Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content
Seputar Kucing Susah Buang Air Kecil
Seputar Kucing Susah Buang Air Kecil
3 mins read
Sebagai pemilik kucing, sudah menjadi rutinitas wajib untuk membersihkan atau membuang kotoran dalam kotak pasirnya setiap hari, karena idealnya kucing buang air kecil satu sampai dua kali sehari. Lalu, bagaimana dengan kotak pasir yang masih bersih alias kucing tidak bisa pipis sama sekali? Untuk kondisi kucing susah buang air kecil, ketahui lebih jelasnya dalam artikel berikut. Kenapa kucing susah buang air kecil? Kucing susah buang air kecil atau kucing pipis sedikit sedikit mengindikasikan adanya sesuatu yang terjadi pada tubuhnya. Salah satu penyebab kenapa kucing pipis sedikit sedikit atau susah buang air kecil adalah stres. Kucing adalah salah satu hewan yang sensitif yang mudah stres karena adanya ketidaknyamanan atau perubahan dalam kebiasaan atau gaya hidupnya. Stres ini bisa terjadi karena hal yang langsung berhubungan dengannya, seperti kotak pasir yang baru, atau bisa juga perubahan yang terjadi di sekitarnya, misalnya adanya anggota keluarga baru di rumah, atau pindah ke rumah baru. Sebelum mengkhawatirkan adanya penyakit serius karena kucing susah buang air kecil, cobalah meninjau kembali perubahan yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan ini. Jika stres ini terjadi karena perubahan kotak pasir yang baru, cobalah gunakan kotak pasir lamanya untuk mengetahui apakan adanya perubahan. Jika ia merasa stres karena perubahan lain di rumah, cobalah untuk membuatnya nyaman dengan menghabiskan lebih banyak waktu atau mengajaknya bermain. Penyakit kucing susah buang air kecil Disamping adanya perubahan gaya hidup, penyebab kenapa kucing pipis sedikit sedikit atau kucing susah pipis adalah karena adanya penyakit cystitis. Penyakit ini menyebabkan radang kandung kemih yang membuatnya sulit buang air kecil. Cystitis ini disebabkan karena infeksi bakteri atau tingkat p H urin abnormal. Salah satu cara untuk mencegah kucing susah buang air kecil karena cystitis ini adalah dengan menyediakan air minum yang mudah diakses dan juga memberikan makanan yang penuh nutrisi, seperti PRO PLAN Cat Makanan Basah Kucing Dewasa Urinary Tract Health Chicken, PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Urinary Care Chicken, dan Purina ONE Healthy Urinary | Makanan Kering Kucing Dewasa Urinary Chicken. Ketiga pilihan makanan ini mengandung serat inulin yang bisa mendukung penyerapan nutrisi dan asam lemak omega 3 untuk melindungi saluran kemih dan peradangan. Selain cystitis, penyakit kucing susah buang air kecil lain juga adanya penyumbatan saluran kemih. Hal ini terjadi karena adanya endapan atau kristal dalam urin yang seringkali ditemukan pada kucing. Karena adanya kristal ini, kucing susah pipis dan membuat ginjalnya tidak bekerja dan menyebabkan kadar racun dalam tubuh meningkat dan lama kelamaan bisa menyebabkan kematian. Cara mengatasi kucing tidak bisa pipis Cara mengobati kucing tidak bisa pipis hanya bisa dilakukan oleh dokter. Sebelum memberikan penanganan, dokter akan melakukan pengecekan urin dan juga cek darah. Cara mengatasi kucing tidak bisa pipis bisa dengan pemasangan kateter atau bahkan dengan tindakan operasi, sesuai dengan kebutuhan dan juga kondisinya. Cara menghindari kucing susah buang air kecil Secara genetik, ada beberapa kucing yang mengalami permasalahan saluran kencing. Namun, berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi risiko kucing tidak bisa pipis: • Melakukan pemeriksaan kesehatan tahunan • Memberikan makanan penuh nutrisi. Jika ia pernah mengalami kondisi kucing tidak bisa pipis, gantilah makanannya menjadi makanan basah yang bisa menjaga hidrasi • Pastikan ia mengkonsumsi air yang cukup • Jaga kebersihan kotak pasir untuk menjaga kenyamanannya buang air • Jaga berat badan stabil Jika Anda melihat kucing sering masuk ke dalam kotak pasirnya dan berusaha membuang air kecil namun tidak mengeluarkan apa-apa, ini merupakan pertanda adanya gangguan dalam saluran kemihnya. Kondisi kucing susah buang air kecil ini tidak bisa dibiarkan karena bisa menyebabkan penyakit yang serius. Jika Anda melihat kucing susah buang air kecil, segeralah periksa ke dokter.
Kesehatan
Pertolongan Pertama Kucing Sesak Nafas
Pertolongan Pertama Kucing Sesak Nafas
2 mins read
Kucing yang bernapas dengan pendek, cepat dan dengan mulut terbuka merupakan bagian dari ciri ciri kucing sesak nafas. Untuk Anda pemilik kucing, yuk ketahui ciri ciri kucing sesak nafas dan juga pertolongan pertama kucing sesak nafas dalam artikel berikut. Penyebab kucing sesak nafas Sebelum membahas pertolongan pertama kucing sesak nafas, ada baiknya mengetahui kenapa kucing sesak nafas. Keadaan kucing susah bernafas dikenal dengan dispnea, yang bisa menimbulkan gejala ringan namun bertambah parah dalam hitungan waktu. Berikut beberapa penyebab kenapa kucing sesak nafas: • Adanya benda asing dalam saluran hidung, • Kelebihan cairan perut, • Cedera pada bagian dada, • Virus, • Benda asing yang menyangkut di batang tenggorokan. Penyebab kenapa kucing sesak nafas juga bisa jadi indikasi adanya penyakit serius, seperti penyakit jantung atau gagal jantung, tumor atau kanker, pneumonia, pendarahan paru-paru atau dada, dan juga asma. Hanya dokter yang bisa melakukan pengecekan penyebab pasti kenapa kucing sesak nafas. Ciri ciri kucing sesak nafas Untuk mengetahui apakah kucing kesayangan Anda mengalami sesak nafas, berikut ciri-ciri yang bisa terlihat. Pertama, adanya perubahan dalam bernafas. Perubahan dalam bernafas ini terlihat dengan nafas yang pendek dan cepat, atau bisa juga bernafas dengan mulut terbuka, menganga dan nafas kucing terengah engah. Hal ini ia lakukan untuk mendapatkan lebih banyak oksigen dalam tubuhnya. Perubahan bernafas ini juga terdengar dari bunyinya yang terdengar berat atau bisa juga seperti mendengkur. Kedua, adanya perubahan gerakan dalam dada dan perutnya. Saat bernafas dengan pendek atau terengah-tengah, dada dan perut kucing akan terlihat bergerak dengan cepat karena ia sedang berusaha untuk mendapatkan lebih banyak oksigen dalam waktu cepat. Ketiga, terlihat kebingungan, tidak nyaman dan juga lemas. Tentu saja, saat kucing susah bernafas, ia merasa tidak nyaman dan kebingungan serta tidak berdaya. Jika Anda melihat adanya tanda-tanda kucing sesak nafas dan tidak mau makan, segeralah membawanya ke dokter sebelum kondisinya semakin menurun. Pertolongan pertama kucing sesak nafas Hal terbaik yang bisa dilakukan saat kucing susah bernafas adalah membawanya ke dokter hewan. Namun, jika dalam beberapa kondisi Anda tidak bisa segera membawa kucing ke dokter, ada beberapa pertolongan pertama kucing sesak nafas yang bisa dilakukan: • Membantu kucing untuk tetap tenang dan tidak panik. Anda bisa mengelus-elus kucing dan berbicara dengan suara yang lembut untuknya. Saat susah bernafas dan panik, kucing akan lebih banyak kehilangan tenaga. • Berikan sirkulasi udara lebih, seperti membuka jendela rumah. • Periksa bagian hidung kucing untuk mengecek apakah ada benda asing yang tersangkut atau terjebak di bagian mulut dan hidungnya. Jika ada, cobalah untuk mengeluarkannya secara perlahan. • Jika tiba-tiba ia berhenti bernapas, segeralah lakukan CPR. Kucing susah bernafas adalah hal yang perlu diwaspadai. Berbagai pertolongan pertama kucing sesak nafas di atas tentunya tidak bisa menggantikan tindakan medis. Jika kucing susah bernafas, segeralah membawanya ke dokter hewan. Dalam beberapa situasi, setelah kucing sesak nafas dan tidak mau makan, ia akan kehilangan berat badannya. Oleh karena itu, untuk membantu pemulihannya, berikan juga ia makanan yang penuh dengan nutrisi untuk menunjang kesehatan dan pengembalian berat badannya. Cek rekomendasi makanan kucing di sini.
Kesehatan
Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit Mata pada Kucing
Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit Mata pada Kucing
2 mins read
Sama halnya seperti manusia, sakit mata pada kucing adalah hal yang umum terjadi. Sakit mata pada kucing dapat disebabkan oleh berbagai hal, baik karena luka cakaran atau bisa juga karena infeksi. Selain menyebabkan ketidaknyamanan, sakit mata pada kucing juga bisa menimbulkan dampak jangka panjang yang serius. Oleh karena itu, kenali penyebab dan cara mengatasi sakit mata pada kucing di artikel ini. Ciri-ciri sakit mata pada kucing Jika Anda melihat adanya tanda-tanda ketidaknyamanan pada mata kucing, bisa jadi kucing kesayangan Anda sedang mengalami infeksi mata kucing atau mengalami sakit mata pada kucing. Biasanya, ciri-ciri sakit mata pada kucing ini dapat ditunjukkan dengan seringnya berkedip, mata keruh, mata merah dan juga sering menggaruk mata. Jika Anda melihat adanya tanda-tanda mata kucing sakit, segeralah membawanya ke dokter hewan, karena ada banyak jenis penyakit mata pada kucing, mulai dari penyakit sederhana yang bisa sembuh dengan sendirinya sampai dengan penyakit mata yang serius. Berbagai penyakit mata pada kucing Ada beberapa jenis penyakit mata pada kucing, seperti: • Konjungtivitis. Kondisi di mana terjadi peradangan atau mata merah pada bagian dalam kelopak mata. Saat mata kucing konjungtivitis, biasanya matanya akan bengkak dan belekan. Sakit mata pada kucing satu ini terjadi karena iritasi atau alergi yang bisa disembuhkan dengan obat dari dokter. • Infeksi mata karena jamur atau virus dari hidung dan mulut yang menyebabkan mata kucing berair, merah dan bengkak. • Blefaritis, yaitu pembengkakan pada kelopak mata yang terjadi karena adanya gesekan bulu mata dengan bola mata, atau bisa juga karena alergi dan infeksi. Keempat, katarak, yaitu sakit mata pada kucing yang sudah tua yang menyebabkan gangguan penglihatan dan bahkan kebutaan. Selain penyakit mata pada kucing di atas, ada jenis sakit mata pada kucing lainnya seperti glaukoma, penyakit retina dan juga keratitis. Infeksi mata kucing Infeksi mata kucing adalah kondisi saat mata kucing menjadi merah. Infeksi mata kucing ini dapat disebabkan karena trauma, baik karena tercakar, tergigit atau terkena debu. Selain itu, infeksi mata kucing juga bisa disebabkan oleh iritan yang kemudian terinfeksi oleh bakteri maupun virus. Untuk penanganan tepat sesuai dengan agen infeksinya, sebaiknya berkonsultasilah ke dokter hewan. Cara mengobati sakit mata pada kucing Jika Anda melihat adanya ketidaknyamanan pada mata kucing, Anda bisa membantu membersihkannya dengan menggunakan kapas dan air bersih. Seka bagian luar mata secara perlahan. Sakit mata pada kucing bisa jadi terjadi karena adanya kotoran. Apakah sakit mata pada kucing bisa menular? Sakit mata yang terjadi karena terkena debu tidaklah menular. Namun, sakit mata seperti konjungtivitis yang terjadi karena infeksi virus dan bakteri bisa menular ke kucing lainnya. Infeksi mata kucing konjungtivitis ini biasanya akan menunjukan ciri-ciri mata berair dan juga keluar lendir hijau atau kuning dari mata. Tak jarang, lendir ini akan bercampur dengan kotoran mata yang menyebabkan mata kucing bisa tertutup rapat dan mengganggu penglihatannya. Tapi, tak perlu khawatir, walaupun konjungtivitis ini menular, tapi tidak akan menular pada manusia kok. Untuk mengetahui adanya sakit mata pada kucing, penting untuk rutin mengecek kondisi mata kucing kesayangan Anda. Jika ada tanda-tanda ketidaknyamanan, bantulah untuk membersihkan mata sang kucing. Jika tidak kunjung membaik, segeralah berkunjung ke dokter hewan. Selain itu, pastikan untuk selalu memberikan makanan kucing bernutrisi tinggi agar dapat bantu mencegah sakit mata pada anabul kesayangan. Yuk, cek rekomendasi berbagai makanan kucing di sini.
Kesehatan
Penyakit Scabies pada Kucing
Penyakit Scabies pada Kucing
2 mins read
Penyakit scabies pada kucing bisa saja terjadi pada kucing liar dan kucing rumahan. Scabies pada kucing ini menular dengan adanya interaksi dengan kucing yang terinfeksi tungau scabies. Jika Anda melihat kucing kesayangan Anda menunjukan tanda-tanda sering menggaruk, kulit iritasi dan adanya penebalan kulit yang biasa muncul di ujung telinga, bisa jadi kucing kesayangan Anda terinfeksi scabies. Untuk lebih lanjutnya, simak artikel berikut. Apa itu scabies kucing? Penyakit scabies pada kucing adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei, yaitu salah satu ektoparasit yang bisa menyerang kucing. Penularan ini terjadi karena adanya interaksi dengan kucing lain yang mengidap scabies, contohnya kucing rumahan yang berinteraksi dengan kucing liar. Ciri-ciri penyakit scabies pada kucing Scabies pada kucing merupakan salah satu faktor yang dapat menurunkan produktivitas kucing, hal ini terjadi karena parasit ini memakan jaringan tubuh sang kucing dan mengambil nutrisi dalam tubuhnya. Tak heran, penyakit kucing scabies ini membuat sang kucing terlihat lemas dan tidak bergairah. Berikut beberapa ciri-ciri penyakit scabies pada kucing: • Sering menggaruk, menjilat atau menggigit tubuhnya, • Terdapat kotoran yang menumpuk di bagian telinga, • Adanya bercak pada kulit, luka atau koreng • Rambut rontok, • Kulit kemerahan, iritasi, atau berkerak, • Adanya luka atau koreng Biasanya, gejala scabies pada kucing ini pertama-tama akan terlihat pada bagian telinga atau area wajahnya. Jika Anda melihat ada tanda-tanda berbeda, segeralah berkonsultasi ke dokter hewan. Cara mengobati kucing scabies Scabies pada kucing bisa diobati. Namun, cara mengobati kucing scabies membutuhkan resep dokter sesuai dengan kondisinya. Jika kucing Anda menunjukan tanda-tanda penyakit scabies pada kucing, segeralah membawanya ke dokter hewan agar segera dilakukan pemeriksaan dengan mikroskop untuk mencari keberadaan tungau tersebut. Setelah melakukan pemeriksaan, biasanya dokter akan memberikan obat antiparasit. Obat ini bisa diminum, dioles, atau disuntik tergantung dari tingkat keparahan penyakitnya. Jenis obat yang diberikan akan dipengaruhi dengan jenis tungau dan juga area tubuh yang terinfeksi. Selain itu, dokter juga akan memberikan obat anti gatal dan juga merekomendasikan shampo anti tungau. Dalam masa penyembuhannya, pastikan Anda membersihkan seluruh mainan sang kucing. Jika kucing Anda memiliki kandang, desinfektan juga kandangnya untuk menghentikan penyebaran scabies ini. Jika Anda memiliki lebih dari satu kucing di rumah dan salah satunya terinfeksi scabies, segeralah memeriksakan kucing lainnya. Setelah itu, pisahkan kucing yang terinfeksi scabies dengan kucing lainnya untuk menghindari penularan. Pengaruh scabies pada kucing terhadap manusia Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa penyakit scabies pada kucing ini menular, tidak hanya kepada kucing lain, namun juga kepada manusia, jika sumber tungau Sarcoptes scabiei ini menyebar. Jika kucing kesayangan Anda terkena scabies, pastikan Anda membersihkan seluruh bagian rumah, mulai dari memvakum karpet, sofa dan kasur. Selain itu, bersihkan juga tempat tidur dan mainan kucing kesayangan Anda, karena bisa jadi tungau scabies ini bersarang di tempat tersebut. Terakhir, penting juga untuk rutin mencuci tangan. Umumnya, penyakit scabies pada kucing akan sembuh dalam waktu satu bulan. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan selama masa penyembuhan tersebut. Pastikan Anda memantau kondisi pada daerah yang terinfeksi scabies untuk memperhatikan perkembangan luka atau rasa gatalnya. Untuk penyembuhan yang lebih efektif, berikan juga makanan yang penuh nutrisi. Cek rekomendasi berbagai makanan kucing di sini.
Kesehatan
Mata Kucing Berselaput: Penyebab dan Cara Menyembuhkannya
Mata Kucing Berselaput: Penyebab dan Cara Menyembuhkannya
2 mins read
Pernah lihat mata kucing berselaput? Jika diperhatikan, mata kucing yang berselaput ini terlihat janggal dan membuatnya tidak nyaman. Tentu saja, selaput ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang bisa mempengaruhi penglihatan kucing. Untuk itu, yuk simak penjelasan mengenai mata kucing berselaput dalam artikel berikut. Kenapa mata kucing berselaput? Ada banyak faktor penyebab mata kucing berselaput, mulai dari cedera sampai dengan penyakit serius, berikut beberapa penyebab mata kucing berselaput: Pertama, adanya ulserasi atau luka pada kornea mata. Kondisi ini bisa terjadi karena trauma atas benturan atau paparan bahan kimia. Jika mata kucing tertutup selaput putih karena ulserasi kornea, biasanya mata kucing akan terlihat merah dengan adanya luka pada bola mata. Selain itu, mata kucing dengan kondisi ini akan lebih rentan atau sensitif terhadap cahaya. Jika Anda melihat adanya tanda-tanda ini, segeralah lakukan pengecekan di dokter. Kedua, keratitis yaitu infeksi, cedera, atau virus. Kondisi satu ini merupakan kondisi yang cukup serius yang membutuhkan penanganan dokter dengan segera. Ketiga, katarak yang umumnya dialami oleh kucing senior. Kondisi mata kucing tertutup selaput putih ini membuat kucing sulit melihat, dan bahkan bisa juga menyebabkan kebutaan. Selanjutnya, glaukoma, yaitu penumpukan cairan yang menekan saraf optik. Tanda kucing yang mengalami glaukoma adalah kondisi mata membesar, kornea keruh, mata merah, pupil melebar dan juga terlihat tidak nyaman dengan matanya. Terakhir, penyebab mata kucing berselaput putih juga bisa jadi karena sedang mengalami demam atau sedang dehidrasi. Saat demam, selaput matanya akan cenderung lebih kering dan membuat keelastisitas membrannya berkurang. Cara mengobati selaput putih pada mata kucing Mengingat penyebab mata kucing berselaput beranekaragam, oleh karena itu cara menghilangkan selaput putih pada mata kucing juga tergantung dengan kondisinya. Umumnya, cara mengobati selaput putih pada mata kucing bisa dilakukan dengan memberikan antibiotik, tetes mata dan juga salep pereda nyeri yang bisa didapatkan dengan resep dokter. Namun, untuk kondisi yang lebih serius seperti katarak perlu dilakukan operasi untuk mengembalikan kenyamanan matanya. Kapan harus membawa kucing ke dokter? Pasalnya, setiap kali melihat adanya ketidaknyamanan pada kucing, penting untuk memberikan perhatian lebih untuk mengetahui penyebabnya. Dalam kondisi ketidaknyamanan pada mata kucing, penting untuk mengenal gejala yang perlu diwaspadai pada bagian mata kucing yang membutuhkan penanganan dokter: • Sering menggosok mata • Sering mengeluarkan air mata • Terlihat lebih sensitif terhadap cahaya • Terlihat tidak nyaman atau kesakitan • Adanya perubahan kedipan yang lebih cepat dari biasanya, bisa juga terlihat seperti menyipitkan mata • Salah satu mata terlihat lebih besar • Adanya cairan dari mata • Demam • Bersin-bersin • Terlihat kebingungan atau tidak nyaman Nah, itu dia penjelasan mengenai kondisi mata kucing yang bisa menjawab pertanyaan kenapa mata kucing berselaput. Pada dasarnya, kondisi mata kucing berselaput dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari tanda-tanda tidak enak badan sampai dengan penyakit yang serius. Untuk menentukan penyebab pasti dari mata kucing berselaput dan juga mengetahui cara mengobati selaput putih pada mata kucing, ada baiknya Anda berkunjung ke dokter untuk mendapatkan pengecekan yang lebih lanjut. Jika dalam masa pemulihan atau penyembuhan kucing kesayangan Anda kelihatan kehilangan nafsu makan, cobalah untuk memberikan makanan kucing basah yang bisa meningkatkan nafsu makannya. Cek berbagai pilihan makanan kucing basah di sini.
Kesehatan
Kulit Kucing Mengelupas? Simak Penjelasannya!
Kulit Kucing Mengelupas? Simak Penjelasannya!
3 mins read
Kucing adalah hewan yang rentan terhadap berbagai permasalahan kulit, mulai dari rambut rontok, sampai dengan kulit mengelupas seperti ketombe. Tentunya, permasalahan kulit kucing ini bisa mengganggu kenyamanan dan juga keindahan rambutnya. Jika Anda melihat kondisi kulit kucing mengelupas, simak penjelasan berikut ini! Penyebab kulit kucing mengelupas Kulit adalah keindahan kucing yang paling mempesona, oleh karena itu, saat kulit kucing mengelupas atau saat kucing korengan menjadi hal yang menyedihkan bagi pemiliknya. Jika Anda melihat kondisi kulit yang berbeda, berikut beberapa penyebab kenapa kulit kucing mengelupas: • Iritasi dan pengelupasan • Iritasi dan pengelupasan ini bisa jadi terjadi karena kurangnya perawatan grooming. Perawatan grooming tidak hanya berfungsi untuk menjaga kebersihan kulitnya, namun juga menjaga kesehatan kulitnya. Saat grooming, kulit mati dan kotoran yang menumpuk akan terangkat dan menjaga kulitnya tetap lembut dan sehat. Tanpa perawatan grooming yang cukup, tentu bisa menyebabkan permasalahan kulit, salah satunya kulit kucing mengelupas. • Alergi dan reaksi kulit • Kucing korengan bisa diawali dengan rasa gatal yang membuatnya tidak nyaman. Hal ini dapat disebabkan karena alergi suatu makanan, kutu, atau suatu bahan kimia yang membuat kulit gatal, meradang dan mengelupas. • Kurangnya nutrisi yang cukup • Makanan juga menjadi salah satu faktor utama untuk menjaga kesehatan kulit kucing. Kurangnya nutrisi dalam makanan dan juga kurangnya asupan air mineral juga bisa menjadi penyebab penyakit kulit pada kucing. Dapatkan rekomendasi makanan kucing yang penuh nutrisi di sini. • Penyakit kulit kucing • Disamping gaya hidup, penyebab kulit kucing mengelupas juga bisa terjadi karena adanya penyakit kulit pada kucing. Penyakit kulit kucing ini bisa mencakup dermatitis, jamur dan juga infeksi bakteri. Penyakit kulit pada kucing Kulit kucing mengelupas bisa menjadi tanda adanya penyakit kulit pada kucing. Berikut beberapa penyakit kulit pada kucing yang sering ditemukan: Pertama, demodekosis. Demodekosis ini disebabkan oleh tungau Demodex cati atau Demodex gatoi. Demodex cati ini dapat menyebabkan rambut rontok, peradangan kulit dan juga pengerasan kulit. Sedangkan, Demodex gatoi akan menyebabkan rasa gatal yang parah, peradangan pada kulit dan menimbulkan kerak di bagian batang tubuh dan tungkai. Tak jarang, Demodex gatoi ini menyebabkan kucing korengan di seluruh tubuh dan juga menimbulkan bisul. Kedua, jerawat. Jerawat ini disebabkan oleh bakteri yang terlihat dengan adanya komedo di bagian bibir dan dagu. Komedo ini menyebabkan rasa gatal berlebih yang membuat kucing sering menggaruk area tersebut. Solusinya, berikan kandungan omega tiga dan antibiotik topikal. Selanjutnya, Ctenochepalides felis. Kutu ini terlihat seperti bintik hitam atau benjolan kecil pada kulit kucing. Kutu ini mudah berpindah, oleh karena itu penting untuk mengetahui penyebarannya sedini mungkin. Terakhir, tungau telinga atau yang biasa dikenal dengan Otodectes cynotis. Permasalahan kulit kucing pada bagian telinga seringkali ditemukan. Dengan adanya rasa gatal, kucing cenderung sering menggaruk dan menjilat bagian telinga. Jika ia menggaruk berlebihan, hal ini akan menyebabkan kerusakan permanen. Oleh karena itu, penting untuk segera mengecek ke dokter. Cara merawat kulit kucing Untuk menjaga kulit kucing tetap sehat, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan: • Melakukan perawatan grooming untuk meningkatkan sirkulasi udara dan mencegah kulit kucing mengelupas • Pastikan memberikan makanan dengan nutrisi yang tepat untuk menjaga kesehatan kulit kucing • Perhatikan sejarah permasalahan kulit, seperti kulit kucing mengelupas dan berair atau kulit kucing korengan dan hindari penyebabnya • Jaga kebersihan lingkungan. Rutin membersihkan tempat tidur, kotak pasir dan juga kandangnya untuk menghindari kutu, tungau dan jamur • Jika perlu, berikan suplemen untuk perawatan kulit Jika Anda melihat adanya tanda-tanda ketidaknyamanan pada bagian kulit kucing, segeralah berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan cara mengobati kulit kucing yang mengelupas atau korengan.
Kesehatan
Kucing Tidak Bisa BAB? Berikut Penjelasan dan Solusinya
Kucing Tidak Bisa BAB? Berikut Penjelasan dan Solusinya
2 mins read
Kesehatan pencernaan kucing bisa terlihat dari kotorannya, baik dari tekstur, warna, dan juga jadwal buang airnya. Kucing yang buang air dengan teratur menunjukan pencernaan yang lancar. Lalu, bagaimana dengan kotak pasir kucing yang seringkali kosong? Hal ini menunjukan bahwa kucing tidak bisa BAB, baik itu karena permasalahan pencernaan atau bisa jadi adanya kondisi kesehatan yang serius. Untuk mengetahui kenapa kucing susah BAB, yuk simak penjelasannya dalam artikel berikut. BAB kucing yang normal Kucing pup berapa kali sehari? Umumnya, kucing dengan pencernaan sehat akan buang air setiap 12-36 jam. Jadi, bisa dibilang kucing buang air besar 1-2 kali sehari. Jika kucing Anda tidak BAB lebih dari jangka waktu tersebut, bisa jadi kucing tidak bisa BAB atau sedang mengalami sembelit. Sembelit pada kucing dapat dilihat dari tanda-tanda saat ia kesulitan atau terlihat mengejan keras saat BAB, frekuensi BAB yang berkurang, kesulitan buang air kecil, dan juga sering masuk ke dalam kotak pasir namun tidak mengeluarkan kotoran sama sekali. Jika hal ini terjadi pada kucing kesayangan Anda, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah membawanya ke dokter hewan. Penyebab kucing susah BAB Penyebab kucing susah BAB yang paling sering ditemukan adalah karena terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ini terjadi karena kucing kekurangan mengkonsumsi air. Untuk mengatasinya, Anda bisa menambahkan sumber air minum di beberapa titik di bagian rumah. Jika kucing Anda termasuk sulit atau tidak suka minum air, Anda bisa menyiasatinya dengan menggunakan pancuran air minum untuk menarik perhatiannya. Selain dehidrasi, penyebab kucing tidak bisa BAB lainnya yaitu: • Stress atau cemas, • Permasalahan syaraf, • Penyakit radang usus, • Kanker, atau • Alergi Untuk menentukan apakah adanya kondisi kesehatan yang serius, tentunya Anda perlu membawanya ke dokter hewan untuk mendapatkan pengecekan khusus. Cara mengatasi kucing susah BAB Saat kucing tidak bisa BAB, hal ini membuatnya merasa tidak nyaman. Untuk membantu mengatasi dan mencegah kucing tidak bisa BAB, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan. Pertama, membuatnya aktif bergerak. Aktivitas yang banyak bisa meningkatkan kualitas kinerja usus dan mencegah sembelit. Kedua, beri perhatian lebih saat kucing merasa stress, contohnya saat adaptasi rumah baru, atau saat ada anggota baru dalam keluarga. Saat kucing merasa stress, berikan ekstra perhatian dengan meluangkan lebih banyak waktu untuk bermain bersamanya, karena kucing yang sedang stres cenderung mengalami sulit BAB. Terakhir, jika kucing kesayangan Anda memiliki riwayat sembelit atau susah BAB, rutinlah cek jadwal BAB-nya untuk memantau kondisi pencernaannya. Jika kucing terlihat tetap susah BAB, coba lakukan perubahan kecil, seperti ganti kotak pasir atau ganti lokasinya dan ubah makanannya dengan kandungan yang penuh serat. Jika hal tersebut masih belum membantu, segeralah berkonsultasi ke dokter hewan. Makanan untuk kucing susah BAB Makanan untuk kucing susah BAB adalah makanan dengan kandungan serat yang tinggi yang bisa membantu proses pencernaannya. Salah satu rekomendasi makanan untuk kucing susah BAB adalah PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Sterilised Weight Loss Salmon Tuna. PRO PLAN diformulasikan dengan kandungan L-karnitin untuk metabolisme lemak yang sehat serta antioksidan yang terbukti secara ilmiah untuk pertahanan tubuh. Untuk informasi selengkapnya, Anda bisa mengunjungi halaman resmi kami di sini. Berikut penjelasan singkat mengenai kucing tidak bisa BAB. Jika Anda melihat ketidaknyamanan pada kucing, segeralah berkonsultasi ke dokter.
Kesehatan
Ketahui Syarat dan Efek Samping Vaksin Kucing
Ketahui Syarat dan Efek Samping Vaksin Kucing
2 mins read
Vaksin adalah salah satu cara untuk menjaga kesehatan kucing dan menjaga daya tahan tubuhnya. Ada banyak jenis vaksin kucing yang bisa diberikan, mulai dari vaksin rabies, vaksin FCV, sampai dengan vaksin FPV. Setiap jenis vaksin kucing ini memiliki fungsi yang berbeda-beda yang tergantung dengan usia, kebutuhan dan juga kondisi kesehatannya. Sebagai pemilik kucing, yuk ketahui syarat dan efek samping vaksin kucing dalam artikel berikut ini! Pastikan tubuh dalam keadaan sehat sebelum vaksin Syarat vaksin kucing yang harus dipenuhi adalah kondisi kesehatannya. Syarat vaksin kucing yang paling penting adalah suhu tubuh yang normal, nafsu makan dan minum yang baik, tidak batuk, atau flu. Setelah memastikan kondisi tersebut sudah sesuai, barulah Anda bisa melakukan vaksin sesuai dengan jenis vaksin kucing yang dibutuhkan. 6-8 minggu adalah usia minimum untuk vaksin kucing Selain kondisi tubuh, usia juga menjadi syarat vaksin kucing yang juga perlu diperhatikan. Vaksin kucing bisa diberikan untuk kucing yang sudah berusia 6-8 minggu ke atas. Pada beberapa jenis vaksin yang membutuhkan dosis lebih dari satu kali, biasanya vaksin bisa dilakukan dengan selang 3-4 minggu. Sebelum memastikan untuk vaksin, ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter mengenai persyaratan yang perlu dipenuhi. Pastikan kucing tidak sedang hamil Walaupun dalam kondisi sehat dan usia yang cukup, namun kucing hamil tidak boleh menerima vaksin. Memberikan vaksin pada kucing hamil dikhawatirkan akan mempengaruhi anak kucing yang sedang dikandung. Perhatikan reaksi ringan dan berat setelah vaksin Cara kerja vaksin kucing adalah dengan memasukkan bakteri atau virus yang dilemahkan untuk melatih sistem kekebalan tubuh. Efek samping vaksin kucing berbeda-beda, namun umumnya akan ada sedikit pembengkakan di sekitar area vaksinasi, terlihat lesu, nafsu makan berkurang dan demam. Efek samping vaksin kucing ini akan hilang dalam jangka waktu beberapa jam atau beberapa hari. Dalam beberapa kasus, efek kucing setelah vaksin juga membuatnya gatal-gatal, kemerahan dan pembengkakan pada area wajah. Namun, jika adanya efek samping muntah, diare, gusi pucat dan bahkan pingsan, hal tersebut merupakan efek samping vaksin kucing yang cukup serius yang membutuhkan perhatian dokter hewan. Jika kucing kesayangan Anda menimbulkan gejala serius tersebut, segeralah berkunjung ke dokter hewan. Kucing akan sedikit lesu setelah vaksin, berikan nutrisi yang cukup Lemas dan lesu adalah efek samping vaksin kucing yang normal. Untuk mempercepat pemulihannya, Anda bisa membantu memberikan makanan dengan penuh nutrisi. Jika kucing tidak nafsu makan, Anda bisa memberikannya makanan basah yang memiliki aroma lebih kuat yang bisa meningkatkan nafsu makannya, seperti PRO PLAN Cat Makanan Basah Kucing Dewasa Derma Plus Salmon. Makanan kucing PRO PLAN diperkaya dengan serat inulin yang mendukung penyerapan nutrisi yang unggul. Bantu jaga kesehatan kucing selama masa pemulihan Selama masa pemulihan, hal yang bisa Anda lakukan adalah memastikan ia istirahat dengan cukup, kurangi mengajaknya berlari-larian atau berlompat-lompatan agar ia bisa pulih dengan cepat. Selain itu, usahakan juga untuk menjaga kucing agar tetap berada di dalam rumah selama masa pemulihan untuk mencegah paparan penyakit dari lingkungan luar. Itulah penjelasan mengenai vaksin kucing termasuk dengan efek samping vaksin kucing yang mungkin dialami oleh kucing kesayangan Anda. Kesimpulannya, keadaan tubuh kucing akan menurun setelah vaksin. Namun, jika ia menunjukkan tanda-tanda serius, segeralah berkonsultasi ke dokter.
Kesehatan
Ketahui Berapa Lama Kucing Menyusui Sebelum Memberi Makan Anak Kucing
Ketahui Berapa Lama Kucing Menyusui Sebelum Memberi Makan Anak Kucing
2 mins read
Merawat kucing yang baru melahirkan merupakan hal yang menegangkan namun menyenangkan. Dalam proses ini, Anda perlu memperhatikan perawatan untuk induk kucing dan juga anak kucingnya. Setelah melahirkan, induk kucing akan memberikan ASI untuk anak kucing yang akan menjadi sumber nutrisinya. Lalu, berapa lama kucing menyusui sebelum akhirnya ia mulai kenal makanan padat? Yuk simak penjelasannya dalam artikel berikut. Berapa lama kucing menyusui? Setelah induk kucing melahirkan anaknya, proses menyusui akan dimulai. Umumnya, satu induk kucing akan memiliki delapan puting susu. Dalam satu bulan pertama, anak kucing hanya akan mendapatkan nutrisi dari ASI. Lalu setelah satu bulan, sang induk akan mulai mengenalkan anaknya dengan makanan padat. Dalam masa ini, proses menyusui akan berkurang, karena anak kucing akan lebih banyak mengkonsumsi makanan anak kucing. Lalu, berapa lama kucing menyusui? Biasanya, sang induk akan terus menyusui selama masih memiliki anak kucing. Namun, saat anak kucing sudah mulai mengkonsumsi makanan padat, perlahan anak kucing akan mengurangi waktu menyusu yang menyebabkan penurunan produksi susu dari induknya. Setelah beberapa minggu, puting induk kucing akan membengkak namun masih tetap menghasilkan susu. Seiring berjalannya waktu, pembengkakan akan berkurang dan ASI akan berhenti keluar. Jadi, untuk menjawab berapa lama kucing menyusui, jawabannya adalah 4-5 minggu. Namun, biasanya anak kucing akan benar-benar disapih penuh saat usianya tiga bulan. Panduan memberikan makan anak kucing Saat ia sudah memasuki usia tiga minggu ke atas, anak kucing sudah siap untuk dikenalkan dengan makanan anak kucing. Mengingat perut anak kucing masih sangat kecil, penting untuk mengetahui cara memberi makan anak kucing sesuai dengan usianya. Saat usia 3-6 minggu berikan makan setiap 4 jam. Kemudian, saat usianya 6-12 minggu 4 kali sehari, dilanjutkan ketika usia sudah 12 minggu - 10 bulan 3 kali sehari, dan ketika berusia 10 bulan - 12 bulan 2 kali sehari. Cara kasih makan anak kucing yang sesuai dengan usianya ini penting untuk pengenalannya perlahan dengan makanan padat. Sebagai pemula, berikan makanan basah yang penuh nutrisi dan menjaga hidrasinya. Takaran makan anak kucing Untuk menentukan takaran makan anak kucing, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu berat badannya, karena takaran makan anak kucing per hari adalah 30 kalori per kilogram berat badannya. Misal, anak kucing dengan berat badan 500 gram membutuhkan 15 kalori per hari. Rekomendasi makanan anak kucing Setelah berhenti menyusu, anak kucing akan mulai makan makanan padat untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Berikut beberapa rekomendasi makanan anak kucing: • FELIX Kitten Makanan Basah Anak Kucing rasa Ayam dengan kandungan vitamin D, vitamin E dan juga sumber omega 6. • FRISKIES Kitten Discoveries dengan kandungan susu dan protein untuk mendukung pertumbuhan tulang yang kuat. • PRO PLAN Cat Kitten Starter Makanan Kering Anak Kucing Salmon & Tuna dengan kandungan kolostrum, nutrisi untuk perkembangan sistem imun tubuh yang sehat. • Purina ONE Healthy Kitten dengan kandungan protein dan taurin berkualitas tinggi untuk membantu mendukung kesehatan jantung dan pertumbuhan otot. Itu dia penjelasan mengenai berapa lama kucing menyusui dan cara memberi makan anak kucing. Biasanya, proses penyapihan membutuhkan waktu satu bulan dan biasanya sudah disapih penuh saat berusia tiga bulan.
Makanan & Nutrisi
Kenali Penyebab Kenapa Kucing Muntah Kuning
Kenali Penyebab Kenapa Kucing Muntah Kuning
2 mins read
Makan terlalu banyak, berlari-larian setelah makan, atau salah makan adalah beberapa alasan umum yang menyebabkan kucing muntah yang tidak perlu dikhawatirkan. Namun, bagaimana jika ada tanda-tanda yang berbeda dari muntah kucing tersebut, misalnya kucing muntah kuning? Apa pertolongan pertama kucing muntah kuning? Untuk lebih jelasnya, yuk simak berbagai penyebab dan penjelasan kenapa kucing muntah kuning dan apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya. Kesalahan pola makan menjadi penyebab utama kenapa kucing muntah kuning Jika ini merupakan kali pertama kucing muntah kuning, jangan dulu panik. Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah dengan mengevaluasi kembali kesalahan pola makannya. Contohnya, jam makan yang tidak teratur yang mengakibatkan perut kosong adalah penyebab utama muntah kucing muntah kuning. Reaksi dari sistem pencernaan karena menelan benda asing Kucing merupakan hewan dengan rasa keingintahuan yang tinggi yang menyebabkan mereka seringkali makan benda asing. Mengingat daya tahan tubuh setiap kucing berbeda-beda, ada kalanya muntah kuning pada kucing merupakan reaksi sistem pencernaan karena ia menelan benda asing. Jika Anda mencurigai suatu benda yang ia makan, seperti rumput, daun atau hal lainnya, segeralah jauhkan benda tersebut dari jangkauannya dan lihat reaksi selanjutnya, jika tidak ada tanda-tanda lemas, lesu atau muntah berkelanjutan, Anda tidak perlu khawatir. Muntah kuning pada kucing menjadi tanda penyakit empedu Sama seperti manusia, muntah kuning juga bisa menjadi menunjukan gejala penyakit tertentu. Umumnya, muntah kuning ini datang dari empedu, yang bisa terjadi saat ia muntah dalam keadaan perut kosong. Perut kosong ini bisa terjadi karena ia telah muntah berkali-kali, atau bisa juga terjadi karena penyakit lainnya, seperti diabetes, penyakit hati, dan lain lain. Jika Anda melihat kucing muntah kuning yang disertai dengan gejala lain, segeralah berkunjung ke dokter hewan. Apa yang harus dilakukan jika kucing muntah kuning? Setelah mengetahui kenapa kucing muntah kuning, hal selanjutnya yang perlu diketahui adalah apa yang perlu dilakukan jika kucing muntah kuning. Pertama, jika Anda memiliki beberapa kucing dalam satu rumah, jauhkan kucing tersebut dari kucing yang lain untuk menghindari penularan penyakit. Kedua, perhatikan gejala lain, jika ia terlihat lemas, lesu atau bahkan diare, segeralah konsultasikan ke dokter. Jika tidak, Anda bisa memberhentikan ia makan selama 6-8 jam, jika ia terlihat lapar atau meminta makan, ini merupakan tanda yang positif bahwa ia baik-baik saja. Untuk kondisi yang serius, dokter hewan mungkin akan melakukan tes lanjutan untuk mengetahui keadaan kucing kesayangan Anda. Cara menghindari kucing muntah kuning Walaupun Anda tidak bisa selalu memantau apa saja yang dikonsumsi oleh kucing, namun ada beberapa hal yang bisa meminimalisir risiko kucing muntah kuning, yaitu: • Melakukan cek rutin ke dokter hewan. • Memberikan makanan berkualitas dengan kandungan protein yang tinggi dengan kandungan yang seimbang, seperti PRO PLAN yang diformulasikan khusus untuk anak kucing maupun kucing dewasa. • Jauhkan benda-benda berbahaya, seperti bahan kimia dan cairan pembersih dari jangkauannya. Perlu diingat, jika Anda merasa ragu dengan kondisi sang kucing kesayangan, terlebih lagi saat kucing tidak mau makan dan muntah, tidak ada salahnya untuk segera membawanya ke dokter hewan untuk mendapatkan pengecekan yang pasti. Setelah ia mendapatkan perawatan yang tepat dari dokter, pastikan ia mendapatkan kandungan makanan yang cukup. Temukan berbagai pilihan makanan kucing di sini.
Kesehatan

Pagination

  • First page
  • Previous page
  • …
  • Halaman 46
  • Halaman 47
  • Halaman 48
  • Halaman 49
  • Halaman 50
  • Halaman 51
  • Halaman 52
  • Halaman 53
  • Halaman 54
  • …
  • Next page
  • Last page
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.