Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content
Berapa Lama Kucing Tidur Fakta Menarik Tentang Pola Tidur Kucing
Berapa Lama Kucing Tidur? Fakta Menarik Tentang Pola Tidur Kucing
2 mins read
Kucing adalah hewan yang menyenangkan dan menggemaskan. Bagi pemilik kucing, bermain dengan kucing kesayangan setelah sepulang aktivitas bisa menjadi pelepas stres. Namun, apa yang terjadi jika kucing kesayangan Anda lebih banyak menghabiskan waktu untuk tidur? Kenapa kucing tidur terus? Kucing tidur berapa jam dalam sehari? Untuk mengetahuinya, simak artikel berikut. Kucing tidur 15-20 jam sehari Untuk Anda yang sering melihat kucing tidur terus, rasanya wajar untuk mencari tahu berapa lama kucing tidur dalam sehari. Umumnya, jam tidur kucing bisa mencapai 15 jam sehari. Bahkan, untuk kucing yang sering mengantuk bisa tidur 20 jam sehari. Jika dibandingkan dengan adanya 24 jam sehari, rasanya jam tidur kucing ini terbilang cukup panjang dan ia lebih sering terlihat tidur daripada beraktivitas. Bayi kucing tidur lebih lama 15-20 jam sehari merupakan jam tidur kucing dewasa. Untuk bayi kucing, mereka bahkan bisa menghabiskan 21 jam atau bahkan 90% dalam sehari untuk tidur. Hal ini terjadi karena anak kucing membutuhkan lebih banyak tidur daripada kucing dewasa. Jam tidur kucing senior Seiring bertambahnya usia, kucing senior membutuhkan jam tidur yang lebih lama dibandingkan kucing dewasa. Oleh karena itu, tak jarang kucing senior bisa tidur lebih dari 18 jam, mirip seperti bayi kucing. Kucing tidur terus saat cuaca mendukung Sama seperti manusia, saat mendung dan hujan, kucing cenderung lebih memilih untuk tidur di kasurnya. Berbeda dengan musim panas atau cuaca cerah, kucing cenderung lebih bersemangat untuk keluar ruangan atau bermain di luar rumah. Tapi, saat cuaca dingin dan hujan, ia lebih memilih untuk tidur. Kucing tidur saat siang hari Berbeda dengan manusia yang tidur saat malam hari, kucing, sebagai sifat alaminya sebagai predator, justru akan menjadi lebih terjaga saat gelap malam, yaitu saat sebelum fajar dan setelah matahari terbenam. Hal ini terjadi karena sifat alaminya untuk berburu saat hidup di alam liar. Makanya, tak heran kenapa kita melihat kucing tidur terus di siang hari, hal ini karena ia terjaga di malam hari. Apakah wajar kucing tidur terus? Idealnya, seperti yang sudah dijelaskan di atas, jam tidur kucing memang cukup panjang, namun apakah wajar kucing tidur terus? Jawabannya bisa jadi tidak. Jika jam tidur kucing berlebihan dari waktu idealnya, hal ini bisa menjadi indikasi adanya gangguan tertentu. Kucing tidur terus bisa menjadi akibat dari stres, baik karena perubahan gaya hidup atau perubahan kondisi di rumah. Selain itu, perhatikan juga ciri-ciri atau gejala saat kucing tidur terus. Jika kucing tidur terus dengan adanya perubahan berat badan, disorientasi atau adanya perubahan kebiasaan buang air, hal ini bisa menjadi gejala adanya permasalahan dalam tubuhnya. Berikut ciri-ciri kucing tidur terus yang memiliki permasalahan kesehatan: • Kucing tidur terus dengan hilangnya nafsu makan, rasa haus yang meningkat dan sering mengeong di malam hari bisa menjadi indikasi penyakit masalah ginjal. • Kucing yang tidur terus dan mengalami rambut rontok dan kehilangan nafsu makan bisa menjadi indikasi penyakit hipotiroidisme. Sebaliknya, jika kucing kurang tidur, hal ini juga bisa mengindikasikan adanya permasalahan dalam tubuhnya, baik hipertiroidisme dan virus imunodefisiensi, yaitu saat ia kesulitan untuk tidur nyenyak. Nah, itu dia jawaban seputar kucing tidur berapa jam. Jika Anda melihat adanya perubahan dalam tubuh atau gaya hidupnya, segeralah membawanya ke dokter untuk dilakukan pengecekan.
Perilaku & Pelatihan
Kenapa Kucing Mengeong Terus?
Kenapa Kucing Mengeong Terus?
3 mins read
Setiap hewan memiliki bahasanya sendiri. Kucing, ia hanya akan mengungkapkan kebutuhan dan perasaannya lewat mengeong. Sebagai pemilik kucing baru, tentu hal ini akan membingungkan karena semua mengeongnya terdengar sama. Padahal, ada banyak alasan kenapa kucing mengeong terus, hal ini bisa dilihat dari ciri-cirinya. Nah, dalam artikel kali ini kita akan membahas seputar kucing mengeong. Untuk lebih jelasnya, simak artikel ini lebih lanjut. Kucing mengeong untuk mencari perhatian Seperti yang kita ketahui bahwa kucing adalah hewan yang manja. Salah satu alasan mengapa kucing mengeong terus bisa jadi karena ia sedang mencari perhatian. Perhatian yang diharapkan ini bisa berupa belaian, mengajak main atau sekedar berbicara dengan mereka. Cara mengatasi kucing mengeong terus karena mencari perhatian ini bisa dengan menghampirinya sebentar untuk membuatnya nyaman, kemudian kembalilah ke aktivitas Anda. Kucing mengeong karena lapar Apakah Anda memberikan ia makan dengan jam yang sesuai setiap waktu? Apakah ia mengeong di jam waktunya makan namun tidak ada makanan? Jika iya, penyebab kucing mengeong terus bisa jadi karena lapar dan mengingatkan Anda untuk memberinya makan. Kucing merupakan hewan yang penuh dengan rutinitas. Jadi, jika ada perbedaan dalam rutinitasnya, tentu ia akan mengeong terus. Kucing mengeong karena kesepian Seperti yang dijelaskan di atas, kucing adalah hewan yang manja, oleh karena itu ia sering merasa tidak nyaman jika sendirian karena merasa kesepian. Coba perhatikan, apakah kucing mengeong terus saat ditinggal di rumah sendirian? Jika Anda memiliki CCTV di rumah dan menyadari bahwa ia sering mengeong saat ditinggal di rumah, bisa jadi karena ia kesepian. Solusinya, berikan mainan dan sediakan makanan yang cukup saat Anda pergi. Kucing mengeong karena ini masuk / keluar Jika kucing mengeong saat berada di depan pintu rumah atau pintu kandang, hal ini bisa jadi karena ia bosan dan ingin berada di balik pintu tersebut, baik ia ingin masuk ke kandang, atau ingin keluar rumah. Kucing mengeong saat Anda pulang ke rumah Kenapa kucing mengeong terus saat Anda baru tiba di rumah? Ini adalah kebiasaan kucing yang dilakukan saat menyambut Anda pulang ke rumah, sebagai tanda salam dan hal ini menandakan bahwa kucing tersebut menyukai Anda. Kucing mengeong saat birahi Penyebab kucing mengeong terus selanjutnya bisa jadi karena ia sedang birahi. Penyebab kucing mengeong terus saat sedang birahi adalah untuk memberikan sinyal kepada jantan bahwa ia siap untuk kawin. Begitu juga dengan kucing jantan, saat birahi, mereka akan mengeong saat mencium aroma kucing betina untuk menarik perhatiannya. Kucing mengeong terus dan gelisah Jika kucing mengeong terus dan gelisah, bisa jadi itu karena ia sedang merasa tidak enak badan atau ada rasa sakit yang sedang kurasakan. Jika Anda sudah mencoba menenangkan, memberikan makan dan juga mengajaknya bermain namun ia masih saja mengeong dan gelisah, segeralah periksa ke dokter hewan. Di samping sakit, kucing mengeong terus dan gelisah juga bisa menjadi tanda bahwa ia sedang stress atau bingung. Hal ini bisa terjadi karena adanya perubahan gaya hidup atau perubahan situasi di rumah. Jika ini yang sedang dialami oleh kucing kesayangan Anda, berikan ia kenyamanan dengan mengajaknya bermain dan memberikan perhatian lebih. Kucing mengeong seiring bertambahnya usia Kucing senior akan mengalami disfungsi kognitif. Kondisi ini menyebabkan kucing senior menjadi lebih sering mengeong. Tak jarang, saat bertambahnya usia, kucing senior juga akan lebih sering bingung dan menangis sedih. Makanya, kucing senior membutuhkan perhatian lebih dan juga nutrisi yang lebih. Dapatkan pilihan makanan kucing senior di sini.
Perilaku & Pelatihan
Berikut Tanda Kucing Stress yang Perlu Diwaspadai
Berikut Tanda Kucing Stress yang Perlu Diwaspadai
2 mins read
Ada banyak penyebab kenapa kucing gelisah atau kucing stres, mulai dari perubahan gaya hidup, gangguan kesehatan, atau adanya perubahan baru di lingkungan rumah. Jika Anda mencurigai kucing kesayangan Anda sedang gelisah, berikut tanda kucing stress yang perlu diwaspadai. Buang air sembarangan Jika kucing kesayangan Anda selama ini selalu buang air di kotak pasirnya namun tiba-tiba ia terlihat sering buang air sembarangan, cobalah tinjau kembali perubahan lain yang terjadi pada dirinya. Buang air sembarangan merupakan tanda kucing stress dan tidak nyaman, salah satu penyebabnya karena adanya gangguan infeksi saluran kemih. Menggaruk tubuh secara berlebihan Saat stress, kucing akan lebih sering menggaruk tubuhnya secara berlebihan. Menggaruk tubuh yang berlebihan ini bisa menyebabkan rambut rontok dan juga kulit kering. Menggaruk tubuh secara berlebihan merupakan tanda kucing stress yang perlu diperhatikan, baik karena dia sedang takut, gelisah, atau memang adanya penyakit kulit tertentu yang membuatnya tidak nyaman. Jika Anda melihat adanya perubahan kondisi kulitnya, segeralah membawanya ke dokter. Menjilati tubuh secara berlebihan Menjilati tubuh adalah cara kucing untuk mandi. Namun, jika ia menjilati tubuh secara berlebihan ini merupakan tanda kucing stress yang seringkali ditemukan. Sama seperti menggaruk berlebihan, menjilati tubuh berlebihan juga bisa menyebabkan rambut rontok. Terlihat adanya gangguan pencernaan Ciri ciri kucing stres selanjutnya yang perlu diwaspadai adalah saat kucing mengalami gangguan pencernaan, baik diare ataupun muntah. Jika hal ini terjadi pada kucing kesayangan Anda tanpa penyebab tertentu, bisa jadi ini merupakan tanda kucing stress. Lebih sering mengeong Kucing berkomunikasi dengan cara mengeong. Terkadang, mengeong ini merupakan tanda ia sedang mencari perhatian. Tapi, saat dia mengeong berlebih, itu merupakan tanda kucing stress atau tanda ia sedang gelisah. Kenapa kucing gelisah? Ada banyak penyebab kucing gelisah, baik karena takut, perubahan gaya hidup, atau saat ia sedang tidak enak badan. Kehilangan nafsu makan Saat stress, kucing cenderung menjadi kehilangan nafsu makan. Jika ini terjadi pada kucing kesayangan Anda, cobalah untuk memberikan waktu lebih untuknya. Jika perlu, gantilah makanannya menjadi makanan basah yang bisa mengundang nafsu makannya, seperti FELIX Adult Makanan Basah Kucing Dewasa rasa Tuna. Kalau dibiarkan, kucing yang tidak mau makan ini bisa mengalami daya tahan tubuh yang rendah dan akhirnya mengalami penyakit. Sering menyendiri atau bersembunyi Mirip seperti manusia, saat stress, gelisah atau sedih, manusia lebih suka menyendiri atau bersembunyi. Hal ini juga terjadi pada kucing. Jika Anda melihat tanda kucing stress ini, cobalah untuk menghabiskan waktu dengannya untuk membuatnya tenang. Sebagai opsi, Anda bisa membawanya ke dokter hewan untuk mendapatkan rekomendasi cara mengatasi kucing stres. Kucing stress bisa jadi lebih agresif Saat kucing terlihat lebih sering mencakar, menggaruk, menggigit perabotan atau lebih sering mengeong dengan kencang, ini juga merupakan tanda kucing stress atau kucing sedang gelisah. Umumnya, kucing stress bisa hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu, ia hanya membutuhkan adaptasi bila adanya perubahan sampai membuatnya terbiasa. Untuk membantu mengatasi tanda kucing stress, berikut beberapa cara mengatasi kucing stres yang bisa Anda lakukan: • Menyediakan tempat tidur yang nyaman • Memastikan kotak pasirnya selalu bersih • Menyediakan tempat makan dan kotak pasir masing-masing jika memiliki lebih dari satu kucing • Memberikan perhatian lebih dengan bermain Kesimpulannya, tanda kucing stress bisa hilang dengan sendirinya, namun jika ciri ciri kucing stres diikuti dengan gejala gangguan penyakit atau penurunan kondisi kesehatan, segeralah membawanya ke dokter hewan.
Perilaku & Pelatihan
Simak 8 Cara Membasmi Kutu Kucing yang Ampuh Ini
Simak 8 Cara Membasmi Kutu Kucing yang Ampuh Ini
2 mins read
Kutu kucing adalah ektoparasit yang mudah berkembang dan berpindah. Kutu kucing ini berpindah dengan cara melompat. Penyebab kucing kutuan terjadi karena tertular oleh kucing lain, terutama untuk kucing yang sering bermain di luar rumah. Salah satu tanda kucing kutuan adalah adanya bintik hitam di rambut, tempat tidur, dan atau karpet di rumah. Jika Anda mencurigai adanya kutu kucing, yuk simak cara membasmi kutu kucing yang ampuh berikut ini. Isolasi kucing dan periksa kucing lainnya Jika Anda memiliki lebih dari satu kucing di rumah, segeralah mengecek kondisi kucing lainnya untuk mengetahui apakah adanya penyebaran kutu tersebut. Jika tidak ada, segeralah pisahkan dan isolasi kucing yang terkena kutu dari kucing lainnya. Gunakan sisir serit kucing Cara membasmi kutu kucing yang bisa dilakukan di rumah adalah dengan menyisir rambut kucing dengan menggunakan sisir serit kucing. Untuk menyisir rambutnya ini, Anda perlu menggunakan sisir khusus dengan gigi rapat yang bisa mengangkat kutu dan juga telur kutu. Saat menyisir rambut kucing, pastikan Anda melakukannya secara menyeluruh, mulai dari bagian kepala hingga ekor. Saat kutu dan telurnya terperangkap di sisir, bersihkan sisir tersebut dan rendam di dalam campuran air hangat dan deterjen untuk mematikan kutunya. Gunakan shampo anti kutu Selain rutin menyisir rambutnya dengan sisir serit, cara menghilangkan telur kutu kucing yang juga efektif adalah mengganti shamponya dengan shampo anti kutu. Biasanya, shampo anti kutu ini juga bisa membantu meredakan gatal-gatal pada kulit kucing akibat kutu tersebut. Cuci perlengkapan kucing < Saat sudah terindikasi adanya kutu kucing, segeralah untuk mencuci berbagai perlengkapan kucing, mulai dari bantal, tempat tidur sampai dengan selimut. Anda bisa mencucinya dengan air hangat dan deterjen untuk mencegah perkembangan telur kutu yang mungkin menyebar. Bersihkan seluruh perabotan rumah Kutu atau telur kutu kucing bisa saja menyebar dengan mudah. Cara membasmi kutu kucing yang menyebar di rumah adalah dengan membersihkan seluruh perabotan dan furnitur rumah, mulai dari memvakum sofa dan karpet, mengepel lantai dan juga menyeka atau mengelap furnitur di rumah dengan desinfektan. Berikan obat tetes anti kutu Saat membawa kucing ke petshop, biasanya klinik akan menawarkan obat tetes anti kutu yang ampuh menghilangkan kutu kucing. Obat tetes kutu ini mengandung fipronil, selamectin dan juga fluralaner yang akan membantu menghilangkan kutu kucing. Obat tetes kutu ini akan diaplikasikan pada bagian kulit belakang tengkuknya. Cara membasmi kutu kucing dengan obat tetes terbilang ampuh bisa melindungi kucing dari kutu selama 28 hari ke depan. Setelah obat tetes diberikan, hindari menyentuh atau mengelus bagian kulit belakang tengkuknya hingga obatnya mengering. Berikan obat anti kutu Cara membersihkan kutu kucing dari dalam juga bisa menggunakan obat khusus. Obat ini bisa ditemukan di klinik dokter hewan atau petshop. Obat anti kutu ini biasanya digunakan juga sebagai obat cacing kucing. Nah, itu dia cara membasmi kutu kucing yang bisa dilakukan untuk menghilangkan kutu kucing dengan cepat. Setelah ia pulih dari kutu, jangan lupa untuk terus memastikan kebersihan tubuhnya ya agar tidak terkena kutu lagi! Tidak lupa, pastikan untuk selalu memberikan makanan kucing bernutrisi tinggi agar dapat bantu mencegah munculnya kutu pada kucing kesayangan. Yuk, cek rekomendasi berbagai makanan kucing di sini.
Kesehatan
Seputar Kucing Susah Buang Air Kecil
Seputar Kucing Susah Buang Air Kecil
3 mins read
Sebagai pemilik kucing, sudah menjadi rutinitas wajib untuk membersihkan atau membuang kotoran dalam kotak pasirnya setiap hari, karena idealnya kucing buang air kecil satu sampai dua kali sehari. Lalu, bagaimana dengan kotak pasir yang masih bersih alias kucing tidak bisa pipis sama sekali? Untuk kondisi kucing susah buang air kecil, ketahui lebih jelasnya dalam artikel berikut. Kenapa kucing susah buang air kecil? Kucing susah buang air kecil atau kucing pipis sedikit sedikit mengindikasikan adanya sesuatu yang terjadi pada tubuhnya. Salah satu penyebab kenapa kucing pipis sedikit sedikit atau susah buang air kecil adalah stres. Kucing adalah salah satu hewan yang sensitif yang mudah stres karena adanya ketidaknyamanan atau perubahan dalam kebiasaan atau gaya hidupnya. Stres ini bisa terjadi karena hal yang langsung berhubungan dengannya, seperti kotak pasir yang baru, atau bisa juga perubahan yang terjadi di sekitarnya, misalnya adanya anggota keluarga baru di rumah, atau pindah ke rumah baru. Sebelum mengkhawatirkan adanya penyakit serius karena kucing susah buang air kecil, cobalah meninjau kembali perubahan yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan ini. Jika stres ini terjadi karena perubahan kotak pasir yang baru, cobalah gunakan kotak pasir lamanya untuk mengetahui apakan adanya perubahan. Jika ia merasa stres karena perubahan lain di rumah, cobalah untuk membuatnya nyaman dengan menghabiskan lebih banyak waktu atau mengajaknya bermain. Penyakit kucing susah buang air kecil Disamping adanya perubahan gaya hidup, penyebab kenapa kucing pipis sedikit sedikit atau kucing susah pipis adalah karena adanya penyakit cystitis. Penyakit ini menyebabkan radang kandung kemih yang membuatnya sulit buang air kecil. Cystitis ini disebabkan karena infeksi bakteri atau tingkat p H urin abnormal. Salah satu cara untuk mencegah kucing susah buang air kecil karena cystitis ini adalah dengan menyediakan air minum yang mudah diakses dan juga memberikan makanan yang penuh nutrisi, seperti PRO PLAN Cat Makanan Basah Kucing Dewasa Urinary Tract Health Chicken, PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Urinary Care Chicken, dan Purina ONE Healthy Urinary | Makanan Kering Kucing Dewasa Urinary Chicken. Ketiga pilihan makanan ini mengandung serat inulin yang bisa mendukung penyerapan nutrisi dan asam lemak omega 3 untuk melindungi saluran kemih dan peradangan. Selain cystitis, penyakit kucing susah buang air kecil lain juga adanya penyumbatan saluran kemih. Hal ini terjadi karena adanya endapan atau kristal dalam urin yang seringkali ditemukan pada kucing. Karena adanya kristal ini, kucing susah pipis dan membuat ginjalnya tidak bekerja dan menyebabkan kadar racun dalam tubuh meningkat dan lama kelamaan bisa menyebabkan kematian. Cara mengatasi kucing tidak bisa pipis Cara mengobati kucing tidak bisa pipis hanya bisa dilakukan oleh dokter. Sebelum memberikan penanganan, dokter akan melakukan pengecekan urin dan juga cek darah. Cara mengatasi kucing tidak bisa pipis bisa dengan pemasangan kateter atau bahkan dengan tindakan operasi, sesuai dengan kebutuhan dan juga kondisinya. Cara menghindari kucing susah buang air kecil Secara genetik, ada beberapa kucing yang mengalami permasalahan saluran kencing. Namun, berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi risiko kucing tidak bisa pipis: • Melakukan pemeriksaan kesehatan tahunan • Memberikan makanan penuh nutrisi. Jika ia pernah mengalami kondisi kucing tidak bisa pipis, gantilah makanannya menjadi makanan basah yang bisa menjaga hidrasi • Pastikan ia mengkonsumsi air yang cukup • Jaga kebersihan kotak pasir untuk menjaga kenyamanannya buang air • Jaga berat badan stabil Jika Anda melihat kucing sering masuk ke dalam kotak pasirnya dan berusaha membuang air kecil namun tidak mengeluarkan apa-apa, ini merupakan pertanda adanya gangguan dalam saluran kemihnya. Kondisi kucing susah buang air kecil ini tidak bisa dibiarkan karena bisa menyebabkan penyakit yang serius. Jika Anda melihat kucing susah buang air kecil, segeralah periksa ke dokter.
Kesehatan
Pertolongan Pertama Kucing Sesak Nafas
Pertolongan Pertama Kucing Sesak Nafas
2 mins read
Kucing yang bernapas dengan pendek, cepat dan dengan mulut terbuka merupakan bagian dari ciri ciri kucing sesak nafas. Untuk Anda pemilik kucing, yuk ketahui ciri ciri kucing sesak nafas dan juga pertolongan pertama kucing sesak nafas dalam artikel berikut. Penyebab kucing sesak nafas Sebelum membahas pertolongan pertama kucing sesak nafas, ada baiknya mengetahui kenapa kucing sesak nafas. Keadaan kucing susah bernafas dikenal dengan dispnea, yang bisa menimbulkan gejala ringan namun bertambah parah dalam hitungan waktu. Berikut beberapa penyebab kenapa kucing sesak nafas: • Adanya benda asing dalam saluran hidung, • Kelebihan cairan perut, • Cedera pada bagian dada, • Virus, • Benda asing yang menyangkut di batang tenggorokan. Penyebab kenapa kucing sesak nafas juga bisa jadi indikasi adanya penyakit serius, seperti penyakit jantung atau gagal jantung, tumor atau kanker, pneumonia, pendarahan paru-paru atau dada, dan juga asma. Hanya dokter yang bisa melakukan pengecekan penyebab pasti kenapa kucing sesak nafas. Ciri ciri kucing sesak nafas Untuk mengetahui apakah kucing kesayangan Anda mengalami sesak nafas, berikut ciri-ciri yang bisa terlihat. Pertama, adanya perubahan dalam bernafas. Perubahan dalam bernafas ini terlihat dengan nafas yang pendek dan cepat, atau bisa juga bernafas dengan mulut terbuka, menganga dan nafas kucing terengah engah. Hal ini ia lakukan untuk mendapatkan lebih banyak oksigen dalam tubuhnya. Perubahan bernafas ini juga terdengar dari bunyinya yang terdengar berat atau bisa juga seperti mendengkur. Kedua, adanya perubahan gerakan dalam dada dan perutnya. Saat bernafas dengan pendek atau terengah-tengah, dada dan perut kucing akan terlihat bergerak dengan cepat karena ia sedang berusaha untuk mendapatkan lebih banyak oksigen dalam waktu cepat. Ketiga, terlihat kebingungan, tidak nyaman dan juga lemas. Tentu saja, saat kucing susah bernafas, ia merasa tidak nyaman dan kebingungan serta tidak berdaya. Jika Anda melihat adanya tanda-tanda kucing sesak nafas dan tidak mau makan, segeralah membawanya ke dokter sebelum kondisinya semakin menurun. Pertolongan pertama kucing sesak nafas Hal terbaik yang bisa dilakukan saat kucing susah bernafas adalah membawanya ke dokter hewan. Namun, jika dalam beberapa kondisi Anda tidak bisa segera membawa kucing ke dokter, ada beberapa pertolongan pertama kucing sesak nafas yang bisa dilakukan: • Membantu kucing untuk tetap tenang dan tidak panik. Anda bisa mengelus-elus kucing dan berbicara dengan suara yang lembut untuknya. Saat susah bernafas dan panik, kucing akan lebih banyak kehilangan tenaga. • Berikan sirkulasi udara lebih, seperti membuka jendela rumah. • Periksa bagian hidung kucing untuk mengecek apakah ada benda asing yang tersangkut atau terjebak di bagian mulut dan hidungnya. Jika ada, cobalah untuk mengeluarkannya secara perlahan. • Jika tiba-tiba ia berhenti bernapas, segeralah lakukan CPR. Kucing susah bernafas adalah hal yang perlu diwaspadai. Berbagai pertolongan pertama kucing sesak nafas di atas tentunya tidak bisa menggantikan tindakan medis. Jika kucing susah bernafas, segeralah membawanya ke dokter hewan. Dalam beberapa situasi, setelah kucing sesak nafas dan tidak mau makan, ia akan kehilangan berat badannya. Oleh karena itu, untuk membantu pemulihannya, berikan juga ia makanan yang penuh dengan nutrisi untuk menunjang kesehatan dan pengembalian berat badannya. Cek rekomendasi makanan kucing di sini.
Kesehatan
Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit Mata pada Kucing
Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit Mata pada Kucing
2 mins read
Sama halnya seperti manusia, sakit mata pada kucing adalah hal yang umum terjadi. Sakit mata pada kucing dapat disebabkan oleh berbagai hal, baik karena luka cakaran atau bisa juga karena infeksi. Selain menyebabkan ketidaknyamanan, sakit mata pada kucing juga bisa menimbulkan dampak jangka panjang yang serius. Oleh karena itu, kenali penyebab dan cara mengatasi sakit mata pada kucing di artikel ini. Ciri-ciri sakit mata pada kucing Jika Anda melihat adanya tanda-tanda ketidaknyamanan pada mata kucing, bisa jadi kucing kesayangan Anda sedang mengalami infeksi mata kucing atau mengalami sakit mata pada kucing. Biasanya, ciri-ciri sakit mata pada kucing ini dapat ditunjukkan dengan seringnya berkedip, mata keruh, mata merah dan juga sering menggaruk mata. Jika Anda melihat adanya tanda-tanda mata kucing sakit, segeralah membawanya ke dokter hewan, karena ada banyak jenis penyakit mata pada kucing, mulai dari penyakit sederhana yang bisa sembuh dengan sendirinya sampai dengan penyakit mata yang serius. Berbagai penyakit mata pada kucing Ada beberapa jenis penyakit mata pada kucing, seperti: • Konjungtivitis. Kondisi di mana terjadi peradangan atau mata merah pada bagian dalam kelopak mata. Saat mata kucing konjungtivitis, biasanya matanya akan bengkak dan belekan. Sakit mata pada kucing satu ini terjadi karena iritasi atau alergi yang bisa disembuhkan dengan obat dari dokter. • Infeksi mata karena jamur atau virus dari hidung dan mulut yang menyebabkan mata kucing berair, merah dan bengkak. • Blefaritis, yaitu pembengkakan pada kelopak mata yang terjadi karena adanya gesekan bulu mata dengan bola mata, atau bisa juga karena alergi dan infeksi. Keempat, katarak, yaitu sakit mata pada kucing yang sudah tua yang menyebabkan gangguan penglihatan dan bahkan kebutaan. Selain penyakit mata pada kucing di atas, ada jenis sakit mata pada kucing lainnya seperti glaukoma, penyakit retina dan juga keratitis. Infeksi mata kucing Infeksi mata kucing adalah kondisi saat mata kucing menjadi merah. Infeksi mata kucing ini dapat disebabkan karena trauma, baik karena tercakar, tergigit atau terkena debu. Selain itu, infeksi mata kucing juga bisa disebabkan oleh iritan yang kemudian terinfeksi oleh bakteri maupun virus. Untuk penanganan tepat sesuai dengan agen infeksinya, sebaiknya berkonsultasilah ke dokter hewan. Cara mengobati sakit mata pada kucing Jika Anda melihat adanya ketidaknyamanan pada mata kucing, Anda bisa membantu membersihkannya dengan menggunakan kapas dan air bersih. Seka bagian luar mata secara perlahan. Sakit mata pada kucing bisa jadi terjadi karena adanya kotoran. Apakah sakit mata pada kucing bisa menular? Sakit mata yang terjadi karena terkena debu tidaklah menular. Namun, sakit mata seperti konjungtivitis yang terjadi karena infeksi virus dan bakteri bisa menular ke kucing lainnya. Infeksi mata kucing konjungtivitis ini biasanya akan menunjukan ciri-ciri mata berair dan juga keluar lendir hijau atau kuning dari mata. Tak jarang, lendir ini akan bercampur dengan kotoran mata yang menyebabkan mata kucing bisa tertutup rapat dan mengganggu penglihatannya. Tapi, tak perlu khawatir, walaupun konjungtivitis ini menular, tapi tidak akan menular pada manusia kok. Untuk mengetahui adanya sakit mata pada kucing, penting untuk rutin mengecek kondisi mata kucing kesayangan Anda. Jika ada tanda-tanda ketidaknyamanan, bantulah untuk membersihkan mata sang kucing. Jika tidak kunjung membaik, segeralah berkunjung ke dokter hewan. Selain itu, pastikan untuk selalu memberikan makanan kucing bernutrisi tinggi agar dapat bantu mencegah sakit mata pada anabul kesayangan. Yuk, cek rekomendasi berbagai makanan kucing di sini.
Kesehatan
Penyakit Scabies pada Kucing
Penyakit Scabies pada Kucing
2 mins read
Penyakit scabies pada kucing bisa saja terjadi pada kucing liar dan kucing rumahan. Scabies pada kucing ini menular dengan adanya interaksi dengan kucing yang terinfeksi tungau scabies. Jika Anda melihat kucing kesayangan Anda menunjukan tanda-tanda sering menggaruk, kulit iritasi dan adanya penebalan kulit yang biasa muncul di ujung telinga, bisa jadi kucing kesayangan Anda terinfeksi scabies. Untuk lebih lanjutnya, simak artikel berikut. Apa itu scabies kucing? Penyakit scabies pada kucing adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei, yaitu salah satu ektoparasit yang bisa menyerang kucing. Penularan ini terjadi karena adanya interaksi dengan kucing lain yang mengidap scabies, contohnya kucing rumahan yang berinteraksi dengan kucing liar. Ciri-ciri penyakit scabies pada kucing Scabies pada kucing merupakan salah satu faktor yang dapat menurunkan produktivitas kucing, hal ini terjadi karena parasit ini memakan jaringan tubuh sang kucing dan mengambil nutrisi dalam tubuhnya. Tak heran, penyakit kucing scabies ini membuat sang kucing terlihat lemas dan tidak bergairah. Berikut beberapa ciri-ciri penyakit scabies pada kucing: • Sering menggaruk, menjilat atau menggigit tubuhnya, • Terdapat kotoran yang menumpuk di bagian telinga, • Adanya bercak pada kulit, luka atau koreng • Rambut rontok, • Kulit kemerahan, iritasi, atau berkerak, • Adanya luka atau koreng Biasanya, gejala scabies pada kucing ini pertama-tama akan terlihat pada bagian telinga atau area wajahnya. Jika Anda melihat ada tanda-tanda berbeda, segeralah berkonsultasi ke dokter hewan. Cara mengobati kucing scabies Scabies pada kucing bisa diobati. Namun, cara mengobati kucing scabies membutuhkan resep dokter sesuai dengan kondisinya. Jika kucing Anda menunjukan tanda-tanda penyakit scabies pada kucing, segeralah membawanya ke dokter hewan agar segera dilakukan pemeriksaan dengan mikroskop untuk mencari keberadaan tungau tersebut. Setelah melakukan pemeriksaan, biasanya dokter akan memberikan obat antiparasit. Obat ini bisa diminum, dioles, atau disuntik tergantung dari tingkat keparahan penyakitnya. Jenis obat yang diberikan akan dipengaruhi dengan jenis tungau dan juga area tubuh yang terinfeksi. Selain itu, dokter juga akan memberikan obat anti gatal dan juga merekomendasikan shampo anti tungau. Dalam masa penyembuhannya, pastikan Anda membersihkan seluruh mainan sang kucing. Jika kucing Anda memiliki kandang, desinfektan juga kandangnya untuk menghentikan penyebaran scabies ini. Jika Anda memiliki lebih dari satu kucing di rumah dan salah satunya terinfeksi scabies, segeralah memeriksakan kucing lainnya. Setelah itu, pisahkan kucing yang terinfeksi scabies dengan kucing lainnya untuk menghindari penularan. Pengaruh scabies pada kucing terhadap manusia Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa penyakit scabies pada kucing ini menular, tidak hanya kepada kucing lain, namun juga kepada manusia, jika sumber tungau Sarcoptes scabiei ini menyebar. Jika kucing kesayangan Anda terkena scabies, pastikan Anda membersihkan seluruh bagian rumah, mulai dari memvakum karpet, sofa dan kasur. Selain itu, bersihkan juga tempat tidur dan mainan kucing kesayangan Anda, karena bisa jadi tungau scabies ini bersarang di tempat tersebut. Terakhir, penting juga untuk rutin mencuci tangan. Umumnya, penyakit scabies pada kucing akan sembuh dalam waktu satu bulan. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan selama masa penyembuhan tersebut. Pastikan Anda memantau kondisi pada daerah yang terinfeksi scabies untuk memperhatikan perkembangan luka atau rasa gatalnya. Untuk penyembuhan yang lebih efektif, berikan juga makanan yang penuh nutrisi. Cek rekomendasi berbagai makanan kucing di sini.
Kesehatan
Mata Kucing Berselaput: Penyebab dan Cara Menyembuhkannya
Mata Kucing Berselaput: Penyebab dan Cara Menyembuhkannya
2 mins read
Pernah lihat mata kucing berselaput? Jika diperhatikan, mata kucing yang berselaput ini terlihat janggal dan membuatnya tidak nyaman. Tentu saja, selaput ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang bisa mempengaruhi penglihatan kucing. Untuk itu, yuk simak penjelasan mengenai mata kucing berselaput dalam artikel berikut. Kenapa mata kucing berselaput? Ada banyak faktor penyebab mata kucing berselaput, mulai dari cedera sampai dengan penyakit serius, berikut beberapa penyebab mata kucing berselaput: Pertama, adanya ulserasi atau luka pada kornea mata. Kondisi ini bisa terjadi karena trauma atas benturan atau paparan bahan kimia. Jika mata kucing tertutup selaput putih karena ulserasi kornea, biasanya mata kucing akan terlihat merah dengan adanya luka pada bola mata. Selain itu, mata kucing dengan kondisi ini akan lebih rentan atau sensitif terhadap cahaya. Jika Anda melihat adanya tanda-tanda ini, segeralah lakukan pengecekan di dokter. Kedua, keratitis yaitu infeksi, cedera, atau virus. Kondisi satu ini merupakan kondisi yang cukup serius yang membutuhkan penanganan dokter dengan segera. Ketiga, katarak yang umumnya dialami oleh kucing senior. Kondisi mata kucing tertutup selaput putih ini membuat kucing sulit melihat, dan bahkan bisa juga menyebabkan kebutaan. Selanjutnya, glaukoma, yaitu penumpukan cairan yang menekan saraf optik. Tanda kucing yang mengalami glaukoma adalah kondisi mata membesar, kornea keruh, mata merah, pupil melebar dan juga terlihat tidak nyaman dengan matanya. Terakhir, penyebab mata kucing berselaput putih juga bisa jadi karena sedang mengalami demam atau sedang dehidrasi. Saat demam, selaput matanya akan cenderung lebih kering dan membuat keelastisitas membrannya berkurang. Cara mengobati selaput putih pada mata kucing Mengingat penyebab mata kucing berselaput beranekaragam, oleh karena itu cara menghilangkan selaput putih pada mata kucing juga tergantung dengan kondisinya. Umumnya, cara mengobati selaput putih pada mata kucing bisa dilakukan dengan memberikan antibiotik, tetes mata dan juga salep pereda nyeri yang bisa didapatkan dengan resep dokter. Namun, untuk kondisi yang lebih serius seperti katarak perlu dilakukan operasi untuk mengembalikan kenyamanan matanya. Kapan harus membawa kucing ke dokter? Pasalnya, setiap kali melihat adanya ketidaknyamanan pada kucing, penting untuk memberikan perhatian lebih untuk mengetahui penyebabnya. Dalam kondisi ketidaknyamanan pada mata kucing, penting untuk mengenal gejala yang perlu diwaspadai pada bagian mata kucing yang membutuhkan penanganan dokter: • Sering menggosok mata • Sering mengeluarkan air mata • Terlihat lebih sensitif terhadap cahaya • Terlihat tidak nyaman atau kesakitan • Adanya perubahan kedipan yang lebih cepat dari biasanya, bisa juga terlihat seperti menyipitkan mata • Salah satu mata terlihat lebih besar • Adanya cairan dari mata • Demam • Bersin-bersin • Terlihat kebingungan atau tidak nyaman Nah, itu dia penjelasan mengenai kondisi mata kucing yang bisa menjawab pertanyaan kenapa mata kucing berselaput. Pada dasarnya, kondisi mata kucing berselaput dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari tanda-tanda tidak enak badan sampai dengan penyakit yang serius. Untuk menentukan penyebab pasti dari mata kucing berselaput dan juga mengetahui cara mengobati selaput putih pada mata kucing, ada baiknya Anda berkunjung ke dokter untuk mendapatkan pengecekan yang lebih lanjut. Jika dalam masa pemulihan atau penyembuhan kucing kesayangan Anda kelihatan kehilangan nafsu makan, cobalah untuk memberikan makanan kucing basah yang bisa meningkatkan nafsu makannya. Cek berbagai pilihan makanan kucing basah di sini.
Kesehatan
Kulit Kucing Mengelupas? Simak Penjelasannya!
Kulit Kucing Mengelupas? Simak Penjelasannya!
3 mins read
Kucing adalah hewan yang rentan terhadap berbagai permasalahan kulit, mulai dari rambut rontok, sampai dengan kulit mengelupas seperti ketombe. Tentunya, permasalahan kulit kucing ini bisa mengganggu kenyamanan dan juga keindahan rambutnya. Jika Anda melihat kondisi kulit kucing mengelupas, simak penjelasan berikut ini! Penyebab kulit kucing mengelupas Kulit adalah keindahan kucing yang paling mempesona, oleh karena itu, saat kulit kucing mengelupas atau saat kucing korengan menjadi hal yang menyedihkan bagi pemiliknya. Jika Anda melihat kondisi kulit yang berbeda, berikut beberapa penyebab kenapa kulit kucing mengelupas: • Iritasi dan pengelupasan • Iritasi dan pengelupasan ini bisa jadi terjadi karena kurangnya perawatan grooming. Perawatan grooming tidak hanya berfungsi untuk menjaga kebersihan kulitnya, namun juga menjaga kesehatan kulitnya. Saat grooming, kulit mati dan kotoran yang menumpuk akan terangkat dan menjaga kulitnya tetap lembut dan sehat. Tanpa perawatan grooming yang cukup, tentu bisa menyebabkan permasalahan kulit, salah satunya kulit kucing mengelupas. • Alergi dan reaksi kulit • Kucing korengan bisa diawali dengan rasa gatal yang membuatnya tidak nyaman. Hal ini dapat disebabkan karena alergi suatu makanan, kutu, atau suatu bahan kimia yang membuat kulit gatal, meradang dan mengelupas. • Kurangnya nutrisi yang cukup • Makanan juga menjadi salah satu faktor utama untuk menjaga kesehatan kulit kucing. Kurangnya nutrisi dalam makanan dan juga kurangnya asupan air mineral juga bisa menjadi penyebab penyakit kulit pada kucing. Dapatkan rekomendasi makanan kucing yang penuh nutrisi di sini. • Penyakit kulit kucing • Disamping gaya hidup, penyebab kulit kucing mengelupas juga bisa terjadi karena adanya penyakit kulit pada kucing. Penyakit kulit kucing ini bisa mencakup dermatitis, jamur dan juga infeksi bakteri. Penyakit kulit pada kucing Kulit kucing mengelupas bisa menjadi tanda adanya penyakit kulit pada kucing. Berikut beberapa penyakit kulit pada kucing yang sering ditemukan: Pertama, demodekosis. Demodekosis ini disebabkan oleh tungau Demodex cati atau Demodex gatoi. Demodex cati ini dapat menyebabkan rambut rontok, peradangan kulit dan juga pengerasan kulit. Sedangkan, Demodex gatoi akan menyebabkan rasa gatal yang parah, peradangan pada kulit dan menimbulkan kerak di bagian batang tubuh dan tungkai. Tak jarang, Demodex gatoi ini menyebabkan kucing korengan di seluruh tubuh dan juga menimbulkan bisul. Kedua, jerawat. Jerawat ini disebabkan oleh bakteri yang terlihat dengan adanya komedo di bagian bibir dan dagu. Komedo ini menyebabkan rasa gatal berlebih yang membuat kucing sering menggaruk area tersebut. Solusinya, berikan kandungan omega tiga dan antibiotik topikal. Selanjutnya, Ctenochepalides felis. Kutu ini terlihat seperti bintik hitam atau benjolan kecil pada kulit kucing. Kutu ini mudah berpindah, oleh karena itu penting untuk mengetahui penyebarannya sedini mungkin. Terakhir, tungau telinga atau yang biasa dikenal dengan Otodectes cynotis. Permasalahan kulit kucing pada bagian telinga seringkali ditemukan. Dengan adanya rasa gatal, kucing cenderung sering menggaruk dan menjilat bagian telinga. Jika ia menggaruk berlebihan, hal ini akan menyebabkan kerusakan permanen. Oleh karena itu, penting untuk segera mengecek ke dokter. Cara merawat kulit kucing Untuk menjaga kulit kucing tetap sehat, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan: • Melakukan perawatan grooming untuk meningkatkan sirkulasi udara dan mencegah kulit kucing mengelupas • Pastikan memberikan makanan dengan nutrisi yang tepat untuk menjaga kesehatan kulit kucing • Perhatikan sejarah permasalahan kulit, seperti kulit kucing mengelupas dan berair atau kulit kucing korengan dan hindari penyebabnya • Jaga kebersihan lingkungan. Rutin membersihkan tempat tidur, kotak pasir dan juga kandangnya untuk menghindari kutu, tungau dan jamur • Jika perlu, berikan suplemen untuk perawatan kulit Jika Anda melihat adanya tanda-tanda ketidaknyamanan pada bagian kulit kucing, segeralah berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan cara mengobati kulit kucing yang mengelupas atau korengan.
Kesehatan

Pagination

  • First page
  • Previous page
  • …
  • Halaman 40
  • Halaman 41
  • Halaman 42
  • Halaman 43
  • Halaman 44
  • Halaman 45
  • Halaman 46
  • Halaman 47
  • Halaman 48
  • …
  • Next page
  • Last page
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card

Footer

  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami

Footer

  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami

Footer

  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami

Footer

  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.