Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content
Kenali Jenis-jenis Keturunan Kucing di Dunia, Mana Favoritmu
Kenali Jenis-jenis Keturunan Kucing di Dunia, Mana Favoritmu?
3 mins read
Kucing adalah hewan menggemaskan yang tidak pernah bosan untuk diperbincangkan. Bicara tentang kucing, tentunya tidak lepas dengan ras kucing dan jenis jenis keturunan kucing yang ada di dunia. Kira-kira, apa saja sih jenis jenis keturunan kucing dan apa sajakah ras kucing terlucu di dunia? Yuk simak penjelasannya berikut! Kucing macan tutul Asia Keturunan kucing yang satu ini adalah keturunan kucing yang unik dengan penampilan yang mirip sekali dengan macan tutul. Bagian kulit ras kucing ini berwarna coklat, tembaga, perak atau abu-abu. Walaupun terlihat seperti hewan buas, namun nyatanya ras kucing yang satu ini terkenal sebagai keturunan kucing yang ramah, pintar dan mudah dilatih lho. Maine Coon Jika Anda melihat kucing dengan ukuran badan yang besar, bisa jadi itu merupakan keturunan kucing Maine Coon. Ras kucing yang satu ini memang terkenal dengan badannya yang besar dengan kepribadian yang tenang dan lembut. Namun menariknya, ras kucing ini pernah dinyatakan punah pada tahun 1950-an dahulu saat kepamorannya dikalahkan dengan berbagai kucing terlucu di dunia lainnya, seperti Persia dan Anggora. Untungnya, 11 tahun kemudian, ras kucing Maine Coon ini kembali populer. Siamese Siamese merupakan salah satu ras kucing domestik yang dikenal dengan tubuh yang ramping dan leher yang jenjang. Karena penampilannya yang cantik dan kepribadiannya yang ramah dan berani inilah, keturunan kucing Siamese menjadi salah satu ras kucing domestik yang populer. Kucing Siberian Kucing Siberian merupakan salah satu jenis jenis kucing dengan penampilan yang gagah dan juga menawan. Kucing Siberian ini berasal dari Rusia yang seringkali dikira sebagai kucing Persia karena rambutnya juga panjang. Sayangnya, kucing Siberia ini dikenal sebagai kucing dengan perkembangan yang lambat dengan membutuhkan waktu lima tahun untuknya berkembang sempurna menjadi dewasa. Ras kucing Ragdoll Keturunan kucing Ragdoll ini termasuk sebagai salah satu kucing terlucu di dunia. Dari penampilannya, ras kucing yang satu ini memiliki badan yang cenderung besar dengan rambut yang tebal dan lebat. Tak hanya itu, kecantikan kucing Ragdoll juga terlihat dari matanya yang berwarna biru safir dengan pipi yang bulat menggemaskan. Kucing Munchkin Nah, ini dia pemenang kucing terlucu di dunia. Keturunan kucing yang satu ini memiliki ukuran badan yang kecil dengan berat badan maksimum 4kg. Anak kucing terlucu di dunia ini memiliki ciri khas yang terlihat jelas dengan ukuran kakinya yang sangat pendek. Selain lucu, jenis kucing yang satu ini juga memiliki kepribadian menarik sebagai kucing domestik yang senang bermain lho. Russian Blue Keturunan kucing yang satu ini menjadi salah satu keturunan kucing yang populer di Indonesia. Kucing Russian Blue ini memiliki mata hijau dengan rambut yang berwarna abu-abu pekat dan rapi. American Curl Walaupun ukuran tubuhnya besar, namun jenis kucing yang satu ini termasuk sebagai kucing terlucu di dunia dengan bagian telinga yang ikal, besar dan melengkung. Selain itu, ras kucing yang satu ini juga dikenal dengan rambutnya yang halus dan lembut lho. Perbedaan berbagai keturunan kucing Ada banyak nama nama jenis kucing di dunia. Perbedaan jenis jenis kucing tersebut dikategorikan berdasarkan rasnya. Nah, ras ini pun juga dikelompokkan berdasarkan ukuran, gaya pemeliharaan, aktivitas, jenis rambut dan juga kepribadiannya. Untuk Anda yang ingin memelihara kucing sebagai kucing rumahan, tentunya kucing dengan kepribadian yang ramah, manja dan juga menggemaskan cocok sebagai teman di rumah. Perbedaan ras kucing ini juga akan mempengaruhi perawatannya dan juga kondisi kesehatan fisiknya. Salah satu bentuk perawatan terbaik yang bisa Anda berikan untuk kucing kesayangan Anda adalah dengan memberikannya makanan kucing yang tepat. Sebagai pilihan, Anda bisa memberikan makanan anak kucing yang kaya rasa dan juga kaya akan vitamin. Baik makanan basah dan kering, keduanya bisa diberikan untuk anak kucing Anda. Berikut beberapa rekomendasi makanan untuk anak kucing: • Fancy Feast Kitten Ocean Whitefish • FRISKIES Kitten Discoveries • Purina ONE Healthy Kitten | Makanan Kering Anak Kucing Untuk rekomendasi lainnya, cek berbagai pilihan makanan anak kucing di sini. Nah, itu dia jenis jenis keturunan kucing di dunia yang bisa menjadi anggota keluarga baru di rumah. Dari penjelasan macam macam ras kucing di atas, jenis keturunan kucing mana yang menarik perhatian Anda?
5 Penyebab Kucing Sembelit dan Cara Mengatasinya
5 Penyebab Kucing Sembelit dan Cara Mengatasinya
3 mins read
Sembelit adalah gangguan atau kesulitan buang air besar. Sama seperti manusia, sembelit pada kucing juga menyebabkan rasa yang tidak nyaman. Jika Anda melihat adanya tanda-tanda kucing sembelit, berikut beberapa penyebab yang mungkin menjadi pemicunya. Pola makan Pola makan menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi siklus bab kucing. Pola makan ini berhubungan dengan kandungan dalam makanan yang dikonsumsi serta cara penggantian jenis makanan baru. Kandungan makanan yang mengandung sedikit serat bisa menjadi penyebab kucing sembelit, terutama ditambah lagi dengan kandungan air yang kurang. Kandungan makanan yang baik untuk menjaga kesehatan pembuangan air besar kucing adalah makanan dengan kandungan serat yang tinggi. Salah satu makanan kucing yang baik untuk menghindari kucing susah bab adalah PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Sensitive Skin & Stomach Salmon Tuna yang diformulasikan dengan bahan baku yang mendukung toleransi makanan dan menjaga kesehatan ginjal. Penyakit serius Selain pola makan, penyakit serius juga menjadi penyebab kucing sembelit yang seringkali terjadi. Beberapa penyakit serius yang menyebabkan kucing sembelit adalah ginjal dan juga penyakit usus. Gangguan ginjal bisa menyebabkan dehidrasi serius yang mengakibatkan sembelit, sedangkan usus bisa menyebabkan kondisi feses yang sering yang menjadikan kucing susah bab. Kondisi usia kucing Usia kucing juga bisa menjadi salah satu faktor kucing susah bab. Kucing senior bisa mengalami ketidaknyamanan fisik yang membuatnya kehilangan semangat bergerak secara keseluruhan. Hal ini bisa menyebabkan kucing senior malas berjalan ke kotak pasir dan menahan air besar dan jangka panjangnya bisa menyebabkan kucing tidak bisa bab. Selain itu, beberapa kucing senior juga mengalami kesulitan untuk berjongkok karena membuat persendiannya tidak nyaman dan mempengaruhi kelenjar dubur. Saat kelenjar dubur membengkak, ini akan menyebabkan penyumbatan mekanis untuk pembuangan feses dan menyebabkan kucing sembelit. Kotak pasir yang tidak bersih Bisa dibilang, kucing adalah salah satu hewan peliharaan yang cukup sensitif dan pemilih. Jika kucing merasa tidak nyaman dengan kotak pasirnya, ada kemungkinan ia merasa enggan untuk buang air besar. Jika ditahan dan terjadi secara lama, hal ini akan menyebabkan kucing susah bab. Oleh karena itu, rutinlah menjaga kebersihan kotak pasir sang kucing. Rambut yang termakan Kucing dengan rambut yang panjang dan tebal seringkali mengalami permasalahan rambut yang tersangkut atau tertelan. Rambut kucing yang tertelan ini bisa menjadi penyebab kucing sembelit. Jika Anda melihat adanya ciri ciri kucing sembelit pada kucing dengan rambut yang panjang, cobalah untuk meninjau kembali perawatan dirinya. Ciri ciri kucing sembelit Saat kucing susah bab, biasanya kucing jarang sekali menunjukan tanda-tandanya. Namun, jika diperhatikan, ada beberapa ciri ciri kucing sembelit yang umum ditemukan. Pertama, ukuran kotoran yang lebih kecil dari biasanya karena saat kucing sembelit, kotoran tersebut diproses dalam waktu terlalu lama yang menyebabkan ia kehilangan air dan membuat feses menjadi keras dan kering. Selain itu, tanda kucing susah bab juga terlihat dengan warna kotoran yang sangat gelap. Saat warna kotoran kucing lebih gelap, biasanya kucing akan merasa tidak nyaman atau kesulitan atau bahkan mengejan saat mengeluarkan kotorannya. Ketiga, ciri-ciri kucing sembelit yang juga bisa terlihat adalah kurangnya intensitas atau frekuensi kucing saat membuang air besar. Saat kucing sembelit, tentunya ia akan terlihat jarang buang air besar. Jika kucing kesayangan Anda sudah memiliki histori pencernaan yang sensitif, sebaiknya berikanlah ia makanan yang bisa menjaga sistem pencernaannya. Pastikan makanan kucing Anda mengandung sumber protein yang mudah dicerna dan diserap, seperti PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Sensitive Skin & Stomach Salmon Tuna yang mengandung prebiotik untuk meningkatkan kesehatan saluran pencernaan. Dengan mengetahui penyebab kucing sembelit, Anda bisa mengetahui kapan kucing susah bab agar bisa memberikan perawatan untuk mengatasi kucing sembelit. Untuk mengetahui cara mengatasi kucing sembelit yang tepat, sangat disarankan untuk membawanya ke dokter hewan untuk dilakukan pengecekan.
Kesehatan
Penyebab dan Gejala Anjing Muntah Darah yang Perlu Diketahui
Penyebab dan Gejala Anjing Muntah Darah yang Perlu Diketahui
2 mins read
Anjing muntah darah merupakan kondisi yang mengkhawatirkan. Wajar jika Anda merasa panik saat melihat anjing muntah darah. Namun, penting juga untuk mengetahui berbagai hal berikut untuk membantu dokter mengetahui solusi tepat yang diberikan untuk anjing kesayangan Anda. Anjing muntah darah vs anjing batuk berdarah Jika Anda melihat adanya bercak darah yang keluar dari mulut anjing, penting untuk menganalisisnya terlebih dahulu. Jika darah yang keluar dari mulut anjing merupakan warna merah muda dengan bintik-bintik darah, biasanya ini terjadi karena adanya iritasi ringan. Sebaliknya, jika anjing muntah darah berwarna merah tua bergumpal, biasanya ini terjadi karena sudah dicerna sebagian oleh asam lambung. Biasanya, anjing muntah darah pekat ini berasal dari perut atau bagian atas saluran usus. Selain itu, penting juga untuk membedakan saat anjing batuk berdarah dengan anjing muntah darah. Perbedaan ini bisa terlihat dari cara anjing mengeluarkan darah tersebut. Biasanya, saat anjing muntah darah, Anda akan melihat dorongan kuat dari bagian perut sebelum darah dikeluarkan, sedangkan saat batuk berdarah, biasanya anjing akan meregangkan lehernya. Jika Anda tidak yakin, Anda bisa merekam video yang kemudian ditunjukkan ke dokter saat berkonsultasi. Penyebab anjing muntah darah Ada beberapa penyebab anjing muntah darah. Mengetahui penyebab anjing muntah darah ini akan memudahkan untuk mengetahui penanganan yang tepat. Berikut beberapa kemungkinan penyebabnya: • Anjing yang muntah berkepanjangan dan tidak diobati yang menyebabkan iritasi dan pendarahan. • Parasit yang seringkali dialami oleh anjing yang tidak mengkonsumsi obat cacing. Biasanya, anjing muntah berdarah karena parasit ini juga akan diikuti dengan diare. • Infeksi bakteri seperti parvovirus. Infeksi bakteri ini sangat berbahaya jika dialami oleh anak anjing yang masih lemah. • Benda asing yang terjebak di perut, seperti tidak sengaja makan kaos kaki, mainan atau batu. • Benda tajam yang tidak sengaja tertelan dan terjebak di perut atau tenggorokan. • Racun yang tidak sengaja tertelan • Gastroenteritis hemoragik yang menyebabkan anjing muntah darah, anjing pup darah dan juga dehidrasi. • Bisul perut • Radang usus • Kanker Cara mengatasi anjing muntah darah Setelah mengetahui penyebab anjing muntah darah, biasanya dokter akan melakukan analisis pada kondisi tubuh anjing untuk mengetahui solusi yang tepat. Anjing muntah darah akan mengalami dehidrasi. Oleh karena itu, dokter akan memberikan suntikan atau cairan untuk mengatasi dehidrasi tersebut. Kemudian, dokter juga akan memberikan obat untuk mengatasi inflamasi, atau memberikan suntikan anti mual jika dibutuhkan. Jika dibutuhkan, dokter juga akan memberikan obat anjing muntah dan tidak mau makan. Jika penyebab anjing muntah darah karena parasit, biasanya dokter akan memberikan obat yang bisa diminum untuk membunuh parasit tersebut. Jika penyebab anjing muntah berdarah karena adanya benda asing, biasanya dokter membutuhkan operasi bedah untuk mengeluarkan benda tersebut. Selebihnya, jika anjing muntah darah karena penyakit tertentu, hal ini membutuhkan perhatian intensif dari dokter seperti rawat inap. Untuk membantu mengembalikan stamina anjing, pastikan juga Anda memberikan makanan dengan nutrisi tinggi dan juga makanan yang bisa meningkatkan nafsu makannya. Cek rekomendasi makanan untuk anjing di sini.
Kesehatan
Kenapa Kucing Tidur Terus Ini Alasannya!
Kenapa Kucing Tidur Terus? Ini Alasannya!
2 mins read
Memelihara kucing di rumah untuk jadi teman bermain, tapi kok kucing tidur terus? Seperti hewan lainnya, kucing membutuhkan tidur untuk menjaga stamina dan kesehatannya. Memang, kelihatannya kucing tidur seharian. Lalu, apakah normal? Kenapa kucing tidur terus? Untuk lebih jelasnya, yuk baca artikel berikut! Kucing tidur 12-16 jam sehari Berbeda dengan manusia yang umumnya hanya membutuhkan tujuh jam untuk tidur, kucing menghabiskan sebagian besar harinya dengan tidur. Umumnya, kucing tidur 12-16 jam sehari. Hal ini terjadi karena kucing merupakan hewan pemburu yang menghabiskan banyak energi. Tidur inilah yang mengembalikan energi dan fokus kucing untuk berburu. Walaupun kucing sudah menjadi hewan peliharaan di rumah, namun pada dasarnya memang kucing tidur terus. Selain itu, anak kucing dan kucing senior juga menghabiskan lebih banyak waktu lagi untuk tidur. Anak kucing dan kucing senior bisa tidur sekitar 20 jam sehari. Waktu tidur yang panjang ini dibutuhkan oleh anak kucing untuk perkembangan dan pertumbuhannya. Sedangkan, bagi kucing senior, tidur ini merupakan penyebab dari kondisi kesehatannya dan kelemahan pergerakannya. Kucing tidak tidur panjang Secara akumulasi, kucing tidur 12-16 jam sehari, namun kucing tidak tidur dalam satu waktu yang bersamaan. Dalam sekali tidur, biasanya kucing akan beristirahat selama 15-30 menit dan kemudian beraktivitas kembali. Hal ini terjadi agar kucing tidak terlelap seutuhnya yang membantunya untuk tetap waspada. Kucing tidur terus untuk mengembalikan energinya Kucing sering tidur juga merupakan kucing aktif. Hal ini terjadi karena aktivitas membuat kucing menghabiskan banyak energi. Setelah beristirahat, kucing akan siap beraktivitas lagi. Kucing terjaga di malam hari Salah satu penyebab kenapa kucing tidur terus adalah karena kucing merupakan hewan yang terjaga di malam hari. Kucing memiliki jam yang berbeda dengan manusia. Pada dasarnya, kucing berburu di malam hari saat manusia sedang beristirahat. Tak heran, saat kita beraktivitas, kita melihat kucing tidur terus. Kucing sering tidur karena bosan Alasan lain kucing tidur terus juga bisa jadi karena ia bosan dan jarang diajak main. Kucing merupakan hewan yang aktif yang senang diajak beraktivitas, berlari-larian dan bermain. Jika kucing bosan, ia akan menghabiskan waktunya untuk tidur. Kucing tidur terus apakah stres? Ya, hal ini bisa saja terjadi. Penyebab kucing tidur terus bisa jadi karena ia stres atau sedang khawatir. Jika Anda melihat kucing lebih sering tidur dari biasanya, ini bisa menjadi salah satu ciri-ciri. Kucing tidur terus karena stres ini biasanya terjadi saat adanya kondisi baru, baik karena pindah rumah, kotak pasir baru, atau adanya anggota baru di rumah. Jika hal ini terjadi, cobalah untuk menenangkannya dan berikan ia perhatian lebih. Kucing tidur terus apakah sakit? Selain bosan, penyebab kucing tidur terus juga bisa jadi karena ia lemas dan tidak bertenaga karena sakit. Diabetes, kanker dan penyakit ginjal merupakan beberapa penyakit yang bisa menyebabkan kucing tidur terus. Jika Anda mengkhawatirkan kesehatannya, rutinlah membawanya ke dokter untuk pengecekan. Kucing tidur terus karena terluka Selain penyakit dalam, penyebab kenapa kucing tidur terus juga bisa jadi karena terluka, keseleo atau bahkan jatuh. Beristirahat merupakan cara kucing untuk mengembalikan imun tubuhnya. Jika Anda mengkhawatirkan kondisinya, ceklah bagian tubuhnya untuk mengetahui letak bagian lukanya. Jadi, pada dasarnya memang kucing tidur terus. Jika Anda memperhatikan kucing tidur seharian dengan perubahan perilaku, penurunan berat badan atau kehilangan nafsu makan, cobalah untuk membawanya ke dokter untuk mengecek kondisinya.
Perilaku & Pelatihan
Apakah Kucing Boleh Makan Telur Simak Penjelasan Berikut!
Kenapa Kucing Menjulurkan Lidah? Simak Penjelasan Berikut!
2 mins read
Mungkin Anda pernah memperhatikan kucing kesayangan Anda seringkali menjulurkan lidahnya. Ada beberapa alasan kenapa kucing menjulurkan lidah, baik karena habitatnya, atau bisa juga karena masalah kesehatan. Ingin tau penjelasannya? Simak artikel berikut! Lidah kucing digunakan untuk makan dan minum Kucing menggunakan lidahnya untuk menyendok makanan dan minumannya. Bagi manusia, hal ini memang terbilang cukup tidak masuk akal, namun lidah kucing bisa melakukannya. Kucing terlihat menjilat-jilat makanan dan minumannya, padahal ia sedang mentransfer atau memasukkan makanan dan minumannya tersebut. Lidah kucing cukup unik, karena ia bisa membuat lidahnya seperti melingkar seakan-akan seperti mangkuk kecil yang bisa menampung makanan dan bahkan air yang kemudian ditelan. Lidah kucing keluar saat grooming Selain untuk makan dan minum, alasan kenapa kucing menjulurkan lidah adalah untuk grooming. Mungkin Anda pernah merasakan tekstur lidah kucing, yaitu sedikit kasar. Nah, tekstur inilah yang bermanfaat bagi kucing untuk membersihkan tubuhnya. Saat grooming, kucing menjulurkan lidah sambil menjilati atau menggigiti benda atau kotoran yang mungkin menempel pada rambutnya. Saat kucing menjulurkan lidah, ini juga merupakan caranya untuk mengatasi rambut yang kusut. Kucing menjulurkan lidah menunjukan bahwa ia sedang rileks Mungkin Anda pernah memperhatikan bahwa lidah kucing keluar saat ia sedang beristirahat atau bersantai-santai. Hal ini menunjukan bahwa kucing sedang melemaskan otot-ototnya, termasuk juga dengan lidahnya. Kucing menjulurkan lidah untuk mengetahui kondisi sekitar Seperti yang sudah diketahui bahwa kucing merupakan hewan predator. Salah satu penyebab kenapa kucing menjulurkan lidah karena kucing sedang mencari tahu apa yang ada di sekelilingnya. Saat lidah kucing keluar, lidah kucing bisa membantu indera penciuman kucing untuk mengetahui apakah ada predator di sekitar. Kucing menjulurkan lidah karena penyakit Alasan terakhir kenapa kucing suka melet adalah karena ada hubungan dengan kondisi kesehatannya. Selain kemungkinan adanya penyakit infeksi respiratory, kucing senior yang mengalami demensia juga kemungkinan akan suka menjulurkan lidahnya karena mereka kesulitan untuk menjaga lidahnya tetap berada di dalam mulut. Selain itu, jika Anda melihat kucing menjulurkan lidah dan meneteskan air liur, itu juga menunjukan adanya kondisi kesehatan tertentu, seperti penyakit gigi dan mulut, gagal ginjal, keracunan atau bahkan adanya luka. Penyakit gigi merupakan penyakit yang paling umum dialami oleh kucing, terutama untuk kucing yang jarang ke dokter. Untuk menghindari penyakit gigi, rutinlah menyikat gigi kucing dan juga berikan makanan yang bisa menunjang kesehatan gigi. Jika Anda melihat kucing menjulurkan lidah secara berlebihan yang diikuti dengan gejala lainnya, segeralah membawanya ke dokter hewan. Dokter hewan akan melakukan pengecekan pada kondisi kesehatan kucing kesayangan Anda dan memberikan penanganan yang tepat. Itu dia alasan kenapa kucing menjulurkan lidah. Pada dasarnya, kucing menjulurkan lidah karena memang banyak manfaatnya untuk mereka.
Kesehatan
5 Alasan Kenapa Kucing Takut Air
5 Alasan Kenapa Kucing Takut Air
2 mins read
Sudah menjadi rahasia umum bahwa kucing takut air. Pasalnya, setiap kali mandi atau grooming, kucing selalu memberontak dan juga berusaha untuk kabur. Lalu, kenapa kucing takut air? Yuk simak penjelasannya berikut ini! Rambut yang basah membuat tubuh kucing terasa berat Kucing merupakan hewan dengan rambut yang lebat dan tebal. Sederhananya, saat basah, kucing merasa bagian tubuhnya terasa berat karena rambut yang basah ini. Bisa dibilang, kucing takut air karena efek yang ditimbulkan kepada rambutnya ini yang tentunya membuat pergerakannya menjadi lebih lambat daripada biasanya. Sejarah evolusi kucing tidak membuatnya kenal dengan air Jika ditarik garis sejarahnya, nenek moyang kucing memang tidak mengenal yang namanya air. Dulu, kucing hidup di bagian kering dimana sungai dan air bukanlah hal yang familiar untuk mereka. Oleh karena itu, memori yang dibawa oleh nenek moyang ini terus menerus turun hingga ke kucing zaman sekarang yang membuat kucing takut air. Bisa dibilang, alasan kenapa kucing takut air karena memang mereka tidak terbiasa dan tidak tau bagaimana cara menghadapi air. Kucing bisa mendeteksi aroma kimia dalam air Salah satu penyebab kenapa kucing takut sama air adalah karena kucing bisa mendeteksi aroma kimia dalam air. Memang, jika diperhatikan, kucing suka sekali minum dari keran atau air di kamar mandi, namun itu hanya porsi sedikit. Jika dibandingkan dengan air di bathtub atau air keran untuk mandi, hal ini tidak menyenangkan untuk kucing karena aroma kimia tersebut. Kucing takut air karena pengalaman negatif Alasan kenapa kucing takut air juga bisa diperparah dengan pengalaman negatif yang pernah mereka terima. Misalnya, saat ia basah kehujanan parah yang membuat tubuhnya basah kuyup saat masih kecil, atau bisa juga saat ia jatuh ke sungai, atau berbagai pengalaman traumatis lainnya. Nah, kumpulan pengalaman inilah yang membuat kucing takut air semakin parah. Kucing tidak suka kehilangan kontrol Mungkin Anda pernah memperhatikan kucing memberontak saat dimandikan di kamar mandi, padahal mereka sendiri suka bermain air. Hal ini menunjukan bahwa kucing tidak suka kehilangan kontrol. Bermain dan minum air keran di kamar mandi atau taman merupakan keputusannya sendiri yang membuat mereka bisa mengakhiri kegiatan tersebut kapan saja, berbeda dengan mandi. Saat mandi, kucing kehilangan kontrol atas dirinya sendiri yang membuat dirinya harus basah kuyup. Tips memandikan kucing Kucing merupakan hewan yang bisa membersihkan tubuhnya sendiri. Namun, dalam beberapa kondisi, kucing membutuhkan bantuan Anda untuk membersihkan tubuhnya, terutama saat bermain di luar rumah. Jika Anda ingin memandikan kucing di rumah, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan: • Sediakan keset anti licin yang membuat kucing tetap bisa berdiri dan tidak terpeleset saat mandi • Lakukan gerakan perlahan dan lembut saat menyiramkan air. Jaga bagian telinga, mata dan juga hidung kucing agar air tidak masuk ke dalam lubang tersebut. • Gunakan air hangat saat memandikan kucing. Air hangat dipercaya membuat kucing lebih nyaman dibandingkan air dingin. • Sediakan handuk yang mudah dijangkau sehingga Anda bisa segera mengeringkan tubuh kucing sesaat setelah mandi selesai untuk mempercepat prosesnya. Kesimpulannya, kenapa kucing takut air karena memang mereka tidak mengenal air, makanya membutuhkan sedikit kesabaran untuk mengenalkan air pada kucing, terutama saat memandikan kucing. Sebagai tips, Anda juga bisa memberikan treats sebagai hadiah kecil untuknya setiap kali habis mandi.
Perilaku & Pelatihan
Apakah Kucing Bisa Menstruasi? Berikut Penjelasannya!
Apakah Kucing Bisa Menstruasi? Berikut Penjelasannya!
2 mins read
Pernah melihat kucing mengeluarkan darah dari kemaluannya seperti menunjukkan ciri ciri menstruasi pada kucing? Apakah kucing bisa menstruasi? Sama seperti kebanyakan mamalia betina, kucing mengalami siklus bulanan. Namun, 'menstruasi' mereka sangat berbeda dengan siklus menstruasi pada manusia. Dalam artikel ini, cari tahu semua yang perlu diketahui tentang siklus birahi kucing, termasuk seberapa sering mereka mengalami birahi dan apakah Anda harus membiarkan kucing Anda melewati siklus awal sebelum memandulkan. Apakah kucing bisa menstruasi? Dalam artian, ya, kucing memang mengalami menstruasi. Pada kucing itu disebut 'estrus', tetapi banyak orang hanya menyebutnya sebagai ‘siklus birahi’. Hanya kucing betina yang tidak disteril yang mengalami siklus ini, tetapi alih-alih melepaskan lapisan rahim lama seperti manusia, mereka menyerapnya kembali, jadi pendarahan adalah efek samping yang sangat jarang terjadi. Apa itu Siklus Birahi pada Kucing? Kucing adalah 'polyoestrous' yang berarti mereka bisa mengalami siklus birahi beberapa kali dalam setahun selama masa suburnya. Siklus birahi mereka terjadi setiap dua hingga tiga minggu, itulah sebabnya banyak orang salah paham bahwa seperti manusia, kucing selalu subur. Menariknya, frekuensi birahi pada kucing sebagian besar ditentukan oleh faktor geografis dan lingkungan seperti suhu dan jumlah jam siang hari. Kucing yang tinggal di daerah yang lebih hangat atau yang menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam dapat mengalami siklus birahi sepanjang tahun, sedangkan siklus birahi kucing di belahan bumi bagian utara biasanya dari awal musim dingin hingga akhir musim gugur. Berapa lama siklus birahi terjadi pada kucing? Siklus birahi cenderung berlangsung beberapa hari pada kucing, rata-rata berlangsung selama 6 hari, namun bisa bertahan hingga dua minggu. Jika kucing Anda tidak kawin dalam jangka waktu ini, mereka akan keluar dari siklus birahi untuk sementara waktu dan kemudian kembali lagi. Siklus ini akan terus berulang sampai kucing hamil atau disterilkan. Jika kucing Anda kawin, mereka akan keluar dari birahi dalam satu atau dua hari. Tanda-tanda siklus birahi pada kucing Kucing Anda akan menampilkan perilaku daripada tanda-tanda fisik saat sedang mengalami siklus birahi. Berikut adalah hal-hal yang harus diwaspadai: • Vokalisasi yang berlebihan – banyak kucing akan 'melolong' untuk memanggil kemungkinan pasangan kawin. • Mereka akan sangat menyayangi dan menginginkan lebih banyak perhatian dari Anda. Mereka mungkin akan menggosok diri Anda dan juga barang-barang di sekitar rumah Anda. • Beberapa kucing mungkin lebih sering buang air kecil atau bahkan menandai benda. Ini karena urine mereka mengandung feromon dan hormon yang memberi sinyal pada kucing jantan bahwa mereka siap kawin. • Kecil kemungkinannya, tetapi Anda mungkin melihat sedikit darah. Jika Anda melihat banyak darah, ini merupakan tanda bahwa Anda harus segera menghubungi dokter hewan untuk melakukan pemeriksaan. Kapan kehamilan dapat terjadi selama siklus birahi pada kucing? Kucing adalah ovulator yang diinduksi, yang berarti mereka harus kawin untuk dapat melepaskan sel telur dari indung telurnya. Diperlukan tiga hingga empat sesi kawin dalam waktu 24 jam bagi mereka untuk berovulasi. Selama periode ini, mereka mungkin kawin dengan banyak kucing jantan dan mungkin saja satu anak kucing memiliki banyak ayah. Haruskah saya membiarkan kucing saya mengalami siklus birahi sebelum disteril? Tidak, ini tidak terbukti bermanfaat bagi kucing Anda. Merupakan takhayul bahwa kucing yang telah memiliki anak sebelum disteril jadi lebih ramah. Tidak mensterilkan kucing membuat mereka lebih berisiko terkena kanker serviks dan juga berkontribusi pada kelebihan populasi kucing.
Perilaku & Pelatihan
Vaksin Anjing: Jenis, Jadwal dan Manfaatnya
Vaksin Anjing: Jenis, Jadwal dan Manfaatnya
2 mins read
Vaksin anjing merupakan hal yang penting. Hal ini bertujuan untuk menjaga kekebalan tubuhnya dari berbagai penyakit berbahaya yang bisa mengancam nyawanya. Beberapa jenis vaksin untuk anjing bisa bersifat wajib dan juga tambahan. Lalu, apa saja sih vaksin untuk anjing yang wajib diberikan, vaksin pada anjing berapa kali harus dilakukan serta manfaat dan juga harganya? Untuk lebih lanjutnya, simak artikel berikut. Vaksin rabies anjing Vaksin rabies anjing adalah vaksin untuk anjing wajib untuk menjaga keselamatan sistem saraf pusatnya. Selain itu, rabies ini juga berbahaya dan bisa menular pada manusia. Pastikan anjing kesayangan Anda mendapatkan vaksin anak anjing rabies ini pada usianya 16-18 minggu. Vaksin parvovirus Vaksin parvovirus merupakan vaksin anak anjing yang wajib. Tanpa vaksin, anjing berisiko terserang gangguan pada sistem pencernaan yang menyebabkan hilangnya nafsu makan dan muntah serta buang air darah dan bahkan menyebabkan kematian karena dehidrasi. Oleh karena itu, untuk anjing yang masih kecil, pastikan ia mendapatkan vaksin anak anjing parvovirus ini saat usianya 6-8 minggu. Vaksin hepatitis Hepatitis merupakan virus yang menyerang bagian ginjal, hati, mata, limpa dan paru-paru. Sama seperti distemper, penyakit hepatitis ini awalnya terlihat ringan, namun jika dibiarkan bisa menyebabkan kematian dengan ciri-ciri demam, muntah, sakit kuning, pembesaran perut dan juga nyeri pada bagian hati. Vaksin anjing hepatitis ini merupakan vaksin anak anjing yang wajib diberikan saat usianya 10-12 minggu untuk menjaga kebebalan tubuhnya. Vaksin leptospirosis Vaksin leptospirosis merupakan vaksin untuk anjing yang wajib, karena penyakit ini merupakan penyakit zoonosis, atau penyakit yang dapat menular pada manusia. Biasanya, penyakit leptospirosis ini tidak menunjukan gejala apapun, namun walaupun tanpa gejala, ia masih bisa menjadi carrier yang menularkan pada orang atau hewan lain. Vaksin leptospirosis ini bisa didapatkan saat usianya sudah memasuki 10-12 minggu dan wajib dilakukan setiap 1-2 tahun sekali. Vaksin distemper Penyakit distemper ini menyerang sistem pernapasan, saluran pencernaan dan sistem saraf anjing yang berbahaya dan mematikan. Distemper ini menyebar melalui udara dan juga air liur dari hewan yang terinfeksi yang bisa menyebabkan keluarnya cairan dari mata dan hidung, demam, diare, muntah, kelumpuhan dan bahkan kematian. Oleh karena itu, vaksin distemper merupakan salah satu vaksin anak anjing yang wajib diberikan saat usianya 6-8 minggu. Vaksin parainfluenza Jenis vaksin untuk anjing selanjutnya yang wajib didapatkan adalah vaksin parainfluenza. Vaksin ini bisa mencegah gangguan sistem pernapasan dan peradangan pada saluran udara pada anjing. Waktu terbaik untuk memberikan vaksin anjing ini adalah saat usianya 10-12 minggu. Vaksin bordetella bronchiseptica Vaksin anjing yang pertama ini merupakan vaksin yang bisa mencegah penyakit bordetella bronchiseptica. Penyakit ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan merupakan penyakit yang menular. Vaksin yang satu ini merupakan vaksin wajib untuk anjing, dan penting untuk anjing yang sering berada di tempat penitipan hewan, grooming atau tempat penampungan. Berbagai vaksin anjing di atas bisa Anda lakukan pada klinik hewan terdekat. Sebelum itu, jangan lupa untuk mendiskusikan dengan dokter hewan Anda tentang vaksin apa yang dapat didapatkan anjing Anda.
Kesehatan
Kucing Muntah Busa Putih, Berbahayakah
Kucing Muntah Busa Putih, Berbahayakah?
4 mins read
Kucing muntah adalah hal yang sering terjadi, mengingat kucing seringkali penasaran dengan berbagai hal dan mencoba untuk memakannya. Muntahan kucing ini biasanya berupa sisa makanannya. Lalu, bagaimana jika kucing muntah busa putih? Apakah berbahaya? Muntah putih pada kucing biasanya disebabkan oleh beberapa faktor, dan penting bagi pemilik kucing untuk memahami penyebabnya serta tindakan yang perlu diambil. Artikel ini akan membahas tentang kucing muntah putih, penyebabnya, serta cara penanganannya. Kondisi kucing muntah busa putih Kucing muntah putih merujuk pada kondisi ketika kucing mengeluarkan cairan berwarna putih atau berbusa dari lambungnya melalui mulut. Ini berbeda dari bola bulu yang mungkin juga sering dikeluarkan oleh kucing, yang biasanya memiliki bentuk padat. Muntah putih pada kucing bisa terjadi sekali-sekali dan mungkin tidak selalu menjadi pertanda masalah kesehatan serius. Namun, jika muntah putih terjadi secara teratur atau disertai gejala lain, sebaiknya perhatikan dan segera berkonsultasi dengan dokter hewan. Kucing muntah busa putih karena gangguan pencernaan Saat kucing terlambat makan, hal ini menyebabkan penumpukan gas dalam perut dan membuat perut iritasi. Akibatnya, kucing akan mual dan muntah. Kucing yang muntah karena gangguan pencernaan ini biasanya akan mengeluarkan busa putih atau kuning. Jika hal ini terjadi pada kucing kesayangan Anda, cobalah memeriksakannya ke dokter untuk mendapatkan rekomendasi porsi makan dan jadwal makan yang tepat. Jika kucing kesayangan Anda memiliki pencernaan yang sensitif, berikan ia makanan yang mengandung serat inulin untuk penyerapan nutrisi yang unggul serta mengandung prebiotik untuk menyeimbangkan mikroflora dalam usus, seperti PRO PLAN Cat Makanan Basah Kucing Dewasa Sensitive Chicken. Kucing muntah putih berbusa karena tertelan hairball Kucing mandi dengan cara menjilati tubuhnya. Tak jarang, saat mandi, ia tertelan bola rambutnya sendiri yang masuk lewat mulut dan masuk ke pencernaannya. Terkadang, rambut yang menumpuk ini membuat kucing muntah putih. Untuk mengontrol pembentukan hairball, berikan ia PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Indoor Hairball Control Chicken yang diperkaya dengan kombinasi serat dan juga nutrisi untuk menjaga kesehatan ginjal. Kucing muntah busa karena radang perut Kucing yang asal makan dan membuatnya muntah sisa makanan tidak perlu dikhawatirkan. Namun, saat ia asal makan dan membuat muntah berbusa pada kucing, saat inilah Anda perlu waspada. Biasanya, saat kucing muntah busa, ia akan kehilangan nafsu makan, lesu dan dehidrasi. Oleh karena itu, segeralah membawanya ke dokter sebelum ia dehidrasinya memburuk. Lantas, apa yang harus dilakukan saat kucing muntah busa putih? Kontrol Pola Makan: Pastikan kucing makan dengan perlahan dan teratur. Gunakan mangkuk anti-gulping yang dapat membantu melambatkan laju makan kucing. Sikat Bulu Secara Rutin: Rutin menyikat bulu kucing dapat mengurangi jumlah bulu yang tertelan saat menjilati. Perhatikan Jenis Makanan: Jika Anda mencurigai alergi makanan, cobalah mengubah makanan kucing Anda menjadi makanan yang lebih ramah pencernaan atau bertanya pada dokter hewan untuk rekomendasi makanan yang cocok. Kunjungan ke Dokter Hewan: Jika muntah putih terjadi secara teratur atau disertai gejala lain, segera bawa kucing Anda ke dokter hewan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter hewan akan membantu mendiagnosis dan menangani masalah kesehatan yang mungkin ada. Itu dia berbagai penyebab kucing muntah busa putih. Walaupun kucing muntah busa putih bisa jadi tidak membahayakan, namun segeralah membawanya ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan penanganan yang cepat, terutama saat kucing muntah busa putih dan menunjukan gejala lainnya.
Kesehatan
Perkembangan Anak Kucing - Kapan Anak Kucing Membuka Mata
Perkembangan Anak Kucing: Kapan Anak Kucing Membuka Mata?
3 mins read
Saat anak kucing baru lahir, Anda mungkin memperhatikan matanya yang masih penuh dengan kotoran dan terlihat seperti ia belum bisa melihat. Tak jarang, pemilik kucing khawatir kapan anak kucing membuka mata dan umur berapa bayi kucing bisa melihat. Untuk mengetahui jawabannya, simak artikel berikut. Mata anak kucing tertutup saat usia di awal kelahiran Perkembangan bayi kucing memiliki kecepatan yang berbeda tergantung pada sejumlah faktor, tetapi sebagian besar bayi baru lahir akan mulai membuka mata antara usia 2-16 hari. Penglihatan mereka perlahan membaik selama waktu ini, meskipun kedua mata mungkin tidak terbuka sepenuhnya dengan kecepatan yang sama. Pada usia sekitar 2 minggu, kedua mata biasanya melebar dan pada usia 3 minggu, banyak anak kucing yang dapat fokus dengan kedua matanya. Semua anak kucing yang baru lahir memiliki mata biru, dan warna mata akan berubah seiring bertambahnya usia anak kucing, biasanya menetap di warna aslinya pada usia sekitar 8 minggu. Anak kucing tidak bisa menjaga suhu tubuhnya Saat baru lahir, anak kucing tidak bisa mengatur tubuhnya sendiri. Jika ada induknya, anak kucing akan selalu berusaha menempel dengan induk dan saudara-saudaranya. Hal ini bertujuan untuk menjaganya tetap hangat. Tanpa kehangatan dari induk dan saudaranya, anak kucing bisa saja mati. Jika Anda melihat anak kucing tanpa induk, pastikan Anda memberikan tempat tidur yang hangat agar suhu tubuhnya tidak jatuh di bawah 32 derajat. Anak kucing membutuhkan susu induk setiap dua jam Saat mata anak kucing tertutup, ia tidak akan jauh-jauh dari induknya. Selain karena ia masih belum stabil, ini juga bertujuan agar ia bisa dekat selalu dengan induknya. Untuk perkembangan sistem kekebalan tubuh anak kucing, ia membutuhkan susu induk setiap dua jam sekali. Jika Anda memelihara anak kucing, pastikan Anda memberikan nutrisi setiap dua jam sekali demi perkembangan bayi kucing. Anak kucing akan mengikuti dan menirukan induknya saat usia 4-8 minggu Setelah beberapa hari mata kucing terbuka sempurna, ia akan bisa melihat dengan jelas dan mulai menirukan dan mengikuti berbagai hal yang dilakukan induknya. Biasanya, ini terjadi saat usia 4-8 minggu. Saat usia inilah anak kucing akan belajar pertahanan hidup, mulai dari gaya hidup seperti buang air, makan, dan juga merawat diri. Saat usia inilah anak kucing sudah mulai disapih. Proses penyapihan ini merupakan proses penting yang membutuhkan perhatian Anda untuk memberikan nutrisi yang baik untuk perkembangan bayi kucing. Dalam masa penyapihan, berikan ia makanan anak kucing yang kaya rasa dan juga kaya akan vitamin. Baik makanan basah dan kering, keduanya bisa diberikan untuk anak kucing Anda. Berikut beberapa rekomendasi makanan untuk anak kucing: • FRISKIES Kitten Discoveries • Purina ONE Healthy Kitten | Makanan Kering Anak Kucing Untuk rekomendasi lainnya, cek berbagai pilihan makanan anak kucing di sini. Perkembangan bayi kucing saat usia 2-4 bulan Mulai sekitar delapan minggu, anak kucing Anda akan berada pada usia yang ideal untuk memulai vaksinasi intinya, dengan suntikan sekunder diperlukan tiga hingga lima minggu setelahnya. Ini adalah proses penting untuk memastikan setiap anak kucing memiliki perlindungan yang tepat untuk masa dewasanya. Konsultasikan dengan dokter hewan Anda untuk memastikan jadwal vaksinasi tersedia. Perkembangan bayi kucing empat bulan ke atas Bagi pemilik kucing, ini merupakan usia yang krusial, karena pada usia ini, kucing sudah memasuki fase birahi. Anda mungkin akan menyadari beberapa ciri kucing birahi. Saat tanda tersebut terlihat, segeralah mencarikan pasangan untuknya jika tidak ingin melakukan steril kucing. Itu dia penjelasan mengenai perkembangan bayi kucing yang bisa menjawab pertanyaan kapan anak kucing membuka mata dan umur berapa bayi kucing bisa melihat. Selama masa tumbuhnya, pastikan Anda memberikan nutrisi yang lengkap untuk kekebalan tubuh dan kesehatannya.
Kesehatan

Pagination

  • First page
  • Previous page
  • …
  • Halaman 38
  • Halaman 39
  • Halaman 40
  • Halaman 41
  • Halaman 42
  • Halaman 43
  • Halaman 44
  • Halaman 45
  • Halaman 46
  • …
  • Next page
  • Last page
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card

Footer

  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami

Footer

  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami

Footer

  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami

Footer

  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.