Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content
Kenali Ciri-Ciri Anjing Cacingan dan Cara Mengobatinya
Kenali Ciri-Ciri Anjing Cacingan dan Cara Mengobatinya
2 mins read
Cacingan adalah salah satu penyakit yang sering dialami anjing. Penyakit ini memang terlihat sederhana, namun jika tidak diatasi dengan segera justru bisa menyebabkan kondisi anjing melemah dan menyebabkan penyakit lainnya. Oleh karena itu, penting untuk segera memberikan penanganan yang tepat dan mengenali berbagai jenis anjing cacingan agar segera mengatasinya. Ciri ciri anjing cacingan Biasanya, ciri ciri anjing cacingan berbeda-beda sesuai dengan daya tahan tubuhnya. Namun, ciri-ciri anjing yang pada umumnya sering ditemukan sebagai berikut: • Diare dan pup berdarah • Penurunan berat badan dan lesu • Muntah-muntah • Rambut rontok dan terlihat tidak sehat • Perut buncit • Dehidrasi • Kekurangan nutrisi serta anemia • Adanya penyumbatan usus Ciri-ciri anjing cacingan tersebut perlu untuk segera diatasi karena bisa menyebabkan anjing dehidrasi dan semakin melemah. Jenis cacing pada anjing Jenis cacing pada anjing ada empat, yaitu cacing gelang, cacing cambuk, cacing tambang dan juga cacing pita. Biasanya, jenis cacing pada anjing ini juga memberikan dampak yang berbeda-beda pula. Pertama, cacing gelang pada anjing biasanya dapat dilihat dengan gejala diare, perut buncit, rambut kusam dan penurunan berat badan. Cacing gelang pada anjing ini biasanya bisa dilihat dengan mata telanjang dan ada pada kotoran anjing. Kedua, cacing cambuk. Cacing cambuk ini memiliki ukuran yang lebih kecil daripada cacing gelang dan menunjukan tanda-tanda kotoran berdarah dan atau kotoran berlendir. Ketiga, cacing tambang yang gejalanya mirip dengan cacing cambuk, yaitu kotoran berdarah namun ditambah dengan anemia dan lemas. Terakhir, cacing pita pada anjing. Cacing pita pada anjing ini terlihat seperti butiran beras yang dapat ditemukan pada kotoran anjing. Biasanya, cacing pita pada anjing dapat ditemukan dengan gejala pantat yang gatal yang menyebabkan anjing sering menggesek-gesekkan pantatnya. Cara mengobati cacingan pada anjing Cara mengobati cacingan pada anjing yang terbaik adalah dengan membawanya ke dokter hewan. Dokter hewan akan melakukan beberapa tes untuk menganalisis kondisi anjing kesayangan Anda. Setelah itu, dokter akan memberikan obat cacing untuk anjing yang cocok dengan kondisi anjing Anda. Saat dokter sudah memberikan obat cacing untuk anjing yang pas, pastikan Anda memberikan obat tersebut dengan dosis yang tepat hingga cacing anjing sembuh. Cara menghindari anjing dan anak anjing cacingan Untuk menghindari anjing cacingan, ada beberapa pencegahan yang bisa dilakukan, yaitu: • Bersihkan kandang secara rutin dari kotoran • Rutin jaga kebersihan grooming anjing • Berikan obat cacing untuk anjing sedini mungkin • Pastikan anjing tidak terpapar dengan kutu. Jika ia terpapar dengan kutu, segeralah mengobatinya karena kutu bisa saja membawa telur cacing. Nah, itu dia ciri ciri anjing cacingan dan juga cara mengobati anjing cacingan yang bisa dilakukan. Jika Anda melihat adanya ciri ciri cacing gelang pada anjing ataupun jenis cacing lain, segeralah membawanya ke dokter.
Kesehatan
9 Penyebab Anjing Muntah Kuning dan Cara Perawatannya
9 Penyebab Anjing Muntah Kuning dan Cara Perawatannya
2 mins read
Anjing muntah kuning merupakan kondisi yang mengkhawatirkan. Ditambah lagi, anjing muntah kuning biasanya diikuti dengan tubuh yang lemas dan tidak nafsu makan. Lalu, kenapa anjing muntah kuning? Untuk lebih jelasnya, yuk simak artikel berikut! Infeksi virus Penyebab anjing muntah kuning yang sering terjadi karena adanya infeksi virus. Biasanya, saat anjing muntah kuning karena infeksi virus ini ia akan terlihat lemas, lesu, sering melamun dan juga kehilangan nafsu makan. Infeksi virus ini juga bisa menjadi tanda adanya berbagai penyakit, seperti panleukopenia, canine distemper dan feline infectious peritonitis. Infeksi bakteri Selain virus, anjing muntah kuning juga bisa disebabkan karena adanya infeksi bakteri. Cara meminimalisir bakteri ini tentunya dengan menjaga kebersihan anjing dan juga lingkungannya, termasuk dengan kandang dan tempat tidurnya. Parasit Coba ingat-ingat kembali, apakah anjing kesayangan Anda sudah mengkonsumsi obat cacing? Anjing yang tidak minum obat cacing ini rentan sekali terserang parasit dalam tubuhnya, terutama di bagian usus. Tanpa obat cacing, anjing akan memiliki daya tahan tubuh yang lemah yang menyebabkan ia sakit perut dan muntah kuning saat terkena parasit. Penyakit hati Penyebab anjing muntah kuning juga bisa disebabkan karena adanya penyakit hati. Penyakit hati ini biasanya ditunjukkan dengan ciri-ciri diare, berkurangnya nafsu makan, kotoran berwarna abu-abu dan kejang-kejang. Gangguan empedu Anjing dengan kondisi kesehatan tertentu biasanya memiliki daya tahan tubuh yang lemah dan seringkali menyebabkan ia muntah kuning. Anjing yang muntah kuning karena gangguan empedu ini biasanya juga menunjukan ciri-ciri mata dan kuku yang kuning. Pankreatitis Peradangan pada pankreas ini seringkali terjadi pada anjing dengan pola makan yang tidak sehat seperti makan makanan dengan kandungan lemak yang tinggi atau bisa juga dengan pola makan yang tidak teratur yang bisa membuat perutnya kosong dalam waktu yang terlalu lama. Saat anjing mengalami penyakit radang pankreas ini, akan sangat mungkin Anda menemukan anjing muntah cairan kuning yang bisa menyebabkannya dehidrasi dan penurunan kondisi tubuh. Asam lambung tinggi Penyebab anjing muntah cairan kuning selanjutnya juga bisa jadi karena asam lambung yang tinggi. Saat ia telat makan dan perutnya kosong, asam lambung akan naik dan mengalihkan cairan organ pencernaan ke usus. Untuk menghindari asam lambung tinggi, usahakan untuk menerapkan pola makan yang sehat, yaitu dengan memberikan makanan dengan kualitas tinggi dengan pola makan teratur. Dapatkan rekomendasi makanan untuk anjing di sini. Dehidrasi parah Dehidrasi parah ini bisa terjadi untuk anjing yang tidak suka minum air putih, atau anjing yang sedang muntah-muntah dan kehilangan asupan cairan. Dehidrasi ini awalnya akan menyebabkan anjing lemah dan lesu dan kemudian diikuti dengan muntah kuning yang sangat membahayakan kesehatannya. Untuk menghindarinya, usahakan untuk menyediakan air bersih di berbagai sudut ruangan yang mudah ia jangkau. Keracunan Saat bermain di luar rumah, bisa jadi anjing tanpa sengaja mengkonsumsi zat beracun, bisa jadi dari tanaman, obat-obatan atau benda lainnya. Anjing muntah kuning bisa menjadi akibat dari keracunan ini. Nah, itu dia penyebab anjing muntah kuning yang bisa saja terjadi. Cara mengatasi anjing muntah terbaik adalah dengan membawanya ke dokter hewan untuk bisa mendapatkan obat untuk anjing muntah agar kondisinya cepat pulih kembali.
Kesehatan
8 Cara agar Kucing Tidak Pup Sembarangan
8 Cara agar Kucing Tidak Pup Sembarangan
3 mins read
Kucing pup sembarangan adalah hal yang mengganggu. Selain menimbulkan aroma yang tidak diinginkan, hal ini juga menyebabkan rumah menjadi kotor. Oleh karena itu, toilet training pada kucing penting dilakukan sedini mungkin agar kucing terbiasa menggunakan kotak pasirnya. Yuk simak berbagai cara agar kucing tidak pup sembarangan! Semprotkan aroma yang tidak disukai kucing Cara agar kucing tidak pup sembarangan yang pertama dan paling mudah adalah dengan menaburi sudut ruangan dengan aroma yang tidak disukai kucing, terutama di daerah yang pernah ia tandai. Dengan adanya aroma tersebut, kucing enggan menghampiri dan menjadikan kucing tidak pup sembarangan. Beberapa aroma yang tidak disukai kucing adalah lavender, kayu manis dan peppermint. Campurkan pilihan aroma ini dengan air dan jadikan spray agar kucing tidak pup sembarangan. Sediakan kotak pasir di tempat yang mudah dijangkau Melakukan toilet training pada kucing memang bukan hal yang mudah, namun hal ini bisa dimulai dengan cara menyediakan kotak pasir di tempat yang mudah dijangkau. Untuk awal-awal, mungkin kucing akan merasa asing dengan kotak pasir tersebut. Nah, di sinilah tugas Anda untuk mengenalkannya dengan sering membawanya ke kotak pasir agar ia terbiasa. Selalu perhatikan kebersihan kotak pasir Jika kucing sudah mulai terbiasa dengan adanya kotak pasir, pastikan Anda juga selalu memperhatikan kebersihannya. Kotak pasir yang kotor seringkali membuat kucing enggan untuk menggunakannya dan bisa menjadi penyebab awal kucing pup sembarangan. Jadi, pastikan Anda memberikan kotak pasir kucing setiap hari ya! Taburi kulit jeruk di berbagai sudut Anda bisa mencegah kucing pup sembarangan dengan menaburi kulit jeruk ke berbagai sudut atau halaman rumah yang membuatnya enggan untuk mendekat. Kulit jeruk ini dipercaya menjadi salah satu cara agar kucing tidak pup sembarangan karena aromanya yang tidak mereka sukai. Gunakan pantulan cahaya untuk mengusir kucing pup sembarangan Selain aroma, kucing juga tidak suka dengan refleksi cahaya. Refleksi cahaya ini membuat kucing tidak nyaman dan tentunya bisa menjadi cara agar kucing tidak pup sembarangan. Refleksi cahaya ini bisa Anda dapatkan dengan meletakan beberapa botol air plastik di tempat-tempat tertentu agar kucing tidak pup sembarangan. Minimalisir permukaan tanah Kucing sangat suka dengan tanah. Tanah menjadi tempat yang paling nyaman untuk buang air besar karena mudah digaruk-garuk. Meminimalisir permukaan tanah yaitu dengan menutupinya dengan bebatuan atau rumput menjadi beberapa solusi agar kucing tidak pup sembarangan. Usir saat melihat tanda-tanda kucing pup sembarangan Selain berbagai cara di atas, penting juga untuk selalu memperhatikan gerak-gerik kucing sebisa mungkin. Jika Anda melihat tanda-tanda kucing akan buang air besar, segeralah untuk mengangkatnya dan membawanya ke kotak pasirnya. Hal ini akan membuat kucing terbiasa untuk menggunakan kotak pasirnya sendiri. Konsultasi dengan dokter jika kucing pup sembarangan terus menerus Dalam beberapa hal, kucing pup sembarangan juga menandakan bahwa ia sedang stress. Sebagai solusi, cobalah untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengannya untuk membuatnya lebih bahagia. Namun, jika tidak ada perubahan, segeralah berkonsultasi ke ahli perilaku hewan untuk mendapatkan saran terbaik. Jika kucing Anda memiliki masalah pencernaan, cobalah berikan makanan basah yang aman dan nyaman untuk perutnya yang sensitif, seperti PRO PLAN Cat Makanan Basah Kucing Dewasa Sensitive Chicken. PRO PLAN ini diperkaya dengan bahan baku kualitas tinggi untuk meningkatkan saluran pencernaan. Nah, itu dia beberapa cara agar kucing tidak pup sembarangan. Hal ini memang menjadi tantangan tersendiri bagi kucing yang baru bergabung di keluarga, oleh karena itu membutuhkan kesabaran dan juga waktu untuk adaptasi. Semoga berhasil!
Perilaku & Pelatihan
6 Cara Mengatasi Kucing Mencret dan Tidak Nafsu Makan
6 Cara Mengatasi Kucing Mencret dan Tidak Nafsu Makan
2 mins read
Diare adalah hal yang seringkali dialami oleh kucing. Baik karena gaya hidup, salah makan, atau bahkan infeksi bakteri, kucing mencret bisa membuatnya dehidrasi dan kekurangan berat badan. Jika hal tersebut terjadi pada kucing kesayangan Anda, berikut cara mengatasi kucing mencret yang bisa dilakukan. Tinjau kembali perubahan dalam kesehariannya Untuk mengobati kucing mencret tentunya Anda perlu mengetahui terlebih dahulu penyebab kucing mencret yaitu dengan meninjau kembali perubahan dalam kesehariannya. Misalnya, Anda baru mengganti merk makanannya, atau baru-baru ini kucing sering main di pekarangan rumah yang kemungkinan makan tanaman atau kotoran. Jika penyebab kucing mencret karena ia sering main di pekarangan rumah, cobalah untuk melarangnya keluar rumah dalam beberapa waktu sampai ia pulih. Perhatikan asupan makanan kucing Cara mengatasi kucing mencret yang bisa dilakukan adalah dengan memperhatikan asupan makanan kucing. Jika biasanya kucing makan tidak teratur, atau sering makan tanaman dan benda-benda asing, sekarang cobalah untuk memperhatikan makanannya. Saat kucing mencret, cobalah berikan makanan basah yang aman dan nyaman untuk perutnya yang sensitif, seperti PRO PLAN Cat Makanan Basah Kucing Dewasa Sensitive Chicken. PRO PLAN ini diperkaya dengan bahan baku kualitas tinggi untuk meningkatkan saluran pencernaan. Berikan makanan porsi kecil namun sering Salah satu penyebab diare pada kucing juga bisa disebabkan karena makan terlalu banyak. Jika ini menjadi penyebab kucing diare, Anda bisa coba mengubah pola makannya dengan memberikan makanan dalam porsi kecil namun sering. Memberikan makanan porsi kecil namun sering ini bisa membantu proses pencernaannya lebih baik. Tambahkan asupan air Saat kucing diare, ia membutuhkan asupan air yang lebih untuk mencegah adanya dehidrasi. Untuk membantu kucing minum air putih yang banyak, pastikan Anda menyediakan mangkuk air putih bersih di sudut ruangan yang mudah dijangkau. Berikan kucing probiotik Cara mengatasi kucing mencret selanjutnya yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan probiotik. Probiotik ini baik untuk mengembalikan bakteri di usus kucing. Bawa kucing ke dokter hewan untuk mendapatkan obat diare Jika berbagai cara mengatasi kucing mencret sudah dilakukan namun tidak ada perubahan, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan membawa kucing ke dokter hewan. Jika dibiarkan terlalu lama, kucing diare akan membuatnya dehidrasi, kehilangan nafsu makan dan bahkan penurunan berat badan. Oleh karena itu, Anda membutuhkan bantuan dokter untuk memberikan obat yang tepat untuknya. Namun, jika diare ini dialami oleh kucing hamil, kucing senior dan anak kucing, sebaiknya segeralah membawanya ke dokter hewan sedini mungkin, karena kucing-kucing tersebut memiliki risiko kematian yang lebih besar dibandingkan kucing lainnya. Penyebab kucing diare Untuk meminimalisir kucing mencret, penting untuk mengetahui penyebab kucing mencret. Penyebab pertama adalah pola makan yang tidak sehat, tidak teratur, atau makan kotoran. Kedua, penyebab kucing mencret berdarah juga bisa karena infeksi bakteri dan virus. Biasanya, saat adanya infeksi bakteri dan virus ini kucing juga mengalami muntah dan kekurangan nafsu makan. Ketiga, keracunan makanan, misalnya tidak sengaja makan obat serangga. Terakhir, penyebab kucing mencret juga bisa karena beberapa penyakit tertentu, seperti pankreatitis ataupun parasit cacing. Nah, itu dia cara mengatasi kucing mencret dan juga beberapa kemungkinan penyebab kucing mencret yang menjadikannya lemas dan tidak berdaya. Jika Anda melihat kondisinya yang lemah dan tidak nafsu makan, segeralah membawanya ke dokter hewan sebelum ia dehidrasi dan semakin memburuk.
Kesehatan
Pyometra Pada Kucing: Penyebab, Gejala, dan Cara Menanganinya
Pyometra Pada Kucing: Penyebab, Gejala, dan Cara Menanganinya
2 mins read
Pyometra pada kucing merupakan kondisi serius yang perlu menjadi pertimbangan jika Anda tidak melakukan steril pada kucing. Lalu, apa itu pyometra pada kucing dan apa saja penyebabnya? Simak artikel berikut untuk lebih lanjutnya. Apa itu pyometra pada kucing Pyometra pada kucing adalah kondisi infeksi rahim kucing yang serius pada kucing betina. Kondisi ini biasanya terjadi karena infeksi bakteri , biasanya beberapa minggu setelah kucing betina birahi. Pyometra pada kucing ini merupakan kondisi yang serius yang membutuhkan bantuan dari dokter hewan. Biasanya, penanganan pyometra pada kucing ini akan meliputi operasi bedah untuk mengeluarkan uterus yang terinfeksi. Penyebab pyometra pada kucing Ada beberapa penyebab pyometra pada kucing, yaitu: • Lapisan rahim kucing yang menebal pada kucing birahi dan peningkatan progesteron yang tidak normal yang membuat rahim tidak bisa mengeluarkan kelebihan darah dan jaringan yang melapisi rahim. • Kista dan bakteri karena penebalan lapisan pada rahim yang terjadi berkali-kali tanpa adanya kehamilan. Kista ini akan mengeluarkan cairan yang memungkinkan adanya pertumbuhan bakteri penyebab infeksi dan perkembangan nanah. • Kucing senior dengan lapisan rahim yang menebal • Kucing dengan lapisan rahim yang tidak normal Ciri ciri pyometra pada kucing Gejala pyometra pada kucing diawali dengan gejala ringan, namun akan memburuk seiring berjalannya waktu. Berikut beberapa ciri ciri pyometra kucing: • Kucing keluar cairan dari kelamin (biasanya darah) • Kucing menjilati alat kelaminnya secara berlebihan • Lesu dan anoreksia • Diare dan muntah • Terlihat lebih sering buang air kecil Jenis jenis pyometra pada kucing Ada dua jenis pyometra pada kucing, yaitu pyometra terbuka dan tertutup. Pyometra terbuka menandakan serviks yang terbuka, sedangkan pyometra tertutup menunjukan kondisi serviks yang tertutup. Pada pyometra kucing terbuka, biasanya akan terlihat kemaluan kucing berdarah dan bernanah. Cairan ini bisa saja tidak terlihat karena kucing akan lebih sering menjilati alat kelaminnya untuk membersihkannya. Namun, cairan ini mungkin bisa terlihat di tempat tidur atau furnitur di rumah. Sedangkan, pada pyometra kucing tertutup, leher rahim ini akan tertutup dan menyebabkan nanah terperangkap di dalam. Saat nanah tidak bisa keluar, hal ini menyebabkan rahim yang membengkak dan pecah yang menyebabkan berdarah. Saat ini terjadi, kucing akan terlihat dehidrasi, lesu dan tidak mau makan. Baik pyometra terbuka dan tertutup, keduanya sama-sama mempengaruhi fungsi ginjal yang menyebabkan kucing menjadi lebih sering buang air kecil. Pyometra pada kucing merupakan kondisi yang serius. Salah satu cara untuk menghindari pyometra pada kucing betina adalah dengan mensterilkannya agar ia tidak mengalami masa birahi. Jika Anda melihat adanya tanda-tanda pyometra pada kucing, seperti kemaluan kucing berdarah atau kucing keluar cairan dari kelamin, pastikan untuk segera membawanya ke dokter hewan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Kesehatan
Jenis-jenis Anjing Peliharaan Lucu dan Menggemaskan
Jenis-jenis Anjing Peliharaan Lucu dan Menggemaskan
2 mins read
Ada banyak jenis jenis anjing yang setia dan juga menjadi teman di rumah dengan penampilan yang lucu dan menggemaskan. Penasaran dengan berbagai jenis anjing lucu? Yuk simak artikel berikut! Pomeranian Jenis anjing peliharaan dengan ciri khas rambut yang panjang, tebal dan juga bagian tubuh depan yang menggemaskan ini menjadi salah satu pilihan anjing lucu untuk bergabung di keluarga. Selain menggemaskan, jenis anjing yang satu ini juga dipercaya cerdas, ramah dan juga mudah dilatih. Shih Tzu Pernah melihat anjing dengan rambut yang sering di-styling? Anjing jenis shih tzu ini bintangnya. Dengan rambut yang panjang dan lebat dengan wajah yang lucu, rambut anjing shih tzu ini seringkali dikuncir kuda, atau bahkan ditambahkan dengan jepitan. Maltese Tertarik untuk melakukan styling pada rambut anjing? Selain Shih Tzu, ada juga nih jenis anjing peliharaan lucu yang bisa kamu pertimbangkan, yaitu Maltese. Maltese ini terkenal sebagai anjing kecil yang energik dan juga protektif. Corgi Jenis anjing peliharaan yang cerdas ini terkenal dengan telinga yang besar dan wajah yang menggemaskan. Jenis anjing corgi ini merupakan anjing yang sangat mudah untuk dilatih dan mudah beradaptasi. Chihuahua Chihuahua ini dikenal sebagai anjing yang paling kecil di dunia dengan kepala dan telinga yang besar. Tak hanya itu, jenis anjing peliharaan yang satu ini juga terkenal ramah dengan anak-anak lho. Poodle Jenis anjing yang satu ini memiliki ciri khas rambut yang ikal dan lebat. Oleh karena itu, rambut anjing poodle ini juga seringkali di-styling dengan jepitan atau kuncir rambut. Bulldog Bulldog merupakan jenis anjing peliharaan yang sangat mudah dikenali. Ciri khas bulldog ini adalah kepala yang besar dan tubuh yang kecil dengan hidung yang pesek. Bulldog juga memiliki ekspresi wajah yang datar yang membuatnya terlihat sangat menggemaskan. Pug Secara penampilan, jenis anjing peliharaan yang satu ini mirip dengan bulldog, hanya saja pug memiliki ukuran tubuh yang lebih pendek dengan bobot yang lebih ringan. Selain itu, jenis anjing pug memiliki telinga yang mengarah ke bawah, sedangkan telinga anjing bulldog cenderung besar. Dari segi kepribadian, jenis anjing pug ini terlihat aktif dan senang bermain-main. Beagle Tak hanya lucu, jenis anjing yang satu ini juga dikenal memiliki penciuman yang tajam. Jika dilatih dengan rutin, jenis anjing beagle ini bisa jadi anjing pelacak atau anjing penjaga lho. Cavalier King Charles Spaniel Untuk Anda yang sering berada di rumah, jenis anjing Cavalier King Charles Spaniel ini bisa menjadi hewan peliharaan yang cocok, karena jenis anjing yang satu ini terbilang cukup manja dan selalu ingin berada di dekat orang-orang yang dikenalnya. Dachshund Jenis anjing peliharaan yang satu ini memiliki ukuran tubuh yang lucu, yaitu tubuh yang panjang dengan kaki yang pendek. Seringkali dikenal dengan nama “Sausage Dog”, Dachshund ini juga dikenal ramah dengan hewan lain, termasuk kucing. Nah, itu dia jenis jenis anjing peliharaan yang lucu yang bisa menjadi pertimbangan Anda. Dari berbagai pilihan di atas, kira-kira jenis anjing mana yang menjadi perhatian Anda?
Perbandingan Umur Anjing dan Manusia: Cara Menghitung yang Benar
Perbandingan Umur Anjing dan Manusia: Cara Menghitung yang Benar
2 mins read
Berapa lama umur anjing bisa hidup? Bagaimana cara menghitung umur anjing yang benar? Beberapa pertanyaan ini seringkali didengar. Untuk Anda yang penasaran, yuk simak pembahasannya di artikel berikut ini! Cara menghitung umur anjing dengan usia manusia Satu tahun anjing sama dengan 15 tahun usia manusia Cara menghitung umur anjing berbeda dengan menghitung umur manusia. Satu tahun pertama bagi anjing merupakan 15 tahun usia manusia. Hal ini tentunya berpengaruh pada perkembangan, kecerdasan dan juga kondisi kesehatan. Anjing yang berusia dua tahun sama dengan 24 tahun usia manusia Saat anjing memasuki usia kedua, usianya sama dengan 24 tahun usia manusia. Hal ini terjadi karena saat memasuki usia kedua, usia anjing ditambahkan sembilan tahun lagi. Bisa dibilang, tahun pertama anjing sama dengan 15 tahun usia manusia, lalu saat usia anjing dua tahun ditambahkan dengan sembilan tahun usia manusia. Setelah usia anjing tiga tahun, kalikan usia anjing dengan lima tahun usia manusia Jika tahun pertama usia anjing sama dengan 15 tahun usia manusia, tahun kedua sama dengan sembilan tahun usia manusia, tahun selanjutnya sama dengan 5 tahun usia manusia. Jadi, jika usia anjing lima tahun, berarti: Tahun pertama: 1 x 15 = 15 Tahun kedua: 1 x 9 = 9 Tahun ketiga, keempat dan kelima: 3 x 5 = 15 Jadi, saat usia anjing tiga tahun sama dengan 39 tahun usia manusia. Cara menghitung umur anjing lewat kondisi gigi Anjing yang memiliki gigi susu lengkap umumnya berusia 6-8 minggu Cara menghitung umur anjing yang masih kecil bisa dilihat dengan kondisi giginya. Jika anjing tersebut memiliki gigi susu yang lengkap, umumnya anjing tersebut berusia 6-8 minggu. Anjing dengan gigi permanen yang lengkap umumnya berusia 7-8 bulan Jika Anda melihat anjing dengan gigi permanen yang sudah lengkap dengan warna putih yang bersih, kemungkinan besar anjing tersebut berusia tujuh bulan atau lebih. Anjing dengan gigi kusam dan gigi belakang yang menguning berusia satu tahun Jika kondisi gigi anjing sudah mulai kusam dengan kondisi gigi bagian belakang yang sudah mulai menguning, umumnya ini menunjukkan usia anjing satu tahun atau lebih. Anjing yang sudah memiliki karang gigi umumnya berusia 3-5 tahun Selanjutnya, jika anjing sudah memiliki kondisi gigi dengan karang gigi yang cukup banyak, umumnya ini menunjukkan usia anjing yang memasuki 3-5 tahun. Pada usia ini, anjing membutuhkan perawatan intensif untuk kondisi giginya. Anjing yang sudah memiliki permasalahan gigi umumnya sudah berusia 5-10 tahun Semakin tua, kondisi gigi akan semakin melemah. Jika Anda menemukan anjing dengan berbagai permasalahan gigi, bisa jadi usia anjing tersebut sudah memasuki 5- 10 tahun, terutama untuk anjing tanpa pemeriksaan gigi yang rutin. Anjing yang sudah ompong biasanya berusia 10-15 tahun Sama seperti manusia, anjing yang sudah senior akan lebih mudah kehilangan gigi. Jika Anda melihat anjing yang sudah ompong, hal ini menunjukkan usianya yang lebih dari 10 tahun. Itu dia cara menghitung umur anjing yang bisa Anda lakukan. Selain kondisi gigi, usia anjing juga bisa diketahui dengan kondisi kesehatannya. Tentunya, untuk mengetahui kondisi kesehatannya tentu Anda membutuhkan bantuan dokter. Itu dia perbandingan umur anjing dan manusia. Untuk menjaga agar selalu sehat, jangan lupa untuk memberikan makanan dengan nutrisi terbaik dan juga melakukan vaksin rutin yang bisa menjaga daya tahan tubuhnya.
Apa Itu Grooming Kucing? Inilah Tujuan, Jenis, Serta Prosedur Melakukannya
Apa Itu Grooming Kucing? Inilah Tujuan, Jenis, Serta Prosedur Melakukannya
2 mins read
Grooming kucing adalah perawatan penting yang didapatkan oleh kucing. Lalu, apa itu grooming kucing dan apa sih manfaat grooming kucing? Untuk lebih lanjutnya, yuk simak artikel berikut. Apa itu grooming kucing? Grooming kucing adalah perawatan atau kegiatan yang dilakukan untuk merawat tubuh kucing. Perawatan tubuh ini termasuk dengan perawatan kulit, rambut, kuku dan bahkan telinganya. Selain kebersihan, tujuan grooming adalah untuk mencegah kutu dan parasit, mencegah permasalahan hairball, mencegah rambut tersangkut dan kusut, mencegah kuku terlalu panjang dan juga membuat penampilan kucing tetap indah. Grooming kucing mulai usia berapa? Seringkali menjadi pertanyaan grooming kucing mulai usia berapa? Pada dasarnya, sangat disarankan untuk melakukan grooming kucing sedini mungkin. Memang, saat masih kecil, anak kucing mungkin tidak membutuhkan perawatan yang menyeluruh, namun hal ini akan membiasakan kucing dengan grooming dan memudahkan Anda untuk melakukan grooming saat ia dewasa nanti. Selain itu, grooming kucing juga bisa dimanfaatkan sebagai bonding time yang bisa meningkatkan kedekatan Anda dengan kucing kesayangan dan mendapatkan kepercayaan lebih besar dari sang kucing. Apa saja langkah grooming kucing? Perawatan grooming kucing ini meliputi perawatan kulit dan kuku, telinga, serta gigi. Dalam prosesnya, setiap bagian tubuh kucing akan dibersihkan, dipotong kukunya dan juga dirapikan penampilannya. Untuk perawatan kulit dan bulu, biasanya proses ini meliputi memandikan dan menyisir rambut kucing, kemudian memeriksa kondisi kulitnya untuk mengetahui apakah ada penyakit atau kondisi kulit tertentu. Bahkan, dalam proses ini juga bagian rambut kucing akan diperiksa apakah memiliki kutu. Selanjutnya, proses diikuti dengan menyedot rambut mati kucing dengan menggunakan alat khusus. Selanjutnya, grooming kucing ini juga dilanjutkan dengan perawatan telinga yang dimulai dengan membersihkan kotoran telinga untuk meminimalisir infeksi dan menjaga telinga kucing agar tetap bersih. Kemudian, proses grooming kucing ini dilanjutkan dengan perawatan kaki dan kuku. Biasanya, bagian kuku kucing seringkali tersangkut kotoran atau bahkan rumput, terutama kucing dengan kuku yang panjang. Oleh karena itu, tujuan grooming adalah untuk memotong kuku kucing dan juga membersihkan bagian kakinya dari kotoran yang menempel. Langkah terakhir dari grooming kucing adalah dengan melakukan perawatan gigi. Perawatan gigi ini diikuti dengan menyikat gigi kucing. Untuk langkah grooming kucing yang satu ini bisa Anda lakukan di petshop atau bisa juga rutin dilakukan di rumah. Berapa kali waktu grooming kucing? Kucing adalah hewan yang bisa membersihkan dirinya sendiri. Namun, ia juga membutuhkan bantuan kita untuk menjaga kebersihan bagian tertentu tubuhnya. Oleh karena itu, sangat direkomendasikan untuk melakukan grooming kucing 4-6 minggu sekali untuk menjaga kesehatan rambutnya. Selain itu, disarankan juga untuk melakukan grooming standar di rumah, seperti membersihkan telinga kucing, memotong kuku kucing dan juga menyisir rambut kucing. Jika Anda membutuhkan bantuan, grooming tersebut juga bisa dilakukan di petshop lho. Berapa biaya grooming kucing? Biaya grooming kucing biasanya berada di kisaran hargga Rp100.000 sampai dengan Rp400.000, berbeda-beda tergantung dengan perawatan yang dilakukan dan juga ukuran kucing. Mengingat ada banyaknya manfaat grooming kucing yang bisa dirasakan oleh kucing kesayangan Anda, yuk rutin untuk grooming kucing agar ia tetap sehat, bersih dan juga indah!
Kesehatan
Penyebab Kucing Muntah Bening Berbusa dan Tips Perawatannya
2 mins read
Kucing muntah bening berbusa adalah hal yang seringkali ditemukan, terlebih lagi untuk kucing yang sering bermain di luar rumah. Kenapa kucing bisa muntah berbusa? Ada banyak penyebab kucing muntah bening dan berbusa yang mungkin terjadi. Untuk lebih lanjutnya, yuk simak artikel berikut! Gangguan pencernaan Penyebab kucing muntah bening berbusa yang paling sering ditemukan adalah adanya gangguan pencernaan. Gangguan pencernaan ini juga bisa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah karena kucing terlambat makan. Saat kucing terlambat makan, gas dalam perutnya akan menumpuk dan membuat perutnya iritasi serta menyebabkan rasa mual dan muntah. Saat kondisinya sudah melemah, kucing akan muntah putih berbusa yang juga akan diikuti dengan rasa lemas. Selain karena terlambat makan, gangguan pencernaan ini juga bisa disebabkan karena tertelan rambutnya. Saat kucing menjilati tubuhnya, tanpa sadar banyak rambut yang tertelan dan membuatnya tersedak serta menumpuk di tenggorokannya. Saat sudah menumpuk, biasanya kucing muntah busa putih sebagai trik untuk mengeluarkan rambutnya. Iritasi karena gangguan perut Sebagai hewan dengan rasa penasaran yang tinggi, kucing seringkali mencoba memasukkan berbagai benda ke dalam mulutnya, bisa jadi binatang lain, atau bahkan kotoran dan pasir. Saat benda-benda asing tersebut tidak bisa diproses dalam tubuhnya, kucing akan mengalami gangguan perut dan iritasi yang menyebabkan kucing muntah berbusa untuk mengeluarkan benda tersebut. Biasanya, kucing muntah busa putih ini juga diikuti dengan lesu, dehidrasi dan juga kehilangan nafsu makan. Radang usus Sebagian besar penyebab muntah berbusa pada kucing adalah karena permasalahan perut dan sekitarnya. Radang usus menjadi penyebab kucing muntah busa putih dan diikuti dengan diare dan dekompensasi kronis. Untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasi penyebab ini, Anda membutuhkan diagnosis dan bantuan dokter hewan. Diabetes Kucing muntah bening berbusa biasanya disebabkan juga karena kucing minum air terlalu banyak. Kandungan air yang terlalu banyak ini biasanya disebabkan karena kucing yang sering minum. Kucing yang sering minum ini seringkali juga menjadi salah satu penyebab kucing diabetes. Nah, jika Anda melihat kucing yang sering minum dan sering buang air disertai dengan kucing muntah bening berbusa, cobalah untuk segera membawanya ke dokter hewan untuk dilakukan pengecekan. Jika kucing Anda terindikasi adanya diabetes, dokter akan memberikan insulin dan mengubah pola makannya. Infeksi parasit Infeksi parasit ini seringkali ditemukan pada anak kucing yang belum mengkonsumsi obat cacing. Parasit ini seringkali menyebabkan kucing muntah bening berbusa dan menyebabkan diare. Jika parasit menjadi penyebab kucing muntah putih, biasanya dokter akan memberikan obat cacing. Apa yang harus dilakukan saat kucing muntah bening berbusa? Jika kucing muntah busa sesekali, hal tersebut merupakan hal yang biasa. Namun, jika kucing muntah bening berbusa beberapa kali dalam sehari, segeralah mengambil tindakan. Walaupun kucing muntah busa putih bisa sembuh sendirinya, namun kucing yang muntah berbusa terlalu banyak, ditambah lagi dengan gejala tidak nafsu makan dan diare, hal ini bisa menyebabkan dehidrasi dan memperburuk kondisinya. Sebelum terlambat, segeralah membawa kucing ke dokter hewan untuk dilakukan pengecekan agar kucing mendapatkan obat muntah yang tepat, baik itu infus, atau obat lainnya. Untuk kucing dengan pencernaan yang sensitif, Anda juga bisa coba mengganti makanannya yang diperkaya dengan kandungan yang sesuai kebutuhannya, seperti PRO PLAN Cat Makanan Basah Kucing Dewasa Sensitive Chicken. PRO PLAN ini mengandung serat inulin dan prebiotik untuk membantu penyerapan nutrisi dan juga menyeimbangkna mikroflora dalam usus. Cek berbagai rekomendasi makanan kucing lainnya di sini.
Kesehatan
Kenapa Kucing Suka Tidur Ini Penyebab dan Tanda yang Perlu Diwaspadai
Kenapa Kucing Suka Tidur? Ini Penyebab dan Tanda yang Perlu Diwaspadai
3 mins read
Pada dasarnya, kucing merupakan hewan predator yang menyimpan energi dengan beristirahat. Makanya, tak jarang Anda melihat kucing tidur terus, apalagi saat siang hari. Selain karena hukum alamnya, ternyata ada juga lho berbagai penyebab kenapa kucing suka tidur. Untuk lebih lanjutnya, yuk simak artikel berikut! Kucing tidur karena bosan Saat bosan, Anda akan melihat kucing tidur terus. Bahkan, saat bosan, kucing bisa tidur lebih dari 12 jam dalam sehari. Kondisi inibiasanya ditemukan untuk kucing yang seringkali sendirian di rumah karena tidak ada teman bermain. Jika Anda seringkali beraktivitas di luar rumah, cobalah untuk menyediakan berbagai mainan interaktif yang bisa menjaga aktivitas kucing walaupun sedang sendirian di rumah. Menjaga kucing tetap aktif juga bisa meminimalisir tingkat stres lho. Kucing tidur terus menjadi tanda-tanda kucing depresi Berhubungan dengan poin sebelumnya, jika kucing dibiarkan bosan dan tidak bergairah untuk beraktivitas, hal ini bisa menyebabkan depresi. Awalnya, sulit membedakan kucing tidur terus karena bosan atau depresi. Namun, Anda bisa memperhatikan tingkah laku dan juga semangatnya saat diajak main. Selain kucing tidur terus, depresi pada kucing juga bisa terlihat jika ia menghindar dari Anda, atau bahkan kekurangan nafsu makan dan kekurangan gairah untuk beraktivitas. Musim dingin menjadi musim favorit bagi kucing untuk tidur Sama seperti manusia, kucing juga merasa nyaman berleyeh-leyeh di kasurnya saat cuaca dingin atau musim hujan. Jadi, jangan heran saat kucing tidur terus saat musim dingin atau musim hujan. Obesitas menyebabkan kucing tidur terus Selain bosan, penyebab kenapa kucing suka tidur dalam waktu yang lama juga bisa terjadi karena adanya permasalahan kesehatan, seperti obesitas dan juga kekurangan vitamin. Kucing yang mengalami obesitas biasanya akan memiliki gejala lesu, kehilangan berat badan dan juga penurunan nafsu makan. Saat ia memiliki gejala tersebut, tentunya ia akan merasa lemas dan ingin tidur terus. Durasi tidur kucing semakin berkurang seiring bertambah dewasa Jika diperhatikan, anak kucing akan menghabiskan 90% waktunya untuk tidur. Hal ini terjadi karena anak kucingmemiliki otak dan sistem saraf pusat yang masih berkembang. Jika Anda melihat anak kucing tidur terus, hal tersebut merupakan hal yang normal. Seiring bertambahnya usia dan energi, anak kucing akan mengurangi jam tidurnya. Kucing yang sakit atau terluka lebih sering tidur Penyebab kenapa kucing suka tidur lainnya adalah karena ketidaknyamanan. Ketidaknyamanan ini bisa terjadi karena ia sakit atau sedang terluka. Untuk mengetahui penyebab kenapa kucing suka tidur berlebihan adalah dengan memperhatikan bagian tubuhnya untuk mencari apakah adanya luka, dan juga mengecek kondisi tubuh serta buang airnya. Jika ada hal yang berbeda, segeralah membawanya ke dokter. Kenapa kucing suka tidur di dekat kita? Kucing yang tidur di dekat kita adalah tanda-tanda kenyamanan. Selain karena ia mencari kehangatan, kucing yang tidur di dekat kita menandakan bahwa ia merasa aman dan terjaga. Bisa dibilang, ini juga menandakan bahwa kucing tersebut memberikan kepercayaan pada Anda. Mengingat tidur panjang merupakan hal yang wajar bagi kucing, cara mengatasi kucing tidur terus untuk meningkatkan aktivitasnya adalah dengan rutin mengajaknya bermain, berolahraga, dan juga menyediakan mainan interaktif untuknya. Jika kucing tidak mau makan dan tidur terus, kucing ngantuk atau bahkan kucing terlihat lesu, segeralah membawanya ke dokter untuk dilakukan pengecekan. Selain itu, jangan lupa untuk memberikan makanan kucing yang mengandung banyak nutrisi dan vitamin seperti FELIX Adult Makanan Basah Kucing Dewasa Rasa Tuna yang mengandung potongan daging dengan tekstur asli yang lembut dalam kuah jeli yang lezat, seperti makanan yang Anda masak sendiri​, vitamin D & E​, serta mineral seimbang & sumber Omega 6. Selamat mencoba!
Perilaku & Pelatihan

Pagination

  • First page
  • Previous page
  • …
  • Halaman 37
  • Halaman 38
  • Halaman 39
  • Halaman 40
  • Halaman 41
  • Halaman 42
  • Halaman 43
  • Halaman 44
  • Halaman 45
  • …
  • Next page
  • Last page
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card

Footer

  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami

Footer

  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami

Footer

  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami

Footer

  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.