Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content
Apakah Kucing Boleh Makan Telur Simak Penjelasan Berikut!
Kenapa Kucing Menjulurkan Lidah? Simak Penjelasan Berikut!
2 mins read
Mungkin Anda pernah memperhatikan kucing kesayangan Anda seringkali menjulurkan lidahnya. Ada beberapa alasan kenapa kucing menjulurkan lidah, baik karena habitatnya, atau bisa juga karena masalah kesehatan. Ingin tau penjelasannya? Simak artikel berikut! Lidah kucing digunakan untuk makan dan minum Kucing menggunakan lidahnya untuk menyendok makanan dan minumannya. Bagi manusia, hal ini memang terbilang cukup tidak masuk akal, namun lidah kucing bisa melakukannya. Kucing terlihat menjilat-jilat makanan dan minumannya, padahal ia sedang mentransfer atau memasukkan makanan dan minumannya tersebut. Lidah kucing cukup unik, karena ia bisa membuat lidahnya seperti melingkar seakan-akan seperti mangkuk kecil yang bisa menampung makanan dan bahkan air yang kemudian ditelan. Lidah kucing keluar saat grooming Selain untuk makan dan minum, alasan kenapa kucing menjulurkan lidah adalah untuk grooming. Mungkin Anda pernah merasakan tekstur lidah kucing, yaitu sedikit kasar. Nah, tekstur inilah yang bermanfaat bagi kucing untuk membersihkan tubuhnya. Saat grooming, kucing menjulurkan lidah sambil menjilati atau menggigiti benda atau kotoran yang mungkin menempel pada rambutnya. Saat kucing menjulurkan lidah, ini juga merupakan caranya untuk mengatasi rambut yang kusut. Kucing menjulurkan lidah menunjukan bahwa ia sedang rileks Mungkin Anda pernah memperhatikan bahwa lidah kucing keluar saat ia sedang beristirahat atau bersantai-santai. Hal ini menunjukan bahwa kucing sedang melemaskan otot-ototnya, termasuk juga dengan lidahnya. Kucing menjulurkan lidah untuk mengetahui kondisi sekitar Seperti yang sudah diketahui bahwa kucing merupakan hewan predator. Salah satu penyebab kenapa kucing menjulurkan lidah karena kucing sedang mencari tahu apa yang ada di sekelilingnya. Saat lidah kucing keluar, lidah kucing bisa membantu indera penciuman kucing untuk mengetahui apakah ada predator di sekitar. Kucing menjulurkan lidah karena penyakit Alasan terakhir kenapa kucing suka melet adalah karena ada hubungan dengan kondisi kesehatannya. Selain kemungkinan adanya penyakit infeksi respiratory, kucing senior yang mengalami demensia juga kemungkinan akan suka menjulurkan lidahnya karena mereka kesulitan untuk menjaga lidahnya tetap berada di dalam mulut. Selain itu, jika Anda melihat kucing menjulurkan lidah dan meneteskan air liur, itu juga menunjukan adanya kondisi kesehatan tertentu, seperti penyakit gigi dan mulut, gagal ginjal, keracunan atau bahkan adanya luka. Penyakit gigi merupakan penyakit yang paling umum dialami oleh kucing, terutama untuk kucing yang jarang ke dokter. Untuk menghindari penyakit gigi, rutinlah menyikat gigi kucing dan juga berikan makanan yang bisa menunjang kesehatan gigi. Jika Anda melihat kucing menjulurkan lidah secara berlebihan yang diikuti dengan gejala lainnya, segeralah membawanya ke dokter hewan. Dokter hewan akan melakukan pengecekan pada kondisi kesehatan kucing kesayangan Anda dan memberikan penanganan yang tepat. Itu dia alasan kenapa kucing menjulurkan lidah. Pada dasarnya, kucing menjulurkan lidah karena memang banyak manfaatnya untuk mereka.
Kesehatan
5 Alasan Kenapa Kucing Takut Air
5 Alasan Kenapa Kucing Takut Air
2 mins read
Sudah menjadi rahasia umum bahwa kucing takut air. Pasalnya, setiap kali mandi atau grooming, kucing selalu memberontak dan juga berusaha untuk kabur. Lalu, kenapa kucing takut air? Yuk simak penjelasannya berikut ini! Rambut yang basah membuat tubuh kucing terasa berat Kucing merupakan hewan dengan rambut yang lebat dan tebal. Sederhananya, saat basah, kucing merasa bagian tubuhnya terasa berat karena rambut yang basah ini. Bisa dibilang, kucing takut air karena efek yang ditimbulkan kepada rambutnya ini yang tentunya membuat pergerakannya menjadi lebih lambat daripada biasanya. Sejarah evolusi kucing tidak membuatnya kenal dengan air Jika ditarik garis sejarahnya, nenek moyang kucing memang tidak mengenal yang namanya air. Dulu, kucing hidup di bagian kering dimana sungai dan air bukanlah hal yang familiar untuk mereka. Oleh karena itu, memori yang dibawa oleh nenek moyang ini terus menerus turun hingga ke kucing zaman sekarang yang membuat kucing takut air. Bisa dibilang, alasan kenapa kucing takut air karena memang mereka tidak terbiasa dan tidak tau bagaimana cara menghadapi air. Kucing bisa mendeteksi aroma kimia dalam air Salah satu penyebab kenapa kucing takut sama air adalah karena kucing bisa mendeteksi aroma kimia dalam air. Memang, jika diperhatikan, kucing suka sekali minum dari keran atau air di kamar mandi, namun itu hanya porsi sedikit. Jika dibandingkan dengan air di bathtub atau air keran untuk mandi, hal ini tidak menyenangkan untuk kucing karena aroma kimia tersebut. Kucing takut air karena pengalaman negatif Alasan kenapa kucing takut air juga bisa diperparah dengan pengalaman negatif yang pernah mereka terima. Misalnya, saat ia basah kehujanan parah yang membuat tubuhnya basah kuyup saat masih kecil, atau bisa juga saat ia jatuh ke sungai, atau berbagai pengalaman traumatis lainnya. Nah, kumpulan pengalaman inilah yang membuat kucing takut air semakin parah. Kucing tidak suka kehilangan kontrol Mungkin Anda pernah memperhatikan kucing memberontak saat dimandikan di kamar mandi, padahal mereka sendiri suka bermain air. Hal ini menunjukan bahwa kucing tidak suka kehilangan kontrol. Bermain dan minum air keran di kamar mandi atau taman merupakan keputusannya sendiri yang membuat mereka bisa mengakhiri kegiatan tersebut kapan saja, berbeda dengan mandi. Saat mandi, kucing kehilangan kontrol atas dirinya sendiri yang membuat dirinya harus basah kuyup. Tips memandikan kucing Kucing merupakan hewan yang bisa membersihkan tubuhnya sendiri. Namun, dalam beberapa kondisi, kucing membutuhkan bantuan Anda untuk membersihkan tubuhnya, terutama saat bermain di luar rumah. Jika Anda ingin memandikan kucing di rumah, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan: • Sediakan keset anti licin yang membuat kucing tetap bisa berdiri dan tidak terpeleset saat mandi • Lakukan gerakan perlahan dan lembut saat menyiramkan air. Jaga bagian telinga, mata dan juga hidung kucing agar air tidak masuk ke dalam lubang tersebut. • Gunakan air hangat saat memandikan kucing. Air hangat dipercaya membuat kucing lebih nyaman dibandingkan air dingin. • Sediakan handuk yang mudah dijangkau sehingga Anda bisa segera mengeringkan tubuh kucing sesaat setelah mandi selesai untuk mempercepat prosesnya. Kesimpulannya, kenapa kucing takut air karena memang mereka tidak mengenal air, makanya membutuhkan sedikit kesabaran untuk mengenalkan air pada kucing, terutama saat memandikan kucing. Sebagai tips, Anda juga bisa memberikan treats sebagai hadiah kecil untuknya setiap kali habis mandi.
Perilaku & Pelatihan
Apakah Kucing Bisa Menstruasi? Berikut Penjelasannya!
Apakah Kucing Bisa Menstruasi? Berikut Penjelasannya!
2 mins read
Pernah melihat kucing mengeluarkan darah dari kemaluannya seperti menunjukkan ciri ciri menstruasi pada kucing? Apakah kucing bisa menstruasi? Sama seperti kebanyakan mamalia betina, kucing mengalami siklus bulanan. Namun, 'menstruasi' mereka sangat berbeda dengan siklus menstruasi pada manusia. Dalam artikel ini, cari tahu semua yang perlu diketahui tentang siklus birahi kucing, termasuk seberapa sering mereka mengalami birahi dan apakah Anda harus membiarkan kucing Anda melewati siklus awal sebelum memandulkan. Apakah kucing bisa menstruasi? Dalam artian, ya, kucing memang mengalami menstruasi. Pada kucing itu disebut 'estrus', tetapi banyak orang hanya menyebutnya sebagai ‘siklus birahi’. Hanya kucing betina yang tidak disteril yang mengalami siklus ini, tetapi alih-alih melepaskan lapisan rahim lama seperti manusia, mereka menyerapnya kembali, jadi pendarahan adalah efek samping yang sangat jarang terjadi. Apa itu Siklus Birahi pada Kucing? Kucing adalah 'polyoestrous' yang berarti mereka bisa mengalami siklus birahi beberapa kali dalam setahun selama masa suburnya. Siklus birahi mereka terjadi setiap dua hingga tiga minggu, itulah sebabnya banyak orang salah paham bahwa seperti manusia, kucing selalu subur. Menariknya, frekuensi birahi pada kucing sebagian besar ditentukan oleh faktor geografis dan lingkungan seperti suhu dan jumlah jam siang hari. Kucing yang tinggal di daerah yang lebih hangat atau yang menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam dapat mengalami siklus birahi sepanjang tahun, sedangkan siklus birahi kucing di belahan bumi bagian utara biasanya dari awal musim dingin hingga akhir musim gugur. Berapa lama siklus birahi terjadi pada kucing? Siklus birahi cenderung berlangsung beberapa hari pada kucing, rata-rata berlangsung selama 6 hari, namun bisa bertahan hingga dua minggu. Jika kucing Anda tidak kawin dalam jangka waktu ini, mereka akan keluar dari siklus birahi untuk sementara waktu dan kemudian kembali lagi. Siklus ini akan terus berulang sampai kucing hamil atau disterilkan. Jika kucing Anda kawin, mereka akan keluar dari birahi dalam satu atau dua hari. Tanda-tanda siklus birahi pada kucing Kucing Anda akan menampilkan perilaku daripada tanda-tanda fisik saat sedang mengalami siklus birahi. Berikut adalah hal-hal yang harus diwaspadai: • Vokalisasi yang berlebihan – banyak kucing akan 'melolong' untuk memanggil kemungkinan pasangan kawin. • Mereka akan sangat menyayangi dan menginginkan lebih banyak perhatian dari Anda. Mereka mungkin akan menggosok diri Anda dan juga barang-barang di sekitar rumah Anda. • Beberapa kucing mungkin lebih sering buang air kecil atau bahkan menandai benda. Ini karena urine mereka mengandung feromon dan hormon yang memberi sinyal pada kucing jantan bahwa mereka siap kawin. • Kecil kemungkinannya, tetapi Anda mungkin melihat sedikit darah. Jika Anda melihat banyak darah, ini merupakan tanda bahwa Anda harus segera menghubungi dokter hewan untuk melakukan pemeriksaan. Kapan kehamilan dapat terjadi selama siklus birahi pada kucing? Kucing adalah ovulator yang diinduksi, yang berarti mereka harus kawin untuk dapat melepaskan sel telur dari indung telurnya. Diperlukan tiga hingga empat sesi kawin dalam waktu 24 jam bagi mereka untuk berovulasi. Selama periode ini, mereka mungkin kawin dengan banyak kucing jantan dan mungkin saja satu anak kucing memiliki banyak ayah. Haruskah saya membiarkan kucing saya mengalami siklus birahi sebelum disteril? Tidak, ini tidak terbukti bermanfaat bagi kucing Anda. Merupakan takhayul bahwa kucing yang telah memiliki anak sebelum disteril jadi lebih ramah. Tidak mensterilkan kucing membuat mereka lebih berisiko terkena kanker serviks dan juga berkontribusi pada kelebihan populasi kucing.
Perilaku & Pelatihan
Vaksin Anjing: Jenis, Jadwal dan Manfaatnya
Vaksin Anjing: Jenis, Jadwal dan Manfaatnya
2 mins read
Vaksin anjing merupakan hal yang penting. Hal ini bertujuan untuk menjaga kekebalan tubuhnya dari berbagai penyakit berbahaya yang bisa mengancam nyawanya. Beberapa jenis vaksin untuk anjing bisa bersifat wajib dan juga tambahan. Lalu, apa saja sih vaksin untuk anjing yang wajib diberikan, vaksin pada anjing berapa kali harus dilakukan serta manfaat dan juga harganya? Untuk lebih lanjutnya, simak artikel berikut. Vaksin rabies anjing Vaksin rabies anjing adalah vaksin untuk anjing wajib untuk menjaga keselamatan sistem saraf pusatnya. Selain itu, rabies ini juga berbahaya dan bisa menular pada manusia. Pastikan anjing kesayangan Anda mendapatkan vaksin anak anjing rabies ini pada usianya 16-18 minggu. Vaksin parvovirus Vaksin parvovirus merupakan vaksin anak anjing yang wajib. Tanpa vaksin, anjing berisiko terserang gangguan pada sistem pencernaan yang menyebabkan hilangnya nafsu makan dan muntah serta buang air darah dan bahkan menyebabkan kematian karena dehidrasi. Oleh karena itu, untuk anjing yang masih kecil, pastikan ia mendapatkan vaksin anak anjing parvovirus ini saat usianya 6-8 minggu. Vaksin hepatitis Hepatitis merupakan virus yang menyerang bagian ginjal, hati, mata, limpa dan paru-paru. Sama seperti distemper, penyakit hepatitis ini awalnya terlihat ringan, namun jika dibiarkan bisa menyebabkan kematian dengan ciri-ciri demam, muntah, sakit kuning, pembesaran perut dan juga nyeri pada bagian hati. Vaksin anjing hepatitis ini merupakan vaksin anak anjing yang wajib diberikan saat usianya 10-12 minggu untuk menjaga kebebalan tubuhnya. Vaksin leptospirosis Vaksin leptospirosis merupakan vaksin untuk anjing yang wajib, karena penyakit ini merupakan penyakit zoonosis, atau penyakit yang dapat menular pada manusia. Biasanya, penyakit leptospirosis ini tidak menunjukan gejala apapun, namun walaupun tanpa gejala, ia masih bisa menjadi carrier yang menularkan pada orang atau hewan lain. Vaksin leptospirosis ini bisa didapatkan saat usianya sudah memasuki 10-12 minggu dan wajib dilakukan setiap 1-2 tahun sekali. Vaksin distemper Penyakit distemper ini menyerang sistem pernapasan, saluran pencernaan dan sistem saraf anjing yang berbahaya dan mematikan. Distemper ini menyebar melalui udara dan juga air liur dari hewan yang terinfeksi yang bisa menyebabkan keluarnya cairan dari mata dan hidung, demam, diare, muntah, kelumpuhan dan bahkan kematian. Oleh karena itu, vaksin distemper merupakan salah satu vaksin anak anjing yang wajib diberikan saat usianya 6-8 minggu. Vaksin parainfluenza Jenis vaksin untuk anjing selanjutnya yang wajib didapatkan adalah vaksin parainfluenza. Vaksin ini bisa mencegah gangguan sistem pernapasan dan peradangan pada saluran udara pada anjing. Waktu terbaik untuk memberikan vaksin anjing ini adalah saat usianya 10-12 minggu. Vaksin bordetella bronchiseptica Vaksin anjing yang pertama ini merupakan vaksin yang bisa mencegah penyakit bordetella bronchiseptica. Penyakit ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan merupakan penyakit yang menular. Vaksin yang satu ini merupakan vaksin wajib untuk anjing, dan penting untuk anjing yang sering berada di tempat penitipan hewan, grooming atau tempat penampungan. Berbagai vaksin anjing di atas bisa Anda lakukan pada klinik hewan terdekat. Sebelum itu, jangan lupa untuk mendiskusikan dengan dokter hewan Anda tentang vaksin apa yang dapat didapatkan anjing Anda.
Kesehatan
Kucing Muntah Busa Putih, Berbahayakah
Kucing Muntah Busa Putih, Berbahayakah?
4 mins read
Kucing muntah adalah hal yang sering terjadi, mengingat kucing seringkali penasaran dengan berbagai hal dan mencoba untuk memakannya. Muntahan kucing ini biasanya berupa sisa makanannya. Lalu, bagaimana jika kucing muntah busa putih? Apakah berbahaya? Muntah putih pada kucing biasanya disebabkan oleh beberapa faktor, dan penting bagi pemilik kucing untuk memahami penyebabnya serta tindakan yang perlu diambil. Artikel ini akan membahas tentang kucing muntah putih, penyebabnya, serta cara penanganannya. Kondisi kucing muntah busa putih Kucing muntah putih merujuk pada kondisi ketika kucing mengeluarkan cairan berwarna putih atau berbusa dari lambungnya melalui mulut. Ini berbeda dari bola bulu yang mungkin juga sering dikeluarkan oleh kucing, yang biasanya memiliki bentuk padat. Muntah putih pada kucing bisa terjadi sekali-sekali dan mungkin tidak selalu menjadi pertanda masalah kesehatan serius. Namun, jika muntah putih terjadi secara teratur atau disertai gejala lain, sebaiknya perhatikan dan segera berkonsultasi dengan dokter hewan. Kucing muntah busa putih karena gangguan pencernaan Saat kucing terlambat makan, hal ini menyebabkan penumpukan gas dalam perut dan membuat perut iritasi. Akibatnya, kucing akan mual dan muntah. Kucing yang muntah karena gangguan pencernaan ini biasanya akan mengeluarkan busa putih atau kuning. Jika hal ini terjadi pada kucing kesayangan Anda, cobalah memeriksakannya ke dokter untuk mendapatkan rekomendasi porsi makan dan jadwal makan yang tepat. Jika kucing kesayangan Anda memiliki pencernaan yang sensitif, berikan ia makanan yang mengandung serat inulin untuk penyerapan nutrisi yang unggul serta mengandung prebiotik untuk menyeimbangkan mikroflora dalam usus, seperti PRO PLAN Cat Makanan Basah Kucing Dewasa Sensitive Chicken. Kucing muntah putih berbusa karena tertelan hairball Kucing mandi dengan cara menjilati tubuhnya. Tak jarang, saat mandi, ia tertelan bola rambutnya sendiri yang masuk lewat mulut dan masuk ke pencernaannya. Terkadang, rambut yang menumpuk ini membuat kucing muntah putih. Untuk mengontrol pembentukan hairball, berikan ia PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Indoor Hairball Control Chicken yang diperkaya dengan kombinasi serat dan juga nutrisi untuk menjaga kesehatan ginjal. Kucing muntah busa karena radang perut Kucing yang asal makan dan membuatnya muntah sisa makanan tidak perlu dikhawatirkan. Namun, saat ia asal makan dan membuat muntah berbusa pada kucing, saat inilah Anda perlu waspada. Biasanya, saat kucing muntah busa, ia akan kehilangan nafsu makan, lesu dan dehidrasi. Oleh karena itu, segeralah membawanya ke dokter sebelum ia dehidrasinya memburuk. Lantas, apa yang harus dilakukan saat kucing muntah busa putih? Kontrol Pola Makan: Pastikan kucing makan dengan perlahan dan teratur. Gunakan mangkuk anti-gulping yang dapat membantu melambatkan laju makan kucing. Sikat Bulu Secara Rutin: Rutin menyikat bulu kucing dapat mengurangi jumlah bulu yang tertelan saat menjilati. Perhatikan Jenis Makanan: Jika Anda mencurigai alergi makanan, cobalah mengubah makanan kucing Anda menjadi makanan yang lebih ramah pencernaan atau bertanya pada dokter hewan untuk rekomendasi makanan yang cocok. Kunjungan ke Dokter Hewan: Jika muntah putih terjadi secara teratur atau disertai gejala lain, segera bawa kucing Anda ke dokter hewan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter hewan akan membantu mendiagnosis dan menangani masalah kesehatan yang mungkin ada. Itu dia berbagai penyebab kucing muntah busa putih. Walaupun kucing muntah busa putih bisa jadi tidak membahayakan, namun segeralah membawanya ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan penanganan yang cepat, terutama saat kucing muntah busa putih dan menunjukan gejala lainnya.
Kesehatan
Perkembangan Anak Kucing - Kapan Anak Kucing Membuka Mata
Perkembangan Anak Kucing: Kapan Anak Kucing Membuka Mata?
3 mins read
Saat anak kucing baru lahir, Anda mungkin memperhatikan matanya yang masih penuh dengan kotoran dan terlihat seperti ia belum bisa melihat. Tak jarang, pemilik kucing khawatir kapan anak kucing membuka mata dan umur berapa bayi kucing bisa melihat. Untuk mengetahui jawabannya, simak artikel berikut. Mata anak kucing tertutup saat usia di awal kelahiran Perkembangan bayi kucing memiliki kecepatan yang berbeda tergantung pada sejumlah faktor, tetapi sebagian besar bayi baru lahir akan mulai membuka mata antara usia 2-16 hari. Penglihatan mereka perlahan membaik selama waktu ini, meskipun kedua mata mungkin tidak terbuka sepenuhnya dengan kecepatan yang sama. Pada usia sekitar 2 minggu, kedua mata biasanya melebar dan pada usia 3 minggu, banyak anak kucing yang dapat fokus dengan kedua matanya. Semua anak kucing yang baru lahir memiliki mata biru, dan warna mata akan berubah seiring bertambahnya usia anak kucing, biasanya menetap di warna aslinya pada usia sekitar 8 minggu. Anak kucing tidak bisa menjaga suhu tubuhnya Saat baru lahir, anak kucing tidak bisa mengatur tubuhnya sendiri. Jika ada induknya, anak kucing akan selalu berusaha menempel dengan induk dan saudara-saudaranya. Hal ini bertujuan untuk menjaganya tetap hangat. Tanpa kehangatan dari induk dan saudaranya, anak kucing bisa saja mati. Jika Anda melihat anak kucing tanpa induk, pastikan Anda memberikan tempat tidur yang hangat agar suhu tubuhnya tidak jatuh di bawah 32 derajat. Anak kucing membutuhkan susu induk setiap dua jam Saat mata anak kucing tertutup, ia tidak akan jauh-jauh dari induknya. Selain karena ia masih belum stabil, ini juga bertujuan agar ia bisa dekat selalu dengan induknya. Untuk perkembangan sistem kekebalan tubuh anak kucing, ia membutuhkan susu induk setiap dua jam sekali. Jika Anda memelihara anak kucing, pastikan Anda memberikan nutrisi setiap dua jam sekali demi perkembangan bayi kucing. Anak kucing akan mengikuti dan menirukan induknya saat usia 4-8 minggu Setelah beberapa hari mata kucing terbuka sempurna, ia akan bisa melihat dengan jelas dan mulai menirukan dan mengikuti berbagai hal yang dilakukan induknya. Biasanya, ini terjadi saat usia 4-8 minggu. Saat usia inilah anak kucing akan belajar pertahanan hidup, mulai dari gaya hidup seperti buang air, makan, dan juga merawat diri. Saat usia inilah anak kucing sudah mulai disapih. Proses penyapihan ini merupakan proses penting yang membutuhkan perhatian Anda untuk memberikan nutrisi yang baik untuk perkembangan bayi kucing. Dalam masa penyapihan, berikan ia makanan anak kucing yang kaya rasa dan juga kaya akan vitamin. Baik makanan basah dan kering, keduanya bisa diberikan untuk anak kucing Anda. Berikut beberapa rekomendasi makanan untuk anak kucing: • FRISKIES Kitten Discoveries • Purina ONE Healthy Kitten | Makanan Kering Anak Kucing Untuk rekomendasi lainnya, cek berbagai pilihan makanan anak kucing di sini. Perkembangan bayi kucing saat usia 2-4 bulan Mulai sekitar delapan minggu, anak kucing Anda akan berada pada usia yang ideal untuk memulai vaksinasi intinya, dengan suntikan sekunder diperlukan tiga hingga lima minggu setelahnya. Ini adalah proses penting untuk memastikan setiap anak kucing memiliki perlindungan yang tepat untuk masa dewasanya. Konsultasikan dengan dokter hewan Anda untuk memastikan jadwal vaksinasi tersedia. Perkembangan bayi kucing empat bulan ke atas Bagi pemilik kucing, ini merupakan usia yang krusial, karena pada usia ini, kucing sudah memasuki fase birahi. Anda mungkin akan menyadari beberapa ciri kucing birahi. Saat tanda tersebut terlihat, segeralah mencarikan pasangan untuknya jika tidak ingin melakukan steril kucing. Itu dia penjelasan mengenai perkembangan bayi kucing yang bisa menjawab pertanyaan kapan anak kucing membuka mata dan umur berapa bayi kucing bisa melihat. Selama masa tumbuhnya, pastikan Anda memberikan nutrisi yang lengkap untuk kekebalan tubuh dan kesehatannya.
Kesehatan
Cara Membantu Kucing Melahirkan: Tips untuk Menyambut Anak Kucing yang Baru
Cara Membantu Kucing Melahirkan
5 mins read
Bulan kedua masa kehamilan kucing adalah masa-masa dimana induk kucing bersiap untuk proses melahirkan anak-anaknya. Pada masa ini, Anda bisa memberikan perhatian lebih dengan menyediakan tempat yang nyaman untuk membantunya melakukan proses melahirkan dengan tenang. Namun, saat proses melahirkan, semua hal bisa saja terjadi, termasuk kucing susah melahirkan. Untuk lebih jelasnya, simak artikel berikut. Fase umum kucing melahirkan Jika sudah memasuki waktu persalinan, tahap pertama yang dilakukan induk adalah masuk ke kandang atau kotak melahirkannya yang sudah Anda sediakan. Tahap pertama ini biasanya akan berlangsung selama 12 jam. Setelah itu, induk akan merasakan kontraksi dan pecahnya ketuban. Saat tahap ini, sang induk akan sering membersihkan atau menjilati air ketuban. Setelah itu, induk kucing akan mencari posisi yang nyaman untuk bersiap melakukan proses melahirkan. Normalnya, induk kucing akan mengejan 1-2 kali untuk melahirkan bayinya. Saat melahirkan, induk kucing akan melahirkan lebih dari satu anak dengan jarak masing-masing 10-30 menit. Saat bayi kucing lahir, induk kucing akan segera menjilati wajah anaknya untuk membantu bayi kucing bernafas. Jika induk kucing sudah melahirkan semua anaknya, biasanya plasenta akan keluar dengan jumlah yang sama sesuai dengan anak kucing yang lahir. Ciri-ciri kucing susah melahirkan Saat Anda kucing sudah mulai kontraksi namun kucing tak kunjung melahirkan, hal ini bisa menjadi tanda bahwa kucing susah melahirkan, atau distokia. Berikut beberapa ciri ciri kucing susah melahirkan: • Kelahiran tidak diamati dalam 24-36 jam setelah penurunan suhu rektal • Induk atau melahirkan tidak diamati dalam 12-36 jam setelah penurunan konsentrasi progesteron menjadi <2 ng/m L • Interval antara atau anak kucing > 30 menit dengan tanda kontraksi miometrium yang jelas • Interval antara anak anjing atau anak kucing > 2 jam tanpa tanda-tanda kontraksi miometrium • Seluruh durasi melahirkan berlangsung > 24 jam • Persalinan aktif selama > 4 jam dan tidak ada anak kucing yang dihasilkan • Tenaga kerja lemah selama > 4 jam dan tidak ada anak anjing atau anak kucing yang dihasilkan Penyebab kucing susah melahirkan Kucing susah melahirkan bisa terjadi oleh kucing manapun. Berikut beberapa penyebab kucing susah melahirkan: • Ukuran bayi yang terlalu besar sehingga kucing membutuhkan bantuan untuk melahirkan anaknya. • Posisi bayi yang salah: kepala terjepit atau bayi terbalik. • Kekurangan nutrisi selama masa kehamilan yang menyebabkan kesulitan melahirkan. • Infeksi pada organ reproduksi. • Induk kucing yang berusia terlalu tua. • Lapisan uterus yang tebal. Selain itu, penyebab kucing susah melahirkan lainya juga bisa terjadi karena adanya gangguan kesehatan lain, seperti obesitas dan masalah lain yang mempengaruhi kemampuannya untuk melahirkan. Cara membantu kucing melahirkan Induk kucing bisa melahirkan anak-anaknya sendiri. Namun, berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk membantu kucing melahirkan: • Menyiapkan rumah dan tempat persalinan untuk kucing dengan suhu yang hangat. • Bantu induk kucing membersihkan wajah bayi kucing. Jika induk kucing tidak segera membersihkan wajahnya, bayi kucing akan kesulitan bernapas. Di sinilah Anda bisa membantunya dengan membersihkan wajah bayi kucing. • Berikan susu pengganti jika induk kucing tidak bisa menyusui. Cara mengatasi kucing yang susah melahirkan Jika Anda melihat tidak adanya tanda-tanda kucing akan melahirkan atau terlihat kucing susah melahirkan, segeralah menghubungi dokter. Dalam tahap ini, dokter akan memandu Anda untuk membantu kucing melahirkan. Jika dibutuhkan, dokter mungkin akan meminta Anda membawa kucing ke klinik atau sang dokter akan datang ke rumah Anda. Alaminya, setiap induk kucing bisa melahirkan anaknya sendiri. Namun ada beberapa kasus kucing susah melahirkan. Penyebab kucing susah melahirkan ini berbeda-beda, sebagai antisipasinya, penting untuk memberikan perhatian lebih untuk induk kucing dan membawanya ke dokter untuk memastikan ia siap untuk melakukan proses melahirkan sendiri.
Kesehatan
Penyebab Bulu Anjing Rontok yang Perlu Diketahui
Penyebab Bulu Anjing Rontok yang Perlu Diketahui
2 mins read
Anjing yang bulunya lebat memang selalu menarik perhatian. Makanya, saat bulu anjing rontok, hal tersebut membuat panik. Kira-kira, apa saja sih penyebab kerontokan, terutama untuk anjing yang bulunya lebat? Yuk simak artikel berikut. Pergantian musim Siberian Husky merupakan anjing yang bulunya lebat. Di negara dengan iklim sub-tropis, rambut anjing seperti Siberian Husky, Alaskan Malamute atau Samoyed akan tumbuh lebih lebat pada musim dingin dan akan rontok menjelang musim semi. Hal ini bertujuan untuk menjaganya tetap hangat saat musim dingin. Sayangnya, kondisi ini jarang ditemukan di negara dengan iklim tropis. Infeksi bakteri dan jamur Penyebab kerontokan juga bisa karena adanya penyakit. Penyebab bulu rontok pada anjing yang seringkali ditemukan adalah karena adanya infeksi bakteri dan jamur. Bakteri dan jamur ini menyebabkan kulit anjing menjadi gatal, merah dan juga bau yang menyebabkan bulu akan rontok. Jika Anda melihat adanya tanda-tanda ini, segeralah membawanya ke dokter. Kudis dan parasit Sama seperti penyakit kulit lainnya, kudis adalah infeksi gatal karena kutu atau tungau yang menyebabkan gatal tidak tertahankan pada kulit anjing. Perlahan, anjing akan terus menggaruk bagian yang gatal yang menyebabkan bulu anjing rontok. Tak hanya berbahaya pada anjing, tungau dan kutu ini menular dengan sangat cepat, oleh karena itu, jika Anda melihat adanya tanda-tanda tungau atau kutu, segeralah membawanya ke dokter hewan dan bersihkan seluruh bagian furnitur dan perlengkapan di rumah untuk meminimalisir penyebaran kutu dan tungau. Alergi Penyebab bulu anjing mulai rontok selanjutnya juga bisa karena alergi, baik alergi lingkungan, tumbuhan, jamur, debu, kutu dan bahkan makanan. Untuk mengetahui penyebab alergi yang lebih jelas, Anda membutuhkan pengecekan dokter. Penyakit gangguan hormon Anjing yang bulunya lebat namun tiba-tiba rontok bisa jadi disebabkan karena adanya gangguan hormon. Jika terlihat adanya gangguan ini, biasanya anjing akan disarankan untuk melakukan pengecekan darah untuk mengetahui penyebab bulu anjing rontok yang sebenarnya. Kulit dan rambut kering Tak hanya penyakit, penyebab bulu rontok juga bisa karena kondisi suhu udara yang kering. Untuk meminimalisir risiko bulu rontok, Anda bisa menggunakan pelembab ruangan atau humidifier untuk menjaga kondisi rambutnya. Bulu anjing rontok karena pertumbuhan Pada dasarnya, setiap anjing pasti akan mengalami kerontokan rambut sebagai bagian dari pertumbuhannya. Tak jarang, seringkali ada pertanyaan “bulu anjing rontok umur berapa?”. Jawabannya adalah saat usianya 6-7 bulan. Saat usia tersebut, badan anak anjing akan berkembang lebih besar dan bulu pertamanya akan rontok yang kemudian berganti menjadi bulu aslinya. Apa yang harus dilakukan jika bulu anjing mulai rontok? Untuk menjaga kesehatan rambut anjing, Anda bisa rutin menyikat rambutnya untuk menjaga kelembapan dan juga menjaga penyebaran kelenjar minyak pada kulitnya. Untuk anjing dengan kulit sensitif, Anda bisa memberikan makanan yang diperkaya dengan sumber protein untuk menjaga kondisi kulit dan juga mengurangi kerontokan rambut seperti PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Fussy & Beauty Salmon. Itu dia penjelasan seputar penyebab kerontokan kenapa dan juga apa yang harus dilakukan jika bulu anjing Anda rontok. Jika Anda melihat bulu mulai rontok yang diikuti dengan gejala gangguan penyakit, lemas atau kurangnya nafsu makan, segeralah membawanya ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Kesehatan
Kucing Sakit Perut? Begini Penyebabnya!
Panleukopenia pada Kucing: Kenali Gejala dan Cara Menghindarinya
2 mins read
Virus pada kucing ada banyak jenisnya, mulai dari virus yang menular. Salah satu virus pada kucing yang menular adalah panleukopenia. Virus pada kucing yang satu ini merupakan virus berbahaya yang bisa menyebabkan kematian. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang panleukopenia, yuk simak artikel berikut. Penyakit Panleukopenia pada kucing Panleukopenia adalah penyakit virus pada kucing yang seringkali dikenal juga dengan nama cat distemper. Virus panleukopenia pada kucing ini sangatlah menular dan sangat berbahaya baik untuk kucing dewasa maupun anak kucing dan merupakan jenis virus yang dapat menyebabkan kematian. Panleukopenia pada kucing ini merusak usus dan menurunkan sel darah putih dan membuat kucing kesayangan Anda menjadi rentan terhadap infeksi sekunder. Akibatnya, kucing akan menjadi dehidrasi dan rentan terhadap penyakit lain. Cara penularan penyakit kucing panleukopenia Cara penularan penyakit kucing panleukopenia ini adalah via udara, seperti misalnya berada satu ruangan dengan kucing yang telah terkena sakit panleukopenia. Selain itu, panleu pada kucing juga bisa ditularkan lewat kehamilan; induk kucing yang menderita penyakit kucing panleukopenia ini bisa menularkan virus pada anak kucingnya, bahkan bisa menyebabkan anak kucing menderita kelainan dan menyebabkan kematian. Jika anak kucing bisa bertahan dengan virus ini, kebanyakan anak kucing akan menderita gangguan otak, yang dapat dilihat dengan gangguan tremor dan masalah kesehatan lainnya. Ciri ciri kucing terkena panleukopenia Sulit mendeteksi kucing yang terkena virus panleukopenia. Namun, Anda bisa mendeteksi ciri ciri kucing terkena panleukopenia untuk segera membawanya ke dokter. Berikut ciri ciri panleu pada kucing: • Demam dan lesu • Penurunan nafsu makan • Muntah dan diare • Dehidrasi Apa yang harus dilakukan jika kucing terkena virus panleukopenia? Sayangnya, belum ada obat untuk mengatasi panleukopenia pada kucing. Namun, dokter akan memberikan obat untuk mengatasi gejala yang ditimbulkan. Jika kucing Anda terinfeksi panleukopenia, biasanya dokter akan menyarankan penanganan rawat inap dengan memberikan infus untuk mengatasi dehidrasi. Apa yang harus dilakukan jika kucing terkena virus panleukopenia? Panleukopenia pada kucing bisa dihindari dengan vaksin. Vaksin ini bisa mencegah kucing kesayangan terkena virus panleukopenia dengan gejala yang parah. Sayangnya, vaksin ini biasanya hanya diberikan pada kucing yang memiliki pemilik. Alhasil, kucing liar masih sering tertular virus panleukopenia ini. Kucing yang sudah divaksin umumnya sudah memiliki sistem kekebalan yang baik terhadap virus panleukopenia. Namun, jika dalam suatu kasus kucing yang sudah divaksin masih terkena virus panleukopenia, hal ini tidak akan berakibat fatal untuknya. Salah satu pencegahan tersebarnya panleukopenia pada kucing adalah dengan memberikan makanan penuh nutrisi untuk kucing dan juga meminimalisir kucing bermain dengan kucing liar. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa kucing liar rentan terinfeksi dengan virus panleukopenia pada kucing karena umumnya mereka tidak mendapatkan vaksin. Itu dia penjelasan mengenai panleukopenia pada kucing yang perlu diwaspadai. Kesimpulannya, pastikan Anda memberikan vaksin wajib untuk kucing kesayangan Anda untuk meminimalisir berbagai virus pada kucing yang bisa menular.
Kesehatan
Kucing Sakit Perut? Begini Penyebabnya!
Kucing Sakit Perut? Begini Penyebabnya!
2 mins read
Sering mencoba makan sembarangan adalah kebiasaan yang sering menyebabkan kucing sakit perut. Sayangnya, kita tidak tahu kapan kucing sakit perut dan apa yang ia rasakan. Namun, berikut beberapa penjelasan dan juga ciri ciri kucing sakit perut yang bisa membantu mengetahui apa yang dibutuhkan kucing kesayangan Anda. Penyebab kucing sakit perut Ada banyak penyebab kucing sakit perut, salah satunya adalah salah makan. Salah makan ini bisa dikarenakan makan makanan yang tidak seharusnya, makan rumput, atau makan makanan manusia. Selain itu, penyebab kucing sakit perut juga bisa jadi karena transisi diet yang terlalu cepat dan infeksi parasit. Dengan gejala yang lebih parah, biasanya kucing sakit perut ini juga menjadi tanda adanya permasalahan yang lebih serius. Untuk mengetahui lebih jelasnya, Anda membutuhkan bantuan dokter. Ciri ciri kucing sakit perut Biasanya, berikut beberapa ciri ciri kucing sakit perut yang akan terlihat: • Mual • Lemas • Muntah • Kehilangan nafsu makan • Sering menjilati bibir • Diare, jika sudah mempengaruhi pencernaan Saat kucing mengalami diare ringan, umumnya bisa sembuh sendiri dalam waktu 24 jam. Untuk membantunya, Anda bisa menyediakan air minum di sekitarnya untuk menjaganya tetap terhidrasi. Jika diare berlangsung selama beberapa hari dan menunjukan adanya gejala kucing sakit, segeralah membawanya ke dokter. Gejala kucing sakit bisa berupa sering mengeong, tidak bisa buang air, lesu, penurunan berat badan, lebih sering bersembunyi, keluarnya cairan dari mata dan telinga, rambut rontok dan lemas. Cara mengobati kucing sakit perut Cara mengobati kucing sakit perut biasanya dengan memberikan obat antimual. Obat ini bisa Anda dapatkan di klinik dokter hewan setelah dokter melakukan pengecekan. Penyebab kucing sakit perut berbeda-beda, oleh karena itu cara mengobati kucing sakit perut juga perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Cara menjaga kesehatan perut kucing Jika kucing kesayangan Anda sudah memiliki histori pencernaan yang sensitif, sebaiknya berikanlah ia makanan yang bisa menjaga sistem pencernaannya. Pastikan makanan kucing Anda mengandung sumber protein yang mudah dicerna dan diserap, seperti PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Sensitive Skin & Stomach Salmon Tuna yang mengandung prebiotik untuk meningkatkan kesehatan saluran pencernaan. Disamping memberikan makanan untuk perut sensitif, Anda juga perlu memperhatikan proses pergantian makanannya. Saat mengganti makanannya, pastikan Anda melakukan transisi perlahan agar kucing tidak kaget. Mengganti makanannya secara mendadak justru bisa menyebabkan masalah perut. Sebaiknya, berikan proses 7-10 hari untuk proses mengganti makanan baru dengan cara mencampurkan makanan lama dan baru dengan persentase perlahan sampai akhirnya kucing Anda hanya akan memakan makanan barunya. Selain itu, Anda juga bisa coba memberikan makan dengan porsi kecil dalam beberapa kali waktu dalam sehari. Memberikan makan dengan porsi kecil dapat mengurangi beban kerja sistem pencernaannya. Jangan lupa, sediakan juga minuman yang mudah diakses olehnya. Kesimpulannya, kucing sakit perut adalah hal yang seringkali terjadi. Umumnya, kucing sakit perut terjadi karena salah makan bisa sembuh sendiri dalam hitungan jam. Namun, jika Anda melihat adanya gejala kucing sakit yang mengkhawatirkan, ditambah dengan tidak mau makan dan minum, segeralah berkonsultasi ke dokter sebelum ia mengalami dehidrasi dan penurunan kondisi tubuh yang lebih mengkhawatirkan.
Kesehatan

Pagination

  • First page
  • Previous page
  • …
  • Halaman 44
  • Halaman 45
  • Halaman 46
  • Halaman 47
  • Halaman 48
  • Halaman 49
  • Halaman 50
  • Halaman 51
  • Halaman 52
  • …
  • Next page
  • Last page
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.