Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content
Kucing Muntah Busa Putih, Berbahayakah
Kucing Muntah Busa Putih, Berbahayakah?
4 mins read
Kucing muntah adalah hal yang sering terjadi, mengingat kucing seringkali penasaran dengan berbagai hal dan mencoba untuk memakannya. Muntahan kucing ini biasanya berupa sisa makanannya. Lalu, bagaimana jika kucing muntah busa putih? Apakah berbahaya? Muntah putih pada kucing biasanya disebabkan oleh beberapa faktor, dan penting bagi pemilik kucing untuk memahami penyebabnya serta tindakan yang perlu diambil. Artikel ini akan membahas tentang kucing muntah putih, penyebabnya, serta cara penanganannya. Kondisi kucing muntah busa putih Kucing muntah putih merujuk pada kondisi ketika kucing mengeluarkan cairan berwarna putih atau berbusa dari lambungnya melalui mulut. Ini berbeda dari bola bulu yang mungkin juga sering dikeluarkan oleh kucing, yang biasanya memiliki bentuk padat. Muntah putih pada kucing bisa terjadi sekali-sekali dan mungkin tidak selalu menjadi pertanda masalah kesehatan serius. Namun, jika muntah putih terjadi secara teratur atau disertai gejala lain, sebaiknya perhatikan dan segera berkonsultasi dengan dokter hewan. Kucing muntah busa putih karena gangguan pencernaan Saat kucing terlambat makan, hal ini menyebabkan penumpukan gas dalam perut dan membuat perut iritasi. Akibatnya, kucing akan mual dan muntah. Kucing yang muntah karena gangguan pencernaan ini biasanya akan mengeluarkan busa putih atau kuning. Jika hal ini terjadi pada kucing kesayangan Anda, cobalah memeriksakannya ke dokter untuk mendapatkan rekomendasi porsi makan dan jadwal makan yang tepat. Jika kucing kesayangan Anda memiliki pencernaan yang sensitif, berikan ia makanan yang mengandung serat inulin untuk penyerapan nutrisi yang unggul serta mengandung prebiotik untuk menyeimbangkan mikroflora dalam usus, seperti PRO PLAN Cat Makanan Basah Kucing Dewasa Sensitive Chicken. Kucing muntah putih berbusa karena tertelan hairball Kucing mandi dengan cara menjilati tubuhnya. Tak jarang, saat mandi, ia tertelan bola rambutnya sendiri yang masuk lewat mulut dan masuk ke pencernaannya. Terkadang, rambut yang menumpuk ini membuat kucing muntah putih. Untuk mengontrol pembentukan hairball, berikan ia PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Indoor Hairball Control Chicken yang diperkaya dengan kombinasi serat dan juga nutrisi untuk menjaga kesehatan ginjal. Kucing muntah busa karena radang perut Kucing yang asal makan dan membuatnya muntah sisa makanan tidak perlu dikhawatirkan. Namun, saat ia asal makan dan membuat muntah berbusa pada kucing, saat inilah Anda perlu waspada. Biasanya, saat kucing muntah busa, ia akan kehilangan nafsu makan, lesu dan dehidrasi. Oleh karena itu, segeralah membawanya ke dokter sebelum ia dehidrasinya memburuk. Lantas, apa yang harus dilakukan saat kucing muntah busa putih? Kontrol Pola Makan: Pastikan kucing makan dengan perlahan dan teratur. Gunakan mangkuk anti-gulping yang dapat membantu melambatkan laju makan kucing. Sikat Bulu Secara Rutin: Rutin menyikat bulu kucing dapat mengurangi jumlah bulu yang tertelan saat menjilati. Perhatikan Jenis Makanan: Jika Anda mencurigai alergi makanan, cobalah mengubah makanan kucing Anda menjadi makanan yang lebih ramah pencernaan atau bertanya pada dokter hewan untuk rekomendasi makanan yang cocok. Kunjungan ke Dokter Hewan: Jika muntah putih terjadi secara teratur atau disertai gejala lain, segera bawa kucing Anda ke dokter hewan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter hewan akan membantu mendiagnosis dan menangani masalah kesehatan yang mungkin ada. Itu dia berbagai penyebab kucing muntah busa putih. Walaupun kucing muntah busa putih bisa jadi tidak membahayakan, namun segeralah membawanya ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan penanganan yang cepat, terutama saat kucing muntah busa putih dan menunjukan gejala lainnya.
Kesehatan
Perkembangan Anak Kucing - Kapan Anak Kucing Membuka Mata
Perkembangan Anak Kucing: Kapan Anak Kucing Membuka Mata?
3 mins read
Saat anak kucing baru lahir, Anda mungkin memperhatikan matanya yang masih penuh dengan kotoran dan terlihat seperti ia belum bisa melihat. Tak jarang, pemilik kucing khawatir kapan anak kucing membuka mata dan umur berapa bayi kucing bisa melihat. Untuk mengetahui jawabannya, simak artikel berikut. Mata anak kucing tertutup saat usia di awal kelahiran Perkembangan bayi kucing memiliki kecepatan yang berbeda tergantung pada sejumlah faktor, tetapi sebagian besar bayi baru lahir akan mulai membuka mata antara usia 2-16 hari. Penglihatan mereka perlahan membaik selama waktu ini, meskipun kedua mata mungkin tidak terbuka sepenuhnya dengan kecepatan yang sama. Pada usia sekitar 2 minggu, kedua mata biasanya melebar dan pada usia 3 minggu, banyak anak kucing yang dapat fokus dengan kedua matanya. Semua anak kucing yang baru lahir memiliki mata biru, dan warna mata akan berubah seiring bertambahnya usia anak kucing, biasanya menetap di warna aslinya pada usia sekitar 8 minggu. Anak kucing tidak bisa menjaga suhu tubuhnya Saat baru lahir, anak kucing tidak bisa mengatur tubuhnya sendiri. Jika ada induknya, anak kucing akan selalu berusaha menempel dengan induk dan saudara-saudaranya. Hal ini bertujuan untuk menjaganya tetap hangat. Tanpa kehangatan dari induk dan saudaranya, anak kucing bisa saja mati. Jika Anda melihat anak kucing tanpa induk, pastikan Anda memberikan tempat tidur yang hangat agar suhu tubuhnya tidak jatuh di bawah 32 derajat. Anak kucing membutuhkan susu induk setiap dua jam Saat mata anak kucing tertutup, ia tidak akan jauh-jauh dari induknya. Selain karena ia masih belum stabil, ini juga bertujuan agar ia bisa dekat selalu dengan induknya. Untuk perkembangan sistem kekebalan tubuh anak kucing, ia membutuhkan susu induk setiap dua jam sekali. Jika Anda memelihara anak kucing, pastikan Anda memberikan nutrisi setiap dua jam sekali demi perkembangan bayi kucing. Anak kucing akan mengikuti dan menirukan induknya saat usia 4-8 minggu Setelah beberapa hari mata kucing terbuka sempurna, ia akan bisa melihat dengan jelas dan mulai menirukan dan mengikuti berbagai hal yang dilakukan induknya. Biasanya, ini terjadi saat usia 4-8 minggu. Saat usia inilah anak kucing akan belajar pertahanan hidup, mulai dari gaya hidup seperti buang air, makan, dan juga merawat diri. Saat usia inilah anak kucing sudah mulai disapih. Proses penyapihan ini merupakan proses penting yang membutuhkan perhatian Anda untuk memberikan nutrisi yang baik untuk perkembangan bayi kucing. Dalam masa penyapihan, berikan ia makanan anak kucing yang kaya rasa dan juga kaya akan vitamin. Baik makanan basah dan kering, keduanya bisa diberikan untuk anak kucing Anda. Berikut beberapa rekomendasi makanan untuk anak kucing: • FRISKIES Kitten Discoveries • Purina ONE Healthy Kitten | Makanan Kering Anak Kucing Untuk rekomendasi lainnya, cek berbagai pilihan makanan anak kucing di sini. Perkembangan bayi kucing saat usia 2-4 bulan Mulai sekitar delapan minggu, anak kucing Anda akan berada pada usia yang ideal untuk memulai vaksinasi intinya, dengan suntikan sekunder diperlukan tiga hingga lima minggu setelahnya. Ini adalah proses penting untuk memastikan setiap anak kucing memiliki perlindungan yang tepat untuk masa dewasanya. Konsultasikan dengan dokter hewan Anda untuk memastikan jadwal vaksinasi tersedia. Perkembangan bayi kucing empat bulan ke atas Bagi pemilik kucing, ini merupakan usia yang krusial, karena pada usia ini, kucing sudah memasuki fase birahi. Anda mungkin akan menyadari beberapa ciri kucing birahi. Saat tanda tersebut terlihat, segeralah mencarikan pasangan untuknya jika tidak ingin melakukan steril kucing. Itu dia penjelasan mengenai perkembangan bayi kucing yang bisa menjawab pertanyaan kapan anak kucing membuka mata dan umur berapa bayi kucing bisa melihat. Selama masa tumbuhnya, pastikan Anda memberikan nutrisi yang lengkap untuk kekebalan tubuh dan kesehatannya.
Kesehatan
Cara Membantu Kucing Melahirkan: Tips untuk Menyambut Anak Kucing yang Baru
Cara Membantu Kucing Melahirkan
5 mins read
Bulan kedua masa kehamilan kucing adalah masa-masa dimana induk kucing bersiap untuk proses melahirkan anak-anaknya. Pada masa ini, Anda bisa memberikan perhatian lebih dengan menyediakan tempat yang nyaman untuk membantunya melakukan proses melahirkan dengan tenang. Namun, saat proses melahirkan, semua hal bisa saja terjadi, termasuk kucing susah melahirkan. Untuk lebih jelasnya, simak artikel berikut. Fase umum kucing melahirkan Jika sudah memasuki waktu persalinan, tahap pertama yang dilakukan induk adalah masuk ke kandang atau kotak melahirkannya yang sudah Anda sediakan. Tahap pertama ini biasanya akan berlangsung selama 12 jam. Setelah itu, induk akan merasakan kontraksi dan pecahnya ketuban. Saat tahap ini, sang induk akan sering membersihkan atau menjilati air ketuban. Setelah itu, induk kucing akan mencari posisi yang nyaman untuk bersiap melakukan proses melahirkan. Normalnya, induk kucing akan mengejan 1-2 kali untuk melahirkan bayinya. Saat melahirkan, induk kucing akan melahirkan lebih dari satu anak dengan jarak masing-masing 10-30 menit. Saat bayi kucing lahir, induk kucing akan segera menjilati wajah anaknya untuk membantu bayi kucing bernafas. Jika induk kucing sudah melahirkan semua anaknya, biasanya plasenta akan keluar dengan jumlah yang sama sesuai dengan anak kucing yang lahir. Ciri-ciri kucing susah melahirkan Saat Anda kucing sudah mulai kontraksi namun kucing tak kunjung melahirkan, hal ini bisa menjadi tanda bahwa kucing susah melahirkan, atau distokia. Berikut beberapa ciri ciri kucing susah melahirkan: • Kelahiran tidak diamati dalam 24-36 jam setelah penurunan suhu rektal • Induk atau melahirkan tidak diamati dalam 12-36 jam setelah penurunan konsentrasi progesteron menjadi <2 ng/m L • Interval antara atau anak kucing > 30 menit dengan tanda kontraksi miometrium yang jelas • Interval antara anak anjing atau anak kucing > 2 jam tanpa tanda-tanda kontraksi miometrium • Seluruh durasi melahirkan berlangsung > 24 jam • Persalinan aktif selama > 4 jam dan tidak ada anak kucing yang dihasilkan • Tenaga kerja lemah selama > 4 jam dan tidak ada anak anjing atau anak kucing yang dihasilkan Penyebab kucing susah melahirkan Kucing susah melahirkan bisa terjadi oleh kucing manapun. Berikut beberapa penyebab kucing susah melahirkan: • Ukuran bayi yang terlalu besar sehingga kucing membutuhkan bantuan untuk melahirkan anaknya. • Posisi bayi yang salah: kepala terjepit atau bayi terbalik. • Kekurangan nutrisi selama masa kehamilan yang menyebabkan kesulitan melahirkan. • Infeksi pada organ reproduksi. • Induk kucing yang berusia terlalu tua. • Lapisan uterus yang tebal. Selain itu, penyebab kucing susah melahirkan lainya juga bisa terjadi karena adanya gangguan kesehatan lain, seperti obesitas dan masalah lain yang mempengaruhi kemampuannya untuk melahirkan. Cara membantu kucing melahirkan Induk kucing bisa melahirkan anak-anaknya sendiri. Namun, berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk membantu kucing melahirkan: • Menyiapkan rumah dan tempat persalinan untuk kucing dengan suhu yang hangat. • Bantu induk kucing membersihkan wajah bayi kucing. Jika induk kucing tidak segera membersihkan wajahnya, bayi kucing akan kesulitan bernapas. Di sinilah Anda bisa membantunya dengan membersihkan wajah bayi kucing. • Berikan susu pengganti jika induk kucing tidak bisa menyusui. Cara mengatasi kucing yang susah melahirkan Jika Anda melihat tidak adanya tanda-tanda kucing akan melahirkan atau terlihat kucing susah melahirkan, segeralah menghubungi dokter. Dalam tahap ini, dokter akan memandu Anda untuk membantu kucing melahirkan. Jika dibutuhkan, dokter mungkin akan meminta Anda membawa kucing ke klinik atau sang dokter akan datang ke rumah Anda. Alaminya, setiap induk kucing bisa melahirkan anaknya sendiri. Namun ada beberapa kasus kucing susah melahirkan. Penyebab kucing susah melahirkan ini berbeda-beda, sebagai antisipasinya, penting untuk memberikan perhatian lebih untuk induk kucing dan membawanya ke dokter untuk memastikan ia siap untuk melakukan proses melahirkan sendiri.
Kesehatan
Penyebab Bulu Anjing Rontok yang Perlu Diketahui
Penyebab Bulu Anjing Rontok yang Perlu Diketahui
2 mins read
Anjing yang bulunya lebat memang selalu menarik perhatian. Makanya, saat bulu anjing rontok, hal tersebut membuat panik. Kira-kira, apa saja sih penyebab kerontokan, terutama untuk anjing yang bulunya lebat? Yuk simak artikel berikut. Pergantian musim Siberian Husky merupakan anjing yang bulunya lebat. Di negara dengan iklim sub-tropis, rambut anjing seperti Siberian Husky, Alaskan Malamute atau Samoyed akan tumbuh lebih lebat pada musim dingin dan akan rontok menjelang musim semi. Hal ini bertujuan untuk menjaganya tetap hangat saat musim dingin. Sayangnya, kondisi ini jarang ditemukan di negara dengan iklim tropis. Infeksi bakteri dan jamur Penyebab kerontokan juga bisa karena adanya penyakit. Penyebab bulu rontok pada anjing yang seringkali ditemukan adalah karena adanya infeksi bakteri dan jamur. Bakteri dan jamur ini menyebabkan kulit anjing menjadi gatal, merah dan juga bau yang menyebabkan bulu akan rontok. Jika Anda melihat adanya tanda-tanda ini, segeralah membawanya ke dokter. Kudis dan parasit Sama seperti penyakit kulit lainnya, kudis adalah infeksi gatal karena kutu atau tungau yang menyebabkan gatal tidak tertahankan pada kulit anjing. Perlahan, anjing akan terus menggaruk bagian yang gatal yang menyebabkan bulu anjing rontok. Tak hanya berbahaya pada anjing, tungau dan kutu ini menular dengan sangat cepat, oleh karena itu, jika Anda melihat adanya tanda-tanda tungau atau kutu, segeralah membawanya ke dokter hewan dan bersihkan seluruh bagian furnitur dan perlengkapan di rumah untuk meminimalisir penyebaran kutu dan tungau. Alergi Penyebab bulu anjing mulai rontok selanjutnya juga bisa karena alergi, baik alergi lingkungan, tumbuhan, jamur, debu, kutu dan bahkan makanan. Untuk mengetahui penyebab alergi yang lebih jelas, Anda membutuhkan pengecekan dokter. Penyakit gangguan hormon Anjing yang bulunya lebat namun tiba-tiba rontok bisa jadi disebabkan karena adanya gangguan hormon. Jika terlihat adanya gangguan ini, biasanya anjing akan disarankan untuk melakukan pengecekan darah untuk mengetahui penyebab bulu anjing rontok yang sebenarnya. Kulit dan rambut kering Tak hanya penyakit, penyebab bulu rontok juga bisa karena kondisi suhu udara yang kering. Untuk meminimalisir risiko bulu rontok, Anda bisa menggunakan pelembab ruangan atau humidifier untuk menjaga kondisi rambutnya. Bulu anjing rontok karena pertumbuhan Pada dasarnya, setiap anjing pasti akan mengalami kerontokan rambut sebagai bagian dari pertumbuhannya. Tak jarang, seringkali ada pertanyaan “bulu anjing rontok umur berapa?”. Jawabannya adalah saat usianya 6-7 bulan. Saat usia tersebut, badan anak anjing akan berkembang lebih besar dan bulu pertamanya akan rontok yang kemudian berganti menjadi bulu aslinya. Apa yang harus dilakukan jika bulu anjing mulai rontok? Untuk menjaga kesehatan rambut anjing, Anda bisa rutin menyikat rambutnya untuk menjaga kelembapan dan juga menjaga penyebaran kelenjar minyak pada kulitnya. Untuk anjing dengan kulit sensitif, Anda bisa memberikan makanan yang diperkaya dengan sumber protein untuk menjaga kondisi kulit dan juga mengurangi kerontokan rambut seperti PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Fussy & Beauty Salmon. Itu dia penjelasan seputar penyebab kerontokan kenapa dan juga apa yang harus dilakukan jika bulu anjing Anda rontok. Jika Anda melihat bulu mulai rontok yang diikuti dengan gejala gangguan penyakit, lemas atau kurangnya nafsu makan, segeralah membawanya ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Kesehatan
Kucing Sakit Perut? Begini Penyebabnya!
Panleukopenia pada Kucing: Kenali Gejala dan Cara Menghindarinya
2 mins read
Virus pada kucing ada banyak jenisnya, mulai dari virus yang menular. Salah satu virus pada kucing yang menular adalah panleukopenia. Virus pada kucing yang satu ini merupakan virus berbahaya yang bisa menyebabkan kematian. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang panleukopenia, yuk simak artikel berikut. Penyakit Panleukopenia pada kucing Panleukopenia adalah penyakit virus pada kucing yang seringkali dikenal juga dengan nama cat distemper. Virus panleukopenia pada kucing ini sangatlah menular dan sangat berbahaya baik untuk kucing dewasa maupun anak kucing dan merupakan jenis virus yang dapat menyebabkan kematian. Panleukopenia pada kucing ini merusak usus dan menurunkan sel darah putih dan membuat kucing kesayangan Anda menjadi rentan terhadap infeksi sekunder. Akibatnya, kucing akan menjadi dehidrasi dan rentan terhadap penyakit lain. Cara penularan penyakit kucing panleukopenia Cara penularan penyakit kucing panleukopenia ini adalah via udara, seperti misalnya berada satu ruangan dengan kucing yang telah terkena sakit panleukopenia. Selain itu, panleu pada kucing juga bisa ditularkan lewat kehamilan; induk kucing yang menderita penyakit kucing panleukopenia ini bisa menularkan virus pada anak kucingnya, bahkan bisa menyebabkan anak kucing menderita kelainan dan menyebabkan kematian. Jika anak kucing bisa bertahan dengan virus ini, kebanyakan anak kucing akan menderita gangguan otak, yang dapat dilihat dengan gangguan tremor dan masalah kesehatan lainnya. Ciri ciri kucing terkena panleukopenia Sulit mendeteksi kucing yang terkena virus panleukopenia. Namun, Anda bisa mendeteksi ciri ciri kucing terkena panleukopenia untuk segera membawanya ke dokter. Berikut ciri ciri panleu pada kucing: • Demam dan lesu • Penurunan nafsu makan • Muntah dan diare • Dehidrasi Apa yang harus dilakukan jika kucing terkena virus panleukopenia? Sayangnya, belum ada obat untuk mengatasi panleukopenia pada kucing. Namun, dokter akan memberikan obat untuk mengatasi gejala yang ditimbulkan. Jika kucing Anda terinfeksi panleukopenia, biasanya dokter akan menyarankan penanganan rawat inap dengan memberikan infus untuk mengatasi dehidrasi. Apa yang harus dilakukan jika kucing terkena virus panleukopenia? Panleukopenia pada kucing bisa dihindari dengan vaksin. Vaksin ini bisa mencegah kucing kesayangan terkena virus panleukopenia dengan gejala yang parah. Sayangnya, vaksin ini biasanya hanya diberikan pada kucing yang memiliki pemilik. Alhasil, kucing liar masih sering tertular virus panleukopenia ini. Kucing yang sudah divaksin umumnya sudah memiliki sistem kekebalan yang baik terhadap virus panleukopenia. Namun, jika dalam suatu kasus kucing yang sudah divaksin masih terkena virus panleukopenia, hal ini tidak akan berakibat fatal untuknya. Salah satu pencegahan tersebarnya panleukopenia pada kucing adalah dengan memberikan makanan penuh nutrisi untuk kucing dan juga meminimalisir kucing bermain dengan kucing liar. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa kucing liar rentan terinfeksi dengan virus panleukopenia pada kucing karena umumnya mereka tidak mendapatkan vaksin. Itu dia penjelasan mengenai panleukopenia pada kucing yang perlu diwaspadai. Kesimpulannya, pastikan Anda memberikan vaksin wajib untuk kucing kesayangan Anda untuk meminimalisir berbagai virus pada kucing yang bisa menular.
Kesehatan
Kucing Sakit Perut? Begini Penyebabnya!
Kucing Sakit Perut? Begini Penyebabnya!
2 mins read
Sering mencoba makan sembarangan adalah kebiasaan yang sering menyebabkan kucing sakit perut. Sayangnya, kita tidak tahu kapan kucing sakit perut dan apa yang ia rasakan. Namun, berikut beberapa penjelasan dan juga ciri ciri kucing sakit perut yang bisa membantu mengetahui apa yang dibutuhkan kucing kesayangan Anda. Penyebab kucing sakit perut Ada banyak penyebab kucing sakit perut, salah satunya adalah salah makan. Salah makan ini bisa dikarenakan makan makanan yang tidak seharusnya, makan rumput, atau makan makanan manusia. Selain itu, penyebab kucing sakit perut juga bisa jadi karena transisi diet yang terlalu cepat dan infeksi parasit. Dengan gejala yang lebih parah, biasanya kucing sakit perut ini juga menjadi tanda adanya permasalahan yang lebih serius. Untuk mengetahui lebih jelasnya, Anda membutuhkan bantuan dokter. Ciri ciri kucing sakit perut Biasanya, berikut beberapa ciri ciri kucing sakit perut yang akan terlihat: • Mual • Lemas • Muntah • Kehilangan nafsu makan • Sering menjilati bibir • Diare, jika sudah mempengaruhi pencernaan Saat kucing mengalami diare ringan, umumnya bisa sembuh sendiri dalam waktu 24 jam. Untuk membantunya, Anda bisa menyediakan air minum di sekitarnya untuk menjaganya tetap terhidrasi. Jika diare berlangsung selama beberapa hari dan menunjukan adanya gejala kucing sakit, segeralah membawanya ke dokter. Gejala kucing sakit bisa berupa sering mengeong, tidak bisa buang air, lesu, penurunan berat badan, lebih sering bersembunyi, keluarnya cairan dari mata dan telinga, rambut rontok dan lemas. Cara mengobati kucing sakit perut Cara mengobati kucing sakit perut biasanya dengan memberikan obat antimual. Obat ini bisa Anda dapatkan di klinik dokter hewan setelah dokter melakukan pengecekan. Penyebab kucing sakit perut berbeda-beda, oleh karena itu cara mengobati kucing sakit perut juga perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Cara menjaga kesehatan perut kucing Jika kucing kesayangan Anda sudah memiliki histori pencernaan yang sensitif, sebaiknya berikanlah ia makanan yang bisa menjaga sistem pencernaannya. Pastikan makanan kucing Anda mengandung sumber protein yang mudah dicerna dan diserap, seperti PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Sensitive Skin & Stomach Salmon Tuna yang mengandung prebiotik untuk meningkatkan kesehatan saluran pencernaan. Disamping memberikan makanan untuk perut sensitif, Anda juga perlu memperhatikan proses pergantian makanannya. Saat mengganti makanannya, pastikan Anda melakukan transisi perlahan agar kucing tidak kaget. Mengganti makanannya secara mendadak justru bisa menyebabkan masalah perut. Sebaiknya, berikan proses 7-10 hari untuk proses mengganti makanan baru dengan cara mencampurkan makanan lama dan baru dengan persentase perlahan sampai akhirnya kucing Anda hanya akan memakan makanan barunya. Selain itu, Anda juga bisa coba memberikan makan dengan porsi kecil dalam beberapa kali waktu dalam sehari. Memberikan makan dengan porsi kecil dapat mengurangi beban kerja sistem pencernaannya. Jangan lupa, sediakan juga minuman yang mudah diakses olehnya. Kesimpulannya, kucing sakit perut adalah hal yang seringkali terjadi. Umumnya, kucing sakit perut terjadi karena salah makan bisa sembuh sendiri dalam hitungan jam. Namun, jika Anda melihat adanya gejala kucing sakit yang mengkhawatirkan, ditambah dengan tidak mau makan dan minum, segeralah berkonsultasi ke dokter sebelum ia mengalami dehidrasi dan penurunan kondisi tubuh yang lebih mengkhawatirkan.
Kesehatan
Kucing Pipis Terus? Simak Penjelasannya
Kucing Pipis Terus? Simak Penjelasannya
2 mins read
Kucing sehat biasanya buang air satu sampai dua kali sehari. Jika Anda melihat kucing pipis terus dan bahkan buang air di luar kotak pasirnya, ini bisa menunjukan beberapa penyebab tertentu. Untuk lebih jelasnya, yuk simak artikel berikut. Adanya gangguan kesehatan Salah satu penjelasan mengapa kucing pipis terus adalah karena adanya gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran kemih. Infeksi saluran kemih pada kucing ini terjadi karena tertular kucing lain, metabolisme tubuh yang lemah atau karena kucing kurang minum. Selain infeksi saluran kemih, kucing pipis terus juga bisa menjadi tanda adanya penyakit ginjal dan diabetes. Dalam beberapa kasus, penyebab kucing pipis terus menerus di luar kotak pasirnya adalah karena usianya yang sudah tua dengan gangguan radang sendi yang membuatnya kesulitan untuk buang air di kotak pasirnya. Jika kucing sering pipis yang disertai dengan perubahan kesehatannya, segeralah membawanya ke dokter hewan. Kotak pasir penuh Kucing merupakan hewan yang cukup sensitif. Walaupun ia sering bermain kotor-kotoran, namun kucing sebenarnya tidak menyukai kotak pasir yang kotor. Kotak pasir yang kotor dan penuh bisa jadi penyebab kenapa kucing pipis terus di luar kotaknya. Jika Anda melihat kucing pipis terus di luar kotaknya, hal pertama yang bisa dilakukan adalah mengecek kotak pasirnya. Jika ia kembali pipis di kotak pasir setelah dibersihkan, berarti kucing Anda merupakan kucing yang selalu menjaga kebersihan. Selanjutnya, cobalah untuk selalu menjaga kebersihan di kotak pasirnya setiap hari. Kotak pasir yang sulit dijangkau Dimana Anda menyimpan kotak pasir? Menyimpannya di luar rumah dengan pintu yang sering tertutup atau meletakan kotak pasir yang terlalu tinggi bisa menjadi penyebab kucing sering buang air kecil di luar kotaknya karena kesulitan menjangkau kotak pasir. Dalam kasus lain, beberapa kucing juga pemilih dengan lokasi kotak pasirnya. Contohnya, beberapa kucing merasa tidak nyaman buang air di kotak pasir yang terletak di dekat mesin cuci yang sering digunakan dan sering mengeluarkan suara keras. Pada dasarnya, ia hanya ingin buang air dengan damai. Jika ini terjadi, cobalah mengubah lokasi kotak pasir di tempat yang mudah dijangkaunya dan perhatikan perubahannya. Kucing pipis terus karena stres Kucing sering pipis di tempat sembarang merupakan tanda-tanda bahwa ia sedang menandai wilayah teritorialnya. Kucing pipis terus di tempat sembarangan bisa terjadi karena ia sedang stres. Bagi kucing, mengenali aroma baunya sendiri dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanannya yang bisa mengatasi stresnya. Kucing pipis terus karena stres juga akan terlihat sering rewel, mencari perhatian, penurunan nafsu makan dan bahkan menjadi agresif. Saat melihat tanda-tanda ini, cobalah untuk menghabiskan waktu dengannya untuk membuatnya lebih tenang. Kesimpulannya, kucing pipis terus bukanlah tanpa alasan. Berbagai penyebab kenapa kucing pipis terus terutama di luar kotak pasirnya adalah karena merasa stress, tidak nyaman, birahi ataupun sakit. Saat kucing pipis terus, perhatikan kondisi tubuhnya dan segeralah membawanya ke dokter jika terlihat tanda-tanda yang mengkhawatirkan.
Kesehatan
Kucing Birahi Umur Berapa Ketahui Jawabannya di Sini
Kucing Birahi Umur Berapa? Ketahui Jawabannya di Sini!
2 mins read
Tanda kucing birahi seringkali membingungkan. Namun, tanda kucing birahi yang paling ditemukan adalah kucing yang suka mengeong. Lalu, sebenarnya kucing birahi umur berapa sih dan apa saja ciri ciri kucing mau kawin? Untuk menemukan jawabannya, simak artikel berikut. Kucing betina birahi Kucing betina mengalami birahi umumnya pada usia 6-10 bulan, sedangkan kucing jantan birahi pada usia 10-12 bulan. Kucing aktif menjadi tanda kucing birahi Walaupun usia tidak terlalu menentukan kucing birahi umur berapa, tapi umumnya kucing aktif menjadi tanda kucing birahi. Biasanya, saat birahi, kucing akan menjadi lebih aktif dan lebih berisik, hal ini terjadi karena ia mencari perhatian lawan jenisnya. Kucing betina melakukan lordosis saat birahi Ciri kucing betina birahi bisa dilihat dengan kebiasaannya. Saat birahi, kucing betina seringkali menunjukan posisi kawin, seperti menundukkan kepala, menekuk kaki dan juga mengangkat bagian belakangnya. Jika Anda melihat ia melakukan hal ini, tandanya ia sudah siap kawin. Kucing betina menjadi lebih manja saat birahi Berbeda dengan jantan yang agresif saat birahi, manja menjadi ciri kucing betina birahi. Sikap manjanya ini terlihat saat ia seringkali mendekat ke manusia seperti minta dielus, terutama di bagian belakang tubuhnya. Ekor betina melengkung saat birahi Selain sering minta dielus, kucing betina juga akan menunjukan ekor yang melengkung saat birahi. Jadi, jika Anda melihat kucing betina Anda melengkungkan ekornya saat usianya sudah memasuki 6-10 bulan, segeralah carikan kucing jantan untuknya. Kucing sering kabur saat birahi Setelah mengetahui kucing birahi umur berapa, selanjutnya Anda perlu waspada dengan ciri ciri kucing mau kawin yang satu ini, karena saat birahi, kucing cenderung lebih sering kabur dari rumah untuk menemukan lawan jenisnya. Saat Anda mendapati kucing sering kabur, solusinya segeralah temukan pasangan untuknya agar ia tidak kabur dari rumah lagi. Itu dia jawaban untuk kucing birahi umur berapa dan ciri ciri kucing mau kawin. Sebagai pemilik kucing, ada baiknya untuk memperhatikan tanda kucing birahi agar Anda bisa meminimalisir risiko kucing kabur dari rumah atau berkelahi. Saat ia sudah menunjukan ciri ciri kucing mau kawin, segeralah carikan lawan jenisnya untuk mengatasi masa birahinya.
Perilaku & Pelatihan
Ketahui Tanda Tanda Kucing Birahi
Ketahui Tanda Tanda Kucing Birahi
2 mins read
Baik kucing jantan dan betina, saat birahi, keduanya akan menunjukan tanda tanda kucing birahi. Tingkah laku kucing birahi biasanya menjadi lebih aktif, manja dan juga tidak mau diam. Untuk lebih lanjutnya, yuk simak tanda tanda kucing birahi berikut ini. Usia kucing birahi Kucing betina biasanya mengalami birahi pada usia 6-10 bulan. Pada usia ini menunjukan bahwa organ reproduksinya sudah matang dan siap kawin. Nah, saat memasuki usia kucing jantan siap kawin, biasanya proses birahi akan berlangsung 4-5 hari. Sering mencari perhatian adalah tanda tanda kucing mau kawin Saat birahi, kucing jantan dan betina seringkali menarik perhatian. Ciri kucing birahi terutama pada betina adalah menjadi lebih manja dan sering mencari perhatian pemiliknya, baik untuk mendekat atau mengusapkan tubuhnya di dekat Anda dengan harapan untuk mendapatkan belaian. Selain perubahan tingkah laku yang lebih manja, kucing birahi juga akan sering menarik perhatian lewat mengeong. Kucing yang mengeong ini seolah-olah rewel, padahal ia sedang menarik perhatian lawan jenisnya. Kucing yang birahi sering berguling-guling di lantai Tingkah laku kucing birahi sedikit berbeda dari biasanya. Selain mencari perhatian, tanda tanda kucing mau kawin lainnya adalah dengan sering berguling-guling di lantai seperti mengerang kesakitan. Jika hal ini terjadi, tak perlu khawatir, ini hanya merupakan tanda bahwa ia siap kawin. Kabur dari rumah untuk mencari lawan jenis Jika biasanya kucing Anda jarang keluar rumah namun tiba-tiba ia terlihat mencoba kabur, hal ini merupakan tanda tanda kucing birahi. Sebenarnya, kabur ini bukan karena ia tidak betah di rumah, namun dengan tujuan ia ingin mencari lawan jenis untuk kawin. Biasanya, saat kabur dari rumah, kucing yang birahi juga akan sering mengeong keras untuk menarik atau memanggil perhatian lawan jenisnya. Menaikkan tubuh bagian belakang Ciri kucing betina birahi yang seringkali terlihat adalah saat ia menaikkan tubuh bagian belakang. Hal ini merupakan tanda seakan-akan ia siap dengan posisi kawinnya dengan sang jantan. Untuk mengetahui apakah kucing betina Anda sudah birahi adalah dengan mengelus bagian belakang tubuhnya, jika ia menaikkan tubuh bagian belakangnya, ini merupakan ciri kucing betina birahi. Ciri kucing betina birahi terlihat dari ekornya Selain mengecek bagian tubuh belakang kucing betina, Anda juga bisa mengetahui ciri kucing betina birahi dengan melihat bagian ekornya. Tanda tanda kucing birahi adalah dengan melengkungkan ekornya ke atas atau ke samping. Hal ini biasanya dilakukan oleh kucing betina. Saat melihat adanya tanda tanda kucing birahi, Anda bisa segera mencarikan lawan jenis untuk dikawinkan dengan kucing kesayangan Anda. Jika tidak mengawinkan kucing yang birahi, hal ini bisa berisiko pada kesehatan dan juga mental kucing. Kucing jantan yang tidak kawin berisiko kanker testikular dan beberapa masalah prostat, sedangkan bagi betina bisa mengalami infeksi rahim. Sebagai alternatif, Anda bisa melakukan steril kucing. Steril kucing bisa dilakukan untuk kucing jantan dan juga betina.
Perilaku & Pelatihan
Kenali 10 Penyakit Kulit Kucing yang Perlu Diwaspadai
Kenali 10 Penyakit Kulit Kucing yang Perlu Diwaspadai
2 mins read
Penyakit kulit kucing ada banyak jenisnya, baik dari yang menular dan tidak menular. Untuk itu, kenali 10 penyakit kulit kucing yang perlu diwaspadai berikut ini. Kudis Kudis adalah penyakit kulit kucing yang disebabkan oleh tungau yang menetap di lapisan atas kulit kucing. Gejala kudis meliputi gatal-gatal parah, kulit kering, dan terkadang kerontokan rambut. Segera bawa kucing Anda ke dokter hewan untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat. Biasanya, kudis diobati dengan obat-obatan topikal atau oral. Tungau kudis ini tidak bisa terlihat dengan kasat mata. Oleh karena itu, jika melihat kulit kucing merah atau adanya gatal pada kucing, segeralah membawanya ke dokter hewan. Kutu Kutu adalah parasit yang sering menginfeksi kucing dan bisa menyebabkan gatal-gatal yang menyiksa. Kucing yang terinfeksi kutu cenderung menggaruk dan menjilati kulitnya secara berlebihan. Untuk mengatasi penyakit kulit kucing ini, Anda dapat menggunakan sampo atau obat anti-kutu yang disarankan oleh dokter hewan. Selain itu, pastikan untuk membersihkan lingkungan tempat kucing tinggal, termasuk tempat tidur dan furnitur, untuk menghindari infestasi berulang. Infeksi jamur Infeksi jamur pada kulit kucing bisa menyebabkan area kulit yang gatal, kering, dan mengelupas. Jamur juga bisa menular pada manusia, sehingga penting untuk segera mengobati infeksi jamur pada kucing. Dokter hewan akan meresepkan obat-obatan antijamur yang tepat dan memberikan petunjuk perawatan untuk membantu kucing Anda pulih. Alergi kulit Kucing juga bisa menderita alergi kulit, yang bisa disebabkan oleh makanan, serbuk sari, kutu, produk pembersih, atau bahan kimia lainnya. Gejala penyakit kulit kucing yang satu ini meliputi gatal-gatal, lecet, dan rambut rontok. Jika Anda mencurigai kucing Anda memiliki alergi kulit, segera hubungi dokter hewan untuk melakukan tes alergi dan membantu menemukan penyebabnya. Setelah penyebab alergi teridentifikasi, dokter hewan akan memberikan rekomendasi perawatan yang sesuai. Stres Tahukah Anda bahwa stres juga bisa menjadi penyebab penyakit kulit kucing? Stres pada kucing bisa menyebabkan penipisan rambut di bagian punggung dan perut karena over grooming. Jika kucing Anda mengalami stres, coba tinjau kembali perubahan gaya hidup atau situasi di rumah dan cobalah untuk memberikan perhatian lebih untuknya. Penyakit kulit kucing akibat perkelahian Luka dan borok kulit adalah masalah umum pada kucing, terutama bagi kucing yang sering berada di luar rumah atau berinteraksi dengan kucing lainnya. Penyebab umum dari luka dan borok kulit termasuk gigitan, goresan, atau lecet. Jika kucing Anda memiliki luka atau borok yang terinfeksi, penting untuk segera mengunjungi dokter hewan agar mendapatkan perawatan yang tepat. Perawatan meliputi membersihkan luka, memberikan antibiotik, dan mungkin juga perban untuk melindungi area yang terluka. Jika Anda melihat adanya kulit kucing merah akibat luka dan adanya pembengkakan dan nanah, hal ini bisa menjadi tanda adanya infeksi. Oleh karena itu, segeralah membawanya ke dokter. Itulah beberapa penyakit kulit kucing yang seringkali ditemukan. Penyakit kulit pada kucing menyebabkan gatal yang tidak tertahankan dan membuat kulit kucing mengelupas. Untuk mendapatkan penanganan yang tepat, segeralah berkunjung ke dokter hewan.
Kesehatan

Pagination

  • First page
  • Previous page
  • …
  • Halaman 44
  • Halaman 45
  • Halaman 46
  • Halaman 47
  • Halaman 48
  • Halaman 49
  • Halaman 50
  • Halaman 51
  • Halaman 52
  • …
  • Next page
  • Last page
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.