Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content
Panduan Memberi Makanan Kucing Kecil
Panduan Memberi Makanan Kucing Kecil
2 mins read
Anak kucing yang baru lahir memang terlihat menggemaskan, namun mereka membutuhkan perhatian lebih untuk perawatan, baik oleh induknya dan juga oleh kita. Dalam merawat anak kucing yang sehat, tentunya kita perlu memberikan makanan kucing kecil yang baik untuk menunjang pertumbuhannya. Untuk Anda yang sedang merawat kucing kecil, yuk simak panduan memberi makanan kucing kecil berikut ini! Apakah induk hadir? Pertanyaan pertama yang perlu Anda pertimbangkan saat merawat anak kucing yang baru lahir adalah apakah induknya ada. Jika ya, Anda tidak perlu begitu khawatir, karena kebanyakan kucing secara naluriah sudah tau bagaimana cara merawat anak mereka. Biasanya, pada saat bayi, sang induk kucing akan selalu berada di dekat anak kucing dan memberikannya susu sebagai makanan kucing kecil yang penuh dengan nutrisi. Jika ada induk kucing di sekitarnya, tugas Anda hanyalah memberikan tempat yang hangat, aman dan terlindungi untuk mereka. Beda cerita jika Anda menemukan anak kucing yang baru lahir tanpa induknya di sekitar, tentu Anda memiliki tanggung jawab dan tugas yang lebih besar, mulai dari memastikan keamanan dan kenyamanannya, sampai dengan memberikan nutrisi yang tepat. Makanan Kucing Kecil Alaminya, anak kucing yang baru lahir akan disusui oleh induknya selama empat minggu pertama. Susu dari induknya inilah yang akan memberikan semua nutrisi yang mereka butuhkan. Lalu, bagaimana kalau induk kucingnya tidak ada? Pertama, Anda bisa memeriksakan kondisi anak kucing tersebut ke dokter hewan untuk mengetahui kondisi kesehatannya dan mendapatkan rekomendasi kebutuhan makanan kucing kecil sesuai dengan kondisinya. Baca Juga : Makanan Kucing Kecil: Tips dan Panduannya Anda juga bisa membawa anak kucing ke penampungan kucing untuk menemukan induk asuh untuk mendapatkan asupan susu untuk anak kucing tersebut. Jika tidak memungkinkan, Anda bisa mengganti asupan susu tersebut dengan susu khusus anak kucing. Cara Memberi Makan Kucing Kecil Tanpa Induk Pada minggu pertama hingga keempat, anak kucing membutuhkan susu formula pengganti asi. Berikut persiapan yang dibutuhkan untuk memberikan makanan kucing yang masih kecil: • Siapkan susu khusus kucing baru lahir yang disebut kitten milk replacement atau KMR • Sediakan botol susu atau pipet untuk memudahkannya • Gunakan pipet atau spuit alias suntikan tanpa jarum sebagai pengganti dot • Lap katun halus dan hangat • Persiapkan waktu untuk memberi susu secara rutin. Setelah melewati 4 minggu pertama, Anda dapat memberikan PRO PLAN Cat Kitten Makanan Basah Anak Kucing yang mengandung serat inulin untuk mendukung penyerapan nutrisi yang unggul. PRO PLAN Wet Kitten merupakan makanan kucing yang masih kecil yang diformulasi untuk memenuhi kebutuhan anak kucing dari umur 4 minggu – 1 tahun. Makanan kucing kecil yang satu ini mengandung DHA untuk perkembangan otak dan mata, serta antioksidan untuk kekebalan tubuh selama masa pertumbuhan pada anakan kucing. Jika Anda ingin mengkombinasikan makanan untuk kucing kecil basah dan kering, Anda dapat mencobanya saat anak kucing berumur sekitar 6 minggu. FRISKIES Kitten Discoveries dapat menjadi pilihan yang bercita rasa ayam, ikan, sayur-sayuran dan biji-bijian utuh. Makanan kucing kecil kering ini memberikan nutrisi yang seimbang dilengkapi dengan susu & protein untuk support tulang yang kuat. Merawat anak kucing tanpa induknya memang membutuhkan perhatian dan juga kesabaran lebih. Namun, perlahan-lahan, anak kucing tersebut akan tumbuh dengan sangat menggemaskan dan tumbuh menjadi kucing yang sehat dan bahagia karena mendapatkan makanan kucing kecil yang baik. Yuk rawat anak kucing yang lucu-lucu itu agar tetap tumbuh bahagia dan sehat. Untuk cek rekomendasi makanan kucing kecil lainnya, cek di sini.
Makanan & Nutrisi
Makanan Kucing Dewasa dan Hal-hal yang Harus Diperhatikan
Makanan Kucing Dewasa dan Hal-hal yang Harus Diperhatikan
2 mins read
Sama seperti hewan lain, pemberian makanan kepada kucing haruslah diperhatikan dengan baik. Kucing akan kelaparan jika makanan yang diberikan terlalu sedikit. Namun, memberikan makanan terlalu banyak juga akan membuat kucing mengalami berbagai gangguan kesehatan seperti mengalami obesitas. Selain itu, porsi makan dan jam makan setiap kucing juga berbeda tergantung pada usianya. Porsi makanan untuk kucing dewasa tentunya berbeda dengan anak kucing. Untuk mengetahui lebih jelasnya mengenai makanan untuk kucing dewasa, yuk simak artikel berikut! Jam Makan Kucing Dewasa Jam makan kucing dewasa dan kitten memiliki perbedaan. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh beberapa kondisi seperti tingkat keaktifan kucing. Berbeda dengan anak kucing, kucing dewasa pada umumnya sudah tidak seaktif anak kucing. Oleh karena itu, kucing dewasa hanya membutuhkan 1-2 kali makan dalam sehari. Biasanya, jam makan kucing dewasa ada di waktu pagi dan sore hari. Namun tentunya, walaupun hanya makan dua kali sehari, makanan untuk kucing dewasa memiliki porsi yang lebih besar dibandingkan porsi makanan anak kucing. Baca Juga : Panduan untuk Memberikan Makanan Kucing Dewasa Perbedaan Makanan Kucing Kitten dan Dewasa Pada dasarnya, anak kucing dan kucing dewasa membutuhkan nutrisi yang sama, untuk kesehatan mata, gigi, dan lain-lainnya, namun yang membedakannya adalah porsinya. Berikut perbedaan makanan kucing kitten dan dewasa: Anak kucing membutuhkan lebih banyak jumlah nutrisi, vitamin, dan kalori dibandingkan dengan kucing dewasa. Terdapat beberapa vitamin yang perlu terpenuhi dalam kandungan makanan kucing. Kucing membutuhkan vitamin A untuk kesehatan penglihatannya, vitamin E+C serta kalsium untuk kesehatan tulang dan giginya, Omega 3 dan 6 untuk kesehatan rambutnya, serta fosfor untuk menjaga otot dan tulang kucing sehingga keaktifannya terjaga. Nah, ketika beranjak dewasa, anak kucing dapat dilatih untuk beralih mengkonsumsi makanan kucing dewasa, karena kucing dewasa membutuhkan nutrisi yang berbeda dari anak kucing. Penting bagi Anda untuk memperhatikan kebutuhan khususnya dan disesuaikan dengan jenis makanannya. Makanan kucing dewasa tersedia dengan lebih banyak jenis dan kebutuhan sesuai dengan kondisi kesehatannya, seperti Makanan Kering Kucing Dewasa Purina ONE® Urinary Care with Chicken untuk kesehatan saluran kencingnya atau PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Fussy & Beauty Salmon untuk menjaga kilau rambut kucing. Makanan kucing dewasa sebaiknya mengandung protein dan kalori yang seimbang dan antioksidan yang terbukti secara ilmiah untuk pertahanan tubuh kucing dewasa. Bolehkah Kucing Dewasa Makan Makanan Kitten? Setelah mengetahui perbedaan makanan kucing dewasa dengan kitten serta perbedaan kebutuhan nutrisinya, selanjutnya bolehkah kucing dewasa makan makanan kitten? Makanan kitten memiliki tekstur yang lebih cair dan lembek yang akan mempengaruhi kesehatan gigitan kucing dewasa. Kucing dewasa juga lebih rentan untuk mengalami gangguan pada sistem pencernaan dan saluran kemihnya. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memberikan asupan yang sesuai dengan usia kucing Anda. Kebutuhan akan nutrisi setiap kucing berbeda-beda, maka dari itu penting untuk memberikan makanan kucing sesuai dengan kebutuhan, kondisi dan juga usianya. Pastikan untuk memberikan makanan kucing sesuai dengan usianya dan anjuran yang tertera pada produk. Cek berbagai rekomendasi makanan kucing dewasa yang bisa kucing kesayangan Anda coba.
Makanan & Nutrisi
Kucing Cacingan: Kenali Hal Berikut
Kucing Cacingan: Kenali Hal Berikut
2 mins read
Cacing pita adalah parasit yang sering menyerang kucing dan biasanya menetap di dalam usus kucing. Mereka berkembang biak dengan menempelkan diri ke usus dan memecah menjadi serangkaian segmen yang berisi telur, yang kemudian dikeluarkan bersama feses. Meskipun kucing cacingan sangat mengganggu, namun pada umumnya penyakit ini mudah diobati, terutama jika Anda mengetahui penyebaran cacing pita pada kucing pada tahap awal sehingga dapat mengatasinya lebih dini. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kucing cacingan, yuk simak artikel berikut! Penyebab Cacing Pita pada Kucing Kucing cacingan adalah masalah umum. Penyebab cacing pita pada kucing yang pertama dan yang paling sering terjadi adalah saat kucing tidak sengaja memakan larva cacing pita. Biasanya, larva cacing pita ini seringkali ditemukan pada kutu. Nah, jika kucing kesayangan Anda menelan kutu yang memiliki larva cacing pita, otomatis larva cacing pita tersebut akan tumbuh pada kucing Anda. Penyebab cacing pita pada kucing lainnya adalah saat kucing kesayangan Anda tanpa sengaja memakan makanan ataupun menelan sesuatu yang mengandung larva cacing. Baca Juga : Kucing Cacingan, Apa yang Harus Pet Lovers Lakukan? Bentuk Cacing Pita pada Kucing Cacing pita adalah cacing pipih panjang yang dapat bervariasi panjangnya. Cacing pita kucing memiliki tubuh dan kepala yang tersegmentasi dengan pengisap dan kait untuk membantu mereka menempel pada usus yang tidak mungkin terlihat oleh kita. Begitu cacing pita mulai tumbuh, segmen tubuh mereka memisahkan diri dari tubuh utama cacing. Segmen ini sering ditemukan di belakang ekor kucing Anda atau di kotoran kucing kesayangan Anda yang bentuknya seperti butiran beras kecil. Jika Anda melihat tanda-tanda ini di sekitaran kucing Anda, segeralah membawanya ke dokter hewan untuk melakukan pengecekan. Gejala Kucing Cacingan Ada beberapa gejala kucing cacingan atau adanya cacing pita pada kucing. Untuk mengetahuinya, perhatikan beberapa hal berikut: • Ada butiran putih kecil pada kotoran kucing • Sering menjilati anusnya • Sering menggigit atau menggaruk bagian anusnya • Sering menyeret pantatnya untuk menggaruk-garuk • Adanya penurunan berat badan yang signifikan walaupun nafsu makannya tinggi • Kondisi rambut yang kusam dari biasanya Jika Anda melihat salah satu dari tanda-tanda ini, penting untuk membawa kucing Anda ke dokter hewan sesegera mungkin. Jika diperhatikan sejak dini, cacing pita kucing mudah diobati dan dibasmi. Cara Mengobati Kucing Cacingan Untuk mengobati cacing pita kucing, pastikan Anda membawa kucing kesayangan Anda ke dokter hewan terpercaya untuk mendapatkan obat yang tepat. Biasanya, dokter hewan akan mengecek kondisi kucing kesayangan Anda terlebih dahulu sebelum mendiagnosisnya. Setelah mendapatkan penanganan dari dokter, pastikan untuk memberikan makanan yang tepat dan bergizi untuk kucing kesayangan Anda. Cek rekomendasi makanan untuk kucing di sini. Cara Mencegah Kucing Cacingan Dari usia enam minggu, anak kucing dapat menjalani perawatan pencegahan bulanan terhadap cacing pita. Setelah enam bulan, mereka dapat menjalani perawatan ini setiap tiga bulan. Kucing dewasa dapat menjalani perawatan pencegahan ini setiap dua hingga enam bulan, tergantung pada kebutuhan mereka. Untuk memberikan pencegahan yang tepat, pastikan Anda sudah berkonsultasi dengan dokter hewan terlebih dahulu. Nah, itu dia berbagai hal mengenai penyebab kucing cacingan dan cara penanganan cacing pita pada kucing. Dengan memperhatikan tanda-tanda cacing pita kucing, kita bisa membantu kucing kesayangan Anda untuk mendapatkan penanganan lebih awal.
Perilaku & Pelatihan
Cara Menghilangkan Kutu Pada Kucing
Cara Menghilangkan Kutu pada Kucing
2 mins read
Jika kucing Anda mengalami tanda-tanda sering menggaruk, rambut rontok berlebihan bahkan sampai botak, iritasi, gusi menjadi pucat dan ada bintik hitam pada kasur atau rambutnya, bisa jadi karena adanya kutu pada kucing Anda. Kutu pada kucing adalah hal yang sering ditemukan dan wajar terjadi terutama untuk kucing yang sering bermain di luar rumah. Jika ini terjadi, jangan panik, karena ada berbagai cara menghilangkan kutu pada kucing yang bisa dilakukan di rumah. Gunakan Obat-Obat yang Menghilangkan Kutu Kucing Hal pertama yang bisa dilakukan sebagai cara menghilangkan kutu pada kucing adalah dengan membawa kucing ke dokter hewan terdekat. Biasanya, dokter hewan akan segera mengecek kondisi kucing kesayangan Anda untuk dapat memberikan obat atau penanganan yang tepat. Setelah diperiksa oleh dokter, biasanya dokter akan memberikan obat-obatan perawatan kucing untuk menghilangkan kutu kucing. Biasanya, cara menghilangkan kutu pada kucing adalah dengan menggunakan perawatan kucing seperti spot on treatment, obat minum, ataupun mandi dengan shampoo anti kutu. Cara penggunaan obat kutu kucing tersebut biasanya berbeda-beda. Untuk lebih lanjutnya, dokter akan memberikan panduan yang bisa dilakukan di rumah. Jika ragu, Anda juga bisa meminta tolong kepada dokter hewan untuk mengaplikasikan obat tetes kucing untuk kucing kesayangan Anda. Perawatan Kucing untuk Menghilangkan Kutu Pada Kucing Biasanya, cara menggunakan perawatan kucing tetes kutu ini adalah dengan meneteskannya ke kulit belakang tengkuknya. Setelah digunakan, obat tetes kucing ini akan melindungi tubuhnya selama 28 hari ke depan. Jika Anda merasa kucing memiliki kutu, Anda juga bisa mengeceknya dengan menggunakan sisir kutu untuk mendeteksi adanya kutu atau tidak. Jika Anda memiliki lebih dari satu kucing di rumah, penting juga untuk segera memisahkan kucing tersebut dengan yang lainnya untuk menghindari penularan kutu kucing. Menghilangkan Kutu Kucing Pada Barang-Barang di Rumah Cara menghilangkan kutu pada kucing selanjutnya yang juga penting dilakukan adalah menghilangkan kutu pada kucing pada barang-barang di rumah. Tak hanya pada tubuh kucing, kita juga perlu menghilangkan kutu kucing pada barang-barang di rumah karena kutu dan telur-telurnya bisa jadi masih ada pada perabotan di rumah. Menghilangkan kutu kucing pada perabotan di rumah juga menjadi salah satu cara untuk menghindari perkembangan telur kutu dan menularkannya kembali pada kucing atau bahkan manusia. Untuk menghilangkan kutu pada perabotan di rumah, cucilah barang-barang yang bisa dicuci, seperti sarung bantal, sarung sofa dan juga yang lainnya. Selain itu, Anda bisa menggunakan semprotan anti kutu dan menyemprotkannya ke seluruh perabotan di rumah, termasuk juga karpet sebelum divakum. Jika Anda mendeteksi adanya kutu pada kucing di rumah, segera cek kondisinya ke dokter untuk segera melakukan cara menghilangkan kutu pada kucing. Dengan perawatan yang tepat, kutu pada kucing bisa hilang dengan waktu yang cepat. Dalam menghilangkan kutu kucing, pastikan untuk menjaga kebersihan di rumah agar ia tidak menyebar ke bagian lain di rumah atau bahkan menularkannya ke manusia.
Kesehatan
Cara Membersihkan Telinga Kucing
Manfaat dan Cara Membersihkan Telinga Kucing
3 mins read
Penumpukan kotoran telinga kucing yang dibiarkan akan menimbulkan infeksi serius pada kucing dan akan mengganggu kesehatannya. Sebagai pecinta kucing, kita harus membersihkan kotoran telinga kucing untuk membuatnya tetap nyaman. Lalu, bagaimana cara membersihkan telinga kucing yang aman dan membersihkan telinga kucing pakai apa, ya? Yuk simak artikel berikut! Manfaat Membersihkan Telinga Kucing Sebelum kita membahas tentang cara membersihkan telinga kucing, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu manfaat membersihkan telinga kucing. Rutin membersihkan telinga kucing tentunya dapat membuat kucing bersih dan terjaga kesehatannya. Tidak hanya itu, membersihkan kotoran telinga kucing juga bisa mencegah terjadinya infeksi telinga dan masalah kesehatan lainnya. Rutin membersihkan kotoran telinga kucing akan membantu kita mengetahui lebih awal jika adanya tungau telinga atau infeksi lain yang mungkin terjadi pada kucing kesayangan. Hal Yang Perlu Diperhatikan dalam Membersihkan Telinga Kucing Sebelum membersihkan telinga kucing, terdapat beberapa hal penting yang perlu diketahui. Saat ingin membersihkan telinga kucing, perhatikan tanda-tanda infeksi telinga seperti apakah terdapat darah, nanah, atau terdapat bau dari sekitar telinga. Anda juga harus memperhatikan apakah terdapat perilaku kucing yang aneh seperti menggaruk telinga berlebihan atau muncul kemerahan di sekitar telinga. Jika ada tanda-tanda tersebut, sebaiknya berkonsultasilah ke dokter hewan untuk memastikan kondisinya. Jika kondisi telinga kucing kesayangan Anda baik-baik saja, Anda bisa mulai membersihkan telinga kucing. Untuk pengalaman yang menyenangkan, ajaklah ia bermain terlebih dahulu. Saat ia nyaman, barulah Anda mulai membersihkan telinga kucing kesayangan. Cara Membersihkan Telinga Kucing Membersihkan telinga kucing mungkin akan memakan waktu sekitar sepuluh menit. Pastikan Anda menyiapkan hal-hal yang diperlukan dan mencari tempat yang nyaman bagi kucing. Berikut cara bersihkan telinga kucing di rumah: 1. Siapkan Alat Pembersih Kuping Kucing Sebelum mulai membersihkan telinga kucing, pastikan Anda sudah menyiapkan alat pembersih kuping kucing terlebih dahulu. Pertama, siapkan cotton-bud dan juga cairan pembersih telinga kucing yang telah diformulasikan khusus. Selanjutnya, siapkan handuk atau selimut yang akan digunakan untuk menyelimuti kucing jika ia berontak. 2. Buat Kucing Nyaman Setelah seluruh peralatan telah siap, mulailah dengan membuat kucing merasa nyaman. Bawa kucing ke pangkuan dengan menggendongnya secara lembut. Gunakan handuk atau selimut untuk memberikan kenyamanan pada kucing saat berada dalam pangkuan. Jika kucing mulai mengeong tidak nyaman atau menatap dengan tatapan bertanya, berilah jeda sebentar untuk bermain dengannya. 3. Periksa Telinga Kucing Setelah kucing merasa nyaman, mulailah untuk memeriksa telinga kucing. Perhatikan dengan seksama apakah ada kondisi yang perlu dikhawatirkan, seperti bintik cokelat, bintik merah, peradangan, atau bahkan kotoran telinga kucing yang menumpuk. Setelah itu, perhatikan apakah ada bau busuk, benjolan atau goresan yang mungkin menjadi pertanda infeksi. Jika tanda-tanda ini terlihat, jangan lanjutkan untuk membersihkan telinga kucing, namun segera hubungi dokter hewan untuk mendapatkan perawatan. 4. Teteskan Cairan Pembersih Telinga Saat telinga kucing tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi, maka Anda bisa mulai membersihkan telinga kucing. Tarik telinga kucing dengan perlahan dan hati—hati. Selanjutnya, teteskan beberapa tetes pembersih telinga, lalu pijat perlahan bagian luar telinga selama setidaknya satu menit, terutama bagian pangkal untuk memastikan cairan pembersih tersebut meresap ke bagian dalam telinga. Biarkan kucing sendiri selama kurang lebih 5 menit. Pada saat ini, kucing kesayangan Anda mungkin akan menggelengkan kepalanya berusaha mengeluarkan cairan tersebut. Namun, tidak perlu khawatir karena cairan tersebut tidak berbahaya untuk kucing. 5. Bersihkan Telinga Kucing Setelah 5 menit, gunakan cotton-buds untuk membersihkan cairan pembersih telinga dan juga kotoran telinga kucing secara perlahan hingga telinga kucing bersih. 6. Berikan hadiah Untuk membuat pengalaman positif baginya, berikan hadiah setelah Anda membersihkan telinga kucing. Anda bisa memberikan cemilan kesukaannya. Hal ini juga bisa menjadi cara untuk memudahkan Anda untuk membersihkan telinga kucing selanjutnya. Kesehatan dan kebersihan kucing adalah tanggung jawab kita, termasuk dengan rutin membersihkan telinga kucing. Membersihkan telinga kucing sebenarnya cukup mudah kok, namun hanya membutuhkan kesabaran dan juga kehati-hatian. Yuk rutin membersihkan kotoran telinga kucing!
Perilaku & Pelatihan
Berbagai Hal Seputar Makanan Kucing Kering
Berbagai Hal Seputar Makanan Kucing Kering
2 mins read
Banyaknya pilihan yang ditawarkan saat memilih makanan kucing memang terasa membingungkan, apalagi dengan banyaknya informasi mengenai perbedaan makanan kucing basah dan kering. Sebelum memberikan makanan kucing kering untuk kucing Anda, ada baiknya Anda memperhatikan ulasan yang ada di artikel ini untuk mempelajari semua hal seputar makanan kucing kering, sehingga Anda dapat memberikan makanan yang sehat sesuai kesukaannya. Hal yang Dibutuhkan Kucing dari Makanannya Sama seperti manusia, kucing juga membutuhkan nutrisi yang dapat menjaga kesehatan tubuhnya. kucing membutuhkan protein hewani sebagai nutrisi terpenting yang menyusun organ dan jaringan. Setiap kucing membutuhkan total 41 mikronutrien esensial dari makanan mereka setiap hari karena tidak dapat diproduksi dalam tubuh dan penting untuk pertumbuhannya. Nutrisi ini bisa mereka dapatkan dari makanan kucing kering maupun basah. Makanan yang Disukai Kucing Setiap kucing menyukai semua makanan yang lezat. Sensitivitas kucing terhadap rasa pahit lebih besar daripada anjing. Selain itu, mereka juga tidak dapat merasakan rasa manis. Tak jarang, banyak sekali kucing pemilih terhadap makanan. Selain rasa, para kucing juga sangat peka terhadap tekstur dan bentuk makanan yang dapat mempengaruhi selera makannya. Terakhir, kucing juga sangat menyukai makanan dengan aroma yang kuat karena kucing memiliki indera penciuman yang luar biasa. Makanan dengan aroma yang kuat, baik itu makanan kucing kering atau basah dapat meningkatkan nafsu makan mereka. Keuntungan Memberikan Makanan Kucing Kering Baik makanan kering kucing atau makanan basah, keduanya sama-sama bisa memberikan nutrisi yang dibutuhkan. Namun, pakan kucing kering dapat memberikan beberapa manfaat sebagai berikut: • Membantu menjaga gigi tetap bersih dan sehat karena teksturnya yang kering dan renyah yang membuatnya harus melatihnya untuk mengunyah. • Makanan kering kucing mudah disimpan setelah dibuka, karena umur simpan yang lebih lama. Untuk menjaga pakan kucing kering tahan lama, pastikan Anda menyimpannya di wadah kedap udara. • Makanan kering kucing tidak cepat rusak seperti makanan basah dan cenderung lebih terjangkau dari segi harga. • Pakan kucing kering hadir dalam varian, seperti PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Salmon atau PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Chicken. • Lebih tahan lama di luar ruangan, terutama saat Anda jarang di rumah. Perbedaan Makanan Kucing Basah dan Kering Baik makanan kucing kering dan basah sama-sama memiliki nutrisi yang dibutuhkan oleh kucing kesayangan Anda. Namun, ada beberapa perbedaan makanan kucing basah dan kering yang bisa menjadi pertimbangan Anda: • Makanan basah mengandung air yang lebih banyak sehingga bisa meningkatkan asupan cairan kucing • Memiliki aroma yang lebih kuat, baik untuk kucing yang lagi tidak enak badan atau kehilangan nafsu makan • Lebih mudah dicerna karena memiliki tekstur yang lembut • Membuat kucing terasa kenyang lebih cepat, baik untuk kucing yang kelebihan berat badan Tips Memilih Makanan Kucing Kering Sebelum memilih makanan kucing kering pastikan Anda mengetahui kebutuhan yang anabul butuhkan. Sebagai panduan, berikut tips memilih makanan kucing kering yang bisa dilakukan: • Pilih makanan kucing kering sesuai dengan usianya • Perhatikan nutrisi dasar yang tertera pada kemasan • Hindari makanan kucing kering yang pengawet buatan • Pastikan Anda memberikan makanan kucing kering sesuai dengan rekomendasi penyajian yang ada di kemasan Nah, itu dia berbagai hal seputar makanan kucing kering dan perbedaan makanan kucing basah dan kering yang dapat menjadi bahan pertimbangan Anda. Pastikan untuk memberikan makanan kucing sesuai dengan usia, kebutuhan, dan kondisi kesehatannya. Cek di sini untuk rekomendasi makanan kucing kering.
Makanan & Nutrisi
Kucing Tidak Mau Makan Begini Solusinya!
Kucing Tidak Mau Makan? Begini Solusinya!
2 mins read
Umumnya, setiap kucing menyukai momen waktu makannya, terlebih lagi saat Anda memberikan makanan favoritnya. Tapi, ada kalanya juga kucing kesayangan Anda mendadak tidak mau makan, atau terlihat lemas. Ada banyak penyebab kucing tidak mau makan, mulai dari karakter pribadinya, jenis makanan yang diberikan, hingga kondisi kesehatannya. Untuk mengetahui alasan mengapa kucing tidak mau makan dan bagaimana cara mengatasi kucing tidak mau makan, yuk simak informasi berikut! Kucing sosialis dan kucing individualis Jika Anda memiliki beberapa kucing dan memberikan makanan kucing dalam wadah yang sama, cobalah untuk menyajikan makanan mereka di wadah yang terpisah. Berbagi wadah makanan dengan kucing lain bisa menjadi salah satu alasan kucing tidak mau makan, apalagi jika salah satu kucing lebih agresif dibandingkan yang lainnya. Pergunakan mangkok makan berbahan keramik atau stainless steel Mangkok makanan yang berbahan plastik dapat mempengaruhi aroma makanan kucing, oleh karena itu disarankan menggunakan mangkok makan berbahan keramik atau stainless steel. Atur jadwal makan Sebagai pemilik kucing, kita selalu ingin memastikan bahwa kucing kesayangan kita mendapatkan asupan yang cukup dan mendapatkan makanan yang cukup dengan cara memberikan makanan berlebih di wadahnya. Baca Juga : Kucing Tidak Mau Makan: Penyebab dan Cara Mengatasinya Padahal, sisa makanan ini justru bisa menjadi sumber snack tambahan di sela-sela waktu yang membuatnya menjadi tidak terlalu lapar di waktu makan dan menjadikan jadwal makannya berantakan. Untuk mengatasinya, cobalah untuk memberikan porsi makan yang sesuai dan berikan di jam makan yang teratur. Dengan begini, ia akan menjadi lebih antusias dan merasa lapar di setiap waktu makan. Memberikan porsi makan yang pas untuk setiap waktu juga bisa meminimalisir makanan tersedia dan memastikan ia selalu mendapatkan makanan yang segar setiap waktunya. Makanan untuk kucing tidak mau makan Jika sudah coba mengganti mangkok makanannya dan menentukan jadwal makan namun kucing tidak mau makan juga, Anda bisa memberikan kombinasi makanan kering dan makanan basah, dimana makanan untuk kucing tidak mau makan sebaiknya memiliki aroma dan rasa tang kuat yang disediakan oleh makanan basah. Selain itu tekstur yang lunak dan lembut juga bisa menambah nafsu makan kucing. Cek rekomendasi makanan basah kucing dari Purina di sini. Kucing tidak mau makan dan lemas Memang ada banyak alasan kucing tidak mau makan, dan sebagian besar tidak perlu membuat Anda khawatir. Namun, jika tetap ada kucing tidak mau makan dan lemas, hal ini merupakan kondisi yang perlu diperhatikan. Kucing yang tiba-tiba lemas dan tidak mau makan bisa menjadi salah satu indikasi adanya penyakit, mulai dari sakit gigi sampai penyakit serius. Jika kucing tidak mau makan dan lemas, segeralah berkonsultasi ke dokter. Selain penyakit kesehatan, salah satu alasan kucing tidak mau makan dan lemas adalah stres, bisa karena lingkungan yang tidak nyaman, dan sedang menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru. Untuk kucing yang stres juga sangat disarankan untuk berkonsultasi ke dokter, dan cobalah membuatnya nyaman di lingkungan tersebut dengan rutin melakukan bonding time seperti bermain bersama. Nah, itu tadi informasi mengenai kucing tidak mau makan. Jika hal ini terus berlanjut, segera konsultasikan masalah tersebut dengan dokter hewan agar mencegah kondisi yang lebih parah dan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Perilaku & Pelatihan
Jenis Makanan Kucing yang Perlu Diketahui
Jenis Makanan Kucing yang Perlu Diketahui
2 mins read
Jenis makanan kucing ada berbagai macam, mulai dari berdasarkan teksturnya, jenis dagingnya, manfaatnya, sampai dengan usia dan kondisi kesehatannya. Banyak pemilik kucing yang masih bingung memilih jenis makanan kucing. Agar tidak bingung, yuk simak ulasan jenis jenis makanan kucing yang dapat membantu Anda menentukan pilihan berikut ini! Macam makanan kucing berdasarkan teksturnya Berdasarkan teksturnya, jenis makanan kucing ada tiga, yaitu makanan basah, semi masah, dan makanan kering. Jenis makanan kucing ini tentunya dipengaruhi dengan kandungan air di dalamnya; makanan kering biasanya mengandung 6-10%, semi basah mengandung 35% air dan makanan basah mengandung hingga 80% kadar air. Biasanya, makanan kering disediakan dalam potongan kecil yang mudah dikonsumsi oleh kucing. Makanan kering menjadi makanan yang praktis karena mudah disajikan dan dapat bertahan lama di ruangan. Beda halnya dengan makanan semi basah dan makanan basah, dibandingkan dengan makanan kering, jenis makanan kucing yang satu ini disarankan untuk sekali penyajian saja. Jika terlalu lama ditinggalkan di ruangan, ia mudah basi. Jenis makanan kucing sesuai umur Jenis makanan kucing selanjutnya juga dibedakan sesuai dengan umur, mengingat kebutuhan dan perkembangan pada tahapan usia tertentu membutuhkan nutrisi yang berbeda-beda juga. Anak kucing membutuhkan asupan nutrisi yang dapat mengoptimalkan daya tahan tubuh dan mendukung pertumbuhannya, seperti kandungan kolostrum dan juga DHA. Selain itu, anak kucing juga membutuhkan jenis makanan kucing yang dapat memudahkannya untuk mengunyah, seperti PRO PLAN Cat Kitten Makanan Basah Anak Kucing Salmon . Begitu pula dengan kucing dewasa, kucing senior dan juga kucing hamil atau kucing menyusui. Semuanya membutuhkan nutrisi yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pastikan untuk memberikan makanan kucing sesuai dengan usianya, ya! Baca juga : Jenis Makanan Kucing yang Penting Diberikan untuk Kucing Jenis makanan kucing sesuai kebutuhannya Setiap kucing memiliki kondisi dan kebutuhannya masing-masing, ada kucing rumahan, ada kucing dengan pencernaan sensitif, kucing yang disteril, dan kondisi kesehatan lainnya. Berbagai kondisi tersebut tentunya mempengaruhi kebutuhan jenis makanan kucing, contohnya, kucing rumahan, biasanya ia membutuhkan makanan dengan rendah kalori dan formula yang dapat mengurangi hairball seperti PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Indoor Hairball Control Chicken . Sedangkan, untuk kucing yang disteril, ia membutuhkan perhatian lebih akan berat badannya, oleh karena itu ia membutuhkan L-Carnitine untuk membantu membakar lemak yang digunakan sebagai sumber energi. Salah satu jenis makanan kucing yang sudah disteril adalah PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Sterilised Weight Loss Salmon Tuna yang tidak hanya bisa menjaga berat badan, namun juga menjaga kesehatan ginjal. Snack kucing Yes, kucing juga suka snack lho, apalagi snack yang renyah dan kaya rasa. Snack adalah jenis makanan kucing yang diberikan sebagai selingan makanan utamanya dan sebagai penambah nutrisi hariannya. Tak jarang, pemilik kucing memilih snack yang memiliki manfaat ekstra, misal snack yang juga dapat menjaga kesehatan gigi. Nah, itu dia penjelasan singkat mengenai jenis jenis makanan kucing yang perlu diketahui. Anda bisa memberikan makanan yang disukai kucing dari Purina. Ingin tahu apa saja jenis makanan kucing sesuai umur dan jenis makanan kucing lainnya? Cek di sini, ya!
Kebutuhan Anak Kucing
Pentingnya Perawatan Kucing Setelah Steril
Pentingnya Perawatan Kucing Setelah Steril
2 mins read
Pernah lihat kucing dengan sayatan pada bagian telinganya? Hal ini merupakan salah satu tanda bahwa kucing tersebut sudah disteril. Pertanyaannya, apa sih steril kucing itu? Apa manfaatnya dan apa saja yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan steril kucing? Yuk, cari tahu di artikel berikut ini! Apa itu steril kucing? Steril kucing adalah proses pembedahan pada bagian organ reproduksi untuk menghentikan perkembangbiakan secara permanen. Steril kucing ini merupakan termasuk operasi bedah yang bisa dilakukan pada kucing jantan dan juga kucing betina. Untuk sterilisasi kucing betina termasuk dengan pengangkatan rahim dan ovarium yang menyebabkan prosesnya sedikit lebih rumit dibandingkan kucing jantan. Manfaat steril kucing Melihat tingginya perkembangan populasi kucing, banyak pencinta kucing, yang memutuskan untuk melakukan steril kucing. Beberapa manfaat steril kucing di antaranya sebagai berikut: • Mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, terutama untuk kucing peliharaan yang dibebaskan dan sering bergaul dengan kucing liar. • Mencegah perilaku tertentu pada kucing jantan. Biasanya, saat masa birahi, kucing jantan cenderung suka berkeliaran, berkelahi dan juga memberikan penandaan aroma yang intens. • Mencegah beberapa penyakit tertentu, seperti kanker testis, tumor, leukimia dan lain-lain. Hal yang perlu diperhatikan sebelum steril kucing Steril kucing umumnya dilakukan setelah ia berumur 6 bulan. Sebelum dilakukan steril, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan kesehatan pada kucing untuk menentukan apakah proses steril kucing bisa dilakukan atau tidak. Baca juga : Berbagai Hal Tentang Steril Kucing yang Perlu Diketahui Jika ia sudah lolos pemeriksaan, kucing diharuskan berpuasa makanan dari 10-12 jam sebelumnya untuk meminimalisir potensi komplikasi. Karena proses steril kucing jantan lebih sederhana, biasanya kucing jantan bisa segera pulang ke rumah beberapa jam setelah operasi, atau paling tidak rawat inap satu hari, sedangkan kucing betina harus rawat inap selama beberapa hari. Perubahan yang terjadi setelah steril kucing Saat masa birahi, biasanya kucing jantan seringkali berkeliaran dan juga pergi dari rumah. Setelah disteril, kucing jantan menjadi lebih jinak sehingga keinginan untuk berkeliaran dan berkelahi dengan kucing lain menjadi berkurang. Justru, ia menjadi lebih penyayang dengan kucing lain, baik jantan dan juga betina. Biaya steril kucing Biaya steril kucing berbeda-beda, tergantung tempat, jenis kelamin dan juga rasnya, biaya steril kucing lokal biasanya lebih terjangkau dibandingkan kucing ras. Untuk biaya steril kucing sendiri beragam, sesuai dengan klinik yang melaksanakannya, untuk itu, kalian bisa bertanya estimasi biaya ke klinik hewan terdekat. Perawatan kucing setelah steril Setelah kucing kesayangan Anda kembali ke rumah, berikut beberapa perawatan yang bisa Anda lakukan: • Tempatkan kucing di dalam kandang, minimalisir mengajak bermain / lari-larian agar jahitan atau lukanya cepat kering. • Berikan minuman obat atau oles yang telah diresepkan dokter. • Konsultasikan dengan dokter hewan kapan kucing yang sudah di steril boleh mandi. • Berikan minimal 2 jam setelah operasi dan makan 4 jam setelah operasi • Ganti makanan kucing dengan makanan khusus kucing yang sudah disteril untuk membantu kesehatan dan juga menjaga berat badannya. Steril kucing sekarang ini tidak hanya dilakukan oleh pemilik kucing kepada kucing peliharaannya, tapi banyak juga pencinta hewan melakukan program steril kucing gratis atau steril kucing massal untuk kucing liar demi meminimalisir populasi kucing yang tidak terkendali. Untuk kucing yang sudah disteril, sebaiknya segera ganti makanannya dengan makanan yang sudah diformulasikan untuk kucing disteril seperti PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Sterilised Weight Loss Salmon Tuna yang bisa menjaga kesehatan ginjal, menjaga berat badan dan juga untuk metabolisme yang baik.
Perilaku & Pelatihan
/artikel/kucing/pemberian-makan/snack-kucing
Snack Kucing untuk Nutrisi Tambahan Kucing Kesayangan
2 mins read
Selain makanan utama, kucing juga menyukai waktu snack, lho. Pertanyaannya, apakah semua makanan bisa dijadikan snack untuk kucing? Lalu, apa saja hal yang perlu diperhatikan sebelum memberikan snack pada kucing? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini! Makanan manusia sebagai snack kucing Saat makan, tanpa sadar sering kali kita memberikan potongan makanan tersebut untuk anabul kesayangan. Memang, potongan makanan tersebut berasal dari potongan salmon, atau potongan daging ayam. Tapi, makanan manusia pada dasarnya mengandung kalori dan garam yang tinggi dan tidak memiliki nutrisi yang dibutuhkan untuk kucing. Memberikan makanan manusia sebagai snack justru bisa meningkatkan risiko sakit perut, apalagi terdapat beberapa makanan beracun untuk kucing, seperti bawang putih dan bawang bombay. Oleh karena itu, hindari memberikan makanan manusia untuk kucing kesayangan Anda. Porsi harian snack atau treats untuk kucing Camilan untuk kucing pada dasarnya digunakan sebagai selingan dari makanan utamanya. Memberikan cemilan kucing tentunya mempengaruhi porsi makanan utamanya. Jika Anda memberikan snack, pastikan Anda mengurangi jumlah kalori dalam makanan utamanya. Selain itu, pastikan juga tidak memberikan treats lebih dari 10% jumlah kalori hariannya. Baca juga : Snack Kucing Terbaik: Panduan, Tips dan Rekomendasi Apakah susu termasuk treats untuk kucing? Memberikan susu untuk kucing bukanlah hal yang asing. Tapi sebenarnya, kandungan laktosa pada susu tidak bersahabat bagi sistem pencernaan kucing. Makanya, tidak jarang banyak kucing mengalami diare setelah minum susu sapi. Jika Anda ingin memberikan susu, pilihlah susu khusus kucing yang mengandung rendah laktosa dan mengandung kalori. Susu sendiri juga bukan merupakan pengganti air putih. Meski ia minum susu, kucing Anda juga perlu minum air putih yang cukup. Justru, jika Anda memberikan susu, Anda perlu menyesuaikan asupan kalori hariannya dari sumber makanan yang lain. Cemilan kucing sebagai bagian dari latihan dan rutinitas Treats untuk kucing bisa menjadi bentuk hadiah untuk kucing kesayangan Anda setelah melakukan aktivitas atau rutinitas tertentu, baik habis mandi atau bahkan potong kuku. Memberikan cemilan setelah rutinitas akan membantu kucing lebih cepat terbiasa dengan kegiatan tersebut. Mengatasi kucing yang sering meminta makanan Mendengarkan kucing rewel minta makanan saat kita sedang makan adalah hal yang mengganggu, terutama jika ia sampai naik-naik ke meja makan. Untuk hal ini, penting untuk melatih sang kucing sedini mungkin mengenai perbedaan makanan dengan beberapa cara berikut: • Abaikan kucing saat Anda sedang makan • Hindari memberikan sisa makanan Anda pada kucing agar ia tidak tergoda akan makanan manusia • Selalu bersihkan sisa makanan di meja agar ia tidak mencoba mencium atau mencicipi makanan tersebut • Berikan ia makan dengan piring khusus. Jika Anda berbagi piring, bisa jadi kucing kesayangan Anda mengira makanan yang tersisa di piring tersebut adalah makanan untuknya juga. • Jauhkan kucing dari dapur saat Anda masak Tips memberikan treats untuk kucing: • Anak kucing tidak membutuhkan snack kucing • Pastikan Anda menyediakan air minum di sekitarnya • Ingat untuk mengurangi porsi makan utamanya jika Anda memberikan snack • Pilih snack dengan nutrisi yang seimbang Nah, itu dia beberapa panduan untuk memberikan treats untuk kucing. Ada banyak rekomendasi snack kucing yang bagus, salah satunya Party Mix makanan kucing yang menawarkan beragam varian. Cek berbagai rekomendasi snack kucing di sini!
Makanan & Nutrisi

Pagination

  • First page
  • Previous page
  • …
  • Halaman 55
  • Halaman 56
  • Halaman 57
  • Halaman 58
  • Halaman 59
  • Halaman 60
  • Halaman 61
  • Halaman 62
  • Halaman 63
  • …
  • Next page
  • Last page
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.