Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content
14 Fakta Tentang Kucing yang Unik dan Menarik
14 Fakta Tentang Kucing yang Unik dan Menarik
3 mins read
Kucing adalah salah satu hewan yang pintar menarik perhatian orang, mulai dari cara jalannya, ekspresi wajahnya sampai dengan pose-pose yang dilakukannya. Tidak hanya terkenal sebagai hewan yang manja, masih banyak fakta tentang kucing yang unik dan menarik lainnya yang membuat kita semakin yakin untuk memeliharanya di rumah. Yuk baca lebih lanjut untuk mengetahui fakta tentang kucing yang mungkin belum pernah Anda dengar sebelumnya! 1. Kucing hadir sejak 9,500 tahun lalu Salah satu fakta tentang kucing yang menarik adalah telah ditemukannya kuburan kucing yang berusia 9,500 tahun di Siprus. Jadi penasaran, kira-kira penampilan kucing zaman dulu seperti apa ya? 2. Fakta tentang kucing tidur Melihat kucing tidur mungkin bukan menjadi hal yang aneh, karena memang ternyata fakta tentang kucing yang cukup unik adalah ia menghabiskan 70% waktu dalam hidungnya untuk tidur. Kalau dihitung-hitung, mungkin kucing tidur 13-16 jam setiap harinya! Wah, banyak juga ya! 3. Fakta tentang kucing yang menjadi walikota di Alaska Tahukah Anda bahwa pernah ada seekor kucing yang menjadi walikota di Alaska sejak tahun 1997 lalu? Stubbs ini memang menjadi fakta unik kucing yang mengagetkan. Walaupun Stubbs tidak memiliki kekuatan legislatif, tapi ia menjadi daya tarik turistik tersendiri selama kurang lebih 20 tahun hingga akhir hayatnya. 4. Rekor kucing terpanjang Tahukah Anda bahwa ada kucing yang bernama Stewie, kucing ras Maine Coon yang menjadi kucing terpanjang dengan ukuran 123 cm? Selain Stewie yang memiliki ukuran badan berbeda, tapi juga ada Arcturus, yaitu kucing tertinggi dengan ukuran 48 cm lho! 5. Fun fact kucing terkaya di dunia Fakta tentang kucing yang satu ini memang membuat melongo. Blackie adalah kucing terkaya di dunia menurut Guinness World Records dengan jumlah kekayaan 7 miliar! Kok bisa ya? Kekayaan Blackie ini ternyata merupakan warisan yang diberikan oleh pemiliknya yang meninggal dunia. 6. Kucing berjalan seperti unta dan jerapah Pernahkah Anda memperhatikan cara berjalan kucing? Kucing berjalan dengan kaki kanannya terlebih dahulu, baru kaki kirinya. 7. Isaac Newton, penemu pintu kucing Para pecinta kucing biasanya memiliki pintu kecil di rumahnya yang digunakan sebagai pintu kucing. Pintu kucing ini sebenarnya dibuat oleh Isaac Newton, dimana pada suatu saat, ia terganggu dengan suara kucing yang menggaruk-garuk pintu saat ingin keluar ruangan. Saat itulah ia berinisiatif untuk mengebor bagian bawah pintunya yang bisa digunakan untuk kucing-kucing keluar masuk. 8. Kucing pertama yang ke ruang angkasa Siapa yang pernah dengar tentang ‘Astrocat’? Astrocat, atau yang bernama asli Felicette merupakan kucing pertama dan satu-satunya yang pernah pergi ke ruang angkasa pada tahun 1963 lalu. Kalau ini sih memang fakta tentang kucing yang sangat mengagumkan ya! 9. Tradisi mencukur alis saat ada kucing yang mati Pada zaman Mesir kuno lalu, ada tradisi fun fact kucing yang terjadi saat ada kucing peliharaan yang mati, yaitu sebagai tanda berkabung, anggota keluarga pemilik akan mencukur alisnya untuk mengungkapkan rasa berduka. 10. Kucing rumahan dan harimau Menurut penelitian, kucing rumahan berbagi 95,6% susunan genetik dengan harimau. Tak hanya itu, mereka juga memiliki banyak kemiripan, mulai dari menandai wilayahnya dengan urin, sampai dengan mengintai mangsa dan menerkam. 11. Fakta kucing bisa berlari 48 km per jam Walaupun ia jarang terlihat berlari-lari, tapi sebenarnya kucing bisa berlari dengan kencang lho yang mencapai 48 km per jam. 12. Fakta kucing hidup 38 tahun Selama sejarah, pernah ada kucing yang hidup selama 38 tahun dan 3 hari, yaitu Creme Puff, kucing milik Jake Perry. Menurut cerita, Jake Perry juga pernah memelihara kucing dengan usia yang panjang sesuai rekor, yaitu Rex Allen dengan usia 34 tahun. 13. Fakta kucing dengan dengkuran terkencang Kucing memang terkenal dengan dengkurannya. Tapi, kucing yang satu ini, Merlin dari Inggris, memecahkan rekor sebagai kucing dengan dengkuran terkencang, yaitu 67.8db (A) yang dimana normalnya setiap kucing mendengkur dengan 25db. 14. Fakta kucing dengan trik terbanyak Didga adalah kucing yang terkenal dengan trik terbanyaknya. Dalam satu menit, Didga bisa memberikan 24 trik, mulai dari berguling-guling, sampai lompat sambil menggunakan skateboard. Ternyata banyak sekali kan fakta tentang kucing yang unik, menarik dan juga mengagetkan? Tentunya, fakta unik kucing ini membuat kita makin gemas dan sayang dengan hewan menggemaskan ini!
Perilaku & Pelatihan
5 Kucing Langka dan Keunikannya
5 Kucing Langka dan Keunikannya
2 mins read
Kucing Persia, Anggora dan kucing ras lain adalah kucing yang cantik namun sudah seringkali ditemukan dimana-mana. Selain kucing-kucing tersebut, ternyata ada banyak jenis kucing lainnya yang memiliki keunikan dan keindahannya tersendiri lho, namun jenis kucing tersebut merupakan jenis kucing langka, seperti kucing tanpa bulu, atau kucing dengan bagian buntut dan telinga yang berbeda. Untuk lebih lanjutnya, yuk simak artikel tentang kucing terlangka di dunia ini! 1. Sphynx Pernah melihat kucing tanpa bulu? Itu adalah Sphynx, yaitu salah satu jenis kucing langka yang memiliki kulit yang berkerut, telinga yang panjang, tanpa jenggot dan tanpa bulu mata. Kadang, kucing langka ini disebut dengan “kucing botak”. Rambut kucing Sphynx ini bukan terjadi karena dicukur habis, namun memang karena mutasi genetik yang membuat rambutnya mudah rusak dan lepas. Karena ia tidak memiliki rambut, oleh karena itu ras kucing langka ini merupakan ras kucing rumahan, karena ia rentan terhadap cuaca dingin dan tidak terlalu kuat dengan sinar matahari. Tapi, walaupun begitu, Sphynx ini merupakan salah satu ras kucing langka dengan harga yang sangat mahal lho. Kucing terlangka di dunia ini juga memiliki kepribadian superstar; mereka suka menjadi pusat perhatian. Selain Sphynx, sebenarnya ada beberapa ras kucing tanpa bulu lainnya, yaitu Bambino, Peterbald dan juga Donskoy. Awalnya, kucing tanpa bulu memang terlihat sangat aneh, namun sekarang sudah banyak orang yang tertarik untuk mengadopsi kucing tanpa bulu sebagai teman di rumah. 2. Scottish Fold Selain Sphynx, jenis kucing langka selanjutnya adalah Scottish Fold. Keunikan ras kucing yang satu ini ada pada bagian telinganya. Bagian telinga kucing Scottish Fold ini menekuk atau terlipat ke arah dalam. Uniknya, kondisi ini tidak terjadi sejak lahir, melainkan saat usia 21 hari, bagian telinganya mulai berubah dan terlipat ke dalam. Tak hanya itu, keunikan lain dari Scottish Fold adalah posisi tidurnya terkenal dengan nama “Buddha sleeping position” atau “pose Buddha” yaitu posisi duduknya seperti manusia dengan kaki yang direntangkan ke depan, atau selonjoran. Posisi inilah yang membuat kucing langka ini terlihat semakin lucu. 3. Japanese Bobtail Kucing terkenal dengan bagian buntutnya yang panjang dan suka bergoyang-goyang. Tapi, beda cerita dengan kucing langka yang satu ini. Japanese Bobtail adalah kucing langka dengan bagian buntut yang sangat kecil. Bahkan, banyak yang tidak setuju untuk menyebutnya sebagai “buntut”. Tapi, satu hal yang pasti, kucing langka ini berasal dari Jepang dan dianggap sebagai salah satu kucing keberuntungan di sana. 4. Selkirk Rex Kucing terlangka di dunia selanjutnya yang memiliki penampilan unik adalah Selkirk Rex. Rambut Selkirk Rex memiliki bentuk yang keriting yang terlihat seperti karpet atau keset. Selkirk Rex juga memiliki warna rambut yang bermacam-macam, mulai dari putih, cokelat dan juga abu-abu hingga hitam. Lucunya lagi, kucing langka ini memang memiliki genetik yang bongsor, sehingga membuatnya semakin menggemaskan. Kalau soal kepribadian, kucing terlangka ini memiliki kepribadian yang sangat tenang dan kalem. 5. Turkish Angora Turkish Angora merupakan salah satu kucing langka namun memiliki penampilan yang sangat indah. Biasanya, kucing ras ini memiliki rambut dengan warna putih dengan mata yang berwarna-warni. Tak heran, jika Anda memiliki Turkish Angora, pasti kucing Anda menjadi pusat perhatian orang-orang karena penampilannya yang sangat indah dan rambut yang berwarna putih bersih. Dari beberapa jenis kucing terlangka di dunia ini, mana jenis kucing langka yang paling menarik perhatian Anda?
Perilaku & Pelatihan
Seputar Makanan Kucing: Apakah Kucing Boleh Makan Keju?
Seputar Makanan Kucing: Apakah Kucing Boleh Makan Keju?
2 mins read
Kucing bisa dibilang merupakan salah satu hewan dengan penciuman yang tajam jika berhubungan dengan keju. Coba saja membuka sebungkus keju di depan kucing, ia pasti segera menghampiri seakan penasaran dan menganggap bahwa waktu makan telah tiba. Keju merupakan salah satu makanan yang seringkali ada di rumah, baik di kulkas, lemari, atau bahkan meja makan. Tak jarang, kucing menganggap keju sebagai makanan kucing, meskipun kita tidak menyajikannya di wadah makanannya, tetap saja ia penasaran. Nah, jika kucing Anda penasaran dengan keju di rumah, lantas apakah kucing boleh makan keju? Apakah kita bisa menyajikan keju sebagai makanan kucing sehari-hari? Yuk pelajari lebih lanjut! Apakah Kucing Boleh Makan Keju? Terkadang, walaupun kita sudah memberikan makanan kucing seperti yang ia suka dan juga selalu memberikan nutrisi terbaik, kucing kesayangan suka penasaran dengan makanan lain yang ada di rumah dan menganggapnya sebagai makanan kucing juga. Padahal, tidak semua makanan bisa dijadikan makanan kucing, salah satunya keju ini. Keju pada dasarnya berasal dari susu sapi, sedangkan sebagian besar kucing alergi dengan susu sapi. Lalu, apakah kucing boleh makan keju? Sebenarnya, keju adalah salah satu makanan yang perlu dihindari sebagai makanan kucing, terlebih lagi jika kucing Anda mengidap lactose intolerant. Jika Anda ingin memberikan keju sebagai makanan kucing, pastikan memberikannya dalam porsi yang sangat sedikit dan juga sudah berkonsultasi ke dokter hewan terlebih dahulu. Kandungan Keju Bagi Kucing Sebagian besar kucing tidak bisa mencerna produk-produk olahan susu, baik itu susu sapi, krim, atau juga keju. Tak jarang, kucing yang makan olahan susu ini bisa membuatnya sakit perut, diare dan juga muntah-muntah. Hal ini terjadi karena kucing merupakan hewan karnivora yang mana ia membutuhkan kandungan makanan kucing yang berasal dari daging-dagingan. Selain itu, tubuh kucing tidak memproduksi enzim yang cukup untuk mencerna susu secara sempurna, makanya tidak disarankan untuk memberikan keju sebagai makanan kucing. Apakah Boleh Kucing Makan Keju Non Susu? Jika permasalahan keju ada pada kandungan susu, lalu pertanyaannya, apakah boleh kucing makan keju non susu? Selain kandungan susu, keju juga mengandung garam, lemak dan juga bahan-bahan lain yang bisa menjadi berbahaya untuk kucing kesayangan Anda. Jika ingin mencoba memberikan keju non susu sebagai makanan kucing, pastikan Anda membaca kemasan terlebih dahulu dan cobalah menyajikannya dalam jumlah kecil dan cek reaksi setelahnya. Memberikan Keju Sebagai Treats Makanan Kucing Sebagian orang memberikan keju sebagai treats atau camilan untuk kucing kesayangannya, karena keju merupakan salah satu makanan yang menarik bagi kucing dan juga memiliki rasa yang nikmat. Jika sudah berkonsultasi ke dokter hewan dan kucing kesayangan Anda tidak menunjukan reaksi negatif saat menyantap keju, Anda bisa memberikan keju sebagai treat yang diberikan sekali-sekali. Sebaiknya, tetap pastikan reaksi yang ditimbulkan setelahnya. Pada dasarnya, keju bukanlah makanan yang berbahaya untuk kucing. Namun, keju juga bukanlah makanan yang sehat untuk kucing, meskipun keju bisa membuat kucing senang. Untuk menjaga kesehatannya, selalu cek reaksi yang terlihat dari kucing kesayangan Anda setelah ia menyantap keju sebagai treats makanan kucing. Selain keju, Anda juga bisa memberikan camilan lain seperti FRISKIES Party Mix Classic atau DENTALIFE® Dental Salmon Cat Snack yang sudah dibuat khusus dengan formula dan bahan-bahan yang bisa menjaga nutrisi kucing dan aman untuk kesehatannya.
Perilaku & Pelatihan
Probiotik - Kandungan Penting dalam Makanan Kucing Pro Plan
Probiotik: Kandungan Penting dalam Makanan Kucing Pro Plan
3 mins read
Probiotik adalah salah satu kandungan penting dalam makanan kucing. Probiotik kucing adalah “bakteri baik” yang bisa menjaga keseimbangan saluran pencernaan dan juga penyerapan nutrisi serta menjaga kesehatan tubuh secara general. Untuk lebih jelasnya, yuk simak fungsi probiotik untuk kucing yang ada dalam makanan kucing Pro Plan ini! Apa Itu Probiotik? Sebelum memberikan probiotik untuk kucing, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu apa itu probiotik. Probiotik adalah bakteri baik yang bisa membantu meningkatkan keseimbangan mikroflora dalam usus yang bisa menjaga kesehatan kucing. Secara general, probiotik untuk kucing ini sangat membantu dan berkaitan dengan sistem pencernaan. Manfaat Probiotik untuk Kucing Sebagai kandungan yang baik untuk pencernaan, berikut manfaat probiotik untuk kucing: • Menjaga kesehatan pencernaan karena bisa menjaga kesehatan saluran cerna. • Membantu mempertahankan sistem kekebalan tubuh karena bisa membantu mengurangi risiko penurunan nafsu makan, muntah, diare dan juga melindungi dari risiko peradangan usus. • Bekerja sebagai antiradang dan sebagai sumber energi bagi sel usus. Waktu Terbaik Memberikan Probiotik Kucing Pada dasarnya, kucing membutuhkan kandungan probiotik yang penting untuk menjaga kestabilan kesehatannya. Namun, ada juga kondisi tertentu yang membuat probiotik ini menjadi kebutuhan dasar, terlebih lagi saat diare atau sedang mengalami masalah pencernaan. Manfaat probiotik untuk kucing diare dapat membantu mikroflora ususnya kembali seimbang dan membantu menyediakan bakteri baik untuk pencernaan dan membantu menjaga daya tahan tubuh. Berikut beberapa tanda kucing kesayangan Anda membutuhkan kandungan probiotik dalam makanannya: • Saat ia mengkonsumsi antibiotik. • Saat ia mengalami siklus emosional, seperti pindah ke rumah baru yang bisa membuatnya sedikit stress. • Adanya perubahan pola makan. • Saat ia merasa stress karena perpisahan, baik dengan induk atau dengan anaknya. Waktu-waktu itulah saat kucing kesayangan Anda mengalami perubahan dalam pola makan atau mengalami gangguan pencernaan, dan di saat inilah kandungan probiotik kucing sangat dibutuhkan. Probiotik untuk Anak Kucing Sama seperti kucing dewasa, anak kucing juga bisa mengalami permasalahan pencernaan yang terjadi karena berbagai alasan, baik karena pindah rumah, perubahan pola makan, dan juga alasan lainnya. Saat itu terjadi pada anak kucing, jangan ragu untuk memberikan kandungan probiotik kucing untuk mengembalikan kesehatannya karena bisa memperbaiki ketidakseimbangan mikroba dalam sistem pencernaan anak kucing. Probiotik Manusia untuk Kucing Selain kucing, manusia juga mengkonsumsi suplemen probiotik. Namun, probiotik untuk manusia memiliki kandungan dan bakteri yang berbeda dengan kebutuhan kucing. Oleh karena itu, sangat direkomendasikan untuk memberikan probiotik untuk kucing yang memang diformulasikan untuk kucing sesuai dengan kebutuhan dan juga sistem pencernaannya. Rekomendasi Makanan Kucing Pro Plan dengan Probiotik Kucing Probiotik kucing dapat ditemukan pada makanan kucing Pro Plan. Berikut beberapa rekomendasi makanan kucing Pro Plan dengan kandungan probiotik kucing: • PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Salmon • PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Chicken • PRO PLAN Cat Makanan Basah Kucing Adult 7+ Chicken • PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Urinary Care Chicken • PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Indoor Hairball Control Chicken • PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Sterilised Weight Loss Salmon Tuna • PRO PLAN Dog Adult Fussy & Beauty Small & Mini Chicken • PRO PLAN Dog Adult Sensitive Skin & Stomach All Size Salmon Tuna Untuk produk makanan kucing Pro Plan lainnya yang diperkaya dengan probiotik kucing, cek di sini. Tips Memberikan Probiotik untuk Kucing Biasanya, probiotik untuk kucing dapat ditemukan dalam bentuk bubuk, pil, ataupun paste. Sebelum memberikan kandungan probiotik kucing, ada baiknya untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter hewan terdekat, baik jumlah kandungan probiotik yang sebaiknya diberikan, sampai dengan intensitas pemberiannya. Probiotik untuk kucing memang memberikan banyak manfaat, namun tidak semua kucing cocok dengan kandungan probiotik ini. Jika ini terjadi kepada kucing kesayangan Anda, tentunya Anda perlu mencari kandungan alternatif lainnya. Nah, itu dia ulasan mengenai kandungan probiotik kucing yang penting untuk kesehatan kucing. Sebelum memberikan probiotik untuk kucing, pastikan Anda berkonsultasi ke dokter hewan terdekat untuk memberikan sesuai dengan porsi dan kebutuhannya.
Makanan & Nutrisi
Pakan Anjing dan Nutrisi yang Dibutuhkan Anjing
Pakan Anjing dan Nutrisi yang Dibutuhkan Anjing
3 mins read
Dalam menjaga kesehatan dan juga kebahagiaan anjing, tentunya Anda perlu memberikan pakan anjing yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi anjing. Saat memberikan pakan anjing, tentunya kita perlu mempertimbangkan makanan yang mereka suka, baik itu makanan kering ataupun makanan basah anjing. Selain itu, dalam memberikan pakan anjing, penting juga untuk memastikan kandungan yang seimbang, baik dari protein, lemak / minyak, vitamin, mineral, karbohidrat dan juga air. Untuk menjaga nutrisi anjing, yuk simak artikel berikut dalam memberikan pakan anjing! Nutrisi yang Dibutuhkan oleh Anjing Sebelum memilih merk pakan anjing, ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu nutrisi yang dibutuhkan oleh anjing: • Protein, sebagai nutrisi penting untuk sel, jaringan, organ, antibodi, pertumbuhan, reproduksi, dan masih banyak lagi. Protein dalam pakan anjing bisa didapatkan dari daging ayam, domba, kalkun, ikan, telur dan juga daging sapi. • Lemak untuk membantu memproduksi hormon dan membantu penyerapan vitamin. • Karbohidrat sebagai sumber serat terlarut dan serat tak larut. • Mineral untuk unsur struktur tulang dan gigi. • Vitamin untuk menunjang fungsi metabolisme. • Air, penyumbang 60-70% dari berat badan anjing dewasa. Kekurangan air bisa menyebabkan penyakit serius, bahkan kematian. Pastikan ia selalu mendapatkan akses air bersih. Pastikan Pakan Anjing Memiliki Nutrisi Lengkap Pakan anjing yang dapat memenuhi nutrisi anjing adalah makanan yang mengandung kandungan yang seimbang. Baik makanan kering dan juga makanan basah anjing, kedua jenis pakan anjing ini menyediakan kandungan penuh nutrisi yang baik untuk anjing kesayangan Anda. Sebelum memberikan pakan anjing, pastikan produk yang Anda sajikan sudah termasuk dalam “makanan lengkap” bukan “makanan pelengkap”. Makanan Basah Anjing Makanan basah anjing adalah salah satu jenis makanan yang banyak disukai anjing karena teksturnya yang lembut dan juga memiliki aroma lebih kuat yang bisa meningkatkan nafsu makan. Makanan basah anjing biasanya dapat ditemukan dalam kemasan ataupun kaleng. Saat sudah dibuka, Anda bisa menyimpan makanan basah anjing di dalam lemari es dalam waktu 24 jam. Waktu terbaik untuk menyajikan makanan basah anjing adalah tepat saat waktu makannya agar anjing kesayangan Anda bisa segera menyantap makanannya tersebut dan tidak meninggalkan makanannya terlalu lama. Meninggalkan makanan basah terlalu lama bisa menyebabkan pertumbuhan bakteri yang tidak baik untuk perut anjing. Pakan Anjing Kering Selain makanan basah, anjing juga suka makanan kering. Makanan kering memiliki tekstur yang renyah dan juga gurih yang bisa membantu menjaga kesehatan gigi. Disamping itu, pakan anjing yang kering ini juga cukup mudah untuk disajikan dan bisa tahan seharian. Tips Mengubah Pakan Anjing Baik karena kesehatan, nafsu makan dan alasan lainnya yang menyebabkan Anda harus mengganti pakan anjing, usahakan untuk melakukan transisi ini secara perlahan. Biasanya, transisi pergantian ini terjadi dalam waktu 7-10 hari karena pergantian makanan secara mendadak bisa menyebabkan permasalahan perut untuk anjing kesayangan Anda. Tips yang satu ini penting dilakukan saat sedang mengganti makanan basah anjing ke makanan kering, atau bahkan mengganti merk pakan anjing. Makanan Tambahan untuk Anjing Makanan tambahan seperti camilan atau treats merupakan salah satu cara yang bisa digunakan untuk menjalin ikatan dengan satu sama lain. Namun, memberikan treats atau camilan terlalu banyak justru bisa mengganggu pola makan yang juga berakibat buruk juga kesehatannya. Untuk memberikan treats atau camilan, pastikan untuk memberinya dalam porsi tidak lebih dari 10% dari kalori hariannya. Makanya, sangat disarankan untuk membaca cara penyajian makanan sebelum memberikan pakan anjing atau memberikan treats agar ia tidak mengkonsumsi terlalu banyak dari seharusnya. Setelah mengetahui berbagai hal seputar pakan anjing dan juga nutrisi anjing, yuk pastikan untuk memberinya makanan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya. Cek berbagai rekomendasi pakan anjing di sini.
Makanan & Nutrisi
Makanan Anjing - Apakah Anjing Boleh Makan Pisang
Makanan Anjing: Apakah Anjing Boleh Makan Pisang?
2 mins read
Pisang adalah buah-buahan yang sehat untuk manusia. Selain praktis, mudah dibawa kemana-mana, bisa dikreasikan untuk menjadi berbagai sajian dan juga bisa membuat kenyang, pisang juga salah satu buah-buahan yang mengandung serat yang baik. Bicara tentang makanan manusia, terkadang anjing kesayangan juga suka ikut penasaran dengan makanan yang kita makan, apalagi jika makanan tersebut seringkali ada di rumah dan mudah dijangkau. Nah, bicara tentang pisang, apakah pisang bisa dijadikan sebagai makanan anjing? Apa yang terjadi jika anjing makan pisang? Untuk lebih jelasnya, yuk simak artikel berikut! Apakah anjing boleh makan pisang? Jika Anda mempertanyakan apakah anjing boleh makan pisang, jawabannya boleh, pisang bisa menjadi makanan anjing. Nutrisi pada buah pisang dapat membantu menjaga kesehatan anjing kesayangan. Tetapi, bagian kulit pisang merupakan bagian yang sulit dicerna oleh anjing. Jika Anda ingin memberikan pisang untuk anjing, pastikan untuk mengupas bagian kulitnya dan hanya memberikan bagian buah pisangnya saja. Apakah pisang baik sebagai makanan anjing? Pisang tidak mengandung hal yang berbahaya untuk anjing. Namun, bukan berarti pisang menjadi makanan anjing untuk sehari-hari. Selain itu, pisang juga mengandung gula alami yang jika dikonsumsi terlalu banyak bisa menyebabkan risiko diabetes untuk anjing. Jadi, bisa dibilang, anjing boleh makan pisang namun pisang tidak direkomendasikan sebagai makanan anjing sehari-hari. Hindari pisang untuk anjing saat memiliki permasalahan tertentu Dalam kondisi normal, pisang adalah buah-buahan yang aman dikonsumsi oleh anjing. Namun, untuk anjing dengan permasalahan tertentu seperti gastroenteritis dan diabetes, pisang tidak direkomendasikan disajikan sebagai makanan anjing karena justru akan menyebabkan permasalahan kesehatan pencernaan. Oleh karena itu, sangat direkomendasikan untuk melakukan pengecekan kondisi kesehatan anjing kesayangan Anda di dokter hewan sebelum memberikan pisang untuk anjing, pastikan juga porsi pisang yang diberikan sesuai dengan anjuran dokter hewan. Tips memberikan pisang untuk anjing Mengingat pisang bukanlah makanan yang baik untuk anjing dengan kondisi kesehatan tertentu, pastikan untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu dan mengecek kondisi kesehatan anjing kesayangan Anda. Jika dokter hewan memperbolehkan anjing makan pisang, pastikan Anda menyajikan pisang sebagai makanan anjing dengan cara mengupas bagian kulitnya dan hanya memberikannya bagian dagingnya saja. Kulit pisang sangat sulit dicerna dan mengandung serat yang sangat tinggi yang justru bisa menyebabkan diare. Selain itu, mengingat pisang mengandung gula alami, pastikan untuk memberikan hanya sebesar 10%, tidak lebih, karena bisa mengganggu asupan hariannya. Untuk menyajikan pisang, Anda bisa memotongnya kecil-kecil, atau bisa juga menghancurkannya atau bahkan menyimpannya di lemari es yang bisa disajikan di siang hari. Hindari menyajikan pisang untuk anjing di malam hari karena bisa menyebabkan pembentukan lendir dan gangguan pencernaan. Pada dasarnya, anjing boleh makan pisang, namun hanya sebagai makanan selingan atau camilan, untuk makanan utamanya Anda bisa berikan varian produk Pro Plan Dog yang sesuai dengan usia dan kebutuhan anjing Anda. Cek berbagai rekomendasi makanan anjing di sini.
Perilaku & Pelatihan
Kucing Tidak Mau Makan, Bolehkah Kucing Makan Nasi?
Kucing Tidak Mau Makan, Bolehkah Kucing Makan Nasi?
3 mins read
Momen saat kucing kesayangan kehilangan nafsu makan atau bahkan kucing tidak mau makan adalah menjadi momen yang penuh tantangan. Di momen inilah kita ditantang untuk berkreasi agar sang kucing memiliki nafsu makannya kembali agar ia tidak kehilangan berat badan dan kehilangan nutrisi. Namun, jika kucing tidak mau makan, apa yang harus kita lakukan? Apakah kucing seperti manusia yang bisa makan nasi? Bolehkah kucing makan nasi dengan sedikit lauk pauk agar ia memiliki nafsu makannya lagi? Nasi adalah sumber karbohidrat yang cukup disukai manusia. Dengan tambahan lauk dan sayuran, nasi menjadi pelengkap makanan yang sehat untuk sehari-hari. Lalu, apakah hal tersebut berlaku juga untuk kucing? Apa kucing boleh makan nasi? Untuk lebih lanjut, yuk simak artikel berikut! Bolehkah Kucing Makan Nasi? Saat melihat iklan makanan kucing, seringkali kita menemukan kandungan nasi dalam makanan kucing tersebut. Dari iklan tersebut dapat disimpulkan bahwa kucing bisa makan nasi, tentunya dengan porsi yang sedikit. Jika diberikan terlalu banyak, nasi bisa mengubah pola makan sang kucing dan bisa jadi menghambatnya mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. Apakah Nasi Baik untuk Kucing? Setelah mengetahui kucing boleh makan nasi, pertanyaan selanjutnya adalah “apakah nasi baik untuk kucing? Pada dasarnya, kucing adalah hewan karnivora yang mana mereka makan semua jenis daging, namun tidak bisa mencerna semua biji-bijian. Berbeda dengan manusia, kucing tidak membutuhkan karbohidrat di dalam rangkaian makanannya. Oleh karena itu, kucing tidak perlu mengkonsumsi nasi karena itu tidak bisa memenuhi kebutuhan nutrisinya. Panduan Memberikan Nasi untuk Kucing Saat kucing tidak mau makan makanan hariannya, bisa jadi Anda terpikirkan untuk memberikannya nasi. Pada dasarnya, boleh-boleh saja kucing makan nasi, namun pastikan porsinya yang sangat sedikit dan pastikan nasi tersebut sudah dimasak hingga matang tanpa bumbu ataupun garam. Saat memberi kucing makan nasi, hindari memberikan nasi yang belum matang yang membuatnya sulit untuk dicerna dan bisa menyebabkan diare serta muntah-muntah. Sebagai panduan kucing makan nasi saat kucing tidak mau makan, Anda bisa mencampurkan sedikit nasi yang dicampurkan dengan makanan hariannya. Jika diberikan dengan porsi yang pas, kucing makan nasi bisa membantu meningkatkan pencernaan, membuat kotoran lebih padat dan meredakan diare serta mencegah dehidrasi karena nasi yang lembut dan empuk mudah dicerna oleh kucing. Selain itu, perhatikan juga jenis nasi yang diberikan. Kucing makan nasi apa saja, namun secara nutrisi, beras merah mengandung nutrisi yang lebih baik karena kandungan serat yang lebih tinggi. Saat kucing mengalami masalah pencernaan seperti diare dan sembelit, tak jarang dokter hewan akan merekomendasikan Anda untuk memberikan kucing makan nasi merah, tentunya dengan porsi yang sedikit untuk menghindari risiko obesitas dan juga risiko lainnya. Kapan Harus Melarang Kucing Makan Nasi? Jika nasi dimasak hingga matang dan disajikan dalam porsi sedikit, memberikan nasi untuk kucing bisa menjadi alternatif saat kucing tidak mau makan. Namun, Anda harus menghindari kucing makan nasi saat hal-hal berikut: • Nasi yang tidak masak sempurna karena sulit dicerna dan dapat menyebabkan perut kembung. • Saat kucing tidak terbiasa dengan nasi yang bisa membuatnya muntah atau mengalami masalah pencernaan. • Hindari anak kucing makan nasi karena bisa mempengaruhi perkembangannya. • Hindari memberikan kucing makan nasi yang dicampur dengan bumbu dan rempah, seperti nasi goreng, yang bisa menjadi racun bagi kucing. Jadi, nasi tidak direkomendasikan karena sejatinya kucing merupakan karnivora sejati. Oleh karena itu, sebaiknya mendapatkan makanan kucing yang tepat. Salah satu jenis makanan kucing yang dapat dijadikan pilihan adalah PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Sensitive Skin & Stomach Salmon Tuna. PRO PLAN Cat Makanan Kering Kucing Dewasa Sensitive Skin & Stomach Salmon Tuna mengandung berbagai nutrisi untuk bantu jaga kesehatan kucing kesayangan dengan kandungan beras yang sesuai dengan kebtuhan. Selamat mencoba!
Makanan & Nutrisi
Kucing Cacingan, Penyebab Kucing Diare yang Perlu Diperhatikan
Kucing Cacingan, Penyebab Kucing Diare yang Perlu Diperhatikan
2 mins read
Kucing memiliki perut yang cukup sensitif, terutama anak kucing. Tak jarang, kucing mengalami diare yang terjadi karena berbagai hal, salah satunya karena kucing cacingan. Untuk memahami seputar kucing cacingan yang bisa menjadi penyebab kucing diare, yuk simak artikel berikut! Anak Kucing Diare Karena Cacingan Kucing cacingan merupakan penyebab diare yang paling sering ditemukan. Kucing cacingan membutuhkan perawatan yang intensif, karena kucing cacingan bisa mencuri nutrisi pada kucing kesayangan Anda, dan bahkan bisa menular ke manusia. Penyebab kucing cacingan ini bisa terjadi karena adanya kontak kucing dengan telur cacing di kotoran, makanan atau hewan buruannya. Ada beberapa ciri-ciri kucing cacingan, yaitu tidak selera makan, sering haus, kehilangan berat badan, gusi berwarna putih, adanya cacing pada kotorannya, muntah-muntah, sering menyeret bagian pantatnya, rambut rontok dan kusam, diare dan juga sering merasa lapar, dan bahkan warna kotorannya berubah. Penyebab Anak Kucing Diare Karena masih kecil, tentunya pencernaan anak kucing juga masih sensitif, oleh karena itu anak kucing mudah terkena diare. Namun, kecil kemungkinan penyebab anak kucing diare karena makanan, karena pada dasarnya, di alam liar pun kucing memakan berbagai macam makanan. Kemungkinan paling besar penyebab kucing diare adalah karena kucing cacingan atau parasit usus kucing. Kucing cacingan ini sangat mudah ditemukan dan juga penularannya juga cukup cepat yang menyebabkan kucing dewasa dan anak kucing diare juga kehilangan nafsu makan. Penyebab Kucing Diare Selain anak kucing, kucing dewasa juga bisa mengalami diare. Ada beberapa penyebab kucing diare, yaitu: • Mengkonsumsi susu sapi • Ada yang berpendapat bahwa kucing membutuhkan kandungan susu sapi. Padahal, kucing tidak bisa mencerna susu sapi. Oleh karena itu, berikanlah milk replacer pada anak kucing yang sudah diformulasikan khusus untuk kucing yang bisa dicampur dengan makanannya sampai ia siap untuk mencerna makanan utuh. • Permasalahan makanan • Beberapa kucing juga memiliki permasalahan makanan, seperti alergi, intoleransi atau makan terlalu banyak bisa menjadi penyebab kucing diare. Selain itu, mengganti makanan secara mendadak atau tidak sesuai dengan anjuran bisa menjadi penyebab kucing diare. • Parasit, infeksi dan virus • Parasit usus kucing juga menjadi penyebab kucing diare yang paling sering ditemukan, baik karena cacing gelang dan cacing pita. Oleh karena itu, anak kucing perlu diberikan obat cacing pada usia 2 minggu dan berkala selama 2 minggu sekali sampai usianya 12 minggu. Selain parasit usus kucing, penyebab kucing diare lainnya juga bisa karena infeksi dan virus seperti salmonella. Penyebab kucing diare inilah yang cukup mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan dokter. • Stress karena lingkungan • Terkadang, stress juga bisa menjadi penyebab kucing diare, mulai karena pindah rumah, ada hewan peliharaan baru di rumah, atau bahkan saat ada anggota baru di keluarga. Biasanya, saat kucing kesayangan Anda mengalami stress karena lingkungan, yang ia butuhkan adalah waktu adaptasi yang lebih lama, Anda bisa membantunya dengan sering mengajaknya bermain dan bermanja-manja. Ciri-Ciri Kucing Diare Berikut ciri-ciri kucing diare karena kucing cacingan yang perlu diperhatikan dan membutuhkan penanganan dokter: • Muntah • Terlihat lelah • Kurangnya nafsu makan • Kotoran berwarna merah, hitam atau hijau dan berbau • Perubahan perilaku • Demam • Dehidrasi • Terlihat merasa sakit Nah, itu dia ulasan mengenai kucing cacingan yang seringkali menjadi penyebab kucing diare. Jika Anda menemukan tanda-tanda di atas, segeralah berkonsultasi ke dokter hewan agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Kesehatan
Jenis Makanan Kucing dan Cara Memilihnya
Jenis Makanan Kucing dan Cara Memilihnya
2 mins read
Memilih jenis makanan kucing yang tepat merupakan perjalanan tersendiri untuk kita, terlebih lagi sebagai pemilik kucing baru. Jenis jenis makanan kucing ini ada banyak pilihannya, mulai dari tekstur basah dan kering, manfaatnya, dan juga usia kucing tersebut. Nah, berikut ini kita akan memberikan penjelasan mengenai jenis jenis makanan kucing serta kandungan dan cara pemakaian makanan kucing. Yuk simak artikelnya! Makanan Basah Makanan basah atau wet food adalah jenis makanan kucing yang memiliki aroma yang kuat. Aroma yang kuat ini menjadikan jenis makanan basah yang satu ini sebagai favorit para kucing karena bisa meningkatkan nafsu makan. Dari segi kandungan, makanan basah memiliki kandungan air yang lebih banyak dibandingkan jenis makanan kering. Makanya, jenis makanan basah dianggap sebagai makanan yang baik untuk ginjal dan seluruh sistem kandungan kemih. Cek rekomendasi jenis makanan basah di sini. Dari segi penyajian, makanan basah ini disarankan untuk disajikan setiap kali makan dan tidak ditinggalkan terlalu lama di suhu ruang. Memberikan jenis makanan basah untuk kucing sangat disarankan untuk orang yang sering berada di rumah dan bisa menyajikan makanan 3x sehari untuk kucing tersebut. Makanan Kering Makanan kering atau dry food adalah salah satu jenis makanan kucing yang paling mudah untuk disajikan. Berbeda dengan jenis makanan basah yang harus segera dihabiskan saat disajikan, makanan kering ini bisa tahan di luar ruangan seharian. Makanya, untuk orang yang sering berkegiatan di luar rumah lebih sering menyediakan makanan kering untuk kucing kesayangannya. Sayangnya, jenis makanan kucing ini memiliki kandungan air yang sedikit. Jika Anda memutuskan untuk memberikan makanan kering untuk kucing Anda, pastikan untuk selalu menyajikan air minum di sekitarnya. Dari segi harga, jenis makanan kucing yang satu ini memiliki harga yang lebih terjangkau dibandingkan jenis makanan basah. Disamping itu, jenis makanan kucing kering juga memiliki waktu simpan yang lebih lama lho. Makanya, makanan kering dianggap sebagai jenis makanan kucing yang paling praktis. Cek di sini untuk rekomendasi jenis makanan kucing yang kering. Cara Memilih Jenis Makanan Kucing Tidak hanya kandungan dan cara pemakaian makanan kucing yang menjadi pertimbangan, namun ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan saat memilih jenis makanan kucing. Berikut beberapa cara memilih jenis makanan kucing: • Usia. Anak kucing, kucing dewasa dan kucing senior membutuhkan kadar protein yang berbeda. Anak kucing membutuhkan kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan kucing dewasa, sedangkan kucing senior membutuhkan kadar protein yang lebih rendah dibandingkan kucing dewasa. • Kebutuhan. Kucing rumahan, kucing liar, kucing hamil dan kucing yang sudah disterilisasi membutuhkan kandungan yang berbeda-beda dalam makanannya, karena kebutuhan dan gaya hidupnya pun juga berbeda. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui kondisi kucing kesayangan Anda sebelum memilih jenis makanan kucing yang akan diberikan. • Budget. Memberikan makanan kucing bukan hanya sekali seminggu, namun setiap hari. Sama seperti membeli makan untuk diri sendiri, pastikan Anda memilih jenis makanan kucing yang sesuai dengan budget Anda untuk mengurangi seringnya berganti merk makanan kucing. Kandungan dan Cara Pemakaian Makanan Kucing Setiap jenis makanan kucing memiliki kandungan yang berbeda-beda, tergantung dengan manfaat yang ingin ditawarkan dan juga tahapan usianya. Untuk memilih kandungan yang tepat dalam makanan kucing, pastikan terlebih dahulu kondisi dan juga kebutuhan kucing kesayangan Anda. Nah, itu dia cara memilih jenis makanan kucing yang tepat untuk kucing kesayangan Anda. Sudahkah Anda menemukan pilihan makanan yang tepat untuk kucing di rumah?
Perilaku & Pelatihan
 Jenis Makanan Anjing yang Menjadi Kesukaannya
Jenis Jenis Makanan Anjing yang Menjadi Kesukaannya
2 mins read
Saat memilih jenis makanan untuk anjing, seringkali kita dibingungkan dengan banyaknya pilihan jenis makanan yang ada, baik dari rasanya, teksturnya, dan juga merknya. Nah, kali ini kita akan membahas tentang jenis makanan untuk anjing yang menjadi kesukaan, termasuk dengan nutrisi yang dibutuhkan anjing dan juga nama makanan anjing sesuai dengan kebutuhannya. Nutrisi yang Dibutuhkan Anjing Saat memilih makanan anjing, tentunya kita tidak bisa lepas dari nutrisi yang dibutuhkan anjing. Nutrisi yang sesuai pastinya memiliki rasa yang enak dan menjadi makanan kesukaan anjing. Berikut ini nutrisi yang dibutuhkan anjing yang sebaiknya ada dalam makananya: • Air untuk membantu pencernaan, menormalkan suhu tubuh dan mengangkut nutrisi. • Karbohidrat untuk menjadi sumber kalori. • Protein untuk membangun jaringan tubuh yang rusak. • Asam lemak untuk mencerdaskan otak dan meningkatkan fokus. • Vitamin dan mineral untuk memperlancar metabolisme serta menjaga kesehatan tulang dan gigi. Memilih makanan anjing yang baik tentunya yang memiliki kadar seimbang dari nutrisi kebutuhannya tersebut. Namun, kadar nutrisi tersebut berbeda-beda tergantung dengan kondisi dan juga kebutuhannya. Memilih Makanan Anjing Berdasarkan Teksturnya Makanan anjing berdasarkan teksturnya ada dua, yaitu makanan basah dan makanan kering. Kedua jenis makanan anjing ini tentunya diperkaya dengan nutrisi yang pas. Hanya saja, keduanya memiliki beberapa perbedaan. Dari segi tekstur dan aroma, makanan basah lebih lembut dan memiliki aroma yang lebih kuat dibandingkan makanan kering. Dari segi kesehatan, keduanya memberikan manfaat yang berbeda. Makanan anjing yang basah mengandung kadar air yang lebih tinggi, sehingga baik untuk kesehatan ginjal anjing Anda, terutama untuk anjing yang jarang minum air putih. Sedangkan, makanan anjing yang kering ini baik untuk kesehatan gigi karena teksturnya yang krunchy dan membantu menjaga kesehatan rahang dan juga gusinya. Kedua jenis makanan anjing ini bisa didapatkan sesuai dengan usia, kebutuhan dan juga kondisi kesehatannya. Makanan Kesukaan Anjing Anjing menyukai makanan dengan rasa yang nikmat dan aroma yang juga kuat. Berikut beberapa nama makanan anjing sesuai dengan kebutuhannya: • PRO PLAN Dog Puppy Sensitive Skin & Coat All Size Salmon untuk perawatan kulit dan juga rambut dengan isian daging ikan salmon favoritnya. • PRO PLAN Dog Adult Sensitive Digestion All Size Lamb dengan rasa daging domba yang mudah dicerna untuk anjing dengan pencernaan sensitif. • PRO PLAN Dog All Age Performance All Size Chicken untuk memberikan kadar protein dan lemak yang cukup untuk anjing yang aktif. Porsi Makan Anjing Anjing memiliki porsi makan yang berbeda-beda. Biasanya, perbedaan porsi makan anjing tergantung dengan usia dan ukuran badan, selain itu juga tergantung dengan tipe dan berat badannya. Anjing aktif dan anjing yang pasif membutuhkan porsi makan yang berbeda, tentunya porsi makan anjing aktif lebih banyak dibandingkan anjing pasif. Selain itu, porsi makan anjing juga tergantung dengan jenis makanan anjing yang diberikan, baik itu makanan basah atau makanan kering. Oleh karena itu, disarankan untuk membaca petunjuk cara penggunaan menyajikan makanan untuk anjing. Dengan mengetahui jenis makanan anjing, porsi makan anjing dan juga nama makanan anjing yang direkomendasikan, semoga Anda menjadi lebih mudah dalam menentukan mana makanan yang boleh dimakan anjing yang akan diberikan ya!
Makanan & Nutrisi

Pagination

  • First page
  • Previous page
  • …
  • Halaman 53
  • Halaman 54
  • Halaman 55
  • Halaman 56
  • Halaman 57
  • Halaman 58
  • Halaman 59
  • Halaman 60
  • Halaman 61
  • …
  • Next page
  • Last page
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.