Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content
Bulu Kucing Rontok? Yuk Simak Penjelasannya
Bulu Kucing Rontok? Yuk Simak Penjelasannya
3 mins read
Membelai kucing adalah salah satu bentuk rasa kasih dan perhatian untuk kucing kesayangan. Tapi, pernahkah Anda merasa rambut atau bulu kucing rontok sehingga terasa lebih tipis? Ada beberapa alasan rambut atau bulu kucing rontok. Untuk mengetahui penyebab bulu kucing rontok, yuk, simak pembahasan berikut ini! Penyebab Bulu Kucing Rontok Ada beberapa hal yang menjadi penyebab bulu kucing rontok, yaitu: • Infeksi Jamur • Penyebab bulu kucing rontok yang pertama adalah adanya infeksi kulit seperti kurap. Infeksi ini bisa disebabkan oleh beberapa jenis jamur, seperti Microsporum sp. Jamur tersebut dapat membuat kulit menjadi iritasi dan kemerahan. Ciri yang khas jika kucing kamu jamuran adalah adanya luka atau ruam kemerahan berbentuk melingkar dan dapat menyebabkan bulu kucing rontok. • Stres • Tidak hanya manusia, kucing juga bisa mengalami stres, lho. Saat kucing mengalami stres, ia akan merasa gelisah dan tanpa sadar melukai dirinya sendiri yang membuat rambut atau bulu kucing rontok. Hal ini mungkin terjadi saat ia berada di lingkungan baru, lingkungan yang berisik, adanya anggota keluarga baru, dan lain-lain. Jika ia sedang mengalami stres, penting untuk memberinya rasa nyaman. Untuk membantu kucing beradaptasi atau mengatasi stres yang dialaminya, Anda bisa membawanya ke dokter hewan. • Baca Juga : Kenapa bulu Kucing Rontok? • Ketidakseimbangan Hormon • Kebotakan dan kerontokan rambut juga bisa disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon. Hormon tertentu bertanggung jawab atas pertumbuhan rambut kucing. Ketika kucing Anda kelebihan atau kekurangan hormon ini, kondisi rambut rontok bisa terjadi. • Selain itu, ketidakseimbangan hormon ini juga bisa terjadi pada kucing hamil atau kucing yang menyusui. Jika saat hamil atau menyusui rambutnya rontok, Anda tidak perlu khawatir karena ini cukup alami dan rambutnya akan kembali tumbuh seiring berjalannya waktu. • Kondisi kesehatan • Penyebab bulu kucing rontok lainnya juga bisa jadi karena kondisi kesehatan yang buruk, bisa karena nutrisi makanan yang tidak tepat hingga adanya penyakit yang tidak terdeteksi. Untuk mengetahui penyebab yang satu ini, penting untuk mengunjungi dokter hewan untuk mengetahui penyebab pastinya agar kucing kesayangan Anda bisa mendapatkan pengobatan yang tepat. Cara Mengatasi Bulu Kucing Rontok Untuk menjaga kesehatan dan ketebalan rambut kucing, berikut beberapa cara mengatasi bulu kucing rontok: • Sikat rambut secara teratur • Menyikat rambut kucing secara teratur merupakan salah satu cara agar bulu kucing tidak rontok, terutama jika kucing Anda memiliki rambut yang panjang. Rambut kucing yang panjang membutuhkan perawatan ekstra supaya tetap lembut, terawat, dan mudah diatur. Dengan melakukan penyikatan secara teratur, Anda juga bisa lebih mengetahui kondisi rambut dan kulitnya. • Pemberian makanan dengan nutrisi lengkap dan seimbang • Supaya bulu kucing tidak rontok, kucing peliharaan membutuhkan diet seimbang yang kaya akan asam lemak omega. Pilihlah makanan kucing yang mengandung rasio seimbang antara asam lemak omega-6 dan omega-3 untuk membantu meningkatkan bulu yang sehat dan mencegah bulu kucing rontok. • Baca Juga : Hati-hati! Overgrooming Menyebabkan Rambut Kucing Rontok • Mandi secara teratur • Idealnya, kucing membutuhkan mandi sebulan sekali untuk menjaga kebersihannya. Jika jarang dimandikan, ia bisa terinfeksi kutu, jamur dan parasit lainnya yang bisa memicu kerontokan pada rambutnya. Oleh karena itu, mandi secara teratur juga merupakan cara agar bulu kucing tidak rontok. • Jaga asupan cairannya • Kucing yang dehidrasi menyebabkan kulit dan rambut yang kering. Hal ini juga menjadi salah satu penyebab bulu kucing rontok. Jadi, pastikan untuk selalu menyediakan air minum yang terjangkau agar ia tidak kekurangan cairan. Perlu diingat bahwa rambut atau bulu kucing rontok dapat terjadi sepanjang tahun dan kerontokkan tersebut cenderung lebih banyak di musim panas, yang dikenal sebagai musim ganti rambut kucing. Jika kerontokan rambut terjadi dan tidak menimbulkan kebotakan, jangan panik, karena hal ini alami.
Kesehatan
Bolehkah Kucing Makan Makanan Anjing?
3 mins read
Kucing dan anjing dapat hidup berdampingan. Tak jarang, seseorang memiliki anjing dan kucing dalam satu rumah yang sama. Saat kucing dan anjing hidup berdampingan, besar kemungkinan kucing tertarik makanan anjing, ataupun sebaliknya. Bahkan, mungkin Anda pernah memergoki sang kucing mencoba memakan makanan anjing Anda? Lalu, apa yang harus dilakukan jika kucing makan makanan anjing? Yuk simak penjelasan berikut ini mengenai perbedaan makanan anjing dan kucing dan apa yang harus Anda lakukan jika kucing Anda memakan makanan anjing. Perbedaan Makanan Anjing dan Kucing Makanan kucing dan makanan anjing diformulasikan secara berbeda oleh para ahli, karena keduanya memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda. Pada dasarnya, boleh-boleh saja kucing mencicipi makanan anjing, namun hal tersebut tidak disarankan untuk jangka panjang karena ada beberapa perbedaan perbedaan makanan anjing dan kucing: 1. Protein Asam amino tertentu (bahan penyusun protein) seperti taurin dan arginin adalah persyaratan dalam makanan kucing. Kucing membutuhkan kandungan asam amino di dalam makanannya untuk memastikan kebutuhan enzim yang cukup. Jika ia kekurangan taurin, kucing bisa mengalami masalah kesehatan yang serius, mulai dari kebutaan sampai dengan pembesaran jantung. Sedangkan, anjing mampu mensintesis taurin yang membuat makanan anjing tidak diformulasikan dengan taurin yang tinggi. Selain itu, kucing juga membutuhkan lebih banyak protein untuk mencapai tingkat energi yang dibutuhkan untuk menjalani aktivitasnya, berbeda dengan makanan anjing yang tidak mengandung protein terlalu tinggi. Makanya, memberikan makanan anjing pada kucing bisa menyebabkan kucing kekurangan protein. Baca Juga : Makanan Kucing Persia dan Perawatannya 2. Vitamin Vitamin adalah nutrisi penting lain yang dibutuhkan kucing dan anjing dalam proporsi yang berbeda. Vitamin A adalah salah satu contoh nutrisi yang penting untuk menjaga kesehatan mata, kulit dan rambut. Vitamin A ini tidak dapat diproduksi oleh kucing, namun anjing memilikinya, sehingga makanan anjing mengandung jumlah vitamin A yang lebih rendah. Dengan memberikan makanan anjing untuk kucing, tentunya sang kucing akan mengalami kekurangan kandungan vitamin ini. 3. Asam Arakidonat Asam arakidonat merupakan asam lemak esensial yang tidak dapat diproduksi oleh kucing sehingga perlu diambil dari makanannya. Makanan anjing biasanya tidak dilengkapi dengan asam arakidonat karena tubuh anjing dapat membuatnya sendiri. 4. Kalori Tingkat kandungan kalori dalam makanan anjing dan kucing berbeda. Makanan yang baik untuk kucing mengandung kalori yang tinggi untuk kebutuhan protein ekstra mereka, sedangkan makanan anjing tidak memiliki kandungan kalori yang cukup. 5. Ukuran Selain kandungan, ukuran makanan anjing dan kucing pun berbeda. Makanan kucing cenderung berukuran lebih kecil. Dengan ukuran tersebut, kucing dapat memakannya dengan lebih mudah. Sementara itu, makanan anjing biasanya berukuran lebih besar. Bolehkah Kucing Makan Makanan Anjing? Kebiasaan saat kucing makan makanan anjing dalam jangka panjang bisa merusak kesehatan sang kucing. Sebaiknya, selalu pastikan kucing dan anjing mendapatkan makanan yang sesuai dengan kebutuhannya dan memberikan makanan secara terpisah agar mereka tidak saling makan makanan satu sama lain. Mengapa Makanan Anjing Buruk untuk Kucing dalam Jangka Panjang? Meskipun kadang-kadang tampaknya mereka memiliki kemiripan, kucing dan anjing berasal dari kingdom animalia yang berbeda dan memiliki persyaratan diet yang berbeda. Kucing adalah karnivora sejati yang berarti makanannya sebagian besar terdiri dari protein daging, sementara anjing dianggap semi-karnivora. Itulah sebabnya anjing dapat menikmati variasi menu yang lebih banyak, termasuk daging, biji-bijian, dan sayuran. Makanan anjing tidak akan memberikan protein yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kucing. Kucing juga membutuhkan lebih banyak protein daripada anjing untuk mencapai tingkat energi yang mereka butuhkan untuk hidup bahagia dan sehat. Inilah sebabnya mengapa memberi makan kucing makanan anjing setiap hari akan menyebabkan kekurangan protein yang memiliki konsekuensi serius bagi kesehatan kucing. Nah, itu dia perbedaan makanan anjing dan kucing yang bisa menjawab bolehkah kucing makan makanan anjing. Cek di sini untuk berbagai rekomendasi makanan kucing untuk kucing kesayangan Anda.
Makanan & Nutrisi
Bolehkah Anjing Makan Makanan Kucing?
Bolehkah Anjing Makan Makanan Kucing?
2 mins read
Punya anjing dan kucing peliharaan di rumah? Pernahkah anjing kesayangan Anda mencoba makan makanan kucing yang disediakan? Saat Anda memiliki anjing dan kucing dalam satu rumah, atau bahkan anjing kesayangan Anda melihat mangkuk makanan kucing lain, biasanya ia memiliki rasa penasaran atau tergiur untuk mendekati mangkuk makanan kucing tersebut. Nah, di artikel kali ini, kita akan membahas mengapa anjing sangat menyukai makanan kucing. Selain itu, kita juga akan membahas apakah boleh anjing makan makanan kucing dan bagaimana jika anjing telah memakan makanan kucing. Bolehkah anjing makan makanan kucing? Pada dasarnya, jika anjing kesayangan Anda mencoba makanan kucing, hal tersebut tidak membahayakan. Namun, sangat tidak disarankan untuk memberikan makanan kucing untuk anjing secara sengaja, terutama dalam jangka waktu panjang. Memberikan makanan kucing pada anjing dapat memberikan efek tidak baik pada kesehatannya karena kucing dan anjing memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda. Kebutuhan nutrisi anjing dan kucing dibedakan karena kucing merupakan hewan karnivora sejati yang berarti mereka membutuhkan protein sebagai sumber energi, sedangkan anjing merupakan hewan semi karnivora. Risiko jika anjing makan makanan kucing Makanan kucing tidak disarankan untuk anjing dalam jangka panjang karena tidak memiliki keseimbangan nutrisi yang dibutuhkan anjing. Perbedaan makanan kucing dan anjing terletak pada kandungan proteinnya. Makanan kucing memiliki kandungan protein lebih tinggi karena kucing hanya bisa mendapatkan sumber energi dari protein. Sementara anjing tidak memerlukan makanan dengan kandungan protein setinggi makanan kucing. Dengan demikian, memberikan makan makanan kucing pada anjing Anda secara berulang dapat merusak kesehatan anjing. Baca Juga : 4 Tips Memilih Makanan Anjing untuk Si Picky Eater Alasan anjing menyukai makanan kucing Makanan kucing dan anjing memang sekilas terlihat mirip dan dikemas dalam kemasan yang juga hampir sama. Kemiripan ini bukanlah alasan sang anjing untuk mencoba makanan kucing, namun karena indera penciuman anjing yang kuat yang tergiur untuk mencicipi makanan kucing yang umumnya beraroma kuat. Selain itu, hal lain yang menyebabkan anjing suka makanan kucing adalah karena terkadang mereka suka bersikap nakal. Tips memberikan makanan anjing dan kucing Jika Anda memiliki anjing dan kucing dalam satu rumah, berilah makanan kucing dan anjing di ruangan terpisah untuk membantu mengurangi keinginan mereka untuk makan makanan kucing. Apa yang harus dilakukan jika anjing Anda makan makanan kucing? Jika Anda mencurigai anjing kesayangan Anda makan makanan kucing, segeralah perhatikan reaksi yang berbeda. Meskipun makanan kucing tidak termasuk dalam daftar makanan berbahaya untuk anjing, namun makanan kucing bisa membuat anjing mengalami gangguan pencernaan, seperti muntah dan juga diare. Jika hal ini terjadi, segeralah berkonsultasi ke dokter hewan. Nah, itu dia pembahasan mengenai anjing makan makanan kucing. Walaupun tidak berbahaya, namun selalu hindari memberikan makanan kucing untuk anjing kesayangan Anda. Cek di sini untuk berbagai rekomendasi makanan anjing yang lezat.
Makanan & Nutrisi
Pemberian Pakan Anjing untuk Anjing Senior
Makanan untuk Anjing Senior: Panduan Pemberian Pakan yang Tepat
2 mins read
Ketika anjing Anda mencapai usia sekitar tujuh tahun mereka umumnya dianggap 'senior'. Ketika mereka mencapai usia ini, Anda harus menyesuaikan pola makan mereka untuk mendukung mereka agar tetap sehat dan berenergi. Untuk memberikan pakan anjing senior, yuk simak panduan berikut! Panduan Pemberian Makanan untuk Anjing Senior - Beri Pakan Anjing Senior Sedikit Namun Sering Anjing Anda mungkin telah terbiasa diberi makan dua kali sehari, namun anjing senior memiliki kebutuhan yang berbeda. Anjing senior membutuhkan makanan dengan porsi yang lebih kecil namun rutin. - Simpan Makanan Kering dengan Benar Makanan kering biasanya cenderung lebih tahan lama. Untuk menyimpannya, pastikan di tempat yang kering dan bersih untuk memastikan kesegaran dan aromanya terjaga. Untuk hasil terbaik, simpanlah pakan anjing kering di kemasan yang dapat ditutup kembali atau wadah kedap udara. Baca Juga : Apa perbedaan PRO PLAN dan ALPO? Mana yang lebih baik untuk anjing saya? - Beri Pakan Anjing di Tempat yang Tenang Saat tiba waktunya makan, beri pakan anjing senior di tempat yang tenang. Jika Anda memiliki lebih dari satu anjing, beri mereka makan pada saat yang sama tetapi secara terpisah sehingga mereka tidak berebut makanan. - Ganti Dog Food untuk Anjing Tua Secara Bertahap Ketika beralih dari satu makanan ke makanan lain, cobalah perkenalkan makanan baru secara bertahap. Hal yang sama juga berlaku ketika beralih dari diet makanan untuk anjing dewasa ke makanan untuk anjing senior. Mulailah menambahkan makanan baru secara perlahan selama tujuh hingga sepuluh hari, tingkatkan porsi setiap hari. Hindari penggantian mendadak karena ini bisa membuat anjing Anda sakit perut. - Berikan Pakan Anjing Secukupnya Anjing senior rentan terhadap kenaikan berat badan. Oleh karena itu, pastikan untuk memberikan makanan sesuai dengan rekomendasi penyajian. Pilihan Makanan untuk Anjing Senior Untuk memberikan yang terbaik untuk anjing kesayangan Anda, pastikan untuk mengubah makanan makanan dewasa ke makanan anjing senior secara bertahap. Anjing senior cenderung kurang aktif dan memiliki metabolisme yang lebih lambat, oleh karena itu mereka lebih mudah mengalami kenaikan berat badan. Seiring bertambahnya usia, mengganti makanan anjing menjadi anjing senior sangat disarankan. Karena kebutuhan nutrisi anjing senior berbeda dengan anjing yang lebih muda. Selain karena aktivitas yang mulai menurun, anjing senior juga memiliki resiko mengalami penurunan fungsi koqnitif akibat fungsi otak yang mulai menurun. Sebagai rekomendasi makanan untuk anjing senior, cobalah Pro Plan Dog Adult 7+ Bright Mind yang diformulasikan khusus untuk mencegah tanda-tanda penuaan yang tidak selalu terlihat pada anjing senior. BRIGHT MIND diformulasikan secara khusus dengan minyak botani yang kaya akan MCT (Medium Chain Triglycerides). Minyak MCT dapat digunakan dengan sangat baik sebagai energi tambahan otak anjing, dan terbukti dapat meningkatkan kesadaran dan daya ingat dalam 30 hari pemakaian. Nah, itu dia beberapa panduan untuk memberikan pakan anjing untuk anjing senior. Yuk tetap jaga anjing kesayangan kita tetap bahagia dengan memberikan makanan yang sesuai dengan kebutuhan dan usianya!
Makanan & Nutrisi
Panduan Memberi Makanan Kucing Kecil
Panduan Memberi Makanan Kucing Kecil
2 mins read
Anak kucing yang baru lahir memang terlihat menggemaskan, namun mereka membutuhkan perhatian lebih untuk perawatan, baik oleh induknya dan juga oleh kita. Dalam merawat anak kucing yang sehat, tentunya kita perlu memberikan makanan kucing kecil yang baik untuk menunjang pertumbuhannya. Untuk Anda yang sedang merawat kucing kecil, yuk simak panduan memberi makanan kucing kecil berikut ini! Apakah induk hadir? Pertanyaan pertama yang perlu Anda pertimbangkan saat merawat anak kucing yang baru lahir adalah apakah induknya ada. Jika ya, Anda tidak perlu begitu khawatir, karena kebanyakan kucing secara naluriah sudah tau bagaimana cara merawat anak mereka. Biasanya, pada saat bayi, sang induk kucing akan selalu berada di dekat anak kucing dan memberikannya susu sebagai makanan kucing kecil yang penuh dengan nutrisi. Jika ada induk kucing di sekitarnya, tugas Anda hanyalah memberikan tempat yang hangat, aman dan terlindungi untuk mereka. Beda cerita jika Anda menemukan anak kucing yang baru lahir tanpa induknya di sekitar, tentu Anda memiliki tanggung jawab dan tugas yang lebih besar, mulai dari memastikan keamanan dan kenyamanannya, sampai dengan memberikan nutrisi yang tepat. Makanan Kucing Kecil Alaminya, anak kucing yang baru lahir akan disusui oleh induknya selama empat minggu pertama. Susu dari induknya inilah yang akan memberikan semua nutrisi yang mereka butuhkan. Lalu, bagaimana kalau induk kucingnya tidak ada? Pertama, Anda bisa memeriksakan kondisi anak kucing tersebut ke dokter hewan untuk mengetahui kondisi kesehatannya dan mendapatkan rekomendasi kebutuhan makanan kucing kecil sesuai dengan kondisinya. Baca Juga : Makanan Kucing Kecil: Tips dan Panduannya Anda juga bisa membawa anak kucing ke penampungan kucing untuk menemukan induk asuh untuk mendapatkan asupan susu untuk anak kucing tersebut. Jika tidak memungkinkan, Anda bisa mengganti asupan susu tersebut dengan susu khusus anak kucing. Cara Memberi Makan Kucing Kecil Tanpa Induk Pada minggu pertama hingga keempat, anak kucing membutuhkan susu formula pengganti asi. Berikut persiapan yang dibutuhkan untuk memberikan makanan kucing yang masih kecil: • Siapkan susu khusus kucing baru lahir yang disebut kitten milk replacement atau KMR • Sediakan botol susu atau pipet untuk memudahkannya • Gunakan pipet atau spuit alias suntikan tanpa jarum sebagai pengganti dot • Lap katun halus dan hangat • Persiapkan waktu untuk memberi susu secara rutin. Setelah melewati 4 minggu pertama, Anda dapat memberikan PRO PLAN Cat Kitten Makanan Basah Anak Kucing yang mengandung serat inulin untuk mendukung penyerapan nutrisi yang unggul. PRO PLAN Wet Kitten merupakan makanan kucing yang masih kecil yang diformulasi untuk memenuhi kebutuhan anak kucing dari umur 4 minggu – 1 tahun. Makanan kucing kecil yang satu ini mengandung DHA untuk perkembangan otak dan mata, serta antioksidan untuk kekebalan tubuh selama masa pertumbuhan pada anakan kucing. Jika Anda ingin mengkombinasikan makanan untuk kucing kecil basah dan kering, Anda dapat mencobanya saat anak kucing berumur sekitar 6 minggu. FRISKIES Kitten Discoveries dapat menjadi pilihan yang bercita rasa ayam, ikan, sayur-sayuran dan biji-bijian utuh. Makanan kucing kecil kering ini memberikan nutrisi yang seimbang dilengkapi dengan susu & protein untuk support tulang yang kuat. Merawat anak kucing tanpa induknya memang membutuhkan perhatian dan juga kesabaran lebih. Namun, perlahan-lahan, anak kucing tersebut akan tumbuh dengan sangat menggemaskan dan tumbuh menjadi kucing yang sehat dan bahagia karena mendapatkan makanan kucing kecil yang baik. Yuk rawat anak kucing yang lucu-lucu itu agar tetap tumbuh bahagia dan sehat. Untuk cek rekomendasi makanan kucing kecil lainnya, cek di sini.
Makanan & Nutrisi
Makanan Kucing Dewasa dan Hal-hal yang Harus Diperhatikan
Makanan Kucing Dewasa dan Hal-hal yang Harus Diperhatikan
2 mins read
Sama seperti hewan lain, pemberian makanan kepada kucing haruslah diperhatikan dengan baik. Kucing akan kelaparan jika makanan yang diberikan terlalu sedikit. Namun, memberikan makanan terlalu banyak juga akan membuat kucing mengalami berbagai gangguan kesehatan seperti mengalami obesitas. Selain itu, porsi makan dan jam makan setiap kucing juga berbeda tergantung pada usianya. Porsi makanan untuk kucing dewasa tentunya berbeda dengan anak kucing. Untuk mengetahui lebih jelasnya mengenai makanan untuk kucing dewasa, yuk simak artikel berikut! Jam Makan Kucing Dewasa Jam makan kucing dewasa dan kitten memiliki perbedaan. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh beberapa kondisi seperti tingkat keaktifan kucing. Berbeda dengan anak kucing, kucing dewasa pada umumnya sudah tidak seaktif anak kucing. Oleh karena itu, kucing dewasa hanya membutuhkan 1-2 kali makan dalam sehari. Biasanya, jam makan kucing dewasa ada di waktu pagi dan sore hari. Namun tentunya, walaupun hanya makan dua kali sehari, makanan untuk kucing dewasa memiliki porsi yang lebih besar dibandingkan porsi makanan anak kucing. Baca Juga : Panduan untuk Memberikan Makanan Kucing Dewasa Perbedaan Makanan Kucing Kitten dan Dewasa Pada dasarnya, anak kucing dan kucing dewasa membutuhkan nutrisi yang sama, untuk kesehatan mata, gigi, dan lain-lainnya, namun yang membedakannya adalah porsinya. Berikut perbedaan makanan kucing kitten dan dewasa: Anak kucing membutuhkan lebih banyak jumlah nutrisi, vitamin, dan kalori dibandingkan dengan kucing dewasa. Terdapat beberapa vitamin yang perlu terpenuhi dalam kandungan makanan kucing. Kucing membutuhkan vitamin A untuk kesehatan penglihatannya, vitamin E+C serta kalsium untuk kesehatan tulang dan giginya, Omega 3 dan 6 untuk kesehatan rambutnya, serta fosfor untuk menjaga otot dan tulang kucing sehingga keaktifannya terjaga. Nah, ketika beranjak dewasa, anak kucing dapat dilatih untuk beralih mengkonsumsi makanan kucing dewasa, karena kucing dewasa membutuhkan nutrisi yang berbeda dari anak kucing. Penting bagi Anda untuk memperhatikan kebutuhan khususnya dan disesuaikan dengan jenis makanannya. Makanan kucing dewasa tersedia dengan lebih banyak jenis dan kebutuhan sesuai dengan kondisi kesehatannya, seperti Makanan Kering Kucing Dewasa Purina ONE® Urinary Care with Chicken untuk kesehatan saluran kencingnya atau PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Fussy & Beauty Salmon untuk menjaga kilau rambut kucing. Makanan kucing dewasa sebaiknya mengandung protein dan kalori yang seimbang dan antioksidan yang terbukti secara ilmiah untuk pertahanan tubuh kucing dewasa. Bolehkah Kucing Dewasa Makan Makanan Kitten? Setelah mengetahui perbedaan makanan kucing dewasa dengan kitten serta perbedaan kebutuhan nutrisinya, selanjutnya bolehkah kucing dewasa makan makanan kitten? Makanan kitten memiliki tekstur yang lebih cair dan lembek yang akan mempengaruhi kesehatan gigitan kucing dewasa. Kucing dewasa juga lebih rentan untuk mengalami gangguan pada sistem pencernaan dan saluran kemihnya. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memberikan asupan yang sesuai dengan usia kucing Anda. Kebutuhan akan nutrisi setiap kucing berbeda-beda, maka dari itu penting untuk memberikan makanan kucing sesuai dengan kebutuhan, kondisi dan juga usianya. Pastikan untuk memberikan makanan kucing sesuai dengan usianya dan anjuran yang tertera pada produk. Cek berbagai rekomendasi makanan kucing dewasa yang bisa kucing kesayangan Anda coba.
Makanan & Nutrisi
Kucing Cacingan: Kenali Hal Berikut
Kucing Cacingan: Kenali Hal Berikut
2 mins read
Cacing pita adalah parasit yang sering menyerang kucing dan biasanya menetap di dalam usus kucing. Mereka berkembang biak dengan menempelkan diri ke usus dan memecah menjadi serangkaian segmen yang berisi telur, yang kemudian dikeluarkan bersama feses. Meskipun kucing cacingan sangat mengganggu, namun pada umumnya penyakit ini mudah diobati, terutama jika Anda mengetahui penyebaran cacing pita pada kucing pada tahap awal sehingga dapat mengatasinya lebih dini. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kucing cacingan, yuk simak artikel berikut! Penyebab Cacing Pita pada Kucing Kucing cacingan adalah masalah umum. Penyebab cacing pita pada kucing yang pertama dan yang paling sering terjadi adalah saat kucing tidak sengaja memakan larva cacing pita. Biasanya, larva cacing pita ini seringkali ditemukan pada kutu. Nah, jika kucing kesayangan Anda menelan kutu yang memiliki larva cacing pita, otomatis larva cacing pita tersebut akan tumbuh pada kucing Anda. Penyebab cacing pita pada kucing lainnya adalah saat kucing kesayangan Anda tanpa sengaja memakan makanan ataupun menelan sesuatu yang mengandung larva cacing. Baca Juga : Kucing Cacingan, Apa yang Harus Pet Lovers Lakukan? Bentuk Cacing Pita pada Kucing Cacing pita adalah cacing pipih panjang yang dapat bervariasi panjangnya. Cacing pita kucing memiliki tubuh dan kepala yang tersegmentasi dengan pengisap dan kait untuk membantu mereka menempel pada usus yang tidak mungkin terlihat oleh kita. Begitu cacing pita mulai tumbuh, segmen tubuh mereka memisahkan diri dari tubuh utama cacing. Segmen ini sering ditemukan di belakang ekor kucing Anda atau di kotoran kucing kesayangan Anda yang bentuknya seperti butiran beras kecil. Jika Anda melihat tanda-tanda ini di sekitaran kucing Anda, segeralah membawanya ke dokter hewan untuk melakukan pengecekan. Gejala Kucing Cacingan Ada beberapa gejala kucing cacingan atau adanya cacing pita pada kucing. Untuk mengetahuinya, perhatikan beberapa hal berikut: • Ada butiran putih kecil pada kotoran kucing • Sering menjilati anusnya • Sering menggigit atau menggaruk bagian anusnya • Sering menyeret pantatnya untuk menggaruk-garuk • Adanya penurunan berat badan yang signifikan walaupun nafsu makannya tinggi • Kondisi rambut yang kusam dari biasanya Jika Anda melihat salah satu dari tanda-tanda ini, penting untuk membawa kucing Anda ke dokter hewan sesegera mungkin. Jika diperhatikan sejak dini, cacing pita kucing mudah diobati dan dibasmi. Cara Mengobati Kucing Cacingan Untuk mengobati cacing pita kucing, pastikan Anda membawa kucing kesayangan Anda ke dokter hewan terpercaya untuk mendapatkan obat yang tepat. Biasanya, dokter hewan akan mengecek kondisi kucing kesayangan Anda terlebih dahulu sebelum mendiagnosisnya. Setelah mendapatkan penanganan dari dokter, pastikan untuk memberikan makanan yang tepat dan bergizi untuk kucing kesayangan Anda. Cek rekomendasi makanan untuk kucing di sini. Cara Mencegah Kucing Cacingan Dari usia enam minggu, anak kucing dapat menjalani perawatan pencegahan bulanan terhadap cacing pita. Setelah enam bulan, mereka dapat menjalani perawatan ini setiap tiga bulan. Kucing dewasa dapat menjalani perawatan pencegahan ini setiap dua hingga enam bulan, tergantung pada kebutuhan mereka. Untuk memberikan pencegahan yang tepat, pastikan Anda sudah berkonsultasi dengan dokter hewan terlebih dahulu. Nah, itu dia berbagai hal mengenai penyebab kucing cacingan dan cara penanganan cacing pita pada kucing. Dengan memperhatikan tanda-tanda cacing pita kucing, kita bisa membantu kucing kesayangan Anda untuk mendapatkan penanganan lebih awal.
Perilaku & Pelatihan
Cara Menghilangkan Kutu Pada Kucing
Cara Menghilangkan Kutu pada Kucing
2 mins read
Jika kucing Anda mengalami tanda-tanda sering menggaruk, rambut rontok berlebihan bahkan sampai botak, iritasi, gusi menjadi pucat dan ada bintik hitam pada kasur atau rambutnya, bisa jadi karena adanya kutu pada kucing Anda. Kutu pada kucing adalah hal yang sering ditemukan dan wajar terjadi terutama untuk kucing yang sering bermain di luar rumah. Jika ini terjadi, jangan panik, karena ada berbagai cara menghilangkan kutu pada kucing yang bisa dilakukan di rumah. Gunakan Obat-Obat yang Menghilangkan Kutu Kucing Hal pertama yang bisa dilakukan sebagai cara menghilangkan kutu pada kucing adalah dengan membawa kucing ke dokter hewan terdekat. Biasanya, dokter hewan akan segera mengecek kondisi kucing kesayangan Anda untuk dapat memberikan obat atau penanganan yang tepat. Setelah diperiksa oleh dokter, biasanya dokter akan memberikan obat-obatan perawatan kucing untuk menghilangkan kutu kucing. Biasanya, cara menghilangkan kutu pada kucing adalah dengan menggunakan perawatan kucing seperti spot on treatment, obat minum, ataupun mandi dengan shampoo anti kutu. Cara penggunaan obat kutu kucing tersebut biasanya berbeda-beda. Untuk lebih lanjutnya, dokter akan memberikan panduan yang bisa dilakukan di rumah. Jika ragu, Anda juga bisa meminta tolong kepada dokter hewan untuk mengaplikasikan obat tetes kucing untuk kucing kesayangan Anda. Perawatan Kucing untuk Menghilangkan Kutu Pada Kucing Biasanya, cara menggunakan perawatan kucing tetes kutu ini adalah dengan meneteskannya ke kulit belakang tengkuknya. Setelah digunakan, obat tetes kucing ini akan melindungi tubuhnya selama 28 hari ke depan. Jika Anda merasa kucing memiliki kutu, Anda juga bisa mengeceknya dengan menggunakan sisir kutu untuk mendeteksi adanya kutu atau tidak. Jika Anda memiliki lebih dari satu kucing di rumah, penting juga untuk segera memisahkan kucing tersebut dengan yang lainnya untuk menghindari penularan kutu kucing. Menghilangkan Kutu Kucing Pada Barang-Barang di Rumah Cara menghilangkan kutu pada kucing selanjutnya yang juga penting dilakukan adalah menghilangkan kutu pada kucing pada barang-barang di rumah. Tak hanya pada tubuh kucing, kita juga perlu menghilangkan kutu kucing pada barang-barang di rumah karena kutu dan telur-telurnya bisa jadi masih ada pada perabotan di rumah. Menghilangkan kutu kucing pada perabotan di rumah juga menjadi salah satu cara untuk menghindari perkembangan telur kutu dan menularkannya kembali pada kucing atau bahkan manusia. Untuk menghilangkan kutu pada perabotan di rumah, cucilah barang-barang yang bisa dicuci, seperti sarung bantal, sarung sofa dan juga yang lainnya. Selain itu, Anda bisa menggunakan semprotan anti kutu dan menyemprotkannya ke seluruh perabotan di rumah, termasuk juga karpet sebelum divakum. Jika Anda mendeteksi adanya kutu pada kucing di rumah, segera cek kondisinya ke dokter untuk segera melakukan cara menghilangkan kutu pada kucing. Dengan perawatan yang tepat, kutu pada kucing bisa hilang dengan waktu yang cepat. Dalam menghilangkan kutu kucing, pastikan untuk menjaga kebersihan di rumah agar ia tidak menyebar ke bagian lain di rumah atau bahkan menularkannya ke manusia.
Kesehatan
Cara Membersihkan Telinga Kucing
Manfaat dan Cara Membersihkan Telinga Kucing
3 mins read
Penumpukan kotoran telinga kucing yang dibiarkan akan menimbulkan infeksi serius pada kucing dan akan mengganggu kesehatannya. Sebagai pecinta kucing, kita harus membersihkan kotoran telinga kucing untuk membuatnya tetap nyaman. Lalu, bagaimana cara membersihkan telinga kucing yang aman dan membersihkan telinga kucing pakai apa, ya? Yuk simak artikel berikut! Manfaat Membersihkan Telinga Kucing Sebelum kita membahas tentang cara membersihkan telinga kucing, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu manfaat membersihkan telinga kucing. Rutin membersihkan telinga kucing tentunya dapat membuat kucing bersih dan terjaga kesehatannya. Tidak hanya itu, membersihkan kotoran telinga kucing juga bisa mencegah terjadinya infeksi telinga dan masalah kesehatan lainnya. Rutin membersihkan kotoran telinga kucing akan membantu kita mengetahui lebih awal jika adanya tungau telinga atau infeksi lain yang mungkin terjadi pada kucing kesayangan. Hal Yang Perlu Diperhatikan dalam Membersihkan Telinga Kucing Sebelum membersihkan telinga kucing, terdapat beberapa hal penting yang perlu diketahui. Saat ingin membersihkan telinga kucing, perhatikan tanda-tanda infeksi telinga seperti apakah terdapat darah, nanah, atau terdapat bau dari sekitar telinga. Anda juga harus memperhatikan apakah terdapat perilaku kucing yang aneh seperti menggaruk telinga berlebihan atau muncul kemerahan di sekitar telinga. Jika ada tanda-tanda tersebut, sebaiknya berkonsultasilah ke dokter hewan untuk memastikan kondisinya. Jika kondisi telinga kucing kesayangan Anda baik-baik saja, Anda bisa mulai membersihkan telinga kucing. Untuk pengalaman yang menyenangkan, ajaklah ia bermain terlebih dahulu. Saat ia nyaman, barulah Anda mulai membersihkan telinga kucing kesayangan. Cara Membersihkan Telinga Kucing Membersihkan telinga kucing mungkin akan memakan waktu sekitar sepuluh menit. Pastikan Anda menyiapkan hal-hal yang diperlukan dan mencari tempat yang nyaman bagi kucing. Berikut cara bersihkan telinga kucing di rumah: 1. Siapkan Alat Pembersih Kuping Kucing Sebelum mulai membersihkan telinga kucing, pastikan Anda sudah menyiapkan alat pembersih kuping kucing terlebih dahulu. Pertama, siapkan cotton-bud dan juga cairan pembersih telinga kucing yang telah diformulasikan khusus. Selanjutnya, siapkan handuk atau selimut yang akan digunakan untuk menyelimuti kucing jika ia berontak. 2. Buat Kucing Nyaman Setelah seluruh peralatan telah siap, mulailah dengan membuat kucing merasa nyaman. Bawa kucing ke pangkuan dengan menggendongnya secara lembut. Gunakan handuk atau selimut untuk memberikan kenyamanan pada kucing saat berada dalam pangkuan. Jika kucing mulai mengeong tidak nyaman atau menatap dengan tatapan bertanya, berilah jeda sebentar untuk bermain dengannya. 3. Periksa Telinga Kucing Setelah kucing merasa nyaman, mulailah untuk memeriksa telinga kucing. Perhatikan dengan seksama apakah ada kondisi yang perlu dikhawatirkan, seperti bintik cokelat, bintik merah, peradangan, atau bahkan kotoran telinga kucing yang menumpuk. Setelah itu, perhatikan apakah ada bau busuk, benjolan atau goresan yang mungkin menjadi pertanda infeksi. Jika tanda-tanda ini terlihat, jangan lanjutkan untuk membersihkan telinga kucing, namun segera hubungi dokter hewan untuk mendapatkan perawatan. 4. Teteskan Cairan Pembersih Telinga Saat telinga kucing tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi, maka Anda bisa mulai membersihkan telinga kucing. Tarik telinga kucing dengan perlahan dan hati—hati. Selanjutnya, teteskan beberapa tetes pembersih telinga, lalu pijat perlahan bagian luar telinga selama setidaknya satu menit, terutama bagian pangkal untuk memastikan cairan pembersih tersebut meresap ke bagian dalam telinga. Biarkan kucing sendiri selama kurang lebih 5 menit. Pada saat ini, kucing kesayangan Anda mungkin akan menggelengkan kepalanya berusaha mengeluarkan cairan tersebut. Namun, tidak perlu khawatir karena cairan tersebut tidak berbahaya untuk kucing. 5. Bersihkan Telinga Kucing Setelah 5 menit, gunakan cotton-buds untuk membersihkan cairan pembersih telinga dan juga kotoran telinga kucing secara perlahan hingga telinga kucing bersih. 6. Berikan hadiah Untuk membuat pengalaman positif baginya, berikan hadiah setelah Anda membersihkan telinga kucing. Anda bisa memberikan cemilan kesukaannya. Hal ini juga bisa menjadi cara untuk memudahkan Anda untuk membersihkan telinga kucing selanjutnya. Kesehatan dan kebersihan kucing adalah tanggung jawab kita, termasuk dengan rutin membersihkan telinga kucing. Membersihkan telinga kucing sebenarnya cukup mudah kok, namun hanya membutuhkan kesabaran dan juga kehati-hatian. Yuk rutin membersihkan kotoran telinga kucing!
Perilaku & Pelatihan
Berbagai Hal Seputar Makanan Kucing Kering
Berbagai Hal Seputar Makanan Kucing Kering
2 mins read
Banyaknya pilihan yang ditawarkan saat memilih makanan kucing memang terasa membingungkan, apalagi dengan banyaknya informasi mengenai perbedaan makanan kucing basah dan kering. Sebelum memberikan makanan kucing kering untuk kucing Anda, ada baiknya Anda memperhatikan ulasan yang ada di artikel ini untuk mempelajari semua hal seputar makanan kucing kering, sehingga Anda dapat memberikan makanan yang sehat sesuai kesukaannya. Hal yang Dibutuhkan Kucing dari Makanannya Sama seperti manusia, kucing juga membutuhkan nutrisi yang dapat menjaga kesehatan tubuhnya. kucing membutuhkan protein hewani sebagai nutrisi terpenting yang menyusun organ dan jaringan. Setiap kucing membutuhkan total 41 mikronutrien esensial dari makanan mereka setiap hari karena tidak dapat diproduksi dalam tubuh dan penting untuk pertumbuhannya. Nutrisi ini bisa mereka dapatkan dari makanan kucing kering maupun basah. Makanan yang Disukai Kucing Setiap kucing menyukai semua makanan yang lezat. Sensitivitas kucing terhadap rasa pahit lebih besar daripada anjing. Selain itu, mereka juga tidak dapat merasakan rasa manis. Tak jarang, banyak sekali kucing pemilih terhadap makanan. Selain rasa, para kucing juga sangat peka terhadap tekstur dan bentuk makanan yang dapat mempengaruhi selera makannya. Terakhir, kucing juga sangat menyukai makanan dengan aroma yang kuat karena kucing memiliki indera penciuman yang luar biasa. Makanan dengan aroma yang kuat, baik itu makanan kucing kering atau basah dapat meningkatkan nafsu makan mereka. Keuntungan Memberikan Makanan Kucing Kering Baik makanan kering kucing atau makanan basah, keduanya sama-sama bisa memberikan nutrisi yang dibutuhkan. Namun, pakan kucing kering dapat memberikan beberapa manfaat sebagai berikut: • Membantu menjaga gigi tetap bersih dan sehat karena teksturnya yang kering dan renyah yang membuatnya harus melatihnya untuk mengunyah. • Makanan kering kucing mudah disimpan setelah dibuka, karena umur simpan yang lebih lama. Untuk menjaga pakan kucing kering tahan lama, pastikan Anda menyimpannya di wadah kedap udara. • Makanan kering kucing tidak cepat rusak seperti makanan basah dan cenderung lebih terjangkau dari segi harga. • Pakan kucing kering hadir dalam varian, seperti PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Salmon atau PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Chicken. • Lebih tahan lama di luar ruangan, terutama saat Anda jarang di rumah. Perbedaan Makanan Kucing Basah dan Kering Baik makanan kucing kering dan basah sama-sama memiliki nutrisi yang dibutuhkan oleh kucing kesayangan Anda. Namun, ada beberapa perbedaan makanan kucing basah dan kering yang bisa menjadi pertimbangan Anda: • Makanan basah mengandung air yang lebih banyak sehingga bisa meningkatkan asupan cairan kucing • Memiliki aroma yang lebih kuat, baik untuk kucing yang lagi tidak enak badan atau kehilangan nafsu makan • Lebih mudah dicerna karena memiliki tekstur yang lembut • Membuat kucing terasa kenyang lebih cepat, baik untuk kucing yang kelebihan berat badan Tips Memilih Makanan Kucing Kering Sebelum memilih makanan kucing kering pastikan Anda mengetahui kebutuhan yang anabul butuhkan. Sebagai panduan, berikut tips memilih makanan kucing kering yang bisa dilakukan: • Pilih makanan kucing kering sesuai dengan usianya • Perhatikan nutrisi dasar yang tertera pada kemasan • Hindari makanan kucing kering yang pengawet buatan • Pastikan Anda memberikan makanan kucing kering sesuai dengan rekomendasi penyajian yang ada di kemasan Nah, itu dia berbagai hal seputar makanan kucing kering dan perbedaan makanan kucing basah dan kering yang dapat menjadi bahan pertimbangan Anda. Pastikan untuk memberikan makanan kucing sesuai dengan usia, kebutuhan, dan kondisi kesehatannya. Cek di sini untuk rekomendasi makanan kucing kering.
Makanan & Nutrisi

Pagination

  • First page
  • Previous page
  • …
  • Halaman 55
  • Halaman 56
  • Halaman 57
  • Halaman 58
  • Halaman 59
  • Halaman 60
  • Halaman 61
  • Halaman 62
  • Halaman 63
  • …
  • Next page
  • Last page
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.