Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content
Panduan Lengkap Perawatan Kucing: Tips Menjaga Kucing Tetap Sehat dan Bahagia
Panduan Lengkap Perawatan Kucing Tips Menjaga Kesehatan dan Kebahagiaan Kucing
4 mins read
Merawat kucing memang memerlukan perhatian dan kasih sayang dan semua usaha itu akan terbayar saat kucing kesayangan tumbuh sehat dan bahagia. Ada sejumlah cara perawatan kucing yang penting diperhatikan, mulai dari asupan makanan yang tepat, perawatan tubuh, dan aktivitas yang membuat kucing bahagia. Untuk informasi lengkap tentang tips memelihara kucing, Anda bisa simak bahasan di bawah ini. Hal-hal yang Perlu Diperhatikan saat Memelihara Kucing Bagaimana cara merawat kucing dengan baik? Tidak hanya soal makanannya, saat Anda memutuskan untuk untuk memelihara kucing hal pertama yang diperhatikan adalah komitmen waktu dan biaya. Persiapkan diri untuk merawat mereka sepanjang hidupnya, termasuk menyediakan biaya perawatan kesehatan, makanan, dan kebutuhan lainnya. Selain itu, setiap jenis kucing memiliki kebutuhan khusus. Misalnya, kucing berbulu panjang membutuhkan perawatan bulu lebih intensif dibandingkan kucing berbulu pendek. Pastikan Anda memahami jenis kucing sehingga bisa lebih mudah dalam perawatannya. Panduan Perawatan Kucing Sehari-hari Berikut adalah 10 cara merawat kucing yang dapat membantu menjaga kesehatan dan kebahagiaannya: 1. Pemeriksaan rutin ke dokter hewan Membawa kucing Anda ke dokter hewan secara teratur sangat penting untuk memastikan mereka tetap sehat dan untuk mendeteksi masalah kesehatan sejak dini. 2. Vaksinasi Selanjutnya adalah dengan memastikan kucing mendapatkan vaksinasi yang diperlukan. Vaksinasi lengkap sesuai kebutuhan juga merupakan cara merawat kucing agar tidak mudah sakit dan melindunginya dari infeksi atau penyakit umum lainnya. 3. Nutrisi yang tepat Berikan makanan berkualitas tinggi yang sesuai dengan usia dan kebutuhan kesehatan kucing Anda. Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter hewan untuk rekomendasi makanan yang terbaik sesuai dengan jenis kucing Anda. 4. Hidrasi yang cukup Pastikan kucing Anda selalu memiliki akses ke air bersih dan segar untuk mencukupi kebutuhan cairan serta mencegah dehidrasi. 5. Perawatan gigi Periksa dan bersihkan gigi kucing Anda secara teratur untuk mencegah penyakit gigi dan gusi. Anda perlu bisa menyediakan produk khusus seperti sikat gigi dan pasta gigi kucing yang di rumah. 6. Aktivitas fisik dan mental Tips merawat kucing lainnya yang perlu diperhatikan adala menyediakan mainan dan permainan untuk menjaga kucing Anda tetap aktif secara fisik dan terstimulasi secara mental. Hal ini penting untuk kesehatan dan kebahagiaannya. 7. Jaga kebersihan litter box Sediakan litter box atau kotak pasir untuk tempat kencing dan BAB kucing. Jangan lupa, nersihkan kotak pasir kucing secara rutin untuk menjaga kebersihan dan mencegah penyakit. 8. Grooming rutin Sisir bulu kucing Anda secara teratur untuk mencegah kekusutan dan mengurangi jumlah bulu yang tertelan saat menjilati diri. 9. Pengendalian parasit Untuk cara memelihara kucing selanjutnya adalah mencegah atau mengendalikan parasit untuk melindungi kucing Anda dari kutu, caplak, dan cacing. Anda bisa berkonsultasi ke dokter untuk produk anti-parasit yang tepat sebagai solusi pencegahan. 10. Lingkungan yang aman dan nyaman Cara merawat kucing dengan baik juga terkait dengan menyediakan lingkungan yang aman dan nyaman di rumah Anda. Pastikan ada tempat berlindung dan area untuk bersantai yang tenang bagi kucing Anda. Berapa Kali Memberi Makan Kucing dalam Sehari? Frekuensi pemberian makanan pada kucing tergantung pada usia dan kondisi kesehatannya. Untuk kiiten atau anak kucing biasanya diberi makan 3–4 kali sehari. Mereka membutuhkan lebih banyak makanan karena sedang dalam masa pertumbuhan. Sementara untuk kucing kucing dewasa disarankan diberi makan 2 kali sehari, yaitu pagi dan malam. Pastikan untuk memberikan porsi yang sesuai dengan berat badan dan kebutuhan energi mereka. Sedangkan untuk kucing yang sudah berusia lanjut, disarankan memberikan makanan dalam porsi yang lebih kecil tetapi lebih sering, tergantung pada kondisi kesehatan mereka. Tidak semua makanan manusia aman untuk kucing. Beberapa makanan yang harus dihindari untuk diberikan ke kucing adalah: • Cokelat: Mengandung theobromine yang beracun bagi kucing. • Bawang dan Bawang Putih: Dapat menyebabkan kerusakan sel darah merah pada kucing. • Anggur dan Kismis: Bisa menyebabkan gagal ginjal. • Susu sapi: Banyak kucing yang tidak toleran laktosa, yang dapat menyebabkan diare. • Kafein: Kafein bisa berbahaya dan menyebabkan keracunan. • Makanan anjing: Makanan anjing tidak memenuhi kebutuhan nutrisi untuk kucing dan bisa berbahaya jika diberikan dalam jangka panjang. Untuk mengoptimalkan perawatan kucing Anda, pastikan untuk memberikan asupan makanan bernutrisi tinggi sesuai kebutuhannya. Sebagai rekomendasi, Anda bisa memberikan makanan kucing dari Purina, tersedia berbagai macam makanan kucing basah untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kucing Anda. Jika Anda memiliki kucing yang terkenal memiliki selera yang pemilih, temukan pilihan makanan kucing Fancy Feast. Atau jika kucing Anda membutuhkan nutrisi khusus, berikan makanan kucing PRO PLAN. Setiap makanan yang ditawarkan dalam rangkaian makanan kucing basah kami telah dibuat secara ahli dengan tujuan untuk menciptakan diet lengkap dan seimbang yang tidak hanya memenuhi semua kebutuhan nutrisi mereka, tetapi dengan rasa yang juga lezat. Jelajahi rangkaian lengkap makanan kucing basah kami hari ini dan temukan makanan sempurna untuk kucing Anda dari merek Purina. Itu tadi tips perawatan kucing yang perlu diperhatikan untuk membantu menjaga kucing Anda selalu sehat dan bahagia.
Kesehatan
Cara Menghilangkan Kutu Anjing: Solusi Mudah dan Efektif
Cara Menghilangkan Kutu Anjing: Solusi Mudah dan Efektif
3 mins read
Apakah anjing kesayangan Anda sering terlihat menggaruk-garuk tubuhnya? Bisa jadi anjing Anda terkena kutu. Kutu anjing memang masalah umum, tapi bisa sangat mengganggu baik untuk anjing Anda maupun kesehatan orang-orang di sekitar rumah. Untuk membantu mengetahui penyebab, cara menghilangkan kutu anjing, dan juga beberapa tips praktis pencegahannya, Anda bisa simak informasi selengkapnya di bawah ini. Apa Penyebab Kutu Anjing? Kutu pada anjing adalah parasit kecil yang bisa memakan darah anjing dan bisa memicu rasa gatal yang hebat. Penyebab utama kutu anjing biasanya berasal dari lingkungan yang terinfeksi, tempat bermain yang terpapar telur kutu anjing dari anjing lain, atau bahkan dari rumah Anda sendiri jika tidak dibersihkan dengan baik. Kutu anjing sangat cepat berkembang biak, jadi ada satu kutu saja bisa menjadi masalah besar dalam waktu singkat. Bagaimana Cara Menghilangkan Kutu Anjing? Cara membasmi kutu anjing memerlukan pendekatan yang teliti dan hati-hati. Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan: 1. Mandikan anjing dengan sampo anti-kutu: Cara menghilangkan kutu pada anjing yang umum dilakukan adalah dengan memandikannya dengan sampo khusus anti kutu untuk membunuh kutu atau telur kutu yang berada di tubuh anjing. Cara ini juga efektif untuk mengatasi kutu anjing kecil. Sebelumnya, pastikan Anda mengikuti petunjuk penggunaan pada kemasan atau minta resep dari dokter hewan. 2. Obat kutu topikal Obat kutu dengan cara penggunaan dioleskan langsung ke kulit anjing juga bisa jadi cara pengobatan untuk menghilangkan kutu anjing. Biasanya, obat ini diaplikasikan di leher atau punggung anjing agar sulit dijilat. 3. Sisir kutu Metode lain adalah dengan menyisir bulu anjing dengan sisir khusus kutu. Cara ini bisa membantu menghilangkan kutu dan telurnya dan sebaiknya dilakukan rutin, terutama di daerah sekitar leher dan ekor. 4. Kerah anti kutu Menggunakan kerah anti kutu juga efektif sebagai cara menghilangkan kutu anjing secara permanen. Kerah ini mengandung bahan kimia yang bisa membunuh kutu dan biasanya tahan selama beberapa bulan. 5. Air garam Anda juga bisa memakai cara menghilangkan kutu anjing secara alami dan permanen yaitu dengan membilas anjing dengan air garam. Tapi pastikan jangan dilakukan berlebihan karena akan membuat iritasi atau kulit anjing kering. Butuh Berapa Lama untuk Menghilangkan Kutu Anjing? Jawaban untuk pertanyaan ini bervariasi tergantung pada kondisi penyebaran kutu di rumah, pada anjing Anda, seberapa baik tingkat kebersihan rumah, dan efektivitas produk perawatan kutu yang sudah Anda terapkan pada anjing kesayangan. Jika Anda menggunakan obat kutu topikal atau kerah anti kutu, biasanya kutu mulai mati dalam waktu 24-48 jam. Namun, perlu beberapa minggu hingga sebulan untuk benar-benar bebas dari kutu, terutama jika ada telur kutu yang menetas. Kebanyakan kutu dewasa mati lebih cepat daripada kutu yang baru menetas. Apakah Kutu Anjing Tidak Boleh Dipencet? Anda mungkin tergoda untuk memencet kutu yang Anda temukan pada anjing Anda, namun hal ini tidak disarankan. Memencet kutu bisa membuat tubuh kutu hancur dan mengeluarkan cairan yang mengandung bakteri dan penyakit yang bisa menginfeksi anjing Anda. Lebih baik gunakan pinset khusus untuk mengambil kutu dan langsung buang ke dalam air sabun atau alkohol. Tips Pencegahan Kutu Anjing Berikut adalah beberapa cara efektif untuk menjaga anjing Anda bebas dari kutu. • Perhatikan pergerakan di bulunya. Jika Anda melihat ada serangga kecil melompat ke rambut anjing, Anda perlu segera membersihkan dan menghilangkan kutu segera. • Perawatan spot-on bisa membentuk penghalang bagi anjing untuk mencegah kutu menetap di bulu. Mintalah rekomendasi dari dokter hewan Anda dan dapatkan instruksi tentang berapa banyak yang harus diterapkan dan interval penggunaannya. • Pil kunyah bisa membunuh kutu sebelum mereka bertelur. Ini memberikan perlindungan kutu selama sekitar 30 hari, dan juga membantu mengurangi pertumbuhan kutu di rumah. • Anda perlu terus membersihkan rumah Anda untuk mencegah penyebaran kutu yang makin meluas. Vakum furnitur, karpet, sofa, dan tempat tidur secara teratur. Selalu buang kantong vakum dengan benar dan cuci tabung penyedot debu dengan air hangat setelah selesai. Selain itu, bersihkan kain dari tempat tidur dan sofa dan masukkan langsung ke mesin cuci untuk mencucinya dengan air panas. Dengan mengetahui cara menghilangkan kutu anjing, Anda bisa lebih mengoptimalkan perawatan hewan peliharaan. Dan untuk selalu menjaga kondisi tubuhnya, pastikan Anda memberikan makanan anjing bergizi sesuai kebutuhannya. Anda bisa memberikan produk PRO PLAN yang diformulasikan dari bahan-bahan berkualitas tinggi, memberikan penyerapan nutrisi yang maksimal dan manfaat yang ditargetkan pada setiap tahap kehidupan anjing sesuai tahapan usia dan juga berbagai kondisi kesehatan anjing. Nutrisi produk makanan anjing PRO PLAN dioptimalkan untuk manfaat kesehatan yang bermakna yang mendorong kesejahteraan jangka panjang tanpa mengorbankan rasa yang disukai anjing Anda.
Kesehatan
Catnip Itu Apa? Simak Cara Pakainya untuk Kucing Kesayangan
Catnip Itu Apa? Simak Cara Pakainya untuk Kucing Kesayangan
2 mins read
Catnip itu apa sih? Kenapa banyak yang bilang catnip bisa mempengaruhi kucing? Untuk lebih jelasnya seputar catnip kucing, yuk simak penjelasan berikut ini. Catnip terbuat dari tanaman semak Pada dasarnya, catnip adalah sebuah tumbuhan semak. Tanaman catnip ini merupakan bagian dari keluarga mint yang tumbuh hijau sepanjang tahun dan seringkali ditemukan di daerah yang cerah. Ciri ciri tumbuhan catnip adalah berwarna hijau kusam, dan daunnya seperti berbentuk hati dengan sedikit gerigi dan batang yang tebal dengan bulu halus. Nah, tanaman catnip ini memproduksi nepetalactone yang melapisi daun, polong biji dan batang yang saat pecah bisa menarik perhatian kucing. Tanaman catnip bisa merangsang kucing Tanaman catnip ini memang bisa membuat kucing terangsang, baik secara birahi sampai dengan membuatnya semangat beraktivitas dan membuat mood-nya menjadi baik. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa tanaman catnip ini memiliki bahan kimia nepetalactone yang bisa memicu respon kucing. Saat kucing berada di dekat tanaman catnip dan mencium aromanya, bahan kimia tersebut akan menstimulasi otak kucing dan seketika membuat kucing lebih senang, agresif dan juga salah tingkah. Efek catnip pada kucing ini juga bisa memberikan dampak kenikmatan pada kucing yang tentunya bisa mempengaruhi perilakunya. Catnip bereaksi pada kucing berusia minimum enam bulan Usia berapa catnip bisa diberikan untuk kucing? Jawabannya tidak ada batasan usia. Namun, fungsi catnip tidak bekerja dengan maksimal pada anak kucing. Reaksi catnip kucing ini baru bisa diterima dengan baik untuk kucing berusia sekitar enam bulan sampai satu tahun. Jadi, memberikan catnip pada anak kucing bisa jadi tidak menghasilkan reaksi apa-apa. Cara memberikan catnip pada kucing Ada dua cara memberikan catnip pada kucing, yaitu membuat kucing menciumnya atau membuat kucing menelannya. Fungsi catnip untuk indera penciuman dan perasa tentunya berbeda. Anda bisa memberikan catnip untuk dikonsumsi kucing untuk meningkatkan nafsu makan. Cara memberikan catnip pada kucing untuk dikonsumsi adalah dengan menambahkan atau menaburkan tanaman catnip pada tempat makannya yang bisa membuat kucing merasa lebih tertarik dengan makanannya. Selain itu, menambahkan tanaman catnip pada makanan kucing juga dipercaya bisa mengurangi masalah insomnia lho. Selanjutnya, cara memberikan catnip pada kucing untuk dihirup adalah dengan menaburkannya di dekat mainan kucing. Hal ini berguna untuk meningkatkan stimulus kucing untuk bermain atau berolahraga. Beberapa kucing memiliki kondisi malas bergerak, oleh karena itu daun catnip ini bisa menjadi salah satu cara untuk menstimulasinya. Selain itu, catnip juga bisa diberikan di daerah tempat tidurnya. Hal ini bisa menjadi cara untuk mengenalkan tempat tidur kucing yang baru untuk membuatnya nyaman dan membantunya terbiasa. Lalu, efek catnip itu apa bertahan lama? Biasanya, efek catnip kucing ini bertahan kurang lebih sepuluh menit. Setelah itu, kucing membutuhkan waktu kurang lebih dua jam untuk pemulihan untuk kembali bisa merasakan efek catnip lagi. Sederhananya, jika Anda ingin memberikan catnip kucing, pastikan Anda memberikan jeda paling tidak dua jam. Nah, itu dia ulasan mengenai daun catnip, ciri ciri tumbuhan catnip dan cara memberikan catnip pada kucing. Jika digunakan dengan benar, ada banyak fungsi catnip yang bermanfaat untuk menunjang keseharian kucing kesayangan Anda.
Kesehatan
Cara Membasmi Kutu Kucing di Rumah dengan Bahan Alami
Cara Membasmi Kutu Kucing di Rumah dengan Bahan Alami
2 mins read
Kutu kucing terjadi karena adanya infeksi atau penularan dari kucing lain. Tentunya, penyebaran ini terjadi pada kucing yang sering bermain di luar rumah dan berinteraksi dengan parasit kutu yang mungkin saja ada dimana-mana. Biasanya, tanda kutu kucing ini terlihat dengan adanya bintik hitam pada rambut, tempat tidur dan juga karpet atau sofa di rumah. Jika Anda melihat adanya bintik hitam ini, segeralah lakukan cara membasmi kutu kucing di rumah ini agar kutu kucing tidak semakin menyebar. Oleskan minyak zaitun pada rambut kucing Minyak zaitun merupakan salah satu bahan alami yang bisa menjadi cara membasmi kutu kucing di rumah yang ampuh. Untuk menggunakannya, aplikasikan minyak zaitun pada rambut kucing kemudian diamkan selama 15 menit. Minyak zaitun ini dipercaya bisa membuat kutu lepas dari rambut sang kucing. Setelah itu, mandikan kucing dan keringkan tubuhnya. Lidah buaya Selain baik untuk rambut, lidah buaya juga ternyata bisa menjadi cara menghilangkan kutu kucing yang ampuh lho. Ada dua cara yang bisa digunakan dengan menggunakan lidah buaya ini, yang pertama adalah dengan mengoleskan gelnya ke bagian rambut kucing, atau dengan memblender lidah buaya dan mengambil airnya yang kemudian dimasukkan ke dalam botol agar bisa disemprotkan ke rambut kucing. Garam Bumbu masakan yang satu ini juga ternyata bisa menjadi cara membasmi kutu kucing di rumah yang ampuh lho. Jika Anda melihat adanya kutu pada rambut kucing kesayangan Anda, segeralah memandikannya dengan air garam. Dalam proses ini, sangat disarankan untuk menggunakan air hangat dan melarutkan garam terlebih dahulu dengan air agar garam merata. Cuka apel Selain lidah buaya, Anda juga bisa mencoba larutan cuka apel untuk menjadi semprotan penghilang kutu kucing. Untuk membuat larutan cuka apel ini, cobalah takaran 1:2 dengan takaran air yang lebih banyak, kemudian masukkan ke dalam botol semprotan. Air lemon Jika tidak ada cuka apel, Anda bisa coba cara membasmi kutu kucing di rumah dengan semprotan air lemon. Untuk membuat larutan lemon ini, Anda perlu merebus dua potong lemon dan air, kemudian saring bagian airnya dan masukkan ke dalam botol semprotan. Cara mencegah kutu kucing Selain menggunakan bahan-bahan alami, Anda juga perlu menerapkan gaya hidup yang bisa mencegah kutu kucing di rumah dan juga mengatasi kutu kucing secara menyeluruh. Pertama, mandikan kucing dengan shampo anti kutu. Shampo anti kutu kucing ini bisa Anda dapatkan di berbagai klinik hewan ataupun petshop. Kedua, rutinlah menyisir rambut kucing. Rutin menyisir rambut kucing dapat membantu Anda mengetahui saat adanya kutu kucing dan juga menghilangkan kutu kucing yang masih tersisa. Untuk menyisir kutu kucing, gunakanlah sisir serit atau sisir kutu kucing yang dapat menyaring kutu tersebut. Ketiga, jika pernah ada kutu kucing di rumah, pastikan Anda mencuci selimut dan alat tidur kucing dengan air panas untuk menghilangkan kutu kucing yang tersisa. Selain itu, rutin mencuci selimut juga bisa menghindari kutu untuk hinggap di rumah. Keempat, pastikan untuk selalu menjaga kebersihan kandang kucing, termasuk juga dengan kotak pasirnya karena kebersihan merupakan hal yang penting untuk mencegah dan mengatasi kutu kucing secara menyeluruh. Nah, itu dia cara membasmi kutu kucing di rumah yang bisa digunakan dengan bahan-bahan alami. Kutu kucing bisa menyebar dengan mudahnya dan menempel pada barang-barang di rumah. Oleh karena itu, deteksi awal menjadi hal yang penting untuk menghilangkan kutu kucing dengan cepat dan efisien.
Kesehatan
Simak Urutan Vaksin Kucing hingga Kisaran Biayanya
Simak Urutan Vaksin Kucing hingga Kisaran Biayanya
2 mins read
Kesehatan kucing tidak luput dari vaksin yang diberikan. Vaksin kucing merupakan cara yang bisa membentuk dan menjaga kekebalan tubuh kucing dan melindunginya dari berbagai penyakit yang mematikan. Tak hanya itu, vaksin kucing juga bisa menjaga kesehatan kita lho, karena beberapa penyakit bisa menular ke manusia, seperti rabies contohnya. Lalu, apa saja sih urutan vaksin kucing yang perlu diberikan dan berapa biayanya? Yuk simak artikel berikut! Vaksin kucing Tricat Urutan vaksin kucing pertama yang bisa diberikan untuk kucing adalah vaksin tricat tahap 1. Vaksin kucing satu ini bisa diberikan pada kucing saat ia sudah berusia 8-10 minggu. Vaksin tricat ini berguna untuk melindungi kucing dari penyakit Feline Panleukopenia, Rhinotracheitis dan Calicivirus. Panleukopenia ini merupakan penyakit dengan risiko kematian yang tinggi, terutama untuk kucing yang masih kecil. Sedangkan, penyakit Rhinotracheitis ini menyerang bagian sistem pernapasan yang fatal untuk kucing. Lalu, penyakit Calicivirus merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan yang diikuti dengan bercak merah di bagian mulut serta sariawan. Penyakit Calicivirus ini biasanya menyerang lokasi dengan populasi kucing yang padat, karena penyebarannya melalui udara dan juga kontak langsung dengan kucing yang terinfeksi. Biaya vaksin kucing tricat ini berbeda-beda, tergantung dengan usianya. Untuk usia 8-12 minggu, biayanya mencapai Rp80.000 hingga Rp250.000, sedangkan untuk usia 12-14 minggu biayanya mulai dari Rp170.000, dan usia lebih dari 6 bulan dimulai dari Rp100.000. Vaksin kucing Tetracat Setelah menjalani tricat vaksin yang pertama, urutan vaksin kucing selanjutnya perlu dilakukan pada usianya 12-14 minggu. Vaksin tetracat ini pada dasarnya memiliki manfaat yang sama, namun dengan tambahan perlindungan dari virus Chlamydia. Nah, jenis vaksin kucing Tetracat ini membutuhkan biaya yang sedikit lebih besar dengan biaya yang sama untuk berbagai usia. Biasanya, vaksin Tetracat ini memakan biaya Rp180.000 hingga Rp210.000. Rabies Saat usia kucing sudah memasuki minggu ke-20, sudah saatnya Anda memberikan vaksin rabies untuknya. Vaksin rabies ini berguna untuk menghindari risiko virus yang tersebar dari hewan lain melalui luka, cakaran, dan juga gigitan. Rabies ini merupakan penyakit yang perlu diwaspadai, karena rabies ini tidak hanya menyerang binatang, namun bisa menular pada manusia. Virus rabies ini menyerang sistem saraf dan otak yang menyebar lewat gigitan. Oleh karena itu, rabies merupakan salah satu vaksin penting yang didapatkan oleh kucing kesayangan Anda. Untuk biaya, biasanya vaksin kucing rabies ini membutuhkan biaya sekitar Rp100.000. Apakah vaksin kucing perlu diulang? Setelah melakukan urutan vaksin kucing di atas, mungkin kucing Anda membutuhkan vaksin tambahan berikut juga dengan vaksin lanjutan, vaksin ulang atau vaksin booster. Contohnya seperti rabies, biasanya vaksin rabies ini perlu diulang dalam jangka waktu satu tahun. Nah, itu dia urutan vaksin kucing yang perlu didapatkan oleh kucing kesayangan Anda. Umumnya, rentang biaya vaksin kucing memakan harga Rp80.000 sampai dengan Rp250.000. Harga vaksin kucing ini berbeda-beda tergantung dengan tempat, usia dan juga jenis vaksin yang diberikan. Yuk lindungi kesehatan kucing dengan memberikan vaksin yang dibutuhkan dan juga memberikan makanan yang penuh nutrisi. Cek rekomendasi makanan kucing basah dan kering di sini.
Kesehatan
8 Manfaat Catnip untuk Kucing, Bantu Atasi Stres Anabul
8 Manfaat Catnip untuk Kucing, Bantu Atasi Stres Anabul
2 mins read
Catnip adalah tanaman yang dikenal sebagai tanaman yang disukai oleh kucing. Bukan tanpa alasan, catnip ini menjadi tanaman favorit para kucing karena memiliki banyak manfaat yang dirasakan oleh kucing, terutama relaksasi dan ketenangan yang dirasakan. Penasaran apa saja manfaat catnip untuk kucing? Yuk simak artikel berikut! Menstimulasi kucing agar tetap semangat beraktivitas Kucing dikenal sebagai hewan peliharaan yang senang tidur. Tak jarang, banyak juga kucing yang enggan untuk melakukan aktivitas lain, seperti enggan bermain, berjalan, atau berolahraga. Nah, salah satu manfaat catnip untuk kucing ini adalah bisa membantu menstimulasi kucing agar tetap semangat beraktivitas fisik. Catnip bisa membantu kucing merasa lebih rileks Ada beberapa momen dimana kucing merasa stress atau penuh tekanan, baik itu karena lingkungan baru, adanya anggota keluarga baru, atau bahkan makanan baru. Nah, untuk mengatasi situasi tersebut, Anda bisa menggunakan manfaat catnip untuk kucing ini sebagai cara untuk membuat kucing rileks. Relaksasi ini akan membantu kucing beradaptasi dengan hal baru dan meminimalisir risiko stress. Cara memberikan tanaman catnip untuk kucing ini bisa dengan menaburkannya di kandang barunya, atau bahkan menambahkan catnip ke makanan barunya. Catnip sebagai penenang kucing saat sendirian di rumah Untuk Anda yang sering beraktivitas di luar rumah dan sering bepergian dalam waktu yang lama, catnip ini bisa digunakan sebagai alat penenang untuk kucing. Beberapa kucing merasa takut dan kesepian saat sendirian di rumah, oleh karena itu dengan adanya catnip, hal ini akan membantu menenangkan mereka. Manfaat catnip untuk kucing dengan iritasi kulit Kegunaan catnip yang sangat dirasakan juga bisa menenangkan kulit kucing yang iritasi. Selain itu, aromanya juga akan membuat kucing merasa lebih rileks. Bagi sebagian orang, catnip ini juga digunakan sebagai bagian dari ritual mandi untuk membuat kucing terbiasa. Catnip bisa digunakan untuk menyembuhkan luka Disamping untuk relaksasi, catnip ini juga bisa digunakan sebagai obat luka kucing. Cara menggunakan catnip adalah dengan menghancurkan daun catnip yang kemudian ditambahkan dengan sedikit air. Kemudian, aplikasikanlah pasta kental ini di bagian luka atau goresannya. Catnip bisa digunakan sebagai alat untuk melatih kucing Karena efek catnip pada kucing yang membuat rasa tenang, oleh karena itu catnip ini juga seringkali digunakan sebagai alat untuk melatih kucing, baik itu untuk mengenalkan kebiasaan mandi, memotong kuku, berkunjung ke dokter hewan, atau bahkan untuk melatih kucing untuk buang air di kotak pasirnya. Catnip bisa membantu kucing yang insomnia Kucing pun juga bisa mengalami insomnia lho. Selain memberikan obat tidur yang direkomendasikan oleh dokter hewan, Anda juga bisa memberikan catnip untuk membantu kucing merasa rileks saat waktu tidurnya, dan kemudian membantunya untuk terlelap dengan cepat. Catnip bisa menambah nafsu makan Kucing kesayangan Anda tidak mau makan? Cobalah taburkan sedikit tanaman catnip di tempat makannya. Catnip ini bisa digunakan sebagai penambah nafsu makan. Saat memilih makanan untuk kucing, pastikan Anda memberikan makanan dengan kualitas yang tinggi dan penuh dengan nutrisi. Cek rekomendasi makanan kucing di sini. Walaupun catnip memberikan banyak manfaat untuk kucing, namun efek catnip pada kucing ini baru bisa bekerja pada kucing yang berusia minimum enam bulan. Selain itu, efek catnip pada kucing juga berbeda-beda, tergantung dengan ras dan juga kepekaannya masing-masing. Untuk menjaga kesegaran catnip, pastikan juga Anda menyimpannya di wadah tertutup ya!
Perilaku & Pelatihan
Kenali Ciri-Ciri Anjing Cacingan dan Cara Mengobatinya
Kenali Ciri-Ciri Anjing Cacingan dan Cara Mengobatinya
2 mins read
Cacingan adalah salah satu penyakit yang sering dialami anjing. Penyakit ini memang terlihat sederhana, namun jika tidak diatasi dengan segera justru bisa menyebabkan kondisi anjing melemah dan menyebabkan penyakit lainnya. Oleh karena itu, penting untuk segera memberikan penanganan yang tepat dan mengenali berbagai jenis anjing cacingan agar segera mengatasinya. Ciri ciri anjing cacingan Biasanya, ciri ciri anjing cacingan berbeda-beda sesuai dengan daya tahan tubuhnya. Namun, ciri-ciri anjing yang pada umumnya sering ditemukan sebagai berikut: • Diare dan pup berdarah • Penurunan berat badan dan lesu • Muntah-muntah • Rambut rontok dan terlihat tidak sehat • Perut buncit • Dehidrasi • Kekurangan nutrisi serta anemia • Adanya penyumbatan usus Ciri-ciri anjing cacingan tersebut perlu untuk segera diatasi karena bisa menyebabkan anjing dehidrasi dan semakin melemah. Jenis cacing pada anjing Jenis cacing pada anjing ada empat, yaitu cacing gelang, cacing cambuk, cacing tambang dan juga cacing pita. Biasanya, jenis cacing pada anjing ini juga memberikan dampak yang berbeda-beda pula. Pertama, cacing gelang pada anjing biasanya dapat dilihat dengan gejala diare, perut buncit, rambut kusam dan penurunan berat badan. Cacing gelang pada anjing ini biasanya bisa dilihat dengan mata telanjang dan ada pada kotoran anjing. Kedua, cacing cambuk. Cacing cambuk ini memiliki ukuran yang lebih kecil daripada cacing gelang dan menunjukan tanda-tanda kotoran berdarah dan atau kotoran berlendir. Ketiga, cacing tambang yang gejalanya mirip dengan cacing cambuk, yaitu kotoran berdarah namun ditambah dengan anemia dan lemas. Terakhir, cacing pita pada anjing. Cacing pita pada anjing ini terlihat seperti butiran beras yang dapat ditemukan pada kotoran anjing. Biasanya, cacing pita pada anjing dapat ditemukan dengan gejala pantat yang gatal yang menyebabkan anjing sering menggesek-gesekkan pantatnya. Cara mengobati cacingan pada anjing Cara mengobati cacingan pada anjing yang terbaik adalah dengan membawanya ke dokter hewan. Dokter hewan akan melakukan beberapa tes untuk menganalisis kondisi anjing kesayangan Anda. Setelah itu, dokter akan memberikan obat cacing untuk anjing yang cocok dengan kondisi anjing Anda. Saat dokter sudah memberikan obat cacing untuk anjing yang pas, pastikan Anda memberikan obat tersebut dengan dosis yang tepat hingga cacing anjing sembuh. Cara menghindari anjing dan anak anjing cacingan Untuk menghindari anjing cacingan, ada beberapa pencegahan yang bisa dilakukan, yaitu: • Bersihkan kandang secara rutin dari kotoran • Rutin jaga kebersihan grooming anjing • Berikan obat cacing untuk anjing sedini mungkin • Pastikan anjing tidak terpapar dengan kutu. Jika ia terpapar dengan kutu, segeralah mengobatinya karena kutu bisa saja membawa telur cacing. Nah, itu dia ciri ciri anjing cacingan dan juga cara mengobati anjing cacingan yang bisa dilakukan. Jika Anda melihat adanya ciri ciri cacing gelang pada anjing ataupun jenis cacing lain, segeralah membawanya ke dokter.
Kesehatan
9 Penyebab Anjing Muntah Kuning dan Cara Perawatannya
9 Penyebab Anjing Muntah Kuning dan Cara Perawatannya
2 mins read
Anjing muntah kuning merupakan kondisi yang mengkhawatirkan. Ditambah lagi, anjing muntah kuning biasanya diikuti dengan tubuh yang lemas dan tidak nafsu makan. Lalu, kenapa anjing muntah kuning? Untuk lebih jelasnya, yuk simak artikel berikut! Infeksi virus Penyebab anjing muntah kuning yang sering terjadi karena adanya infeksi virus. Biasanya, saat anjing muntah kuning karena infeksi virus ini ia akan terlihat lemas, lesu, sering melamun dan juga kehilangan nafsu makan. Infeksi virus ini juga bisa menjadi tanda adanya berbagai penyakit, seperti panleukopenia, canine distemper dan feline infectious peritonitis. Infeksi bakteri Selain virus, anjing muntah kuning juga bisa disebabkan karena adanya infeksi bakteri. Cara meminimalisir bakteri ini tentunya dengan menjaga kebersihan anjing dan juga lingkungannya, termasuk dengan kandang dan tempat tidurnya. Parasit Coba ingat-ingat kembali, apakah anjing kesayangan Anda sudah mengkonsumsi obat cacing? Anjing yang tidak minum obat cacing ini rentan sekali terserang parasit dalam tubuhnya, terutama di bagian usus. Tanpa obat cacing, anjing akan memiliki daya tahan tubuh yang lemah yang menyebabkan ia sakit perut dan muntah kuning saat terkena parasit. Penyakit hati Penyebab anjing muntah kuning juga bisa disebabkan karena adanya penyakit hati. Penyakit hati ini biasanya ditunjukkan dengan ciri-ciri diare, berkurangnya nafsu makan, kotoran berwarna abu-abu dan kejang-kejang. Gangguan empedu Anjing dengan kondisi kesehatan tertentu biasanya memiliki daya tahan tubuh yang lemah dan seringkali menyebabkan ia muntah kuning. Anjing yang muntah kuning karena gangguan empedu ini biasanya juga menunjukan ciri-ciri mata dan kuku yang kuning. Pankreatitis Peradangan pada pankreas ini seringkali terjadi pada anjing dengan pola makan yang tidak sehat seperti makan makanan dengan kandungan lemak yang tinggi atau bisa juga dengan pola makan yang tidak teratur yang bisa membuat perutnya kosong dalam waktu yang terlalu lama. Saat anjing mengalami penyakit radang pankreas ini, akan sangat mungkin Anda menemukan anjing muntah cairan kuning yang bisa menyebabkannya dehidrasi dan penurunan kondisi tubuh. Asam lambung tinggi Penyebab anjing muntah cairan kuning selanjutnya juga bisa jadi karena asam lambung yang tinggi. Saat ia telat makan dan perutnya kosong, asam lambung akan naik dan mengalihkan cairan organ pencernaan ke usus. Untuk menghindari asam lambung tinggi, usahakan untuk menerapkan pola makan yang sehat, yaitu dengan memberikan makanan dengan kualitas tinggi dengan pola makan teratur. Dapatkan rekomendasi makanan untuk anjing di sini. Dehidrasi parah Dehidrasi parah ini bisa terjadi untuk anjing yang tidak suka minum air putih, atau anjing yang sedang muntah-muntah dan kehilangan asupan cairan. Dehidrasi ini awalnya akan menyebabkan anjing lemah dan lesu dan kemudian diikuti dengan muntah kuning yang sangat membahayakan kesehatannya. Untuk menghindarinya, usahakan untuk menyediakan air bersih di berbagai sudut ruangan yang mudah ia jangkau. Keracunan Saat bermain di luar rumah, bisa jadi anjing tanpa sengaja mengkonsumsi zat beracun, bisa jadi dari tanaman, obat-obatan atau benda lainnya. Anjing muntah kuning bisa menjadi akibat dari keracunan ini. Nah, itu dia penyebab anjing muntah kuning yang bisa saja terjadi. Cara mengatasi anjing muntah terbaik adalah dengan membawanya ke dokter hewan untuk bisa mendapatkan obat untuk anjing muntah agar kondisinya cepat pulih kembali.
Kesehatan
8 Cara agar Kucing Tidak Pup Sembarangan
8 Cara agar Kucing Tidak Pup Sembarangan
3 mins read
Kucing pup sembarangan adalah hal yang mengganggu. Selain menimbulkan aroma yang tidak diinginkan, hal ini juga menyebabkan rumah menjadi kotor. Oleh karena itu, toilet training pada kucing penting dilakukan sedini mungkin agar kucing terbiasa menggunakan kotak pasirnya. Yuk simak berbagai cara agar kucing tidak pup sembarangan! Semprotkan aroma yang tidak disukai kucing Cara agar kucing tidak pup sembarangan yang pertama dan paling mudah adalah dengan menaburi sudut ruangan dengan aroma yang tidak disukai kucing, terutama di daerah yang pernah ia tandai. Dengan adanya aroma tersebut, kucing enggan menghampiri dan menjadikan kucing tidak pup sembarangan. Beberapa aroma yang tidak disukai kucing adalah lavender, kayu manis dan peppermint. Campurkan pilihan aroma ini dengan air dan jadikan spray agar kucing tidak pup sembarangan. Sediakan kotak pasir di tempat yang mudah dijangkau Melakukan toilet training pada kucing memang bukan hal yang mudah, namun hal ini bisa dimulai dengan cara menyediakan kotak pasir di tempat yang mudah dijangkau. Untuk awal-awal, mungkin kucing akan merasa asing dengan kotak pasir tersebut. Nah, di sinilah tugas Anda untuk mengenalkannya dengan sering membawanya ke kotak pasir agar ia terbiasa. Selalu perhatikan kebersihan kotak pasir Jika kucing sudah mulai terbiasa dengan adanya kotak pasir, pastikan Anda juga selalu memperhatikan kebersihannya. Kotak pasir yang kotor seringkali membuat kucing enggan untuk menggunakannya dan bisa menjadi penyebab awal kucing pup sembarangan. Jadi, pastikan Anda memberikan kotak pasir kucing setiap hari ya! Taburi kulit jeruk di berbagai sudut Anda bisa mencegah kucing pup sembarangan dengan menaburi kulit jeruk ke berbagai sudut atau halaman rumah yang membuatnya enggan untuk mendekat. Kulit jeruk ini dipercaya menjadi salah satu cara agar kucing tidak pup sembarangan karena aromanya yang tidak mereka sukai. Gunakan pantulan cahaya untuk mengusir kucing pup sembarangan Selain aroma, kucing juga tidak suka dengan refleksi cahaya. Refleksi cahaya ini membuat kucing tidak nyaman dan tentunya bisa menjadi cara agar kucing tidak pup sembarangan. Refleksi cahaya ini bisa Anda dapatkan dengan meletakan beberapa botol air plastik di tempat-tempat tertentu agar kucing tidak pup sembarangan. Minimalisir permukaan tanah Kucing sangat suka dengan tanah. Tanah menjadi tempat yang paling nyaman untuk buang air besar karena mudah digaruk-garuk. Meminimalisir permukaan tanah yaitu dengan menutupinya dengan bebatuan atau rumput menjadi beberapa solusi agar kucing tidak pup sembarangan. Usir saat melihat tanda-tanda kucing pup sembarangan Selain berbagai cara di atas, penting juga untuk selalu memperhatikan gerak-gerik kucing sebisa mungkin. Jika Anda melihat tanda-tanda kucing akan buang air besar, segeralah untuk mengangkatnya dan membawanya ke kotak pasirnya. Hal ini akan membuat kucing terbiasa untuk menggunakan kotak pasirnya sendiri. Konsultasi dengan dokter jika kucing pup sembarangan terus menerus Dalam beberapa hal, kucing pup sembarangan juga menandakan bahwa ia sedang stress. Sebagai solusi, cobalah untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengannya untuk membuatnya lebih bahagia. Namun, jika tidak ada perubahan, segeralah berkonsultasi ke ahli perilaku hewan untuk mendapatkan saran terbaik. Jika kucing Anda memiliki masalah pencernaan, cobalah berikan makanan basah yang aman dan nyaman untuk perutnya yang sensitif, seperti PRO PLAN Cat Makanan Basah Kucing Dewasa Sensitive Chicken. PRO PLAN ini diperkaya dengan bahan baku kualitas tinggi untuk meningkatkan saluran pencernaan. Nah, itu dia beberapa cara agar kucing tidak pup sembarangan. Hal ini memang menjadi tantangan tersendiri bagi kucing yang baru bergabung di keluarga, oleh karena itu membutuhkan kesabaran dan juga waktu untuk adaptasi. Semoga berhasil!
Perilaku & Pelatihan
6 Cara Mengatasi Kucing Mencret dan Tidak Nafsu Makan
6 Cara Mengatasi Kucing Mencret dan Tidak Nafsu Makan
3 mins read
Diare adalah hal yang seringkali dialami oleh kucing. Baik karena gaya hidup, salah makan, atau bahkan infeksi bakteri, kucing mencret bisa membuatnya dehidrasi dan kekurangan berat badan. Jika hal tersebut terjadi pada kucing kesayangan Anda, berikut cara mengatasi kucing mencret yang bisa dilakukan. Tinjau kembali perubahan dalam kesehariannya Untuk mengobati kucing mencret tentunya Anda perlu mengetahui terlebih dahulu penyebab kucing mencret yaitu dengan meninjau kembali perubahan dalam kesehariannya. Misalnya, Anda baru mengganti merk makanannya, atau baru-baru ini kucing sering main di pekarangan rumah yang kemungkinan makan tanaman atau kotoran. Jika penyebab kucing mencret karena ia sering main di pekarangan rumah, cobalah untuk melarangnya keluar rumah dalam beberapa waktu sampai ia pulih. Perhatikan asupan makanan kucing Cara mengatasi kucing mencret yang bisa dilakukan adalah dengan memperhatikan asupan makanan kucing. Jika biasanya kucing makan tidak teratur, atau sering makan tanaman dan benda-benda asing, sekarang cobalah untuk memperhatikan makanannya. Saat kucing mencret, cobalah berikan makanan basah yang aman dan nyaman untuk perutnya yang sensitif, seperti PRO PLAN Cat Makanan Basah Kucing Dewasa Sensitive Chicken. PRO PLAN ini diperkaya dengan bahan baku kualitas tinggi untuk meningkatkan saluran pencernaan. Berikan makanan porsi kecil namun sering Salah satu penyebab diare pada kucing juga bisa disebabkan karena makan terlalu banyak. Jika ini menjadi penyebab kucing diare, Anda bisa coba mengubah pola makannya dengan memberikan makanan dalam porsi kecil namun sering. Memberikan makanan porsi kecil namun sering ini bisa membantu proses pencernaannya lebih baik. Tambahkan asupan air Saat kucing diare, ia membutuhkan asupan air yang lebih untuk mencegah adanya dehidrasi. Untuk membantu kucing minum air putih yang banyak, pastikan Anda menyediakan mangkuk air putih bersih di sudut ruangan yang mudah dijangkau. Berikan kucing probiotik Cara mengatasi kucing mencret selanjutnya yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan probiotik. Probiotik ini baik untuk mengembalikan bakteri di usus kucing. Bawa kucing ke dokter hewan untuk mendapatkan obat diare Jika berbagai cara mengatasi kucing mencret sudah dilakukan namun tidak ada perubahan, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan membawa kucing ke dokter hewan. Jika dibiarkan terlalu lama, kucing diare akan membuatnya dehidrasi, kehilangan nafsu makan dan bahkan penurunan berat badan. Oleh karena itu, Anda membutuhkan bantuan dokter untuk memberikan obat yang tepat untuknya. Namun, jika diare ini dialami oleh kucing hamil, kucing senior dan anak kucing, sebaiknya segeralah membawanya ke dokter hewan sedini mungkin, karena kucing-kucing tersebut memiliki risiko kematian yang lebih besar dibandingkan kucing lainnya. Penyebab kucing diare Untuk meminimalisir kucing mencret, penting untuk mengetahui penyebab kucing mencret. Penyebab pertama adalah pola makan yang tidak sehat, tidak teratur, atau makan kotoran. Kedua, penyebab kucing mencret berdarah juga bisa karena infeksi bakteri dan virus. Biasanya, saat adanya infeksi bakteri dan virus ini kucing juga mengalami muntah dan kekurangan nafsu makan. Ketiga, keracunan makanan, misalnya tidak sengaja makan obat serangga. Terakhir, penyebab kucing mencret juga bisa karena beberapa penyakit tertentu, seperti pankreatitis ataupun parasit cacing. Nah, itu dia cara mengatasi kucing mencret dan juga beberapa kemungkinan penyebab kucing mencret yang menjadikannya lemas dan tidak berdaya. Jika Anda melihat kondisinya yang lemah dan tidak nafsu makan, segeralah membawanya ke dokter hewan sebelum ia dehidrasi dan semakin memburuk.
Kesehatan

Pagination

  • First page
  • Previous page
  • …
  • Halaman 42
  • Halaman 43
  • Halaman 44
  • Halaman 45
  • Halaman 46
  • Halaman 47
  • Halaman 48
  • Halaman 49
  • Halaman 50
  • …
  • Next page
  • Last page
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.