkin menjadi penyebabnya, termasuk infeksi hingga gangguan fungsi organ. Nah, apabila ternyata salah satu penyebab nafsu makannya menurun adalah mengalami gangguan pencernaan, Pet Lovers bisa mulai memberikan makanan kucing yang cocok untuk pemilik pencernaan sensitif. Selain makanan basah Pro Plan Adult Sensitive, kamu juga bisa memberikan makanan kering Pro Plan Adult Sensitive Skin & Stomach. Pro Plan Adult Sensitive Skin & Stomach merupakan kemasan baru dari Pro Plan Delicate. Formula di dalamnya telah ditingkatkan untuk mendukung pertumbuhan kucing dewasa dengan pencernaan serta kulit yang sensitif. Tak hanya diperkaya Probiotik yang baik untuk menjaga kesehatan saluran cerna, Pro Plan Sensitive Skin & Stomach juga dibuat dari ikan salmon dan tuna asli, serta mengggunakan bahan baku pilihan yang mudah dicerna. Bentuk kibble-nya yang lebih bervariasi dan mudah dicerna juga membantu meningkatkan selera makan saat kucing tidak mau makan. Kamu bisa mendapatkan Pro Plan Adult Sensitive wet food dan Pro Plan Adult Sensitive Skin & Stomach di official store Pro Plan di Lazada. Kapan Harus Dibawa ke Dokter? Ketika terlihat ada perubahan nafsu makan pada kucing, misalnya kucing menolak makanan dalam beberapa hari, Pet Lovers bisa segera membawanya ke dokter hewan. Konsultasikan dengan dokter hewan tentang cara merangsang nafsu makan kucingmu dan apakah perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kesehatan
4 Cara Membantu Kucing Melahirkan di Rumah
4 Cara Membantu Kucing Melahirkan di Rumah
4 mins read
Memasuki usia 9 minggu kebuntingan, kucing umumnya sudah memperlihatkan tanda-tanda akan melahirkan. Apakah ini pertama kalinya Pet Lovers membantu kucing melahirkan di rumah? Yuk, simak tipsnya! Tanda Kucing akan Melahirkan Sebuah penelitian menyebutkan bahwa dari 700 kucing yang berkembang biak, hanya sebanyak 2,3 persen yang berhasil melewati persalinan secara normal. Sisanya mengalami kesulitan saat melahirkan. Oleh sebab itu, sangat penting bagi Pet Lovers untuk mengetahui tanda kucing bunting dan perubahan yang muncul, sehingga dapat mengenali masalah dan cara membantu kucing melahirkan di rumah. Berikut ini adalah beberapa tanda kucing bunting yang perlu diketahui. Bila kucingmu mengalami hal-hal berikut ini, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Jadi, Pet Lovers dapat tahu cara membantu kucing melahirkandi rumah saat waktunya tiba. 1. Adanya Perubahan Fisik Perlu Pet Lovers ketahui bahwa usia kebuntingan kucing adalah sekitar 63-65 hari. Pada minggu pertama dan kedua, mungkin tanda kebuntingan belum terlihat. Namun, setelah memasuki minggu ketiga, akan terlihat warna merah muda pada puting susu. Kemudian, di minggu keempat, puting susu dan perut kucing mulai membesar. 2. Muncul Kebiasaan Baru Kucing yang bunting mulai terlihat lebih manja dan malas bergerak di minggu kelima dan keenam. Kemudian kucing juga mulai sering buang air kecil akibat berkembangnya ukuran janin. Di minggu kedelapan, kucing akan mulai berkeliling mencari tempat melahirkan. 3. Meningkatnya Nafsu Makan Di minggu keempat, biasanya nafsu makan kucing yang sedang bunting akan meningkat. Berat badannya pun akan bertambah. Meski demikian, nafsu makan yang meningkat ini juga bisa jadi tanda cacingan saat bunting. Jadi, ada baiknya bila kucing kesayangan Pet Lovers mengalami kondisi ini, segera periksakan ke dokter hewan. 4. Terjadi Perubahan Suhu Tubuh Ketika memasuki minggu kesembilan, kucing yang bunting suhu tubuhnya akan mulai turun menjadi sekitar 37.8-38.3 derajat Celsius. Bila kucing kesayangan Pet Lovers mengalaminya, segera bawa ke dokter hewan untuk memastikan apa saja yang perlu dilakukan untuk menanganinya. Tips dan Cara Membantu Kucing Melahirkan Kucing kesayangan Pet Lovers sedang bunting dan tengah menunggu masa persalinan? Nah, perhatikanlah hal-hal berikut ini agar Pet Lovers bisa lebih memahami apa saja yang perlu dilakukan untuk cara membantu kucing melahirkan di rumah. 1. Pastikan Kucing Mendapat Nutrisi yang Cukup Kucing bunting membutuhkan beberapa nutrisi penting seperti asupan kalori untuk produksi susu induk, protein untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, lemak untuk mendukung kebutuhan kalori yang tinggi, serta kalsium dan fosfor untuk mendukung pertumbuhan tulang anak kucing dan produksi susu induk. Perlu Pet Lovers ketahui, energi yang dibutuhkan kucing bunting adalah 2-6 kali lebih banyak dari kucing dewasa. Kucing yang sedang bunting juga membutuhkan makanan kucing yang mudah dicerna dan mengandung jumlah kalori yang tinggi namun memiliki jumlah kalori yang lebih banyak. Sehingga, disarankan untuk memberikan makanan padat nutrisi bagi anak kucing pada saat kucing sedang bunting. Pro Plan Kitten Starter terbuat dari daging salmon serta tuna asli sebagai bahan baku utama. Selain itu, Pet Lovers juga bisa memberikan kucing asupan Pro Plan Wet Kitten Chicken maupun Pro Plan Wet Kitten Salmon yang diformulasi untuk memenuhi kebutuhan anak kucing dari umur 4 minggu hingga 1 tahun. Pro Plan Wet Kitten mengandung DHA untuk perkembangan otak dan mata, serta antioksidan untuk kekebalan tubuh selama masa pertumbuhan anak kucing. Selain untuk anak kucing berusia kurang dari 6 bulan, Pro Plan Kitten Starter juga cocok diberikan kepada induk kucing yang sedang berada dalam masa bunting hingga menyusui. Kamu bisa mendapatkan Pro Plan Kitten Starter dan Pro Plan Wet Kitten untuk kucing bunting kesayanganmu melalui official store Pro Plan di Lazada. 2. Sediakan Tempat yang Baik untuk Induk dan Anak Kucing Setelah Lahir Arahkan kucing yang bunting bersantai di tempat yang telah disiapkan untuk melahirkan. Cobalah membuatnya tenang dan tidak seaktif biasanya. Namun, bila kucing menolak tempat yang telah Pet Lovers sediakan dan memilih tempat lain, sebaiknya Pet Lovers tidak mencoba memindahkannya dari tempat yang dipilihnya. Tempat ini akan menjadi lokasi kucing menyusui anaknya nanti setelah lahir. 3. Ketahui Waktu yang Tepat untuk Membawa Kucing ke Dokter Di minggu kedelapan, sebaiknya Pet Lovers memeriksakan kucing yang bunting secara rutin ke dokter hewan untuk mengontrol kondisi fetusnya. Momen ini merupakan hal yang penting untuk membantu kucing melahirkan di rumah. Persalinan kucing biasanya memakan waktu antara 2-5 jam. Pada beberapa kasus bisa memakan waktu hingga 24 jam. Jika kucing tampak mengejan selama satu jam namun tidak ada tanda anak kucing akan keluar, segera hubungi dokter hewan. 4. Cek Kondisi Induk dan Anak Kucing Setelah Lahir Setelah anak kucing lahir, biarkan induk membersihkan dan menyusui anaknya. Namun, jika anak kucing belum menyusu dari induknya dalam waktu satu jam setelah lahir, Pet Lovers mungkin perlu memandu anak kucing ke salah satu puting induk sebagai salah satu cara merawat anak kucing baru lahir. Jika induk kucing terlihat kesulitan merawat anak kucing atau menyusuinya, segera konsultasikan dengan dokter hewan. Bagaimanapun, anak kucing membutuhkan asupan kolostrum dari air susu induk yang kaya akan antibodi untuk melindunginya dari penyakit di minggu-minggu awal kehidupan. Setelah anak kucing berusia 3-4 minggu, Pet Lovers bisa mulai memberikan Pro Plan Kitten Starter karena di dalamnya juga mengandung kolostrum. Seperti halnya kolostrum dalam susu induk kucing, kolostrum dalam Pro Plan Kitten Starter juga berperan membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak kucing. Selain kaya nutrisi, yang merupakan salah satu pertimbangan saat memilih makanan anak kucing, kibble Pro Plan Kitten Starter juga mudah dilembutkan dengan air lho, sehingga cocok bagi anak kucing yang sedang belajar makan. Setelah berusia 8 minggu, Pet Lovers bisa mulai memberikan Pro Plan Kitten Starter tanpa dilembutkan dengan air. Itulah beberapa hal yang perlu Pet Lovers perhatikan untuk cara membantu kucing melahirkan di rumah. Jangan lupa untuk rutin berkonsultasi dengan dokter hewan guna mengetahui cara yang tepat untuk merawat kucing kesayangan Pet Lovers.
Perilaku & Pelatihan
Hati-hati, Ini 4 Makanan untuk Kucing yang Perlu Dihindari!
Hati-hati, Ini 4 Makanan untuk Kucing yang Perlu Dihindari!
3 mins read
Kucing kesayanganmu di rumah sangat mungkin tak sengaja menelan makanan manusia. Sayangnya, tak semua makanan tersebut aman baginya. Ada beberapa jenis makanan yang dapat memicu keracunan pada kucing. Yuk, kenali apa saja bahan makanan tersebut sebelum kita cari tahu cara mengobati kucing keracunan. Makanan yang Menyebabkan Keracunan Beberapa jenis makanan kesukaan Pet Lovers ini bisa mengganggu kesehatan kucingmu dan menyebabkan keracunan. Jadi, hati-hati saat menyimpannya, ya. 1. Cokelat dan Susu Cokelat dan susu merupakan bahan makanan yang umum ada di rumah dan dikonsumsi hampir seluruh anggota keluarga. Sayangnya, cokelat dan susu bukanlah makanan kucing yang aman dikonsumsi. Justru, bisa memberikan efek berbahaya. Kenapa? Secara alami, cokelat mengandung zat teobromina yang dapat mengakibatkan irama jantung tidak normal, tremor, kejang, hingga kematian, sementara susu dan produk turunannya mengandung laktosa. Faktanya, kucing umumnya memiliki intoleransi laktosa, yaitu kondisi saat tubuhnya tidak dapat mencerna laktosa dengan baik. Hal ini dapat menyebabkan kucing mengalami gangguan sistem pencernaan seperti diare. 2. Bawang-bawangan Bawang dalam segala bentuk, baik mentah, dimasak, atau bubuk dapat memecah sel darah merah kucing yang kemudian menyebabkannya mengalami anemia. Sebisa mungkin jauhkan kucing kesayangan Pet Lovers dari bahan makanan yang mengandung bawang-bawangan. Termasuk juga daun bawang yang juga dapat menyebabkan masalah kesehatan. 3. Anggur dan Kismis Makan anggur dan kismis mungkin lezat bagi Pet Lovers. Sayangnya, saat mencicipi kedua makanan ini, kucingmu dapat berpotensi muntah dan hiperaktif. Konsumsi anggur dan kismis dalam jumlah besar juga bisa berisiko menyebabkan gagal ginjal pada kucing. 4. Telur mentah Bila kucing Pet Lovers mengonsumsi telur mentah, ada dua risiko kesehatan yang perlu dihadapi. Pertama, kucingmu sangat mungkin terinfeksi bakteri Salmonella atau E. coli yang terdapat dalam telur mentah. Kedua, kandungan protein dalam putih telur dapat mengganggu penyerapan vitamin B pada tubuh kucing. Hal ini berisiko mengganggu kesehatan kulit dan rambutnya. Ciri Kucing Keracunan Makanan Tanda kucing keracunan sangat bervariasi dan tergantung pada kandungan yang terdapat pada makanan yang kucingmu telan. Namun, ciri umum yang terjadi saat kucingmu keracunan adalah muntah dan diare. Beberapa ciri lain saat kucing keracunan adalah bengkak atau peradangan pada kulit, batuk hingga gangguan pernapasan, bahkan kejang. Keracunan makanan juga bisa membuat nafsu makan kucingmu menurun, Pet Lovers. Sayangnya, beberapa jenis makanan yang beracun bagi kucing ini bisa memengaruhi lebih dari satu sistem tubuh yang memungkinkan kucingmu menunjukkan lebih dari satu ciri keracunan makanan. Oleh karena itu, jika kucing Pet Lovers menunjukkan gejala keracunan, lebih baik langsung konsultasikan dengan dokter hewan kesayanganmu untuk mendapatkan cara mengobati kucing keracunan. Cara Mengobati Kucing Keracunan Untuk mengetahui cara mengobati kucing keracunan, Pet Lovers disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter hewan kesayangan. Selain itu, Pet Lovers sebaiknya mengetahui cara mencegah kasus keracunan terjadi pada kucing kesayanganmu di rumah. Lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan? Jadi, ayo simak tipsnya. 1. Jauhkan dari Makanan Penyebab Keracunan Saat Pet Lovers memergoki kucing kesayanganmu sedang memakan makanan yang beracun untuknya, segera jauhkan kucingmu dari tempat tersebut. Setelah itu, pastikan untuk menyimpan makanan yang membahayakan kucing jauh dari jangkauannya. 2. Jangan Paksakan untuk Dimuntahkan Jika kucing sudah terlanjur menunjukkan gejala keracunan, jangan paksakan kucingmu untuk muntah. Memaksakan kucing untuk memuntahkan makanan justru bisa membahayakan kondisi kucing kesayangan Pet Lovers. Bila memang kucing menunjukkan gejala tertentu, akan lebih baik bila Pet Lovers berkonsultasi dengan dokter hewan untuk mengatasinya. 3. Berikan Makanan yang Mengandung Probiotik Saat kucing mengalami keracunan makanan, Pet Lovers bisa memberikan asupan nutrisi yang mendukung kesehatan saluran pencernaannya. Misalnya, memberikan makanan kucing dengan kandungan prebiotik seperti Pro Plan Adult wet food; serta kandungan probiotik seperti Pro Plan Adult dry food dengan Formula Salmon dan Pro Plan Adult dry food dengan Formula Ayam. Tahukah, Pet Lovers? Pro Plan Adult dry food kini hadir dengan kemasan baru dan formula yang ditingkatkan. Pro Plan Adult diformulasikan dari daging ayam juga salmon asli sebagai bahan baku utama dan diperkaya probiotik untuk mendukung kesehatan pencernaan serta daya tahan tubuh kucing kesayanganmu. Dapatkan Pro Plan Adult baru di official store Pro Plan di Lazada, Shopee, dan Tokopedia. 4. Konsultasikan dengan Dokter Hewan Selain harus dipisahkan untuk sementara waktu dari hewan lain, kucing yang mengalami keracunan tentunya membutuhkan penanganan medis. Hubungi dokter hewan Pet Lovers segera untuk mendapatkan anjuran tentang cara mengobati kucing keracunan. Pastikan juga Pet Lovers tahu kapan, di mana, dan bagaimana keracunan bisa terjadi. Dengan mengetahui cara mengobati kucing keracunan dan makanan apa yang sebaiknya dihindari, Pet Lovers bisa lebih melindungi kucing kesayangan dari kemungkinan kucing muntah makanan akibat keracunan. Semoga informasi ini bermanfaat dan jangan ragu untuk berkonsultasi kepada dokter hewan bila diperlukan, ya.
Makanan & Nutrisi
3 Ciri Anjing Akan Melahirkan yang Perlu Diketahui
3 Ciri Anjing Akan Melahirkan yang Perlu Diketahui
3 mins read
Perubahan hormon serta perilaku juga terjadi pada anjing saat ia bunting, akan melahirkan, hingga bersiap untuk melahirkan. Oleh sebab itu, sebagai pemilik anjing yang baik, Pet Lovers tentu bisa memberikan perhatian lebih pada fase penting ini. Salah satunya dengan mengenali ciri-ciri anjing melahirkan, mendukung prosesnya, serta memberikan asupan nutrisi terbaik seperti makanan anjing Pro Plan. Yuk, simak selengkapnya! Usia dan Tanda-Tanda Anjing Bunting Perlu Pet Lovers ketahui, anjing bunting selama sekitar 56-66 hari yang diukur dari hari ovulasi hingga hari kelahiran anak anjing. Periode tersebut dibagi dalam tiga tahapan, yang masing-masing berdurasi 21 hari. Dalam beberapa minggu pertama, mungkin hanya sedikit tanda-tanda yang muncul, sehingga Pet Lovers mungkin tak menyadarinya. Meski terlihat normal saat awal-awal kebuntingan, berat badan anjing dapat bertambah sesuai usia kebuntingannya. Semakin tua usia kebuntingannya, perubahan fisik pada anjingmu mulai terlihat. Misalnya, ukuran perut dan puting yang membesar. Bahkan, beberapa anjing mengalami morning sickness selama beberapa hari pada minggu ketiga atau keempat. Hal ini normal dan bisa terjadi karena adanya perubahan hormon. Tanda lainnya dari anjing bunting adalah ia tampak lelah dan makan lebih sedikit dari biasanya. Oleh karena itu, Pet Lovers perlu berikan makanan bernutrisi tinggi untuk memenuhi kebutuhan energi pada anjing yang sedang bunting dan jangan lupa konsultasi ke dokter hewan agar kebuntingan anjingmu tetap terjaga kesehatannya. Ciri-ciri Anjing Melahirkan Nah, berikut ini adalah beberapa ciri anjing Pet Lovers yang bunting akan segera melahirkan dalam waktu dekat. Simak dan pahami agar dapat membantu proses persalinan atau perawatan anjing yang bunting. 1. Penurunan Suhu Tubuh Salah satu tanda awal persalinan pada anjing adalah penurunan suhu tubuh anjing, dari 38,5 derajat Celsius menjadi 37 derajat Celsius. Persalinan ini biasanya akan berlangsung selama 12-24 jam. Untuk mengetahui ciri-ciri anjing melahirkan ini, Pet Lovers bisa mengukur suhu tubuh induk anjing sebanyak dua kali dalam sehari menggunakan termometer rektal, pada minggu terakhir sebelum proses persalinan. Namun, apabila anjing Pet Lovers terlihat tidak nyaman atau terganggu dengan pemeriksaan suhu tersebut, hal ini bisa dihentikan. Prioritas Pet Lovers saat ini adalah membantunya untuk tetap tenang. 2. Terlihat Gelisah dan Mengasingkan Diri Anjing yang bunting mungkin sedikit gelisah dan mengasingkan diri di tempat yang tenang ketika mendekati masa melahirkan. Biasanya ciri-ciri anjing melahirkan ini disertai hilangnya nafsu makan dan anjing terlihat mengacak-ngacak tempat tidurnya. Kondisi ini akan berlangsung selama 12-24 jam sebelum persalinan. 3. Mencari Tempat untuk Proses Melahirkan Terkadang, anjing bunting suka memindahkan tempat persalinan yang telah Pet Lovers persiapkan ke sudut lain rumah. Jika hal ini terjadi, cobalah untuk tidak memindahkannya dari lokasi yang telah dipilih sendiri oleh anjingmu. Selain mengetahui ciri-ciri anjing melahirkan, Pet Lovers juga perlu tahu apa saja yang bisa disiapkan di masa tersebut. Selain membantu anjingmu tetap tenang dan menyiapkan tempat melahirkan yang nyaman, Pet Lovers juga perlu memenuhi asupan makanannya. Hal ini supaya anjing kesayanganmu tetap memiliki tenaga yang cukup. Kamu bisa membantu mencukupi nutrisi anjingmu dengan memberikan Pro Plan Performance. Pro Plan Performance merupakan makanan anjing dengan kombinasi nutrisi yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan mempercepat pemulihan otot. Pro Plan Performance yang tinggi protein dan lemak ini tak hanya cocok untuk anjing yang sangat aktif dan anjing pekerja, tapi juga untuk anjing yang sedang bunting dan menyusui. Kamu bisa mendapatkan makanan anjing Pro Plan Performance dengan mudah melalui official store Pro Plan di Lazada. Kapan Harus ke Dokter? Pada umumnya anjing betina dapat menangani persalinan sendiri. Namun, pada beberapa kasus, komplikasi mungkin dapat terjadi. Segera hubungi dokter hewan ketika peliharaanmu mengalami ciri-ciri anjing melahirkan berikut ini: • Gagal melahirkan dalam waktu 24 jam setelah suhu tubuhnya turun. Suhu tubuh anjing yang rendah biasanya merupakan tanda bahwa anak anjing akan lahir. Tapi bila anak anjing tak kunjung keluar, mungkin ada kendala dalam prosesnya, sehingga memerlukan bantuan dokter hewan. • Anak anjing tak dapat dikeluarkan meski anjingmu telah kontraksi kuat selama 20-30 menit. Kondisi ini memaksa anjing harus dioperasi untuk mengeluarkan anak anjing di dalam perutnya. • Tidak ada anak anjing yang lahir dalam waktu empat jam setelah anjing bunting mengeluarkan leleran berwarna hijau atau merah kecoklatan. • Kontraksi yang lemah selama lebih dari dua jam. Semoga setelah mengetahui ciri-ciri anjing melahirkan di atas, Pet Lovers bisa membantu anjing kesayanganmu melahirkan dengan aman dan nyaman. Jangan lupa untuk selalu memenuhi kebutuhan nutrisinya dengan makanan anjing berkualitas baik sehingga ia tetap kuat dan sehat saat melalui proses melahirkan, juga saat menyusui anak anjingnya nanti.
Perilaku & Pelatihan
Tips Berwisata Bersama Hewan Peliharaan
Tips Berwisata Bersama Hewan Peliharaan
2 mins read
Pet Owners suka bingung perlengkapan apa saja yang harus dibawa ketika mengajak anjing dan kucing kesayangan ke taman, pantai atau membawa mereka berlibur ke luar kota. Bagaimana cara merawat anjing (golden retriever, husky, pom atau Rottweiler) selama perjalanan? Bagaimana cara merawat kucing (dari jenis kucing Anggora, Siam, sampai Persia), agar tidak sakit? Berikut beberapa tips yang harus diperhatikan saat membawa anjing dan kucing bepergian. Yang wajib dibawa setiap melakukan perjalanan bersama anjing dan kucing adalah : • Makanan • Minuman di dalam kemasan botol • Dot (untuk anak anjing / anak kucing ) • Leash / Collar • Kalung tanda pengenal • Perlengkapan untuk buang air (plastik, koran, litter box, dan lainnya) • Kotak P3K • Mainan favorit Bukan hanya fisik saja yang harus disiapkan, mental dari anjing dan kucing kamu juga harus disiapkan. Salah satu cara adalah agar lebih sering membawa anjing dan kucing kamu berjalan-jalan bersama ke tempat yang dekat rumah (short trip) seperti ke taman, pantai, event buat anjing dan kucing, atau car free day. Ini tujuannya untuk melatih anak anjing, melatih anjing dewasa, juga melatih kucing agar terbiasa, baru setelah itu ajak mereka ikut dalam perjalanan jauh (long trip) ke luar kota. Saat melakukan perjalanan yang jauh seperti ke luar kota atau ke luar negeri dengan hewan peliharaan kamu, jangan lupa selalu membawa: • Kandang dengan ventilasi yang baik • Handuk yang banyak • Selimut • Foto terbaru anjing dan kucingmu (mengantisipasi bila mereka hilang) Beberapa hal yang harus diingat saat melakukan perjalanan membawa anjing dan kucing dengan mobil, yaitu : • Bawa mainan favorit anjing dan kucingmu, agar mereka tidak bosan. • Ajak mereka bicara – menghindari stress berlebihan pada hewan peliharaan kamu. • Tutup jendela mobil, agar mereka tidak mengeluarkan kepalanya. • Harus beristirahat setiap 2 jam sekali. • Jangan tinggalkan hewan peliharaan kamu sendirian di mobil. • Berikan makanan 1 jam sebelum memulai perjalanan. • Untuk menghindari anjing dan kucing terkena dehidrasi selama perjalanan, bawalah air mineral botol. • Pakaikan seat belt pada mereka, untuk menjaga keselamatan dan keamanannya. • Bila membawa anak anjing atau anak kucing yang masih kecil, bawalah di dalam kotak box terbuka agar tidak banyak terguncang ketika di dalam mobil. • Anjing dan kucing dewasa harus di jok belakang agar tidak mengganggu pengemudi mobil. Yang harus diperhatikan saat sampai di tempat liburan (seperti pantai, hotel, atau taman), jangan lupa kenakan leash dan kalung tanda pengenal pada hewan peliharaan kamu ya, Pet Owners. Sekarang sudah lebih tahu ya cara melatih anjing kucing, cara membawa, cara merawat anjing dan kucing kesayangan agar tetap sehat dan aman selama bepergian. Selamat berjalan-jalan ya Pet Owners… Sumber: Achim – Founder D’jaboers Cat Community Doni Herdaru Tona – Owner Animal Defenders
Perilaku & Pelatihan
Tips Memotong Kuku Anjing
Tips Memotong Kuku Anjing
1 min read
Kuku yang tidak dipotong dapat patah, berdarah atau bahkan tumbuh ke dalam kaki, menyebabkan anjing kesayangan Anda tidak merasa nyaman. Kalau Anda sudah mendengar bunyi ‘klik-klik-klik’ saat anjing Anda berjalan di lantai keras, itu merupakan tanda paling jelas kalau kuku anjing perlu dipotong. Sekali Anda belajar Bagaimana untuk melakukannya, memotong kuku anjing akan menjadi semudah memotong kuku sendiri. Duduk di lantai dengan anjing Anda. Gunakan hanya gunting kuku yang dirancang khusus untuk hewan peliharaan. Dokter hewan dapat merekomendasikan gunting kuku yang terbaik untuk anjing Anda. Pegang kaki hewan peliharaan Anda dengan kuat dan tekan bantalan kaki dengan lembut supaya kuku keluar. Mulai dari ujung kuku, potong pada sudut 45 derajat dengan ujung gunting ke arah kuku. Jika kuku berwarna gelap, potong kuku tersebut sedikit dari ujung sampai kuku lebih pendek. Jika Anda melihat titik hitam di tengah kuku, berarti Anda sudah mendekati nail quick (daging di dalam kuku) dan Anda harus berhenti memotong segera. Memotong kuku sebaiknya seminggu sekali, atau setidaknya dua kali sebulan. Semakin sering Anda rapikan, akan semakin mudah dan lebih baik untuk memotongnya sedikit demi sedikit daripada memotong dalam ukuran panjang. Gunakan kikir kuku normal untuk memendekan kuku kaki anak anjing dan anjing tua sehingga tidak menyebabkan nyeri atau pendarahan. Jika memotong kuku ini terlalu sulit untuk Anda atau takut menyebabkan cedera pada anjing, segera panggil groomer profesional atau dokter hewan untuk bantuan.
Kesehatan
Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih pada Kucing? Cek 4 Hal Berikut!
Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih pada Kucing? Cek 4 Hal Berikut!
2 mins read
Tahukah Pet Lovers? Salah satu gangguan kesehatan yang kerap dialami kucing adalah infeksi saluran kemih. Nah, supaya kucing kesayanganmu tetap sehat dan terhindar dari gangguan kesehatan satu ini, Pet Lovers perlu mengenali lebih jauh penyebab dan cara mencegahnya. Salah satu hal yang bisa diperhatikan adalah makanan kucing yang bagus untuk kesehatan saluran kemih. Penyebab Kucing Mengalami Infeksi Saluran Kemih Berikut ini adalah hal-hal yang dapat menyebabkan kucing kesayangan Pet Lovers mengalami infeksi saluran kemih. Jangan sampai kucing Pet Lovers mengalaminya, ya. • Kebutuhan Cairan Tidak Tercukupi Setiap kucing punya cara masing-masing untuk memenuhi kebutuhan cairannya. Meski begitu, kucing memiliki kecenderungan tidak dapat memenuhi kebutuhan cairannya secara optimal. Bila dilihat dari sejarahnya, kucing awalnya tinggal di gurun, sehingga secara genetik, rangsangan rasa hausnya rendah. Hal ini tetap bertahan meski kini kucing sudah beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Selain faktor genetik, kucing juga memiliki keterbatasan dalam melihat air yang tenang. Hal ini lah yang membuat kucing Pet Lovers berpotensi mengalami dehidrasi dan meningkatkan risiko infeksi saluran kemih. • Obesitas Makanan kucing yang bagus akan memberikan efek positif apabila diberikan dengan porsi yang tepat, sesuai jenis dan berat badannya. Sayangnya, pemberian makanan yang berlebih dan tidak diimbangi aktivitas fisik juga bisa membuat kucing mengalami obesitas. Ketika kucing mengalami obesitas, risiko mengalami berbagai gangguan kesehatan pun meningkat. Salah satunya infeksi saluran kemih karena kucing obesitas kesulitan untuk membersihkan area kemaluannya. Cara mencegah Infeksi Saluran Kemih pada Kucing Kesayangan Agar kucing kesayangan Pet Lovers terhindar dari risiko infeksi saluran kemih, ayo lakukan beberapa cara berikut ini: • Penuhi Kebutuhan Cairannya Mengingat kucing punya rangsangan haus yang rendah, Pet Lovers perlu melakukan berbagai trik untuk memenuhi kebutuhan cairannya. Caranya, sediakan mangkuk minum di beberapa tempat di rumah yang sering dilewati kucing kesayangan. Kamu juga bisa menyediakan drinking fountain di tempat yang mudah dijangkau. Hal ini secara tidak langsung mempermudah kucing kesayangan Pet Lovers untuk sering minum dan terhindar dari infeksi saluran kemih. • Berikan Wet Food (Makanan Basah) Selain dari air minum, Pet Lovers juga bisa membantu kucing untuk memenuhi kebutuhan cairan harian yang diperlukan melalui makanan basah. Pastikan Pet Lovers juga memberikan makanan kucing yang bagus untuk kesehatan saluran kemih. Pro Plan Urinary Tract Health merupakan makanan basah untuk kucing dengan kadar air 80% yang mengandung asam lemak omega 3 untuk membantu melindungi saluran kemih dari peradangan; serat inulin untuk mendukung penyerapan nutrisi yang unggul; dan diformulasikan untuk meningkatkan kemampuan penyerapan air dalam tubuh kucing demi menjaga kesehatan saluran kemihnya. Tak hanya itu, Pro Plan Urinary Tract Health juga dikemas dalam ukuran yang pas untuk 1 porsi makan bagi kucing dengan berat badan 1,2 kg. Nah, kalau kucingmu punya berat badan 4 kg, Pet Lovers bisa memberikan ini makanan kucing yang bagus ini sebanyak 3,5 pouch untuk memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya.
Kesehatan
5 Tips Mudah Cara Merawat Anak Anjing Tanpa Induk
5 Tips Mudah Cara Merawat Anak Anjing Tanpa Induk
3 mins read
Pet Lovers, mengadopsi anak anjing tanpa induk sebagai peliharaan baru di rumah tentu harus dibarengi dengan pengetahuan yang cukup. Hal ini supaya anak anjing dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Apalagi, jika anak anjing yang diadopsi berusia kurang dari 2 bulan. Padahal, di usia tersebut, anak anjing masih sangat membutuhkan kehadiran induknya. Oleh karena itu, yuk, simak cara merawat anak anjing tanpa induk yang perlu Pet Lovers ketahui! 1. Cek Kondisi Kesehatan Cara merawat anak anjing tanpa induk pertama yang perlu Pet Lovers lakukan adalah mengetahui kondisi kesehatannya. Tanyakan secara detail pada dokter hewan atau pemilik sebelumnya tentang jadwal vaksin yang perlu dilakukan. Selain itu, cek juga apakah anak anjing yang kamu adopsi memiliki penyakit bawaan atau gangguan kesehatan lain. 2. Jaga Suhu Tubuhnya Tetap Hangat Menjaga tubuh anak anjing untuk tetap hangat adalah sebuah prioritas. Biasanya anak anjing akan senang bergerombol dengan saudaranya dan mendekatkan tubuh mereka ke induknya supaya tetap hangat. Tapi, bagaimana dengan cara merawat anak anjing tanpa induk supaya tetap hangat? Petlovers bisa menjaga tubuh anak anjing tetap hangat dengan memberikan selimut. Selain itu, kantong kompres yang diisi air hangat dan diletakkan di bawah selimut juga merupakan solusi yang baik untuk bisa menambah rasa hangat pada tubuh anjing. Pilihan lainnya, Pet Lovers bisa menggunakan lampu penghangat. Biasanya, anak anjing yang baru lahir membutuhkan kehangatan sekitar kurang lebih 32 derajat Celcius. Setelah berusia 6 minggu, anak anjing sudah bisa menyesuaikan suhu ruangan. 3. Bersihkan Kotoran dengan Rutin Anak anjing membutuhkan rangsangan untuk bisa buang air kecil ataupun air besar setelah makan. Biasanya, induk anjing akan menjilati bagian bawah tubuh anaknya untuk merangsangnya membuang kotoran. Oleh karena itu, untuk cara merawat anak anjing tanpa induk supaya kebersihannya tetap terjaga, Petlovers perlu mengambil kapas dan basahi dengan sedikit air hangat, kemudian gosokkan dengan lembut pada perut bagian bawah dan anusnya. Seka dengan lembut apapun yang keluar. Setelah memasuki usia tiga sampai empat minggu, anak anjing biasanya sudah bisa membuang kotorannya sendiri. 4. Berikan Susu Secara Rutin Anak anjing yang baru lahir perlu diberi susu setiap dua hingga tiga jam sekali. Frekuensi menyusui akan menurun menjadi empat kali sehari setelah berusia 2-3 minggu. Mengingat di usia tersebut anak anjing umumnya masih menyusu ke induknya, cara merawat anak anjing tanpa induk yang masih menyusui tentu berbeda. Pet Lovers memerlukan botol dot untuk memberikan susu yang diformulasikan khusus untuk anak anjing. Pet Lovers juga tidak direkomendasikan memberikan susu sapi sebagai pengganti air susu induk anjing, ya. Hal ini dikarenakan pencernaan anak anjing masih sangat sensitif dan pemberian susu sapi dapat mengganggu kesehatan saluran pencernaannya. Selain menggunakan botol dot, Pet Lovers juga perlu memastikan suhu susunya tidak terlalu panas. Untuk mengeceknya, Pet Lovers bisa meneteskan susu ke pergelangan tangan bagian dalam. Bila sudah terasa hangat, susu siap diberikan ke anjing kesayanganmu. 5. Bantu Saat Proses Peralihan Ke Makanan Pendamping Anak anjing mulai dapat diberi makanan padat sebagai pendamping air susu induk mulai usia 4 minggu, dan mulai proses sapih saat berusia 6 minggu. Hal ini dikarenakan pada usia tersebut air susu tidak lagi mencukupi kebutuhan nutrisinya. Nutrisi yang dibutuhkan oleh anak anjing yang perlu dipenuhi dari makanannya adalah protein, lemak, serat, vitamin, mineral, energi, dan air dalam jumlah yang sesuai dengan usia dan berat badannya. Di awal pemberian makanan padat, Pet Lovers bisa memberikan makanan anjing yang dilunakkan dengan air hangat sebagai proses adaptasi. Setelah itu, makanan anjing bisa diberikan tanpa dilunakkan sesuai porsi yang direkomendasikan untuk usia dan ukurannya. Nah, supaya kebutuhan nutrisi anak anjing terpenuhi hingga ia dewasa atau berusia 1 tahun, Pet Lovers perlu memilih makanan yang tepat, seperti Pro Plan Healthy Growth & Development. Pro Plan Healthy Growth & Development diformulasikan untuk anak anjing hingga berusia satu tahun dan tersedia dalam varian yang sesuai dengan ukuran tubuhnya, yaitu Small & Mini, Medium, dan Large. Pro Plan Healthy Growth & Development mengandung kolostrum yang kaya akan antibodi alami dan terbukti secara klinis membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak anjing. Tak hanya itu, kolostrum yang terkandung dalam Pro Plan Healthy Growth & Development juga membantu menyeimbangkan mikroflora dalam usus, sehingga bisa melindungi anak anjing kesayanganmu dari gangguan pencernaan.
Perilaku & Pelatihan
Sama-Sama Berambut Panjang, Ini 5 Perbedaan Kucing Angora dan Persia
Sama-Sama Berambut Panjang, Ini 5 Perbedaan Kucing Angora dan Persia
3 mins read
Kucing angora dan persia umumnya menjadi pilihan Pet Lovers yang menginginkan peliharaan berambut lebat dan panjang. Meski bagi awam kedua kucing ras ini terlihat mirip, Pet Lovers perlu tahu bedanya, supaya dapat memilih peliharaan yang sesuai dengan ekspektasi. Nah, berikut ini adalah beberapa perbedaan kucing angora dan persia yang perlu Pet Lovers ketahui. 1. Asal-usul Perbedaan kucing angora dan persia pertama adalah dari asal-usulnya. Di dunia internasional, kucing angora dikenal sebagai Turkish Angora, atau angora dari Turki. Jadi, meskipun di Indonesia banyak ditemukan kucing angora, asal kucing berambut lebat ini adalah dari wilayah Ankara, Turki Tengah. Sedangkan, kucing persia merupakan jenis kucing yang diketahui sudah ada sangat lama, dan tidak diketahui secara tepat kapan pertama kali dia muncul. Namun sesuai namanya, kucing persia berasal dari dataran Mesopotamia, yang kemudian berubah menjadi Persia, dan sekarang menjadi negara Iran. 2. Fitur Wajah dan Bentuk Tubuh Perbedaan kucing angora dan persia juga dapat dilihat dari wajah dan bentuk tubuhnya. Meskipun sekilas wajah dan perawakan kucing angora dan persia terlihat sama, tapi jika diperhatikan dengan teliti, mereka berbeda, lho. Kucing persia memiliki kepala bulat dengan wajah pendek dan hidung pesek, pipi tembam, mata bulat besar, dan telinga bulat kecil. Selain itu, Kucing Persia memiliki kaki yang pendek dan kuat untuk menopang tubuhnya yang kokoh. Sementara, kucing angora memiliki rambut yang lembut dan halus dengan kerangka ramping dan bertulang halus. Ekornya penuh dan meruncing. Berbeda dengan kucing persia yang bentuk hidungnya pesek dan telinga bulat kecil, kucing angora memiliki bentuk hidung yang meruncing, serta telinga yang tegak dan panjang. 3. Kelebatan rambut Pet Lovers, perbedaan kucing angora dan persia juga bisa dilihat dari rambutnya. Meski sama-sama memiliki rambut yang panjang dan lebat, tetap ada perbedaan yang mencolok di antara keduanya. Rambut kucing persia tidak sepanjang kucing angora, tapi cenderung lebat dan menutupi hampir semua tubuhnya. Sementara itu, kucing angora memiliki rambut yang panjang, halus, tapi hanya tebal di bagian ekornya, sehingga menyerupai ekor rubah. Nah, meski rambut angora dan persia merupakan hal genetik, tetap harus dirawat supaya terjaga kelebatan dan kelembutannya. Selain rutin menyisir rambut dan memandikan kucing kesayangan, Pet Lovers juga bisa memberikan makanan yang diformulasikan untuk rambut kucing yang sehat seperti Pro Plan Fussy & Beauty. Pro Plan Fussy & Beauty mengandung nutrisi untuk membantu meminimalkan kerontokan rambut kucing. Kandungan vitamin, mineral, dan protein di dalamnya membantu mewujudkan kulit sehat dan rambut berkilau dari kucing kesayangan Pet Lovers. Maka dari itu, Pro Plan Fussy & Beauty sangat cocok diberikan untuk kedua jenis kucing tersebut maupun kucing berambut panjang lainnya. 4. Karakter Sebagian besar peliharaan memiliki sifat penurut terhadap orang yang memeliharanya. Nah, baik kucing angora maupun persia, keduanya merupakan jenis kucing yang penurut. Perbedaan kucing angora dan persia dapat dilihat dari keaktifannya. Kucing angora jauh lebih aktif sementara kucing persia lebih suka berdiam di satu tempat. Perbedaan kucing angora dan persia juga dapat dilihat dari cara berjalannya. Kucing persia umumnya berjalan dengan lambat, angora adalah jenis kucing yang cara berjalannya lebih luwes. 5. Usia Perbedaan kucing angora dan persia juga dapat dilihat dari masa hidupnya. Kucing angora umumnya memiliki masa hidup 12-18 tahun, sementara kucing persia memiliki masa hidup yang lebih lama yaitu 15-20 tahun. Untuk mengoptimalkan masa hidup kedua jenis kucing ini, Pet Lovers perlu memberikan asupan nutrisi yang diformulasikan khusus bagi kucing senior, seperti Pro Plan Adult 7+ yang tersedia dalam varian wet food dan dry food. Pro Plan Adult 7+ mengandung formulasi unik yang membantu memperbaiki kualitas hidup juga memperpanjang umur kucing senior yang terdiri dari antioksidan, vitamin, probiotik, serta omega 3 dan 6. Apalagi, kucing di atas umur 7 tahun mulai mengalami perubahan metabolisme sehingga memerlukan makanan yang tinggi protein serta mudah dicerna seperti Pro Plan Adult 7+. Demikian beberapa perbedaan kucing angora dan persia yang perlu Pet Lovers ketahui. Kini Pet Lovers sudah tahu bedanya, kan? Selain belajar mengenal perbedaannya, Pet Lovers juga dianjurkan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter hewan agar makanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan kucing, baik dari segi takaran maupun nutrisi. Dengan nutrisi yang tepat, kucing kesayangan Pet Lovers bisa tumbuh sehat dan optimal.
Perilaku & Pelatihan
Ciri Anjing Obesitas dan Cara Mencegahnya
4 Ciri Anjing Obesitas dan Cara Mencegahnya
2 mins read
Menjaga kesehatan anjing kesayangan tentu menjadi salah satu prioritas Pet Lovers. Dengan kondisi badan yang sehat dan berat badan normal sesuai jenisnya, Pet Lovers bisa menghindari berbagai risiko kesehatan bagi anjing. Nah, salah satu ciri anjing yang tergolong sehat adalah tidak mengalami obesitas. Lalu, bagaimana ciri dan cara mencegahnya? Yuk, simak penjelasan berikut ini! Ketahui Cirinya Ciri anjing obesitas yang dapat dilihat atau dirasakan Pet Lovers dari tubuhnya adalah sebagai berikut • Pada tulang rusuk anjing terlihat adanya lapisan lemak berlebih. Pada pinggang anjing juga terdapat timbunan lemak yang menumpuk di pangkal ekornya. Akibatnya, pinggang anjing hampir tidak terlihat. Pet Lovers pun akan kesulitan untuk meraba tulang rusuk anjing kesayangan karena terhalang lapisan lemak. • Perut anjing yang mengalami obesitas terlihat besar dan sedikit menggantung. Bahkan, lipatan perut juga tidak terlihat. • Ciri anjing obesitas lainnya adalah memiliki timbunan lemak yang sangat banyak di area dada, tulang belakang, dan pangkal ekor anjing. • Terdapat timbunan lemak di area sekitar leher. Meskipun terlihat menggemaskan, Pet Lovers harus memahami bahwa kondisi seperti ini merupakan ciri anjing obesitas dan tidak baik bagi kesehatan tubuhnya. Apa Penyebabnya? Setelah tahu ciri anjing obesitas, Pet Lovers juga perlu mengetahui penyebab seekor anjing mengalami obesitas. Berikut ini adalah penjelasannya: - Terlalu Banyak Makan Frekuensi makan yang terlalu sering atau porsi yang terlalu banyak mungkin saja terjadi bila Pet Lovers kurang yakin berapa banyak kalori yang dibutuhkan anjing untuk menjaga berat badannya agar tetap sehat dan ideal. - Sedikit Aktivitas Terlalu sedikit aktivitas atau olahraga adalah alasan umum anjing mengalami berat badan berlebih. Perlu Pet Lovers ketahui bahwa jumlah olahraga yang dibutuhkan anjing untuk berkembang bergantung pada ras, usia, dan ukurannya. Tetapi setidaknya, ajak anjing kesayangan Pet Lovers untuk berolahraga atau melakukan aktivitas selama 20-60 menit setiap harinya. - Menderita Penyakit Kronis Kondisi penyakit kronis seperti Cushing Syndrome (hyperadrenocortisism) dan atau hipotiroidsm adalah beberapa penyakit yang dapat menyebabkan obesitas pada anjing Pet Lovers. Oleh karena itu, rutin pengecekan kesehatan pada dokter hewan sangat disarankan untuk mencegah munculnya penyakit yang merugikan anjing kesayanganmu. Yuk, Cegah dengan Cara Ini! Setelah mengetahui ciri anjing obesitas dan penyebabnya, Pet Lovers tentu perlu tahu cara mencegahnya. Cara yang tepat untuk mencegah supaya anjing kesayangan Pet Lovers tidak mengalami obesitas adalah dengan melakukan kebiasaan hidup sehat. Ajak anjing melakukan olahraga secara rutin, berjalan-jalan santai dan cobalah untuk mengatur pola makan anjing kesayangan Pet Lovers. Untuk menjaga berat badan ideal pada anjing kesayangan Pet Lovers, berikan juga asupan makanan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisinya. Misalnya, Pro Plan Essential Health. Pro Plan Essential Health merupakan asupan yang lengkap dan seimbang, serta secara spesifik disesuaikan dengan ukuran anjing yang berbeda-beda agar pertumbuhannya optimal namun tetap terhindar dari kondisi obesitas. Oleh karena itu, Pro Plan Essential Health tersedia dalam varian small & mini (berat badan di bawah 10 kg), medium (berat badan 10-25 kg), dan large (berat badan di atas 25 kg). Pet Lovers bisa memilih varian yang sesuai dengan ukuran anjing kesayangan dan mengikuti rekomendasi porsi pemberian makan yang disarankan. Nah, semoga penjelasan di atas mampu membantu Pet Lovers untuk menjaga berat badan ideal anjing kesayangan, ya. Meski demikian, apabila anjing Pet Lovers sudah terlanjur memperlihatkan ciri anjing obesitas, Pet Lovers bisa segera menemui dokter hewan dan mintalah saran yang tepat untuk mengatasi obesitas pada anjing kesayangan. Jangan lupa untuk menjalankan saran dokter hewan dengan baik, agar obesitas pada anjing kesayangan dapat teratasi dengan baik.
Kesehatan

Pagination

  • First page
  • Previous page
  • …
  • Halaman 62
  • Halaman 63
  • Halaman 64
  • Halaman 65
  • Halaman 66
  • Halaman 67
  • Halaman 68
  • Halaman 69
  • Halaman 70
  • …
  • Next page
  • Last page
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.