Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content
Makanan Kucing Friskies: Favorit Setiap Kucing
Makanan Kucing Friskies: Favorit Setiap Kucing
2 mins read
Makanan kucing Friskies adalah salah satu merk makanan kucing yang paling terkenal dan juga banyak dicari. Makanan Kucing Friskies dilengkapi dengan nutrisi seimbang dan juga kandungan penting untuk kesehatan dan perkembangan kucing kesayangan Anda. Selain itu, makanan kucing Friskies juga mudah didapatkan dimana-mana dan hadir dengan berbagai varian rasa yang lezat. Untuk lebih lengkapnya mengenai makanan kucing Friskies, yuk simak artikel ini lebih lanjut! Makanan Kucing Friskies Mengandung Nutrisi Terbaik Makanan kucing Friskies adalah makanan kucing yang menjamin kualitas dan nutrisi yang ada di dalamnya untuk menjaga kesehatan dan juga kebahagiaan kucing kesayangan Anda. Friskies selalu menjaga kualitas setiap produknya sesuai standar dengan nutrisi yang seimbang sesuai dengan kebutuhan kucing kesayangan Anda. Selain mengutamakanan nutrisi dan juga kandungan, makanan kucing Friskies juga hadir dengan berbagai varian dengan rasa yang lezat yang bisa menjaga nafsu makan kucing kesayangan Anda. Kandungan yang Ada Pada Makanan Kucing Friskies Setiap makanan kucing Friskies mengandung bahan-bahan yang bisa melengkapi kebutuhan nutrisi sang kucing, mulai dari protein dan karbohidrat. Lalu, apa sih kandungan dalam makanan kucing Friskies yang memiliki nutrisi seimbang? • Protein untuk menjadi sumber energi dan melindungi tubuhnya. • Vitamin dan mineral untuk melengkapi kebutuhan nutrisinya. • Karbohidrat sebagai sumber energi, seperti nasi dan jagung. Pilihan Makanan Kucing Friskies Makanan kucing Friskies hadir dengan nutrisi yang seimbang dengan beragam pilihan rasa dan variasi. Berikut beberapa pilihan makanan kucing Friskies yang bisa menjadi pertimbangan Anda: • FRISKIES Kitten Discoveries, makanan kucing Friskies untuk anak kucing ini diformulasikan dengan rasa ayam, ikan, sayuran, biji-bijian utuh, dan ada kandungan susu yang bisa memaksimalkan pertumbuhan anak kucing. • FRISKIES Indoor Delights, untuk kucing rumahan dan juga mengurangi hairball pada kucing rumahan. • FRISKIES Surfin & Turfin Favourites untuk kucing yang suka rasa-rasa ikan dengan nutrisi seimbang. • FRISKIES Meaty Grills dengan kombinasi rasa sapi, ayam, domba, kalkun dan sayur-sayuran yang pasti menjadi favorit kucing kesayangan Anda. • FRISKIES Seafood Sensations, untuk kucing yang suka seafood. Selain menjadi makanan sehari-hari, Friskies juga memiliki varian untuk camilan atau snack sebagai selingan makanannya. Makanan kucing Friskies Party Mix memiliki beberapa varian rasa, yaitu Classic, Beachside dan Mixed Grill. Untuk memberikan camilan Friskies, pastikan Anda mengikuti panduan porsi yang sesuai dengan berat badan kucing kesayangan. Untuk berat badan 2-4kg, berikan maksimum 15gr per hari, sedangkan untuk kucing dengan berat 4-6kg hanya membutuhkan porsi 15-20gr per hari, sedangkan untuk berat 6kg, Anda bisa memberikannya 20gr per hari. Untuk lebih lengkapnya, Anda bisa membaca panduan pemberian makanan ini pada kemasan camilan Friskies makanan kucing. Cara Memilih Makanan Kucing Friskies untuk Kucing Kesayangan Bingung cara memilih makanan kucing Friskies terbaik untuk kucing kesayangan Anda? Dalam memilih Friskies makanan kucing, hal yang perlu diperhatikan adalah jenis daging yang disukainya. Untuk mengetahui hal yang satu ini, tentunya ia perlu dikenalkan dengan beberapa jenis daging yang bisa ia konsumsi. Setelah mengetahui daging favoritnya, Anda bisa memberikannya makanan kucing Friskies sesuai dengan daging favoritnya. Perlu diperhatikan saat Anda mencoba mengganti makanan kucing, pastikan untuk melakukan transisi perlahan untuk membantunya beradaptasi dengan jenis makanannya yang baru. Mengganti makanannya secara mendadak bisa berpengaruh terhadap kesehatan perutnya, bahkan bisa membuatnya diare. Jadi, sudah yakin kan dengan makanan kucing Friskies? Yuk berikan makanan kucing dengan nutrisi seimbang dan gizi yang tepat untuk menjaga kesehatan kucing kesayangan kita!
Makanan & Nutrisi
Makanan Kesukaan Kucing
Makanan Kesukaan Kucing
2 mins read
Kelihatannya, kucing adalah hewan yang suka makanan apa saja, karena ia seringkali kedapatan makan makanan yang ada di meja makan atau bahkan di tempat sampah. Sebenarnya, hal itu terjadi karena rasa keingintahuannya yang tinggi, kalau ditanya, sebenarnya sih kucing juga punya pilihan makanan kesukaannya sendiri lho. Penasaran dengan apa makanan kesukaan kucing? Yuk simak artikel berikut! 1. Daging Daging ayam dan daging sapi adalah jenis daging-dagingan yang menjadi makanan kesukaan kucing. Selain rasanya yang gurih, daging juga mengandung protein yang tinggi yang menyehatkan untuk kucing. Meskipun daging menjadi makanan kesukaan kucing, pastikan Anda menyajikan makanan kesukaan kucing yang satu ini dengan matang ya, karena daging yang masih mentah bisa menyebabkan kucing sakit perut. 2. Ikan Sering melihat kucing tertarik dengan masakan ikan yang ada di meja makan? Hal ini karena ikan merupakan salah satu makanan kesukaan kucing. Selain rasanya yang nikmat, ikan juga mengandung omega 3 yang baik untuk nutrisi kucing. Beberapa makanan kesukaan kucing yang mengandung ikan adalah: Proplan Makanan Kucing Kering Dewasa Sensitive Skin & Stomach Salmon Tuna dan Proplan Makanan Kucing Kering Kucing Dewasa Fussy & Beauty Salmon. 3. Karbohidrat Makanan kucing adalah makanan yang mengandung gizi yang seimbang. Tak hanya daging-dagingan, biasanya makanan kesukaan kucing juga mengandung karbohidrat yang sesuai dengan porsi makan kucing. Kandungan karbohidrat yang sering ditemukan pada makanan kucing adalah jagung, nasi dan juga gandum. 4. Sayur dan Buah-Buahan Untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, kucing juga membutuhkan kandungan sayur dan buah-buahan. Contoh sayuran dan buah-buahan yang bisa diberikan sebagai makanan kucing adalah pisang, stroberi, melon dan juga apel. Untuk cara penyajiannya, Anda bisa memotong-motong buah-buahan ini hingga berukuran kecil-kecil agar mudah untuk dikonsumsi. Untuk buah-buahan yang berbiji, pastikan Anda membuang bijinya terlebih dahulu agar ia tidak tersedak. Sedangkan untuk sayuran, sayuran yang bisa diberikan kucing sebagai makanan kucing adalah labu dan juga wortel. 5. Snack Kucing Di sela-sela waktu makan utamanya, kucing juga suka mengkonsumsi snack lho. Snack kucing ini bisa dijadikan sebagai selingan waktu makanan utamanya yang fungsinya seringkali dijadikan sebagai hadiah atau treats yang diberikan untuk kucing saat ia melakukan suatu hal, misalnya sehabis grooming, sehabis berolahraga, atau hal-hal lainnya. Karena rasanya yang sangat lezat, snack menjadi salah satu makanan kesukaan kucing. Namun, karena sifatnya sebagai tambahan, Anda juga perlu menyesuaikan porsi makan kucing regulernya. Saat Anda memberikan snack kucing, Anda juga perlu mengurangi porsi makan kucing regulernya agar ia tidak kelebihan kalori. Untuk memberikan snack kucing, pastikan tidak lebih dari 10% dari jumlah kalori hariannya. Itu dia berbagai makanan kesukaan kucing yang seringkali kita temukan. Anda bisa menemukan berbagai nama atau jenis makanan kucing yang mengandung bahan-bahan makanan kesukaan kucing seperti yang sudah disebutkan di atas.. Dengan memberikan makanan kesukaan kucing sesuai dengan porsi makan kucing, kita bisa membantu menjaga kesehatan kucing dan membantu memastikan ia mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan.
Perilaku & Pelatihan
Kucing Muntah Makanan Sendiri? Yuk Ketahui Penyebabnya!
Kucing Muntah Makanan Sendiri? Yuk Ketahui Penyebabnya!
2 mins read
Saat kucing muntah makanan, berarti ia sedang menunjukan bahwa ada suatu hal yang tidak benar dalam perutnya, baik karena sakit perut, permasalahan kesehatan yang serius, atau karena pola makan yang tidak benar. Namun, apapun alasannya, sebagai pemilik kucing pasti bingung saat melihat kucing muntah makanannya sendiri. Untuk mengetahui penyebab kucing muntah makanan, yuk simak artikel berikut! Penyebab Kucing Muntah Makanan Untuk mengetahui apa yang perlu dilakukan untuk mengatasi kucing muntah makanannya sendiri, ada baiknya kita mencari tahu terlebih dahulu penyebab kucing muntah makanannya. Berikut beberapa kemungkinan penyebab kucing muntah makanannya sendiri: • Makan terlalu banyak • Makan terlalu banyak adalah penyebab kucing muntah makanan yang paling sering ditemukan. Biasanya, kucing akan memuntahkan makanan karena adanya refleks peregangan di perut dan muntah merupakan cara untuk mengeluarkan makanan yang tidak bisa dicerna. Makanya, penting untuk memberikan makanan kucing sesuai dengan porsinya untuk menghindari makan yang terlalu banyak. • Terlalu aktif setelah makan • Tidak hanya kucing, manusia pun juga akan merasa mual dan sakit perut jika langsung melakukan kegiatan yang terlalu aktif sesaat setelah makan. Biasanya, bermain atau berlari-larian menjadi penyebab kucing muntah setelah makan, karena saat itu isi perutnya naik ke atas dan menyebabkannya muntah. Jadi, ajari ia untuk tenang sesaat setelah makan dan hindari mengajaknya bermain setelah ia makan. • Makan rumput • Kucing Anda sering bermain di luar rumah dan sering kedapatan makan rumput? Bisa jadi ini penyebab kucing muntah makanan. Biasanya, jika memang rumput menjadi penyebab kucing muntah, Anda akan menemukan sisa-sisa rumput di dalam muntahan kucing. Hal ini tidak perlu dikhawatirkan jika terjadi sesekali. • Alergi makanan • Alergi makanan juga bisa menjadi salah satu penyebab kucing muntah makanan. Namun, butuh bantuan dokter hewan untuk memastikan bahwa alergi menjadi alasan utama kucing muntah makanan. Jika iya, mungkin Anda akan diminta untuk mengganti makanan kucing ke merk atau jenis yang cocok untuknya, contohnya makanan untuk perut yang sensitif seperti PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Sensitive Skin & Stomach Salmon Tuna. • Masalah kesehatan • Permasalahan perut juga menjadi penyebab kucing muntah makanan, seperti sembelit yang menyebabkannya sulit buang air besar. Sama seperti alergi makanan, untuk memastikan penyebab kucing muntah yang satu ini, Anda butuh pengecekan ke dokter hewan. Cara Mengatasi Kucing Muntah Makanan Sesaat setelah Anda mengetahui bahwa kucing muntah makanan, segeralah bantu ia untuk mengistirahatkan perutnya dengan tidak memberikannya makan dan minum selama 4-6 jam. Namun, untuk terus menjaganya tetap terhidrasi, Anda bisa memberikannya beberapa sendok makan air setiap 30 menit sekali. Selama waktu tersebut, cobalah untuk memperhatikan kondisi kucing. Jika dalam waktu 6 jam kondisinya membaik dan tidak muntah lagi, cobalah berikan air putih. Jika responnya baik, Anda bisa kembali menyajikan makanan kucing dalam porsi kecil dan perlahan seiring berjalannya waktu hingga porsi makannya kembali normal. Kapan Harus Khawatir Kucing Muntah Makanan? Jika kucing muntah karena kebanyakan makan atau terlalu aktif setelah makan, Anda tidak perlu khawatir karena ia akan kembali normal dalam hitungan jam. Namun, jika kucing muntah makanan dalam waktu yang lama dan tidak berhenti serta ia tidak bisa makan dan minum, segeralah bawa kucing Anda ke dokter hewan, terutama jika muntah kucing berbau busuk atau bahkan bercampur darah. Nah, itu dia beberapa penyebab kucing muntah makanan dan berbagai hal yang bisa dilakukan jika kucing muntah setelah makan.
Kesehatan
Cara Merawat Anjing Seputar Kesehatan Gigi
Sikat Gigi Anjing: Panduan Merawat Kesehatan Gigi Anjing
3 mins read
Tahukah Anda bahwa kesehatan gigi termasuk sebagai salah satu hal penting yang menyangkut kesehatan anjing kesayangan Anda? Tak jarang, permasalahan gigi ini menyebabkan permasalahan yang serius karena dibiarkan terlalu lama karena banyak yang lupa bahwa menjaga kesehatan gigi juga merupakan cara merawat anjing yang penting. Untuk merawat anjing dengan kesehatan gigi yang baik, yuk simak cara merawat anjing berikut! Berbagai Permasalahan Gigi Anjing yang Sering Ditemukan Gigi dan gusi yang sehat membantu menjaga nafsu makanan anjing kesayangan Anda, karena ia bisa mengunyah dengan nyaman. Tapi, kalau gigi anjing sakit, meskipun diberikan makanan kesukaanya, ia tidak bisa menikmatinya. Alhasil, ia menjadi kehilangan nafsu makan, kekurangan berat badan serta mempengaruhi metabolisme tubuhnya. Kesehatan gigi anjing tidak hanya berhubungan dengan kondisi mulut, namun gigi anjing yang sakit juga bisa mempengaruhi kesehatan organnya, karena bakteri yang masuk ke dalam aliran darah yang mempengaruhi kondisi hati, ginjal dan juga jantungnya. Berikut beberapa permasalahan seputar gigi anjing: • Penumpukan plak dan tar, yaitu zat yang terbentuk oleh bakteri. Semakin lama, plak ini akan menyebabkan bau dan menyebabkan kerusakan gigi dan iritasi gusi. Plak adalah salah satu permasalahan pada gigi anjing yang perlu diatasi secepatnya, karena jika dibiarkan, plak akan mengeras menjadi karang gigi yang semakin sulit untuk dihilangkan. • Penyakit periodontal, atau penyakit gusi dan tulang yang mengelilingi gigi karena kondisi plak dan karang gigi anjing yang terlalu lama dibiarkan. • Infeksi mulut yang diakibatkan oleh periodontal yang jika semakin parah bisa menyebabkan pembengkakan wajah dan kelainan bentuk anatomi. • Fraktur gigi, yaitu gigi retak atau patah karena ia mengunyah terlalu keras. • Permasalahan pada gigi anjing yang tidak ditangani bisa menyebabkan kerusakan organ karena infeksi yang masuk ke aliran darah, terutama karena kondisi gusi yang iritasi. Cara Merawat Gigi Anjing Ada beberapa perawatan gigi anjing yang bisa dilakukan. Pertama, dengan rutin membersihkan gigi anjing untuk menghindari pembentukan plak dan juga karang gigi. Selain itu, cara membersihkan gigi anjing selanjutnya juga bisa dengan memberikan makanan yang bisa membantu membersihkan gigi. Cara Membersihkan Gigi Anjing Kesehatan gigi anjing bisa dijaga dengan rutin membersihkannya untuk mengurangi perkembangan plak dan juga tartar. Idealnya, Anda perlu membersihkan gigi anjing setiap hari. Untuk memudahkan Anda dan anjing kesayangan, sangat disarankan untuk mulai rutin menyikat gigi anjing sedini mungkin, saat ia masih memiliki gigi susu. Setelah usianya 4-6 bulan, giginya akan tanggal dan digantikan oleh gigi dewasa. Awalnya, menyikat gigi anjing mungkin bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, cara membersihkan gigi anjing yang bisa dilakukan oleh pemula adalah dengan menggosokkan giginya dengan kain yang lembut secara perlahan. Pada tahap ini, cobalah untuk menjaganya tetap nyaman serta rileks. Pada awal pengenalan rutinitas ini, Anda tidak perlu menyikat gigi anjing terlalu lama, karena umumnya saat masih kecil ia belum memiliki plak, yang terpenting rutin untuk membuatnya terbiasa. Setelah selesai, berilah treats atau camilan sebagai hadiah untuk mereka. Setelah ia terbiasa dengan rutinitas ini, mulailah perkenalkan ia dengan sikat gigi yang lembut. Cara menyikat gigi anjing dalam pada tahap ini belum membutuhkan pasta gigi. Saat menggunakan sikat gigi, bersihkan juga bagian bawah gusinya secara perlahan. Sudah terbiasa dengan sikat gigi? Sekarang waktunya mengenalkan pasta gigi. Cara membersihkan gigi anjing dengan pasta gigi adalah dengan menggunakan pasta gigi dengan kandungan enzim yang diformulasikan khusus untuk anjing dengan perasa seperti daging dan juga mint. Rasa-rasa tersebut adalah rasa kesukaan anjing yang bisa membuatnya nyaman saat sikat gigi. Mengingat menjaga kebersihan gigi anjing adalah hal yang penting. Coba rutin lakukan cara membersihkan gigi anjing dan juga cara menyikat gigi anjing sebagai bagian dari cara merawat anjing!
Kesehatan
Bulu Kucing Rontok? Berikut Cara Mengatasinya!
Bulu Kucing Rontok? Berikut Cara Mengatasinya!
2 mins read
Bulu kucing rontok? Sering melihat rambut kucing bertebaran di rumah? Jangan khawatir, berikut ini kita akan membahas seputar bulu kucing rontok termasuk dengan penyebab dan cara mengatasinya. Pada dasarnya, ada banyak penyebab bulu kucing rontok, mulai dari faktor internal dan juga eksternal. Untuk lebih lanjutnya, yuk simak artikel berikut! Kenapa Bulu Kucing Rontok? Ada beberapa penyebab bulu kucing rontok, yang pertama karena alergi, baik karena makanan, gigitan serangga, ataupun debu. Biasanya, alergi ini menyebabkan rasa gatal yang tidak tertahankan, untuk meredakannya, para kucing menjilati bulunya hingga rontok dan bahkan adanya bintik-bintik kebotakan. Penyebab bulu kucing rontok yang kedua adalah adanya kutu dan tungau. Sama seperti alergi, saat adanya kutu atau tungau, kucing merasa gatal dan akan menjilati rambutnya hingga rontok. Parahnya, kutu dan tungau ini bisa menyebabkan kucing benar-benar menjilati rambutnya hingga rambutnya tercabut hingga dari bagian akarnya. Ketiga, bulu kucing rontok bisa jadi juga karena adanya rasa sakit atau nyeri. Biasanya ia menjilati bagian persendian yang sakit untuk mengurangi rasa nyeri, namun tanpa sadar, kebiasaan ini justru membuat bulu kucing rontok. Penyebab bulu kucing rontok selanjutnya adalah karena stres, bisa jadi karena adanya anggota keluarga baru di rumah, atau baru pindah rumah. Saat ia merasa tidak nyaman atau merasa stres, kucing akan menggaruk bagian perutnya yang menyebabkan bulu kucing rontok. Selain penyebab di atas, bulu kucing rontok juga terjadi karena ia menderita penyakit tertentu. Untuk mengetahui hal ini, penting untuk mencari tahu lebih lanjut dengan memeriksakannya ke dokter. Cara Agar Bulu Kucing Tidak Rontok Ternyata, rambut kucing memiliki perawatan khusus lho. Berikut beberapa cara agar bulu kucing tidak rontok: • Sikat rambut kucing secara teratur, terutama untuk kucing berambut tebal. Rutin menyikat rambut ini bisa membuat rambut kucing lebih lembut, terawat dan mudah diatur sehingga akan mengurangi bulu kucing rontok. • Mandikan kucing secara rutin untuk menjaga kebersihannya. Kebersihan yang buruk bisa menjadi penyebab bulu kucing rontok. • Ubah pola makan kucing dan berikan makanan dengan kandungan asam lemak omega 3 dan omega 6 untuk menjaga bulu yang sehat mencegah bulu kucing rontok lagi. • Pastikan ia mendapatkan asupan air yang cukup untuk menjaganya tetap terhidrasi. • Siapkan tempat tidur yang nyaman, karena terkadang stres menjadi pemicu bulu kucing rontok. Jika Anda sudah melakukan berbagai hal di atas namun bulu kucing masih rontok, cobalah segera mengeceknya ke dokter hewan, karena beberapa penyebab bulu kucing rontok juga karena penyakit serius. Cara Menyisir Rambut Kucing Rutin menyisir bulu kucing bisa menjadi cara agar bulu kucing tidak rontok. Rutin menyisir rambut kucing menjadikannya lebih halus dan tidak kusut atau menggumpal. Gunakan sisir kucing saat menyisir rambut kucing secara perlahan dan usahakan untuk menyisir seluruh bagian rambut kucing. Saat menyisirnya, Anda juga bisa menggunakan waktu ini untuk bermain atau bercanda. Jadi, tidak hanya merawat rambut, Anda juga bisa sambil quality time dengannya. Jadi, ada berbagai penyebab bulu kucing rontok, mulai dari faktor internal dan juga eksternalnya. Agar bulu kucing tidak rontok, rutinlah menyisir dan merawat rambut kucing kesayangan serta menjaga kebersihannya. Untuk kucing yang mengalami hairball, Anda juga bisa memberikannya PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Fussy & Beauty Salmon.
Kesehatan
Penyebab Anjing Muntah
Penyebab Anjing Muntah
2 mins read
Gangguan pada sistem pencernaan anjing merupakan salah satu penyebab anjing muntah. Saat anjing muntah, pastilah kita menjadi panik. Ada berbagai penyebab anjing muntah, mulai dari hal yang sederhana, sampai dengan alasan mengkhawatirkan yang membutuhkan penanganan dokter. Untuk lebih lanjutnya, yuk simak penyebab anjing muntah berikut ini! Keracunan Penting untuk mengetahui makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh dimakan oleh anjing, karena beberapa bahan makanan bisa menyebabkan gangguan saluran pencernaan anjing dan menjadi penyebab anjing muntah. Seringkali ditemukan anjing keracunan dan muntah karena makan cokelat atau tanaman. Hal ini terjadi karena terkadang anjing merasa penasaran dengan benda-benda yang ada di depan matanya dan tertarik untuk mencobanya. Makan benda asing Tidak hanya memakan makanan yang tidak seharusnya, memakan benda asing juga menjadi penyebab anjing muntah, seperti makan kaos kaki, sampah, atau bahkan kotoran binatang lain. Reaksi makan benda asing ini tentunya berbeda-beda pada setiap anjing. Jika ia menunjukan reaksi negatif atau terlihat tidak enak badan, segera berkonsultasilah ke dokter. Makan terlalu cepat Sama seperti manusia, makan terlalu cepat bisa memberikan dampak buruk. Anjing yang makan terlalu cepat bisa menjadi penyebab anjing muntah dan mempengaruhi sistem pencernaan anjing. Jika anjing kesayangan Anda muntah sekali dan setelahnya terlihat baik-baik saja, bisa jadi penyebab anjing muntah karena ia makan terlalu cepat dan sakit perut. Tak perlu khawatir, dalam beberapa saat, anjing bisa kembali ceria seperti biasanya. Cacingan Penyebab anjing muntah selanjutnya yang mungkin terjadi adalah adanya cacing pada perut anjing yang seringkali ditemukan pada anjing yang sering main di luar rumah. Cacing dapat masuk ke dalam tubuh anjing melalui berbagai organ, mulai dari usus, jantung, hati, ginjal atau bahkan otot. Selain muntah, biasanya cacingan pada anjing ini menyebabkan diare, feses yang bercampur darah, penurunan berat badan, perut membuncit dan juga perubahan perilaku yang menjadi lesu dan banyak diam. Jika Anda melihat tanda-tanda anjing cacingan, segeralah mengunjungi dokter hewan untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Stress Anjing juga memiliki perasaan. Saat ia merasa stress, baik karena pindah rumah, adanya anggota baru dalam keluarga, atau perubahan makanan yang mendadak, hal tersebut bisa menyebabkan masalah pada sistem pencernaan anjing yang menjadi penyebab anjing muntah. Jika stress menjadi penyebab anjing muntah, quality time-lah yang menjadi salah satu cara mengatasi anjing muntah. Buatlah lebih banyak waktu bermain dengan anjing kesayangan Anda untuk membuatnya kembali nyaman. Gangguan pencernaan pada sistem pencernaan anjing Gangguan pencernaan pada sistem pencernaan anjing menjadi penyebab utama anjing muntah. Selain muntah, biasanya gangguan pencernaan pada sistem pencernaan anjing ini bisa menyebabkan kekurangan nafsu makan, kelebihan gas, sembelit, diare dan juga kesulitan menelan karena pencernaan pada sistem pencernaan anjing dapat membuat iritasi lambung dan usus. Gangguan pencernaan ini dapat terjadi karena beberapa alasan, mulai dari perubahan mendadak dalam pola makan, trauma, makan sembarangan, racun, alergi, parasit, obat-obatan dan juga infeksi. Ada beberapa perawatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi gangguan pencernaan pada sistem pencernaan anjing, mulai dari makanan anjing khusus untuk perut sensitif, perawatan medis sampai dengan operasi perut. Itu dia berbagai penyebab anjing muntah karena adanya gangguan pada sistem pencernaan anjing. Dengan memberikan perawatan anjing dan menjaga saluran pencernaan anjing, ia pasti akan kembali sehat seperti semula. Untuk perawatan anjing dengan sistem pencernaan anjing yang sensitif, Anda bisa memberikannya PRO PLAN Dog Adult Sensitive Digestion All Size Lamb dengan kandungan sumber prebiotik yang terbukti secara klinis dapat memperbaiki keseimbnagan mikroflora usus.
Kesehatan
Makanan Kucing Dewasa
3 mins read
Kucing Anda baru berulang tahun yang pertama? Inilah waktu pencarian makanan kucing dewasa dimulai. Saat berusia dibawah satu tahun, Anda masih bisa memberikan makanan anak kucing untuknya. Namun, setelah menginjak satu tahun, ia sudah memiliki kebutuhan yang berbeda, dan sudah waktunya mengganti makanannya menjadi makanan kucing dewasa untuk menjaganya tetap sehat dan penuh nutrisi. Untuk menjaga kesehatannya, kucing Anda membutuhkan asupan protein, lemak, minyak, mineral, vitamin dan karbohidrat dengan kandungan yang tepat. Tentunya, makanan kucing dewasa yang baik adalah makanan dengan kandungan tersebut dengan porsi yang pas, kecuali kucing kesayangan Anda mengalami kondisi kesehatan tertentu sehingga ia membutuhkan makanan yang berbeda. Untuk lebih jelasnya, yuk simak artikel berikut! Tips Mengganti Makanan ke Makanan Kucing Dewasa Jika sebelumnya ia hanya makanan untuk anak kucing, mengganti makanannya ke makanan kucing dewasa tentunya membutuhkan adaptasi. Adaptasi ini dibutuhkan untuk menjaga kesehatan perutnya. Untuk mengganti makanan anak kucing ke makanan kucing dewasa, berikut hal yang bisa dilakukan: • Tambahkan sedikit makanan kucing dewasa ke dalam makanan normalnya • Perlahan-lahan, tambahkan porsi makanan kucing dewasa dan kurangi porsi makanan sebelumnya untuk mempermudah masa transisi. Setiap kucing membutuhkan waktu yang berbeda-beda hingga makanannya berganti sepenuhnya. Jadi, bersabar ya! Makanan Kucing Dewasa vs Makanan Kucing Senior Kucing memiliki tiga tahapan usia, yaitu anak-anak, dewasa dan juga senior. Saat sudah memasuki usia ke-tujuh, kucing kesayangan Anda bukanlah dewasa, melainkan sudah menjadi senior. Kucing senior membutuhkan makanan kucing senior karena perubahan kesehatan dan juga kondisinya yang membuatnya membutuhkan nutrisi berbeda dari yang makanan kucing dewasa berikan. Saat kucing kesayangan Anda sudah memasuki usia ke-7, penting untuk segera memberikannya makanan kucing senior. Berbeda dengan makanan kucing dewasa, makanan kucing senior mengandung protein yang tinggi serta memiliki kandungan vitamin E. Selain itu, biasanya makanan kucing senior juga berukuran yang lebih kecil dengan tekstur yang lebih lembut, mengingat kualitas inderanya berkurang seiring bertambahnya usia. Salah satu makanan kering kucing yang bagus untuk kucing senior adalah PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Senior LONGEVIS Salmon & Tuna yang baik untuk menjaga kesehatan ginjal. Rekomendasi Makanan Kucing Dewasa Memilih makanan kucing dewasa memang membutuhkan banyak riset dan juga rekomendasi. Ada dua pilihan jenis makanan kucing dewasa yang bisa Anda berikan, yaitu makanan basah dan juga makanan kering. Anda bisa mengenalkan kedua pilihan ini kepada kucing kesayangan Anda untuk mengetahui mana pilihan makanan yang ia sukai. Ada banyak pilihan makanan kering kucing yang bagus sesuai dengan kondisi kebutuhannya, seperti PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Sensitive Skin & Stomach Salmon Tuna, untuk kucing dengan kulit yang sensitif, PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Indoor Hairball Control Chicken, untuk kucing rumahan yang sering mengalami permasalahan dengan hairball, dan juga PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Sterilised Weight Loss Salmon Tuna untuk kucing yang sudah disteril. Berapa Banyak Porsi Makan Kucing? Setelah memiliki opsi makanan kucing dewasa, mungkin pertanyaan setelahnya yang muncul adalah “berapa banyak porsi makan kucing dewasa?”. Porsi makan kucing dewasa itu berbeda-beda, hal ini tergantung dengan berat badan, ras dan juga gaya hidup kucing Anda, karena ini berhubungan dengan berat badan. Untuk lebih pastinya, cobalah cek rekomendasi dokter hewan untuk mengetahui berapa banyak porsi makan kucing yang ia butuhkan. Itu dia pilihan makanan kucing dewasa, tips mengganti makanan kucing dan juga berapa banyak porsi makan kucing yang bisa Anda berikan. Dengan artikel ini, semoga Anda bisa menemukan rekomendasi makanan kucing dewasa yang pas sesuai dengan kesukaan kucing Anda.
Kenapa Kucing Suka Berantem Berikut Cara Mengatasinya
Kenapa Kucing Suka Berantem? Berikut Cara Mengatasinya!
2 mins read
Kucing berantem seringkali terdengar dan juga terlihat menyeramkan, terlebih lagi jika terjadi terus menerus. Berikut ini beberapa alasan kenapa kucing suka berantem dan juga cara menghentikan kucing berantem yang bisa Anda lakukan. Kenapa kucing berantem? Ada beberapa alasan kenapa kucing berantem, mulai dari wilayah kekuasaan, sikap agresif, dan juga bermain-main. Berikut ini beberapa alasan kenapa kucing berantem yang seringkali terjadi. Pertama, karena wilayah kekuasaan. Wilayah kekuasaan bisa menjadi alasan kenapa kucing berantem. Hal terjadi pada kucing yang tinggal di luar rumah, yang khawatir akan kucing lain mengambil wilayahnya, dan tak jarang juga terjadi pada kucing yang tinggal dalam satu atap. Para kucing menandai wilayah kekuasaannya dengan aroma, termasuk rumah Anda. Nah, biasanya beberapa kucing yang hidup dalam satu atap seringkali berantem karena hal tersebut. Kedua, biasanya kenapa kucing suka berantem karena memang beberapa kucing pada dasarnya memiliki sikap yang agresif yang umumnya terjadi pada kucing jantan. Tak jarang, kucing jantan berantem dengan adik atau kakaknya, atau bahkan mengajak berantem kucing asing. Alasan ketiga kenapa kucing berantem adalah karena diawali dengan bermain-main. Kadang, ada kucing yang awalnya hanya bercanda saja, namun tanpa sadar bercandanya yang agresif tersebut bisa memicu adanya pertengkaran. Jika hal ini mengkhawatirkan, cara agar kucing tidak berantem yang bisa Anda lakukan adalah dengan memisahkan kucing-kucing tersebut secara aman dan penuh strategi, terutama jika sedang merebutkan betina di musim kawini. Cara Menghentikan Kucing yang Bertengkar Melihat kucing bertengkar bukanlah hal yang menyenangkan, terutama jika itu terjadi pada dua atau lebih kucing peliharaan Anda. Saat melihat kucing bertengkar, mungkin hal reflek pertama yang akan Anda lakukan adalah mencoba memisahkan mereka, namun di sinilah Anda perlu berhati-hati, karena mereka bisa menjadi agresif pada Anda seperti menggigit atau mencakar. Sebagai opsinya, Anda bisa mengalihkan perhatian mereka, yaitu dengan hal yang mereka sukai atau dengan suara-suara yang akan menarik perhatian mereka dan menghentikan perkelahian. Cara agar kucing tidak berantem di luar rumah Kadang, saat kucing Anda berkeliaran di luar rumah, ia bisa diserang oleh kucing lain, apalagi jika kucing Anda lembut yang kemungkinan besar tidak akan membalas atau melawannya. Berikut ini beberapa cara agar kucing tidak berantem atau tidak diserang di luar rumah: • Jaga agar kucing tetap di dalam rumah • Cari tau kucing yang suka menyerang kucing Anda. Jika kucing tersebut merupakan kucing seseorang, beritahu pemiliknya akan perilaku kucing tersebut • Anda juga bisa melakukan steril kucing untuk mencegah kucing agar tidak berantem di luar rumah. Jika kucing Anda terus saja berkelahi, baik dengan kucing lain di rumah atau dengan kucing asing, sudah saatnya Anda mencari solusi jangka panjang untuk hal tersebut. Biasanya, kucing yang terus menerus berkelahi memiliki kelemahan sosialisasi yang bisa diatasi dengan: • Pengecekan ke dokter, karena bisa jadi kucingmu menjadi agresif karena ada masalah kesehatan, seperti adanya luka atau rasa sakit pada tubuhnya. • Bawa ke ahli perilaku hewan untuk melatih sikap agresifnya. • Lakukan steril kucing untuk mengurangi keagresifannya. Kucing adalah hewan individualis yang kurang nyaman tinggal dengan sekumpulan kucing lain, baik itu sedikit atau banyak. Oleh karena itu, jika Anda memiliki beberapa hewan peliharaan dalam satu rumah, pastikan Anda menyediakan berbagai kebutuhannya secara terpisah yang bisa menjadi cara agar kucing tidak berantem karena berebut makanan, minuman, atau mainan.
Perilaku & Pelatihan
Jerawat Kucing - Penyebab dan Cara Mengatasinya
Jerawat Kucing: Penyebab dan Cara Mengatasinya
2 mins read
Jerawat kucing memang terdengar aneh, namun hal tersebut merupakan hal yang umum terjadi. Namun, jerawat pada kucing ini umumnya masih belum diketahui penyebabnya. Jika Anda melihat adanya jerawat pada kucing, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan: Bentuk Jerawat Dagu Kucing Jerawat dagu kucing juga berupa benjolan kecil yang diikuti dengan komedo hitam dan putih. Tapi, biasanya jerawat kucing lebih terlihat seperti kotoran dibandingkan jerawat, makanya sedikit sulit untuk mendeteksi adanya jerawat pada kucing ini. Pada beberapa kasus, jerawat pada kucing ini bisa menyebabkan kerontokan, kemerahan atau bahkan bisa menyebabkan berdarah. Biasanya, jerawat kucing terjadi pada bagian dagu, pipi dan juga dekat bibir. Terkadang, sulit membedakan jerawat kucing dan juga koreng pada kucing, jika Anda menduga bahwa koreng pada kucing tersebut merupakan jerawat kucing, segeralah berkonsultasi ke dokter hewan. Penyebab Jerawat Kucing Pada dasarnya, penyebab jerawat kucing ini juga masih menjadi tanda tanya besar. Beberapa ahli mengatakan bahwa jerawat kucing atau juga yang sering disebut dengan follicular keratinization terjadi karena folikel rambut yang terhambat karena tingginya produksi keratin atau protein di dalam kulitnya. Jerawat pada kucing pada umumnya ditemukan di daerah dagu, oleh karena itu jerawat pada kucing seringkali disebut sebagai jerawat dagu kucing. Selain karena keratin, jerawat kucing yang muncul di dagu muncul karena: • Wadah plastik yang digunakan kucing untuk makan dan minum • Grooming yang tidak bersih, terutama untuk kucing senior • Beberapa penyakit serius, seperti: sistem imun yang lemah, stres, alergi makanan, hormon yang tidak seimbang dan kelenjar sebaceous hiperaktif. Cara Menghilangkan Jerawat Kucing Jika Anda yakin benar adanya jerawat pada kucing kesayangan Anda, hal pertama yang bisa dilakukan adalah dengan mengeceknya di dokter hewan. Biasanya, jerawat pada kucing akan hilang sendirinya, namun pada beberapa kondisi, Anda perlu memberikan perawatan lebih. • Cara menghilangkan jerawat kucing yang pertama adalah dengan membersihkan area sekitarnya dengan chlorhexidine antibacterial. Bersihkan bagian jerawat kucing beberapa kali sehari hingga breakout-nya memudar. • Selain dibersihkan, cara menghilangkan jerawat kucing selanjutnya yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan kompres air hangat untuk mengurangi pembengkakan. • Asam lemak seperti omega-3 juga bisa membantu menjaga kesehatan kulit • Mengganti mangkok plastik dengan mangkok keramik atau stainless • Menggunakan shampoo antibakterial atau anti fungal • Memberikan gel pereda jerawat kucing • Untuk beberapa kasus, dokter hewan juga merekomendasikan untuk memberikan antibiotik atau antiradang untuk mengurangi pembengkakan Untuk berbagai cara menghilangkan jerawat kucing ini, pastikan Anda sudah berkonsultasi ke dokter hewan agar memastikan Anda memberikan perawatan yang tepat. Apakah Jerawat Kucing Bisa Muncul Lagi? Pada beberapa kondisi, jerawat kucing bisa muncul lagi. Anda bisa mengurangi risikonya dengan memastikan kebersihan kulit sang kucing. Jika jerawat kucing muncul terlalu sering, Anda bisa berdiskusi dengan dokter hewan untuk penanganan yang efektif. Nah, itu dia penjelasan singkat mengenai jerawat kucing sekaligus penyebab jerawat kucing dan juga cara menghilangkan jerawat kucing. Walaupun jerawat kucing bisa hilang dengan sendirinya, namun usahakan untuk menjaga kebersihan kucing untuk mengurangi risiko jerawat kucing datang lagi. Untuk bantu menghindari jerawat pada kucing, Anda bisa memberikan PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Fussy & Beauty Salmon atau PRO PLAN Cat Makanan Basah Kucing Dewasa Derma Plus Salmon yang mengandung Omega-3 dan 6 yang tinggi, untuk menjaga kesehatan kulit dan rambut kucingmu. Selamat mencoba!
Kesehatan
Waktu & Tips Memandikan Kucing
Waktu & Tips Memandikan Kucing
3 mins read
Seperti yang kita ketahui, kucing bisa membersihkan tubuhnya sendiri. Terkadang, hal tersebut sudah cukup, namun untuk beberapa kondisi, Anda perlu memandikan kucing karena noda atau kotoran yang tidak bisa mereka bersihkan sendiri. Jika Anda merasa ini waktu memandikan kucing, berikut beberapa hal yang perlu Anda ketahui seputar memandikan kucing, mulai dari berapa kali memandikan kucing, waktu memandikan kucing dan juga bagaimana cara memandikan kucing. Berapa kali memandikan kucing? Idealnya, waktu memandikan kucing dilakukan setiap 4-6 minggu sekali, tergantung seberapa sering kucing membersihkan tubuhnya, kondisi tempat tinggalnya dan juga rasnya. Untuk kucing yang sering main di luar rumah, biasanya memiliki kebutuhan yang lebih besar untuk dimandikan. Selain kucing yang sering bermain di luar, Anda juga perlu memandikan kucing yang obesitas dan juga kucing yang sudah senior. Untuk kucing dengan ras tanpa rambut, Anda perlu memandikan kucing sekali seminggu karena mereka memiliki produksi minyak yang berlebih. Perlengkapan yang dibutuhkan untuk memandikan kucing Untuk memastikan proses memandikan kucing berjalan dengan mudah, pastikan Anda sudah menyiapkan perlengkapan ini di dalam kamar mandi: • Baskom, ember besar atau wastafel • Shampoo kucing yang tidak mengandung parfum dan zat kimia yang terlalu keras • Conditioner khusus kucing jika dibutuhkan • Satu atau dua buah handuk • Sisir kucing Bagaimana cara memandikan kucing? Sebagai pemula, wajar jika Anda merasa bingung dan khawatir untuk memandikan kucing. Berikut panduan bagaimana cara memandikan kucing yang bisa Anda lakukan: Pertama, pilih waktu yang tepat, yaitu saat ia merasa nyaman, lelah atau sedang merasa manja. Saat ia sedang tidak merasa nyaman, hal tersebut bisa mempersulit proses memandikan kucing. Kedua, persiapkan kucing dengan memotong kukunya untuk menghindari risiko tercakar. Setelah itu, sisir rambut kucing untuk menghilangkan kulit mati dan juga rambut yang rontok. Pada tahap ini, Anda juga bisa menggunakan kapas untuk menutupi bagian telinganya agar tidak masuk air saat mandi. Ketiga, siapkan semua kebutuhan dekat jangkauan. Anda bisa menggunakan keset karet sebagai alas sang kucing agar ia tidak terpeleset saat berdiri yang juga bisa membuatnya merasa lebih nyaman. Saat membasuh bagian tubuh kucing yang terluka atau iritasi, sebaiknya Anda menggunakan sarung tangan untuk kenyamanan pribadi. Setelah semuanya siap, Anda bisa mulai memandikan kucing. Untuk memandikan kucing, gunakan air hangat (tidak terlalu panas) yang kemudian dibasuh perlahan ke tubuh kucing. Setelah itu, gunakan shampoo dan bersihkan bagian tubuh kucing secara perlahan. Pada bagian wajah, bersihkan dengan menggunakan kain bersih yang sudah dibasahi. Setelah selesai, balut tubuh kucing dengan menggunakan handuk besar dan kemudian keringkan. Untuk mengeringkan tubuh kucing, hair dryer bisa menjadi opsi, asal digunakan dengan suhu yang tidak terlalu pasar. Tips Memandikan Kucing Untuk mempermudah momen memandikan kucing, berikut beberapa tips memandikan kucing yang bisa Anda perhatikan: • Tutup keran air, karena sebagian kucing merasa tidak nyaman dengan suara air mengalir • Gunakan keset karet sebagai alas • Hindari menggunakan shower yang mungkin bisa menakutinya, sebagai pengganti, gunakan gayung • Setiap kucing berbeda-beda, jadi sebaiknya lakukan patch test untuk shampoo tersebut sebelum mengaplikasikannya ke seluruh tubuh • Kurangi suara-suara yang mungkin bisa membuat kucing tidak nyaman • Jika kucing tidak menyukai suara hair dryer, keringkan tubuh kucing dengan handuk yang lembut Ada baiknya juga untuk memberikan snack atau treat setelah memandikan kucing. Ini bisa menjadi tips memandikan kucing yang membuatnya mengingat hal tersebut sebagai pengalaman yang positif dan memudahkan proses memandikan kucing kemudian hari. Nah, itu dia beberapa hal mengenai waktu dan tips memandikan kucing. Meskipun kucing bisa membersihkan tubuhnya sendiri, namun untuk beberapa kondisi Anda perlu membantu memandikannya. Yuk jaga kebersihan kucing kesayangan Anda!
Perilaku & Pelatihan

Pagination

  • First page
  • Previous page
  • …
  • Halaman 50
  • Halaman 51
  • Halaman 52
  • Halaman 53
  • Halaman 54
  • Halaman 55
  • Halaman 56
  • Halaman 57
  • Halaman 58
  • …
  • Next page
  • Last page
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.