Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content
Kucing Pipis Terus? Simak Penjelasannya
Kucing Pipis Terus? Simak Penjelasannya
2 mins read
Kucing sehat biasanya buang air satu sampai dua kali sehari. Jika Anda melihat kucing pipis terus dan bahkan buang air di luar kotak pasirnya, ini bisa menunjukan beberapa penyebab tertentu. Untuk lebih jelasnya, yuk simak artikel berikut. Adanya gangguan kesehatan Salah satu penjelasan mengapa kucing pipis terus adalah karena adanya gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran kemih. Infeksi saluran kemih pada kucing ini terjadi karena tertular kucing lain, metabolisme tubuh yang lemah atau karena kucing kurang minum. Selain infeksi saluran kemih, kucing pipis terus juga bisa menjadi tanda adanya penyakit ginjal dan diabetes. Dalam beberapa kasus, penyebab kucing pipis terus menerus di luar kotak pasirnya adalah karena usianya yang sudah tua dengan gangguan radang sendi yang membuatnya kesulitan untuk buang air di kotak pasirnya. Jika kucing sering pipis yang disertai dengan perubahan kesehatannya, segeralah membawanya ke dokter hewan. Kotak pasir penuh Kucing merupakan hewan yang cukup sensitif. Walaupun ia sering bermain kotor-kotoran, namun kucing sebenarnya tidak menyukai kotak pasir yang kotor. Kotak pasir yang kotor dan penuh bisa jadi penyebab kenapa kucing pipis terus di luar kotaknya. Jika Anda melihat kucing pipis terus di luar kotaknya, hal pertama yang bisa dilakukan adalah mengecek kotak pasirnya. Jika ia kembali pipis di kotak pasir setelah dibersihkan, berarti kucing Anda merupakan kucing yang selalu menjaga kebersihan. Selanjutnya, cobalah untuk selalu menjaga kebersihan di kotak pasirnya setiap hari. Kotak pasir yang sulit dijangkau Dimana Anda menyimpan kotak pasir? Menyimpannya di luar rumah dengan pintu yang sering tertutup atau meletakan kotak pasir yang terlalu tinggi bisa menjadi penyebab kucing sering buang air kecil di luar kotaknya karena kesulitan menjangkau kotak pasir. Dalam kasus lain, beberapa kucing juga pemilih dengan lokasi kotak pasirnya. Contohnya, beberapa kucing merasa tidak nyaman buang air di kotak pasir yang terletak di dekat mesin cuci yang sering digunakan dan sering mengeluarkan suara keras. Pada dasarnya, ia hanya ingin buang air dengan damai. Jika ini terjadi, cobalah mengubah lokasi kotak pasir di tempat yang mudah dijangkaunya dan perhatikan perubahannya. Kucing pipis terus karena stres Kucing sering pipis di tempat sembarang merupakan tanda-tanda bahwa ia sedang menandai wilayah teritorialnya. Kucing pipis terus di tempat sembarangan bisa terjadi karena ia sedang stres. Bagi kucing, mengenali aroma baunya sendiri dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanannya yang bisa mengatasi stresnya. Kucing pipis terus karena stres juga akan terlihat sering rewel, mencari perhatian, penurunan nafsu makan dan bahkan menjadi agresif. Saat melihat tanda-tanda ini, cobalah untuk menghabiskan waktu dengannya untuk membuatnya lebih tenang. Kesimpulannya, kucing pipis terus bukanlah tanpa alasan. Berbagai penyebab kenapa kucing pipis terus terutama di luar kotak pasirnya adalah karena merasa stress, tidak nyaman, birahi ataupun sakit. Saat kucing pipis terus, perhatikan kondisi tubuhnya dan segeralah membawanya ke dokter jika terlihat tanda-tanda yang mengkhawatirkan.
Kesehatan
Kucing Birahi Umur Berapa Ketahui Jawabannya di Sini
Kucing Birahi Umur Berapa? Ketahui Jawabannya di Sini!
2 mins read
Tanda kucing birahi seringkali membingungkan. Namun, tanda kucing birahi yang paling ditemukan adalah kucing yang suka mengeong. Lalu, sebenarnya kucing birahi umur berapa sih dan apa saja ciri ciri kucing mau kawin? Untuk menemukan jawabannya, simak artikel berikut. Kucing betina birahi Kucing betina mengalami birahi umumnya pada usia 6-10 bulan, sedangkan kucing jantan birahi pada usia 10-12 bulan. Kucing aktif menjadi tanda kucing birahi Walaupun usia tidak terlalu menentukan kucing birahi umur berapa, tapi umumnya kucing aktif menjadi tanda kucing birahi. Biasanya, saat birahi, kucing akan menjadi lebih aktif dan lebih berisik, hal ini terjadi karena ia mencari perhatian lawan jenisnya. Kucing betina melakukan lordosis saat birahi Ciri kucing betina birahi bisa dilihat dengan kebiasaannya. Saat birahi, kucing betina seringkali menunjukan posisi kawin, seperti menundukkan kepala, menekuk kaki dan juga mengangkat bagian belakangnya. Jika Anda melihat ia melakukan hal ini, tandanya ia sudah siap kawin. Kucing betina menjadi lebih manja saat birahi Berbeda dengan jantan yang agresif saat birahi, manja menjadi ciri kucing betina birahi. Sikap manjanya ini terlihat saat ia seringkali mendekat ke manusia seperti minta dielus, terutama di bagian belakang tubuhnya. Ekor betina melengkung saat birahi Selain sering minta dielus, kucing betina juga akan menunjukan ekor yang melengkung saat birahi. Jadi, jika Anda melihat kucing betina Anda melengkungkan ekornya saat usianya sudah memasuki 6-10 bulan, segeralah carikan kucing jantan untuknya. Kucing sering kabur saat birahi Setelah mengetahui kucing birahi umur berapa, selanjutnya Anda perlu waspada dengan ciri ciri kucing mau kawin yang satu ini, karena saat birahi, kucing cenderung lebih sering kabur dari rumah untuk menemukan lawan jenisnya. Saat Anda mendapati kucing sering kabur, solusinya segeralah temukan pasangan untuknya agar ia tidak kabur dari rumah lagi. Itu dia jawaban untuk kucing birahi umur berapa dan ciri ciri kucing mau kawin. Sebagai pemilik kucing, ada baiknya untuk memperhatikan tanda kucing birahi agar Anda bisa meminimalisir risiko kucing kabur dari rumah atau berkelahi. Saat ia sudah menunjukan ciri ciri kucing mau kawin, segeralah carikan lawan jenisnya untuk mengatasi masa birahinya.
Perilaku & Pelatihan
Ketahui Tanda Tanda Kucing Birahi
Ketahui Tanda Tanda Kucing Birahi
2 mins read
Baik kucing jantan dan betina, saat birahi, keduanya akan menunjukan tanda tanda kucing birahi. Tingkah laku kucing birahi biasanya menjadi lebih aktif, manja dan juga tidak mau diam. Untuk lebih lanjutnya, yuk simak tanda tanda kucing birahi berikut ini. Usia kucing birahi Kucing betina biasanya mengalami birahi pada usia 6-10 bulan. Pada usia ini menunjukan bahwa organ reproduksinya sudah matang dan siap kawin. Nah, saat memasuki usia kucing jantan siap kawin, biasanya proses birahi akan berlangsung 4-5 hari. Sering mencari perhatian adalah tanda tanda kucing mau kawin Saat birahi, kucing jantan dan betina seringkali menarik perhatian. Ciri kucing birahi terutama pada betina adalah menjadi lebih manja dan sering mencari perhatian pemiliknya, baik untuk mendekat atau mengusapkan tubuhnya di dekat Anda dengan harapan untuk mendapatkan belaian. Selain perubahan tingkah laku yang lebih manja, kucing birahi juga akan sering menarik perhatian lewat mengeong. Kucing yang mengeong ini seolah-olah rewel, padahal ia sedang menarik perhatian lawan jenisnya. Kucing yang birahi sering berguling-guling di lantai Tingkah laku kucing birahi sedikit berbeda dari biasanya. Selain mencari perhatian, tanda tanda kucing mau kawin lainnya adalah dengan sering berguling-guling di lantai seperti mengerang kesakitan. Jika hal ini terjadi, tak perlu khawatir, ini hanya merupakan tanda bahwa ia siap kawin. Kabur dari rumah untuk mencari lawan jenis Jika biasanya kucing Anda jarang keluar rumah namun tiba-tiba ia terlihat mencoba kabur, hal ini merupakan tanda tanda kucing birahi. Sebenarnya, kabur ini bukan karena ia tidak betah di rumah, namun dengan tujuan ia ingin mencari lawan jenis untuk kawin. Biasanya, saat kabur dari rumah, kucing yang birahi juga akan sering mengeong keras untuk menarik atau memanggil perhatian lawan jenisnya. Menaikkan tubuh bagian belakang Ciri kucing betina birahi yang seringkali terlihat adalah saat ia menaikkan tubuh bagian belakang. Hal ini merupakan tanda seakan-akan ia siap dengan posisi kawinnya dengan sang jantan. Untuk mengetahui apakah kucing betina Anda sudah birahi adalah dengan mengelus bagian belakang tubuhnya, jika ia menaikkan tubuh bagian belakangnya, ini merupakan ciri kucing betina birahi. Ciri kucing betina birahi terlihat dari ekornya Selain mengecek bagian tubuh belakang kucing betina, Anda juga bisa mengetahui ciri kucing betina birahi dengan melihat bagian ekornya. Tanda tanda kucing birahi adalah dengan melengkungkan ekornya ke atas atau ke samping. Hal ini biasanya dilakukan oleh kucing betina. Saat melihat adanya tanda tanda kucing birahi, Anda bisa segera mencarikan lawan jenis untuk dikawinkan dengan kucing kesayangan Anda. Jika tidak mengawinkan kucing yang birahi, hal ini bisa berisiko pada kesehatan dan juga mental kucing. Kucing jantan yang tidak kawin berisiko kanker testikular dan beberapa masalah prostat, sedangkan bagi betina bisa mengalami infeksi rahim. Sebagai alternatif, Anda bisa melakukan steril kucing. Steril kucing bisa dilakukan untuk kucing jantan dan juga betina.
Perilaku & Pelatihan
Kenali 10 Penyakit Kulit Kucing yang Perlu Diwaspadai
Kenali 10 Penyakit Kulit Kucing yang Perlu Diwaspadai
2 mins read
Penyakit kulit kucing ada banyak jenisnya, baik dari yang menular dan tidak menular. Untuk itu, kenali 10 penyakit kulit kucing yang perlu diwaspadai berikut ini. Kudis Kudis adalah penyakit kulit kucing yang disebabkan oleh tungau yang menetap di lapisan atas kulit kucing. Gejala kudis meliputi gatal-gatal parah, kulit kering, dan terkadang kerontokan rambut. Segera bawa kucing Anda ke dokter hewan untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat. Biasanya, kudis diobati dengan obat-obatan topikal atau oral. Tungau kudis ini tidak bisa terlihat dengan kasat mata. Oleh karena itu, jika melihat kulit kucing merah atau adanya gatal pada kucing, segeralah membawanya ke dokter hewan. Kutu Kutu adalah parasit yang sering menginfeksi kucing dan bisa menyebabkan gatal-gatal yang menyiksa. Kucing yang terinfeksi kutu cenderung menggaruk dan menjilati kulitnya secara berlebihan. Untuk mengatasi penyakit kulit kucing ini, Anda dapat menggunakan sampo atau obat anti-kutu yang disarankan oleh dokter hewan. Selain itu, pastikan untuk membersihkan lingkungan tempat kucing tinggal, termasuk tempat tidur dan furnitur, untuk menghindari infestasi berulang. Infeksi jamur Infeksi jamur pada kulit kucing bisa menyebabkan area kulit yang gatal, kering, dan mengelupas. Jamur juga bisa menular pada manusia, sehingga penting untuk segera mengobati infeksi jamur pada kucing. Dokter hewan akan meresepkan obat-obatan antijamur yang tepat dan memberikan petunjuk perawatan untuk membantu kucing Anda pulih. Alergi kulit Kucing juga bisa menderita alergi kulit, yang bisa disebabkan oleh makanan, serbuk sari, kutu, produk pembersih, atau bahan kimia lainnya. Gejala penyakit kulit kucing yang satu ini meliputi gatal-gatal, lecet, dan rambut rontok. Jika Anda mencurigai kucing Anda memiliki alergi kulit, segera hubungi dokter hewan untuk melakukan tes alergi dan membantu menemukan penyebabnya. Setelah penyebab alergi teridentifikasi, dokter hewan akan memberikan rekomendasi perawatan yang sesuai. Stres Tahukah Anda bahwa stres juga bisa menjadi penyebab penyakit kulit kucing? Stres pada kucing bisa menyebabkan penipisan rambut di bagian punggung dan perut karena over grooming. Jika kucing Anda mengalami stres, coba tinjau kembali perubahan gaya hidup atau situasi di rumah dan cobalah untuk memberikan perhatian lebih untuknya. Penyakit kulit kucing akibat perkelahian Luka dan borok kulit adalah masalah umum pada kucing, terutama bagi kucing yang sering berada di luar rumah atau berinteraksi dengan kucing lainnya. Penyebab umum dari luka dan borok kulit termasuk gigitan, goresan, atau lecet. Jika kucing Anda memiliki luka atau borok yang terinfeksi, penting untuk segera mengunjungi dokter hewan agar mendapatkan perawatan yang tepat. Perawatan meliputi membersihkan luka, memberikan antibiotik, dan mungkin juga perban untuk melindungi area yang terluka. Jika Anda melihat adanya kulit kucing merah akibat luka dan adanya pembengkakan dan nanah, hal ini bisa menjadi tanda adanya infeksi. Oleh karena itu, segeralah membawanya ke dokter. Itulah beberapa penyakit kulit kucing yang seringkali ditemukan. Penyakit kulit pada kucing menyebabkan gatal yang tidak tertahankan dan membuat kulit kucing mengelupas. Untuk mendapatkan penanganan yang tepat, segeralah berkunjung ke dokter hewan.
Kesehatan
Ciri Ciri Infeksi Saluran Kencing pada Anjing
Ciri Ciri Infeksi Saluran Kencing pada Anjing
2 mins read
Infeksi saluran kencing pada anjing adalah penyakit yang seringkali ditemukan. Penyakit yang berhubungan dengan gangguan pada buang air ini merupakan penyakit yang cukup serius yang membutuhkan pengawasan dokter. Untuk Anda yang memiliki anjing, yuk simak penjelasan mengenai penyakit saluran kencing pada anjing dan ciri ciri infeksi saluran kencing pada anjing. Penyakit saluran kencing pada anjing Penyakit saluran kencing pada anjing adalah penyakit bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain infeksi bakteri karena adanya sumbatan karena batu kencing, kelainan anatomi saluran kencing dan bisa juga karena tumor. Penyakit saluran kencing pada anjing ini membutuhkan penanganan dokter. Setelah diperiksa, dokter akan melakukan beberapa perawatan, mulai dari kateterisasi atau bahkan operasi. Penyakit urinaria pada anjing memiliki penyebab yang berbeda-beda, namun umumnya menunjukan gejala yang kurang lebih sama. Ciri ciri infeksi saluran kencing pada anjing Penyakit saluran kencing pada anjing bisa menyebabkan ketidaknyamanan, rasa sakit dan juga kondisi mengkhawatirkan lainnya. Berikut ciri ciri infeksi saluran kencing pada anjing yang bisa diwaspadai: • Adanya perubahan saat buang air kecil • Penyakit saluran kencing pada anjing akan menyebabkan perubahan saat buang air kecil yang akan membuat anjing kesulitan buang air kecil, makanya ia seringkali terlihat berusaha keras saat buang air kecil. Selain itu, anjing juga mungkin akan terlihat sering mencoba buang air kecil tapi tidak keluar apapun. • Terlihat adanya urin yang keluar tidak teratur • Terlihat kesakitan • Nafsu minum turun dikarenakan kantong kemih yang penuh urine • Anjing kencing darah Apa yang harus dilakukan saat mendeteksi adanya ciri ciri infeksi saluran kencing pada anjing Jika Anda melihat adanya ciri ciri infeksi saluran kencing pada anjing, hal yang bisa Anda lakukan adalah memperhatikan perilakunya. Untuk membantu dokter memberikan penanganan dan kemungkinan penyebab yang tepat, dokter membutuhkan beberapa informasi, berupa seberapa sering anjing kencing, apa yang dilakukan anjing saat buang air kecil, dan lain-lain. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, seperti mengecek urin, x-ray atau bahkan pengecekan darah. Kemudian, barulah dokter akan memberikan penanganan yang sesuai, baik itu memberikan obat antibiotik atau membutuhkan tindakan. Cara mencegah penyakit saluran kencing pada anjing Sebagai tindakan pencegahan, tentunya ada beberapa rekomendasi dokter yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit saluran kencing pada anjing. Berikut beberapa caranya: • Berikan air minum matang untuk anjing • Pastikan kebutuhan cairan anjing terpenuhi • Jika anjing susah minum air, bisa berikan air kaldu atau susu khusus anjing untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan hariannya • Pilih makanan anjing yang mendukung fungsi sistem kemih. Dapatkan pilihan makanan anjing penuh nutrisi di sini. Itu dia penjelasan mengenai penyakit saluran kencing pada anjing dan juga ciri ciri infeksi saluran kencing pada anjing. Jika Anda menemukan ketidaknyamanan atau perubahan pada anjing, segeralah membawanya ke dokter hewan untuk dilakukan pengecekan.
Kebutuhan Anak Anjing
Apakah Anjing Boleh Makan Keju Ketahui Jawabannya di Sini
Apakah Anjing Boleh Makan Keju? Ketahui Jawabannya di Sini!
2 mins read
Keju adalah makanan yang nikmat. Siapa sih yang tidak suka keju? Ada berbagai jenis keju yang bisa dimakan. Terkadang, karena rasanya nikmat, kita juga ingin berbagi dengan anjing kesayangan. Nah, pertanyaannya, apakah anjing boleh makan keju? Untuk lebih jelasnya, simak artikel berikut. Apakah anjing boleh makan keju? Pada dasarnya, anjing boleh makan keju, asal dalam takaran yang rendah. Anjing boleh makan keju dengan syarat dalam kondisi kesehatan yang baik. Beberapa anjing memiliki masalah laktosa intoleran, sedangkan keju dibuat dengan bahan dasar susu sapi yang mengandung laktosa. Memberikan keju pada anjing yang memiliki masalah laktosa intoleran bisa membuatnya diare. Jika Anda tidak yakin dengan kondisi ini, cobalah membawanya ke dokter untuk mendapatkan rekomendasi dari dokter berapa banyak jumlah keju yang bisa diberikan untuk anjing kesayangan Anda. Makanan yang tidak boleh dimakan anjing Nah, berhubungan dengan makanan anjing, tentunya Anda juga perlu mengetahui makanan yang tidak boleh dimakan anjing. Berikut beberapa makanan yang tidak boleh dimakan anjing: • Kacang macadamia • Kacang macadamia merupakan makanan yang tidak boleh dimakan anjing karena bisa menyebabkan muntah, demam, tidak bisa berjalan, lesu dan bahkan bisa mempengaruhi sistem saraf. • Cokelat • Bicara tentang makanan yang tidak boleh dimakan anjing, banyak sekali pertanyaan kenapa anjing tidak boleh makan coklat. Anjing tidak boleh makan coklat karena coklat mengandung zat beracun methylxanthines yang bisa menghentikan proses metabolisme dan menyebabkan muntah dan diare. Jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, cokelat bisa menyebabkan kejang dan bahkan kematian. • Bawang • Bawang merupakan bahan masakan yang nikmat untuk berbagai hidangan. Tapi, tidak untuk anjing, karena bawang merupakan makanan yang tidak boleh dimakan anjing karena bawang bisa menyebabkan anemia dan peningkatan detak jantung untuk anjing. • Kayu manis • Makanan yang satu ini sebenarnya tidak beracun untuk anjing, namun kayu manis bisa menyebabkan ketidaknyamanan pada mulut anjing, seperti membuatnya iritasi. Selain itu, kayu manis juga bisa menurunkan gula darah. • Anggur dan kismis • Anggur dan kismis menjadi makanan yang tidak boleh dimakan anjing karena bisa menyebabkan kerusakan hati dan gagal ginjal. • Pemanis buatan • Pemanis buatan bukanlah makanan yang baik untuk anjing, karena makanan dengan pemanis buatan ini bisa menurunkan kadar gula anjing dan menyebabkan gagal ginjal. • Alpukat • Idealnya, semua buah mengandung nutrisi yang baik, tapi tidak alpukat dan tidak untuk anjing. Anjing yang tidak sengaja makan alpukat bisa menyebabkan diare, muntah dan kondisi lainnya. • Alkohol • Baik dalam jumlah kecil, alkohol merupakan minuman yang patut dihindari oleh anjing. Sedikit saja, anjing bisa keracunan jika mengkonsumsi alkohol ini dan bahkan bisa merusak saraf pusatnya. Nah itu dia jawaban atas pertanyaan apakah anjing boleh makan keju dan berbagai makanan yang tidak boleh dimakan anjing. Ada baiknya untuk selalu mengecek kondisi kesehatan anjing untuk mendapatkan rekomendasi makanan yang tepat sesuai nutrisi yang dibutuhkan olehnya. Cek di sini untuk melihat pilihan makanan sehat untuk anjing.
Kesehatan
Berapa Lama Kucing Tidur Fakta Menarik Tentang Pola Tidur Kucing
Berapa Lama Kucing Tidur? Fakta Menarik Tentang Pola Tidur Kucing
2 mins read
Kucing adalah hewan yang menyenangkan dan menggemaskan. Bagi pemilik kucing, bermain dengan kucing kesayangan setelah sepulang aktivitas bisa menjadi pelepas stres. Namun, apa yang terjadi jika kucing kesayangan Anda lebih banyak menghabiskan waktu untuk tidur? Kenapa kucing tidur terus? Kucing tidur berapa jam dalam sehari? Untuk mengetahuinya, simak artikel berikut. Kucing tidur 15-20 jam sehari Untuk Anda yang sering melihat kucing tidur terus, rasanya wajar untuk mencari tahu berapa lama kucing tidur dalam sehari. Umumnya, jam tidur kucing bisa mencapai 15 jam sehari. Bahkan, untuk kucing yang sering mengantuk bisa tidur 20 jam sehari. Jika dibandingkan dengan adanya 24 jam sehari, rasanya jam tidur kucing ini terbilang cukup panjang dan ia lebih sering terlihat tidur daripada beraktivitas. Bayi kucing tidur lebih lama 15-20 jam sehari merupakan jam tidur kucing dewasa. Untuk bayi kucing, mereka bahkan bisa menghabiskan 21 jam atau bahkan 90% dalam sehari untuk tidur. Hal ini terjadi karena anak kucing membutuhkan lebih banyak tidur daripada kucing dewasa. Jam tidur kucing senior Seiring bertambahnya usia, kucing senior membutuhkan jam tidur yang lebih lama dibandingkan kucing dewasa. Oleh karena itu, tak jarang kucing senior bisa tidur lebih dari 18 jam, mirip seperti bayi kucing. Kucing tidur terus saat cuaca mendukung Sama seperti manusia, saat mendung dan hujan, kucing cenderung lebih memilih untuk tidur di kasurnya. Berbeda dengan musim panas atau cuaca cerah, kucing cenderung lebih bersemangat untuk keluar ruangan atau bermain di luar rumah. Tapi, saat cuaca dingin dan hujan, ia lebih memilih untuk tidur. Kucing tidur saat siang hari Berbeda dengan manusia yang tidur saat malam hari, kucing, sebagai sifat alaminya sebagai predator, justru akan menjadi lebih terjaga saat gelap malam, yaitu saat sebelum fajar dan setelah matahari terbenam. Hal ini terjadi karena sifat alaminya untuk berburu saat hidup di alam liar. Makanya, tak heran kenapa kita melihat kucing tidur terus di siang hari, hal ini karena ia terjaga di malam hari. Apakah wajar kucing tidur terus? Idealnya, seperti yang sudah dijelaskan di atas, jam tidur kucing memang cukup panjang, namun apakah wajar kucing tidur terus? Jawabannya bisa jadi tidak. Jika jam tidur kucing berlebihan dari waktu idealnya, hal ini bisa menjadi indikasi adanya gangguan tertentu. Kucing tidur terus bisa menjadi akibat dari stres, baik karena perubahan gaya hidup atau perubahan kondisi di rumah. Selain itu, perhatikan juga ciri-ciri atau gejala saat kucing tidur terus. Jika kucing tidur terus dengan adanya perubahan berat badan, disorientasi atau adanya perubahan kebiasaan buang air, hal ini bisa menjadi gejala adanya permasalahan dalam tubuhnya. Berikut ciri-ciri kucing tidur terus yang memiliki permasalahan kesehatan: • Kucing tidur terus dengan hilangnya nafsu makan, rasa haus yang meningkat dan sering mengeong di malam hari bisa menjadi indikasi penyakit masalah ginjal. • Kucing yang tidur terus dan mengalami rambut rontok dan kehilangan nafsu makan bisa menjadi indikasi penyakit hipotiroidisme. Sebaliknya, jika kucing kurang tidur, hal ini juga bisa mengindikasikan adanya permasalahan dalam tubuhnya, baik hipertiroidisme dan virus imunodefisiensi, yaitu saat ia kesulitan untuk tidur nyenyak. Nah, itu dia jawaban seputar kucing tidur berapa jam. Jika Anda melihat adanya perubahan dalam tubuh atau gaya hidupnya, segeralah membawanya ke dokter untuk dilakukan pengecekan.
Perilaku & Pelatihan
Kenapa Kucing Mengeong Terus?
Kenapa Kucing Mengeong Terus?
3 mins read
Setiap hewan memiliki bahasanya sendiri. Kucing, ia hanya akan mengungkapkan kebutuhan dan perasaannya lewat mengeong. Sebagai pemilik kucing baru, tentu hal ini akan membingungkan karena semua mengeongnya terdengar sama. Padahal, ada banyak alasan kenapa kucing mengeong terus, hal ini bisa dilihat dari ciri-cirinya. Nah, dalam artikel kali ini kita akan membahas seputar kucing mengeong. Untuk lebih jelasnya, simak artikel ini lebih lanjut. Kucing mengeong untuk mencari perhatian Seperti yang kita ketahui bahwa kucing adalah hewan yang manja. Salah satu alasan mengapa kucing mengeong terus bisa jadi karena ia sedang mencari perhatian. Perhatian yang diharapkan ini bisa berupa belaian, mengajak main atau sekedar berbicara dengan mereka. Cara mengatasi kucing mengeong terus karena mencari perhatian ini bisa dengan menghampirinya sebentar untuk membuatnya nyaman, kemudian kembalilah ke aktivitas Anda. Kucing mengeong karena lapar Apakah Anda memberikan ia makan dengan jam yang sesuai setiap waktu? Apakah ia mengeong di jam waktunya makan namun tidak ada makanan? Jika iya, penyebab kucing mengeong terus bisa jadi karena lapar dan mengingatkan Anda untuk memberinya makan. Kucing merupakan hewan yang penuh dengan rutinitas. Jadi, jika ada perbedaan dalam rutinitasnya, tentu ia akan mengeong terus. Kucing mengeong karena kesepian Seperti yang dijelaskan di atas, kucing adalah hewan yang manja, oleh karena itu ia sering merasa tidak nyaman jika sendirian karena merasa kesepian. Coba perhatikan, apakah kucing mengeong terus saat ditinggal di rumah sendirian? Jika Anda memiliki CCTV di rumah dan menyadari bahwa ia sering mengeong saat ditinggal di rumah, bisa jadi karena ia kesepian. Solusinya, berikan mainan dan sediakan makanan yang cukup saat Anda pergi. Kucing mengeong karena ini masuk / keluar Jika kucing mengeong saat berada di depan pintu rumah atau pintu kandang, hal ini bisa jadi karena ia bosan dan ingin berada di balik pintu tersebut, baik ia ingin masuk ke kandang, atau ingin keluar rumah. Kucing mengeong saat Anda pulang ke rumah Kenapa kucing mengeong terus saat Anda baru tiba di rumah? Ini adalah kebiasaan kucing yang dilakukan saat menyambut Anda pulang ke rumah, sebagai tanda salam dan hal ini menandakan bahwa kucing tersebut menyukai Anda. Kucing mengeong saat birahi Penyebab kucing mengeong terus selanjutnya bisa jadi karena ia sedang birahi. Penyebab kucing mengeong terus saat sedang birahi adalah untuk memberikan sinyal kepada jantan bahwa ia siap untuk kawin. Begitu juga dengan kucing jantan, saat birahi, mereka akan mengeong saat mencium aroma kucing betina untuk menarik perhatiannya. Kucing mengeong terus dan gelisah Jika kucing mengeong terus dan gelisah, bisa jadi itu karena ia sedang merasa tidak enak badan atau ada rasa sakit yang sedang kurasakan. Jika Anda sudah mencoba menenangkan, memberikan makan dan juga mengajaknya bermain namun ia masih saja mengeong dan gelisah, segeralah periksa ke dokter hewan. Di samping sakit, kucing mengeong terus dan gelisah juga bisa menjadi tanda bahwa ia sedang stress atau bingung. Hal ini bisa terjadi karena adanya perubahan gaya hidup atau perubahan situasi di rumah. Jika ini yang sedang dialami oleh kucing kesayangan Anda, berikan ia kenyamanan dengan mengajaknya bermain dan memberikan perhatian lebih. Kucing mengeong seiring bertambahnya usia Kucing senior akan mengalami disfungsi kognitif. Kondisi ini menyebabkan kucing senior menjadi lebih sering mengeong. Tak jarang, saat bertambahnya usia, kucing senior juga akan lebih sering bingung dan menangis sedih. Makanya, kucing senior membutuhkan perhatian lebih dan juga nutrisi yang lebih. Dapatkan pilihan makanan kucing senior di sini.
Perilaku & Pelatihan
Berikut Tanda Kucing Stress yang Perlu Diwaspadai
Berikut Tanda Kucing Stress yang Perlu Diwaspadai
2 mins read
Ada banyak penyebab kenapa kucing gelisah atau kucing stres, mulai dari perubahan gaya hidup, gangguan kesehatan, atau adanya perubahan baru di lingkungan rumah. Jika Anda mencurigai kucing kesayangan Anda sedang gelisah, berikut tanda kucing stress yang perlu diwaspadai. Buang air sembarangan Jika kucing kesayangan Anda selama ini selalu buang air di kotak pasirnya namun tiba-tiba ia terlihat sering buang air sembarangan, cobalah tinjau kembali perubahan lain yang terjadi pada dirinya. Buang air sembarangan merupakan tanda kucing stress dan tidak nyaman, salah satu penyebabnya karena adanya gangguan infeksi saluran kemih. Menggaruk tubuh secara berlebihan Saat stress, kucing akan lebih sering menggaruk tubuhnya secara berlebihan. Menggaruk tubuh yang berlebihan ini bisa menyebabkan rambut rontok dan juga kulit kering. Menggaruk tubuh secara berlebihan merupakan tanda kucing stress yang perlu diperhatikan, baik karena dia sedang takut, gelisah, atau memang adanya penyakit kulit tertentu yang membuatnya tidak nyaman. Jika Anda melihat adanya perubahan kondisi kulitnya, segeralah membawanya ke dokter. Menjilati tubuh secara berlebihan Menjilati tubuh adalah cara kucing untuk mandi. Namun, jika ia menjilati tubuh secara berlebihan ini merupakan tanda kucing stress yang seringkali ditemukan. Sama seperti menggaruk berlebihan, menjilati tubuh berlebihan juga bisa menyebabkan rambut rontok. Terlihat adanya gangguan pencernaan Ciri ciri kucing stres selanjutnya yang perlu diwaspadai adalah saat kucing mengalami gangguan pencernaan, baik diare ataupun muntah. Jika hal ini terjadi pada kucing kesayangan Anda tanpa penyebab tertentu, bisa jadi ini merupakan tanda kucing stress. Lebih sering mengeong Kucing berkomunikasi dengan cara mengeong. Terkadang, mengeong ini merupakan tanda ia sedang mencari perhatian. Tapi, saat dia mengeong berlebih, itu merupakan tanda kucing stress atau tanda ia sedang gelisah. Kenapa kucing gelisah? Ada banyak penyebab kucing gelisah, baik karena takut, perubahan gaya hidup, atau saat ia sedang tidak enak badan. Kehilangan nafsu makan Saat stress, kucing cenderung menjadi kehilangan nafsu makan. Jika ini terjadi pada kucing kesayangan Anda, cobalah untuk memberikan waktu lebih untuknya. Jika perlu, gantilah makanannya menjadi makanan basah yang bisa mengundang nafsu makannya, seperti FELIX Adult Makanan Basah Kucing Dewasa rasa Tuna. Kalau dibiarkan, kucing yang tidak mau makan ini bisa mengalami daya tahan tubuh yang rendah dan akhirnya mengalami penyakit. Sering menyendiri atau bersembunyi Mirip seperti manusia, saat stress, gelisah atau sedih, manusia lebih suka menyendiri atau bersembunyi. Hal ini juga terjadi pada kucing. Jika Anda melihat tanda kucing stress ini, cobalah untuk menghabiskan waktu dengannya untuk membuatnya tenang. Sebagai opsi, Anda bisa membawanya ke dokter hewan untuk mendapatkan rekomendasi cara mengatasi kucing stres. Kucing stress bisa jadi lebih agresif Saat kucing terlihat lebih sering mencakar, menggaruk, menggigit perabotan atau lebih sering mengeong dengan kencang, ini juga merupakan tanda kucing stress atau kucing sedang gelisah. Umumnya, kucing stress bisa hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu, ia hanya membutuhkan adaptasi bila adanya perubahan sampai membuatnya terbiasa. Untuk membantu mengatasi tanda kucing stress, berikut beberapa cara mengatasi kucing stres yang bisa Anda lakukan: • Menyediakan tempat tidur yang nyaman • Memastikan kotak pasirnya selalu bersih • Menyediakan tempat makan dan kotak pasir masing-masing jika memiliki lebih dari satu kucing • Memberikan perhatian lebih dengan bermain Kesimpulannya, tanda kucing stress bisa hilang dengan sendirinya, namun jika ciri ciri kucing stres diikuti dengan gejala gangguan penyakit atau penurunan kondisi kesehatan, segeralah membawanya ke dokter hewan.
Perilaku & Pelatihan
Simak 8 Cara Membasmi Kutu Kucing yang Ampuh Ini
Simak 8 Cara Membasmi Kutu Kucing yang Ampuh Ini
2 mins read
Kutu kucing adalah ektoparasit yang mudah berkembang dan berpindah. Kutu kucing ini berpindah dengan cara melompat. Penyebab kucing kutuan terjadi karena tertular oleh kucing lain, terutama untuk kucing yang sering bermain di luar rumah. Salah satu tanda kucing kutuan adalah adanya bintik hitam di rambut, tempat tidur, dan atau karpet di rumah. Jika Anda mencurigai adanya kutu kucing, yuk simak cara membasmi kutu kucing yang ampuh berikut ini. Isolasi kucing dan periksa kucing lainnya Jika Anda memiliki lebih dari satu kucing di rumah, segeralah mengecek kondisi kucing lainnya untuk mengetahui apakah adanya penyebaran kutu tersebut. Jika tidak ada, segeralah pisahkan dan isolasi kucing yang terkena kutu dari kucing lainnya. Gunakan sisir serit kucing Cara membasmi kutu kucing yang bisa dilakukan di rumah adalah dengan menyisir rambut kucing dengan menggunakan sisir serit kucing. Untuk menyisir rambutnya ini, Anda perlu menggunakan sisir khusus dengan gigi rapat yang bisa mengangkat kutu dan juga telur kutu. Saat menyisir rambut kucing, pastikan Anda melakukannya secara menyeluruh, mulai dari bagian kepala hingga ekor. Saat kutu dan telurnya terperangkap di sisir, bersihkan sisir tersebut dan rendam di dalam campuran air hangat dan deterjen untuk mematikan kutunya. Gunakan shampo anti kutu Selain rutin menyisir rambutnya dengan sisir serit, cara menghilangkan telur kutu kucing yang juga efektif adalah mengganti shamponya dengan shampo anti kutu. Biasanya, shampo anti kutu ini juga bisa membantu meredakan gatal-gatal pada kulit kucing akibat kutu tersebut. Cuci perlengkapan kucing < Saat sudah terindikasi adanya kutu kucing, segeralah untuk mencuci berbagai perlengkapan kucing, mulai dari bantal, tempat tidur sampai dengan selimut. Anda bisa mencucinya dengan air hangat dan deterjen untuk mencegah perkembangan telur kutu yang mungkin menyebar. Bersihkan seluruh perabotan rumah Kutu atau telur kutu kucing bisa saja menyebar dengan mudah. Cara membasmi kutu kucing yang menyebar di rumah adalah dengan membersihkan seluruh perabotan dan furnitur rumah, mulai dari memvakum sofa dan karpet, mengepel lantai dan juga menyeka atau mengelap furnitur di rumah dengan desinfektan. Berikan obat tetes anti kutu Saat membawa kucing ke petshop, biasanya klinik akan menawarkan obat tetes anti kutu yang ampuh menghilangkan kutu kucing. Obat tetes kutu ini mengandung fipronil, selamectin dan juga fluralaner yang akan membantu menghilangkan kutu kucing. Obat tetes kutu ini akan diaplikasikan pada bagian kulit belakang tengkuknya. Cara membasmi kutu kucing dengan obat tetes terbilang ampuh bisa melindungi kucing dari kutu selama 28 hari ke depan. Setelah obat tetes diberikan, hindari menyentuh atau mengelus bagian kulit belakang tengkuknya hingga obatnya mengering. Berikan obat anti kutu Cara membersihkan kutu kucing dari dalam juga bisa menggunakan obat khusus. Obat ini bisa ditemukan di klinik dokter hewan atau petshop. Obat anti kutu ini biasanya digunakan juga sebagai obat cacing kucing. Nah, itu dia cara membasmi kutu kucing yang bisa dilakukan untuk menghilangkan kutu kucing dengan cepat. Setelah ia pulih dari kutu, jangan lupa untuk terus memastikan kebersihan tubuhnya ya agar tidak terkena kutu lagi! Tidak lupa, pastikan untuk selalu memberikan makanan kucing bernutrisi tinggi agar dapat bantu mencegah munculnya kutu pada kucing kesayangan. Yuk, cek rekomendasi berbagai makanan kucing di sini.
Kesehatan

Pagination

  • First page
  • Previous page
  • …
  • Halaman 45
  • Halaman 46
  • Halaman 47
  • Halaman 48
  • Halaman 49
  • Halaman 50
  • Halaman 51
  • Halaman 52
  • Halaman 53
  • …
  • Next page
  • Last page
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.