Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content
Berapa Lama Kucing Hidup
Berapa Lama Kucing Bisa Hidup?
2 mins read
Sebagai pecinta kucing, mungkin Anda bertanya-tanya tentang berapa lama kucing hidup? Pada dasarnya, kucing memiliki masa hidup yang kurang lebih sama. Perbedaan masa hidup kucing berbeda-beda tergantung dengan situasi lingkungannya, gaya hidupnya, kesehatan dan juga banyak faktor lain. Contohnya, kucing rumahan dan kucing liar memiliki masa hidup yang berbeda karena gaya hidupnya pun juga berbeda. Untuk Anda yang penasaran dengan berapa lama kucing hidup, yuk lanjutkan membaca. Berapa lama kucing bisa hidup secara general? Usia kucing dan manusia memiliki perhitungan yang berbeda. Pada umumnya, kucing bisa hidup selama 10-15 tahun yang sama dengan 56-76 tahun usia manusia. Sama seperti manusia, jangka hidup ini juga tergantung dengan beberapa faktor. Kucing liar: kucing hidup berapa lama? Kucing liar biasa hidup di alam terbuka, mereka suka mengeksplorasi berbagai tempat dan juga berbagai hal. Walaupun positif, namun hal ini juga memiliki risikonya sendiri. Biasanya, kucing liar tanpa pengawasan memiliki usia yang lebih pendek. Jadi, berapa lama kucing bisa hidup? Kucing liar tanpa pemilik atau tanpa pengawas biasanya hidup sekitar 7 tahun. Hal ini terjadi karena kucing liar bisa memiliki risiko hilang, makan makanan beracun seperti tanaman, berkelahi dengan kucing lain, atau terjadi kecelakaan seperti tertabrak kendaraan. Jika Anda memiliki kucing liar di rumah, usahakan untuk mengawasinya, salah satunya dengan memberikan makan secara teratur dan menjaganya tetap berada di dalam rumah saat malam hari. Jangka waktu hidup kucing rumahan Berbeda dengan kucing liar, kucing rumahan menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah. Dengan kondisi rumahan, pastinya ia hidup dengan penuh kenyamanan dan juga kehangatan. Umumnya, kucing rumahan memiliki risiko yang lebih kecil dibandingkan kucing liar, yaitu kecil kemungkinan untuk berkelahi dengan kucing lain, sampai dengan kecil kemungkinan untuk tertabrak mobil. Dengan keadaan tersebut membuat kucing rumahan bisa bertahan hidup hingga 10-15 tahun. Faktor yang mempengaruhi jangka hidup kucing Secara general, berikut beberapa faktor yang mempengaruhi jangka hidup kucing: • Lingkungan yang aman dan nyaman • Makanan yang sehat • Kesehatan, termasuk check up rutin, vaksinasi, pemberian obat cacing dan obat kutu • Genetik • Status strelisisai Cara Meningkatkan Masa Hidup Kucing Setelah mengetahui usia general kucing dan juga faktor apa saja yang membedakan, tentunya kita mempertanyakan “apakah ada cara untuk meningkatkan masa hidup mereka?”. Dengan kasih sayang dan perhatian, tentu saja Anda bisa meningkatkan masa hidup kucing kesayangan Anda. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan: • Rutin vaksinasi untuk melindunginya dari berbagai penyakit • Pengecekan kesehatan rutin • Diet yang seimbang yang sesuai dengan kebutuhannya. Untuk kucing rumahan yang membutuhkan hairball care, berikan PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Indoor Hairball Control Chicken, untuk kucing dengan pencernaan sensitif, Anda bisa memberikan PRO PLAN Cat Makanan Basah Kucing Dewasa Sensitive Chicken, dan PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Senior LONGEVIS Salmon & Tuna untuk kucing yang berusia di atas 7 tahun. • Pastikan ia berada di tempat yang aman dan nyaman, terutama di malam hari dan rutin lakukan pengecekan apakah ada kucing liar lain yang sering mengganggu kucing kesayangan Anda. • Olahraga rutin untuk menjaga kesehatannya • Jaga kesehatan mentalnya, salah satunya dengan mengajaknya bermain Nah, sekarang Anda sudah mengetahui berapa lama kucing hidup. Dengan begitu, yuk lakukan beberapa hal yang bisa meningkatkan jangka hidup kucing kesayangan Anda dengan memastikannya aman, nyaman, sehat dan juga penuh nutrisi.
Perilaku & Pelatihan
Abses Pada Kucing Penyebab dan Cara Mengobatinya
Memahami Abses pada Kucing: Gejala, Penyebab, dan Tindakan yang Harus Dilakukan
5 mins read
Abses bisa dialami oleh setiap kucing kapan saja. Jika Anda memiliki kucing di rumah, terlebih lagi ia sering bermain di luar, abses bisa jadi terjadi pada kucing Anda. Untuk itu, yuk simak penjelasan mengenai abses pada kucing, termasuk penyebab dan cara mengobatinya! Apa itu Abses pada Kucing? Penyakit abses pada kucing adalah infeksi yang terjadi pada area kulit dan juga jaringan di bawahnya. Hal ini terjadi karena adanya bakteri yang masuk, baik melalui luka gigitan atau tusukan. Abses pada kucing ini mengandung bakteri dan juga sel darah putih. Abses pada kucing ini mudah diobati, namun harus dilakukan sesegera mungkin sebelum infeksinya menyebar lebih luas. Penyebab Abses pada Kucing Penyebab abses pada kucing yang paling umum adalah luka cakaran atau gigitan dari binatang lain, biasanya karena berkelahi. Saat terkena gigitan atau cakaran, bakteri dari gigi atau cakaran langsung masuk yang berakibat infeksi. Mengingat kulit kucing biasanya sembuh dengan cepat, biasanya luka tersebut akan segera rapat dan terperangkap di bawah kulit yang membuatnya berkembang di dalam lapisan kulit. Selain berkelahi, benda-benda tajam lainnya juga bisa menjadi penyebab abses pada kucing, seperti tusukan paku. Abses pada kucing juga bisa terjadi pada wajah. Biasanya, hal ini terjadi karena abses pada gigi, yaitu infeksi yang terjadi di dalam gusi. Infeksi ini umumnya diakibatkan karena masalah higienitas atau permasalahan mulut dan gigi lainnya. Tanda Adanya Abses pada Kucing Pembengkakan adalah tanda adanya abses pada kucing yang paling sering ditemukan. Namun, biasanya itu bukan merupakan tanda pertama yang terlihat, melainkan tahap ketika infeksi tersebut menyebar atau berkembang. Oleh karena itu, perhatikan beberapa tanda berikut ini: • Pembengkakan • Kemerahan • Terlihat kesakitan • Rambut rontok di sekitar area terinfeksi • Kesulitan berjalan jika abses terjadi pada organ motorik Jika abses pada kucing sudah menyebar, Anda akan melihat beberapa tanda-tanda berikut ini: • Kucing menjadi tidak aktif • Nafsu makan menurun • Demam • Jika abses terjadi di area mulut akan ada nafas yg bau dan produksi air liur yang tidak terkontrol • Keluarnya nanah pada area abses Jika menemukan tanda-tanda di atas, segeralah berkonsultasi ke dokter hewan untuk mendapatkan penanganan sesegera mungkin sebelum luka dan infeksinya menyebar lebih luas. Cara Mengobati Abses pada Kucing Cara mengobati abses pada kucing tergantung dengan ukuran infeksi itu sendiri. Biasanya, dokter hewan akan membersihkan bagian luka dan memberikan antibiotik serta obat penghilang rasa sakit. Untuk untuk kasus abses yang parah, operasi dibutuhkan sebagai cara mengobati abses pada kucing. Sedangkan, untuk abses pada gigi kucing, biasanya akan dilakukan pencabutan gigi pada gigi yang bermasalah tersebut. Selama masa penyembuhan, pastikan juga Anda menjaga kebersihan lingkungannya selama kurang lebih dua minggu sampai ia kembali pulih. Idealnya, abses pada kucing mudah diobati. Namun, beberapa kondisi abses pada kucing perlu perhatian lebih, terlebih lagi jika luka tersebut terinfeksi dari kucing lain yang bisa menyebarkan penyakit, seperti Feline Immunodefficiency Virus (FIV) dan/atau Feline Leukimia Virus (Fe LV) atau bahkan rabies yang juga bisa menular ke manusia. Oleh karena itu, usahakan untuk melakukan vaksin kucing untuk meminimalisir risiko penyakit menular tersebut. Untuk menghindari risiko abses pada kucing, hal yang bisa Anda lakukan adalah dengan meminimalisir waktu kucing bermain di luar rumah dan juga memperhatikan kondisi kucing di sekitaran rumah Anda. Usahakan juga untuk rutin mengecek kondisi kucing kesayangan Anda, jika ia menunjukan tanda-tanda yang berbeda, segera lakukan pengecekan atau bawa ke dokter hewan untuk mendapatkan perhatian lebih.
Kesehatan
Ketombe Kucing: Berikut Hal yang Perlu Diperhatikan
Ketombe Kucing: Berikut Hal yang Perlu Diperhatikan
2 mins read
Kucing adalah hewan yang eksploratif, mereka suka menjelajah berbagai tempat, memanjat pohon, dan juga mendatangi berbagai tempat-tempat, termasuk tempat yang kotor. Gaya hidupnya tersebutlah yang membuatnya bisa mendapatkan ketombe kucing. Jika Anda mencurigai adanya ketombe pada kucing kesayangan Anda, yuk simak artikel berikut! Penyebab Ketombe Kucing Ketombe kucing pada dasarnya mudah ditemukan. Dengan perawatan yang tepat, Anda bisa menghilangkan ketombe tersebut dengan lebih cepat juga. Biasanya, ketombe pada kucing terjadi karena kekurangan atau bahkan kelebihan minyak pada rambut yang menyebabkan ketidakseimbangan kulit. Berikut beberapa penyebabnya: • Diet yang tidak seimbang dengan kandungan lemak yang rendah. Untuk menjaga kesehatan kulitnya, pastikan makanan kucing Anda mengandung asam lemak omega untuk menjaga kesehatan kulitnya. • Terlalu jarang atau terlalu sering grooming. Tidak seperti anjing, kucing bisa mandi sendiri. Terlalu sering menyisir rambut atau melakukan grooming pada kucing bisa menyebabkan ketombe pada kucing. • Kelembapan udara yang rendah • Alergi musiman yang bisa terjadi karena polusi atau juga karena makanan. Untuk itu, penting untuk mengetahui alergi yang mungkin dimiliki oleh kucing kesayangan Anda. • Infeksi bakteri atau jamur. Untuk mengetahui penyebab yang satu ini, Anda perlu mendapatkan bantuan dari dokter hewan untuk melakukan pengecekan lebih. Ciri-Ciri Adanya Ketombe Pada Kucing Ketombe pada kucing biasanya hadir dengan beberapa tanda-tanda lain, seperti rambut rontok, gatal, dan juga kulit yang kemerahan. Jika Anda melihat adanya tanda-tanda overgrooming, ini juga bisa menjadi salah satu pertanda bahwa Anda perlu melakukan pengecekan. Idealnya, jika kucing kesayangan Anda terlihat gelisah, tidak nyaman dan juga tidak ceria seperti biasanya, itu menandakan ada sesuatu yang terjadi dalam dirinya dan segeralah melakukan pemeriksaan ke dokter. Cara Menghilangkan Ketombe Kucing Jika Anda melihat adanya tanda-tanda ketombe pada kucing, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Cara menghilangkan ketombe kucing yang pertama adalah dengan mengganti makanannya dengan makanan dengan diet seimbang, yaitu yang kaya akan asam lemak omega 3 yang akan mengembalikan kondisi kulitnya kembali normal. Jika ketombe kucing masih ada, cobalah untuk mengganti makanannya menjadi makanan basah untuk menjadi alternatif jika kucing kesayangan Anda tidak mengkonsumsi air putih yang cukup. Cara terakhir yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan humidifier yang bisa menjamin adanya kelembapan udara yang cukup di lingkungan. Selain itu, penting juga untuk memperhatikan jadwal grooming-nya. Idealnya, grooming bisa dilakukan setiap enam minggu sekali. Jika terlihat adanya under-grooming, Anda bisa menyisir rambutnya beberapa kali seminggu yang bisa menstimulasi kandungan minyak dalam kulitnya dan juga bisa menghilangkan sel kulit mati dan rambut rontok. Pada dasarnya, ketombe kucing adalah hal yang minor, namun jika hal tersebut sudah membuat kucing kesayangan Anda tidak nyaman, segeralah berkonsultasi ke dokter hewan terdekat. Perbedaan Jamur dan Ketombe Pada Kucing Ketombe pada kucing seringkali disalah artikan juga dengan jamur, padahal kedua hal ini berbeda. Beda jamur dan ketombe pada kucing ada pada penyebabnya, jika ketombe kucing terjadi karena kondisi kulit kucing, jamur terjadi karena kontak langsung dengan jamur, baik lewat kucing lain, atau lewat furnitur atau barang-barang yang terkontaminasi. Dengan penyebab yang berbeda, tentunya cara menghilangkan ketombe kucing dan jamur berbeda. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa berkonsultasi ke dokter hewan. Nah, itu dia beberapa hal yang perlu diketahui mengenai ketombe kucing. Untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan kucing kesayangan Anda, pastikan untuk rutin melakukan pengecekan dan juga memperhatikan kondisinya jika ia menunjukan tanda-tanda yang berbeda.
Kesehatan
Kenapa Kucing Takut Timun?
Kenapa Kucing Takut Timun?
2 mins read
Sebagai pemilik kucing, Anda mungkin sudah familiar dengan beberapa hal lucu dan menggemaskan yang seringkali ia lakukan, mulai dari saat ia asyik bermain dengan kardus, dan termasuk juga salah satunya tingkah lakunya saat ia takut dengan timun. Dilihat dari penampilan, rasanya tidak ada yang salah dari timun. Lalu, kenapa kucing takut timun? Yuk simak pembahasannya dalam artikel berikut! Apa yang ditakuti kucing? Pada dasarnya, kucing adalah hewan individualis. Mereka tidak terbiasa hidup berdampingan dengan sejenisnya, bahkan saat berburu pun mereka terbiasa sendiri. Kebiasaan hidup sendiri dan mandirinya itulah yang membuat dia lebih waspada, karena ia tidak memiliki pendamping atau teman. Tak heran, kucing sangat peka dengan berbagai perubahan yang terjadi di sekitarnya. Namun, hal ini bukan berarti semua kucing hanya bisa hidup sendirian. Beberapa kucing menyukai hidup berdampingan, apalagi jika ia sudah terbiasa bersosialisasi sejak dini. Jika Anda memutuskan untuk memiliki lebih dari satu kucing dalam satu rumah, pastikan untuk menyediakan air dan makanan yang cukup dan terpisah, agar mereka tidak saling berebut. Penting juga untuk diperhatikan bahwa ketakutan kucing bisa membuat mereka menjadi khawatir berlebih. Jika Anda melihat adanya perubahan mood atau nafsu makan, cobalah untuk melakukan pengecekan ke dokter untuk mengembalikan gaya hidupnya kembali. Kenapa kucing takut timun? Ini dia yang menjadi perhatian dan pertanyaan terbesar, kenapa kucing takut sama timun? Jawabannya karena timun memiliki penampilan yang menyerupai ular atau reptil yang membuat respon mereka menjadi kaget dan juga waspada. Untuk kita, reaksi ini adalah reaksi yang sangat menggemaskan, namun ternyata hal ini sudah menjadi genetik turun temurun lho. Penjelasan lainnya yang bisa menjawab kenapa kucing takut timun adalah murni karena kaget, karena timun yang diam-diam ada di sekitarnya yang membuatnya berpikir timun sebagai ancaman. Tak hanya kucing ataupun timun, manusia dengan benda lain pun akan memberikan respon yang sama ketika kaget. Bolehkah mengagetkan kucing dengan timun? Meskipun reaksi kucing yang kaget sangatlah menggemaskan, namun mengagetkan kucing dengan timun atau benda-benda lainnya sangat tidak disarankan. Hal ini bisa menimbulkan masalah kepercayaan antara kucing dengan manusia, yang pastinya akan merugikan sang pemilik kucing tersebut. Terlebih lagi, rasa kaget dan takut yang terus menerus bisa membuat kucing merasa stress dan menimbulkan berbagai permasalahan, salah satunya permasalahan pencernaan. Jadi, hindari mengagetkan kucing dengan timun ataupun barang-barang lainnya. Jika kucing merasa stress, ia akan menunjukan beberapa tanda, seperti tubuh gemetar dan agresi. Selain itu, ia juga akan menunjukan tanda-tanda pada kesehatannya, mulai dari muntah, diare, bahkan rambut yang rontok karena stress. Disamping itu juga, saat ia merasa stress, ia akan berusaha keluar dari situasi tersebut yang memungkinkan ia untuk kabur dari rumah. Nah, itu dia penjelasan kenapa kucing takut timun. Untuk Anda yang memiliki kucing di rumah, hindarilah menakut-nakuti kucing dengan timun atau berbagai hal lainnya untuk menghindari risiko stress dan juga lainnya.
Perilaku & Pelatihan
Takaran Makanan Kucing
Takaran Makanan Kucing
2 mins read
Terlalu banyak memberikan porsi makan kucing bisa membuat kucing terlalu kenyang dan bisa menyebabkan kelebihan berat badan, tapi, kalau terlalu sedikit, bisa membuatnya tidak mendapatkan nutrisi yang sesuai. Lalu, bagaimana seharusnya? Berapa gram kucing makan sehari? Berapa banyak makanan kucing yang sebaiknya diberikan? Untuk lebih lanjutnya, yuk simak artikel berikut! Takaran Makan Kitten per Hari Takaran kecil per hari adalah 30 kalori per kilogram berat badannya. Jadi, untuk anak kucing yang memiliki berat badan 500 gram, ia bisa mendapatkan 15 kalori per hari, sedangkan untuk anak kucing dengan berat badan 1 kg, ia bisa membutuhkan 30 kalori per hari. Takaran Makanan Kucing Dewasa per Hari Berbeda dengan anak kucing, porsi makan kucing dewasa memiliki kebutuhan kalori yang lebih banyak. Takaran kucing dewasa membutuhkan 66 kalori per kilogram berat badannya. Jadi, misalnya berat badan kucing Anda 4 kg, berarti ia membutuhkan 264 kalori per harinya. Jika Anda menyajikan makanan dua kali sehari, berarti Anda perlu menyajikan 132 kalori per saji. Untuk mengetahui berapa jumlah kalori yang ada pada makanan kucing tersebut, Anda bisa membacanya pada tabel kemasan makanan kucing. Beda dengan kebutuhan kalori, Anda juga perlu menghitung kebutuhan protein kucing untuk bisa menentukan porsi makan kucing yang tepat. Biasanya, untuk kucing dewasa, kebutuhan proteinnya 4,5 dari berat badannya. Misalnya berat badannya 4 kg, berarti ia membutuhkan 18 gram protein per hari. Takaran Makan Kucing per Hari untuk Senior Kucing senior membutuhkan kalori yang lebih banyak lagi, yaitu 50 kalori per kilogram berat badannya. Untuk memberikan makanan yang sesuai, pastikan Anda sudah berkonsultasi dengan dokter hewan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan juga kondisi kesehatannya. Cara Mudah Menyajikan Takaran Makanan Kucing Untuk mempermudah menyajikan porsi makan kucing, Anda bisa menakar porsi makan kucing dengan menggunakan sendok takar deterjen. Biasanya, satu sendok ini mengandung 25 gram makanan. Untuk kucing dengan berat badan 4 kg dan membutuhkan 264 kalori per hari, berarti ia membutuhkan kurang lebih 79 gram makanan atau sekitar 3 sendok takar untuk sehari makan. Takaran Makanan Kucing Hamil Saat sedang hamil, porsi makanan kucing mengalami peningkatan. Saat birahi, kucing hamil membutuhkan kandungan kalori sedikit yang kemudian kebutuhannya meningkat saat sedang hamil. Saat menyusui, kebutuhan kalorinya memuncak dan ia membutuhkan kandungan kalori yang sangat banyak. Anda bisa memberikan makanan anak kucing untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi kucing hamil, seperti PRO PLAN Cat Kitten Starter Makanan Kering Anak Kucing Salmon & Tuna. Waktu Makan Kucing Kucing adalah makhluk dengan kebiasaan. Biasanya, kucing perlu makan dua kali sehari, yaitu pagi dan sore hari. Usahakan untuk menyajikan makanan tepat waktu setiap harinya untuk membantu kucing memiliki jadwal yang sama untuk buang air. Lalu, gimana untuk orang dengan kesibukan di luar rumah dan tidak bisa memberikan makan kucing dengan jadwal yang sama? Untuk menyiasatinya, Anda bisa memberikan makanan kucing kering dan menggunakan digital dispenser, yaitu wadah makanan dengan tipe digital untuk memastikan makanan kucing tetap sesuai dengan kebutuhannya. Nah, itu dia panduan memberikan takaran makanan kucing untuk kebutuhan hariannya. Jika Anda tidak yakin dengan ukuran porsi makan kucing atau berapa gram kucing makan sehari, Anda bisa berkonsultasi ke dokter hewan dan memintanya untuk menghitung kebutuhan takaran makan kucing per hari sesuai kondisi kucing Anda. Cek di sini untuk mendapatkan rekomendasi makanan untuk kucing.
Makanan & Nutrisi
Makanan Anjing untuk Anjing Hamil
Makanan Anjing untuk Anjing Hamil
2 mins read
Memiliki anjing yang sedang hamil adalah hal yang menyenangkan namun juga menegangkan untuk kita. Sebelum kita teralihkan dengan anak-anak anjing yang lucu nanti, sekarang ini sang induk membutuhkan perhatian dan kasih sayang yang bisa mendukungnya selama masa kehamilan. Perhatian dan kasih sayang tentunya tidak luput dari memberikan makanan yang bisa menunjang kebutuhan nutrisi dan energinya selama masa kehamilan agar bisa melahirkan anak anjing yang lucu dan juga sehat. Untuk membantu Anda merawat anjing hamil, berikut berbagai hal yang perlu diketahui seputar makanan anjing hamil. Perawatan Anjing saat Hamil Anjing hamil membutuhkan perawatan yang sedikit lebih intensif untuk membuatnya tetap nyaman dan sehat. Perawatan anjing hamil meliputi olahraga, memberikan makanan yang sesuai agar ia mendapatkan nutrisi yang tepat, serta menyediakan tempat yang nyaman untuk melahirkan nanti. Makanan Anjing saat Hamil Tahukah Anda bahwa makanan anak anjing menjadi makanan anjing yang baik untuk anjing saat hamil? Makanan anak anjing kaya akan nutrisi dan juga energi dibandingkan makanan anjing dewasa. Disamping itu, makanan anak anjing juga lebih mudah dicerna. Makanya, tak jarang makanan anak anjing ini cocok dijadikan sebagai makanan anjing saat masa kehamilan. Anda bisa memberikan makanan anak anjing sebagai makanan sejak dinyatakan hamil untuk membantunya tetap kuat dan juga mendapatkan nutrisi yang tepat. Saat mengganti makanan utamanya menjadi, pastikan untuk melakukan perubahan secara perlahan untuk membuatnya terbiasa. Untuk awal, Anda bisa mengurangi sedikit porsi makanan utamanya dan menambahkan makanan barunya, seiring berjalannya waktu, kurangi porsi makanannya hingga ia mendapatkan lebih banyak makanan baru dan sampai akhirnya ia benar-benar hanya makan makanan barunya tersebut. Porsi Makanan untuk Anjing Hamil Di awal minggu kehamilannya, porsi makanan untuk anjing saat hamil masih sama seperti biasanya, karena biasanya di awal masa kehamilan ia juga mengalami mual. Pada saat kehamilannya memasuki usia minggu kelima, barulah perlahan tambahkanlah porsi makanannya setiap minggunya. Pada usia kehamilannya mencapai minggu kesembilan, biasanya porsi makannya sudah mencapai tiga kali lebih banyak dibandingkan porsi normalnya. Anjing saat hamil berapa lama?? Tidak seperti manusia yang hamil selama sembilan bulan, kehamilan anjing selama 58-68 hari. Saat ia akan melahirkan, biasanya ia memberikan tanda-tanda, seperti penurunan suhu tubuh, ia terlihat gelisah sampai dengan terjadinya kontraksi. Makanan untuk Anjing Menyusui Perawatan anjing tidak berhenti sesaat setelah ia melahirkan. Setelah melahirkan, ia akan mengalami masa menyusui yang juga terus membutuhkan bantuan kita. Saat menyusui, induk anjing membutuhkan banyak energi untuk bisa memberikan susu yang berkualitas untuk anaknya. Berbeda dengan saat kehamilan anjing, di masa menyusuinya, anjing membutuhkan lebih banyak makanan. Untuk hal ini, Anda bisa memberikannya makanan dengan porsi kecil namun dengan frekuensi yang sering. Biasanya, seberapa sering dan seberapa banyak makanan yang perlu diberikan untuk anjing menyusui juga tergantung dengan rasnya dan berapa banyak anaknya. Anda bisa mencari berbagai rekomendasi makanan anjing untuk saat hamil di sini. Yuk jaga anjing saat hamil agar tetap sehat dan kuat hingga masa menyusuinya!
Makanan & Nutrisi
Seputar Makanan Basah Kucing
Seputar Makanan Basah Kucing
2 mins read
Seperti yang sudah diketahui, makanan kucing ada dua jenis, yaitu makanan basah dan makanan kering. Kedua jenis makanan kucing ini bisa memberikan manfaat dan nutrisi yang dibutuhkan oleh kucing kesayangan. Hanya saja, keduanya memiliki tekstur yang berbeda, makanan kering memiliki tekstur yang crunchy yang baik untuk kesehatan gigi kucing, sedangkan makanan basah kucing memiliki tekstur yang lembut dan lebih lunak yang bisa meningkatkan nafsu makan si kucing. Nah, di artikel kali ini, kita akan membahas lebih lanjut seputar makanan basah kucing. Untuk lebih jelasnya, baca sampai habis ya! Keunggulan Makanan Basah Kucing Satu hal yang membedakan makanan basah kucing dan makanan kering adalah kandungan air di dalamnya. Makanan basah kucing mengandung 80% air yang membuat teksturnya lebih lunak dan lembut. Kandungan air ini bisa membantu menjaga kandungan cairan dalam tubuh yang berguna untuk menjaga metabolismenya. Selain kandungan air, makanan basah kucing juga memiliki aroma yang lebih kuat. Makanya, makanan basah ini cocok untuk kucing yang sedang mengalami penurunan nafsu makan, baik karena ada kondisi kesehatan atau alasan yang lain. Cara Penyajian & Penyimpanan Makanan Basah untuk Kucing Kemasan makanan kering biasanya berukuran besar dan bisa disimpan lama setelah dibuka, kenapa makanan basah untuk kucing hanya tersedia dalam kemasan kecil ya? Hal ini terjadi karena makanan basah untuk kucing didesain untuk sekali saji dan segera dihabiskan karena sifatnya yang cepat basi. Makanan kucing basah ini biasanya disajikan hanya di waktu makannya karena harus dihabiskan dalam waktu 1-2 jam agar tidak terkontaminasi bakteri. Untuk alasan tertentu yang membuat Anda menyajikan makanan setengah porsi dari kemasannya, Anda bisa menyimpannya di kulkas dalam waktu 24 jam. Setelah disimpan di kulkas, Anda bisa menyajikannya kembali dengan menunggu sebentar di luar ruangan agar suhunya lebih hangat. Sedangkan, untuk makanan basah kucing yang belum dibuka atau masih disegel bisa disimpan di tempat sejuk. Rekomendasi Makanan Basah untuk Kucing Makanan basah kucing bisa diberikan untuk kebutuhan sehari-hari. Tak jarang juga, makanan kucing basah ini diformulasikan khusus untuk beberapa kondisi tertentu, seperti: • PRO PLAN Cat Makanan Basah Kucing Dewasa Urinary Tract Health Chicken untuk mendukung kesehatan saluran kemih dengan kandungan serat insulin, asam lemak omega 3 dan juga antioksidan yang bisa melindungi saluran kemih dan peradangan serta membantu meningkatkan kekebalan tubuh. • PRO PLAN Cat Makanan Basah Kucing Dewasa Sensitive Chicken untuk kucing dengan pencernaan yang sensitif. Mengandung serat inulin, prebiotik dan juga asam lemak omega 3 dengan tingkat kecernaan yang tinggi. Makanan Basah untuk Kucing Indoor Sering menjadi pertanyaan apakah makanan basah bisa untuk kucing indoor? Sebenarnya, boleh-boleh saja memberikan makanan basah untuk kucing indoor, apalagi dengan kondisi tertentu untuk meningkatkan nafsu makannya. Namun, pastikan makanan tersebut sudah diformulasikan khusus untuk kucing indoor karena sebaiknya makanan kucing indoor mengandung manfaat yang dapat mengurangi potensi hariball, mengandung kalori yang lebih rendah, dan juga formula yang dapat mengurangi bau pada kotoran kucing, seperti PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Indoor Hairball Control Chicken. Jika Anda ingin memberikan makanan basah untuk kucing indoor, pastikan untuk menyajikannya sesuai dengan takaran yang dianjurkan. Itu dia berbagai hal yang perlu diketahui mengenai makanan basah kucing. Makanan basah untuk kucing hadir dengan berbagai rasa, mulai dari salmon, daging ayam dan juga tuna yang tersedia untuk berbagai usia. Cek rekomendasi makanan basah kucing di sini.
Makanan & Nutrisi
Makanan Sehat untuk Kucing
Makanan Sehat Kucing: Pilihan Terbaik untuk Nutrisi Optimal
2 mins read
Kucing yang sehat dan bahagia membutuhkan makanan yang sehat. Makanan sehat untuk kucing terdiri dari makanan utama, camilan, dan tidak jarang juga termasuk dengan susu kucing. Makanan sehat untuk kucing berbeda-beda pengertiannya, sesuai dengan usia, ukuran, dan juga kondisi kesehatannya. Untuk memberikan makanan sehat untuk kucing, penting untuk mengetahui kebutuhan tubuhnya dan juga kondisi kesehatannya. Kali ini, kita akan membahas seputar makanan sehat untuk kucing, seperti camilan dan juga susu untuk kucing. Untuk lebih lanjut, yuk simak artikel berikut! Camilan untuk kucing Camilan kucing adalah salah satu makanan tambahan yang bisa memberikan tambahan nutrisi untuk kebutuhan kucing sehari-hari. Walaupun enak dan lezat, camilan kucing ini perlu disajikan sesuai dengan takarannya dan tidak boleh menjadi pengganti makanan utama, karena camilan ini sifatnya hanya sebagai pelengkap makanan sehat untuk kucing saja. Bolehkah kucing minum susu? Seringkali menjadi pertanyaan, bolehkan kucing boleh minum susu? Jawabannya boleh, kucing boleh minum susu asalkan susu tersebut berasal dari ASI induknya atau merupakan susu pengganti yang memang diformulasikan untuk kucing. Perlu diperhatikan bahwa kucing boleh minum susu, asalkan susu tersebut bukanlah susu yang berasal dari kambing atau sapi, karena sebagian besar kucing intoleran terhadap laktosa. Saat kucing minum susu sapi atau kambing, ia bisa diare atau bahkan muntah. Jika tidak ada induk kucing yang bisa memberikannya ASI, pastikan hanya memberikan susu dengan kandungan yang memang dikhususkan untuk anak kucing. Susu pengganti ini mengandung kandungan yang tepat sesuai kebutuhan anak kucing. Kandungan susu untuk kucing Kucing boleh minum susu sesuai dengan kebutuhannya. Susu untuk anak kucing, kucing dewasa dan kucing senior memiliki kandungan yang berbeda, karena perbedaan usia ini menentukan nutrisi yang dibutuhkan oleh mereka. Anak kucing membutuhkan kandungan protein dan lemak yang tinggi, serta kandungan laktoferin yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh. Sedangkan, untuk kucing dewasa, pilih susu rendah lemak namun tinggi protein. Beda halnya dengan kucing lanjut usia atau kucing senior, pilihlah susu dengan kandungan lemak yang rendah namun menawarkan banyak manfaat kesehatan. Jenis susu kucing Ada dua jenis susu kucing yang bisa didapatkan di luar, yaitu susu cair dan susu bubuk. Kucing boleh minum susu dengan jenis apapun asal sesuai dengan usianya. Biasanya, susu bubuk menjadi pilihan susu kucing dengan harga yang lebih ekonomis, sedangkan susu cair biasanya menjadi pilihan yang lebih praktis karena tidak perlu diseduh dan ditakar. Cara mendapatkan susu kucing Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa kucing boleh minum susu. Selain ASI induknya, susu kucing yang boleh diminum adalah KMR atau Kitten Milk Replacer. Anda bisa mendapatkan jenis susu ini di pet shop atau bisa juga di klinik hewan. Memberikan susu khusus anak kucing juga termasuk dalam makanan sehat untuk kucing yang membantu pertumbuhannya. Pastikan untuk selalu memperhatikan kandungan dalam makanan sehat untuk kucing untuk memastikan kebutuhannya terpenuhi. Cek berbagai rekomendasi makanan sehat untuk kucing di sini.
Makanan & Nutrisi
Makanan Kucing Kecil dan Nutrisi yang Dibutuhkannya
Makanan Kitten: Nutrisi Terbaik untuk Pertumbuhan Kucing Kecil
2 mins read
Saat masih kecil, anak kucing perlu diberikan makanan kucing kecil yang bisa menunjang kebutuhan nutrisi dan perkembangannya. Saat masih kecil, ia membutuhkan makanan kucing kecil selama satu tahun pertamanya. Untuk Anda yang baru memiliki anak kucing, yuk simak panduan memberikan makanan kucing kecil, termasuk nutrisi kucing yang dibutuhkan dan juga kebutuhan hariannya! Nutrisi kucing kecil yang dibutuhkan Makanan kucing kecil biasanya memiliki ukuran yang lebih kecil yang disesuaikan dengan kenyamanan dan kondisi mulut anak kucing. Selain itu, nutrisi dalam makanan kucing kecil juga berbeda, karena saat masih kecil, kucing membutuhkan energi dan juga perkembangan yang pesat. Berikut nutrisi kucing kecil yang dibutuhkan yang seharusnya ada pada makanan kucing kecil: • Kucing membutuhkan kandungan protein yang tinggi. Saat masih kecil, kucing membutuhkan kandungan protein yang lebih tinggi lagi dan juga tambahan asam amino yang penting seperti arginin, lisin dan metionin yang bisa membantu perkembangannya dengan pesat. • Kebutuhan makan kucing per hari membutuhkan nutrisi taurine dan choline. • Anak kucing membutuhkan kandungan lemak yang bisa mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Ini menjadi salah satu bahan dalam kebutuhan makanan kucing per hari. • Untuk menunjang perkembangan tulang dan giginya, anak kucing membutuhkan kandungan kalsium dan phosphorus. • DHA menjadi nutrisi kucing kecil yang dibutuhkan untuk perkembangan otak dan juga penglihatannya. • Sebagai kebutuhan makan kucing per hari, ia membutuhkan vitamin dan mineral. Namun, anak kucing membutuhkan lebih banyak lagi kandungan magnesium, tembaga, yodium dan vitamin A. Perlukah anak kucing minum susu? Saat masih baru lahir hingga berusia 3-4 minggu, anak kucing minum susu ASI dari induknya. Namun, untuk anak kucing yang tidak memiliki induk, Anda bisa memberikannya susu pengganti yang diformulasikan khusus untuk anak kucing. Setelah ia berusia 6-8 minggu dan sudah disapih, anak kucing mendapatkan nutrisinya dari makanan kucing kecil atau makanan anak kucing tersebut. Perlu diperhatikan bahwa anak kucing membutuhkan susu, namun susu ini hanya berasal dari ASI induknya atau berasal dari susu pengganti yang diformulasikan khusus sebagai makanan kucing kecil. Namun, hindari memberikan susu sapi atau susu kambing kepada anak kucing karena tidak memberikan kandungan yang sempurna untuk kucing kecil dan bisa menyebabkan permasalahan perut. Pilihan makanan kucing kecil Ada dua jenis pilihan makanan kucing kecil, yaitu makanan basah dan makanan kering. Kedua jenis makanan ini bisa memberikan nutrisi kucing kecil yang tepat sesuai dengan usianya. Berikut beberapa rekomendasi makanan kucing kecil yang bisa menjadi pilihan: • FRISKIES Kitten Discoveries: makanan kucing kecil yang dilengkapi dengan susu dan protein untuk perkembangan tulang yang kuat. • Pro Plan Kitten Starter untuk anak kucing dengan usia 3 minggu hingga 6 bulan yang bisa mendukung sistem imun tubuh dan mendukung pertumbuhannya. • Pro Plan Wet Kitten untuk anak kucing mulai dari usia empat minggu - satu tahun yang mengandung DHA untuk perkembangan otak dan mata serta antioksidan untuk kekebalan tubuh. Yuk penuhi nutrisi kucing kecil dengan memberikan makanan kucing kecil yang tepat untuk perkembangan dan pertumbuhannya yang pesat!
Makanan & Nutrisi
Makanan Kucing Kecil Cara Merawat Anak Kucing Baru Lahir
Makanan Kucing Kecil & Cara Merawat Anak Kucing Baru Lahir
2 mins read
Menambahkan anak kucing sebagai anggota baru di keluarga adalah hal yang menyenangkan, apalagi saat ia masih kecil yang membuatnya lucu dan menggemaskan. Tapi, sebagai pemilik kucing baru lahir, tentunya hal ini menjadi pembelajaran baru untuk Anda yang membutuhkan persiapan. Kira-kira, bagaimana sih cara merawat anak kucing baru lahir, termasuk cara memilih makanan untuk kucing kecil? Yuk simak artikel ini untuk mengetahuinya lebih lanjut! Keperluan Kucing yang Masih Kecil Jika Anda sudah pernah memiliki kucing sebelumnya, baik itu kucing dewasa, tentunya keperluan kucing ini sebagian besar sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Berikut beberapa keperluan kucing yang masih kecil yang perlu disiapkan: • Pet carrier untuk membawa kucing kemana-mana, misalnya dari tempat asalnya ke rumah, atau bahkan saat membawanya ke tempat grooming atau dokter hewan. • Dua buah mangkuk; satu untuk makanan dan satu untuk minumannya. Pastikan mangkok yang digunakan terbuat dari keramik atau stainless steel. Pilihlah ukurannya yang pas agar memudahkan Anda saat menyajikan makanan kucing kecil di wadahnya. • Tempat buang air. • Tempat tidur yang nyaman. • Berbagai keperluan kucing untuk grooming, apalagi untuk kucing rambut panjang. • Scratching Post atau mainan untuk mengasah kukunya agar mengalihkan perhatian dari mencakar atau menggaruk perabotan di rumah. • Makanan anak kucing. Jika induknya ada di rumah, usahakan untuk memberikan makanan anak kucing yang sama seperti induknya untuk membuatnya lebih mengenali makanan tersebut. Cara Merawat Anak Kucing Baru Lahir Saat anak kucing baru tiba di rumah, biarkan ia keluar dari pet cargo-nya dengan sendirinya. Setelah keluar dari pet cargo, ia mungkin akan menjelajah seisi rumah atau bahkan bersembunyi. Di saat inilah biarkan ia memiliki waktunya sendiri. Di awal masa kedatangannya, ia mungkin akan merasakan sedikit stres karena hal yang baru, dan wajar saja jika ia sedikit tidak mau makan. Cara merawat anak kucing baru lahir juga sebaiknya membuatnya tetap berada di dalam rumah selama 2-3 minggu awal. Setelah ia sudah menemukan kenyamanan di rumah, barulah kenalkan ia dengan berbagai rutinitas, mulai dari gunting kuku dan lain sebagainya. Cara Menidurkan Anak Kucing Untuk anak kucing yang baru datang ke rumah, mungkin ia akan sedikit kewalahan dan kebingungan. Tak heran, di masa ini, anak kucing mengalami sulit tidur. Cara menidurkan anak kucing yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengajaknya bermain di siang hari untuk membuatnya merasa lelah, lalu memberikan makan di waktu sebelum tidur dan menyalakan lagu-lagu relaksasi. Seperti manusia, mendengarkan musik relaksasi juga bisa menjadi cara menidurkan anak kucing lho. Makanan Kucing Kecil Cara merawat anak kucing baru lahir tidak luput dari makanan yang bergizi. Untuk memberikan makanan kucing kecil, pastikan Anda mempertimbangkan beberapa hal berikut: Pertama, pilih makanan kucing kecil yang memang diformulasikan khusus sebagai makanan untuk kucing kecil. Biasanya, makanan kucing kecil ini memiliki ukuran yang lebih kecil dan tekstur yang lebih halus. Kedua, Anda juga bisa memilih makanan kucing kecil yang membantu menjaga kesehatan pencernaannya, karena sistem pencernaan anak kucing ini masih berkembang. Ketiga, pilih makanan kucing kecil yang memiliki nutrisi yang mampu menunjang kesehatan dan perkembangan anak kucing, seperti PRO PLAN Cat Kitten Makanan Basah Anak Kucing Salmon, atau FELIX Kitten Makanan Basah Anak Kucing rasa Ayam. Nah, itu dia beberapa hal yang bisa Anda terapkan sebagai cara merawat kucing baru lahir, termasuk cara menidurkan anak kucing, menyiapkan keperluan kucing baru lahir sampai dengan memilih makanan kucing kecil.
Makanan & Nutrisi

Pagination

  • First page
  • Previous page
  • …
  • Halaman 49
  • Halaman 50
  • Halaman 51
  • Halaman 52
  • Halaman 53
  • Halaman 54
  • Halaman 55
  • Halaman 56
  • Halaman 57
  • …
  • Next page
  • Last page
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.