Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content
Kucing Muntah Makanan Sendiri? Yuk Ketahui Penyebabnya!
Kucing Muntah Makanan Sendiri? Yuk Ketahui Penyebabnya!
2 mins read
Saat kucing muntah makanan, berarti ia sedang menunjukan bahwa ada suatu hal yang tidak benar dalam perutnya, baik karena sakit perut, permasalahan kesehatan yang serius, atau karena pola makan yang tidak benar. Namun, apapun alasannya, sebagai pemilik kucing pasti bingung saat melihat kucing muntah makanannya sendiri. Untuk mengetahui penyebab kucing muntah makanan, yuk simak artikel berikut! Penyebab Kucing Muntah Makanan Untuk mengetahui apa yang perlu dilakukan untuk mengatasi kucing muntah makanannya sendiri, ada baiknya kita mencari tahu terlebih dahulu penyebab kucing muntah makanannya. Berikut beberapa kemungkinan penyebab kucing muntah makanannya sendiri: • Makan terlalu banyak • Makan terlalu banyak adalah penyebab kucing muntah makanan yang paling sering ditemukan. Biasanya, kucing akan memuntahkan makanan karena adanya refleks peregangan di perut dan muntah merupakan cara untuk mengeluarkan makanan yang tidak bisa dicerna. Makanya, penting untuk memberikan makanan kucing sesuai dengan porsinya untuk menghindari makan yang terlalu banyak. • Terlalu aktif setelah makan • Tidak hanya kucing, manusia pun juga akan merasa mual dan sakit perut jika langsung melakukan kegiatan yang terlalu aktif sesaat setelah makan. Biasanya, bermain atau berlari-larian menjadi penyebab kucing muntah setelah makan, karena saat itu isi perutnya naik ke atas dan menyebabkannya muntah. Jadi, ajari ia untuk tenang sesaat setelah makan dan hindari mengajaknya bermain setelah ia makan. • Makan rumput • Kucing Anda sering bermain di luar rumah dan sering kedapatan makan rumput? Bisa jadi ini penyebab kucing muntah makanan. Biasanya, jika memang rumput menjadi penyebab kucing muntah, Anda akan menemukan sisa-sisa rumput di dalam muntahan kucing. Hal ini tidak perlu dikhawatirkan jika terjadi sesekali. • Alergi makanan • Alergi makanan juga bisa menjadi salah satu penyebab kucing muntah makanan. Namun, butuh bantuan dokter hewan untuk memastikan bahwa alergi menjadi alasan utama kucing muntah makanan. Jika iya, mungkin Anda akan diminta untuk mengganti makanan kucing ke merk atau jenis yang cocok untuknya, contohnya makanan untuk perut yang sensitif seperti PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Sensitive Skin & Stomach Salmon Tuna. • Masalah kesehatan • Permasalahan perut juga menjadi penyebab kucing muntah makanan, seperti sembelit yang menyebabkannya sulit buang air besar. Sama seperti alergi makanan, untuk memastikan penyebab kucing muntah yang satu ini, Anda butuh pengecekan ke dokter hewan. Cara Mengatasi Kucing Muntah Makanan Sesaat setelah Anda mengetahui bahwa kucing muntah makanan, segeralah bantu ia untuk mengistirahatkan perutnya dengan tidak memberikannya makan dan minum selama 4-6 jam. Namun, untuk terus menjaganya tetap terhidrasi, Anda bisa memberikannya beberapa sendok makan air setiap 30 menit sekali. Selama waktu tersebut, cobalah untuk memperhatikan kondisi kucing. Jika dalam waktu 6 jam kondisinya membaik dan tidak muntah lagi, cobalah berikan air putih. Jika responnya baik, Anda bisa kembali menyajikan makanan kucing dalam porsi kecil dan perlahan seiring berjalannya waktu hingga porsi makannya kembali normal. Kapan Harus Khawatir Kucing Muntah Makanan? Jika kucing muntah karena kebanyakan makan atau terlalu aktif setelah makan, Anda tidak perlu khawatir karena ia akan kembali normal dalam hitungan jam. Namun, jika kucing muntah makanan dalam waktu yang lama dan tidak berhenti serta ia tidak bisa makan dan minum, segeralah bawa kucing Anda ke dokter hewan, terutama jika muntah kucing berbau busuk atau bahkan bercampur darah. Nah, itu dia beberapa penyebab kucing muntah makanan dan berbagai hal yang bisa dilakukan jika kucing muntah setelah makan.
Kesehatan
Cara Merawat Anjing Seputar Kesehatan Gigi
Sikat Gigi Anjing: Panduan Merawat Kesehatan Gigi Anjing
3 mins read
Tahukah Anda bahwa kesehatan gigi termasuk sebagai salah satu hal penting yang menyangkut kesehatan anjing kesayangan Anda? Tak jarang, permasalahan gigi ini menyebabkan permasalahan yang serius karena dibiarkan terlalu lama karena banyak yang lupa bahwa menjaga kesehatan gigi juga merupakan cara merawat anjing yang penting. Untuk merawat anjing dengan kesehatan gigi yang baik, yuk simak cara merawat anjing berikut! Berbagai Permasalahan Gigi Anjing yang Sering Ditemukan Gigi dan gusi yang sehat membantu menjaga nafsu makanan anjing kesayangan Anda, karena ia bisa mengunyah dengan nyaman. Tapi, kalau gigi anjing sakit, meskipun diberikan makanan kesukaanya, ia tidak bisa menikmatinya. Alhasil, ia menjadi kehilangan nafsu makan, kekurangan berat badan serta mempengaruhi metabolisme tubuhnya. Kesehatan gigi anjing tidak hanya berhubungan dengan kondisi mulut, namun gigi anjing yang sakit juga bisa mempengaruhi kesehatan organnya, karena bakteri yang masuk ke dalam aliran darah yang mempengaruhi kondisi hati, ginjal dan juga jantungnya. Berikut beberapa permasalahan seputar gigi anjing: • Penumpukan plak dan tar, yaitu zat yang terbentuk oleh bakteri. Semakin lama, plak ini akan menyebabkan bau dan menyebabkan kerusakan gigi dan iritasi gusi. Plak adalah salah satu permasalahan pada gigi anjing yang perlu diatasi secepatnya, karena jika dibiarkan, plak akan mengeras menjadi karang gigi yang semakin sulit untuk dihilangkan. • Penyakit periodontal, atau penyakit gusi dan tulang yang mengelilingi gigi karena kondisi plak dan karang gigi anjing yang terlalu lama dibiarkan. • Infeksi mulut yang diakibatkan oleh periodontal yang jika semakin parah bisa menyebabkan pembengkakan wajah dan kelainan bentuk anatomi. • Fraktur gigi, yaitu gigi retak atau patah karena ia mengunyah terlalu keras. • Permasalahan pada gigi anjing yang tidak ditangani bisa menyebabkan kerusakan organ karena infeksi yang masuk ke aliran darah, terutama karena kondisi gusi yang iritasi. Cara Merawat Gigi Anjing Ada beberapa perawatan gigi anjing yang bisa dilakukan. Pertama, dengan rutin membersihkan gigi anjing untuk menghindari pembentukan plak dan juga karang gigi. Selain itu, cara membersihkan gigi anjing selanjutnya juga bisa dengan memberikan makanan yang bisa membantu membersihkan gigi. Cara Membersihkan Gigi Anjing Kesehatan gigi anjing bisa dijaga dengan rutin membersihkannya untuk mengurangi perkembangan plak dan juga tartar. Idealnya, Anda perlu membersihkan gigi anjing setiap hari. Untuk memudahkan Anda dan anjing kesayangan, sangat disarankan untuk mulai rutin menyikat gigi anjing sedini mungkin, saat ia masih memiliki gigi susu. Setelah usianya 4-6 bulan, giginya akan tanggal dan digantikan oleh gigi dewasa. Awalnya, menyikat gigi anjing mungkin bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, cara membersihkan gigi anjing yang bisa dilakukan oleh pemula adalah dengan menggosokkan giginya dengan kain yang lembut secara perlahan. Pada tahap ini, cobalah untuk menjaganya tetap nyaman serta rileks. Pada awal pengenalan rutinitas ini, Anda tidak perlu menyikat gigi anjing terlalu lama, karena umumnya saat masih kecil ia belum memiliki plak, yang terpenting rutin untuk membuatnya terbiasa. Setelah selesai, berilah treats atau camilan sebagai hadiah untuk mereka. Setelah ia terbiasa dengan rutinitas ini, mulailah perkenalkan ia dengan sikat gigi yang lembut. Cara menyikat gigi anjing dalam pada tahap ini belum membutuhkan pasta gigi. Saat menggunakan sikat gigi, bersihkan juga bagian bawah gusinya secara perlahan. Sudah terbiasa dengan sikat gigi? Sekarang waktunya mengenalkan pasta gigi. Cara membersihkan gigi anjing dengan pasta gigi adalah dengan menggunakan pasta gigi dengan kandungan enzim yang diformulasikan khusus untuk anjing dengan perasa seperti daging dan juga mint. Rasa-rasa tersebut adalah rasa kesukaan anjing yang bisa membuatnya nyaman saat sikat gigi. Mengingat menjaga kebersihan gigi anjing adalah hal yang penting. Coba rutin lakukan cara membersihkan gigi anjing dan juga cara menyikat gigi anjing sebagai bagian dari cara merawat anjing!
Kesehatan
Bulu Kucing Rontok? Berikut Cara Mengatasinya!
Bulu Kucing Rontok? Berikut Cara Mengatasinya!
2 mins read
Bulu kucing rontok? Sering melihat rambut kucing bertebaran di rumah? Jangan khawatir, berikut ini kita akan membahas seputar bulu kucing rontok termasuk dengan penyebab dan cara mengatasinya. Pada dasarnya, ada banyak penyebab bulu kucing rontok, mulai dari faktor internal dan juga eksternal. Untuk lebih lanjutnya, yuk simak artikel berikut! Kenapa Bulu Kucing Rontok? Ada beberapa penyebab bulu kucing rontok, yang pertama karena alergi, baik karena makanan, gigitan serangga, ataupun debu. Biasanya, alergi ini menyebabkan rasa gatal yang tidak tertahankan, untuk meredakannya, para kucing menjilati bulunya hingga rontok dan bahkan adanya bintik-bintik kebotakan. Penyebab bulu kucing rontok yang kedua adalah adanya kutu dan tungau. Sama seperti alergi, saat adanya kutu atau tungau, kucing merasa gatal dan akan menjilati rambutnya hingga rontok. Parahnya, kutu dan tungau ini bisa menyebabkan kucing benar-benar menjilati rambutnya hingga rambutnya tercabut hingga dari bagian akarnya. Ketiga, bulu kucing rontok bisa jadi juga karena adanya rasa sakit atau nyeri. Biasanya ia menjilati bagian persendian yang sakit untuk mengurangi rasa nyeri, namun tanpa sadar, kebiasaan ini justru membuat bulu kucing rontok. Penyebab bulu kucing rontok selanjutnya adalah karena stres, bisa jadi karena adanya anggota keluarga baru di rumah, atau baru pindah rumah. Saat ia merasa tidak nyaman atau merasa stres, kucing akan menggaruk bagian perutnya yang menyebabkan bulu kucing rontok. Selain penyebab di atas, bulu kucing rontok juga terjadi karena ia menderita penyakit tertentu. Untuk mengetahui hal ini, penting untuk mencari tahu lebih lanjut dengan memeriksakannya ke dokter. Cara Agar Bulu Kucing Tidak Rontok Ternyata, rambut kucing memiliki perawatan khusus lho. Berikut beberapa cara agar bulu kucing tidak rontok: • Sikat rambut kucing secara teratur, terutama untuk kucing berambut tebal. Rutin menyikat rambut ini bisa membuat rambut kucing lebih lembut, terawat dan mudah diatur sehingga akan mengurangi bulu kucing rontok. • Mandikan kucing secara rutin untuk menjaga kebersihannya. Kebersihan yang buruk bisa menjadi penyebab bulu kucing rontok. • Ubah pola makan kucing dan berikan makanan dengan kandungan asam lemak omega 3 dan omega 6 untuk menjaga bulu yang sehat mencegah bulu kucing rontok lagi. • Pastikan ia mendapatkan asupan air yang cukup untuk menjaganya tetap terhidrasi. • Siapkan tempat tidur yang nyaman, karena terkadang stres menjadi pemicu bulu kucing rontok. Jika Anda sudah melakukan berbagai hal di atas namun bulu kucing masih rontok, cobalah segera mengeceknya ke dokter hewan, karena beberapa penyebab bulu kucing rontok juga karena penyakit serius. Cara Menyisir Rambut Kucing Rutin menyisir bulu kucing bisa menjadi cara agar bulu kucing tidak rontok. Rutin menyisir rambut kucing menjadikannya lebih halus dan tidak kusut atau menggumpal. Gunakan sisir kucing saat menyisir rambut kucing secara perlahan dan usahakan untuk menyisir seluruh bagian rambut kucing. Saat menyisirnya, Anda juga bisa menggunakan waktu ini untuk bermain atau bercanda. Jadi, tidak hanya merawat rambut, Anda juga bisa sambil quality time dengannya. Jadi, ada berbagai penyebab bulu kucing rontok, mulai dari faktor internal dan juga eksternalnya. Agar bulu kucing tidak rontok, rutinlah menyisir dan merawat rambut kucing kesayangan serta menjaga kebersihannya. Untuk kucing yang mengalami hairball, Anda juga bisa memberikannya PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Fussy & Beauty Salmon.
Kesehatan
Penyebab Anjing Muntah
Penyebab Anjing Muntah
2 mins read
Gangguan pada sistem pencernaan anjing merupakan salah satu penyebab anjing muntah. Saat anjing muntah, pastilah kita menjadi panik. Ada berbagai penyebab anjing muntah, mulai dari hal yang sederhana, sampai dengan alasan mengkhawatirkan yang membutuhkan penanganan dokter. Untuk lebih lanjutnya, yuk simak penyebab anjing muntah berikut ini! Keracunan Penting untuk mengetahui makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh dimakan oleh anjing, karena beberapa bahan makanan bisa menyebabkan gangguan saluran pencernaan anjing dan menjadi penyebab anjing muntah. Seringkali ditemukan anjing keracunan dan muntah karena makan cokelat atau tanaman. Hal ini terjadi karena terkadang anjing merasa penasaran dengan benda-benda yang ada di depan matanya dan tertarik untuk mencobanya. Makan benda asing Tidak hanya memakan makanan yang tidak seharusnya, memakan benda asing juga menjadi penyebab anjing muntah, seperti makan kaos kaki, sampah, atau bahkan kotoran binatang lain. Reaksi makan benda asing ini tentunya berbeda-beda pada setiap anjing. Jika ia menunjukan reaksi negatif atau terlihat tidak enak badan, segera berkonsultasilah ke dokter. Makan terlalu cepat Sama seperti manusia, makan terlalu cepat bisa memberikan dampak buruk. Anjing yang makan terlalu cepat bisa menjadi penyebab anjing muntah dan mempengaruhi sistem pencernaan anjing. Jika anjing kesayangan Anda muntah sekali dan setelahnya terlihat baik-baik saja, bisa jadi penyebab anjing muntah karena ia makan terlalu cepat dan sakit perut. Tak perlu khawatir, dalam beberapa saat, anjing bisa kembali ceria seperti biasanya. Cacingan Penyebab anjing muntah selanjutnya yang mungkin terjadi adalah adanya cacing pada perut anjing yang seringkali ditemukan pada anjing yang sering main di luar rumah. Cacing dapat masuk ke dalam tubuh anjing melalui berbagai organ, mulai dari usus, jantung, hati, ginjal atau bahkan otot. Selain muntah, biasanya cacingan pada anjing ini menyebabkan diare, feses yang bercampur darah, penurunan berat badan, perut membuncit dan juga perubahan perilaku yang menjadi lesu dan banyak diam. Jika Anda melihat tanda-tanda anjing cacingan, segeralah mengunjungi dokter hewan untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Stress Anjing juga memiliki perasaan. Saat ia merasa stress, baik karena pindah rumah, adanya anggota baru dalam keluarga, atau perubahan makanan yang mendadak, hal tersebut bisa menyebabkan masalah pada sistem pencernaan anjing yang menjadi penyebab anjing muntah. Jika stress menjadi penyebab anjing muntah, quality time-lah yang menjadi salah satu cara mengatasi anjing muntah. Buatlah lebih banyak waktu bermain dengan anjing kesayangan Anda untuk membuatnya kembali nyaman. Gangguan pencernaan pada sistem pencernaan anjing Gangguan pencernaan pada sistem pencernaan anjing menjadi penyebab utama anjing muntah. Selain muntah, biasanya gangguan pencernaan pada sistem pencernaan anjing ini bisa menyebabkan kekurangan nafsu makan, kelebihan gas, sembelit, diare dan juga kesulitan menelan karena pencernaan pada sistem pencernaan anjing dapat membuat iritasi lambung dan usus. Gangguan pencernaan ini dapat terjadi karena beberapa alasan, mulai dari perubahan mendadak dalam pola makan, trauma, makan sembarangan, racun, alergi, parasit, obat-obatan dan juga infeksi. Ada beberapa perawatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi gangguan pencernaan pada sistem pencernaan anjing, mulai dari makanan anjing khusus untuk perut sensitif, perawatan medis sampai dengan operasi perut. Itu dia berbagai penyebab anjing muntah karena adanya gangguan pada sistem pencernaan anjing. Dengan memberikan perawatan anjing dan menjaga saluran pencernaan anjing, ia pasti akan kembali sehat seperti semula. Untuk perawatan anjing dengan sistem pencernaan anjing yang sensitif, Anda bisa memberikannya PRO PLAN Dog Adult Sensitive Digestion All Size Lamb dengan kandungan sumber prebiotik yang terbukti secara klinis dapat memperbaiki keseimbnagan mikroflora usus.
Kesehatan
Makanan Kucing Dewasa
3 mins read
Kucing Anda baru berulang tahun yang pertama? Inilah waktu pencarian makanan kucing dewasa dimulai. Saat berusia dibawah satu tahun, Anda masih bisa memberikan makanan anak kucing untuknya. Namun, setelah menginjak satu tahun, ia sudah memiliki kebutuhan yang berbeda, dan sudah waktunya mengganti makanannya menjadi makanan kucing dewasa untuk menjaganya tetap sehat dan penuh nutrisi. Untuk menjaga kesehatannya, kucing Anda membutuhkan asupan protein, lemak, minyak, mineral, vitamin dan karbohidrat dengan kandungan yang tepat. Tentunya, makanan kucing dewasa yang baik adalah makanan dengan kandungan tersebut dengan porsi yang pas, kecuali kucing kesayangan Anda mengalami kondisi kesehatan tertentu sehingga ia membutuhkan makanan yang berbeda. Untuk lebih jelasnya, yuk simak artikel berikut! Tips Mengganti Makanan ke Makanan Kucing Dewasa Jika sebelumnya ia hanya makanan untuk anak kucing, mengganti makanannya ke makanan kucing dewasa tentunya membutuhkan adaptasi. Adaptasi ini dibutuhkan untuk menjaga kesehatan perutnya. Untuk mengganti makanan anak kucing ke makanan kucing dewasa, berikut hal yang bisa dilakukan: • Tambahkan sedikit makanan kucing dewasa ke dalam makanan normalnya • Perlahan-lahan, tambahkan porsi makanan kucing dewasa dan kurangi porsi makanan sebelumnya untuk mempermudah masa transisi. Setiap kucing membutuhkan waktu yang berbeda-beda hingga makanannya berganti sepenuhnya. Jadi, bersabar ya! Makanan Kucing Dewasa vs Makanan Kucing Senior Kucing memiliki tiga tahapan usia, yaitu anak-anak, dewasa dan juga senior. Saat sudah memasuki usia ke-tujuh, kucing kesayangan Anda bukanlah dewasa, melainkan sudah menjadi senior. Kucing senior membutuhkan makanan kucing senior karena perubahan kesehatan dan juga kondisinya yang membuatnya membutuhkan nutrisi berbeda dari yang makanan kucing dewasa berikan. Saat kucing kesayangan Anda sudah memasuki usia ke-7, penting untuk segera memberikannya makanan kucing senior. Berbeda dengan makanan kucing dewasa, makanan kucing senior mengandung protein yang tinggi serta memiliki kandungan vitamin E. Selain itu, biasanya makanan kucing senior juga berukuran yang lebih kecil dengan tekstur yang lebih lembut, mengingat kualitas inderanya berkurang seiring bertambahnya usia. Salah satu makanan kering kucing yang bagus untuk kucing senior adalah PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Senior LONGEVIS Salmon & Tuna yang baik untuk menjaga kesehatan ginjal. Rekomendasi Makanan Kucing Dewasa Memilih makanan kucing dewasa memang membutuhkan banyak riset dan juga rekomendasi. Ada dua pilihan jenis makanan kucing dewasa yang bisa Anda berikan, yaitu makanan basah dan juga makanan kering. Anda bisa mengenalkan kedua pilihan ini kepada kucing kesayangan Anda untuk mengetahui mana pilihan makanan yang ia sukai. Ada banyak pilihan makanan kering kucing yang bagus sesuai dengan kondisi kebutuhannya, seperti PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Sensitive Skin & Stomach Salmon Tuna, untuk kucing dengan kulit yang sensitif, PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Indoor Hairball Control Chicken, untuk kucing rumahan yang sering mengalami permasalahan dengan hairball, dan juga PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Sterilised Weight Loss Salmon Tuna untuk kucing yang sudah disteril. Berapa Banyak Porsi Makan Kucing? Setelah memiliki opsi makanan kucing dewasa, mungkin pertanyaan setelahnya yang muncul adalah “berapa banyak porsi makan kucing dewasa?”. Porsi makan kucing dewasa itu berbeda-beda, hal ini tergantung dengan berat badan, ras dan juga gaya hidup kucing Anda, karena ini berhubungan dengan berat badan. Untuk lebih pastinya, cobalah cek rekomendasi dokter hewan untuk mengetahui berapa banyak porsi makan kucing yang ia butuhkan. Itu dia pilihan makanan kucing dewasa, tips mengganti makanan kucing dan juga berapa banyak porsi makan kucing yang bisa Anda berikan. Dengan artikel ini, semoga Anda bisa menemukan rekomendasi makanan kucing dewasa yang pas sesuai dengan kesukaan kucing Anda.
Kenapa Kucing Suka Berantem Berikut Cara Mengatasinya
Kenapa Kucing Suka Berantem? Berikut Cara Mengatasinya!
2 mins read
Kucing berantem seringkali terdengar dan juga terlihat menyeramkan, terlebih lagi jika terjadi terus menerus. Berikut ini beberapa alasan kenapa kucing suka berantem dan juga cara menghentikan kucing berantem yang bisa Anda lakukan. Kenapa kucing berantem? Ada beberapa alasan kenapa kucing berantem, mulai dari wilayah kekuasaan, sikap agresif, dan juga bermain-main. Berikut ini beberapa alasan kenapa kucing berantem yang seringkali terjadi. Pertama, karena wilayah kekuasaan. Wilayah kekuasaan bisa menjadi alasan kenapa kucing berantem. Hal terjadi pada kucing yang tinggal di luar rumah, yang khawatir akan kucing lain mengambil wilayahnya, dan tak jarang juga terjadi pada kucing yang tinggal dalam satu atap. Para kucing menandai wilayah kekuasaannya dengan aroma, termasuk rumah Anda. Nah, biasanya beberapa kucing yang hidup dalam satu atap seringkali berantem karena hal tersebut. Kedua, biasanya kenapa kucing suka berantem karena memang beberapa kucing pada dasarnya memiliki sikap yang agresif yang umumnya terjadi pada kucing jantan. Tak jarang, kucing jantan berantem dengan adik atau kakaknya, atau bahkan mengajak berantem kucing asing. Alasan ketiga kenapa kucing berantem adalah karena diawali dengan bermain-main. Kadang, ada kucing yang awalnya hanya bercanda saja, namun tanpa sadar bercandanya yang agresif tersebut bisa memicu adanya pertengkaran. Jika hal ini mengkhawatirkan, cara agar kucing tidak berantem yang bisa Anda lakukan adalah dengan memisahkan kucing-kucing tersebut secara aman dan penuh strategi, terutama jika sedang merebutkan betina di musim kawini. Cara Menghentikan Kucing yang Bertengkar Melihat kucing bertengkar bukanlah hal yang menyenangkan, terutama jika itu terjadi pada dua atau lebih kucing peliharaan Anda. Saat melihat kucing bertengkar, mungkin hal reflek pertama yang akan Anda lakukan adalah mencoba memisahkan mereka, namun di sinilah Anda perlu berhati-hati, karena mereka bisa menjadi agresif pada Anda seperti menggigit atau mencakar. Sebagai opsinya, Anda bisa mengalihkan perhatian mereka, yaitu dengan hal yang mereka sukai atau dengan suara-suara yang akan menarik perhatian mereka dan menghentikan perkelahian. Cara agar kucing tidak berantem di luar rumah Kadang, saat kucing Anda berkeliaran di luar rumah, ia bisa diserang oleh kucing lain, apalagi jika kucing Anda lembut yang kemungkinan besar tidak akan membalas atau melawannya. Berikut ini beberapa cara agar kucing tidak berantem atau tidak diserang di luar rumah: • Jaga agar kucing tetap di dalam rumah • Cari tau kucing yang suka menyerang kucing Anda. Jika kucing tersebut merupakan kucing seseorang, beritahu pemiliknya akan perilaku kucing tersebut • Anda juga bisa melakukan steril kucing untuk mencegah kucing agar tidak berantem di luar rumah. Jika kucing Anda terus saja berkelahi, baik dengan kucing lain di rumah atau dengan kucing asing, sudah saatnya Anda mencari solusi jangka panjang untuk hal tersebut. Biasanya, kucing yang terus menerus berkelahi memiliki kelemahan sosialisasi yang bisa diatasi dengan: • Pengecekan ke dokter, karena bisa jadi kucingmu menjadi agresif karena ada masalah kesehatan, seperti adanya luka atau rasa sakit pada tubuhnya. • Bawa ke ahli perilaku hewan untuk melatih sikap agresifnya. • Lakukan steril kucing untuk mengurangi keagresifannya. Kucing adalah hewan individualis yang kurang nyaman tinggal dengan sekumpulan kucing lain, baik itu sedikit atau banyak. Oleh karena itu, jika Anda memiliki beberapa hewan peliharaan dalam satu rumah, pastikan Anda menyediakan berbagai kebutuhannya secara terpisah yang bisa menjadi cara agar kucing tidak berantem karena berebut makanan, minuman, atau mainan.
Perilaku & Pelatihan
Jerawat Kucing - Penyebab dan Cara Mengatasinya
Jerawat Kucing: Penyebab dan Cara Mengatasinya
2 mins read
Jerawat kucing memang terdengar aneh, namun hal tersebut merupakan hal yang umum terjadi. Namun, jerawat pada kucing ini umumnya masih belum diketahui penyebabnya. Jika Anda melihat adanya jerawat pada kucing, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan: Bentuk Jerawat Dagu Kucing Jerawat dagu kucing juga berupa benjolan kecil yang diikuti dengan komedo hitam dan putih. Tapi, biasanya jerawat kucing lebih terlihat seperti kotoran dibandingkan jerawat, makanya sedikit sulit untuk mendeteksi adanya jerawat pada kucing ini. Pada beberapa kasus, jerawat pada kucing ini bisa menyebabkan kerontokan, kemerahan atau bahkan bisa menyebabkan berdarah. Biasanya, jerawat kucing terjadi pada bagian dagu, pipi dan juga dekat bibir. Terkadang, sulit membedakan jerawat kucing dan juga koreng pada kucing, jika Anda menduga bahwa koreng pada kucing tersebut merupakan jerawat kucing, segeralah berkonsultasi ke dokter hewan. Penyebab Jerawat Kucing Pada dasarnya, penyebab jerawat kucing ini juga masih menjadi tanda tanya besar. Beberapa ahli mengatakan bahwa jerawat kucing atau juga yang sering disebut dengan follicular keratinization terjadi karena folikel rambut yang terhambat karena tingginya produksi keratin atau protein di dalam kulitnya. Jerawat pada kucing pada umumnya ditemukan di daerah dagu, oleh karena itu jerawat pada kucing seringkali disebut sebagai jerawat dagu kucing. Selain karena keratin, jerawat kucing yang muncul di dagu muncul karena: • Wadah plastik yang digunakan kucing untuk makan dan minum • Grooming yang tidak bersih, terutama untuk kucing senior • Beberapa penyakit serius, seperti: sistem imun yang lemah, stres, alergi makanan, hormon yang tidak seimbang dan kelenjar sebaceous hiperaktif. Cara Menghilangkan Jerawat Kucing Jika Anda yakin benar adanya jerawat pada kucing kesayangan Anda, hal pertama yang bisa dilakukan adalah dengan mengeceknya di dokter hewan. Biasanya, jerawat pada kucing akan hilang sendirinya, namun pada beberapa kondisi, Anda perlu memberikan perawatan lebih. • Cara menghilangkan jerawat kucing yang pertama adalah dengan membersihkan area sekitarnya dengan chlorhexidine antibacterial. Bersihkan bagian jerawat kucing beberapa kali sehari hingga breakout-nya memudar. • Selain dibersihkan, cara menghilangkan jerawat kucing selanjutnya yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan kompres air hangat untuk mengurangi pembengkakan. • Asam lemak seperti omega-3 juga bisa membantu menjaga kesehatan kulit • Mengganti mangkok plastik dengan mangkok keramik atau stainless • Menggunakan shampoo antibakterial atau anti fungal • Memberikan gel pereda jerawat kucing • Untuk beberapa kasus, dokter hewan juga merekomendasikan untuk memberikan antibiotik atau antiradang untuk mengurangi pembengkakan Untuk berbagai cara menghilangkan jerawat kucing ini, pastikan Anda sudah berkonsultasi ke dokter hewan agar memastikan Anda memberikan perawatan yang tepat. Apakah Jerawat Kucing Bisa Muncul Lagi? Pada beberapa kondisi, jerawat kucing bisa muncul lagi. Anda bisa mengurangi risikonya dengan memastikan kebersihan kulit sang kucing. Jika jerawat kucing muncul terlalu sering, Anda bisa berdiskusi dengan dokter hewan untuk penanganan yang efektif. Nah, itu dia penjelasan singkat mengenai jerawat kucing sekaligus penyebab jerawat kucing dan juga cara menghilangkan jerawat kucing. Walaupun jerawat kucing bisa hilang dengan sendirinya, namun usahakan untuk menjaga kebersihan kucing untuk mengurangi risiko jerawat kucing datang lagi. Untuk bantu menghindari jerawat pada kucing, Anda bisa memberikan PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Fussy & Beauty Salmon atau PRO PLAN Cat Makanan Basah Kucing Dewasa Derma Plus Salmon yang mengandung Omega-3 dan 6 yang tinggi, untuk menjaga kesehatan kulit dan rambut kucingmu. Selamat mencoba!
Kesehatan
Waktu & Tips Memandikan Kucing
Waktu & Tips Memandikan Kucing
3 mins read
Seperti yang kita ketahui, kucing bisa membersihkan tubuhnya sendiri. Terkadang, hal tersebut sudah cukup, namun untuk beberapa kondisi, Anda perlu memandikan kucing karena noda atau kotoran yang tidak bisa mereka bersihkan sendiri. Jika Anda merasa ini waktu memandikan kucing, berikut beberapa hal yang perlu Anda ketahui seputar memandikan kucing, mulai dari berapa kali memandikan kucing, waktu memandikan kucing dan juga bagaimana cara memandikan kucing. Berapa kali memandikan kucing? Idealnya, waktu memandikan kucing dilakukan setiap 4-6 minggu sekali, tergantung seberapa sering kucing membersihkan tubuhnya, kondisi tempat tinggalnya dan juga rasnya. Untuk kucing yang sering main di luar rumah, biasanya memiliki kebutuhan yang lebih besar untuk dimandikan. Selain kucing yang sering bermain di luar, Anda juga perlu memandikan kucing yang obesitas dan juga kucing yang sudah senior. Untuk kucing dengan ras tanpa rambut, Anda perlu memandikan kucing sekali seminggu karena mereka memiliki produksi minyak yang berlebih. Perlengkapan yang dibutuhkan untuk memandikan kucing Untuk memastikan proses memandikan kucing berjalan dengan mudah, pastikan Anda sudah menyiapkan perlengkapan ini di dalam kamar mandi: • Baskom, ember besar atau wastafel • Shampoo kucing yang tidak mengandung parfum dan zat kimia yang terlalu keras • Conditioner khusus kucing jika dibutuhkan • Satu atau dua buah handuk • Sisir kucing Bagaimana cara memandikan kucing? Sebagai pemula, wajar jika Anda merasa bingung dan khawatir untuk memandikan kucing. Berikut panduan bagaimana cara memandikan kucing yang bisa Anda lakukan: Pertama, pilih waktu yang tepat, yaitu saat ia merasa nyaman, lelah atau sedang merasa manja. Saat ia sedang tidak merasa nyaman, hal tersebut bisa mempersulit proses memandikan kucing. Kedua, persiapkan kucing dengan memotong kukunya untuk menghindari risiko tercakar. Setelah itu, sisir rambut kucing untuk menghilangkan kulit mati dan juga rambut yang rontok. Pada tahap ini, Anda juga bisa menggunakan kapas untuk menutupi bagian telinganya agar tidak masuk air saat mandi. Ketiga, siapkan semua kebutuhan dekat jangkauan. Anda bisa menggunakan keset karet sebagai alas sang kucing agar ia tidak terpeleset saat berdiri yang juga bisa membuatnya merasa lebih nyaman. Saat membasuh bagian tubuh kucing yang terluka atau iritasi, sebaiknya Anda menggunakan sarung tangan untuk kenyamanan pribadi. Setelah semuanya siap, Anda bisa mulai memandikan kucing. Untuk memandikan kucing, gunakan air hangat (tidak terlalu panas) yang kemudian dibasuh perlahan ke tubuh kucing. Setelah itu, gunakan shampoo dan bersihkan bagian tubuh kucing secara perlahan. Pada bagian wajah, bersihkan dengan menggunakan kain bersih yang sudah dibasahi. Setelah selesai, balut tubuh kucing dengan menggunakan handuk besar dan kemudian keringkan. Untuk mengeringkan tubuh kucing, hair dryer bisa menjadi opsi, asal digunakan dengan suhu yang tidak terlalu pasar. Tips Memandikan Kucing Untuk mempermudah momen memandikan kucing, berikut beberapa tips memandikan kucing yang bisa Anda perhatikan: • Tutup keran air, karena sebagian kucing merasa tidak nyaman dengan suara air mengalir • Gunakan keset karet sebagai alas • Hindari menggunakan shower yang mungkin bisa menakutinya, sebagai pengganti, gunakan gayung • Setiap kucing berbeda-beda, jadi sebaiknya lakukan patch test untuk shampoo tersebut sebelum mengaplikasikannya ke seluruh tubuh • Kurangi suara-suara yang mungkin bisa membuat kucing tidak nyaman • Jika kucing tidak menyukai suara hair dryer, keringkan tubuh kucing dengan handuk yang lembut Ada baiknya juga untuk memberikan snack atau treat setelah memandikan kucing. Ini bisa menjadi tips memandikan kucing yang membuatnya mengingat hal tersebut sebagai pengalaman yang positif dan memudahkan proses memandikan kucing kemudian hari. Nah, itu dia beberapa hal mengenai waktu dan tips memandikan kucing. Meskipun kucing bisa membersihkan tubuhnya sendiri, namun untuk beberapa kondisi Anda perlu membantu memandikannya. Yuk jaga kebersihan kucing kesayangan Anda!
Perilaku & Pelatihan
Seputar Kehamilan Kucing yang Perlu Diketahui
Seputar Kehamilan Kucing yang Perlu Diketahui
2 mins read
Kucing adalah salah satu hewan mamalia yang bisa hamil sebanyak lima kali dalam setahun. Namun, idealnya kehamilan kucing hanya terjadi satu atau dua kali saja dalam setahun untuk waktu pemulihan yang maksimal. Anda yang baru pertama kali mendampingi masa kehamilan pada kucing, penting untuk mengetahui beberapa hal mengenai kehamilan kucing, termasuk dengan berapa lama masa kehamilan pada kucing dan juga tanda kucing melahirkan. Untuk lebih jelasnya, yuk simak artikel berikut! Apa saja tanda adanya kehamilan kucing? Di masa awal kehamilan, ia jarang menunjukan tanda-tanda fisik kehamilannya hingga mencapai beberapa minggu. Namun, berikut beberapa tanda fisik yang menunjukan bahwa adanya kehamilan yang bisa ditemukan setelah usia kehamilan 2-3 minggu. • Setelah 15-18 hari, bagian putingnya terlihat membesar dan berwarna merah yang dikenal dengan sebutan “pinking up”. • Mirip seperti kehamilan pada manusia, adanya “morning sickness” yang ditandai dengan mual. • Bagian perut membesar • Bertambahnya berat badan, sekitar 1-2 kg (tergantung jumlah anak kucing yang dikandung) • Nafsu makan yang bertambah yang menyebabkan peningkatan berat badan • Lebih sering mendengkur dan terlihat lebih manja dan mencari perhatian Beberapa tanda fisik di atas bisa mendeteksi adanya kehamilan pada kucing. Namun, beberapa tanda di atas juga bisa merupakan tanda-tanda penyakit fisik yang lain. Untuk mengetahui lebih jelasnya apakah sedang terjadi adanya kehamilan atau tidak, lakukan pengecekan ultrasound ke dokter hewan. Dalam pengecekan ultrasound ini Anda juga dapat mengetahui berapa banyak jumlah anak kucing yang sedang dikandung. Berapa lama masa kehamilan kucing? Umumnya, berapa lama masa kehamilan pada masing-masing kucing berbeda-beda. Masa kehamilan pada kucing bisa berlangsung 61 hari sampai 72 hari, namun idealnya, masa kehamilan biasanya sekitar 63-67 hari. Tidak ada tanda pasti kapan masa kehamilan ini akan berakhir, oleh karena sebaiknya Anda memperhatikan tanda kucing melahirkan agar bisa mendampinginya. Apa saja tanda kucing akan melahirkan? Alamiahnya, setiap kucing bisa mengatasi proses melahirkannya sendiri. Namun, ada baiknya Anda juga bersiaga di dekatnya saat mendekati waktu melahirkan, baik untuk membuatnya tetap nyaman dan juga berjaga-jaga jika adanya komplikasi atau permasalahan serius. • Berikut tanda kucing melahirkan yang umum terjadi: • Menolak makan • Terlihat gelisah dan mencari tempat yang terpencil • Suhu tubuhnya menurun menjadi sekitar 37.8°C dalam 12-23 jam sebelum melahirkan • Tepat sebelum melahirkan, sang induk terdengar lebih berisik, gelisah dan juga semakin sering menjilati tubuhnya • Tanda kucing melahirkan yang paling terlihat adalah adanya kontraksi yang diikuti dengan cairan yang keluar dari vaginanya. Umumnya, cairan ini merupakan tanda yang normal, namun jika cairan yang keluar berwarna hitam dan bertekstur kental atau berwarna seperti darah, segera hubungi dokter hewan terdekat • Setelah cairan tersebut keluar, induk kucing kemudian akan segera melahirkan anak-anak kucing. Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa umumnya setiap kucing bisa mengatasi proses melahirkannya sendiri, sehingga Anda tidak perlu membantunya. Namun, tugas Anda adalah melihat adanya cairan yang berubah warna, atau jika sang induk mengejan tanpa mengeluarkan anak kucing untuk bisa segera menghubungi dokter hewan. Di masa kehamilan kucing, mereka juga membutuhkan nutrisi yang tepat untuk mempersiapkan dirinya untuk melahirkan. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kebutuhan kucing hamil adalah dengan memberikan makanan yang tepat. Makanan anak kucing bisa menjadi makanan kucing hamil yang tepat. Cek berbagai rekomendasi makanan anak kucing di sini.
Perilaku & Pelatihan
Gigi Anjing: Struktur dan JenisnyaGigi Anjing: Struktur dan Jenisnya
Ketombe Pada Anjing? Jangan Khawatir, Berikut Panduannya!
2 mins read
Ketombe pada anjing adalah hal yang mungkin terdengar asing, namun percayalah ini merupakan hal yang normal dan seringkali terjadi pada anjing. Sama seperti manusia, ketombe pada anjing memberikan dampak yang tidak nyaman untuknya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab ketombe pada anjing dan ciri-cirinya agar mengetahui cara menghilangkan ketombe pada anjing. Penyebab Ketombe Pada Anjing Pada dasarnya, ketombe adalah hal yang umum terjadi pada binatang karena produksi minyak kulit. Biasanya, produksi minyak berlebih bisa mempengaruhi kesehatan kulitnya yang bisa menyebabkan butiran kulit kering yang disebut dengan ketombe. Tak hanya itu, ketombe pada anjing juga bisa saja terjadi karena kondisi sebaliknya, yaitu produksi minyak yang terlalu sedikit menyebabkan iritasi kulit. Selain itu, berikut ini beberapa penyebab ketombe pada anjing yang sering ditemukan: • Diet yang tidak seimbang, contohnya kekurangan kandungan vitamin, air atau asam lemak yang bisa menjaga kesehatan kulit • Under dan over grooming atau rutinitas grooming yang tidak cocok • Cuaca yang kering karena sedikitnya kelembapan udara yang menyebabkan kulit sang anjing menjadi kering. • Jika anjing Anda masih kecil dan tidak pernah mengalami permasalahan lain selain ketombe, bisa jadi hal ini terjadi karena adanya alergi musiman atau alergi karena lingkungan. • Infeksi bakteri atau jamur. Untuk mengatasi penyebab ketombe pada anjing yang satu ini mungkin dibutuhkan penanganan yang tepat dari dokter. Cara Mendeteksi Ketombe Pada Anjing Ketombe pada dasarnya sangat mudah ditemukan. Saat Anda melihat adanya butiran putih yang menempel pada rambutnya, cobalah untuk segera mengecek kondisi kulitnya secara menyeluruh. Jika ia terlihat sering menjilat, menggigit atau menggaruk kulitnya, biasanya akan terlihat kemerahan atau iritasi di sekitar kulitnya. Di beberapa kasus, ketombe pada anjing juga dapat menyebabkan aroma tidak enak, kerontokan dan juga luka atau koreng. Jika Anda melihat ada tanda-tanda kurang nyaman atau berbeda dari anjing kesayangan Anda, segeralah berkonsultasi pada dokter. Ras Anjing yang Paling Mudah Terkena Ketombe Setiap anjing bisa saja memiliki ketombe, namun ada beberapa ras anjing yang lebih mudah terkena ketombe karena jenis kulitnya dan juga rambutnya yang panjang, seperti golden retrievers, Cavalier King Charles spaniels, Yorkshire terriers, Jack Russell terriers dan Norfolk terriers karena memiliki kulit yang lebih sensitif. Oleh karena itu, disarankan untuk rutin mengecek kondisi kulit dan juga rambut anjing kesayangan Anda, terutama anjing dengan rambut yang panjang dan tebal. Cara Menghilangkan Ketombe Pada Anjing Ketombe pada anjing memberikan ketidaknyamanan padanya, oleh karena itu, berikut beberapa cara mengatasi ketombe pada anjing yang bisa dilakukan: • Pastikan gizi yang seimbang yang mengandung vitamin yang dibutuhkan. Cek berbagai rekomendasi makanan anjing yang penuh nutrisi dan gizi di sini. • Gunakan humidifier untuk menjaga kelembapan udara di rumah • Coba mengubah atau mengganti rutinitas grooming-nya dan lihat apakah ada perubahan • Jika beberapa cara di atas tidak memberikan perubahan, sebaiknya berkonsultasi ke dokter hewan untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Nah, itu dia penjelasan singkat mengenai ketombe pada anjing. Biasanya, ketombe pada anjing ini juga dialami oleh anjing dengan kulit yang sensitif. Untuk anjing dengan kulit yang sensitif, Anda bisa mengganti makanannya dengan varian dari Pro Plan yang bisa mengatasi permasalahan kulit sensitifnya. Yuk jaga kondisi kulit anjing kesayangan Anda agar terbebas dari ketombe pada anjing!
Perilaku & Pelatihan

Pagination

  • First page
  • Previous page
  • …
  • Halaman 45
  • Halaman 46
  • Halaman 47
  • Halaman 48
  • Halaman 49
  • Halaman 50
  • Halaman 51
  • Halaman 52
  • Halaman 53
  • …
  • Next page
  • Last page
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card

Footer

  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami

Footer

  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami

Footer

  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami

Footer

  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.