Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content
Cara Membantu Kucing Melahirkan: Tips untuk Menyambut Anak Kucing yang Baru
Cara Membantu Kucing Melahirkan
5 mins read
Bulan kedua masa kehamilan kucing adalah masa-masa dimana induk kucing bersiap untuk proses melahirkan anak-anaknya. Pada masa ini, Anda bisa memberikan perhatian lebih dengan menyediakan tempat yang nyaman untuk membantunya melakukan proses melahirkan dengan tenang. Namun, saat proses melahirkan, semua hal bisa saja terjadi, termasuk kucing susah melahirkan. Untuk lebih jelasnya, simak artikel berikut. Fase umum kucing melahirkan Jika sudah memasuki waktu persalinan, tahap pertama yang dilakukan induk adalah masuk ke kandang atau kotak melahirkannya yang sudah Anda sediakan. Tahap pertama ini biasanya akan berlangsung selama 12 jam. Setelah itu, induk akan merasakan kontraksi dan pecahnya ketuban. Saat tahap ini, sang induk akan sering membersihkan atau menjilati air ketuban. Setelah itu, induk kucing akan mencari posisi yang nyaman untuk bersiap melakukan proses melahirkan. Normalnya, induk kucing akan mengejan 1-2 kali untuk melahirkan bayinya. Saat melahirkan, induk kucing akan melahirkan lebih dari satu anak dengan jarak masing-masing 10-30 menit. Saat bayi kucing lahir, induk kucing akan segera menjilati wajah anaknya untuk membantu bayi kucing bernafas. Jika induk kucing sudah melahirkan semua anaknya, biasanya plasenta akan keluar dengan jumlah yang sama sesuai dengan anak kucing yang lahir. Ciri-ciri kucing susah melahirkan Saat Anda kucing sudah mulai kontraksi namun kucing tak kunjung melahirkan, hal ini bisa menjadi tanda bahwa kucing susah melahirkan, atau distokia. Berikut beberapa ciri ciri kucing susah melahirkan: • Kelahiran tidak diamati dalam 24-36 jam setelah penurunan suhu rektal • Induk atau melahirkan tidak diamati dalam 12-36 jam setelah penurunan konsentrasi progesteron menjadi <2 ng/m L • Interval antara atau anak kucing > 30 menit dengan tanda kontraksi miometrium yang jelas • Interval antara anak anjing atau anak kucing > 2 jam tanpa tanda-tanda kontraksi miometrium • Seluruh durasi melahirkan berlangsung > 24 jam • Persalinan aktif selama > 4 jam dan tidak ada anak kucing yang dihasilkan • Tenaga kerja lemah selama > 4 jam dan tidak ada anak anjing atau anak kucing yang dihasilkan Penyebab kucing susah melahirkan Kucing susah melahirkan bisa terjadi oleh kucing manapun. Berikut beberapa penyebab kucing susah melahirkan: • Ukuran bayi yang terlalu besar sehingga kucing membutuhkan bantuan untuk melahirkan anaknya. • Posisi bayi yang salah: kepala terjepit atau bayi terbalik. • Kekurangan nutrisi selama masa kehamilan yang menyebabkan kesulitan melahirkan. • Infeksi pada organ reproduksi. • Induk kucing yang berusia terlalu tua. • Lapisan uterus yang tebal. Selain itu, penyebab kucing susah melahirkan lainya juga bisa terjadi karena adanya gangguan kesehatan lain, seperti obesitas dan masalah lain yang mempengaruhi kemampuannya untuk melahirkan. Cara membantu kucing melahirkan Induk kucing bisa melahirkan anak-anaknya sendiri. Namun, berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk membantu kucing melahirkan: • Menyiapkan rumah dan tempat persalinan untuk kucing dengan suhu yang hangat. • Bantu induk kucing membersihkan wajah bayi kucing. Jika induk kucing tidak segera membersihkan wajahnya, bayi kucing akan kesulitan bernapas. Di sinilah Anda bisa membantunya dengan membersihkan wajah bayi kucing. • Berikan susu pengganti jika induk kucing tidak bisa menyusui. Cara mengatasi kucing yang susah melahirkan Jika Anda melihat tidak adanya tanda-tanda kucing akan melahirkan atau terlihat kucing susah melahirkan, segeralah menghubungi dokter. Dalam tahap ini, dokter akan memandu Anda untuk membantu kucing melahirkan. Jika dibutuhkan, dokter mungkin akan meminta Anda membawa kucing ke klinik atau sang dokter akan datang ke rumah Anda. Alaminya, setiap induk kucing bisa melahirkan anaknya sendiri. Namun ada beberapa kasus kucing susah melahirkan. Penyebab kucing susah melahirkan ini berbeda-beda, sebagai antisipasinya, penting untuk memberikan perhatian lebih untuk induk kucing dan membawanya ke dokter untuk memastikan ia siap untuk melakukan proses melahirkan sendiri.
Kesehatan
Penyebab Bulu Anjing Rontok yang Perlu Diketahui
Penyebab Bulu Anjing Rontok yang Perlu Diketahui
2 mins read
Anjing yang bulunya lebat memang selalu menarik perhatian. Makanya, saat bulu anjing rontok, hal tersebut membuat panik. Kira-kira, apa saja sih penyebab kerontokan, terutama untuk anjing yang bulunya lebat? Yuk simak artikel berikut. Pergantian musim Siberian Husky merupakan anjing yang bulunya lebat. Di negara dengan iklim sub-tropis, rambut anjing seperti Siberian Husky, Alaskan Malamute atau Samoyed akan tumbuh lebih lebat pada musim dingin dan akan rontok menjelang musim semi. Hal ini bertujuan untuk menjaganya tetap hangat saat musim dingin. Sayangnya, kondisi ini jarang ditemukan di negara dengan iklim tropis. Infeksi bakteri dan jamur Penyebab kerontokan juga bisa karena adanya penyakit. Penyebab bulu rontok pada anjing yang seringkali ditemukan adalah karena adanya infeksi bakteri dan jamur. Bakteri dan jamur ini menyebabkan kulit anjing menjadi gatal, merah dan juga bau yang menyebabkan bulu akan rontok. Jika Anda melihat adanya tanda-tanda ini, segeralah membawanya ke dokter. Kudis dan parasit Sama seperti penyakit kulit lainnya, kudis adalah infeksi gatal karena kutu atau tungau yang menyebabkan gatal tidak tertahankan pada kulit anjing. Perlahan, anjing akan terus menggaruk bagian yang gatal yang menyebabkan bulu anjing rontok. Tak hanya berbahaya pada anjing, tungau dan kutu ini menular dengan sangat cepat, oleh karena itu, jika Anda melihat adanya tanda-tanda tungau atau kutu, segeralah membawanya ke dokter hewan dan bersihkan seluruh bagian furnitur dan perlengkapan di rumah untuk meminimalisir penyebaran kutu dan tungau. Alergi Penyebab bulu anjing mulai rontok selanjutnya juga bisa karena alergi, baik alergi lingkungan, tumbuhan, jamur, debu, kutu dan bahkan makanan. Untuk mengetahui penyebab alergi yang lebih jelas, Anda membutuhkan pengecekan dokter. Penyakit gangguan hormon Anjing yang bulunya lebat namun tiba-tiba rontok bisa jadi disebabkan karena adanya gangguan hormon. Jika terlihat adanya gangguan ini, biasanya anjing akan disarankan untuk melakukan pengecekan darah untuk mengetahui penyebab bulu anjing rontok yang sebenarnya. Kulit dan rambut kering Tak hanya penyakit, penyebab bulu rontok juga bisa karena kondisi suhu udara yang kering. Untuk meminimalisir risiko bulu rontok, Anda bisa menggunakan pelembab ruangan atau humidifier untuk menjaga kondisi rambutnya. Bulu anjing rontok karena pertumbuhan Pada dasarnya, setiap anjing pasti akan mengalami kerontokan rambut sebagai bagian dari pertumbuhannya. Tak jarang, seringkali ada pertanyaan “bulu anjing rontok umur berapa?”. Jawabannya adalah saat usianya 6-7 bulan. Saat usia tersebut, badan anak anjing akan berkembang lebih besar dan bulu pertamanya akan rontok yang kemudian berganti menjadi bulu aslinya. Apa yang harus dilakukan jika bulu anjing mulai rontok? Untuk menjaga kesehatan rambut anjing, Anda bisa rutin menyikat rambutnya untuk menjaga kelembapan dan juga menjaga penyebaran kelenjar minyak pada kulitnya. Untuk anjing dengan kulit sensitif, Anda bisa memberikan makanan yang diperkaya dengan sumber protein untuk menjaga kondisi kulit dan juga mengurangi kerontokan rambut seperti PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Fussy & Beauty Salmon. Itu dia penjelasan seputar penyebab kerontokan kenapa dan juga apa yang harus dilakukan jika bulu anjing Anda rontok. Jika Anda melihat bulu mulai rontok yang diikuti dengan gejala gangguan penyakit, lemas atau kurangnya nafsu makan, segeralah membawanya ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Kesehatan
Kucing Sakit Perut? Begini Penyebabnya!
Panleukopenia pada Kucing: Kenali Gejala dan Cara Menghindarinya
2 mins read
Virus pada kucing ada banyak jenisnya, mulai dari virus yang menular. Salah satu virus pada kucing yang menular adalah panleukopenia. Virus pada kucing yang satu ini merupakan virus berbahaya yang bisa menyebabkan kematian. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang panleukopenia, yuk simak artikel berikut. Penyakit Panleukopenia pada kucing Panleukopenia adalah penyakit virus pada kucing yang seringkali dikenal juga dengan nama cat distemper. Virus panleukopenia pada kucing ini sangatlah menular dan sangat berbahaya baik untuk kucing dewasa maupun anak kucing dan merupakan jenis virus yang dapat menyebabkan kematian. Panleukopenia pada kucing ini merusak usus dan menurunkan sel darah putih dan membuat kucing kesayangan Anda menjadi rentan terhadap infeksi sekunder. Akibatnya, kucing akan menjadi dehidrasi dan rentan terhadap penyakit lain. Cara penularan penyakit kucing panleukopenia Cara penularan penyakit kucing panleukopenia ini adalah via udara, seperti misalnya berada satu ruangan dengan kucing yang telah terkena sakit panleukopenia. Selain itu, panleu pada kucing juga bisa ditularkan lewat kehamilan; induk kucing yang menderita penyakit kucing panleukopenia ini bisa menularkan virus pada anak kucingnya, bahkan bisa menyebabkan anak kucing menderita kelainan dan menyebabkan kematian. Jika anak kucing bisa bertahan dengan virus ini, kebanyakan anak kucing akan menderita gangguan otak, yang dapat dilihat dengan gangguan tremor dan masalah kesehatan lainnya. Ciri ciri kucing terkena panleukopenia Sulit mendeteksi kucing yang terkena virus panleukopenia. Namun, Anda bisa mendeteksi ciri ciri kucing terkena panleukopenia untuk segera membawanya ke dokter. Berikut ciri ciri panleu pada kucing: • Demam dan lesu • Penurunan nafsu makan • Muntah dan diare • Dehidrasi Apa yang harus dilakukan jika kucing terkena virus panleukopenia? Sayangnya, belum ada obat untuk mengatasi panleukopenia pada kucing. Namun, dokter akan memberikan obat untuk mengatasi gejala yang ditimbulkan. Jika kucing Anda terinfeksi panleukopenia, biasanya dokter akan menyarankan penanganan rawat inap dengan memberikan infus untuk mengatasi dehidrasi. Apa yang harus dilakukan jika kucing terkena virus panleukopenia? Panleukopenia pada kucing bisa dihindari dengan vaksin. Vaksin ini bisa mencegah kucing kesayangan terkena virus panleukopenia dengan gejala yang parah. Sayangnya, vaksin ini biasanya hanya diberikan pada kucing yang memiliki pemilik. Alhasil, kucing liar masih sering tertular virus panleukopenia ini. Kucing yang sudah divaksin umumnya sudah memiliki sistem kekebalan yang baik terhadap virus panleukopenia. Namun, jika dalam suatu kasus kucing yang sudah divaksin masih terkena virus panleukopenia, hal ini tidak akan berakibat fatal untuknya. Salah satu pencegahan tersebarnya panleukopenia pada kucing adalah dengan memberikan makanan penuh nutrisi untuk kucing dan juga meminimalisir kucing bermain dengan kucing liar. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa kucing liar rentan terinfeksi dengan virus panleukopenia pada kucing karena umumnya mereka tidak mendapatkan vaksin. Itu dia penjelasan mengenai panleukopenia pada kucing yang perlu diwaspadai. Kesimpulannya, pastikan Anda memberikan vaksin wajib untuk kucing kesayangan Anda untuk meminimalisir berbagai virus pada kucing yang bisa menular.
Kesehatan
Kucing Sakit Perut? Begini Penyebabnya!
Kucing Sakit Perut? Begini Penyebabnya!
2 mins read
Sering mencoba makan sembarangan adalah kebiasaan yang sering menyebabkan kucing sakit perut. Sayangnya, kita tidak tahu kapan kucing sakit perut dan apa yang ia rasakan. Namun, berikut beberapa penjelasan dan juga ciri ciri kucing sakit perut yang bisa membantu mengetahui apa yang dibutuhkan kucing kesayangan Anda. Penyebab kucing sakit perut Ada banyak penyebab kucing sakit perut, salah satunya adalah salah makan. Salah makan ini bisa dikarenakan makan makanan yang tidak seharusnya, makan rumput, atau makan makanan manusia. Selain itu, penyebab kucing sakit perut juga bisa jadi karena transisi diet yang terlalu cepat dan infeksi parasit. Dengan gejala yang lebih parah, biasanya kucing sakit perut ini juga menjadi tanda adanya permasalahan yang lebih serius. Untuk mengetahui lebih jelasnya, Anda membutuhkan bantuan dokter. Ciri ciri kucing sakit perut Biasanya, berikut beberapa ciri ciri kucing sakit perut yang akan terlihat: • Mual • Lemas • Muntah • Kehilangan nafsu makan • Sering menjilati bibir • Diare, jika sudah mempengaruhi pencernaan Saat kucing mengalami diare ringan, umumnya bisa sembuh sendiri dalam waktu 24 jam. Untuk membantunya, Anda bisa menyediakan air minum di sekitarnya untuk menjaganya tetap terhidrasi. Jika diare berlangsung selama beberapa hari dan menunjukan adanya gejala kucing sakit, segeralah membawanya ke dokter. Gejala kucing sakit bisa berupa sering mengeong, tidak bisa buang air, lesu, penurunan berat badan, lebih sering bersembunyi, keluarnya cairan dari mata dan telinga, rambut rontok dan lemas. Cara mengobati kucing sakit perut Cara mengobati kucing sakit perut biasanya dengan memberikan obat antimual. Obat ini bisa Anda dapatkan di klinik dokter hewan setelah dokter melakukan pengecekan. Penyebab kucing sakit perut berbeda-beda, oleh karena itu cara mengobati kucing sakit perut juga perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Cara menjaga kesehatan perut kucing Jika kucing kesayangan Anda sudah memiliki histori pencernaan yang sensitif, sebaiknya berikanlah ia makanan yang bisa menjaga sistem pencernaannya. Pastikan makanan kucing Anda mengandung sumber protein yang mudah dicerna dan diserap, seperti PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Sensitive Skin & Stomach Salmon Tuna yang mengandung prebiotik untuk meningkatkan kesehatan saluran pencernaan. Disamping memberikan makanan untuk perut sensitif, Anda juga perlu memperhatikan proses pergantian makanannya. Saat mengganti makanannya, pastikan Anda melakukan transisi perlahan agar kucing tidak kaget. Mengganti makanannya secara mendadak justru bisa menyebabkan masalah perut. Sebaiknya, berikan proses 7-10 hari untuk proses mengganti makanan baru dengan cara mencampurkan makanan lama dan baru dengan persentase perlahan sampai akhirnya kucing Anda hanya akan memakan makanan barunya. Selain itu, Anda juga bisa coba memberikan makan dengan porsi kecil dalam beberapa kali waktu dalam sehari. Memberikan makan dengan porsi kecil dapat mengurangi beban kerja sistem pencernaannya. Jangan lupa, sediakan juga minuman yang mudah diakses olehnya. Kesimpulannya, kucing sakit perut adalah hal yang seringkali terjadi. Umumnya, kucing sakit perut terjadi karena salah makan bisa sembuh sendiri dalam hitungan jam. Namun, jika Anda melihat adanya gejala kucing sakit yang mengkhawatirkan, ditambah dengan tidak mau makan dan minum, segeralah berkonsultasi ke dokter sebelum ia mengalami dehidrasi dan penurunan kondisi tubuh yang lebih mengkhawatirkan.
Kesehatan
Kucing Pipis Terus? Simak Penjelasannya
Kucing Pipis Terus? Simak Penjelasannya
2 mins read
Kucing sehat biasanya buang air satu sampai dua kali sehari. Jika Anda melihat kucing pipis terus dan bahkan buang air di luar kotak pasirnya, ini bisa menunjukan beberapa penyebab tertentu. Untuk lebih jelasnya, yuk simak artikel berikut. Adanya gangguan kesehatan Salah satu penjelasan mengapa kucing pipis terus adalah karena adanya gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran kemih. Infeksi saluran kemih pada kucing ini terjadi karena tertular kucing lain, metabolisme tubuh yang lemah atau karena kucing kurang minum. Selain infeksi saluran kemih, kucing pipis terus juga bisa menjadi tanda adanya penyakit ginjal dan diabetes. Dalam beberapa kasus, penyebab kucing pipis terus menerus di luar kotak pasirnya adalah karena usianya yang sudah tua dengan gangguan radang sendi yang membuatnya kesulitan untuk buang air di kotak pasirnya. Jika kucing sering pipis yang disertai dengan perubahan kesehatannya, segeralah membawanya ke dokter hewan. Kotak pasir penuh Kucing merupakan hewan yang cukup sensitif. Walaupun ia sering bermain kotor-kotoran, namun kucing sebenarnya tidak menyukai kotak pasir yang kotor. Kotak pasir yang kotor dan penuh bisa jadi penyebab kenapa kucing pipis terus di luar kotaknya. Jika Anda melihat kucing pipis terus di luar kotaknya, hal pertama yang bisa dilakukan adalah mengecek kotak pasirnya. Jika ia kembali pipis di kotak pasir setelah dibersihkan, berarti kucing Anda merupakan kucing yang selalu menjaga kebersihan. Selanjutnya, cobalah untuk selalu menjaga kebersihan di kotak pasirnya setiap hari. Kotak pasir yang sulit dijangkau Dimana Anda menyimpan kotak pasir? Menyimpannya di luar rumah dengan pintu yang sering tertutup atau meletakan kotak pasir yang terlalu tinggi bisa menjadi penyebab kucing sering buang air kecil di luar kotaknya karena kesulitan menjangkau kotak pasir. Dalam kasus lain, beberapa kucing juga pemilih dengan lokasi kotak pasirnya. Contohnya, beberapa kucing merasa tidak nyaman buang air di kotak pasir yang terletak di dekat mesin cuci yang sering digunakan dan sering mengeluarkan suara keras. Pada dasarnya, ia hanya ingin buang air dengan damai. Jika ini terjadi, cobalah mengubah lokasi kotak pasir di tempat yang mudah dijangkaunya dan perhatikan perubahannya. Kucing pipis terus karena stres Kucing sering pipis di tempat sembarang merupakan tanda-tanda bahwa ia sedang menandai wilayah teritorialnya. Kucing pipis terus di tempat sembarangan bisa terjadi karena ia sedang stres. Bagi kucing, mengenali aroma baunya sendiri dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanannya yang bisa mengatasi stresnya. Kucing pipis terus karena stres juga akan terlihat sering rewel, mencari perhatian, penurunan nafsu makan dan bahkan menjadi agresif. Saat melihat tanda-tanda ini, cobalah untuk menghabiskan waktu dengannya untuk membuatnya lebih tenang. Kesimpulannya, kucing pipis terus bukanlah tanpa alasan. Berbagai penyebab kenapa kucing pipis terus terutama di luar kotak pasirnya adalah karena merasa stress, tidak nyaman, birahi ataupun sakit. Saat kucing pipis terus, perhatikan kondisi tubuhnya dan segeralah membawanya ke dokter jika terlihat tanda-tanda yang mengkhawatirkan.
Kesehatan
Kucing Birahi Umur Berapa Ketahui Jawabannya di Sini
Kucing Birahi Umur Berapa? Ketahui Jawabannya di Sini!
2 mins read
Tanda kucing birahi seringkali membingungkan. Namun, tanda kucing birahi yang paling ditemukan adalah kucing yang suka mengeong. Lalu, sebenarnya kucing birahi umur berapa sih dan apa saja ciri ciri kucing mau kawin? Untuk menemukan jawabannya, simak artikel berikut. Kucing betina birahi Kucing betina mengalami birahi umumnya pada usia 6-10 bulan, sedangkan kucing jantan birahi pada usia 10-12 bulan. Kucing aktif menjadi tanda kucing birahi Walaupun usia tidak terlalu menentukan kucing birahi umur berapa, tapi umumnya kucing aktif menjadi tanda kucing birahi. Biasanya, saat birahi, kucing akan menjadi lebih aktif dan lebih berisik, hal ini terjadi karena ia mencari perhatian lawan jenisnya. Kucing betina melakukan lordosis saat birahi Ciri kucing betina birahi bisa dilihat dengan kebiasaannya. Saat birahi, kucing betina seringkali menunjukan posisi kawin, seperti menundukkan kepala, menekuk kaki dan juga mengangkat bagian belakangnya. Jika Anda melihat ia melakukan hal ini, tandanya ia sudah siap kawin. Kucing betina menjadi lebih manja saat birahi Berbeda dengan jantan yang agresif saat birahi, manja menjadi ciri kucing betina birahi. Sikap manjanya ini terlihat saat ia seringkali mendekat ke manusia seperti minta dielus, terutama di bagian belakang tubuhnya. Ekor betina melengkung saat birahi Selain sering minta dielus, kucing betina juga akan menunjukan ekor yang melengkung saat birahi. Jadi, jika Anda melihat kucing betina Anda melengkungkan ekornya saat usianya sudah memasuki 6-10 bulan, segeralah carikan kucing jantan untuknya. Kucing sering kabur saat birahi Setelah mengetahui kucing birahi umur berapa, selanjutnya Anda perlu waspada dengan ciri ciri kucing mau kawin yang satu ini, karena saat birahi, kucing cenderung lebih sering kabur dari rumah untuk menemukan lawan jenisnya. Saat Anda mendapati kucing sering kabur, solusinya segeralah temukan pasangan untuknya agar ia tidak kabur dari rumah lagi. Itu dia jawaban untuk kucing birahi umur berapa dan ciri ciri kucing mau kawin. Sebagai pemilik kucing, ada baiknya untuk memperhatikan tanda kucing birahi agar Anda bisa meminimalisir risiko kucing kabur dari rumah atau berkelahi. Saat ia sudah menunjukan ciri ciri kucing mau kawin, segeralah carikan lawan jenisnya untuk mengatasi masa birahinya.
Perilaku & Pelatihan
Ketahui Tanda Tanda Kucing Birahi
Ketahui Tanda Tanda Kucing Birahi
2 mins read
Baik kucing jantan dan betina, saat birahi, keduanya akan menunjukan tanda tanda kucing birahi. Tingkah laku kucing birahi biasanya menjadi lebih aktif, manja dan juga tidak mau diam. Untuk lebih lanjutnya, yuk simak tanda tanda kucing birahi berikut ini. Usia kucing birahi Kucing betina biasanya mengalami birahi pada usia 6-10 bulan. Pada usia ini menunjukan bahwa organ reproduksinya sudah matang dan siap kawin. Nah, saat memasuki usia kucing jantan siap kawin, biasanya proses birahi akan berlangsung 4-5 hari. Sering mencari perhatian adalah tanda tanda kucing mau kawin Saat birahi, kucing jantan dan betina seringkali menarik perhatian. Ciri kucing birahi terutama pada betina adalah menjadi lebih manja dan sering mencari perhatian pemiliknya, baik untuk mendekat atau mengusapkan tubuhnya di dekat Anda dengan harapan untuk mendapatkan belaian. Selain perubahan tingkah laku yang lebih manja, kucing birahi juga akan sering menarik perhatian lewat mengeong. Kucing yang mengeong ini seolah-olah rewel, padahal ia sedang menarik perhatian lawan jenisnya. Kucing yang birahi sering berguling-guling di lantai Tingkah laku kucing birahi sedikit berbeda dari biasanya. Selain mencari perhatian, tanda tanda kucing mau kawin lainnya adalah dengan sering berguling-guling di lantai seperti mengerang kesakitan. Jika hal ini terjadi, tak perlu khawatir, ini hanya merupakan tanda bahwa ia siap kawin. Kabur dari rumah untuk mencari lawan jenis Jika biasanya kucing Anda jarang keluar rumah namun tiba-tiba ia terlihat mencoba kabur, hal ini merupakan tanda tanda kucing birahi. Sebenarnya, kabur ini bukan karena ia tidak betah di rumah, namun dengan tujuan ia ingin mencari lawan jenis untuk kawin. Biasanya, saat kabur dari rumah, kucing yang birahi juga akan sering mengeong keras untuk menarik atau memanggil perhatian lawan jenisnya. Menaikkan tubuh bagian belakang Ciri kucing betina birahi yang seringkali terlihat adalah saat ia menaikkan tubuh bagian belakang. Hal ini merupakan tanda seakan-akan ia siap dengan posisi kawinnya dengan sang jantan. Untuk mengetahui apakah kucing betina Anda sudah birahi adalah dengan mengelus bagian belakang tubuhnya, jika ia menaikkan tubuh bagian belakangnya, ini merupakan ciri kucing betina birahi. Ciri kucing betina birahi terlihat dari ekornya Selain mengecek bagian tubuh belakang kucing betina, Anda juga bisa mengetahui ciri kucing betina birahi dengan melihat bagian ekornya. Tanda tanda kucing birahi adalah dengan melengkungkan ekornya ke atas atau ke samping. Hal ini biasanya dilakukan oleh kucing betina. Saat melihat adanya tanda tanda kucing birahi, Anda bisa segera mencarikan lawan jenis untuk dikawinkan dengan kucing kesayangan Anda. Jika tidak mengawinkan kucing yang birahi, hal ini bisa berisiko pada kesehatan dan juga mental kucing. Kucing jantan yang tidak kawin berisiko kanker testikular dan beberapa masalah prostat, sedangkan bagi betina bisa mengalami infeksi rahim. Sebagai alternatif, Anda bisa melakukan steril kucing. Steril kucing bisa dilakukan untuk kucing jantan dan juga betina.
Perilaku & Pelatihan
Kenali 10 Penyakit Kulit Kucing yang Perlu Diwaspadai
Kenali 10 Penyakit Kulit Kucing yang Perlu Diwaspadai
2 mins read
Penyakit kulit kucing ada banyak jenisnya, baik dari yang menular dan tidak menular. Untuk itu, kenali 10 penyakit kulit kucing yang perlu diwaspadai berikut ini. Kudis Kudis adalah penyakit kulit kucing yang disebabkan oleh tungau yang menetap di lapisan atas kulit kucing. Gejala kudis meliputi gatal-gatal parah, kulit kering, dan terkadang kerontokan rambut. Segera bawa kucing Anda ke dokter hewan untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat. Biasanya, kudis diobati dengan obat-obatan topikal atau oral. Tungau kudis ini tidak bisa terlihat dengan kasat mata. Oleh karena itu, jika melihat kulit kucing merah atau adanya gatal pada kucing, segeralah membawanya ke dokter hewan. Kutu Kutu adalah parasit yang sering menginfeksi kucing dan bisa menyebabkan gatal-gatal yang menyiksa. Kucing yang terinfeksi kutu cenderung menggaruk dan menjilati kulitnya secara berlebihan. Untuk mengatasi penyakit kulit kucing ini, Anda dapat menggunakan sampo atau obat anti-kutu yang disarankan oleh dokter hewan. Selain itu, pastikan untuk membersihkan lingkungan tempat kucing tinggal, termasuk tempat tidur dan furnitur, untuk menghindari infestasi berulang. Infeksi jamur Infeksi jamur pada kulit kucing bisa menyebabkan area kulit yang gatal, kering, dan mengelupas. Jamur juga bisa menular pada manusia, sehingga penting untuk segera mengobati infeksi jamur pada kucing. Dokter hewan akan meresepkan obat-obatan antijamur yang tepat dan memberikan petunjuk perawatan untuk membantu kucing Anda pulih. Alergi kulit Kucing juga bisa menderita alergi kulit, yang bisa disebabkan oleh makanan, serbuk sari, kutu, produk pembersih, atau bahan kimia lainnya. Gejala penyakit kulit kucing yang satu ini meliputi gatal-gatal, lecet, dan rambut rontok. Jika Anda mencurigai kucing Anda memiliki alergi kulit, segera hubungi dokter hewan untuk melakukan tes alergi dan membantu menemukan penyebabnya. Setelah penyebab alergi teridentifikasi, dokter hewan akan memberikan rekomendasi perawatan yang sesuai. Stres Tahukah Anda bahwa stres juga bisa menjadi penyebab penyakit kulit kucing? Stres pada kucing bisa menyebabkan penipisan rambut di bagian punggung dan perut karena over grooming. Jika kucing Anda mengalami stres, coba tinjau kembali perubahan gaya hidup atau situasi di rumah dan cobalah untuk memberikan perhatian lebih untuknya. Penyakit kulit kucing akibat perkelahian Luka dan borok kulit adalah masalah umum pada kucing, terutama bagi kucing yang sering berada di luar rumah atau berinteraksi dengan kucing lainnya. Penyebab umum dari luka dan borok kulit termasuk gigitan, goresan, atau lecet. Jika kucing Anda memiliki luka atau borok yang terinfeksi, penting untuk segera mengunjungi dokter hewan agar mendapatkan perawatan yang tepat. Perawatan meliputi membersihkan luka, memberikan antibiotik, dan mungkin juga perban untuk melindungi area yang terluka. Jika Anda melihat adanya kulit kucing merah akibat luka dan adanya pembengkakan dan nanah, hal ini bisa menjadi tanda adanya infeksi. Oleh karena itu, segeralah membawanya ke dokter. Itulah beberapa penyakit kulit kucing yang seringkali ditemukan. Penyakit kulit pada kucing menyebabkan gatal yang tidak tertahankan dan membuat kulit kucing mengelupas. Untuk mendapatkan penanganan yang tepat, segeralah berkunjung ke dokter hewan.
Kesehatan
Ciri Ciri Infeksi Saluran Kencing pada Anjing
Ciri Ciri Infeksi Saluran Kencing pada Anjing
2 mins read
Infeksi saluran kencing pada anjing adalah penyakit yang seringkali ditemukan. Penyakit yang berhubungan dengan gangguan pada buang air ini merupakan penyakit yang cukup serius yang membutuhkan pengawasan dokter. Untuk Anda yang memiliki anjing, yuk simak penjelasan mengenai penyakit saluran kencing pada anjing dan ciri ciri infeksi saluran kencing pada anjing. Penyakit saluran kencing pada anjing Penyakit saluran kencing pada anjing adalah penyakit bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain infeksi bakteri karena adanya sumbatan karena batu kencing, kelainan anatomi saluran kencing dan bisa juga karena tumor. Penyakit saluran kencing pada anjing ini membutuhkan penanganan dokter. Setelah diperiksa, dokter akan melakukan beberapa perawatan, mulai dari kateterisasi atau bahkan operasi. Penyakit urinaria pada anjing memiliki penyebab yang berbeda-beda, namun umumnya menunjukan gejala yang kurang lebih sama. Ciri ciri infeksi saluran kencing pada anjing Penyakit saluran kencing pada anjing bisa menyebabkan ketidaknyamanan, rasa sakit dan juga kondisi mengkhawatirkan lainnya. Berikut ciri ciri infeksi saluran kencing pada anjing yang bisa diwaspadai: • Adanya perubahan saat buang air kecil • Penyakit saluran kencing pada anjing akan menyebabkan perubahan saat buang air kecil yang akan membuat anjing kesulitan buang air kecil, makanya ia seringkali terlihat berusaha keras saat buang air kecil. Selain itu, anjing juga mungkin akan terlihat sering mencoba buang air kecil tapi tidak keluar apapun. • Terlihat adanya urin yang keluar tidak teratur • Terlihat kesakitan • Nafsu minum turun dikarenakan kantong kemih yang penuh urine • Anjing kencing darah Apa yang harus dilakukan saat mendeteksi adanya ciri ciri infeksi saluran kencing pada anjing Jika Anda melihat adanya ciri ciri infeksi saluran kencing pada anjing, hal yang bisa Anda lakukan adalah memperhatikan perilakunya. Untuk membantu dokter memberikan penanganan dan kemungkinan penyebab yang tepat, dokter membutuhkan beberapa informasi, berupa seberapa sering anjing kencing, apa yang dilakukan anjing saat buang air kecil, dan lain-lain. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, seperti mengecek urin, x-ray atau bahkan pengecekan darah. Kemudian, barulah dokter akan memberikan penanganan yang sesuai, baik itu memberikan obat antibiotik atau membutuhkan tindakan. Cara mencegah penyakit saluran kencing pada anjing Sebagai tindakan pencegahan, tentunya ada beberapa rekomendasi dokter yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit saluran kencing pada anjing. Berikut beberapa caranya: • Berikan air minum matang untuk anjing • Pastikan kebutuhan cairan anjing terpenuhi • Jika anjing susah minum air, bisa berikan air kaldu atau susu khusus anjing untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan hariannya • Pilih makanan anjing yang mendukung fungsi sistem kemih. Dapatkan pilihan makanan anjing penuh nutrisi di sini. Itu dia penjelasan mengenai penyakit saluran kencing pada anjing dan juga ciri ciri infeksi saluran kencing pada anjing. Jika Anda menemukan ketidaknyamanan atau perubahan pada anjing, segeralah membawanya ke dokter hewan untuk dilakukan pengecekan.
Kebutuhan Anak Anjing
Apakah Anjing Boleh Makan Keju Ketahui Jawabannya di Sini
Apakah Anjing Boleh Makan Keju? Ketahui Jawabannya di Sini!
2 mins read
Keju adalah makanan yang nikmat. Siapa sih yang tidak suka keju? Ada berbagai jenis keju yang bisa dimakan. Terkadang, karena rasanya nikmat, kita juga ingin berbagi dengan anjing kesayangan. Nah, pertanyaannya, apakah anjing boleh makan keju? Untuk lebih jelasnya, simak artikel berikut. Apakah anjing boleh makan keju? Pada dasarnya, anjing boleh makan keju, asal dalam takaran yang rendah. Anjing boleh makan keju dengan syarat dalam kondisi kesehatan yang baik. Beberapa anjing memiliki masalah laktosa intoleran, sedangkan keju dibuat dengan bahan dasar susu sapi yang mengandung laktosa. Memberikan keju pada anjing yang memiliki masalah laktosa intoleran bisa membuatnya diare. Jika Anda tidak yakin dengan kondisi ini, cobalah membawanya ke dokter untuk mendapatkan rekomendasi dari dokter berapa banyak jumlah keju yang bisa diberikan untuk anjing kesayangan Anda. Makanan yang tidak boleh dimakan anjing Nah, berhubungan dengan makanan anjing, tentunya Anda juga perlu mengetahui makanan yang tidak boleh dimakan anjing. Berikut beberapa makanan yang tidak boleh dimakan anjing: • Kacang macadamia • Kacang macadamia merupakan makanan yang tidak boleh dimakan anjing karena bisa menyebabkan muntah, demam, tidak bisa berjalan, lesu dan bahkan bisa mempengaruhi sistem saraf. • Cokelat • Bicara tentang makanan yang tidak boleh dimakan anjing, banyak sekali pertanyaan kenapa anjing tidak boleh makan coklat. Anjing tidak boleh makan coklat karena coklat mengandung zat beracun methylxanthines yang bisa menghentikan proses metabolisme dan menyebabkan muntah dan diare. Jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, cokelat bisa menyebabkan kejang dan bahkan kematian. • Bawang • Bawang merupakan bahan masakan yang nikmat untuk berbagai hidangan. Tapi, tidak untuk anjing, karena bawang merupakan makanan yang tidak boleh dimakan anjing karena bawang bisa menyebabkan anemia dan peningkatan detak jantung untuk anjing. • Kayu manis • Makanan yang satu ini sebenarnya tidak beracun untuk anjing, namun kayu manis bisa menyebabkan ketidaknyamanan pada mulut anjing, seperti membuatnya iritasi. Selain itu, kayu manis juga bisa menurunkan gula darah. • Anggur dan kismis • Anggur dan kismis menjadi makanan yang tidak boleh dimakan anjing karena bisa menyebabkan kerusakan hati dan gagal ginjal. • Pemanis buatan • Pemanis buatan bukanlah makanan yang baik untuk anjing, karena makanan dengan pemanis buatan ini bisa menurunkan kadar gula anjing dan menyebabkan gagal ginjal. • Alpukat • Idealnya, semua buah mengandung nutrisi yang baik, tapi tidak alpukat dan tidak untuk anjing. Anjing yang tidak sengaja makan alpukat bisa menyebabkan diare, muntah dan kondisi lainnya. • Alkohol • Baik dalam jumlah kecil, alkohol merupakan minuman yang patut dihindari oleh anjing. Sedikit saja, anjing bisa keracunan jika mengkonsumsi alkohol ini dan bahkan bisa merusak saraf pusatnya. Nah itu dia jawaban atas pertanyaan apakah anjing boleh makan keju dan berbagai makanan yang tidak boleh dimakan anjing. Ada baiknya untuk selalu mengecek kondisi kesehatan anjing untuk mendapatkan rekomendasi makanan yang tepat sesuai nutrisi yang dibutuhkan olehnya. Cek di sini untuk melihat pilihan makanan sehat untuk anjing.
Kesehatan

Pagination

  • First page
  • Previous page
  • …
  • Halaman 39
  • Halaman 40
  • Halaman 41
  • Halaman 42
  • Halaman 43
  • Halaman 44
  • Halaman 45
  • Halaman 46
  • Halaman 47
  • …
  • Next page
  • Last page
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card

Footer

  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami

Footer

  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami

Footer

  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami

Footer

  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.