Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content
Makanan Kucing Hamil
Makanan Kucing Hamil
2 mins read
Kucing Anda sedang hamil? Yeay! Rasanya pasti tidak sabar menunggu anak-anak kucing yang lucu-lucu dan menggemaskan itu. Tapi, perlu diperhatikan bahwa kucing hamil membutuhkan penanganan dan nutrisi lebih. Selain membutuhkan kenyamanan dan perhatian, ia juga perlu mendapatkan makanan kucing hamil yang dapat menunjang kesehatan dan persiapan kelahiran anak-anaknya. Jika Anda bingung saat memilih makanan kucing hamil, berikut beberapa tips yang bisa membantu Anda dalam memberikan nutrisi untuk kucing hamil. Makanan Anak Kucing Sebagai Makanan Kucing Hamil Saat hamil, induk kucing membutuhkan protein lebih untuk menjaga energinya. Makanan kucing dewasa pada umumnya memang cukup untuk kebutuhan sehari-hari, namun tidak cukup sebagai nutrisi untuk kucing hamil. Justru, nutrisi untuk kucing hamil bisa didapatkan dari makanan anak kucing. Untuk kebutuhan nutrisinya, Anda bisa memberikan makanan anak kucing sebagai makanan kucing hamil dimulai dari masa awal kehamilannya sampai nanti anak-anaknya berhenti menyusu. Selain menjadi nutrisi untuk kucing hamil, memberikan makanan anak kucing sebagai makanan untuk kucing hamil dapat membantu induk kucing menghasilkan susu yang lebih berkualitas dan membantu penyapihan, karena anak-anak kucing akan mencontoh sang induk dan bisa mencoba makanannya. Makanan Basah atau Makanan Kering? Ada dua jenis makanan anak kucing yang bisa Anda berikan, ada makanan basah dan juga makanan kering. Kedua jenis tersebut boleh saja diberikan sebagai makanan kucing hamil. Namun, perlu diperhatikan keduanya memiliki pertimbangannya masing-masing. Makanan basah untuk kucing hamil memiliki kandungan kalori yang lebih rendah per gram-nya dibandingkan makanan kering. Jika kucing Anda lebih menyukai makanan basah, cobalah campurkan sedikit makanan kering ke dalam porsinya untuk memastikan ia mendapatkan energi yang cukup. Beda halnya dalam kandungan air yang dapat menjaga hidrasinya, walaupun makanan kering memiliki kalori yang lebih tinggi, namun saat sang induk diberikan makanan kering, ia harus mengkonsumsi air yang lebih banyak untuk menjaganya tetap terhidrasi. Porsi Makanan Kucing Hamil Saat hamil, porsi makan induk kucing cenderung meningkat dua kali lipat dari biasanya. Dari peningkatan porsi makan ini, seharusnya berat badan sang induk pun juga meningkat, normalnya 40-50% saat masa kehamilan dan menurun kembali saat masa menyusui. Namun, jika pada masa kehamilan ia malah kehilangan berat badan, segera konsultasi ke dokter. Pastikan Ketersediaan Air Mengkonsumsi air yang cukup penting untuk menjaga hidrasi dan menjaga kesehatan kucing hamil, terutama saat ia hanya mengkonsumsi makanan kering. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu menyediakan air bersih di sekitarnya agar ia tidak dehidrasi. Tips Mengganti Makanan Kucing Hamil Salah satu tips dalam memberikan makanan kucing hamil untuk menjaga energinya adalah dengan memberikan porsi makanan kecil namun sering. Selain itu, Anda juga bisa selalu menyediakan makanan kering untuk menjadi snacknya yang bisa dikonsumsi kapanpun ia lapar. Untuk mengganti makanan rutinnya menjadi makanan anak kucing, pastikan Anda melakukan transisi perlahan selama 7-10 hari hingga ia hanya makan makanan anak kucing saja. Transisi perlahan ini berguna untuk menjaga kondisi perutnya agar tidak diare. Jika kucing Anda memiliki perut yang sensitif atau memiliki kondisi tertentu, pastikan Anda sudah berkonsultasi dengan dokter hewan sebelum mengganti formula makanannya. Berikut berbagai pilihan makanan anak kucing yang bisa diberikan sebagai makanan untuk kucing hamil.
Makanan & Nutrisi
Kucing Tidak Mau Makan: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Kucing Tidak Mau Makan: Penyebab dan Cara Mengatasinya
2 mins read
Kucing terkenal sebagai salah satu hewan yang pemilih akan makanan favoritnya, kalau ia diberikan makanan yang tidak ia sukai, biasanya ia hanya mengendus-mengendusnya saja. Kalau kucing tidak mau makan atau sangat rewel, berikut beberapa hal yang bisa Anda coba untuk membuatnya nafsu makan. Penyebab Kucing Tidak Mau Makan Ada beberapa penyebab kucing tidak mau makan, mulai dari kurangnya rutinitas makan atau makan yang tidak terjadwal. Anda bisa mencoba mengatur jadwal makan di tempat dan jam yang sama setiap harinya untuk membangun rutinitas ini. Selain itu, penyebab kucing tidak mau makan lainnya adalah mendapatkan terlalu banyak camilan di luar jam makan. Jika kucing Anda tidak mau makan dan hanya mau makan camilan, berhentilah memberikannya treats, karena ia menganggap mendapatkan hadiah dari penolakannya akan makanan biasanya. Hal terakhir yang menjadi penyebab kucing tidak mau makan adalah ia pemilih akan rasa makannya. Solusinya, Anda bisa coba rasa lain dalam makanannya. Faktor Lingkungan yang Menyebabkan Kucing Tidak Mau Makan Tidak semua penyebab kucing tidak mau makan berasal dari makanannya itu sendiri, namun bisa juga karena faktor lingkungan. Berikut beberapa faktor lingkungan yang menjadi penyebab kucing tidak mau makan: • Wadah makan yang tidak sesuai dengan kesukaannya • Terlalu banyak orang di sekitarnya saat jam makan atau sebaliknya • Wadah yang kotor • Makanan kering yang terlalu lama disajikan sehingga menjadi apek dan tidak renyah lagi • Jika ia tidak mau makan makanan basah kesukaannya, coba cek kembali makanannya dan pastikan diberikan makanan basah yang masih segar • Mendapat makanan dari lingkungan yang tidak terdeteksi: diberikan makan oleh tetangga, atau mendapatkan snack dari tempat lain • Kehilangan nafsu makan karena cuaca yang terlalu panas • Jika memiliki lebih dari satu kucing, pastikan mereka memiliki wadah makanannya masing-masing Cara Mengatasi Kucing yang Susah Makan Jika kucing Anda terus saja rewel dan tidak mau makan, Anda bisa coba untuk mengganti makanannya, mungkin mencoba rasa baru. Anda bisa mengenalkan formula baru ini dalam jangka waktu 7-10 hari hingga ia hanya mengkonsumsi makanan barunya. Jika Anda melihat kucing Anda mengalami kesulitan untuk makan, mungkin kucing kesayangan Anda memiliki masalah gigi yang membuatnya sulit atau tidak bisa mengunyah. Cobalah untuk memperhatikan gusi kucing kesayangan Anda dan cara menjaga kesehatan giginya. Jika Kucing Anda Tidak Mau Makan dalam Waktu 24 Jam atau Lebih Jika kucing kesayangan Anda tidak mau makan lebih dari 24 jam, atau makan dengan porsi yang jauh lebih sedikit, kunjungi dokter hewan langganan Anda, karena sakit bisa menjadi menjadi salah satu penyebab kucing tidak mau makan. Untuk Anda yang sedang mencari rekomendasi makanan kucing, berikut beberapa makanan kucing yang bisa dicoba.
Perilaku & Pelatihan
Berbagai Hal Tentang Steril Kucing yang Perlu Diketahui
Kucing Cacingan? Bagaimana Cara Mengatasinya?
2 mins read
Cacing pada kucing yang paling umum adalah cacing gelang dan cacing pita. Keduanya menyebabkan ketidaknyamanan pada kucing, mulai dari lesu sampai penurunan berat badan. Jika Anda melihat ciri-ciri cacingan pada kucing, Anda bisa segera membawa kucing kesayangan Anda ke dokter hewan. Cacing Kucing dan Penyebab Kucing Cacingan Cacing gelang (Toxocara cati dan Toxascaris leonina) adalah dua jenis parasit yang paling umum pada anak kucing dan kucing dewasa. Cacing kucing jenis ini berukuran panjang, putih dan terlihat seperti spaghetti. Telur cacing ini biasanya berpindah melalui feses dan dapat hidup hingga bertahun-tahun di dalam tanah. Biasanya, kucing cacingan dapat terinfeksi melalui tiga cara utama berikut: • Menjilat kaki yang melangkah di atas tanah yang terkontaminasi • Menelan sesuatu yang mengandung telur cacing • Menelan larva cacing yang ada dalam air susu induknya (Toxocara cati) Jenis cacing kucing lain yang umum ditemukan adalah cacing pita (Dipylidium caninum dan Taenia taeniaeformis). Cacing pita ini berukuran panjang, pipih dan terdiri dari beberapa segmen yang mengandung telur. Segmen-segmen ini berjatuhan ke kotoran dan menyerupai butiran beras yang kadang-kadang terlihat merangkak di sekitar anus kucing atau di tempat tidurnya. Cacing kucing memiliki ukuran yang beragam yang biasanya berwarna putih dan beberapa diantaranya terlihat seperti butiran beras putih. Untuk cacing pita, biasanya ia dapat tumbuh panjang hingga 10 cm. Untuk melengkapi siklus hidupnya, cacing pita membutuhkan inang perantara untuk memakan telurnya, termasuk kutu dan hewan pengerat. Nah, saat kucing kesayangan Anda memakan inang perantara inilah proses infeksi terjadi. Jika kucing Anda terindikasi memiliki kutu, ia mungkin membutuhkan pengobatan untuk cacing pita dan sebaliknya. Ciri Ciri Cacingan Pada Kucing Berikut ciri ciri cacingan pada kucing yang bisa Anda perhatikan: • Kucing cacingan mungkin masih memiliki nafsu makan, namun justru berat badannya terus menurun, dan perutnya membuncit • Rambut terasa lebih kasar • Diare • Terlihat adanya cacing pada kotoran kucing, bagian anus, atau dekat tempat tidurnya • Kucing Anda terlihat lebih lesu, kurang energi dan kurang tertarik akan hal-hal yang biasanya ia sukai • Menyeret-nyeret diri di karpet, terutama bagian belakangnya Cara Mengatasi Kucing Cacingan Ada banyak perawatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi kucing cacingan, mulai dari obat-obatan cair, krim, butiran, tablet, bahkan cairan yang akan direkomendasikan oleh dokter hewan Anda Cacing gelang pada umumnya sering menyerang anak kucing, makanya sangat disarankan untuk memberikan perawatan cacing sejak usia dini, sejak usia dua hingga delapan minggu, lalu setiap bulan hingga ia berusia enam bulan, dan kemudian satu hingga tiga bulan sekali. Biasanya, anak kucing membutuhkan perawatan cacing pita jika ia memiliki kutu. Sedangkan, untuk kucing dewasa, berikan perawatan setiap satu hingga tiga bulan untuk mengatasi cacing pita dan cacing gelang. Dampak Kucing Cacingan Pada Kesehatan Manusia Cacing kucing dapat mempengaruhi kesehatan manusia, oleh karena itu, sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut: • Jauhkan anak-anak di dekat kotoran kucing • Tutupi mainan anak-anak saat tidak digunakan • Gunakan sarung tangan saat berkebun • Bersihkan tempat kotoran setiap hari Mengatasi kucing cacingan sebenarnya cukup sederhana, hanya perlu memperhatikan beberapa penyebab kucing cacingan dan lebih menjaga kebersihan. Selain itu, agar kucing Anda terhindar dari penyakit cacingan, pastikan untuk selalu memberikannya makanan kucing yang bergizi. Untuk Anda yang sedang mencari rekomendasi makanan kucing, berikut beberapa rekomendasi makanan kucing yang bisa dicoba.
Kesehatan
Berbagai Hal Tentang Steril Kucing yang Perlu Diketahui
Berbagai Hal Tentang Steril Kucing yang Perlu Diketahui
3 mins read
Kucing di bawah usia satu tahun memang masih dikategorikan sebagai anak kucing, namun di usia empat sampai enam bulan, kucing tersebut sudah mencapai kematangan seksual, sehingga tidak menutup kemungkinan ia bisa hamil dan menghamili kucing lain. Jika Anda khawatir dengan kehamilan yang tidak direncanakan atau penularan penyakit tertentu, sebaiknya Anda perlu mempertimbangkan melakukan steril pada kucing, terlebih lagi jika kucing Anda berkeliaran di luar rumah, atau Anda memiliki lebih dari satu kucing dengan jenis kelamin berbeda. Apa Itu Steril Kucing? Steril pada kucing adalah sebuah operasi yang dilakukan pada kucing jantan dan betina dengan menghilangkan organ reproduksi seksualnya. Setelah melakukan steril, nantinya kucing Anda tidak lagi bisa merasakan birahi, hamil, atau menghamili kucing lain. Proses steril baik pada kucing jantan dan betina berbeda, steril pada kucing betina biasanya lebih kompleks dengan pengangkatan ovarium atau bahkan juga pengangkatan rahim. Proses ini biasanya juga melibatkan sayatan kecil di sisi kiri atau bagian bawah sepanjang tengah tubuhnya. Sedangkan, steril kucing laki-laki cenderung lebih sederhana, yaitu pengangkatan testisnya dan tidak membutuhkan jahitan. Apakah Steril Pada Kucing Itu Sakit? Sebagai bagian dari operasi, melibatkan anestesi agar ia tidak merasakan sakit. Setelah itu, kucing Anda juga akan mendapatkan suntikan pereda nyeri dan obat-obatan anti inflamasi. Mengingat proses steril jantan cenderung lebih sederhana, biasanya kucing jantan hanya akan diberikan obat-obatan untuk satu hari saja, sedangkan kucing betina harus minum obat hingga tiga hari. Manfaat Steril Selain mengurangi risiko kehamilan yang tidak direncanakan, melakukan steril juga dapat membantu kucing mengurangi risiko terkena penyakit tertentu dan memberikan beberapa manfaat sebagai berikut: • Mengurangi risiko buang air kecil sembarangan oleh kucing jantan yang menunjukan ciri-ciri ia sedang birahi • Mengurangi risiko kabur dari rumah • Lebih perhatian, terutama kucing perempuan yang menjadi lebih lembut • Mengurangi risiko beberapa penyakit, termasuk leukimia dan aids kucing • Mengurangi risiko infeksi rahim pada kucing betina • Mengurangi perkembangan kanker payudara pada kucing betina jika ia disteril saat masih kecil Kapan Steril Kucing Bisa Dilakukan? Sebaiknya, steril dilakukan sebelum ia pubertas yang biasanya terjadi pada usia empat hingga enam bulan. Beberapa komunitas pecinta hewan dan dokter hewan menyarankan untuk mensteril kucing sejak usia 12 minggu, atau bahkan lebih awal. Biasanya, tanda kucing betina sudah mengalami pubertas adalah saat ia mulai mengeong lebih keras, sedangkan tanda kucing jantan sedang birahi adalah saat ia suka buang air kecil sembarangan untuk menandai wilayahnya. Jika Anda khawatir kucing betina Anda mengalami kehamilan tanpa perencanaan, sebaiknya jagalah kucing Anda tetap di dalam rumah sampai ia disteril. Bagaimana Cara Mensteril Kucing? Anda bisa melakukan steril di dokter hewan. Biasanya, dokter hewan akan melakukan pengecekan awal sebelum melakukan sterilisasi. Sebelum melakukan operasi, kucing Anda diharapkan untuk berpuasa selama beberapa jam sebelumnya. Biasanya, biaya steril kucing beragam, tergantung dengan lokasinya. Selain itu, biaya steril betina dan jantan pun juga berbeda, mengingat kerumitan tingkat operasi dan juga waktu penanganannya. Dampak Setelah Kucing Disteril Jika kucing Anda mengantuk setelah operasi, ini merupakan hal yang wajar dan akan kembali dalam waktu beberapa hari. Selama masa pemulihan, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan setelah melakukan steril pada kucing: • Perhatikan kebiasaan buang air kecil kucing Anda, jika ia membuang air kecil lebih sering atau bahkan mengeluarkan darah, segera hubungi dokter, karena beberapa kucing bisa mengalami masalah saluran kemih setelah steril. • Kucing yang sudah disteril cenderung lebih pasif, jadi sangat umum jika ia mengalami kenaikan berat badan. Sebaiknya, tetap ajaklah ia jalan-jalan dan sedikit bermain agar ia tetap berolahraga. Bagaimana Jika Kucing Saya Tidak Disteril? • Masa birahi biasanya datang setiap tiga minggu. Saat kucing betina birahi, biasanya ia akan mengeong lebih kencang dan menjadi lebih aktif. • Kucing jantan yang sedang birahi cenderung akan menghampiri lawan jenisnya. Oleh karena itu, jagalah kucing betina Anda dari kucing jantan liar yang sedang birahi. • Kucing betina bisa hamil sebanyak tiga kali dalam setahun dan bisa melahirkan hingga 6 anak kucing setiap kelahirannya. • Kucing yang sedang birahi cenderung suka kabur dari rumah. • Kucing jantan yang sedang birahi cenderung lebih agresif dan mudah berkelahi dengan kucing lain. • Kucing betina yang tidak disteril memiliki risiko lebih tinggi terkena tumor payudara pada usia 6-7 tahun. Rutin periksa apakah ada benjolan di area payudara kucing betina Anda secara teratur. Bagaimana Jika Kucing Saya Sudah Terlanjur Hamil? Biasanya, tanda-tanda kucing sedang hamil terlihat pada 2-3 minggu masa kehamilan. Melakukan steril saat kucing hamil sangatlah memungkinkan, ini akan menghentikan masa kehamilannya dan menghindari kehamilan di kemudian hari. Namun, sebelum melakukan suatu tindakan, sebaiknya lakukan konsultasi terlebih dulu dengan dokter hewan. Keputusan untuk melakukan steril kucing berada di tangan pemiliknya. Sebelum ia mencapai masa pubertas, sebaiknya Anda sudah memiliki keputusan apakah ingin melakukan sterilisasi pada kucing Anda.
Kesehatan
Cara Memotong Kuku Kucing Kesayangan Anda
Cara Memotong Kuku Kucing Kesayangan Anda
2 mins read
Anak kucing dan kucing dewasa sama-sama membutuhkan perawatan kuku, apalagi mereka hobi menggaruk-garuk yang membuat kukunya kotor dan tajam. Kuku kucing yang terlalu panjang bisa patah, luka, atau bahkan tumbuh di dalam dagingnya yang membuat sang kucing tidak nyaman. Lalu, apa tanda yang harus diperhatikan saat potong kuku kucing? Anda dapat melakukan pengecekan apakah kuku kucing sudah panjang dan tajam. Cara memotong kuku kucing sebenarnya cukup sederhana, tapi harus tetap berhati-hati karena beberapa kucing tidak menyukai kegiatan yang satu ini. Berikut beberapa tips jika Anda ingin coba potong kuku kucing di rumah. Memotong Kuku Kucing di Rumah Pengalaman pertama memotong kuku kucing bisa jadi pengalaman yang mendebarkan. Tapi, dengan persiapan yang matang, menjaganya tetap tenang dan mengikuti beberapa langkah mudah ini, Anda bisa memotong kuku kucing dengan mudah. Hal yang Perlu Diperhatikan Kunci utama adalah tetap tenang. Jika kucing Anda terlihat gelisah, stress, takut, atau bahkan mencoba menggigit Anda, jangan memaksakan diri untuk tetap mencoba potong kuku kucing sendiri. Jika tidak yakin, sebaiknya potong kuku kucing di dokter hewan, karena mereka memiliki cara tersendiri untuk potong kuku kucing dengan cepat dan mudah tanpa membuat kucing stres. Jika Anda sudah siap untuk coba potong kuku kucing sendiri di rumah, perhatikan beberapa hal berikut: Cara Memotong Kuku Kucing di Rumah: • Pastikan untuk menggunakan potong kuku khusus untuk hewan, dan pastikan guntingnya sudah tajam dan bisa digunakan seefektif mungkin. • Posisikan yang nyaman dan aman, bisa duduk di pangkuan, atau tiduran yang nyaman. • Minta bantuan teman atau anggota keluarga di rumah untuk memegang kepala kucing atau kaki kucing agar ia tidak memberontak atau bergerak sembarangan. • Pegang bagian telapak kaki (paw), lalu tekan perlahan hingga bagian kuku terlihat. • Mulai gunting kuku dari bagian ujung, gunting dengan sudut sekitar 45 derajat. Seberapa Sering Harus Memotong Kuku Kucing? Umumnya, kuku kucing butuh dipotong sebulan sekali. Apa yang Harus Dilakukan Jika Kuku Kucing Berdarah? • Segera ambil permangas kalium (PK) yang bisa didapatkan di klinik dokter hewan. Jika tidak sengaja memotong kukunya terlalu dalam, siapkan bola kapas. • Jika berdarah, jangan panik. Perlahan aplikasikan stik perak nitrat ke bagian ujung cakar kucing dan tekan dengan bola kapas sebentar. • Jika pendarahannya tidak berhenti, segera hubungi dokter hewan untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut. • Stik perak nitrat ini sedikit terasa menyengat, untuk itu minta bantuan seseorang untuk menggendong kucing jika dibutuhkan. Tips & Trik Memotong Kuku Kucing • Jangan lupa memotong kuku kelima kucing yang bernama dew claw yang letaknya agak tersembunyi. Jika lupa dipotong, kuku ini akan tumbuh menjadi daging lunak dan bisa membuatnya tidak nyaman, seperti cantengan bagi kita. • Rasa khawatir dan deg-degan itu wajar, jangan khawatir, lama-lama akan terbiasa. • Biasakan rutinitas potong kuku sedini mungkin untuk membuatnya terbiasa. • Berikan treats setelah proses potong kuku selesai supaya ia menganggapnya sebagai pengalaman yang menyenangkan. • Jangan lupa untuk mengecek bagian telapak kaki kucing (paw). • Cek juga bagian sela-sela jari kakinya untuk memastikan tidak ada luka atau rasa sakit. Jika menemukan sesuatu yang janggal, segera hubungi dokter hewan. Untuk pertama kali, memotong kuku kucing memang cukup menegangkan. Jadi, jangan khawatir dan tetaplah tenang. Jika butuh bantuan, Anda bisa mengunjungi dokter hewan. Itulah hal-hal yang harus Anda perhatikan ketika memotong kuku kucing kesayangan. Tidak lupa, berikan makanan kucing bernutrisi tinggi untuk menjaga kesehatan kuku, rambut, dan kulit kucing kesayangan Anda.
Kesehatan
Penyebab Anjing Muntah dan Cara Mengatasinya
Penyebab Anjing Muntah dan Cara Mengatasinya
3 mins read
Ada banyak penyebab anjing sampai muntah, salah satunya saat ia mengkonsumsi makanan terlalu cepat, mengkonsumsi hal asing yang ada di depannya seperti kotoran anjing lain atau bahkan tisu toilet, dan benda asing lainnya. Namun, tidak jarang juga anjing sampai muntah karena kondisi kesehatannya. Saat anjing Anda muntah, sistem pencernaannya sedang bekerja untuk melawan atau mengeluarkan hal-hal yang tidak bisa dicernanya atau bisa juga menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan, seperti penyakit. Lalu, apa yang harus dilakukan? Bagaimana cara membedakan penyebab anjing muntah karena makan sembarangan atau karena hal serius yang menyangkut kesehatannya? Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Perbedaan Saat Anjing Muntah dan Regurgitasi Saat anjing mulai muntah, ia sedang mengeluarkan sesuatu secara paksa dari perutnya, biasanya yang dikeluarkan adalah makanan yang sebagian sudah dicerna. Sebelum anjing muntah, biasanya ia menunjukan beberapa tanda seperti meneteskan air liur, mengeluarkan suara atau melakukan retching, hingga mengalami kontraksi perut. Sedangkan, saat regurgitasi, ia sedang membuang makanan yang tidak tercerna, biasanya makanan tersebut baru mencapai lambung atau masih di kerongkongan. Hal ini umum terjadi saat anjing kesayangan Anda makan terlalu cepat. Biasanya, saat anjing regurgitasi, benda tersebut masih berbentuk cukup utuh yang menunjukan bahwa ia tidak tercerna dengan baik. Hal ini terjadi sesaat setelah ia makan dan kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan, beda halnya jika muntah yang bisa menjadi tanda beberapa penyakit. Penyebab Anjing Muntah Ada berbagai alasan anjing Anda muntah, beberapa alasan yang seringkali ditemukan adalah: • Mengkonsumsi sesuatu yang tidak seharusnya ia makan • Parasit usus, termasuk cacing gelang, cacing hati, cacing pita, cacing tambang dan cacing cambuk. Biasanya akan ada beban cacing yang sangat berat sebelum ia muntah • Menelan benda asing, termasuk mainan, tongkat atau tulang • Mabuk perjalanan • Serangan jantung yang biasanya terjadi saat meninggalkan anjing di dalam mobil dengan kondisi terlalu panas • Reaksi pada obat-obatan atau anestesi • Infeksi virus, seperti rotavirus • Infeksi bakteri, termasuk leptospirosis, colibacillosis and salmonellosis • Menelan sesuatu yang beracun untuk anjing • Pankreatitis atau radang pankreas • Kembung, yang biasanya terjadi saat ia makan terlalu cepat atau berlebihan • Masalah saluran pencernaan, seperti Inflammatory Bowel Disease • Penyakit lain atau kondisi metabolik Kapan Harus Khawatir Saat? Jika anjing mulai muntah secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda ia sedang tidak enak badan, Anda tidak perlu khawatir. Namun sebaliknya, berikut tanda-tanda yang menunjukan Anda harus segera mengunjungi dokter: • Saat Anda merasa ia telah menelan benda asing atau sesuatu yang beracun • Ada darah di kotoran atau muntahnya • Muntah lebih sering • Terus menerus muntah tanpa ada cairan lain yang keluar • Ia terlihat kesakitan atau tidak nyaman • Ia terlihat depresi dan tidak berenergi • Dehidrasi • Kehilangan berat badan dan nafsu makan • Demam atau panas • Kejang Jika anjing kesayangan Anda muntah dan menunjukan tanda-tanda di atas, segera periksakan ke dokter hewan terdekat. Tanda-tanda ini bisa jadi mengarah pada kondisi kesehatan yang serius seperti gastrointestinal atau obstruksi, gagal ginjal, gagal hati atau bahkan kanker anjing. Jika memang ada kecenderungan atas kondisi tersebut, memberikan perawatan sedini mungkin merupakan hal yang tepat. Perawatan Anjing Saat Muntah Mengingat ada banyak penyebab anjing muntah, oleh karena itu banyak juga perawatan yang bisa dilakukan. Umumnya, penyebab muntah adalah peradangan pada perut. Jika ini sebabnya, salah satu perawatan yang perlu dilakukan adalah memberikannya diet lunak, seperti ayam rebus, nasi putih, ubi jalar atau makanan khusus saluran pencernaan yang diresepkan dokter hewan yang disertai dengan obat anti mual. Jika anjing Anda mengalami dehidrasi, bisa jadi ia harus diinfus. Jika serius, mungkin ia harus menjalani operasi atau dirawat di klinik dokter hewan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Jika Anda sedang mencari produk untuk membantu pencernaan anjing kesayangan Anda, beberapa produk yang bisa Anda coba bisa ditemukan pada halaman ini.
Kesehatan
Memberikan Makanan Kucing Menyusui yang Tepat
Memberikan Makanan Kucing Menyusui yang Tepat
3 mins read
Kehamilan adalah sebuah pengalaman yang menyenangkan tapi juga melelahkan, terutama untuk Anda dan juga kucing Anda. Selama masa kehamilan, induk kucing membutuhkan nutrisi penuh agar ia bisa melahirkan anak-anak kucing yang sehat. Nutrisi pada induk kucing dapat menambah kekuatan untuk melahirkan dan merawat anak-anaknya. Makanan yang biasa Anda berikan untuk induk kucing mungkin cukup untuk asupan hariannya, namun tidak cukup sebagai makanan kucing menyusui dan kucing hamil. Untuk memastikan kekuatan sang induk dan kesehatan anak-anaknya, sebaiknya berikan formula baru yang sesuai dengan kebutuhan. Kitten food atau makanan anak kucing menjadi sumber nutrisi yang baik sebagai makanan kucing menyusui dan kucing hamil. Anda bisa memberikan kitten food pada induk kucing mulai dari masa kawinnya hingga beberapa minggu setelah ia melahirkan. Seberapa Banyak Porsi yang Harus Diberikan untuk Kucing Hamil? Porsi makanan induk kucing umumnya terus bertambah sejak masa perkawinan hingga kehamilannya. Jika Anda memberikan makanan yang cukup, biasanya kucing Anda tau kapan waktu lapar dan kapan harus berhenti. Saat memilih jenis kitten food, pastikan Anda memberikan jenis makanan kesukaannya, baik itu makanan basah atau kering. Umumnya, makanan kering mengandung kalori yang lebih banyak dibandingkan makanan basah. Nah, jika kucing Anda sedang dalam diet yang hanya mengkonsumsi makanan basah, pastikan Anda memberikan porsi yang lebih banyak. Anda juga bisa mencampurkan sedikit makanan kering ke dalam makanannya supaya ia mendapatkan nutrisi terbaik dari kedua jenis makanan tersebut. Selain itu, penting juga untuk memperhatikan kandungan air yang ia dapatkan, terutama saat induk kucing hanya mengkonsumsi makanan kering. Cobalah untuk melakukan transisi yang halus dalam periode 7-10 hari. Selama waktu itu, Anda bisa menambahkan formula baru sedikit demi sedikit hingga ia terbiasa. Dengan waktu dan kesabaran, pendekatan ini bisa membantunya beradaptasi dengan formula makanan baru. Untuk menjaga energinya, berikan makanan dengan porsi sedikit namun sering. Usahakan untuk selalu menyediakan makanan dan minuman yang bisa dikonsumsi kapanpun ia inginkan. Biasanya, perkembangan anak kucing dimulai pada usia sembilan minggu pada masa kehamilan. Oleh karena itu, penting untuk menjaga asupan makan sang induk yang bertambah dari waktu ke waktu. Dengan bertambahnya porsi makan dari waktu ke waktu dan berkurangnya aktivitas sang induk saat menyusui, hal ini memungkinkan adanya kenaikan berat badan. Tentunya, hal ini normal dan berat badannya akan kembali normal perlahan pada 3-4 minggu di masa ia menyusui. Pada masa akhir kehamilannya, induk kucing mungkin akan mengalami penurunan nafsu makan, hal ini merupakan tanda-tanda bahwa ia akan segera melahirkan. Walaupun ia tidak nafsu makan, usahakan untuk selalu menyediakan makanan dan minuman di sekitarnya karena ia tetap membutuhkan nutrisi cukup dalam masa kehamilannya. Jika Anda melihat tanda-tanda ia sangat tidak nafsu makan atau bahkan berat badannya menurun, segera konsultasikan ke dokter hewan. Seberapa Banyak Porsi yang Harus Diberikan untuk Kucing Menyusui? Perlu diketahui bahwa induk menjadi sumber utama nutrisi bagi anak-anak kucing pada delapan minggu pertamanya. Menjaga nutrisi kucing menyusui sama dengan membantu menjaga nutrisi anak-anak kucing. Dalam masa kehamilannya, kucing hamil biasanya akan makan empat kali lebih banyak dari porsi normalnya sebelum hamil. Saat memberikan makanan kucing menyusui, mulailah dengan porsi normalnya dan tambahkan sedikit demi sedikit seiring berjalannya waktu. Supaya ia tidak dehidrasi, Anda bisa menambahkan sedikit air ke dalam makanannya (baik makanan basah ataupun kering). Cara ini juga bisa menarik perhatian anak kucing untuk mau mencoba makanan tersebut karena teksturnya yang lunak sehingga mudah dicernanya. Setelah melahirkan, produksi susu sang induk biasanya akan berhenti setelah 6-8 minggu, saat itulah Anda bisa mulai mengurangi porsi makannya hingga kembali seperti sebelum hamil dan mengembalikan jenis makannya ke makanan dewasa. Seperti di awal kehamilan, butuh waktu untuk mengenalkan kembali makanan dewasa perlahan, selama 7-10 hari. Jika Anda khawatir akan kenaikan atau penurunan berat badan yang berlebihan pada sang kucing, Anda bisa menggunakan alat pengkondisian tubuh untuk informasi lebih lanjut atau berkonsultasi dengan dokter hewan untuk mendapatkan rekomendasi nutrisi yang tepat sebagai makanan kucing setelah melahirkan. Untuk Anda yang sedang mencari rekomendasi makanan kucing menyusui, berikut beberapa rekomendasi makanan anak kucing yang bisa dicoba.
Kesehatan
Makanan Kucing Umur 2 Bulan
Makanan Kucing Umur 2 Bulan
4 mins read
Anak kucing memang terlihat sangat kecil, tapi dalam waktu singkat, mereka bisa tumbuh sangat cepat, bahkan dalam waktu 6 bulan, tubuhnya akan berkembang dan mencapai 75% massa tubuh kucing dewasa. Oleh karena itu, dalam usianya yang masih kecil, seperti kucing umur 2 bulan, memberikan makanan dengan kaya nutrisi sangatlah penting. Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk memberikan makanan kucing umur 2 bulan yang tepat. Pilihan yang Bisa Diberikan untuk Anak Kucing Ada banyak sekali pilihan makanan anak kucing sesuai dengan kebutuhannya, namun pilihan terbaik adalah memberikan makanan sesuai umurnya. Makanan kucing umur 2 bulan tentunya berbeda dengan makanan kucing 8 bulan. Makanan anak kucing biasanya mengandung protein tinggi, kalsium, magnesium, phosphorus, zinc dan zat besi yang tinggi yang membantu menumbuhkan tulang dan gigi yang kuat serta vitamin C dan E untuk membantu sistem imunnya. Ada dua jenis makanan kucing yang bisa Anda dapatkan, yaitu makanan kering atau basah. Tidak ada peraturan jenis apa yang harus diberikan pada anak kucing umur 2 bulan, sehingga Anda dan kucing bebas menentukan, kecuali ada kondisi kesehatan tertentu. Keuntungan Memberikan Makanan Kering untuk Anak Kucing ● Lebih mudah diukur, disajikan, dan lebih tahan lama disimpan. ● Dapat melatih gigi karena ia akan lebih aktif mengunyah dan dapat mengurangi plak gigi. ● Makanan kering dengan ukuran kecil lebih mudah dikunyah dan ditelan oleh anak kucing. Keuntungan Memberikan Makanan Basah pada Anak Kucing ● Aroma yang lebih menggoda dan tekstur yang lebih mudah dikunyah. ● Lebih praktis digunakan untuk sekali saji dan membuatnya selalu mendapatkan makanan baru. ● Menambah kandungan cairan. Cara Memberi Makan Anak Kucing Pada dasarnya, kucing adalah makhluk yang hidup dengan kebiasaan. Jadi, mengenalkan kebiasaan sedini mungkin akan memudahkan Anda. Menyajikan dan Menyimpan Makanan kucing umur 2 bulan ● Sajikan di tempat dengan suhu ruangan untuk meningkatkan aroma dan menjaga teksturnya. ● Jika menyimpan makanan basah di kulkas, diamkan satu jam atau microwave hingga bersuhu ruangan. ● Usahakan tidak menyimpan makanan basah yang sudah dibuka lebih dari 24 jam karena makanan basah umumnya lebih cepat basi. ● Makanan kering bisa ditinggalkan seharian tanpa basi atau rusak. Simpan makanan kering di tempat yang kering dan bersih di kotak kedap udara. Berapa Banyak Porsi yang Harus Diberikan untuk Anak Kucing? Jika kucing Anda tumbuh pesat, porsi makannya pasti juga cenderung besar. Berikut beberapa tips yang bisa Anda simak untuk mengetahui porsi yang perlu diberikan untuk anak kucing. ● Empat porsi kecil setiap hari adalah porsi ideal untuk anak kucing yang sudah berhenti menyusu. Jika tidak memungkinkan, tiga hari sekali juga cukup, namun pastikan ada makanan kering yang selalu siap sedia. ● Semakin dewasa, kurangi makanannya menjadi tiga kali sehari. Setelah 6 bulan, jadwalkan makanannya menjadi dua kali sehari. Perlu diingat bahwa kucing terbiasa untuk makan sedikit namun rutin. ● Selalu baca instruksi penyajian. Gunakan alat body conditioning untuk memantau perkembangannya. Jika merasa ia mengalami overweight atau underweight, segera konsultasi ke dokter hewan. Mengatasi Kucing yang Pemilih Beberapa kucing suka mengendus-endus makanannya dan cukup pemilih. Berikut beberapa tips untuk mengatasi kucing yang pemilih: ● Ubah jam makan kucing setelah jam makan semua anggota rumah sudah selesai. Sajikan makanan di tempat yang tenang. ● Coba ganti makanan basah ke makanan kering, atau coba rasa yang lain. ● Pastikan wadah makanannya bersih dari sisa makanan sebelumnya atau coba pakai wadah baru. ● Makanan kering yang didiamkan terlalu lama bisa jadi apek, terutama saat cuaca panas. Coba berikan porsi baru. ● Sajikan makanan basah dengan suhu ruangan karena aromanya yang lebih menarik perhatian. ● Kucing yang berkeliaran di luar bisa mengkonsumsi lebih banyak camilan, apalagi saat cuaca luar sangat panas. Apa Minuman Anak Kucing? Umumnya, anak kucing tidak membutuhkan susu setelah ia disapih. Bahkan, anak kucing dan kucing dewasa bisa jadi intoleran dengan kandungan gula di dalam susu yang bisa menyebabkan diare. Jika Anda ingin memberikan susu, pastikan susu tersebut memang dibuat khusus untuk anak kucing. Anak kucing hanya membutuhkan air putih. Sediakanlah air putih di sekitarnya, di tempat yang jauh dari wadah makanannya dan kotak kotorannya. Pastikan wadah air minumnya cukup rendah dan mudah digapai oleh anak kucing. Mengganti Makanan Anak Kucing Sistem pencernaan anak kucing pada dasarnya sangat sensitif, oleh karena itu usahakan untuk memberi makanan yang sama untuk anak kucing. Jika harus mengganti makanan, berikut langkah yang bisa dilakukan: ● Sajikan makanan lama dan baru dalam wadah terpisah. Biarkan ia mencicipinya. ● Setelah ia mencicipinya, perlahan campurkan sedikit kandungan makanan baru ke dalam makanan lamanya. ● Dalam jangka waktu 7-10 hari, tambahkan porsi makanan baru dan kurangi porsi makanan lama hingga ia hanya mengkonsumsi makanan baru saja. Saat ada perubahan makanan, perhatikan kondisinya, jika ia berhenti makan atau porsi makannya berkurang, segera kunjungi dokter hewan. Jika Anda mengganti makanan basah ke makanan kering, perlu diingat bahwa kucing Anda akan mengunyah lebih aktif dan membutuhkan lebih banyak air. Selain itu, makanan kering biasanya memberikan energi lebih banyak, jadi sebaiknya tambahkan kandungan makanan basah agar bisa mendapatkan kalori. Berapa pun usia kucing Anda, pastikan ia mengkonsumsi air yang cukup. Kapan Harus Memberikan Makanan Dewasa pada Anak Kucing? Kucing yang berusia enam hingga delapan bulan mungkin terlihat besar, namun sebenarnya mereka masih tergolong sebagai anak kucing atau kitten, karena tulang mereka masih dalam pertumbuhan. Selama 12 bulan, tetaplah berikan kitten food sebelum menggantinya ke makanan dewasa. Berikut rekomendasi Makanan kucing umur 2 bulan yang bisa Anda pertimbangkan.
Kebutuhan Anak Kucing
Makanan Kucing Persia dan Perawatannya
Makanan Kucing Persia dan Perawatannya
3 mins read
Kucing Persia merupakan salah satu jenis kucing yang populer di Indonesia. Kucing berukuran medium dengan proporsi kepala yang cukup besar ini memiliki kepala yang bulat dan mungil dengan ukuran telinga yang kecil. Bagian mata kucing Persia cukup besar dan bulat dengan warna yang cantik. Kucing Persia ini terkenal dengan rambutnya yang tebal, panjang dan juga lembut dengan warna dan pola yang beragam. Bagian kaki kucing Persia biasanya pendek, tebal, namun kuat dengan ukuran telapak yang cukup besar dan buntutnya yang pendek dan juga tebal. Makanya, tidak heran jika perawatan kucing Persia cukup berbeda dari kucing lain. Kucing Persia terkenal sebagai kucing yang tidak terlalu energik karena mereka suka tidur-tiduran, bermalas-malasan dan juga bermanja-manja dengan pemiliknya. Umumnya, kucing Persia hidup 8-11 tahun, namun ini juga bergantung dengan kesehatan, kenyamanan dan juga kebahagiaannya masing-masing. Makanan Kucing Persia Setiap kucing punya keunikannya dan kesukaannya masing-masing, apalagi jika berhubungan dengan makanan. Kucing adalah hewan karnivora yang membutuhkan 41 jenis nutrisi spesifik dalam makanannya. Nutrisi yang dibutuhkan setiap kucing berbeda-beda berdasarkan usia, gaya hidup dan juga kesehatannya. Selain itu, dalam memilih makanan kucing atau berbagai jenis kucing apapun juga perlu diperhatikan jumlahnya untuk menjaga kondisi badan idealnya, baik itu makanan kering atau basah. Idealnya, makanan kucing yg bagus kaya akan protein namun rendah karbohidrat dengan tingkat lemak yang pas. Makanan kucing Persia sebaiknya mengandung protein hewani di dalamnya. Kucing Persia bisa mengkonsumsi ayam, kalkun, ikan, dan berbagai jenis seafood. Kucing Persia juga suka rasa yang beragam dalam makannya, jadi jangan heran kalau mereka mudah bosan dengan makanannya yang itu-itu saja. Secara umum, kucing Persia lebih menyukai makanan basah, tapi kembali lagi, setiap kucing memiliki kesukaannya masing-masing. Bagi kucing Persia, hidrasi sangatlah penting, oleh karena itu, selain memberikan makanan kucing yang tepat, pastikan juga ia mendapatkan hidrasi yang dibutuhkan. Pastikan mangkuk airnya selalu penuh dengan air bersih. Jika kucing Anda tidak suka minum dari mangkuk, mungkin Anda bisa menyediakan pancuran air yang menyenangkan untuknya. Makanan mentah tidak disarankan untuk menjadi makanan kucing, atau kucing apapun karena daging mentah bisa mengandung bakteria. Oleh karena itu, usahakan untuk tidak memberikan daging atau makanan mentah untuk kucing Anda. Alergi pada Kucing Persia Daging sapi, daging ikan, daging ayam, berbagai produk susu menjadi beberapa makanan yang menyebabkan alergi untuk kucing Persia. Ya, daging ayam dan daging ikan memang makanan kucing, namun tidak semua kucing Persia cocok dengannya. Tanda-tanda yang menunjukan bahwa kucing Anda mengalami alergi makanan adalah: ● Gatal-gatal ● Menggaruk-garuk badan ● Muntah ● Diare Anda bisa mencoba beberapa jenis makanan kucing Persia, namun sebaiknya untuk memperhatikannya saat ia mencoba makanan baru untuk mengetahui apakah ia memiliki alergi makanan. Jika itu terjadi pada kucing kesayangan Anda, sebaiknya segera kunjungi dokter hewan. Cara Merawat Kucing Persia Mengingat mereka memiliki rambut yang panjang dan tebal, disarankan untuk rutin menyisir rambutnya dan melakukan grooming agar tidak kusut. Selain itu, perawatan kucing Persia yang juga harus diperhatikan adalah bagian matanya, karena kucing Persia memiliki wajah yang pendek, maka seringkali matanya berair atau adanya air mata. Untuk menghindari masalah kulit, pastikan untuk membersihkan bagian matanya setiap hari. Makanan Kucing yang Bagus untuk Bulu Rontok Dengan rambut panjang dan tebal, tidak heran jika kucing Persia Anda mengalami kerontokan rambut. Untuk mengatasinya, makanan kucing yang bagus untuk bulu rontok adalah PRO PLAN Wet Derma Plus yang mengandung zinc dan metionin yang membantu mengurangi kerontokan rambut dan memiliki serat makanan yang mengontrol pembentukan gumpalan rambut dan membantu mengeluarkan rambut melalui saluran pencernaan atau PRO PLAN Pro Plan Cat Fussy & Beauty yang mengandung asam lemak omega 3 & 6 serta protein tinggi untuk rambut yang indah, lembut dan berkilau serta mengontrol pembentukan hairball.
Kesehatan
Cara Mengobati Kucing Jamuran
Tanda-Tanda dan Cara Mengobati Kucing Jamuran
3 mins read
Ringworm kucing memang terdengar mengkhawatirkan. Tapi, tidak seperti namanya, ringworm ini tidak berasal dari cacing, tapi berasal dari jamur. Jika Anda melihat tanda-tanda jamur kulit pada kucing, periksakanlah sesegera mungkin sebelum tertular ke hewan lain atau bahkan ke diri Anda sendiri, karena jamur pada kucing ini sangat menular. Ringworm atau infeksi jamur pada kucing ini merupakan salah satu infeksi jamur pada kulit yang sangat menular dan tidak menutup kemungkinan untuk dialami oleh semua jenis, ras dan usia kucing. Ditambah lagi, jamur kucing ini juga merupakan penyakit zoonosis yang artinya dapat menular ke manusia, terutama orang-orang dengan kelainan imun. Apa itu Ringworm pada Kucing? Ringworm atau infeksi jamur pada kucing adalah infeksi jamur yang memakan keratin pada rambut, kulit dan kuku kucing. Penyakit ini disebut “ringworm” karena jamurnya menciptakan lesi seperti cincin melingkar pada kulit kucing. Umumnya, jamur kucing ini ditemukan di bagian kepala, telinga, punggung dan kaki depan, tapi tidak menutup kemungkinan untuk terjadi di bagian lainnya. Bagaimana Seekor Kucing Bisa Menderita Infeksi Jamur? Jamur pada kucing ini biasanya menyebar sangat pesat di lingkungan rumah yang memiliki beberapa hewan peliharaan, atau jika kucing Anda sering main di luar dan kontak dengan kucing liar yang mungkin terinfeksi karena jamur pada kucing ini menyebar melalui spora jamur pada kulit dan rambut kucing yang rontok. Jamur kucing ini sangat mudah menulari anak kucing, mengingat sistem imun mereka masih rendah, ataupun menulari kucing dengan rambut yang lebat, dimana rambutnya menjadi tempat terperangkapnya jamur. Tanda-Tanda Jamur pada Kucing Beberapa kucing tidak menunjukan tanda-tanda sama sekali, namun jika kucing Anda mengalami ringworm atau memiliki jamur kucing, berikut beberapa tanda yang umumnya muncul: ● Adanya infeksi atau luka berbentuk cincin pada kulit kucing. ● Muncul tekstur bersisik atau ketombe pada rambut. ● Bercak melingkar dan tebal pada kulit yang disertai dengan rambut rontok. ● Bercak merah dan berkerak. Perlu diketahui bahwa setiap kucing menunjukan tanda yang berbeda-beda tergantung dengan kondisinya masing-masing. Untuk diagnosis yang lebih jelas, Anda perlu mengunjungi dokter hewan. Diagnosis Ringworm pada Kucing Untuk mendiagnosis apakah adanya jamur pada kucing Anda, dokter hewan perlu melakukan beberapa tes, mulai dari mengecek fluoresensi di bawah lampu UV khusus, mengambil sampel rambut kucing untuk dianalisis di bawah mikroskop dan juga tes darah. Dari sekian banyak pilihan, opsi yang paling akurat adalah mengetes sisir kucing Anda di laboratorium. Walaupun akurat, sayangnya tes ini membutuhkan waktu yang lama, bisa hampir dua minggu untuk mendapatkan hasilnya. Cara Mengobati Kucing Jamuran Cara mengobati kucing jamuran yang paling umum adalah memberikan obat-obatan anti jamur dan menggunakan shampoo anti jamur. Selain itu, sebaiknya mengisolasikan kucing Anda di satu ruangan yang mudah dibersihkan agar ia tidak menularkan jamur kucing ke orang-orang di rumah, karena sporanya yang sangat mudah menyebar. Untuk kucing dengan rambut yang tebal, disarankan untuk mencukur rambutnya untuk memudahkan mengatasi jamurnya dan memudahkan untuk mencucinya dengan bersih. Selain itu, perlu juga melakukan desinfeksi rumah untuk menghentikan penyebarannya. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, spora jamur ini ada di setiap helai rambut dan serpihan kulit yang jatuh atau rontok di rumah dan bisa menulari lingkungan. Bersihkan setiap sudut ruangan dari rambut kucing Anda, dengan rutin membersihkan karpet dengan penyedot debu dan juga mengepel lantai. Selain itu, bersihkan juga berbagai perlengkapan kucing Anda, mulai dari tempat tidur, sisir dan mainan. Anda juga bisa menggunakan desinfektan yang ramah untuk hewan dan aman untuk digunakan. Menurut rumah sakit VCA, spora jamur kucing bisa hidup di lingkungan rumah selama 18 bulan. Oleh karena itu, penting untuk terus memperhatikan kebersihan rumah agar kucing Anda tidak terinfeksi kembali. Jika Anda memiliki lebih dari satu hewan peliharaan, tanyalah kepada dokter hewan agar mereka tidak saling tertular. Nah, sekarang Anda sudah mengetahui lebih dalam mengenai jamur pada kucing dan cara mengobati jamur pada kucing, jika Anda membutuhkan produk untuk menghindari jamur kucing, berikanlah produk makanan kucing yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan mendukung kesehatan kucing kesayangan. Jika Anda memiliki pertanyaan mengenai cara pemberian makanan ataupun produk, silakan kunjungi halaman produk Kami di sini.
Kesehatan

Pagination

  • First page
  • Previous page
  • …
  • Halaman 52
  • Halaman 53
  • Halaman 54
  • Halaman 55
  • Halaman 56
  • Halaman 57
  • Halaman 58
  • Halaman 59
  • Halaman 60
  • …
  • Next page
  • Last page
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card

Footer

  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami

Footer

  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami

Footer

  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami

Footer

  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.