Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content
Seputar Pakan Anjing Rumahan
Seputar Pakan Anjing Rumahan
2 mins read
Anjing yang bahagia adalah anjing yang mendapatkan perhatian cukup dan juga mendapatkan gizi yang seimbang. Untuk memberikan gizi yang seimbang, tentunya ia membutuhkan pakan anjing atau makanan anjing yang berkualitas. Di samping pakan anjing kemasan, Anda kini juga dapat menemukan berbagai resep makanan anjing rumahan di internet. Lalu, apakah makanan anjing rumahan tersebut aman dikonsumsi dan lebih baik daripada pakan anjing kemasan? Untuk lebih jelasnya, simak artikel berikut! Memberikan Pakan Anjing Buatan Rumahan Terkadang kita merasa ingin mencoba resep makanan anjing rumahan. Namun ternyata banyak dokter hewan yang meragukan nutrisi makanan anjing rumahan. Makanan anjing rumahan mungkin mengandung bahan makanan kesukaan anjing Anda, namun belum tentu makanan anjing rumahan tersebut mampu memenuhi kebutuhan nutrisinya seperti pakan anjing kemasan yang sudah diformulasikan khusus oleh ahli gizi. Manfaat Memberikan Makanan Anjing Rumahan Makanan anjing rumahan dapat membantu dalam anjing mengelola intoleransi makanan. Dengan mengolah sendiri makanan anjing rumahan, Anda dapat memilih dan menghindari bahan-bahan yang mungkin ada di pakan anjing sebelumnya yang tidak cocok untuk anjing kesayangan Anda. Baca Juga : Apa perbedaan PRO PLAN dan ALPO? Mana yang lebih baik untuk anjing saya? Namun, sekarang juga terdapat banyak pilihan pakan anjing komersial yang dapat mengelola alergi serta intoleransi terhadap makanan. Pakan anjing komersial juga telah diformulasikan khusus dengan nutrisi yang dibutuhkan anjing. Risiko Memberikan Pakan Anjing Rumahan Pada dasarnya, sulit memformulasikan makanan rumahan untuk anjing kesayangan. Makanan anjing rumahan hanya bisa menutupi kebutuhan kalori dasar dalam waktu yang singkat, tidak untuk jangka panjang karena kandungannya tidak seimbang untuk anjing kesayangan. Seringkali resep makanan anjing rumahan tidak dibuat oleh ahli gizi atau dokter hewan, bisa jadi resep makanan anjing rumahan tersebut memiliki tingkat nutrisi yang terlalu rendah, atau bahkan terlalu tinggi. Jika Anda menggunakan daging atau telur mentah dalam resep makanan anjing rumahan, tentunya, ada risiko anjing Anda terkena parasit tertentu atau terinfeksi bakteri seperti salmonella yang bisa jadi menular ke manusia. Di samping itu, sulit untuk mengukur takaran porsi dalam memberikan makanan anjing rumahan. Risikonya, Anda memberikan pakan anjing secara berlebihan, atau justru kurang. Baca Juga : Makanan untuk Anjing dengan Pencernaan Sensitif Selain itu, jika tidak dibuat oleh ahli gizi, resep makanan anjing rumahan bisa saja mengandung bahan yang tidak baik untuk anjing, seperti kacang macadamia, alpukat, bawang putih, ataupun bawang bombay yang bisa menyebabkan berbagai masalah perut, muntah, masalah hati, dan berbagai permasalahan yang lain. Mengingat pertimbangan di atas mengenai resep makanan anjing rumahan, sangat disarankan untuk berkonsultasi ke dokter hewan atau ahli gizi anjing sebelum memberikan makanan anjing rumahan. Jika Anda ingin mencoba resep makanan anjing rumahan, pastikan resep tersebut dibuat secara khusus oleh seorang profesional dengan akreditasi yang jelas dan diakui. Nutrisi yang Dibutuhkan dalam Pakan Anjing Pakan anjing yang baik adalah makanan yang mengandung nutrisi penting bagi anjing, seperti protein, lemak, karbohidrat, serat, dan asam lemak esensial. Selain itu, anjing memiliki persyaratan untuk sejumlah mikronutrien seperti vitamin dan mineral. Pakan anjing harus memiliki keseimbangan yang tepat sehingga dapat memenuhi syarat untuk menjadi makanan kesukaan anjing. Itu dia penjelasan mengenai pakan anjing yang baik untuk anjing kesayangan Anda. Saat memberikan makanan anjing rumahan, pastikan Anda menggunakan resep makanan anjing rumahan yang diformulasikan khusus oleh ahli gizi anjing. Cek di sini untuk pilihan pakan anjing kemasan yang sudah terjamin gizinya.
Makanan & Nutrisi
Pelajari Makanan Kucing Hamil Berikut Ini
Pelajari Makanan Kucing Hamil Berikut Ini
2 mins read
Jika Anda memiliki kucing betina dan tidak disteril, bisa jadi suatu saat kucing kesayangan Anda akan mengalami kehamilan. Saat kucing Anda hamil, hal yang perlu Anda perhatikan adalah memberikan perhatian moril, karena kucing hamil cenderung lebih manja dan membutuhkan perhatian ekstra. Oleh karena itu, kucing hamil sangat suka dibelai dan juga diajak main. Selain memberikan kebutuhan moril, penting juga untuk memberikan nutrisi yang baik untuk induk kucing dengan mengganti makanannya ke makanan kucing hamil untuk membantu pemenuhan nutrisi untuk kucing hamil. Lalu, apa sih makanan yang bagus untuk kucing hamil? Yuk perhatikan hal-hal penting ini saat memilih makanannya. Panduan Memilih Makanan Kucing Hamil Ketika Anda memberikan makanan kucing yang sedang hamil, perhatikan umur kandungannya. Pada awal kehamilan, Anda tidak perlu menambah porsi makannya karena justru itu bisa membuatnya mengalami risiko obesitas. Pada awal kehamilan, berilah porsi makan seperti biasanya. Dalam memilih makanan kucing hamil, pastikan nutrisi untuk kucing hamil terpenuhi, yaitu memiliki kandungan kaya protein, dengan begitu produksi susu yang dihasilkan akan lancar dan kebutuhan makan bayi dalam perut dapat dipenuhi. Baca Juga : Makanan Kucing Hamil Jaga nutrisi untuk kucing hamil dengan memberikan makanan yang memiliki kandungan protein dan lemak yang tinggi. Anda bisa memberikan makanan anak kucing kepada induk kucing yang sedang hamil karena kandungan protein dan lemak pada makana anak kucing tinggi, sehingga bisa memenuhi kebutuhan nutrisi kucing hamil yang tinggi.. Di awal masa kehamilan, induk kucing tidak membutuhkan porsi makan yang besar, namun seiring berjalannya waktu barulah ia membutuhkan tambahan energi sekitar 10% setiap minggunya. Hingga akhir masa kehamilannya, kebutuhan energi mereka akan meningkat sebanyak 70%. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk memberikan makanan kucing yang bagus untuk kucing hamil. Jenis Makanan Yang Cocok Untuk Kucing Hamil Ada beberapa jenis makanan khusus kucing hamil yang bisa Anda berikan untuk induk kucing. Salah satu pilihan jenis makanan yang bagus untuk kucing hamil adalah makanan kering (dry food): Makanan kering atau dry food tetap dapat diberikan kepada kucing yang sedang hamil. Banyak merk dry food untuk kucing hamil yang diformulasikan khusus sebagai makanan kucing hamil. Namun, penting untuk tetap memastikan jenis makanan tersebut dapat memberikan nutrisi untuk kucing hamil. Baca Juga : Saran Pemberian Makanan Kucing Proplan untuk Kucing Hamil Dalam memenuhi kebutuhan nutrisi untuk kucing hamil, Anda dapat memberikan makanan anak kucing atau kitten sebagai makanannya. Makanan kitten memiliki lebih banyak kandungan nutrisi yang dibutuhkan kucing hamil, salah satunya kolostrum. Anda dapat memilih Proplan untuk kucing hamil karena Proplan memiliki banyak varian makanan, seperti PRO PLAN Kitten Starter Makanan Kering Anak Kucing Salmon & Tuna atau PRO PLAN Kitten Makanan Basah Anak Kucing Chicken yang terbuat dari daging salmon dan tuna asli sebagai bahan baku utamanya. Kandungan kolostrum di dalamnya membantu mendukung perkembangan sistem imun kucing yang sedang hamil. Nutrisi penting seperti protein 43% juga baik untuk perkembangan janin kucing yang menurut AAFCO (The Association of American Feed Control Officials) membutuhkan minimal 30% protein. Nah, itu dia hal yang harus dilakukan ketika kucing sedang hamil dan juga makanan kucing hamil yang bisa menjaga dan menambah nutrisi sesuai dengan kebutuhannya. Yuk jaga induk kucing yang sedang hamil tetap bahagia dan sehat!
Makanan & Nutrisi
Panduan Memberikan Makanan Anjing Kecil
Panduan Memberikan Makanan Anjing Kecil
3 mins read
Anjing ras kecil memiliki tubuh yang mungil dan terlihat sangat menggemaskan. Ada berbagai jenis anjing ras kecil yang bisa menjadi pilihan Anda, di antaranya Cihuahua, Toy Poodle, Pomeranian, Shih Tzu, Yorkshire Terrier, Maltese, Papillon, dan banyak lagi. Untuk menunjang kesehatan dan juga perkembangan anjing ras kecil, Anda perlu memberikan makanan untuk anjing kecil yang mengandung nutrisi yang lengkap dan seimbang. Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan saat memberikan dog food untuk anjing kecil? Yuk simak artikel berikut! Porsi Makan Anjing Kecil Porsi makan adalah satu hal yang penting saat memberikan makanan anjing kecil. Pasalnya, jika dberikan makan berlebihan, perut anjing kecil akan terasa tidak nyaman dan malah memberikan tekanan pada rangka tubuhnya. Tapi, jika kurang makan, ia akan mengalami beberapa penyakit. Berikut adalah panduan dalam memberikan makanan anjing kecil: • Mulai dari masa transisi menyusui hingga menyapih (biasanya usia dua bulan): 4-6 kali makan sehari • Mulai usia dua hingga tiga bulan: 4 kali sehari • Mulai usia dewasa, disarankan anak anjing masih makan 3 kali sehari Baca Juga : Tips dan Panduan Memilih Makanan Anjing Kecil Perhatikan Kondisi Fisik Anjing kecil memiliki aktivitas fisik yang aktif yang seringkali menimbulkan rasa tidak nyaman pada perutnya yang penuh. Anda dapat memilih waktu yang tepat dalam memberikan dog food untuk anjing kecil yaitu dengan memberikan jeda sekitar satu jam sebelum maupun sesudah aktivitas fisik. Ada baiknya membiasakan anjing kecil Anda untuk segera beristirahat setelah makan untuk menghindari risiko perut tidak nyaman atau bahkan kondisi-kondisi lain yang lebih serius, terutama dalam pemberian makanan anjing ras kecil. Bagi anjing ras berukuran besar pun dapat menimbulkan masalah karena perut mereka dapat membengkak dan terpuntir. Kondisi ini disebut gastric bloat (dan torsion) yang merupakan kondisi medis serius dan memerlukan penanganan dokter. Perhatikan Kondisi Tempat Makan Tidak hanya anjing kecil, anjing ras besar pun juga lebih nyaman makan di kondisi yang tepat. Saat memberikan makanan anjing kecil, usahakan untuk memilih tempat yang tenang dan jauh dari keramaian karena ia mudah terdistraksi dan mengganggu proses makan serta nafsu makannya yang malah membuatnya tidak menghabiskan makanannya. Anda juga dapat menjauhkan anjing kecil dari anjing lainnya saat makan. Hal ini dilakukan agar anjing kecil fokus pada makanannya dan tidak memakan makanan anjing lain. Baca Juga : Jenis-Jenis Makanan Anjing: Basah atau Kering? Kondisi Kesehatan Anjing Ras Kecil Setiap ras anjing memiliki risiko kesehatan yang berbeda-beda. Anjing ras kecil bisa menderita dislokasi tempurung lutut. Selain itu, anjing kecil juga memiliki metabolisme yang cepat yang berarti mereka membakar energi dengan cepat. Tidak hanya itu, anjing ras kecil memiliki perut yang kecil, sehingga sangat disarankan untuk memberinya makanan sedikit namun sering. Makanan untuk anjing ras kecil adalah makanan dengan ukuran yang kecil karena mereka memiliki mulut yang mungil. Cek di sini untuk rekomendasi makanan anjing kecil atau dog food untuk anjing kecil yang kaya akan manfaat untuk membantu tumbuh kembangnya. Tips Memberikan Makanan Anjing Kecil Saat memberikan makanan anjing kecil, berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan: • Pilih makanan yang memenuhi nutrisinya • Pilih kibble yang sesuai dengan ukuran mulut dan gigi • Berikan makanan anjing kecil sesuai takarannya. Anjing ras kecil membakar lebih banyak kalori dibandingkan anjing besar, oleh karena itu, jika ia kekurangan makan, ia bisa mengalami beberapa risiko penyakit. • Hindari makanan manusia sebagai makanan untuk anjing kecil. Nah, itu dia beberapa panduan memberikan makanan anjing kecil dan juga tips memberikan makanan untuk anjing kecil yang bisa menjadi bahan pertimbangan Anda.
Makanan & Nutrisi
 Jenis Makanan Anjing yang Wajib Anda Ketahui
Jenis Jenis Makanan Anjing yang Wajib Anda Ketahui
3 mins read
Anjing terkenal dengan sifatnya yang setia kawan dan penyayang. Oleh karena itu, banyak orang yang menganggapnya sebagai bagian dari anggota keluarga. Sebagai bagian dari keluarga, pasti Anda ingin menjaga kesehatannya agar ia tumbuh bahagia dan terus bisa bersama kita. Untuk menunjang kesehatannya, tentunya ia membutuhkan makanan yang sehat dan bernutrisi. Oleh karena itu, yuk pelajari jenis makanan anjing berikut ini! Sebenarnya, anjing bisa memakan makanan manusia. Makanan yang boleh dimakan anjing antara lain mulai dari jeroan, daging tanpa lemak, kaldu tulang, telur, ikan salmon, hingga keju. Makanan-makanan ini mengandung protein hewani yang sangat berguna untuk pertumbuhan tulang dan pembentukan sel darah merah. Selain itu, anjing juga dapat memakan sayuran dan biji-bijian seperti brokoli, wortel, buncis, atau oatmeal. Sayuran dan biji-bijian bagi anjing dapat menunjang kebutuhan vitamin dan mineral pada anjing. Baca Juga : Jenis-Jenis Makanan Anjing: Basah atau Kering Memberikan makanan manusia untuk anjing memang dinilai praktis dan hemat biaya, tapi sebaiknya juga perhatian variasi makanannya untuk demi terpenuhinya nutrisi yang berguna untuk tumbuh kembangnya. Makanan manusia dapat menjadi alternatif, akan tetapi alangkah lebih baik Anda memberikan anjing jenis makanan dengan nutrisi lengkap dalam satu mangkuknya. Anda dapat mencoba jenis makanan untuk anjing yang dijual dipasaran karena makanan yang baik untuk anjing telah diformulasikan dengan baik oleh para ahli di luar sana. Berikut penjelasan mengenai jenis makanan untuk anjing yang perlu diperhatikan. • Dry Food • Jenis makanan yang satu ini terbuat dari campuran beberapa bahan, seperti daging, tulang ayam, biji-bijian, susu, hingga gandum. Semua bahan makanan tersebut diolah menjadi jenis makanan bentuk kering yang tentunya praktis untuk disajikan. Selain itu, jenis makanan anjing ini memiliki kandungan kalsium, protein, lemak, dan karbohidrat yang bermanfaat bagi tubuh anjing. Dry food juga dapat mencegah timbulnya plak pada gigi anjing dan dapat meningkatkan imunitas serta tumbuh kembang anjing menjadi lebih sehat karena makanan ini termasuk jenis makanan yang baik untuk anjing yang memiliki kelengkapan gizi dan memiliki aroma yang menggoda. • Dry food ini dapat dijadikan sebagai jenis makanan sehari-hari karena makanan ini memiliki nutrisi yang cukup lengkap di dalamnya. Jenis makanan ini juga dapat ditakar dengan mudah sesuai dengan usia dan juga berat badannya. PRO PLAN Dog Puppy Healthy Growth & Development Medium Chicken dapat menjadi rekomendasi jenis makanan anjing kering dengan kandungan Kolostrum dan DHA untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menutrisi otaknya • Wet Food • Wet food atau makanan basah memiliki komposisi daging, sayuran, telur, dan sejumlah bahan karbohidrat lainnya. Jenis makanan yang baik untuk anjing ini memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi sehingga harus diperhatikan penggunaannya. Makanan basah untuk anjing juga mengandung sekitar 70-80% kandungan air dengan aroma yang cukup menggugah selera dan cita rasa yang tinggi sehingga dapat meningkatkan nafsu makan pada anjing yang kurang berselera makan. • Makanan basah biasanya akan dikemas di dalam kaleng atau pouch. Biasanya, jenis makanan yang satu ini juga dijadikan sebagai topping pada makanan anjing maupun untuk makanan anak anjing. • Pada anjing yang sudah tua atau tidak nafsu makan, makanan basah juga kerap diberikan karena jenisini memiliki manfaat untuk menggugah selera makan anjing. Selain itu, wet food mampu menghidrasi anjing agar tidak kekurangan cairan sekaligus membantu melengkapi gizi dan nutrisi yang dibutuhkan anjing untuk menjaga tubuh dan ototnya agar tetap sehat. Nah, setelah mengetahui makanan yang baik untuk anjing dan makanan yang boleh dimakan anjing, Anda tidak perlu ragu lagi dalam memberikan makanan pada sahabat berkaki empat Anda. Pahamilah apa yang anjing Anda butuhkan dan cari informasi lebih lanjut mengenai makanan untuk anjing di sini.
Makanan & Nutrisi
Bulu Kucing Rontok? Yuk Simak Penjelasannya
Bulu Kucing Rontok? Yuk Simak Penjelasannya
3 mins read
Membelai kucing adalah salah satu bentuk rasa kasih dan perhatian untuk kucing kesayangan. Tapi, pernahkah Anda merasa rambut atau bulu kucing rontok sehingga terasa lebih tipis? Ada beberapa alasan rambut atau bulu kucing rontok. Untuk mengetahui penyebab bulu kucing rontok, yuk, simak pembahasan berikut ini! Penyebab Bulu Kucing Rontok Ada beberapa hal yang menjadi penyebab bulu kucing rontok, yaitu: • Infeksi Jamur • Penyebab bulu kucing rontok yang pertama adalah adanya infeksi kulit seperti kurap. Infeksi ini bisa disebabkan oleh beberapa jenis jamur, seperti Microsporum sp. Jamur tersebut dapat membuat kulit menjadi iritasi dan kemerahan. Ciri yang khas jika kucing kamu jamuran adalah adanya luka atau ruam kemerahan berbentuk melingkar dan dapat menyebabkan bulu kucing rontok. • Stres • Tidak hanya manusia, kucing juga bisa mengalami stres, lho. Saat kucing mengalami stres, ia akan merasa gelisah dan tanpa sadar melukai dirinya sendiri yang membuat rambut atau bulu kucing rontok. Hal ini mungkin terjadi saat ia berada di lingkungan baru, lingkungan yang berisik, adanya anggota keluarga baru, dan lain-lain. Jika ia sedang mengalami stres, penting untuk memberinya rasa nyaman. Untuk membantu kucing beradaptasi atau mengatasi stres yang dialaminya, Anda bisa membawanya ke dokter hewan. • Baca Juga : Kenapa bulu Kucing Rontok? • Ketidakseimbangan Hormon • Kebotakan dan kerontokan rambut juga bisa disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon. Hormon tertentu bertanggung jawab atas pertumbuhan rambut kucing. Ketika kucing Anda kelebihan atau kekurangan hormon ini, kondisi rambut rontok bisa terjadi. • Selain itu, ketidakseimbangan hormon ini juga bisa terjadi pada kucing hamil atau kucing yang menyusui. Jika saat hamil atau menyusui rambutnya rontok, Anda tidak perlu khawatir karena ini cukup alami dan rambutnya akan kembali tumbuh seiring berjalannya waktu. • Kondisi kesehatan • Penyebab bulu kucing rontok lainnya juga bisa jadi karena kondisi kesehatan yang buruk, bisa karena nutrisi makanan yang tidak tepat hingga adanya penyakit yang tidak terdeteksi. Untuk mengetahui penyebab yang satu ini, penting untuk mengunjungi dokter hewan untuk mengetahui penyebab pastinya agar kucing kesayangan Anda bisa mendapatkan pengobatan yang tepat. Cara Mengatasi Bulu Kucing Rontok Untuk menjaga kesehatan dan ketebalan rambut kucing, berikut beberapa cara mengatasi bulu kucing rontok: • Sikat rambut secara teratur • Menyikat rambut kucing secara teratur merupakan salah satu cara agar bulu kucing tidak rontok, terutama jika kucing Anda memiliki rambut yang panjang. Rambut kucing yang panjang membutuhkan perawatan ekstra supaya tetap lembut, terawat, dan mudah diatur. Dengan melakukan penyikatan secara teratur, Anda juga bisa lebih mengetahui kondisi rambut dan kulitnya. • Pemberian makanan dengan nutrisi lengkap dan seimbang • Supaya bulu kucing tidak rontok, kucing peliharaan membutuhkan diet seimbang yang kaya akan asam lemak omega. Pilihlah makanan kucing yang mengandung rasio seimbang antara asam lemak omega-6 dan omega-3 untuk membantu meningkatkan bulu yang sehat dan mencegah bulu kucing rontok. • Baca Juga : Hati-hati! Overgrooming Menyebabkan Rambut Kucing Rontok • Mandi secara teratur • Idealnya, kucing membutuhkan mandi sebulan sekali untuk menjaga kebersihannya. Jika jarang dimandikan, ia bisa terinfeksi kutu, jamur dan parasit lainnya yang bisa memicu kerontokan pada rambutnya. Oleh karena itu, mandi secara teratur juga merupakan cara agar bulu kucing tidak rontok. • Jaga asupan cairannya • Kucing yang dehidrasi menyebabkan kulit dan rambut yang kering. Hal ini juga menjadi salah satu penyebab bulu kucing rontok. Jadi, pastikan untuk selalu menyediakan air minum yang terjangkau agar ia tidak kekurangan cairan. Perlu diingat bahwa rambut atau bulu kucing rontok dapat terjadi sepanjang tahun dan kerontokkan tersebut cenderung lebih banyak di musim panas, yang dikenal sebagai musim ganti rambut kucing. Jika kerontokan rambut terjadi dan tidak menimbulkan kebotakan, jangan panik, karena hal ini alami.
Kesehatan
Bolehkah Kucing Makan Makanan Anjing?
3 mins read
Kucing dan anjing dapat hidup berdampingan. Tak jarang, seseorang memiliki anjing dan kucing dalam satu rumah yang sama. Saat kucing dan anjing hidup berdampingan, besar kemungkinan kucing tertarik makanan anjing, ataupun sebaliknya. Bahkan, mungkin Anda pernah memergoki sang kucing mencoba memakan makanan anjing Anda? Lalu, apa yang harus dilakukan jika kucing makan makanan anjing? Yuk simak penjelasan berikut ini mengenai perbedaan makanan anjing dan kucing dan apa yang harus Anda lakukan jika kucing Anda memakan makanan anjing. Perbedaan Makanan Anjing dan Kucing Makanan kucing dan makanan anjing diformulasikan secara berbeda oleh para ahli, karena keduanya memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda. Pada dasarnya, boleh-boleh saja kucing mencicipi makanan anjing, namun hal tersebut tidak disarankan untuk jangka panjang karena ada beberapa perbedaan perbedaan makanan anjing dan kucing: 1. Protein Asam amino tertentu (bahan penyusun protein) seperti taurin dan arginin adalah persyaratan dalam makanan kucing. Kucing membutuhkan kandungan asam amino di dalam makanannya untuk memastikan kebutuhan enzim yang cukup. Jika ia kekurangan taurin, kucing bisa mengalami masalah kesehatan yang serius, mulai dari kebutaan sampai dengan pembesaran jantung. Sedangkan, anjing mampu mensintesis taurin yang membuat makanan anjing tidak diformulasikan dengan taurin yang tinggi. Selain itu, kucing juga membutuhkan lebih banyak protein untuk mencapai tingkat energi yang dibutuhkan untuk menjalani aktivitasnya, berbeda dengan makanan anjing yang tidak mengandung protein terlalu tinggi. Makanya, memberikan makanan anjing pada kucing bisa menyebabkan kucing kekurangan protein. Baca Juga : Makanan Kucing Persia dan Perawatannya 2. Vitamin Vitamin adalah nutrisi penting lain yang dibutuhkan kucing dan anjing dalam proporsi yang berbeda. Vitamin A adalah salah satu contoh nutrisi yang penting untuk menjaga kesehatan mata, kulit dan rambut. Vitamin A ini tidak dapat diproduksi oleh kucing, namun anjing memilikinya, sehingga makanan anjing mengandung jumlah vitamin A yang lebih rendah. Dengan memberikan makanan anjing untuk kucing, tentunya sang kucing akan mengalami kekurangan kandungan vitamin ini. 3. Asam Arakidonat Asam arakidonat merupakan asam lemak esensial yang tidak dapat diproduksi oleh kucing sehingga perlu diambil dari makanannya. Makanan anjing biasanya tidak dilengkapi dengan asam arakidonat karena tubuh anjing dapat membuatnya sendiri. 4. Kalori Tingkat kandungan kalori dalam makanan anjing dan kucing berbeda. Makanan yang baik untuk kucing mengandung kalori yang tinggi untuk kebutuhan protein ekstra mereka, sedangkan makanan anjing tidak memiliki kandungan kalori yang cukup. 5. Ukuran Selain kandungan, ukuran makanan anjing dan kucing pun berbeda. Makanan kucing cenderung berukuran lebih kecil. Dengan ukuran tersebut, kucing dapat memakannya dengan lebih mudah. Sementara itu, makanan anjing biasanya berukuran lebih besar. Bolehkah Kucing Makan Makanan Anjing? Kebiasaan saat kucing makan makanan anjing dalam jangka panjang bisa merusak kesehatan sang kucing. Sebaiknya, selalu pastikan kucing dan anjing mendapatkan makanan yang sesuai dengan kebutuhannya dan memberikan makanan secara terpisah agar mereka tidak saling makan makanan satu sama lain. Mengapa Makanan Anjing Buruk untuk Kucing dalam Jangka Panjang? Meskipun kadang-kadang tampaknya mereka memiliki kemiripan, kucing dan anjing berasal dari kingdom animalia yang berbeda dan memiliki persyaratan diet yang berbeda. Kucing adalah karnivora sejati yang berarti makanannya sebagian besar terdiri dari protein daging, sementara anjing dianggap semi-karnivora. Itulah sebabnya anjing dapat menikmati variasi menu yang lebih banyak, termasuk daging, biji-bijian, dan sayuran. Makanan anjing tidak akan memberikan protein yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kucing. Kucing juga membutuhkan lebih banyak protein daripada anjing untuk mencapai tingkat energi yang mereka butuhkan untuk hidup bahagia dan sehat. Inilah sebabnya mengapa memberi makan kucing makanan anjing setiap hari akan menyebabkan kekurangan protein yang memiliki konsekuensi serius bagi kesehatan kucing. Nah, itu dia perbedaan makanan anjing dan kucing yang bisa menjawab bolehkah kucing makan makanan anjing. Cek di sini untuk berbagai rekomendasi makanan kucing untuk kucing kesayangan Anda.
Makanan & Nutrisi
Bolehkah Anjing Makan Makanan Kucing?
Bolehkah Anjing Makan Makanan Kucing?
2 mins read
Punya anjing dan kucing peliharaan di rumah? Pernahkah anjing kesayangan Anda mencoba makan makanan kucing yang disediakan? Saat Anda memiliki anjing dan kucing dalam satu rumah, atau bahkan anjing kesayangan Anda melihat mangkuk makanan kucing lain, biasanya ia memiliki rasa penasaran atau tergiur untuk mendekati mangkuk makanan kucing tersebut. Nah, di artikel kali ini, kita akan membahas mengapa anjing sangat menyukai makanan kucing. Selain itu, kita juga akan membahas apakah boleh anjing makan makanan kucing dan bagaimana jika anjing telah memakan makanan kucing. Bolehkah anjing makan makanan kucing? Pada dasarnya, jika anjing kesayangan Anda mencoba makanan kucing, hal tersebut tidak membahayakan. Namun, sangat tidak disarankan untuk memberikan makanan kucing untuk anjing secara sengaja, terutama dalam jangka waktu panjang. Memberikan makanan kucing pada anjing dapat memberikan efek tidak baik pada kesehatannya karena kucing dan anjing memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda. Kebutuhan nutrisi anjing dan kucing dibedakan karena kucing merupakan hewan karnivora sejati yang berarti mereka membutuhkan protein sebagai sumber energi, sedangkan anjing merupakan hewan semi karnivora. Risiko jika anjing makan makanan kucing Makanan kucing tidak disarankan untuk anjing dalam jangka panjang karena tidak memiliki keseimbangan nutrisi yang dibutuhkan anjing. Perbedaan makanan kucing dan anjing terletak pada kandungan proteinnya. Makanan kucing memiliki kandungan protein lebih tinggi karena kucing hanya bisa mendapatkan sumber energi dari protein. Sementara anjing tidak memerlukan makanan dengan kandungan protein setinggi makanan kucing. Dengan demikian, memberikan makan makanan kucing pada anjing Anda secara berulang dapat merusak kesehatan anjing. Baca Juga : 4 Tips Memilih Makanan Anjing untuk Si Picky Eater Alasan anjing menyukai makanan kucing Makanan kucing dan anjing memang sekilas terlihat mirip dan dikemas dalam kemasan yang juga hampir sama. Kemiripan ini bukanlah alasan sang anjing untuk mencoba makanan kucing, namun karena indera penciuman anjing yang kuat yang tergiur untuk mencicipi makanan kucing yang umumnya beraroma kuat. Selain itu, hal lain yang menyebabkan anjing suka makanan kucing adalah karena terkadang mereka suka bersikap nakal. Tips memberikan makanan anjing dan kucing Jika Anda memiliki anjing dan kucing dalam satu rumah, berilah makanan kucing dan anjing di ruangan terpisah untuk membantu mengurangi keinginan mereka untuk makan makanan kucing. Apa yang harus dilakukan jika anjing Anda makan makanan kucing? Jika Anda mencurigai anjing kesayangan Anda makan makanan kucing, segeralah perhatikan reaksi yang berbeda. Meskipun makanan kucing tidak termasuk dalam daftar makanan berbahaya untuk anjing, namun makanan kucing bisa membuat anjing mengalami gangguan pencernaan, seperti muntah dan juga diare. Jika hal ini terjadi, segeralah berkonsultasi ke dokter hewan. Nah, itu dia pembahasan mengenai anjing makan makanan kucing. Walaupun tidak berbahaya, namun selalu hindari memberikan makanan kucing untuk anjing kesayangan Anda. Cek di sini untuk berbagai rekomendasi makanan anjing yang lezat.
Makanan & Nutrisi
Pemberian Pakan Anjing untuk Anjing Senior
Makanan untuk Anjing Senior: Panduan Pemberian Pakan yang Tepat
2 mins read
Ketika anjing Anda mencapai usia sekitar tujuh tahun mereka umumnya dianggap 'senior'. Ketika mereka mencapai usia ini, Anda harus menyesuaikan pola makan mereka untuk mendukung mereka agar tetap sehat dan berenergi. Untuk memberikan pakan anjing senior, yuk simak panduan berikut! Panduan Pemberian Makanan untuk Anjing Senior - Beri Pakan Anjing Senior Sedikit Namun Sering Anjing Anda mungkin telah terbiasa diberi makan dua kali sehari, namun anjing senior memiliki kebutuhan yang berbeda. Anjing senior membutuhkan makanan dengan porsi yang lebih kecil namun rutin. - Simpan Makanan Kering dengan Benar Makanan kering biasanya cenderung lebih tahan lama. Untuk menyimpannya, pastikan di tempat yang kering dan bersih untuk memastikan kesegaran dan aromanya terjaga. Untuk hasil terbaik, simpanlah pakan anjing kering di kemasan yang dapat ditutup kembali atau wadah kedap udara. Baca Juga : Apa perbedaan PRO PLAN dan ALPO? Mana yang lebih baik untuk anjing saya? - Beri Pakan Anjing di Tempat yang Tenang Saat tiba waktunya makan, beri pakan anjing senior di tempat yang tenang. Jika Anda memiliki lebih dari satu anjing, beri mereka makan pada saat yang sama tetapi secara terpisah sehingga mereka tidak berebut makanan. - Ganti Dog Food untuk Anjing Tua Secara Bertahap Ketika beralih dari satu makanan ke makanan lain, cobalah perkenalkan makanan baru secara bertahap. Hal yang sama juga berlaku ketika beralih dari diet makanan untuk anjing dewasa ke makanan untuk anjing senior. Mulailah menambahkan makanan baru secara perlahan selama tujuh hingga sepuluh hari, tingkatkan porsi setiap hari. Hindari penggantian mendadak karena ini bisa membuat anjing Anda sakit perut. - Berikan Pakan Anjing Secukupnya Anjing senior rentan terhadap kenaikan berat badan. Oleh karena itu, pastikan untuk memberikan makanan sesuai dengan rekomendasi penyajian. Pilihan Makanan untuk Anjing Senior Untuk memberikan yang terbaik untuk anjing kesayangan Anda, pastikan untuk mengubah makanan makanan dewasa ke makanan anjing senior secara bertahap. Anjing senior cenderung kurang aktif dan memiliki metabolisme yang lebih lambat, oleh karena itu mereka lebih mudah mengalami kenaikan berat badan. Seiring bertambahnya usia, mengganti makanan anjing menjadi anjing senior sangat disarankan. Karena kebutuhan nutrisi anjing senior berbeda dengan anjing yang lebih muda. Selain karena aktivitas yang mulai menurun, anjing senior juga memiliki resiko mengalami penurunan fungsi koqnitif akibat fungsi otak yang mulai menurun. Sebagai rekomendasi makanan untuk anjing senior, cobalah Pro Plan Dog Adult 7+ Bright Mind yang diformulasikan khusus untuk mencegah tanda-tanda penuaan yang tidak selalu terlihat pada anjing senior. BRIGHT MIND diformulasikan secara khusus dengan minyak botani yang kaya akan MCT (Medium Chain Triglycerides). Minyak MCT dapat digunakan dengan sangat baik sebagai energi tambahan otak anjing, dan terbukti dapat meningkatkan kesadaran dan daya ingat dalam 30 hari pemakaian. Nah, itu dia beberapa panduan untuk memberikan pakan anjing untuk anjing senior. Yuk tetap jaga anjing kesayangan kita tetap bahagia dengan memberikan makanan yang sesuai dengan kebutuhan dan usianya!
Makanan & Nutrisi
Panduan Memberi Makanan Kucing Kecil
Panduan Memberi Makanan Kucing Kecil
2 mins read
Anak kucing yang baru lahir memang terlihat menggemaskan, namun mereka membutuhkan perhatian lebih untuk perawatan, baik oleh induknya dan juga oleh kita. Dalam merawat anak kucing yang sehat, tentunya kita perlu memberikan makanan kucing kecil yang baik untuk menunjang pertumbuhannya. Untuk Anda yang sedang merawat kucing kecil, yuk simak panduan memberi makanan kucing kecil berikut ini! Apakah induk hadir? Pertanyaan pertama yang perlu Anda pertimbangkan saat merawat anak kucing yang baru lahir adalah apakah induknya ada. Jika ya, Anda tidak perlu begitu khawatir, karena kebanyakan kucing secara naluriah sudah tau bagaimana cara merawat anak mereka. Biasanya, pada saat bayi, sang induk kucing akan selalu berada di dekat anak kucing dan memberikannya susu sebagai makanan kucing kecil yang penuh dengan nutrisi. Jika ada induk kucing di sekitarnya, tugas Anda hanyalah memberikan tempat yang hangat, aman dan terlindungi untuk mereka. Beda cerita jika Anda menemukan anak kucing yang baru lahir tanpa induknya di sekitar, tentu Anda memiliki tanggung jawab dan tugas yang lebih besar, mulai dari memastikan keamanan dan kenyamanannya, sampai dengan memberikan nutrisi yang tepat. Makanan Kucing Kecil Alaminya, anak kucing yang baru lahir akan disusui oleh induknya selama empat minggu pertama. Susu dari induknya inilah yang akan memberikan semua nutrisi yang mereka butuhkan. Lalu, bagaimana kalau induk kucingnya tidak ada? Pertama, Anda bisa memeriksakan kondisi anak kucing tersebut ke dokter hewan untuk mengetahui kondisi kesehatannya dan mendapatkan rekomendasi kebutuhan makanan kucing kecil sesuai dengan kondisinya. Baca Juga : Makanan Kucing Kecil: Tips dan Panduannya Anda juga bisa membawa anak kucing ke penampungan kucing untuk menemukan induk asuh untuk mendapatkan asupan susu untuk anak kucing tersebut. Jika tidak memungkinkan, Anda bisa mengganti asupan susu tersebut dengan susu khusus anak kucing. Cara Memberi Makan Kucing Kecil Tanpa Induk Pada minggu pertama hingga keempat, anak kucing membutuhkan susu formula pengganti asi. Berikut persiapan yang dibutuhkan untuk memberikan makanan kucing yang masih kecil: • Siapkan susu khusus kucing baru lahir yang disebut kitten milk replacement atau KMR • Sediakan botol susu atau pipet untuk memudahkannya • Gunakan pipet atau spuit alias suntikan tanpa jarum sebagai pengganti dot • Lap katun halus dan hangat • Persiapkan waktu untuk memberi susu secara rutin. Setelah melewati 4 minggu pertama, Anda dapat memberikan PRO PLAN Cat Kitten Makanan Basah Anak Kucing yang mengandung serat inulin untuk mendukung penyerapan nutrisi yang unggul. PRO PLAN Wet Kitten merupakan makanan kucing yang masih kecil yang diformulasi untuk memenuhi kebutuhan anak kucing dari umur 4 minggu – 1 tahun. Makanan kucing kecil yang satu ini mengandung DHA untuk perkembangan otak dan mata, serta antioksidan untuk kekebalan tubuh selama masa pertumbuhan pada anakan kucing. Jika Anda ingin mengkombinasikan makanan untuk kucing kecil basah dan kering, Anda dapat mencobanya saat anak kucing berumur sekitar 6 minggu. FRISKIES Kitten Discoveries dapat menjadi pilihan yang bercita rasa ayam, ikan, sayur-sayuran dan biji-bijian utuh. Makanan kucing kecil kering ini memberikan nutrisi yang seimbang dilengkapi dengan susu & protein untuk support tulang yang kuat. Merawat anak kucing tanpa induknya memang membutuhkan perhatian dan juga kesabaran lebih. Namun, perlahan-lahan, anak kucing tersebut akan tumbuh dengan sangat menggemaskan dan tumbuh menjadi kucing yang sehat dan bahagia karena mendapatkan makanan kucing kecil yang baik. Yuk rawat anak kucing yang lucu-lucu itu agar tetap tumbuh bahagia dan sehat. Untuk cek rekomendasi makanan kucing kecil lainnya, cek di sini.
Makanan & Nutrisi
Makanan Kucing Dewasa dan Hal-hal yang Harus Diperhatikan
Makanan Kucing Dewasa dan Hal-hal yang Harus Diperhatikan
2 mins read
Sama seperti hewan lain, pemberian makanan kepada kucing haruslah diperhatikan dengan baik. Kucing akan kelaparan jika makanan yang diberikan terlalu sedikit. Namun, memberikan makanan terlalu banyak juga akan membuat kucing mengalami berbagai gangguan kesehatan seperti mengalami obesitas. Selain itu, porsi makan dan jam makan setiap kucing juga berbeda tergantung pada usianya. Porsi makanan untuk kucing dewasa tentunya berbeda dengan anak kucing. Untuk mengetahui lebih jelasnya mengenai makanan untuk kucing dewasa, yuk simak artikel berikut! Jam Makan Kucing Dewasa Jam makan kucing dewasa dan kitten memiliki perbedaan. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh beberapa kondisi seperti tingkat keaktifan kucing. Berbeda dengan anak kucing, kucing dewasa pada umumnya sudah tidak seaktif anak kucing. Oleh karena itu, kucing dewasa hanya membutuhkan 1-2 kali makan dalam sehari. Biasanya, jam makan kucing dewasa ada di waktu pagi dan sore hari. Namun tentunya, walaupun hanya makan dua kali sehari, makanan untuk kucing dewasa memiliki porsi yang lebih besar dibandingkan porsi makanan anak kucing. Baca Juga : Panduan untuk Memberikan Makanan Kucing Dewasa Perbedaan Makanan Kucing Kitten dan Dewasa Pada dasarnya, anak kucing dan kucing dewasa membutuhkan nutrisi yang sama, untuk kesehatan mata, gigi, dan lain-lainnya, namun yang membedakannya adalah porsinya. Berikut perbedaan makanan kucing kitten dan dewasa: Anak kucing membutuhkan lebih banyak jumlah nutrisi, vitamin, dan kalori dibandingkan dengan kucing dewasa. Terdapat beberapa vitamin yang perlu terpenuhi dalam kandungan makanan kucing. Kucing membutuhkan vitamin A untuk kesehatan penglihatannya, vitamin E+C serta kalsium untuk kesehatan tulang dan giginya, Omega 3 dan 6 untuk kesehatan rambutnya, serta fosfor untuk menjaga otot dan tulang kucing sehingga keaktifannya terjaga. Nah, ketika beranjak dewasa, anak kucing dapat dilatih untuk beralih mengkonsumsi makanan kucing dewasa, karena kucing dewasa membutuhkan nutrisi yang berbeda dari anak kucing. Penting bagi Anda untuk memperhatikan kebutuhan khususnya dan disesuaikan dengan jenis makanannya. Makanan kucing dewasa tersedia dengan lebih banyak jenis dan kebutuhan sesuai dengan kondisi kesehatannya, seperti Makanan Kering Kucing Dewasa Purina ONE® Urinary Care with Chicken untuk kesehatan saluran kencingnya atau PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Fussy & Beauty Salmon untuk menjaga kilau rambut kucing. Makanan kucing dewasa sebaiknya mengandung protein dan kalori yang seimbang dan antioksidan yang terbukti secara ilmiah untuk pertahanan tubuh kucing dewasa. Bolehkah Kucing Dewasa Makan Makanan Kitten? Setelah mengetahui perbedaan makanan kucing dewasa dengan kitten serta perbedaan kebutuhan nutrisinya, selanjutnya bolehkah kucing dewasa makan makanan kitten? Makanan kitten memiliki tekstur yang lebih cair dan lembek yang akan mempengaruhi kesehatan gigitan kucing dewasa. Kucing dewasa juga lebih rentan untuk mengalami gangguan pada sistem pencernaan dan saluran kemihnya. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memberikan asupan yang sesuai dengan usia kucing Anda. Kebutuhan akan nutrisi setiap kucing berbeda-beda, maka dari itu penting untuk memberikan makanan kucing sesuai dengan kebutuhan, kondisi dan juga usianya. Pastikan untuk memberikan makanan kucing sesuai dengan usianya dan anjuran yang tertera pada produk. Cek berbagai rekomendasi makanan kucing dewasa yang bisa kucing kesayangan Anda coba.
Makanan & Nutrisi

Pagination

  • First page
  • Previous page
  • …
  • Halaman 49
  • Halaman 50
  • Halaman 51
  • Halaman 52
  • Halaman 53
  • Halaman 54
  • Halaman 55
  • Halaman 56
  • Halaman 57
  • …
  • Next page
  • Last page
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card

Footer

  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami

Footer

  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami

Footer

  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami

Footer

  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.