Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content
Mengenali Jenis Anjing Pomeranian
Mengenali Jenis Anjing Pomeranian
2 mins read
Anjing Pomeranian atau yang sering disebut sebagai anjing Pom adalah salah satu jenis anjing yang populer karena penampilannya yang lucu dan menggemaskan. Namun sayangnya, penampilannya ini menyimpan banyak rahasia di dalamnya, yaitu salah satunya kondisi kesehatannya. Walaupun kelihatannya menggemaskan, namun jenis anjing Pomeranian ini ternyata rentan terhadap beberapa jenis penyakit. Untuk Anda yang tertarik untuk mengadopsi jenis anjing Pomeranian, yuk kenali lebih lanjut mengenai jenis anjing ini! Umur Anjing Pomeranian Jenis anjing Pomeranian ini bisa menjadi teman hidup yang pas, karena umur anjing Pomeranian bisa mencapai 16 tahun atau lebih. Dari segi bobot, ia bisa tumbuh hingga 18 cm dengan bobot 1,3 hingga 3,2 kilogram. Sayangnya, jenis anjing Pomeranian ini rentan terhadap beberapa penyakit. Untuk itu, penting untuk rutin melakukan pengecekan ke dokter hewan untuk memastikan kesehatannya. Kesehatan Anjing Pomeranian Jenis anjing Pomeranian terkenal sebagai anjing yang rentan terhadap beberapa penyakit, diantaranya: • Tracheal Collapse • Tracheal Collapse adalah masalah kesehatan yang seringkali ditemukan pada jenis anjing Pomeranian. Hal ini terjadi karena bagian leher dan tenggorokannya yang sangat kecil yang juga ditambah dengan pemakaian kalung, atau saat pemakaian rantai anjing yang menambah tekanan pada bagian tersebut. Untuk mengatasi hal ini, Anda bisa menggunakan harness dibandingkan rantai leher untuk mengurangi risiko penyakit ini. Terkadang, penyakit ini juga merupakan penyakit keturunan, makanya sebaiknya ketahuilah keturunan anjing yang akan Anda adopsi. • Dislokasi patella • Penyakit yang satu ini seringkali ditemukan pada anjing ras kecil, saat tempurung lututnya terlepas atau keluar dari tempatnya sebelum ia kembali seperti semula. Hal ini terjadi karena formasi tulang yang tidak normal yang biasanya juga terjadi karena adanya kecelakaan atau cedera. Anjing dengan kondisi ini biasanya suka terlihat berlari atau berjalan dengan tiga kaki, lalu tak lama kemudian akan menggunakan keempat kakinya. • Hipoglikemia • Kondisi kesehatan anjing yang satu ini biasanya terjadi pada anak anjing yang berusia kurang dari tiga bulan. Penyakit ini terjadi karena penurunan kadar gula darah yang mendadak. Penyakit ini terlihat dengan adanya kelemahan, kekurangan nafsu makan, bergetar, dan bahkan kejang-kejang. Untuk mengurangi risiko kondisi kesehatan anjing yang satu ini, pastikan Anda memberikan nutrisi yang tepat sesuai dengan kebutuhannya, seperti PRO PLAN Dog Adult Sensitive Skin & Coat Small & Mini Salmon yang diformulasikan khusus untuk anjing ras kecil. • Katarak • Jenis anjing Pomeranian sangat rentan terhadap penyakit yang satu ini. Kondisi ini menyebabkan mata yang redup yang membuatnya berwarna abu-abu atau putih. • Reverse Sneezing • Kondisi kesehatan anjing yang satu ini memang sedikit unik. Hal ini terjadi karena adanya iritasi pada hidung, reaksi alergi seperti asap, debu dan juga parfum. Biasanya, kondisi ini akan berhenti dengan sendirinya. Namun, jika melihat kondisi ini yang tidak kunjung berhenti, segeralah berkonsultasi ke dokter hewan. Cara Merawat Jenis Anjing Pomeranian Selain memperhatikan kesehatan anjing, cara perawatan anjing Pomeranian ini sebenarnya cukup mudah dan sama seperti jenis anjing pada umumnya. Namun, karena jenis anjing yang satu ini memiliki rambut yang lebat, tentunya Anda perlu memperhatikan kesehatan dan keindahan rambutnya. Terlebih lagi, bagian rambutnya seringkali ada di bagian telinga, oleh karena itu, perlu perhatian lebih khusus saat membersihkan telinganya untuk memastikannya benar-benar bersih. Nah, itu dia ulasan singkat mengenai jenis anjing Pomeranian. Siapa yang tertarik untuk mengadopsinya?
Kutu Anjing dan Cara Menghilangkannya
Kutu Anjing dan Cara Menghilangkannya
2 mins read
Kutu adalah parasit yang paling sering ditemukan pada anjing. Tentunya, kutu merupakan parasit yang membuat anjing tidak nyaman dan juga bisa menyebabkan berbagai hal lain. Jika Anda mendeteksi adanya kutu anjing pada anjing kesayangan Anda, jangan khawatir, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan. Sekilas Tentang Kutu Anjing Biasanya, kutu anjing berukuran 1-22mm yang bisa bertahan hingga 7-14 hari, termasuk dengan hari bertelurnya. Dalam sehari, kutu betina bisa melahirkan 40 telur kutu yang tentunya berkembang dengan sangat cepat. Kutu-kutu ini bisa bertebaran di tempat tidur, karpet, dan berbagai furnitur lain di rumah. Jika tidak diatasi, kutu anjing ini akan terus berkembang dan bahkan bisa menyebabkan permasalahan kulit untuk anjing. Kutu anjing ini paling sering terlihat saat musim panas, yang bisa menyebabkan kulit gatal dan juga alergi. Cara Mendeteksi Adanya Kutu Anjing Dengan kasat mata, kutu anjing susah dilihat karena mereka suka menggigit di area yang tersembunyi. Untuk mengetahuinya, Anda perlu menyisir rambut anjing secara rutin dan mengecek di sela-sela tubuhnya, seperti sela-sela jari, sela-sela telapak kaki (paw), telinga dan lipatan-lipatan tubuh lainnya. Selain itu, kutu anjing menyebabkan gatal yang membuat anjing kesayangan Anda jadi sering menggaruk-garuk, menyebabkan bulu rontok, dan bahkan risiko jangka panjangnya bisa menyebabkan kebotakan. Jika Anda melihat tanda-tanda ini, segeralah melakukan pengecekan. Cara Menghilangkan Kutu Anjing Anda membutuhkan bantuan dokter hewan untuk bisa memberikan cara membasmi kutu anjing yang tepat. Biasanya, saat Anda membawa anjing kesayangan ke dokter hewan, ia akan diberikan beberapa jenis obat, beberapa diantaranya adalah: • Obat bubuk atau bedak • Obat semprotan yang digunakan tepat pada bagian sasaran • Kerah anjing yang digunakan untuk menghindari sang anjing menjilat, menggaruk dan menggigit bagian rambutnya yang bisa menyebabkan kebotakan. Namun, menggunakan kerah anjing tanpa perawatan lain biasanya kurang efektif, karena bisa menyebabkan iritasi. • Obat spot-on yang biasanya diaplikasikan di bagian atas lehernya untuk membasmi kutu dan telur kutu. Selain itu, masih ada beberapa cara menghilangkan kutu anjing dengan obat-obatan dan injeksi jika obat-obatan lainnya tidak bekerja dengan maksimal. Berkonsultasilah ke dokter untuk mengetahui pengobatan mana yang tepat untuk anjing kesayangan Anda. Tips Menghilangkan Kutu Anjing Cara menghilangkan kutu anjing yang bisa dilakukan adalah dengan berkonsultasi ke dokter. Setelah itu, dokter hewan akan memberikan produk yang sudah teruji dan aman untuk digunakan oleh anjing kesayangan Anda. Jika Anda memiliki anjing dan kucing di rumah, hindari memberikan mereka obat yang sama, karena cara membasmi kutu anjing dan kucing tentunya berbeda. Selain memberikan pengobatan pada anjing itu sendiri, Anda juga perlu menjaga kebersihan rumah untuk membasmi kutu anjing yang tersisa. Untuk menghilangkan kutu anjing secara menyeluruh, pastikan Anda membersihkan berbagai furnitur di rumah, seperti karpet, sofa, sarung bantal dan juga tempat tidur anjing Anda. Cuci barang-barang tersebut dengan air panas dan disinfektan. Untuk karpet, Anda bisa menyemprotkan cairan pembersih kutu pada vacuum sebelum membersihkannya. Nah, itu dia penjelasan singkat mengenai kutu anjing dan juga cara menghilangkan kutu anjing yang bisa Anda lakukan di rumah. Kesimpulannya , untuk menghilangkan kutu anjing, Anda membutuhkan perawatan khusus pada sang anjing dan juga perlu menjaga kebersihan di rumah untuk menghindari kutu atau telur kutu yang berterbangan.
Kebutuhan Anak Anjing
Kenapa Anjing Tidak Boleh Makan Coklat?
Kenapa Anjing Tidak Boleh Makan Coklat?
2 mins read
Setiap pemilik anjing biasanya sudah familiar bahwa anjing tidak boleh makan coklat. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah kenapa anjing tidak boleh makan coklat? Seberapa buruk risiko yang akan terjadi jika anjing makan coklat? Mengingat coklat adalah makanan sehari-hari yang umumnya ada di setiap rumah, dan bisa saja terjatuh ke lantai dan tidak sengaja terjilat oleh anjing kesayangan Anda. Dengan mengetahui bahwa anjing tidak boleh makan coklat, ada baiknya Anda lebih berhati-hati saat makan coklat di rumah. Secara umum, tidak semua anjing langsung menunjukan sakit, muntah atau risiko lainnya setelah makan coklat, namun tetap saja hal tersebut tidak baik untuk anjing. Kenapa anjing tidak boleh makan coklat? Coklat memiliki kandungan theobromine yang baik sebagai metabolisme manusia, namun tidak untuk anjing. Oleh karena itu, menelan makanan yang mengandung theobromine bisa menjadi bahaya untuk anjing. Apakah ada tipe coklat yang lebih berbahaya? Beberapa coklat mengandung kandungan theobromine yang lebih tinggi. Biasanya, dark chocolate dan coklat masak mengandung cocoa yang paling tinggi, sedangkan coklat susu dan coklat putih mengandung kandungan theobromine yang lebih rendah. Menurut artikel pada VCA Animal Hospitals, untuk anjing berbobot 19 kg, biasanya 28 gram coklat sudah bisa meracuninya. Sayangnya, tidak ada ukuran pasti berapa banyak kandungan coklat yang bisa menyebabkan penyakit serius untuk anjing. Namun, jika Anda mencurigai anjing kesayangan Anda menelan bahkan sedikit saja, segeralah berkonsultasi ke dokter hewan terdekat. Ciri-Ciri Keracunan coklat Pada Anjing Terkadang, sulit mendeteksi kapan coklat tidak sengaja menelan coklat, baik karena remahan coklat yang jatuh ke lantai, atau penyebab lainnya. Jika Anda baru saja mengkonsumsi coklat dan mencurigai anjing kesayangan Anda keracunan coklat, cobalah untuk memperhatikannya selama 24 jam, karena waktu tersebut biasanya ia akan menunjukan ciri-ciri yang signifikan. Berikut beberapa ciri-ciri keracunan coklat: • Malas atau lemas • Kurang istirahat • Bernafas cepat • Peningkatan detak jantung • Lebih sering buang air kecil • Muntah • Diare • Kejang Biasanya, ciri-ciri anjing makan coklat yang paling sering ditemukan adalah muntah. Jika Anda ragu seberapa banyak coklat yang dimakan, segeralah berkonsultasi ke dokter. Apa yang harus dilakukan jika anjing makan coklat? Jika anjing kesayangan Anda makan coklat tanpa sengaja dan tanpa Anda ketahui sampai ia muntah atau menunjukan gejala lainnya, berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan: Pertama, tetap tenang dan jangan panik agar kita selaku pemilik bisa memberikan bantuan yang tepat. Kedua, pastikan coklat jenis apa dan seberapa banyak yang dimakan oleh anjing Anda, karena ada beberapa jenis coklat yang dicampur kacang seperti kacang macademia yang juga beracun bagi anjing. Hal ini bertujuan untuk memudahkan dokter hewan memberikan penanganan sesuai jenis coklat dan jumlah yang dimakan. Ketiga, segera bawa anjing Anda ke klinik hewan terdekat untuk pengecekan lebih lanjut oleh dokter hewan. Alternatif camilan untuk anjing Meskipun anjing tidak boleh makan coklat, masih ada beberapa cara lain untuk memberikan hadiah camilan untuk anjing kesayangan Anda. coklat adalah camilan yang menyenangkan untuk manusia, namun para anjing lebih menyukai tasty bone dan biskuit yang memang diformulasikan khusus untuk anjing. Setelah mengetahui bahwa anjing tidak boleh makan coklat dan kenapa anjing tidak boleh makan coklat, cobalah untuk lebih berhati-hati saat mengkonsumsi coklat di rumah. Setiap anjing memiliki reaksi yang berbeda-beda karena daya tahan tubuh yang juga berbeda-beda, oleh karena itu perhatikan gejala dan juga reaksi yang mungkin akan mereka tunjukan.
Perilaku & Pelatihan
Kucing Demam Kenali Gejala dan Cara Penanganan yang Tepat!
Kucing Demam? Kenali Gejala dan Cara Penanganan yang Tepat!
3 mins read
Sama seperti manusia, kucing juga bisa mengalami demam. Namun, tentunya demam kucing memiliki ciri-ciri yang berbeda. Untuk Anda yang baru memiliki kucing, ada baiknya untuk memperhatikan berbagai hal seputar demam kucing sehingga Anda mengetahui cara mengobati kucing demam di kemudian hari. Penyebab Kucing Demam Penyebab kucing demam yang paling sering ditemukan adalah karena infeksi yang biasanya masuk lewat mulut, hidung, mata atau tenggorokan. Kucing demam ini biasanya terjadi sebagai respon respon tubuh untuk melawan infeksi yang menyerang tubuh. Selain hal-hal musiman tersebut, kucing demam juga bisa menjadi penanda bahwa adanya penyakit serius yang sedang dialami. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan kondisinya dan segera melakukan pengecekan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Ciri Ciri Kucing Demam Ciri ciri kucing demam bisa menjadi peringatan adalah saat ia kehilangan selera makan dan minum yang terjadi lebih dari 24 jam. Saat ia kehilangan nafsu makan, tentu tubuhnya menjadi lebih lemas dan kurang tenaga. Untuk benar-benar mengetahui bahwa kucing demam, hal yang bisa Anda lakukan adalah dengan melakukan pengecekan menggunakan termometer yang dimasukkan ke dalam anus kucing. Jika suhu tubuhnya berada di angka 39.3 derajat Celcius atau lebih, segeralah berkonsultasi ke dokter hewan. Cara Mengobati Kucing Demam Saat melihat ciri ciri kucing demam, selanjutnya pasti ada pertanyaan, kucing demam dikasih apa? Hal pertama yang aman untuk dilakukan adalah melakukan pengecekan ke dokter. Sang dokter akan melakukan pengecekan dan memberikan penanganan yang tepat untuk kucing Anda sesuai dengan kebutuhan dan juga kondisi kesehatannya. Biasanya, saat kucing demam, dokter akan memberikan cairan obat untuk penurun panasnya. Pertolongan Pertama Saat Kucing Demam Jika Anda berada di situasi yang tidak memungkinkan untuk bertemu dokter hewan, Anda bisa melakukan beberapa pertolongan pertama yang bisa dilakukan sebagai cara mengobati kucing demam, yaitu: • Letakan kucing di tempat yang dingin, gelap dan berlantai sejuk, karena kucing menurunkan suhu tubuhnya lewat kelenjar minyak dan keringat. Dengan bersentuhan dengan lantai yang sejuk, perlahan suhu tubuhnya juga akan menurun. • Gunakan kipas angin untuk membantu menurunkan suhu ruangan dan menurunkan suhu tubuhnya secara perlahan. Setelah memungkinkan, segeralah membawa kucing Anda ke dokter untuk dilakukan pengecekan, terutama untuk menghindari adanya penyakit serius yang membutuhkan pertolongan cepat. Nah, itu dia penjelasan singkat mengenai kucing demam dan cara mengobati kucing demam. Pastikan untuk selalu memperhatikan kondisi kesehatan kucing kesayangan Anda dan berikan makanan yang penuh nutrisi. Untuk kucing dengan pencernaan sensitif, Anda bisa memberikan PRO PLAN Cat Makanan Basah Kucing Dewasa Sensitive Chicken yang mendukung penyerapan nutrisi yang unggul dan mengandung asam lemak omega 3 yang membantu mengurangi rasa tidak nyaman di kulit.
Kesehatan
Berapa Lama Kucing Hidup
Berapa Lama Kucing Bisa Hidup?
2 mins read
Sebagai pecinta kucing, mungkin Anda bertanya-tanya tentang berapa lama kucing hidup? Pada dasarnya, kucing memiliki masa hidup yang kurang lebih sama. Perbedaan masa hidup kucing berbeda-beda tergantung dengan situasi lingkungannya, gaya hidupnya, kesehatan dan juga banyak faktor lain. Contohnya, kucing rumahan dan kucing liar memiliki masa hidup yang berbeda karena gaya hidupnya pun juga berbeda. Untuk Anda yang penasaran dengan berapa lama kucing hidup, yuk lanjutkan membaca. Berapa lama kucing bisa hidup secara general? Usia kucing dan manusia memiliki perhitungan yang berbeda. Pada umumnya, kucing bisa hidup selama 10-15 tahun yang sama dengan 56-76 tahun usia manusia. Sama seperti manusia, jangka hidup ini juga tergantung dengan beberapa faktor. Kucing liar: kucing hidup berapa lama? Kucing liar biasa hidup di alam terbuka, mereka suka mengeksplorasi berbagai tempat dan juga berbagai hal. Walaupun positif, namun hal ini juga memiliki risikonya sendiri. Biasanya, kucing liar tanpa pengawasan memiliki usia yang lebih pendek. Jadi, berapa lama kucing bisa hidup? Kucing liar tanpa pemilik atau tanpa pengawas biasanya hidup sekitar 7 tahun. Hal ini terjadi karena kucing liar bisa memiliki risiko hilang, makan makanan beracun seperti tanaman, berkelahi dengan kucing lain, atau terjadi kecelakaan seperti tertabrak kendaraan. Jika Anda memiliki kucing liar di rumah, usahakan untuk mengawasinya, salah satunya dengan memberikan makan secara teratur dan menjaganya tetap berada di dalam rumah saat malam hari. Jangka waktu hidup kucing rumahan Berbeda dengan kucing liar, kucing rumahan menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah. Dengan kondisi rumahan, pastinya ia hidup dengan penuh kenyamanan dan juga kehangatan. Umumnya, kucing rumahan memiliki risiko yang lebih kecil dibandingkan kucing liar, yaitu kecil kemungkinan untuk berkelahi dengan kucing lain, sampai dengan kecil kemungkinan untuk tertabrak mobil. Dengan keadaan tersebut membuat kucing rumahan bisa bertahan hidup hingga 10-15 tahun. Faktor yang mempengaruhi jangka hidup kucing Secara general, berikut beberapa faktor yang mempengaruhi jangka hidup kucing: • Lingkungan yang aman dan nyaman • Makanan yang sehat • Kesehatan, termasuk check up rutin, vaksinasi, pemberian obat cacing dan obat kutu • Genetik • Status strelisisai Cara Meningkatkan Masa Hidup Kucing Setelah mengetahui usia general kucing dan juga faktor apa saja yang membedakan, tentunya kita mempertanyakan “apakah ada cara untuk meningkatkan masa hidup mereka?”. Dengan kasih sayang dan perhatian, tentu saja Anda bisa meningkatkan masa hidup kucing kesayangan Anda. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan: • Rutin vaksinasi untuk melindunginya dari berbagai penyakit • Pengecekan kesehatan rutin • Diet yang seimbang yang sesuai dengan kebutuhannya. Untuk kucing rumahan yang membutuhkan hairball care, berikan PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Indoor Hairball Control Chicken, untuk kucing dengan pencernaan sensitif, Anda bisa memberikan PRO PLAN Cat Makanan Basah Kucing Dewasa Sensitive Chicken, dan PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Senior LONGEVIS Salmon & Tuna untuk kucing yang berusia di atas 7 tahun. • Pastikan ia berada di tempat yang aman dan nyaman, terutama di malam hari dan rutin lakukan pengecekan apakah ada kucing liar lain yang sering mengganggu kucing kesayangan Anda. • Olahraga rutin untuk menjaga kesehatannya • Jaga kesehatan mentalnya, salah satunya dengan mengajaknya bermain Nah, sekarang Anda sudah mengetahui berapa lama kucing hidup. Dengan begitu, yuk lakukan beberapa hal yang bisa meningkatkan jangka hidup kucing kesayangan Anda dengan memastikannya aman, nyaman, sehat dan juga penuh nutrisi.
Perilaku & Pelatihan
Abses Pada Kucing Penyebab dan Cara Mengobatinya
Memahami Abses pada Kucing: Gejala, Penyebab, dan Tindakan yang Harus Dilakukan
5 mins read
Abses bisa dialami oleh setiap kucing kapan saja. Jika Anda memiliki kucing di rumah, terlebih lagi ia sering bermain di luar, abses bisa jadi terjadi pada kucing Anda. Untuk itu, yuk simak penjelasan mengenai abses pada kucing, termasuk penyebab dan cara mengobatinya! Apa itu Abses pada Kucing? Penyakit abses pada kucing adalah infeksi yang terjadi pada area kulit dan juga jaringan di bawahnya. Hal ini terjadi karena adanya bakteri yang masuk, baik melalui luka gigitan atau tusukan. Abses pada kucing ini mengandung bakteri dan juga sel darah putih. Abses pada kucing ini mudah diobati, namun harus dilakukan sesegera mungkin sebelum infeksinya menyebar lebih luas. Penyebab Abses pada Kucing Penyebab abses pada kucing yang paling umum adalah luka cakaran atau gigitan dari binatang lain, biasanya karena berkelahi. Saat terkena gigitan atau cakaran, bakteri dari gigi atau cakaran langsung masuk yang berakibat infeksi. Mengingat kulit kucing biasanya sembuh dengan cepat, biasanya luka tersebut akan segera rapat dan terperangkap di bawah kulit yang membuatnya berkembang di dalam lapisan kulit. Selain berkelahi, benda-benda tajam lainnya juga bisa menjadi penyebab abses pada kucing, seperti tusukan paku. Abses pada kucing juga bisa terjadi pada wajah. Biasanya, hal ini terjadi karena abses pada gigi, yaitu infeksi yang terjadi di dalam gusi. Infeksi ini umumnya diakibatkan karena masalah higienitas atau permasalahan mulut dan gigi lainnya. Tanda Adanya Abses pada Kucing Pembengkakan adalah tanda adanya abses pada kucing yang paling sering ditemukan. Namun, biasanya itu bukan merupakan tanda pertama yang terlihat, melainkan tahap ketika infeksi tersebut menyebar atau berkembang. Oleh karena itu, perhatikan beberapa tanda berikut ini: • Pembengkakan • Kemerahan • Terlihat kesakitan • Rambut rontok di sekitar area terinfeksi • Kesulitan berjalan jika abses terjadi pada organ motorik Jika abses pada kucing sudah menyebar, Anda akan melihat beberapa tanda-tanda berikut ini: • Kucing menjadi tidak aktif • Nafsu makan menurun • Demam • Jika abses terjadi di area mulut akan ada nafas yg bau dan produksi air liur yang tidak terkontrol • Keluarnya nanah pada area abses Jika menemukan tanda-tanda di atas, segeralah berkonsultasi ke dokter hewan untuk mendapatkan penanganan sesegera mungkin sebelum luka dan infeksinya menyebar lebih luas. Cara Mengobati Abses pada Kucing Cara mengobati abses pada kucing tergantung dengan ukuran infeksi itu sendiri. Biasanya, dokter hewan akan membersihkan bagian luka dan memberikan antibiotik serta obat penghilang rasa sakit. Untuk untuk kasus abses yang parah, operasi dibutuhkan sebagai cara mengobati abses pada kucing. Sedangkan, untuk abses pada gigi kucing, biasanya akan dilakukan pencabutan gigi pada gigi yang bermasalah tersebut. Selama masa penyembuhan, pastikan juga Anda menjaga kebersihan lingkungannya selama kurang lebih dua minggu sampai ia kembali pulih. Idealnya, abses pada kucing mudah diobati. Namun, beberapa kondisi abses pada kucing perlu perhatian lebih, terlebih lagi jika luka tersebut terinfeksi dari kucing lain yang bisa menyebarkan penyakit, seperti Feline Immunodefficiency Virus (FIV) dan/atau Feline Leukimia Virus (Fe LV) atau bahkan rabies yang juga bisa menular ke manusia. Oleh karena itu, usahakan untuk melakukan vaksin kucing untuk meminimalisir risiko penyakit menular tersebut. Untuk menghindari risiko abses pada kucing, hal yang bisa Anda lakukan adalah dengan meminimalisir waktu kucing bermain di luar rumah dan juga memperhatikan kondisi kucing di sekitaran rumah Anda. Usahakan juga untuk rutin mengecek kondisi kucing kesayangan Anda, jika ia menunjukan tanda-tanda yang berbeda, segera lakukan pengecekan atau bawa ke dokter hewan untuk mendapatkan perhatian lebih.
Kesehatan
Ketombe Kucing: Berikut Hal yang Perlu Diperhatikan
Ketombe Kucing: Berikut Hal yang Perlu Diperhatikan
2 mins read
Kucing adalah hewan yang eksploratif, mereka suka menjelajah berbagai tempat, memanjat pohon, dan juga mendatangi berbagai tempat-tempat, termasuk tempat yang kotor. Gaya hidupnya tersebutlah yang membuatnya bisa mendapatkan ketombe kucing. Jika Anda mencurigai adanya ketombe pada kucing kesayangan Anda, yuk simak artikel berikut! Penyebab Ketombe Kucing Ketombe kucing pada dasarnya mudah ditemukan. Dengan perawatan yang tepat, Anda bisa menghilangkan ketombe tersebut dengan lebih cepat juga. Biasanya, ketombe pada kucing terjadi karena kekurangan atau bahkan kelebihan minyak pada rambut yang menyebabkan ketidakseimbangan kulit. Berikut beberapa penyebabnya: • Diet yang tidak seimbang dengan kandungan lemak yang rendah. Untuk menjaga kesehatan kulitnya, pastikan makanan kucing Anda mengandung asam lemak omega untuk menjaga kesehatan kulitnya. • Terlalu jarang atau terlalu sering grooming. Tidak seperti anjing, kucing bisa mandi sendiri. Terlalu sering menyisir rambut atau melakukan grooming pada kucing bisa menyebabkan ketombe pada kucing. • Kelembapan udara yang rendah • Alergi musiman yang bisa terjadi karena polusi atau juga karena makanan. Untuk itu, penting untuk mengetahui alergi yang mungkin dimiliki oleh kucing kesayangan Anda. • Infeksi bakteri atau jamur. Untuk mengetahui penyebab yang satu ini, Anda perlu mendapatkan bantuan dari dokter hewan untuk melakukan pengecekan lebih. Ciri-Ciri Adanya Ketombe Pada Kucing Ketombe pada kucing biasanya hadir dengan beberapa tanda-tanda lain, seperti rambut rontok, gatal, dan juga kulit yang kemerahan. Jika Anda melihat adanya tanda-tanda overgrooming, ini juga bisa menjadi salah satu pertanda bahwa Anda perlu melakukan pengecekan. Idealnya, jika kucing kesayangan Anda terlihat gelisah, tidak nyaman dan juga tidak ceria seperti biasanya, itu menandakan ada sesuatu yang terjadi dalam dirinya dan segeralah melakukan pemeriksaan ke dokter. Cara Menghilangkan Ketombe Kucing Jika Anda melihat adanya tanda-tanda ketombe pada kucing, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Cara menghilangkan ketombe kucing yang pertama adalah dengan mengganti makanannya dengan makanan dengan diet seimbang, yaitu yang kaya akan asam lemak omega 3 yang akan mengembalikan kondisi kulitnya kembali normal. Jika ketombe kucing masih ada, cobalah untuk mengganti makanannya menjadi makanan basah untuk menjadi alternatif jika kucing kesayangan Anda tidak mengkonsumsi air putih yang cukup. Cara terakhir yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan humidifier yang bisa menjamin adanya kelembapan udara yang cukup di lingkungan. Selain itu, penting juga untuk memperhatikan jadwal grooming-nya. Idealnya, grooming bisa dilakukan setiap enam minggu sekali. Jika terlihat adanya under-grooming, Anda bisa menyisir rambutnya beberapa kali seminggu yang bisa menstimulasi kandungan minyak dalam kulitnya dan juga bisa menghilangkan sel kulit mati dan rambut rontok. Pada dasarnya, ketombe kucing adalah hal yang minor, namun jika hal tersebut sudah membuat kucing kesayangan Anda tidak nyaman, segeralah berkonsultasi ke dokter hewan terdekat. Perbedaan Jamur dan Ketombe Pada Kucing Ketombe pada kucing seringkali disalah artikan juga dengan jamur, padahal kedua hal ini berbeda. Beda jamur dan ketombe pada kucing ada pada penyebabnya, jika ketombe kucing terjadi karena kondisi kulit kucing, jamur terjadi karena kontak langsung dengan jamur, baik lewat kucing lain, atau lewat furnitur atau barang-barang yang terkontaminasi. Dengan penyebab yang berbeda, tentunya cara menghilangkan ketombe kucing dan jamur berbeda. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa berkonsultasi ke dokter hewan. Nah, itu dia beberapa hal yang perlu diketahui mengenai ketombe kucing. Untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan kucing kesayangan Anda, pastikan untuk rutin melakukan pengecekan dan juga memperhatikan kondisinya jika ia menunjukan tanda-tanda yang berbeda.
Kesehatan
Kenapa Kucing Takut Timun?
Kenapa Kucing Takut Timun?
2 mins read
Sebagai pemilik kucing, Anda mungkin sudah familiar dengan beberapa hal lucu dan menggemaskan yang seringkali ia lakukan, mulai dari saat ia asyik bermain dengan kardus, dan termasuk juga salah satunya tingkah lakunya saat ia takut dengan timun. Dilihat dari penampilan, rasanya tidak ada yang salah dari timun. Lalu, kenapa kucing takut timun? Yuk simak pembahasannya dalam artikel berikut! Apa yang ditakuti kucing? Pada dasarnya, kucing adalah hewan individualis. Mereka tidak terbiasa hidup berdampingan dengan sejenisnya, bahkan saat berburu pun mereka terbiasa sendiri. Kebiasaan hidup sendiri dan mandirinya itulah yang membuat dia lebih waspada, karena ia tidak memiliki pendamping atau teman. Tak heran, kucing sangat peka dengan berbagai perubahan yang terjadi di sekitarnya. Namun, hal ini bukan berarti semua kucing hanya bisa hidup sendirian. Beberapa kucing menyukai hidup berdampingan, apalagi jika ia sudah terbiasa bersosialisasi sejak dini. Jika Anda memutuskan untuk memiliki lebih dari satu kucing dalam satu rumah, pastikan untuk menyediakan air dan makanan yang cukup dan terpisah, agar mereka tidak saling berebut. Penting juga untuk diperhatikan bahwa ketakutan kucing bisa membuat mereka menjadi khawatir berlebih. Jika Anda melihat adanya perubahan mood atau nafsu makan, cobalah untuk melakukan pengecekan ke dokter untuk mengembalikan gaya hidupnya kembali. Kenapa kucing takut timun? Ini dia yang menjadi perhatian dan pertanyaan terbesar, kenapa kucing takut sama timun? Jawabannya karena timun memiliki penampilan yang menyerupai ular atau reptil yang membuat respon mereka menjadi kaget dan juga waspada. Untuk kita, reaksi ini adalah reaksi yang sangat menggemaskan, namun ternyata hal ini sudah menjadi genetik turun temurun lho. Penjelasan lainnya yang bisa menjawab kenapa kucing takut timun adalah murni karena kaget, karena timun yang diam-diam ada di sekitarnya yang membuatnya berpikir timun sebagai ancaman. Tak hanya kucing ataupun timun, manusia dengan benda lain pun akan memberikan respon yang sama ketika kaget. Bolehkah mengagetkan kucing dengan timun? Meskipun reaksi kucing yang kaget sangatlah menggemaskan, namun mengagetkan kucing dengan timun atau benda-benda lainnya sangat tidak disarankan. Hal ini bisa menimbulkan masalah kepercayaan antara kucing dengan manusia, yang pastinya akan merugikan sang pemilik kucing tersebut. Terlebih lagi, rasa kaget dan takut yang terus menerus bisa membuat kucing merasa stress dan menimbulkan berbagai permasalahan, salah satunya permasalahan pencernaan. Jadi, hindari mengagetkan kucing dengan timun ataupun barang-barang lainnya. Jika kucing merasa stress, ia akan menunjukan beberapa tanda, seperti tubuh gemetar dan agresi. Selain itu, ia juga akan menunjukan tanda-tanda pada kesehatannya, mulai dari muntah, diare, bahkan rambut yang rontok karena stress. Disamping itu juga, saat ia merasa stress, ia akan berusaha keluar dari situasi tersebut yang memungkinkan ia untuk kabur dari rumah. Nah, itu dia penjelasan kenapa kucing takut timun. Untuk Anda yang memiliki kucing di rumah, hindarilah menakut-nakuti kucing dengan timun atau berbagai hal lainnya untuk menghindari risiko stress dan juga lainnya.
Perilaku & Pelatihan
Takaran Makanan Kucing
Takaran Makanan Kucing
2 mins read
Terlalu banyak memberikan porsi makan kucing bisa membuat kucing terlalu kenyang dan bisa menyebabkan kelebihan berat badan, tapi, kalau terlalu sedikit, bisa membuatnya tidak mendapatkan nutrisi yang sesuai. Lalu, bagaimana seharusnya? Berapa gram kucing makan sehari? Berapa banyak makanan kucing yang sebaiknya diberikan? Untuk lebih lanjutnya, yuk simak artikel berikut! Takaran Makan Kitten per Hari Takaran kecil per hari adalah 30 kalori per kilogram berat badannya. Jadi, untuk anak kucing yang memiliki berat badan 500 gram, ia bisa mendapatkan 15 kalori per hari, sedangkan untuk anak kucing dengan berat badan 1 kg, ia bisa membutuhkan 30 kalori per hari. Takaran Makanan Kucing Dewasa per Hari Berbeda dengan anak kucing, porsi makan kucing dewasa memiliki kebutuhan kalori yang lebih banyak. Takaran kucing dewasa membutuhkan 66 kalori per kilogram berat badannya. Jadi, misalnya berat badan kucing Anda 4 kg, berarti ia membutuhkan 264 kalori per harinya. Jika Anda menyajikan makanan dua kali sehari, berarti Anda perlu menyajikan 132 kalori per saji. Untuk mengetahui berapa jumlah kalori yang ada pada makanan kucing tersebut, Anda bisa membacanya pada tabel kemasan makanan kucing. Beda dengan kebutuhan kalori, Anda juga perlu menghitung kebutuhan protein kucing untuk bisa menentukan porsi makan kucing yang tepat. Biasanya, untuk kucing dewasa, kebutuhan proteinnya 4,5 dari berat badannya. Misalnya berat badannya 4 kg, berarti ia membutuhkan 18 gram protein per hari. Takaran Makan Kucing per Hari untuk Senior Kucing senior membutuhkan kalori yang lebih banyak lagi, yaitu 50 kalori per kilogram berat badannya. Untuk memberikan makanan yang sesuai, pastikan Anda sudah berkonsultasi dengan dokter hewan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan juga kondisi kesehatannya. Cara Mudah Menyajikan Takaran Makanan Kucing Untuk mempermudah menyajikan porsi makan kucing, Anda bisa menakar porsi makan kucing dengan menggunakan sendok takar deterjen. Biasanya, satu sendok ini mengandung 25 gram makanan. Untuk kucing dengan berat badan 4 kg dan membutuhkan 264 kalori per hari, berarti ia membutuhkan kurang lebih 79 gram makanan atau sekitar 3 sendok takar untuk sehari makan. Takaran Makanan Kucing Hamil Saat sedang hamil, porsi makanan kucing mengalami peningkatan. Saat birahi, kucing hamil membutuhkan kandungan kalori sedikit yang kemudian kebutuhannya meningkat saat sedang hamil. Saat menyusui, kebutuhan kalorinya memuncak dan ia membutuhkan kandungan kalori yang sangat banyak. Anda bisa memberikan makanan anak kucing untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi kucing hamil, seperti PRO PLAN Cat Kitten Starter Makanan Kering Anak Kucing Salmon & Tuna. Waktu Makan Kucing Kucing adalah makhluk dengan kebiasaan. Biasanya, kucing perlu makan dua kali sehari, yaitu pagi dan sore hari. Usahakan untuk menyajikan makanan tepat waktu setiap harinya untuk membantu kucing memiliki jadwal yang sama untuk buang air. Lalu, gimana untuk orang dengan kesibukan di luar rumah dan tidak bisa memberikan makan kucing dengan jadwal yang sama? Untuk menyiasatinya, Anda bisa memberikan makanan kucing kering dan menggunakan digital dispenser, yaitu wadah makanan dengan tipe digital untuk memastikan makanan kucing tetap sesuai dengan kebutuhannya. Nah, itu dia panduan memberikan takaran makanan kucing untuk kebutuhan hariannya. Jika Anda tidak yakin dengan ukuran porsi makan kucing atau berapa gram kucing makan sehari, Anda bisa berkonsultasi ke dokter hewan dan memintanya untuk menghitung kebutuhan takaran makan kucing per hari sesuai kondisi kucing Anda. Cek di sini untuk mendapatkan rekomendasi makanan untuk kucing.
Makanan & Nutrisi
Makanan Anjing untuk Anjing Hamil
Makanan Anjing untuk Anjing Hamil
2 mins read
Memiliki anjing yang sedang hamil adalah hal yang menyenangkan namun juga menegangkan untuk kita. Sebelum kita teralihkan dengan anak-anak anjing yang lucu nanti, sekarang ini sang induk membutuhkan perhatian dan kasih sayang yang bisa mendukungnya selama masa kehamilan. Perhatian dan kasih sayang tentunya tidak luput dari memberikan makanan yang bisa menunjang kebutuhan nutrisi dan energinya selama masa kehamilan agar bisa melahirkan anak anjing yang lucu dan juga sehat. Untuk membantu Anda merawat anjing hamil, berikut berbagai hal yang perlu diketahui seputar makanan anjing hamil. Perawatan Anjing saat Hamil Anjing hamil membutuhkan perawatan yang sedikit lebih intensif untuk membuatnya tetap nyaman dan sehat. Perawatan anjing hamil meliputi olahraga, memberikan makanan yang sesuai agar ia mendapatkan nutrisi yang tepat, serta menyediakan tempat yang nyaman untuk melahirkan nanti. Makanan Anjing saat Hamil Tahukah Anda bahwa makanan anak anjing menjadi makanan anjing yang baik untuk anjing saat hamil? Makanan anak anjing kaya akan nutrisi dan juga energi dibandingkan makanan anjing dewasa. Disamping itu, makanan anak anjing juga lebih mudah dicerna. Makanya, tak jarang makanan anak anjing ini cocok dijadikan sebagai makanan anjing saat masa kehamilan. Anda bisa memberikan makanan anak anjing sebagai makanan sejak dinyatakan hamil untuk membantunya tetap kuat dan juga mendapatkan nutrisi yang tepat. Saat mengganti makanan utamanya menjadi, pastikan untuk melakukan perubahan secara perlahan untuk membuatnya terbiasa. Untuk awal, Anda bisa mengurangi sedikit porsi makanan utamanya dan menambahkan makanan barunya, seiring berjalannya waktu, kurangi porsi makanannya hingga ia mendapatkan lebih banyak makanan baru dan sampai akhirnya ia benar-benar hanya makan makanan barunya tersebut. Porsi Makanan untuk Anjing Hamil Di awal minggu kehamilannya, porsi makanan untuk anjing saat hamil masih sama seperti biasanya, karena biasanya di awal masa kehamilan ia juga mengalami mual. Pada saat kehamilannya memasuki usia minggu kelima, barulah perlahan tambahkanlah porsi makanannya setiap minggunya. Pada usia kehamilannya mencapai minggu kesembilan, biasanya porsi makannya sudah mencapai tiga kali lebih banyak dibandingkan porsi normalnya. Anjing saat hamil berapa lama?? Tidak seperti manusia yang hamil selama sembilan bulan, kehamilan anjing selama 58-68 hari. Saat ia akan melahirkan, biasanya ia memberikan tanda-tanda, seperti penurunan suhu tubuh, ia terlihat gelisah sampai dengan terjadinya kontraksi. Makanan untuk Anjing Menyusui Perawatan anjing tidak berhenti sesaat setelah ia melahirkan. Setelah melahirkan, ia akan mengalami masa menyusui yang juga terus membutuhkan bantuan kita. Saat menyusui, induk anjing membutuhkan banyak energi untuk bisa memberikan susu yang berkualitas untuk anaknya. Berbeda dengan saat kehamilan anjing, di masa menyusuinya, anjing membutuhkan lebih banyak makanan. Untuk hal ini, Anda bisa memberikannya makanan dengan porsi kecil namun dengan frekuensi yang sering. Biasanya, seberapa sering dan seberapa banyak makanan yang perlu diberikan untuk anjing menyusui juga tergantung dengan rasnya dan berapa banyak anaknya. Anda bisa mencari berbagai rekomendasi makanan anjing untuk saat hamil di sini. Yuk jaga anjing saat hamil agar tetap sehat dan kuat hingga masa menyusuinya!
Makanan & Nutrisi

Pagination

  • First page
  • Previous page
  • …
  • Halaman 49
  • Halaman 50
  • Halaman 51
  • Halaman 52
  • Halaman 53
  • Halaman 54
  • Halaman 55
  • Halaman 56
  • Halaman 57
  • …
  • Next page
  • Last page
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.