Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content
Manfaat Probiotik untuk Kesehatan Saluran Cerna Kucing
Manfaat Probiotik untuk Kesehatan Saluran Cerna Kucing
2 mins read
Ditulis oleh: drh. Osye Syanita Alamsari, Dokter Hewan Praktisi Kucing di Klinik Hewan My Vets Pet Lovers, pada musim hujan biasanya banyak penyakit infeksius yang bisa menyerang kucing kesayanganmu. Penyakit yang biasanya menyerang kucing-kucing pada musim penghujan adalah penyakit saluran pernapasan (batuk, flu) dan penyakit saluran pencernaan (contohnya, diare non-spesifik, Virus Panleukopenia, dll). Ya, penyakit saluran pencernaan tak hanya disebabkan oleh pemilihan makanan kucing yang kurang tepat, tapi juga cuaca, Pet Lovers. Selain itu, cuaca yang sering berubah juga bisa menyebabkan kucing stres dan mengakibatkan daya tahan tubuh menurun. Tidak hanya daya tahan tubuh yang bisa menurun, cuaca dingin karena sering hujan dapat menyebabkan gangguan pada saluran cerna kucing, yaitu berupa diare. Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Saluran Cerna Kucing? Kucing adalah hewan karnivora yang artinya kucing membutuhkan protein lebih banyak dibanding karbohidrat dan lemak. Selain itu, sama seperti mamalia lainnya, kucing membutuhkan vitamin, mineral, dan zat-zat nutrisi lainnya. Namun, tahukah Pet Lovers kalau kucing memiliki keunikan pada mikroflora atau bakteri yang hidup di dalam saluran cernanya? Saluran cerna kucing memiliki flora bakteri yang spesifik dan unik, yang bisa berbeda-beda antara sesama kucing. Perbedaan ataupun variasi jenis bakteri di dalam saluran cerna kucing ditentukan oleh makanan kucing yang dikonsumsi sejak masa anakan. Pernahkah kucing Pet Lovers tiba-tiba mengalami diare saat makanannya diganti secara tiba-tiba? Hal tersebut disebabkan karena mickoflora bakteri di dalam saluran cernanya tidak dapat mencerna zat-zat nutrisi yang berbeda atau baru di dalam makanan kucing tersebut. Penyebab diare bukan hanya perubahan makanan kucing yang tiba-tiba, namun juga stres tinggi pada lingkungan, endoparasit saluran cerna contohnya cacing dan virus di pencernaan. Lalu, apa yang dapat Pet Lovers berikan kepada kucing kesayangan agar saluran cernanya terjaga kesehatannya? • Melakukan vaksinasi untuk mencegah kucing kesayangan terinfeksi virus saluran cerna contohnya Virus Panleukopenia. • Memberikan makanan kucingyang nutrisinya seimbang. • Menjaga keseimbangan mikroflora usus dengan memberikan probiotik secara rutin pada kucing yang memiliki pencernaan sensitif. Hasil penelitian pemberian probiotik pada kasus diare non-spesifik pada kucing-kucing shelter di Amerika Serikat telah menunjukkan bahwa kasus diare membaik lebih cepat pada kelompok kucing yang diberikan probiotik dibandingkan kelompok yang tidak diberikan. Pada kasus-kasus diare non-spesifik dan tidak ditemukan agen infeksius, saya pun sering menyarankan kepada para pasien saya untuk mendapat probiotik sebagai upaya untuk membantu mikroflora ususnya kembali seimbang. Namun, agar mendapatkan efek probiotik yang maksimal, Pet Lovers perlu memakai produk probiotik yang memang memiliki data-data bahwa produk tersebut mengandung organisme seperti yang diklaim oleh produk tersebut. Probiotik yang diberikan kepada kucing akan membantu menyediakan bakteri baik untuk pencernaan sekaligus membantu menjaga daya tahan tubuh karena probiotik juga dapat mempengaruhi sel-sel pertahanan tubuh di dalam saluran cerna. Oleh karena itu, efek probiotik juga akan mempengaruhi kesehatan tubuh kucing kesayangan secara keseluruhan. Sebagai pencegahan terhadap penyakit menular, rutinlah membawa kucing-kucing kesayangan Pet Lovers ke dokter hewan terdekat terutama untuk vaksinasi, pemberian obat cacing, pemeriksaan rutin, pemeriksaan gigi, dan lain-lain. Ingat bahwa kucing adalah hewan yang unik dan sangat kuat, mereka suka menyembunyikan sakitnya, dan saat Pet Lovers menyadarinya, sakitnya mungkin sudah menjadi parah. Jadi, tetap berikan makanan kucing yangtepat dan teratur sesuai kebutuhannya,serta periksakan kucing Pet Lovers ke dokter saat sakit, agar mendapat terapi yang tepat dan segera sehat kembali.
5 Tahap Pertumbuhan Anak Kucing yang Harus diketahui Petlovers Pemula
5 Tahap Pertumbuhan Anak Kucing yang Harus diketahui Petlovers Pemula
4 mins read
Tahukah, Pet Lovers? Anak kucing sangat membutuhkan peran induknya untuk bisa tumbuh dan berkembang menjadi kucing dewasa. Bila ini merupakan anak-anak kucing pertama yang kamu miliki, tentu Pet Lovers penasaran dengan tahap pertumbuhan kucing, bukan? Yuk, cari tahu! Tahap Pertumbuhan Anak Kucing 1. New Born Pada tahap pertumbuhan kucing yang baru lahir, biasanya kucing memiliki berat badan 50-150 gr, dan terlihat sehat jika dia mengeong dan menggeliat ketika ditangani. Penampilan fisiknya akan terlihat menggemaskan, karena matanya tertutup dan telinganya terlipat. Hal itulah yang membuat anak kucing new born tidak bisa melihat dan mendengar. Hal yang bisa dilakukan oleh anak kucing untuk menemukan induknya adalah dengan mencium aromanya. Anak kucing yang baru lahir juga tidak memiliki gigi. Hidung dan cakarnya akan berwarna merah muda cerah. Pada tahap pertumbuhan kucing ini, kucing new born juga belum bisa berjalan. Mereka akan bergerak dengan cara merangkak dan cenderung lebih suka tertidur dan menyusu ke induknya sepanjang hari. Kenyamanan kucing new born juga harus menjadi perhatian Pet Lovers. Berikan selimut yang hangat supaya dia merasa nyaman. ASI (Air Susu Induk) juga sangat diperlukan oleh anak kucing new born, terutama pada 72 jam pertama kelahiran anak kucing, karena induknya akan memproduksi kolostrum dalam air susunya. Seperti yang Pet Lovers ketahui kolostrum adalah nutrisi baik yang mengandung antibodi dan itu bisa membantu menjaga imunitas tubuh anak kucing. 2. Tahap Neonatal (Usia 1-2 Minggu) Pada tahap pertumbuhan kucing ini, anak kucing sudah mulai bisa membuka matanya, akan tetapi pandangannya masih buruk sehingga tidak bisa melihat jarak jauh. Telinganya sudah mulai terbuka menjadi bulat seperti telinga beruang, giginya masih belum tumbuh, dan anak kucing masih berusaha untuk menggunakan kakinya untuk bisa berjalan. Meskipun tubuhnya terlihat jauh lebih besar, akan tetapi anak kucing masih belum bisa mengkoordinasikan tubuhnya dengan baik. Normalnya bobot anak kucing diusia 1-2 minggu adalah 150-350 gr. Perlu Pet Lovers ingat, pada usia ini anak kucing harus tetap berada dekat dengan induknya. Bila anak kucing terpisah dari induknya, kamu perlu memberi susu formula khusus kucing kepada mereka setiap 3-4 jam setiap hari. 3. Tahap Nursing (Usia 3-4 Minggu) Kemampuan melihat dan mendengar anak kucing akan mulai membaik. Mereka sudah mulai bisa melihat dan mendengar dengan jelas. Gigi seri di depan mulut dan gigi taring pun juga sudah mulai terlihat. Bahkan, tubuh dan kakinya sudah mulai bisa terkoordinasi dengan baik. Pada tahapan ini kemampuan berjalan anak kucing semakin berkembang. Anak kucing akan mulai berjalan mengitari kotak pasir dan mulai sedikit bisa berlari dan tertarik dengan mainan, meskipun tidak terlalu lincah dan masih suka tidur. Bobot normal tubuh anak kucing diusia ini adalah 350-550 gr. Di usia ini pun Pet Lovers masih tetap harus mendekatkan anak kucing dengan induknya, atau berikan susu formula setiap lima jam sekali setiap hari. 4. Tahap Weaning (Usia 4-6 Minggu) Pada tahapan pertumbuhan kucing ini, pendengaran dan penglihatannya sudah mulai berkembang sepenuhnya. Telinganya juga tumbuh dan meruncing. Sementara giginya sudah mulai tumbuh lengkap. Pet Lovers sudah mulai bisa memberikan mainan kepada anak kucing kesayangan, karena pada tahap ini tubuhnya sudah mulai terkoordinasi dengan baik, sehingga mereka sudah mulai bisa berlarian dan melompat. Bobot normal pada usia ini yang harus dicapai oleh anak kucing adalah sekitar 550-750 gr. Perlu Pet Lovers tahu, pada usia di bawah 6 bulan anak kucing mengalami pertumbuhan anak kucing yang sangat pesat, sehingga dibutuhkan nutrisi protein tinggi, kalsium yang cukup, kandungan DHA, nutrisi untuk mendukung perkembangan sistem imun dan formulasi mudah dicerna. Nah, pada usia ini, anak kucing sudah mulai bisa diberikan makanan pendamping seperti Pro Plan Kitten Starter. Pro Plan Kitten Starter merupakan pilihan yang tepat untuk membantu Pet Lovers dalam mencukupi kebutuhan nutrisi anak kucing kesayangan khususnya yang berusia di bawah 6 bulan, karena diperkaya dengan kolostrum yang terbukti secara ilmiah dapat membantu mampu menjaga imunitas anak kucing. Kandungan protein di dalamnya yang tinggi hingga 43% baik untuk perkembangan anak kucing. Apalagi, Pro Plan Kitten Starter mudah dilembutkan dan direhidrasi dengan diberikan air, sehingga cocok untuk anak kucing yang baru belajar makan. Selain itu, kandungan kolostrum di dalamnya juga dapat menjaga kesehatan saluran pencernaan, sehingga anak kucing terhindar dari masalah saluran pencernaan. Pro Plan Kitten Starter hadir dengan varian formula salmon dan tuna yang dibuat dari daging asli sebagai bahan baku utamanya. Kamu bisa mendapatkan produk Pro Plan Kitten Starter di official store Pro Plan di Lazada, Shopee, dan Tokopedia. Selain memberikan Pro Plan Kitten Starter, kamu juga bisa mengombinasikan makanan kucingmu dengan Pro Plan Kitten Wet Kitten Salmon atau Pro Plan Wet Kitten Chicken. 5. Tahap Growing (Usia 6 Minggu ke Atas) Pada tahap ini warna mata kucing sudah mulai berubah menjadi warna mata dewasa, seperti hijau, kuning, coklat atau biru, dan bentuk telinga sudah mulai proporsional. Giginya pun juga sudah mulai lengkap dan sempurna. Tubuhnya juga sudah terkoordinasi dengan sangat baik. Waktu tidurnya sudah mulai berkurang dan anak kucing sudah mulai menghabiskan waktunya dengan bermain, seperti meloncat, memanjat pohon, dan berlarian dengan percaya diri. Pada tahapan ini kucing juga sudah mulai aktif bersosialisasi. Bobot tubuhya akan terus bertambah dan mencapai 750-950 gr. Pada usia ini juga Pet Lovers sudah bisa memberikan vaksin dan juga obat cacing kepada anak kucing kesayangan, dan juga perawatan lainnya seperti grooming. Mulailah memotong kuku dan menyisir rambut kucing. Pet Lovers juga sudah bisa memberikan banyak mainan untuk membantu anak kucing kesayangan agar tetap lincah. Nah Pet Lovers, sudah jelas kan, tentang tahapan perkembangan anak kucing kesayangan. Dan Perlu Pet Lovers tahu, jika anak kucing memasuki usia 9 minggu, tubuhnya akan terus berkembang hingga mencapai usia dewasa pada umur satu tahun. Ketika anak kucingmu menyentuh usia 6 bulan, Pet Lovers pun sudah bisa mulai mengganti makanannya dari Pro Plan Kitten Starter ke Pro Plan Kitten hingga anak kucing berusia satu tahun. Jangan lupa lakukan masa transisi makanan minimal 7 hari untuk menghindari terjadinya masalah pada saluran pencernaanya.
Kesehatan
3 Cara Mengobati Kucing Luka Karena Berkelahi
3 Cara Mengobati Kucing Luka Karena Berkelahi
3 mins read
Tahukah Petlovers jika berkelahi adalah sifat alami yang dimiliki oleh kucing? Masalah batas kekuasaan dan pasangan merupakan penyebab umum yang membuat kucing berkelahi. Apalagi kucing jantan yang belum disteril. Oleh karena itu, bila kucingmu termasuk kucing yang suka bermain di luar rumah dan berkelahi dengan kucing lain, Pet Lovers harus siap melakukan pertolongan pertama dan mengetahui cara mengobati infeksi luka pada kucing jika ia terluka. Perlu Petlovers ketahui, lebih dari 90% luka yang terinfeksi disebabkan oleh kucing yang berkelahi. Jika luka itu tidak tertangani dengan baik, akan menimbulkan infeksi karena kontaminasi bakteri. Infeksi tersebut kemudian akan menimbulkan demam pada kucing dan terkadang diikuti munculnya nanah pada area luka. Yuk simak, apa saja cara mengobati infeksi luka pada kucing yang perlu Pet Lovers lakukan sebagai pertolongan pertama untuk mengobati kucing luka. 1. Cek Seluruh Bagian Tubuh Ketika Pet Lovers melihat kucing kesayangan telah berkelahi dengan kucing lainnya, Pet Lovers bisa langsung melihat kondisi tubuhnya. Perhatikan setiap lekuk tubuh kucing dengan teliti. Cek apakah ada darah di tubuhnya, karena hal itu merupakan tanda umum jika kucing terluka. Jika tidak ada darah, cek lagi apakah ada pembengkakan di bagian tubuhnya, rambut yang rontok parah, hingga terlihat kulitnya atau bekas cakaran atau yang lain. Jangan lupa cek area mata untuk melihat apakah ada luka pada bola mata ataupun kelopak matanya. Merawat kucing yang terluka tidaklah mudah. Pet Lovers harus melakukannya dengan penuh kasih sayang, karena seringkali kucing akan memberontak dan mengamuk ketika dirawat lukanya. Berikan makanan kesukaan sebagai hadiah karena kucing kesayangan sudah mau dirawat dengan baik sangat perlu dilakukan. Hal ini bisa dijadikan salah satu trik jitu mengobati luka pada kucing. 2. Bersihkan Luka dan Hentikan Pendarahan Ketika Pet Lovers sudah mengecek seluruh bagian tubuh dan menemukan ada luka sayatan atau luka memar, Pet Lovers bisa lakukan beberapa hal berikut sebagai tindakan pertolongan pertama di rumah. Segera bersihkan luka dengan kasa atau kain bersih dengan air bersih atau dengan antiseptik, dan usahakan untuk tidak menggunakan kapas. Setelah itu, tutup luka dengan kain kasa yang bersih. Begitulah cara mengobati infeksi luka pada kucing. Apabila terjadi pendarahan ringan, Pet Lovers bisa memberikan sedikit tekanan pada luka kemudian menutupnya, atau bisa juga dengan mengangkat tubuh yang mengalami pendarahan di atas ketinggian jantung. Hal itu dilakukan untuk membantu mencegah aliran darah ke tubuh yang mengalami pendarahan. Pet Lovers juga perlu menghindari pemberian alkohol dan hidrogen peroksida, karena hal itu justru akan membuat jaringan kulit yang terluka menjadi rusak. Bila Pet Lovers merasa tidak yakin dapat membersihkan luka kucing dengan baik, atau mungkin luka sayatan terlalu dalam hingga membuat kulit menganga dan pendarahan tidak mau berhenti, Pet Lovers harus segera membawa kucing kesayangan ke dokter hewan, supaya bisa segera ditangani dengan baik dan tidak terjadi infeksi yang membuat kucing menjadi demam dan lukanya bernanah. 3. Berikan E-collar Pemberian e-collar (Elizabethan collar) atau corong kepala adalah salah satu cara mengobati infeksi luka pada kucing karena dapat membantu supaya kucing tidak menjilati luka yang sudah diobati. Kenapa begitu? Luka yang diperban harus tetap dalam keadaan bersih dan kering. Perban yang basah bisa mengakibatkan masuknya bakteri ke dalam luka dan membuat infeksinya semakin parah. Nah, penjelasan di atas bisa membantu Pet Lovers tidak perlu terlalu panik ketika kucing kesayangan terluka. Akan tetapi, cara mengobati infeksi luka pada kucing tersebut di atas hanya dilakukan sebagai pertolongan pertama, ya. Pet Lovers tetap harus membawanya ke dokter hewan agar kucing kesayangan bisa ditangani dengan baik. Hal ini dikarenakan pemberian obat-obatan tetap diperlukan untuk kucing supaya lukanya bisa cepat sembuh. Salah satu pertolongan lanjutan yang bisa dilakukan oleh Pet Lovers supaya kucing kesayangan tidak lagi berkelahi adalah dengan melakukan strerilisasi. Sterilisasi ini dapat mencegah kucing kesayangan berkelahi dengan kucing lainnya. Selain itu, sterilisasi juga bisa mencegah timbulnya beberapa penyakit seperti kanker prostat pada kucing jantan ataupun radang rahim pada kucing betina. Oleh karena itu, berikan makanan kucing khusus untuk kucing yang telah disteril seperti Pro Plan Weight Loss. Sterilised. Pro Plan Weight Loss. Sterilised merupakan makanan yang pas diberikan kepada kucing kesayangan yang sudah disteril, karena makanan kucing ini mengandung lemak lebih rendah hingga 31% untuk menjaga berat badan, probiotik aktif, L-Carnitine untuk menjaga metabolisme tubuh, antioksidan yang sangat baik untuk pertahanan tubuh, dan nutrisi khusus untuk menjaga kesehatan ginjal dan saluran kemih. Pet Lovers bisa mendapatkan Pro Plan Weight Loss. Sterilised di official store Pro Plan di Lazada, Shopee, dan Tokopedia. Jadi, asupan makanan untuk kucing juga perlu diperhatikan ya, saat mengobati kucing luka. Terutama saat kucing dalam masa penyembuhan setelah anggota tubuhnya terluka. Pet Lovers, bila kucing kesayangan terluka, lakukanlah langkah-langkah di atas. Dengan mengetahui cara mengobati infeksi luka pada kucing yang tepat, maka kucing kesayangan Pet Lovers lebih cepat pulih dari lukanya.
Kesehatan
White dog
Anjing Tidak Mau Makan? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengatasinya
3 mins read
Memiliki anjing dengan badan yang sehat dan tumbuh dengan baik adalah impian semua Pet Lovers. Akan tetapi, seringkali anjing kesayangan menolak makanannya. Kamu perlu tahu alasan kenapa anjing tidak mau makan dan bagaimana cara mengatasinya. Yuk, cari tahu! Alasan Anjing Tidak Mau Makan Berikut ini adalah beberapa alasan kenapa anjing tidak mau makan atau anjing susah makan yang perlu Pet Lovers ketahui. Ayo cek, jangan-jangan salah satunya ada pada anjing kesayangan kamu. 1. Baru Selesai Vaksin Hampir semua anjing yang telah divaksin cenderung kehilangan nafsu makan, dan hal ini merupakan suatu hal yang wajar. Setelah divaksin, tubuh anjing merespon vaksinnya dan membentuk kekebalan dalam tubuh. Pet Lovers tidak perlu khawatir, karena hilangnya nafsu makan ini tidak berlangsung lama. Anjing dewasa maupun anak anjing tidak mau makan nantinya juga akan kembali mulai aktif dan mendapatkan nafsu makannya kembali. Pet Lovers hanya perlu selalu menyediakan minuman dan makanan kesukaannya, dan memastikan anjingmu memakan makanannya tersebut. 2. Kesehatan Gigi Terganggu Penyebab lain yang membuat anjing kesayangan mogok makan bisa karena kesehatan giginya yang terganggu. Misalnya karena infeksi pada gusi, infeksi pada area periodontal, maupun gigi yang goyang. Untuk mengatasi masalah ini Pet Lovers bisa memberikan makanan basah atau makanan kering yang diberi air dan lakukan pemeriksaan ke dokter hewan. 3. Sakit Sama seperti manusia yang kehilangan nafsu makan saat sakit, anjing pun juga akan merasakan hal yang sama. Pet Lovers dapat berikan makanan basah dalam kondisi suhu ruang untuk membuat aromanya kuat. Kalau memberikan makanan kering, Pet Lovers juga bisa melunakannya sedikit menggunakan air hangat. Bila nafsu makannya menurun disertai dengan diare dan muntah dalam kurun waktu 8- 12 jam, Pet Lovers sebaiknya segera membawa anjing kesayangan ke dokter hewan untuk mencegah terjadinya dehidrasi karena kehilangan cairan akibat diare dan muntah. Untuk membuat nafsu makan anjing kesayangan kembali Pet Lovers bisa mencoba makanan yang dihangatkan, atau memberi makan memakai tangan, karena terkadang anjing juga membutuhkan perhatian. Jika anjing sudah dibawa ke dokter hewan, biasanya dokter akan memberikan obat penambah nafsu makan untuk anjing kesayangan. 4. Pemilih Makanan / Picky Eater Banyak faktor yang membuat anjing kesayangan menjadi picky eater atau pemilih makanan. Bisa jadi alasan kenapa anjing tidak mau makan adalah karena faktor keturunan/ras dan juga faktor kebiasaan. Anjing ras kecil memang umumnya lebih pemilih makanan dibandingkan anjing berukuran medium atau besar. Selain itu, terlalu memanjakan anjing kurang baik dilakukan karena anjing yang manja akan susah menerima makanan baru, sehingga membuatnya menjadi picky eater. Bila anjingmu sulit makan, jangan menyerah untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Misalnya, untuk anjing picky eater yang berukuran mini, Pet Lovers bisa memberikan Pro Plan Fussy & Beauty yang pasti akan jadi makanan kesukaan anjing kesayangan. Pro Plan Fussy & Beauty merupakan makanan yang lengkap dan seimbang untuk anjing dewasa berukuran kecil dan mini yang pemilih dan sulit makan. Memiliki dua bentuk kibble, Pro Plan Fussy & Beauty memberikan tekstur yang berbeda dan membantu menjaga nafsu makan anjing agar tetap baik, asupan ini juga diformulasikan secara khusus untuk anjing yang sulit makan. Selain mengandung 30% protein, di dalamnya juga terdapat mineral dan asam amino yang tinggi untuk membantu meningkatkan pigmentasi rambut secara alami dan membuat rambut menjadi berkilau. Pet Lovers bisa mendapatkan produk Pro Plan Adult Fussy and Beauty di official store Pro Plan di Lazada, Shopee, dan Tokopedia. Demikianlah beberapa alasan kenapa anjing tidak mau makan. Bila Pet Lovers melihat tanda-tanda tersebut ada pada anjing kesayangan, segera bawa ke dokter hewan untuk mengetahui apa yang harus dilakukan dan makanan apa yang sebaiknya diberikan.
Kesehatan
Penyebab FLUTD Pada Kucing dan Apa Makanan Kucing yang Tepat
Penyebab FLUTD Pada Kucing dan Apa Makanan Kucing yang Tepat
3 mins read
Pet Lovers tentu sangat ingin kucing kesayangan senantiasa sehat. Sayangnya, beberapa gangguan kesehatan sangat mungkin terjadi pada kucingmu. Salah satunya FLUTD atau penyakit saluran kemih bagian bawah. Feline Lower Urinary Tract Disease atau FLUTD adalah penyakit saluran kemih pada kucing yang memengaruhi kondisi kandung kemih dan uretra (saluran yang mengalirkan urine ke kandung kemih). Yuk, kenali fakta seputar gangguan kesehatan satu ini sehingga bisa menemukan solusinya. Termasuk apa makanan kucing yang tepat diberikan saat FLUTD menyerang kucingmu. Fakta #1: FLUTD Lebih Sering Terjadi pada Kucing Jantan FLUTD sangat sering terjadi pada kucing kesayangan dan lebih sering terjadi pada kucing jantan yang dikebiri ataupun tidak. Hal ini terjadi karena uretra kucing jantan lebih panjang dan sempit dibanding kucing betina. Fakta #2: Kucing yang Stres Rentan Mengalami FLUTD Faktor lingkungan seperti stres bisa menyebabkan kucing terkena FLUTD. Misalnya, stres karena perubahan rutinitas yang mendadak atau kurangnya aktivitas pada kucing rumahan. Tak hanya itu, beberapa hal berikut juga bisa menjadi penyebab kucing mengalami FLUTD: • Pembentukan batu kemih, yaitu kumpulan mineral yang terbentuk di saluran kemih kucing; • Infeksi saluran kemih yang disebabkan virus dan bakteri; • Penyakit diabetes dan hypertiroid pada kucing; • Kelainan anatomi, bisa karena kecelakaan atau juga bawaan lahir; dan • Usia kucing yang sudah tua dan kucing yang mengalami obesitas. Fakta #3: FLUTD Menurunkan Nafsu Makan Kucing Hati-hati, nafsu makan kucing yang berkurang bisa jadi salah satu tanda kucing kesayanganmu menderita FLUTD. Selain itu, hal-hal berikut ini juga merupakan ciri-ciri kucing menderita FLUTD: • Kucing sering keluar masuk kotak pasir tempat buang air kecil; • Terlihat kesakitan saat buang air kecil; • Terlalu sering menjilat area genitalnya; • Terdapat darah pada urine; • Urine yang keluar sedikit atau bahkan tidak ada; dan • Terlihat lesu dan tidak bersemangat Bila kucing Pet Lovers terlihat mengalami tanda-tanda tersebut, segera bawa ke dokter hewan untuk diperiksa. Fakta #4: Diagnosa FLUTD Dilakukan dengan Berbagai Pemeriksaan Saat Pet Lovers melihat tanda-tanda yang disebutkan di atas dan menginformasikannya kepada dokter hewan, kucingmu akan melalui berbagai pemeriksaan. Hal ini dibutuhkan untuk mendiagnosa penyakit dan mengetahui pengobatan yang tepat. Oleh karena itu, sebaiknya Pet Lovers tidak melakukan self-diagnose, ya. Saat Pet Lovers membawa kucingmu ke klinik hewan, umumnya dokter akan memeriksa keadaan perut kucing, dengan meraba lembut bagian perutnya untuk mengetahui apakah kandung kemihnya penuh atau tidak. Kemudian, dokter hewan juga mungkin melakukan tes darah untuk mengetahui apakah ada masalah dalam ginjalnya. Apabila dicurigai adanya pembentukan batu, dokter hewan juga akan melakukan rontgen atau USG untuk melihat apakah ada batu dalam saluran kemih kucingmu. Fakta #5: Kucing yang Menderita FLUTD Membutuhkan Makanan Khusus Dalam kasus FLUTD, jika Pet Lovers sudah berkonsultasi, biasanya dokter hewan akan menyarankan supaya kucing melakukan diet khusus. Misalnya, memberikan daftar apa makanan kucing yang boleh dikonsumsi serta makanan pantangan kucing atau makanan yang tidak boleh untuk kucing pada kondisi FLUTD. Diet yang tepat dan diimbangi asupan air minum yang cukup membantu urine menjadi sedikit asam sehingga dapat menghambat munculnya kristal struvite dan pembentukan batu pada ginjal. Sebagai rekomendasi, Pet Lovers bisa memberikan makanan kucing yang baik untuk kesehatan ginjal dan saluran kemihnya seperti Pro Plan Urinary Care & Pro Plan Urinary Tract Health. Pro Plan Urinary Care merupakan makanan kucing yang membantu mencegah kucing terkena FLUTD dan juga diperuntukkan bagi kucing yang sudah sembuh dari FLUTD. Dibuat dari daging ayam asli, Pro Plan Urinary Care membantu menjaga kesehatan saluran kemih dengan menurunkan p H urine dan menyediakan makanan yang rendah magnesium untuk mencegah terbentuknya batu atau kristal pada saluran kemih. Pro Plan Urinary Care juga mengandung Probiotik aktif untuk menjaga kekebalan dan kesehatan pencernaan kucingmu. Kamu juga bisa mengombinasikan pemberian makanan kering Pro Plan Urinary Care dengan makanan basah Pro Plan Urinary Tract Health. Pro Plan Urinary Tract Health mengandung Asam Lemak Omega 3 yang berfungsi mencegah peradangan pada saluran kemih dan membantu meningkatkan hidrasi untuk mendukung pengenceran urin serta kesehatan sistem kemih. Tak hanya itu, Pro Plan Urinary Tract Health juga mengandung antioksidan untuk membantu kucing meningkatkan kekebalan tubuh alami. Pet Lovers bisa mendapatkan Pro Plan Urinary Care dan Pro Plan Urinary Tract Health di official store Pro Plan di Lazada, Shopee, dan Tokopedia. Nah, demikianlah penjelasan dan fakta seputar FLUTD atau penyakit saluran kemih bagian bawah. Setelah menyimak beberapa hal di atas, kini Pet Lovers mengetahui tanda-tanda FLUTD, penyebab, cara mengatasinya, hingga apa makanan kucing yang tepat diberikan pada kondisi tersebut. Harapannya, Pet Lovers bisa lebih memperhatikan kucing kesayangan agar terhindar dari FLUTD dulu, ya. Namun, bila timbul gejala, segera periksakan kucingmu ke dokter hewan.
Kesehatan
Kenali Penyakit Parvovirus yang Menyerang Anak Anjing & Pencegahannya
Kenali Penyakit Parvovirus yang Menyerang Anak Anjing & Pencegahannya
2 mins read
Perlu Pet Lovers ketahui, daya tahan tubuh anak anjing juga masih terus berkembang dan belum optimal. Oleh sebab itu, anak anjing sangat rentan terinfeksi penyakit. Salah satu jenis penyakit pada anjing adalah parvovirus atau lebih dikenal sebagai parvo. Yuk, ketahui lebih lanjut tentang hal ini, Pet Lovers! Parvovirus dan Gejalanya Parvo adalah virus DNA menular yang menyerang saluran pencernaan dan sumsum tulang belakang, sehingga menyebabkan penyakit pada anjing dewasa maupun anak anjing yang tidak divaksinasi. Gejala parvo pada anak anjing akan nampak tiga sampai tujuh hari setelah terinfeksi. Biasanya gejala yang ditunjukan pertama kali adalah kelesuan, anak anjing terlihat tidak bersemangat, dan nafsu makannya berkurang. Setelah itu, anak anjing akan mengalami demam. Ketika virus sudah mulai berkembang, anak anjing bisa mengalami muntah dan diare. Bila penyakit pada anjing seperti parvo tidak segera ditangani dengan baik, kondisi anak anjingmu dapat memburuk karena dehidrasi dan infeksi yang berlanjut. Penyebab Parvovirus Sesuai dengan namanya, parvovirus disebabkan oleh virus DNA yang mempengaruhi sel-sel tubuh dengan cepat. Anjing yang telah terinfeksi parvo dapat menyebarkan virus ini melalui kotoran dan muntahannya. Sayangnya, virus yang ada di kotoran dan muntahan ini dapat hidup lama di luar tubuh anjing, sehingga anjing lain dapat tertular dengan sangat cepat. Penanganan yang Bisa Dilakukan di Rumah Sayangnya, tidak ada pengobatan rumahan untuk penyakit parvo pada anjing. Ketika Petlovers menemukan gejala parvo pada anjing kesayangan, Petlovers perlu segera membawanya ke dokter hewan untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. Pencegahan Parvovirus Parvo memang sangat berbahaya, tapi bukan berarti virus ini tidak bisa dicegah. Petlovers bisa melakukan pencegahan supaya penyakit pada anjing yang mematikan ini tidak dialami oleh anak anjing kesayangan. Pencegahan yang bisa Pet Lovers lakukan adalah melakukan vaksinasi saat anak anjing memasuki usia 8 minggu dan telah disapih. Vaksinasi ini juga perlu diulang setelah 4 minggu vaksin pertama dilakukan sampai anak anjing berusia 16 minggu. Setelah berusia 1 tahun, anjingmu perlu diberikan booster vaksin, dan vaksinasi ini diulangi setiap 1 tahun sekali. Konsultasikan jadwalnya pada dokter hewan yang biasa kamu kunjungi, ya. Selain rutin melakukan vaksinasi, Petlovers juga perlu meningkatkan daya tahan tubuh anak anjing dengan memberikan makanan anjing yang bergizi. Berilah anjingmu makanan yang kaya akan nutrisi, mengandung kolostrum, serta diformulasikan bagi anak anjing dengan pencernaan sensitif seperti Pro Plan Puppy Sensitive Digestion. Pro Plan Puppy Sensitive Digestion mengandung kolostrum yang memberikan nutrisi baik untuk perkembangan sistem imun yang sehat. Nutrisi di dalamnya diformulasikan khusus anak anjing yang memiliki pencernaan sensitif karena berasal dari daging domba (lamb), sehingga aman dikonsumsi anjing yang alergi ayam. Pro Plan Puppy Sensitive Digestion juga mengandung sumber prebiotik pilihan yang terbukti secara klinis dapat memperbaiki keseimbangan mikroflora usus dan memperbaiki konsistensi feses anjing. Pet Lovers bisa mendapatkan Pro Plan Puppy Sensitive Digestion di official store Pro Plan di Lazada dan Tokopedia. Nah, bila Pet Lovers memiliki anak anjing, cobalah untuk lebih memperhatikannya. Bila terdapat gejala penyakit pada anjing seperti parvo yang telah dipaparkan di atas, segera periksakan anjing ke dokter hewan untuk mendapatkan penanganan dini. Hal ini untuk menghindarkan anjing dari hal-hal yang tidak diinginkan. Jangan lupa, berikan anak anjingmu asupan nutrisi yang optimal untuk menunjang pertumbuhan dan kesehatannya, ya.
Kebutuhan Anak Anjing
4 Fakta Penting Perawatan Kucing Hamil atau Bunting
4 Fakta Penting Perawatan Kucing Hamil atau Bunting
2 mins read
Kucing Petlovers hamil atau bunting? Itu merupakan kabar yang menyenangkan! Nah, tahukah Pet Lovers bahwa cara merawat kucing betina yang sedang bunting sangat berbeda dengan kucing dewasa pada umumnya. Pet Lovers pasti sudah memiliki banyak pertanyaan seputar perawatan kucing bunting di rumah. Yuk, ketahui bagaimana cara merawat kucing hamil atau bunting selengkapnya! Fakta #1: Bolehkah Kucing Hamil atau Bunting Dimandikan? Pet Lovers pasti sudah pernah mendengar beberapa mitos tentang bahaya memandikan kucing yang sedang bunting. Contohnya, memandikan kucing bisa menyebabkan keguguran atau membuat janin tidak berkembang dengan baik. Mitos seperti ini pasti membuat Pet Lovers merasa cemas dan takut untuk memandikan kucing bunting. Padahal, kucing bunting sebenarnya boleh dimandikan. Memandikan kucing membuatnya lebih bersih dan sehat, karena terbebas dari kotoran dan kutu. Pet Lovers bisa melakukan dua cara mandi untuk perawatan kucing hamil atau bunting, yaitu: • Mandi kering, yaitu mandi dengan mengelap rambut kucing menggunakan handuk. Cara mandi ini bisa dilakukan pada kucing yang sebentar lagi akan melahirkan. • Mandi basah, yaitu mandi dengan menggunakan air yang mengalir. Cara mandi ini cocok dilakukan kepada kucing yang usia kebuntingannya masih muda. Namun, Pet Lovers wajib berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter hewan ya, sebab mandi basah rentan menyebabkan kucing stres dan menimbulkan kontraksi. Fakta #2: Apakah Kucing Hamil atau Bunting Boleh diberi Obat? Hal ini harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter hewan. Memberikan obat oles seperti obat kutu, obat telan seperti obat cacing, juga vaksin kepada kucing yang sedang bunting harus sesuai dengan anjuran dokter hewan. Perlu Pet Lovers ketahui bahwa penyakit kutu dan cacing yang dialami oleh induk kucing bisa diturunkan kepada anak-anaknya. Jadi, lakukanlah pengobatan sesuai rekomendasi dokter hewan, ya. Fakta #3: Apa Makanan yang Tepat untuk Kucing Hamil atau Bunting? Kucing bunting cenderung memiliki nafsu makan yang lebih banyak dari kucing dewasa pada umumnya. Hal ini dikarenakan kucingmu membutuhkan protein dan energi yang lebih tinggi untuk perkembangan janin di dalam kandungannya. Jenis makanan kucing yang cocok untuk kucing bunting adalah makanan anak kucing (kitten). Kenapa? Makanan anak kucing (kitten) memiliki lebih banyak kandungan nutrisi yang dibutuhkan kucing bunting, salah satunya kolostrum. Oleh sebab itu, Pro Plan Kitten Starter, Pro Plan Wet Kitten Chicken, dan Pro Plan Wet Kitten Salmon cocok diberikan kepada kucing yang sedang hamil atau bunting. Pro Plan Kitten Starter terbuat dari daging salmon dan tuna asli sebagai bahan baku utamanya. Kandungan kolostrum di dalamnya membantu mendukung perkembangan sistem imun kucing yang sedang bunting. Nutrisi penting seperti protein 43% juga baik untuk perkembangan janin kucing bunting yang menurut AAFCO (The Association of American Feed Control Officials) membutuhkan minimal 30% protein. Nah, untuk Pro Plan Wet Kitten Chicken dan Pro Plan Wet Kitten Salmon, kandungan DHA di dalamnya amat baik untuk mendukung kesehatan tubuh kucing. Kandungan antioksidan di dalamnya juga dapat menjaga kekebalan tubuh kucing selama masa kebuntingan. Kamu bisa mendapatkan produk Pro Plan Kitten ini di Lazada, Shopee, dan Tokopedia. Fakta #4: Adakah Makanan yang Perlu Dihindari Kucing Hamil atau Bunting? Kucing yang sedang bunting membutuhkan banyak asupan nutrisi, sehingga makanan apapun, baik makanan kucing dalam kemasan berbentuk kering maupun basah, bisa diberikan kepada kucing kesayangan. Meski begitu, Pet Lovers perlu tahu kondisi kesehatan pencernaan kucing kesayangan. Apabila kucing Pet Lovers memiliki perut yang sensitif, kamu perlu memberikan makanan kucing yang sesuai dengan anjuran dari dokter hewan.
Perilaku & Pelatihan
Jenis Makanan Kucing Setelah Steril
Jenis Makanan Kucing Setelah Steril
3 mins read
Tahukah kamu, kucing yang sudah disteril perlu diberikan makanan khusus agar kesehatannya senantiasa terjaga. Salah satu caranya adalah memberikan jenis makanan kucing yang diformulasikan khusus untuk kucing disteril. Mengapa demikian? Berikut penjelasannya. Pentingnya Kucing Disteril Meski kucing terhitung dewasa pada usia 1 tahun, kucingmu bisa hamil pada usia 6-7 bulan, lho. Oleh karena itu, dokter hewan umumnya menyarankan proses steril untuk dilakukan sejak kucingmu berusia 6 bulan. Dengan melakukan sterilisasi, kucingmu akan terhindar dari kebuntingan yang tidak direncanakan dan juga melindunginya dari berbagai penyakit. Mulai dari kanker payudara hingga infeksi pada organ reproduksi. Selain itu, kucingmu juga tidak akan sering pergi dari rumah untuk mencari pasangan. Perubahan perilaku ini tentu akan meminimalkan kemungkinan kucing terluka karena tertabrak kendaraan maupun perkelahian dengan kucing di sekitar rumah. Lalu, bagaimana proses sterilisasinya? Pada kucing betina, proses sterilisasi dilakukan dengan mengangkat rahim dan ovarium. Pada kucing jantan, proses ini dilakukan dengan pengangkatan testis. Prosedur sterilisasi pada kucing jantan cenderung lebih sederhana dan tidak membutuhkan jahitan. Mengapa Perlu Mengganti Makanan Setelah Disteril? Nyatanya, kucing yang telah disteril membutuhkan asupan yang berbeda dari sebelumnya. Jenis makanan kucing yang diberikan harus dapat memenuhi kebutuhan asupan hariannya setelah proses sterilisasi. Tapi, mengapa makanan kucing tersebut perlu diganti? Penjelasannya adalah sebagai berikut: 1. Mencegah Kelebihan Berat Badan Kucing yang disteril akan mengalami perubahan fisiologis dalam waktu 48 jam setelah disteril. Nafsu makan kucing akan meningkat hingga 30 persen karena ia kurang mampu mengatur rasa lapar. Pada saat yang sama, kebutuhan energi hariannya berkurang. Jika pola makannya tidak disesuaikan, kucingmu berisiko tinggi mengalami obesitas. Obesitas ini juga bisa berdampak pada masalah persendian hingga meningkatkan risiko diabetes. 2. Mencegah Penyakit Saluran Kencing Bagian Bawah Kucing yang telah disteril berisiko lebih tinggi mengalami penyakit saluran kencing bagian bawah atau FLUTD (Feline Lower Urinary Tract Disease). Hal ini dikarenakan kucing yang disteril berisiko mengalami obesitas yang juga bisa menyebabkan gangguan pada saluran kencing bagian bawah. 3. Menghindari Risiko Infeksi atau Tumor Rahim Pada kucing betina, proses sterilisasi dapat membantu meminimalkan risiko infeksi atau tumor pada rahim. Biasanya kucing betina yang sudah disteril akan lebih memilih untuk tinggal di rumah karena sudah tidak mencari pasangan di luar yang mungkin dapat menyebabkan infeksi atau tumor pada rahim. Itu sebabnya kucing yang disteril cenderung hidup lebih lama daripada kucing yang tidak disteril. Cara Memilih Makanan Kucing Setelah kucing disteril, Pet Lovers perlu mengetahui cara memilih makanan kucing yang baik untuk bisa memenuhi kebutuhan asupan hariannya. Selain itu, kucing yang disteril membutuhkan pola makan dan jenis makanan kucing yang berbeda agar berat badannya terkontrol. Perlu Pet Lovers ketahui bahwa kucing yang disteril membutuhkan L-Carnitine untuk membantu membakar lemak yang digunakan sebagai sumber energi. Kucing yang mendapat asupan L-Carnitine berat badannya lebih cepat turun dibanding kucing yang tidak mendapatkan asupan L-Carnitine. Sebuah penelitian menyatakan bahwa dalam waktu 18 minggu, kucing yang gemuk dan diberi asupan L-Carnitine berat badannya berkurang sebanyak 20 persen. Mengingat kucing yang sudah menjalani program steril juga perlu dikontrol berat badannya, pilihlah jenis makanan kucing dengan kandungan serat yang dapat membantu kucing merasa mudah kenyang seperti Pro Plan Weight Loss. Sterilised. Pro Plan Weight Loss. Sterilised kini hadir dengan kemasan baru dan formula yang ditingkatkan sebagai pilihan untuk makanan kucing setelah disteril. Kandungan di dalamnya membantu menjaga kesehatan kucing dewasa yang sudah disteril serta membantu menurunkan berat badan kucing, sehingga terhindar dari obesitas. Pro Plan Weight Loss. Sterilised terbuat dari ikan salmon dan tuna asli, 31% lebih rendah lemak, dan diperkaya dengan Probiotik aktif untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan dan kebalan tubuh kucing. L-Carnitine di dalamnya juga membantu menjaga berat badan kucing agar terhindar dari obesitas. Kamu bisa mendapatkan Pro Plan Weight Loss Sterilised di official store Pro Plan di Lazada, Shopee, dan Tokopedia. Nyatanya, kucing yang sudah disteril membutuhkan asupan khusus untuk menjaga kesehatannya. Bila sudah waktunya, sebaiknya segera bawa kucing ke dokter untuk disteril, ya. Jangan lupa, berikan makanan kucing yang sesuai seperti yang telah dipaparkan di atas agar berat badan kucing tetap terkontrol. Semangat terus merawat kucing kesayanganmu!
Kesehatan
4 Tips Memilih Makanan Anjing untuk Si Picky Eater
4 Tips Memilih Makanan Anjing untuk Si Picky Eater
3 mins read
Supaya anjingmu tumbuh sehat, ia tentu perlu makan secara teratur dengan porsi sesuai ukuran badannya. Misalnya, jika anjingmu adalah anjing berukuran kecil atau mini, tentu makanan anjing yang dipilih memang diperuntukkan bagi anjing berukuran tersebut. Lalu, bagaimana jika anjingmu termasuk tipe pemilih makanan atau picky eater? Supaya kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi, ketahui penyebab anjing pilih-pilih makanan dan hal yang bisa Pet Lovers lakukan untuk mengatasinya. Penyebab Anjing Pilih-pilih Makanan Anjing yang pilih-pilih makanan bisa jadi sedang mengalami gangguan kesehatan sehingga nafsu makannya pun hilang. Namun, selain karena adanya penyakit, ternyata ada penyebab lain sehingga anjing pilih-pilih makanan, yaitu: • Faktor ras. Anjing ras kecil seperti Toy Poodle, Shih Tzu, Pug, Pomeranian, dan anjing mini lainnya cenderung pemilih dan memiliki nafsu makan yang tidak stabil. • Faktor kebiasaan. Anjing yang rewel saat memilih makanan bisa juga terjadi karena Pet Lovers memanjakannya. Jangan lupa, anjing adalah hewan yang cerdas, dan mereka tahu kalau pemiliknya akan khawatir atau memberikan perhatian ekstra saat ia sulit makan. Oleh karena itu, kebiasaan ini sebaiknya tidak dibiarkan. Bila dibiasakan, anjingmu akan cenderung menjadi anjing yang manja. Tips Memberikan Makanan untuk Anjing Picky Eater Setelah mengetahui penyebab umum anjing pilih-pilih makanan, saatnya Pet Lovers mengetahui cara memberikan makanan untuk anjingmu yang picky eater. Jenis makanan anjing yang diberikan tentu perlu disesuaikan dengan usia, kondisi, serta ukuran anjing. Misalnya, makanan anjing dewasa berukuran mini tentu berbeda dengan makanan anak anjing maupun makanan anjing berukuran medium. Oleh karena itu, inilah beberapa tips yang bisa dicoba: 1. Tetap Konsisten pada Jadwal Makan yang Dibuat Cobalah untuk membuat jadwal makan dan berikan anjingmu makanan sesuai waktu yang telah ditentukan. Bagaimanapun, anjing tidak akan menahan lapar terlalu lama. Ia tetap akan makan apa yang Pet Lovers berikan begitu ia memahami bahwa ketika waktu makannya berakhir, ia tidak akan mendapatkan makanan lagi. Selain itu, untuk memastikan porsinya tetap sama, Pet Lovers bisa menggunakan gelas takar. Ingat, konsistensi adalah kunci bagi anjing agar dapat belajar mematuhi jadwal makan tersebut. 2. Perhatikan Lokasi Pemberian Makan Hindari memberikan makanan anjing di meja makan yang biasa kamu gunakan bersama keluarga. Anjingmu bisa tergoda untuk memilih apa yang ada di meja makan daripada makanan anjing yang seharusnya ia lahap. Hal ini sekaligus juga untuk menghindari anjing punya kebiasaan meminta makanan yang tidak baik untuk kesehatannya. Lokasi pemberian makanan anjing yang direkomendasikan adalah di tempat datar, seperti di lantai, dengan menggunakan mangkuk makanan. Jadi, makanannya tidak disebar langsung di atas lantai, ya. 3. Hindari Memberikan Makanan Manusia yang Sedang Dikonsumsi Pisahkan makanan anjing dengan menu yang Pet Lovers konsumsi bersama keluarga. Jika dibiasakan tak dipisah, anjing bisa berpikiran bahwa makanan yang dikonsumsi Pet Lovers juga bisa ia makan. Selain membentuk kebiasaan yang buruk, memberikan makanan yang sedang Pet Lovers konsumsi juga bisa memicu keracunan atau gangguan kesehatan lainnya pada anjing. Oleh karena itu, biasakan untuk tidak memberikan makanan yang sedang disantap untuk dicicipi anjingmu, ya. 4. Berikan Makanan Anjing yang Kaya Nutrisi dan Menggugah Selera Agar anjing terhindar dari kebiasaan pilih-pilih makanan, usahakan untuk memberikannya makanan yang menggugah selera, mulai dari rasa maupun teksturnya. Jangan lupa, makanan anjing tersebut juga harus mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan anjing kesayanganmu. Contohnya, Pro Plan Fussy & Beauty. Pro Plan Fussy & Beauty merupakan makanan yang lengkap dan seimbang untuk anjing dewasa berukuran mini yang pemilih dan sulit makan. Pro Plan Fussy & Beauty kaya akan protein dan lemak sehingga dapat menjaga massa otot pada anjing yang picky eater. Selain itu, tingginya kandungan protein dan lemak ini memberikan cita rasa yang disukai anjing. Pro Plan Fussy & Beauty juga memiliki bentuk kibble yang beragam sehingga memberikan tekstur yang berbeda dan menggugah selera anjing untuk makan. Pro Plan Fussy & Beauty juga diformulasikan khusus dengan kandungan mineral dan asam amino yang tinggi untuk membantu meningkatkan pigmentasi rambut secara alami dan membuat rambut anjing menjadi berkilau. Kamu bisa mendapatkan Pro Plan Fussy & Beauty di official store Pro Plan di Lazada, Shopee, dan Tokopedia. Perlukah Khawatir Saat Anjing Menjadi Picky Eater? Perlu diketahui bahwa anjing tidak akan berlama-lama menjadi picky eater, karena tentu saja ia merasa lapar dan ingin makan. Apalagi, bila Pet Lovers mencoba tips di atas. Namun, jika anjing kesayangan Pet Lovers tidak makan secara teratur dan enggan melahap makanannya setidaknya sekali dalam sehari hingga tubuhnya kurus, rambutnya tidak berkilau, serta diikuti gejala seperti lemas dan demam, Pet Lovers sebaiknya segera membawanya ke dokter hewan untuk diperiksa. Dengan asupan makanan anjing yang tepat dan tips di atas, tentunya anjing kesayangan Pet Lovers akan terhindar dari kebiasaan pilih-pilih makanan. Kuncinya, Pet Lovers tidak boleh menyerah, tetap konsisten, dan hindari memanjakan anjing agar ia juga tidak memiliki kebiasaan yang kurang baik. Semoga tipsnya membantu!
Kesehatan
4 Alasan Memberikan Pet Food untuk Kucingmu
4 Alasan Memberikan Pet Food untuk Kucingmu
3 mins read
Apa makanan kucing yang biasa kamu berikan untuk kucingmu, Pet Lovers? Sebagian orang mungkin masih memberikan makanan manusia maupun homemade food dibanding makanan kucing dalam kemasan atau pet food. Nah, perlu kamu ketahui bahwa makanan yang diformulasikan khusus seperti pet food punya berbagai kelebihan, lho. Oleh karena itu, Pet Lovers perlu memahami tips memberi makanan kucing yang bisa memberikan manfaat optimal untuk pertumbuhannya. Mengapa Memilih Pet Food? Pet Lovers perlu memperhatikan jenis makanan kucing yang masuk ke dalam tubuh kucingmu agar nutrisinya terpenuhi. Sayangnya, asupan makanan yang diberikan kepada kucing di rumah bisa jadi kurang optimal. Misalnya, jenis makanan rumahan yang diberikan merupakan makanan berbumbu atau makanan sehari-hari untuk manusia, seperti nasi dan ikan goreng. Jenis makanan ini tentu tidak tepat untuk kucingmu. Oleh sebab itu, tips memberi makanan kucing yang bisa Pet Lovers terapkan adalah memberikan pet food, karena pet food memiliki keunggulan berikut ini: 1. Lebih Praktis Dengan menyediakan pet food di rumah, Pet Lovers tidak perlu lagi menyiapkan waktu khusus untuk memasak makanan kucing kesayangan. Selain sudah matang, pet food lebih praktis karena bisa langsung dituangkan ke dalam wadah makanan kucing saat waktu makan kucingmu tiba. 2. Nutrisinya Terukur Kebutuhan nutrisi anak kucing, kucing dewasa, dan kucing senior tentu berbeda-beda. Nah, dalam pet food, kandungan nutrisi seperti protein, lemak, dan nutrisi lainnya sudah diukur sebaik mungkin sehingga sesuai dengan kebutuhan kucingmu sesuai usianya. Makanan kucing kemasan yang baik akan membedakan jumlah kebutuhan nutrisi berdasarkan tahapan usianya. Misalnya, berdasarkan rekomendasi AAFCO, anak kucing dan kucing bunting setidaknya membutuhkan 30% protein, sementara kucing dewasa membutuhkan minimal 26% protein. Semua takaran tersebut akan lebih mudah diberikan melalui pet food. 3. Dapat Disesuaikan dengan Usia dan Gaya Hidup Selain dari faktor usia, gaya hidup juga menjadi penentu kebutuhan nutrisi kucingmu. Misalnya, kucing rumahan (indoor) tentu memiliki gaya hidup yang berbeda dengan kucing yang sering bermain di luar rumah. Oleh sebab itu, makanan kucing yang diberikan juga harus disesuaikan. Bagaimanapun, kebutuhan nutrisi kucing berubah seiring bertambahnya usia dan kondisi kesehatannya. Nah, pet food biasanya menyediakan makanan kucing dengan kandungan yang lengkap dan seimbang serta memenuhi persyaratan AAFCO. 4. Tersedia dalam Bentuk Kering dan Basah Kelebihan lainnya adalah pet food tersedia dalam dua bentuk, yaitu makanan kering (dry food) dan makanan basah (wet food). Makanan kering umumnya punya kibble yang bervariasi dan lebih bertekstur sehingga bisa memberikan pengalaman makan yang menarik bagi kucingmu, sementara makanan basah mengandung lebih banyak air dan memiliki aroma yang menggugah selera kucing. Keempat kelebihan pet food di atas bisa menjadi pertimbanganmu saat memilih makanan basah maupun makanan kering terbaik untuk kucingmu. Sebagai rekomendasi, Pet Lovers bisa memilih untuk memberikan Pro Plan kepada kucing kesayanganmu. Pro Plan memiliki berbagai varian makanan kucing basah maupun kering untuk segala tahapan usia dan berbagai gaya hidup kucing. Misalnya, Pro Plan Kitten Starter dan Pro Plan Kitten yang diperkaya Kolostrum untuk membantu perkembangan sistem imun tubuh anak kucing; serta Pro Plan Adult all variant yang diperkaya Probiotik Aktif untuk mendukung kesehatan pencernaan serta daya tahan tubuh kucing dewasa. Selain itu, Pro Plan juga membantumu memenuhi kebutuhan nutrisi kucing yang memiliki kebutuhan tertentu, seperti Pro Plan Weight Loss. Sterilised bagi kucing yang sudah disteril; Pro Plan Sensitive Skin & Stomach bagi kucing yang memiliki kulit dan perut sensitif; dan masih banyak lagi. Seluruh varian Pro Plan dry food kini hadir dengan kemasan baru dan formula yang telah ditingkatkan. Kamu juga bisa mengombinasikannya dengan Pro Plan wet food untuk pemberian nutrisi yang lebih optimal. Setelah mengetahui tips memberi makanan kucing di atas, kini Pet Lovers bisa mulai memberikan asupan yang sesuai bagi kebutuhan nutrisi kucing kesayangan Pet Lovers. Dengan demikian, pertumbuhan kucing Pet Lovers bisa optimal dan terhindar dari gangguan kesehatan. Nah, untuk lebih praktis dan mudahnya, Pet Lovers bisa memilih pet food seperti Pro Plan sebagai asupan harian kucing kesayangan. Kamu bisa mendapatkannya di official store Pro Plan di Lazada, Shopee, dan Tokopedia.
Makanan & Nutrisi

Pagination

  • First page
  • Previous page
  • …
  • Halaman 59
  • Halaman 60
  • Halaman 61
  • Halaman 62
  • Halaman 63
  • Halaman 64
  • Halaman 65
  • Halaman 66
  • Halaman 67
  • …
  • Next page
  • Last page
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.