Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content
Cara Menghilangkan Kutu pada Kucing yang Tepat
Cara Menghilangkan Kutu pada Kucing yang Tepat
2 mins read
Kucing kutuan adalah hal yang umum ditemukan. Namun, jika kutu tersebut ada pada kucing kesayangan Anda, pasti rasanya meresahkan. Jika Anda merasa khawatir kucing Anda memiliki kutu, berikut cara menghilangkan kutu pada kucing dan penjelasan singkat mengenai kutu kucing. Mengenal kutu pada kucing Kutu kucing adalah salah satu jenis kutu yang paling sering ditemukan pada kucing. Tapi, tidak jarang kutu landak dan kutu kelinci juga dialami oleh kucing kesayangan Anda. Seperti kutu pada manusia, kutu kucing juga menyebabkan gatal dan dapat menyebabkan beberapa alergi dan bahkan bisa berkembang yang bisa mempengaruhi kesehatan kucing kesayangan Anda. Biasanya, kutu kucing berwarna cokelat gelap dengan ukuran 1-2mm. Kutu kucing ini berkembang biak pada lingkungan yang hangat dan lembap. Kutu kucing mungkin tidak bisa terlihat secara kasat mata pada tubuh kucing, namun Anda mungkin bisa menemukan kutu kucing pada karpet, atau menemukan bintik hitam saat Anda menyisir rambut kucing kesayangan Anda. Untuk mengetahui apakah bintik hitam tersebut bersumber dari kutu, Anda bisa meletakkannya pada tissue basah. Jika ia berubah warna menjadi merah, bintik tersebut bersumber dari kutu kucing. Penyebab kucing kutuan • Ada beberapa penyebab kucing kutuan, salah satunya: • Tertular dari tempat umum • Hewan peliharaan lain di rumah • Bermain-main di taman • Pindah ke rumah baru yang memiliki kutu Ciri-ciri kucing kesayangan Anda memiliki kutu Kucing kesayangan Anda mungkin memiliki rambut yang tebal, oleh karena itu tentu sulit untuk melihat dan mengecek secara kasat mata apakah kucing kesayangan Anda termasuk kucing kutuan. Namun, Anda bisa melihat dari ciri-cirinya. Ciri-ciri kucing kutuan adalah • sering menggaruk • mengalami rambut rontok berlebihan yang menyebabkan kebotakan • Iritasi kulit • gusi pucat • bintik hitam pada kasur atau rambutnya Cara menghilangkan kutu pada kucing Ada beberapa cara menghilangkan kutu pada kucing, seperti menggunakan bedak anti kutu, semprotan anti kutu, kalung anti kutu, spot on treatment, dan obat-obatan. Untuk mengetahui perawatan mana yang tepat untuk menghilangkan telur kutu kucing atau menghilangkan kutu pada kucing kesayangan Anda, disarankan untuk berkonsultasi pada dokter hewan. Cara menghilangkan kutu pada kucing hamil dan cara menghilangkan kutu pada kucing dewasa atau anak-anak berbeda. Untuk itu, pastikan Anda berkonsultasi pada dokter hewan untuk mendapatkan cara menghilangkan kutu pada kucing yang tepat. Membasmi kutu kucing pada barang-barang di rumah Kucing Anda sudah mendapatkan perawatan untuk membasmi kutu kucing? Sekarang, waktunya membasmi kutu kucing pada barang-barang di rumah. Mungkin kucing Anda sudah terbebas dari kutu, namun kutu-kutu dan telur kutu tersebut bisa jadi sudah tersebar di rumah. Untuk itu, selain memberikan perawatan kutu pada kucing Anda, penting juga untuk membasmi kutu kucing yang mungkin masih ada pada barang-barang di rumah. Hal ini dilakukan untuk menghindari perkembangan telur kutu dan menularkannya kembali pada kucing Anda. Untuk membasmi kutu kucing di rumah, Anda bisa menggunakan semprotan anti kutu. Anda bisa menggunakan semprotan ini untuk membersihkan karpet sebelum divakum. Namun, ingat untuk menyemprot vacuum bag dengan semprotan anti kutu untuk menghindari perkembangan kutu di dalam vacuum bag tersebut. Nah, itu dia penjelasan singkat mengenai kutu pada kucing dan juga cara menghilangkan kutu pada kucing. Dengan perawatan yang tepat, Anda bisa membasmi kutu kucing, baik di tubuhnya dan juga di lingkungan rumah.
Kesehatan
Cara Membersihkan Telinga Kucing
Cara Membersihkan Telinga Kucing
2 mins read
Pada dasarnya, kucing adalah hewan yang cukup menjaga kebersihan. Tapi, ada kalanya ia membutuhkan bantuan untuk membersihkan bagian-bagian yang sulit dijangkau, salah satunya telinga. Para kucing tidak bisa membersihkan telinganya sendiri, oleh karena itu ia membutuhkan bantuan Anda untuk membantu membersihkan telinga kucing. Perlu diketahui, menjaga kebersihan telinga kucing itu penting, untuk mencegah infeksi dan permasalahan telinga lainnya. Untuk membantu Anda membersihkan telinga kucing, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan beserta cara membersihkan telinga kucing yang bisa dilakukan. Seberapa sering telinga kucing harus dibersihkan? Idealnya, Anda perlu memeriksa kondisi telinga kucing Anda secara berkala. Selain itu mengecek kebersihan juga untuk kesehatan. Setidaknya, periksa kondisi telinga kucing Anda sekitar seminggu sekali. Setiap kucing memiliki kebiasaan yang berbeda-beda, dan kebiasaan inilah yang akan mempengaruhi seberapa sering Anda perlu membersihkan telinga kucing kesayangan Anda. Telinga kucing yang sering bermain di luar biasanya lebih cepat kotor dibandingkan telinga kucing rumahan. Jika kucing Anda sering dibiarkan main di luar rumah, Anda perlu membersihkan telinga kucing lebih rutin karena banyaknya debu dan kotoran yang menjadi tempat bermainnya. Hal yang perlu diperhatikan saat membersihkan telinga kucing Saat membersihkan telinga kucing, Anda perlu memperhatikan berbagai hal untuk mengetahui apakah kucing kesayangan Anda mengalami infeksi. Beberapa ciri-ciri infeksi yang umum terjadi adalah: • Aroma yang menyengat • Kulit bersisik • Sering menggaruk-garuk telinga • Bagian menggelap di sekitar telinga • Kotoran telinga kucing yang menumpuk • Rasa tidak nyaman ketika telinga disentuh Jika kucing Anda mengalami beberapa ciri-ciri di atas, sebaiknya segeralah konsultasi ke dokter untuk pengecekan lebih lanjut. Tips membersihkan telinga kucing Salah satu tips yang perlu diperhatikan dalam membersihkan telinga kucing adalah dengan membersihkan telinganya sedini mungkin. Jika Anda mengenalkan rutinitas ini sejak kecil, kucing kesayangan Anda akan lebih cepat terbiasa dan tentunya memudahkan Anda untuk membersihkan telinganya saat ia sudah dewasa. Selain itu, saat membersihkan telinga kucing, usahakan cari waktu saat ia sedang merasa rileks untuk membuatnya merasa nyaman dan tidak memberontak saat telinganya dibersihkan. Saat ia merasa nyaman, cara membersihkan telinga kucing yang bisa Anda lakukan adalah dengan membuka lebar bagian telinganya agar bisa melihat kotoran telinga kucing secara maksimal. Untuk memudahkan, Anda bisa menggunakan senter. Cara membersihkan telinga kucing Cara membersihkan telinga kucing sebenarnya cukup mudah. Pertama, siapkan pembersih telinga kucing atau alat pembersih telinga kucing yang bisa Anda dapatkan di dokter hewan terdekat. Setelah itu, aplikasikan pembersih telinga kucing pada bola-bola kapas dan bersihkan telinga kucing secara perlahan untuk menghilangkan kotorannya. Untuk membersihkan telinga kucing, hindari menggunakan produk yang diformulasikan untuk manusia, atau produk yang mengandung alkohol. Hal ini bisa membuat kulitnya iritasi. Selain itu, pastikan juga Anda tidak meninggalkan apapun di dalam telinganya, seperti cairan pembersih yang berlebihan, atau serat-serat kapas yang tertinggal. Pastikan telinga kucing Anda sudah bersih. Setelah telinga kucing Anda selesai dibersihkan, Anda bisa memberikannya treats untuk membuatnya nyaman kembali dan terbiasa dengan rutinitas tersebut. Nah, itu dia cara membersihkan telinga kucing yang bisa Anda lakukan di rumah. Jika Anda mengalami kesulitan untuk membersihkan telinga kucing, atau ia terasa memberontak atau bahkan tidak nyaman setelah telinganya dibersihkan, sebaiknya segera kunjungi dokter hewan terdekat untuk melakukan pengecekan.
Kesehatan
Tips dan Panduan Memilih Makanan Anjing Kecil
Tips dan Panduan Memilih Makanan Anjing Kecil
2 mins read
Pernah melihat anjing yang terlihat sudah tua namun ukuran badannya terlihat kecil? Anjing tersebut merupakan anjing dari ras kecil, yang rata-rata berat badannya ketika dewasa tidak sampai 10 kg. Meskipun mengkonsumsi makanan yang banyak, atau usianya sudah tua, ukuran anjing ras kecil ini tetap terlihat kecil. Cihuahua, Pomeranian, Yorkshire Terrier, Shih Tzu dan Maltese adalah beberapa jenis anjing kecil yang seringkali ditemukan. Secara penampilan, anjing kecil ini memang sangat menggemaskan dan sangat lucu untuk dipelihara. Untuk Anda yang baru memiliki anjing kecil untuk pertama kalinya, yuk simak tips dan panduan memilih makanan anjing kecil berikut. Ukuran dog food untuk anjing kecil Anjing kecil memiliki ukuran gigi dan mulut yang kecil, oleh karena itu, untuk memudahkannya dalam mengambil makanan dan mengunyah, berikan makanan anjing yang sudah diformulasikan untuk anjing ras kecil. Porsi makanan anjing ras kecil Anjing ras kecil memiliki ukuran lambung yang kecil, oleh karena itu mereka tidak bisa makan dalam porsi yang besar. Berikan makanan anjing ras kecil secara berkala dengan porsi yang kecil. Makanan protein tinggi untuk makanan anjing kecil Anjing ras kecil memiliki metabolisme yang lebih cepat dibandingkan anjing ras besar. Nah, karena itulah anjing ras kecil membutuhkan makanan dengan kandungan protein yang tinggi dan lemak yang cukup untuk menunjang kebutuhan nutrisi hariannya sehingga kesehatan anjing ras kecil tetap terjaga. Rekomendasi makanan anjing ras kecil • DENTALIFE® Mini Dog Dental Dog Chews untuk menjaga kesehatan gigi dan membantu membersihkannya dengan maksimal. • PRO PLAN Dog Adult Sensitive Skin & Coat Small & Mini Salmon untuk menjaga kulit yang sehat dan menjaga rambut yang kuat dan berkilau dan mengurangi kerontokan. • PRO PLAN Dog Adult 7+ Bright Mind Small & Mini Chicken untuk meningkatkan sistem imun tubuh anjing senior. • PRO PLAN Dog Puppy Healthy Growth & Development Small & Mini Chicken untuk anak anjing dan juga induk anjing. • PRO PLAN Dog Adult Fussy & Beauty Small & Mini Chicken untuk menjaga keindahan rambut, membersihkan gigi dan menjaga nafas segar. Untuk rekomendasi makanan anjing ras kecil lainnya, kunjungi link berikut. Nah, itu dia beberapa tips, panduan dan rekomendasi dalam memilih makanan untuk anjing kecil. Yuk berikan nutrisi yang tepat untuk kesehatan mereka!
Makanan & Nutrisi
Snack Kucing Terbaik: Panduan, Tips dan Rekomendasi
Snack Kucing Terbaik: Panduan, Tips dan Rekomendasi
2 mins read
Sama seperti manusia, kucing juga ternyata menyukai snack lho. Snack merupakan makanan ringan yang dikonsumsi di sela-sela waktu makanan utamanya. Snack kucing untuk apa? Memberikan cemilan untuk kucing memiliki manfaat sebagai selingan atau nuansa baru dalam rutinitas makanannya. Mengkonsumsi makanan yang sama setiap hari tentunya bisa membuat mereka bosan, oleh karena itu, pemberian snack atau camilan ini juga yang dapat menjadi momen untuk mendekatkan kucing dan pemiliknya karena dapat memberikan nuansa baru bagi mereka. Jenis cemilan untuk kucing Snack kucing tersedia dengan berbagai pilihan sesuai dengan kebutuhannya, contohnya snack untuk kesehatan gigi, seperti DENTALIFE® Dental Chicken Cat Snack dan DENTALIFE® Dental Salmon Cat Snack yang telah teruji secara ilmiah untuk mengurangi pembentukan karang gigi, memiliki kandungan kalsium dan taurine untuk merawat gigi, serta tekstur berpori dan crunchy yang dapat membantu membersihkan gigi secara efektif. Tips memilih cemilan untuk kucing Untuk memberikan snack terbaik, berikut beberapa tips yang bisa Anda coba: • Pilih snack sesuai dengan kebutuhannya Jika pada gigi kucingmu sudah terbentuk plak/karang gigi, maka kamu bisa berikan snack yang mampu membersih gigi seperti DENTALIFE® Dental Chicken Cat Snack atau DENTALIFE® Dental Salmon Cat Snack • Pilih snack dengan aroma yang menggugah selera Kucing merupakan salah satu hewan dengan indera penciuman yang tajam. Semakin kuat aromanya, semakin tinggi pula nafsu makannya. Makanya, mereka sangat suka snack dengan aroma yang kuat. • Pastikan memberikan snacksesuai dengan aturan penyajian. Pada kemasan cemilankucing sudah tertera panduan porsi penyajian. Pastikan kamu sudah mengikuti panduan tersebut yah agar berat badan kucingmu dapat terjaga ideal. • Pilih snackdengan rasa yang beragam Tips yang satu ini ampuh untuk menjaga nafsu makan kucing kesayangan Anda. Salah satu contoh snackdengan rasa yang beragam adalah Cemilan Kucing FRISKIES Party Mix Classic yang bisa menambah nafsu makan kucing kesayangan Anda. Berapa kali sehari kucing boleh makan snack? Biasanya, porsi snack kucing ditentukan dengan berat badan dan juga kondisi kesehatannya. Umumnya, porsi ideal cemilan kucing adalah tidak boleh lebih dari 20% dari asupan kalori hariannya. Contohnya, untuk DENTALIFE® Dental Chicken Cat Snack, Anda bisa memberikan 17 butir setiap harinya untuk kucing dewasa dengan berat 2,3kg atau lebih, atau memberikan FRISKIES Party Mix Beachside 10-15gr per hari untuk kucing dengan berat 2-4kg. Nah, itu dia panduan, tips dan juga rekomendasi untuk memberikan snack kucing untuk anabul kesayangan Anda. Penting juga untuk memperhatikan snack kucing untuk umur berapa agar bisa menyesuaikan dengan kebutuhan kucing Anda. Yuk pilih snack terbaik untuk meningkatkan nafsu makan dan memberikan nutrisi terbaik untuk kucing kesayangan.
Makanan & Nutrisi
Panduan untuk Memberikan Makanan Kucing Dewasa
Panduan untuk Memberikan Makanan Kucing Dewasa
3 mins read
Kucing kesayangan Anda sudah menginjak satu tahun? Selamat! Kucing Anda baru saja melangkah menjadi kucing dewasa! Setelah memasuki usia satu tahun, kucing Anda bisa dikatakan sudah menjadi kucing dewasa. Mengingat kucing dewasa membutuhkan kadar protein, lemak dan minyak, mineral, vitamin dan karbohidrat yang berbeda saat masih kitten, sekarang saatnya Anda memilih makanan kucing dewasa yang tepat. Untuk membantu Anda, berikut panduannya: Cara Memilih Makanan untuk Kucing Dewasa Bolehkah kucing dewasa makan makanan anak kucing (kitten)? Pada dasarnya, anak kucing (kitten) dan kucing dewasa membutuhkan nutrisi yang berbeda, oleh karena itu makanannya pun juga berbeda. Dalam memilih makanan kucing dewasa, prioritaskan gaya hidup, kondisi dan usia kucing kesayangan Anda. Anda bisa memberikan makanan basah atau kering, atau bahkan mencampurkan keduanya dalam sajikan makanan. Ada beberapa kucing yang lebih suka makan makanan basah dan sebaliknya. Anda bisa coba memberikan dua jenis makanan tersebut bergantian untuk mengetahui makanan kucing dewasa mana yang ia lebih suka. Makanan Kucing Dewasa Berdasarkan Kebutuhannya Beda gaya hidup, beda juga kebutuhan makanannya. Berikut beberapa tips memberikan makanan kucing dewasa berdasarkan kebutuhannya: • Untuk kucing rumahan, berikan makanan rendah kalori dan formula yang dapat mengurangi hairballs • Untuk kucing yang sudah disterilisasi, berikan ia formula yang tepat untuk menjaga berat badannya • Setiap kucing memiliki rasa kesukaannya masing-masing, setelah mendapatkan jenis makanan kucing dewasa mana yang ia pilih, Anda juga bisa mengenalkannya dengan berbagai rasa makanan Menyajikan Makanan untuk Kucing Dewasa Kucing memiliki kebiasaan makan sedikit namun dengan frekuensi yang sering. Sebaiknya, atur jam makan kucing dewasa yang sama setiap harinya, mengingat mereka juga sangat terbiasa dengan rutinitas. Soal porsinya, makanan kucing dewasa berbeda-beda, tergantung ras, kebutuhan dan berat badannya. Sebaiknya, perhatikan berat badannya secara berkala. Dalam menyajikan makanan basah, pastikan makanan basah disajikan dengan suhu ruangan atau dihangatkan terlebih dahulu sebelumnya. Pasalnya, aroma makanan akan semakin kuat ketika sudah dihangatkan dan memudahkan makanannya untuk dicerna. Jika Anda menyimpan makanannya di dalam kulkas dan menggunakan microwave, pastikan suhunya tidak terlalu panas. Perlu diperhatikan juga bahwa makanan basah lebih cepat basi, oleh karena itu hindari menyimpan makanan basah lebih dari 24 jam setelah dibuka, sekalipun disimpan di kulkas. Berbeda dengan makanan basah, makanan kering dapat tahan seharian. Untuk penyimpanan, simpan di kotak bersih dan kering. Treats untuk Kucing Dewasa Pada dasarnya, dalam makanan kucing dewasa yang lengkap, kucing Anda tidak lagi membutuhkan suplemen tambahan. Namun, snack ini baik sebagai teknik pendekatan atau momen bonding yang tepat. Dalam memberikan snack, pastikan treats tersebut tidak mengandung lebih dari 10% kalori hariannya. Minuman untuk Kucing Dewasa Selain memilih makanan kucing dewasa yang tepat, Anda juga perlu menjaga hidrasinya, terutama saat ia hanya mengkonsumsi makanan kering. Untuk itu, pastikan untuk selalu menyediakan air bersih di sekitarnya. Letakan wadah air bersih ini jauh dari wadah makanannya. Beberapa orang berpikir bahwa kucing dewasa membutuhkan susu setelah ia disapih, tapi sebenarnya tidak. Anda tidak perlu memberikan susu sebagai pengganti air mineral, karena beberapa kucing alergi terhadap kandungan gula dalam susu yang dapat menyebabkan diare. Makanan yang Tidak Boleh Diberikan pada Kucing Dewasa Beberapa kucing suka mengambil sisa makanan Anda, padahal, faktanya, makanan manusia tidak baik untuk kucing, mengingat makanan manusia mengandung tinggi kalori namun rendah nutrisi bagi kucing. Oleh karena itu, hindari memberikan kucing makanan manusia dan juga makanan apapun yang mengandung bawang bombay. Tips Memberikan Makanan untuk Kucing Dewasa • Kucing hidup dengan rutinitas yang sama, jadi buatlah rutinitas tersebut sedini mungkin • Atur tempat dan jam makan kucing dewasa yang sama setiap harinya. • Berikan makanan untuk kucing dewasa di tempat yang tenang • Jauhi tempat makan dari tempat pembuangan kotorannya (litter box) • Pilih wadah yang mudah dibersihkan • Jika Anda memiliki lebih dari satu kucing, pastikan mereka memiliki wadah makannya masing-masing yang diletakan di tempat terpisah. Berikut pilihan makanan basah untuk kucing dewasa yang bisa menjadi bahan pertimbangan sesuai kebutuhan sang kucing.
Makanan & Nutrisi
Makanan Kucing Kecil: Tips dan Panduannya
Makanan Kucing Kecil: Tips dan Panduannya
2 mins read
Bingung harus memberikan makanan kucing kecil atau kitten yang seperti apa karena ada banyak pilihan formula dan rasa? Tenang, berikut beberapa panduan dan tips yang bisa membantu Anda memilih makanan untuk kucing kecil kesayangan Anda. Saat memilih makanan kucing kecil atau kitten, seringkali kita dibingungkan dengan jenisnya, mulai dari makanan basah, makanan kering, sampai dengan makanan tanpa biji-bijian, belum lagi dengan pilihan rasanya. Namun, makanan kucing kecil atau kitten terbaik adalah makanan yang diformulasikan khusus sesuai dengan usianya, yaitu dengan kandungan protein, kalsium, magnesium, phosphorous, zinc dan zat besi yang tinggi. Selain itu, makanan kucing kecil juga sebaiknya mengandung vitamin C dan E. Keuntungan Memberikan Makanan Kering • Lebih mudah ditakar • Lebih tahan lama • Membantu menjaga kesehatan gigi karena membuatnya mengunyah dengan aktif • Makanan kering yang berukuran kecil lebih mudah dikunyah dan ditelan Berikut pilihan makanan kucing kecil kering yang bisa Anda coba. Keuntungan Memberikan Makanan Basah • Aroma yang lebih kuat daripada makanan kering • Tekstur yang lebih lembut dari makanan kering • Kandungan air yang tinggi Cara Memberikan Makanan Kucing Kecil atau Kitten Kucing hidup dengan kebiasaan. Oleh karena itu, buatlah ia terbiasa dengan rutinitas sedini mungkin. Sajikan makanan di tempat dan waktu yang sama setiap harinya untuk membuatnya terbiasa. Selain itu, pastikan juga untuk menyajikan makanan di wadah yang selalu bersih. Pilih wadah yang mudah dibersihkan. Beberapa kucing juga cukup pemilih akan wadah makanannya, untuk itu Anda bisa coba beberapa jenis wadah makanan. Penting juga untuk diingat jika Anda memiliki lebih dari satu kucing untuk menyediakan wadah makanan dan minuman yang terpisah agar mereka tidak saling berebut dan bisa mendapatkan ketenangan masing-masing saat makan. Pisahkan wadah makanan mereka masing-masing. Porsi Makanan untuk Kucing Kecil atau Kitten Setelah disapih, kucing kecil akan mulai mengkonsumsi makanan. Berikut panduan untuk memberikan porsi makanan untuk kucing kecil atau kitten: • Sesaat setelah disapih, berikan makanan kucing kecil empat kali dengan porsi kecil setiap harinya. Jika tidak memungkinkan, Anda bisa menyajikan makanan tiga kali setiap harinya • Semakin ia tumbuh, kurangi makanannya menjadi tiga kali sehari. Saat ia sudah berusia enam bulan, Anda bisa memberikan makanan dua kali sehari saja • Pastikan untuk selalu membaca instruksi di balik kotak makanannya. Penting juga untuk menjaga berat badannya yang stabil Treats untuk Kucing Kecil Makanan utama yang lengkap sebenarnya tidak lagi membutuhkan suplemen tambahan. Namun, snacks dapat menjadi cara yang tepat untuk meningkatkan keakraban dengan sang kucing. Selain itu penting juga untuk memperhatikan treats yang diberikan untuk kucing kecil Anda, karena tidak semua treats diperuntukkan untuk anak kucing. Minuman untuk Kucing Kecil atau Kitten Beberapa orang berpikiran bahwa sesaat setelah ia disapih, kucing kecil membutuhkan susu untuk penggantinya. Nyatanya, beberapa anak kucing alergi dengan kandungan gula di dalam kemasan susu dan air putih saja cukup untuk menjadi minuman untuk kucing kecil. Penting untuk menjaga hidrasi kucing kesayangan Anda, oleh karena itu pastikan persediaan air mineral ada di sekitarnya. Mengganti Makanan Kucing Kecil Ke Makanan Dewasa Saat badannya sudah besar, kucing kesayangan Anda mungkin terlihat sudah dewasa, padahal saat usianya masih dibawah satu tahun, ia masih merupakan kucing kecil. Berikut beberapa panduan dan tips untuk memberikan makanan kucing yang masih kecil. Anda bisa memberikannya makanan basah atau kering sesuai dengan kebutuhan dan kesukaannya.
Makanan & Nutrisi
Makanan Kucing Hamil
Makanan Kucing Hamil
2 mins read
Kucing Anda sedang hamil? Yeay! Rasanya pasti tidak sabar menunggu anak-anak kucing yang lucu-lucu dan menggemaskan itu. Tapi, perlu diperhatikan bahwa kucing hamil membutuhkan penanganan dan nutrisi lebih. Selain membutuhkan kenyamanan dan perhatian, ia juga perlu mendapatkan makanan kucing hamil yang dapat menunjang kesehatan dan persiapan kelahiran anak-anaknya. Jika Anda bingung saat memilih makanan kucing hamil, berikut beberapa tips yang bisa membantu Anda dalam memberikan nutrisi untuk kucing hamil. Makanan Anak Kucing Sebagai Makanan Kucing Hamil Saat hamil, induk kucing membutuhkan protein lebih untuk menjaga energinya. Makanan kucing dewasa pada umumnya memang cukup untuk kebutuhan sehari-hari, namun tidak cukup sebagai nutrisi untuk kucing hamil. Justru, nutrisi untuk kucing hamil bisa didapatkan dari makanan anak kucing. Untuk kebutuhan nutrisinya, Anda bisa memberikan makanan anak kucing sebagai makanan kucing hamil dimulai dari masa awal kehamilannya sampai nanti anak-anaknya berhenti menyusu. Selain menjadi nutrisi untuk kucing hamil, memberikan makanan anak kucing sebagai makanan untuk kucing hamil dapat membantu induk kucing menghasilkan susu yang lebih berkualitas dan membantu penyapihan, karena anak-anak kucing akan mencontoh sang induk dan bisa mencoba makanannya. Makanan Basah atau Makanan Kering? Ada dua jenis makanan anak kucing yang bisa Anda berikan, ada makanan basah dan juga makanan kering. Kedua jenis tersebut boleh saja diberikan sebagai makanan kucing hamil. Namun, perlu diperhatikan keduanya memiliki pertimbangannya masing-masing. Makanan basah untuk kucing hamil memiliki kandungan kalori yang lebih rendah per gram-nya dibandingkan makanan kering. Jika kucing Anda lebih menyukai makanan basah, cobalah campurkan sedikit makanan kering ke dalam porsinya untuk memastikan ia mendapatkan energi yang cukup. Beda halnya dalam kandungan air yang dapat menjaga hidrasinya, walaupun makanan kering memiliki kalori yang lebih tinggi, namun saat sang induk diberikan makanan kering, ia harus mengkonsumsi air yang lebih banyak untuk menjaganya tetap terhidrasi. Porsi Makanan Kucing Hamil Saat hamil, porsi makan induk kucing cenderung meningkat dua kali lipat dari biasanya. Dari peningkatan porsi makan ini, seharusnya berat badan sang induk pun juga meningkat, normalnya 40-50% saat masa kehamilan dan menurun kembali saat masa menyusui. Namun, jika pada masa kehamilan ia malah kehilangan berat badan, segera konsultasi ke dokter. Pastikan Ketersediaan Air Mengkonsumsi air yang cukup penting untuk menjaga hidrasi dan menjaga kesehatan kucing hamil, terutama saat ia hanya mengkonsumsi makanan kering. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu menyediakan air bersih di sekitarnya agar ia tidak dehidrasi. Tips Mengganti Makanan Kucing Hamil Salah satu tips dalam memberikan makanan kucing hamil untuk menjaga energinya adalah dengan memberikan porsi makanan kecil namun sering. Selain itu, Anda juga bisa selalu menyediakan makanan kering untuk menjadi snacknya yang bisa dikonsumsi kapanpun ia lapar. Untuk mengganti makanan rutinnya menjadi makanan anak kucing, pastikan Anda melakukan transisi perlahan selama 7-10 hari hingga ia hanya makan makanan anak kucing saja. Transisi perlahan ini berguna untuk menjaga kondisi perutnya agar tidak diare. Jika kucing Anda memiliki perut yang sensitif atau memiliki kondisi tertentu, pastikan Anda sudah berkonsultasi dengan dokter hewan sebelum mengganti formula makanannya. Berikut berbagai pilihan makanan anak kucing yang bisa diberikan sebagai makanan untuk kucing hamil.
Makanan & Nutrisi
Kucing Tidak Mau Makan: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Kucing Tidak Mau Makan: Penyebab dan Cara Mengatasinya
2 mins read
Kucing terkenal sebagai salah satu hewan yang pemilih akan makanan favoritnya, kalau ia diberikan makanan yang tidak ia sukai, biasanya ia hanya mengendus-mengendusnya saja. Kalau kucing tidak mau makan atau sangat rewel, berikut beberapa hal yang bisa Anda coba untuk membuatnya nafsu makan. Penyebab Kucing Tidak Mau Makan Ada beberapa penyebab kucing tidak mau makan, mulai dari kurangnya rutinitas makan atau makan yang tidak terjadwal. Anda bisa mencoba mengatur jadwal makan di tempat dan jam yang sama setiap harinya untuk membangun rutinitas ini. Selain itu, penyebab kucing tidak mau makan lainnya adalah mendapatkan terlalu banyak camilan di luar jam makan. Jika kucing Anda tidak mau makan dan hanya mau makan camilan, berhentilah memberikannya treats, karena ia menganggap mendapatkan hadiah dari penolakannya akan makanan biasanya. Hal terakhir yang menjadi penyebab kucing tidak mau makan adalah ia pemilih akan rasa makannya. Solusinya, Anda bisa coba rasa lain dalam makanannya. Faktor Lingkungan yang Menyebabkan Kucing Tidak Mau Makan Tidak semua penyebab kucing tidak mau makan berasal dari makanannya itu sendiri, namun bisa juga karena faktor lingkungan. Berikut beberapa faktor lingkungan yang menjadi penyebab kucing tidak mau makan: • Wadah makan yang tidak sesuai dengan kesukaannya • Terlalu banyak orang di sekitarnya saat jam makan atau sebaliknya • Wadah yang kotor • Makanan kering yang terlalu lama disajikan sehingga menjadi apek dan tidak renyah lagi • Jika ia tidak mau makan makanan basah kesukaannya, coba cek kembali makanannya dan pastikan diberikan makanan basah yang masih segar • Mendapat makanan dari lingkungan yang tidak terdeteksi: diberikan makan oleh tetangga, atau mendapatkan snack dari tempat lain • Kehilangan nafsu makan karena cuaca yang terlalu panas • Jika memiliki lebih dari satu kucing, pastikan mereka memiliki wadah makanannya masing-masing Cara Mengatasi Kucing yang Susah Makan Jika kucing Anda terus saja rewel dan tidak mau makan, Anda bisa coba untuk mengganti makanannya, mungkin mencoba rasa baru. Anda bisa mengenalkan formula baru ini dalam jangka waktu 7-10 hari hingga ia hanya mengkonsumsi makanan barunya. Jika Anda melihat kucing Anda mengalami kesulitan untuk makan, mungkin kucing kesayangan Anda memiliki masalah gigi yang membuatnya sulit atau tidak bisa mengunyah. Cobalah untuk memperhatikan gusi kucing kesayangan Anda dan cara menjaga kesehatan giginya. Jika Kucing Anda Tidak Mau Makan dalam Waktu 24 Jam atau Lebih Jika kucing kesayangan Anda tidak mau makan lebih dari 24 jam, atau makan dengan porsi yang jauh lebih sedikit, kunjungi dokter hewan langganan Anda, karena sakit bisa menjadi menjadi salah satu penyebab kucing tidak mau makan. Untuk Anda yang sedang mencari rekomendasi makanan kucing, berikut beberapa makanan kucing yang bisa dicoba.
Perilaku & Pelatihan
Berbagai Hal Tentang Steril Kucing yang Perlu Diketahui
Kucing Cacingan? Bagaimana Cara Mengatasinya?
2 mins read
Cacing pada kucing yang paling umum adalah cacing gelang dan cacing pita. Keduanya menyebabkan ketidaknyamanan pada kucing, mulai dari lesu sampai penurunan berat badan. Jika Anda melihat ciri-ciri cacingan pada kucing, Anda bisa segera membawa kucing kesayangan Anda ke dokter hewan. Cacing Kucing dan Penyebab Kucing Cacingan Cacing gelang (Toxocara cati dan Toxascaris leonina) adalah dua jenis parasit yang paling umum pada anak kucing dan kucing dewasa. Cacing kucing jenis ini berukuran panjang, putih dan terlihat seperti spaghetti. Telur cacing ini biasanya berpindah melalui feses dan dapat hidup hingga bertahun-tahun di dalam tanah. Biasanya, kucing cacingan dapat terinfeksi melalui tiga cara utama berikut: • Menjilat kaki yang melangkah di atas tanah yang terkontaminasi • Menelan sesuatu yang mengandung telur cacing • Menelan larva cacing yang ada dalam air susu induknya (Toxocara cati) Jenis cacing kucing lain yang umum ditemukan adalah cacing pita (Dipylidium caninum dan Taenia taeniaeformis). Cacing pita ini berukuran panjang, pipih dan terdiri dari beberapa segmen yang mengandung telur. Segmen-segmen ini berjatuhan ke kotoran dan menyerupai butiran beras yang kadang-kadang terlihat merangkak di sekitar anus kucing atau di tempat tidurnya. Cacing kucing memiliki ukuran yang beragam yang biasanya berwarna putih dan beberapa diantaranya terlihat seperti butiran beras putih. Untuk cacing pita, biasanya ia dapat tumbuh panjang hingga 10 cm. Untuk melengkapi siklus hidupnya, cacing pita membutuhkan inang perantara untuk memakan telurnya, termasuk kutu dan hewan pengerat. Nah, saat kucing kesayangan Anda memakan inang perantara inilah proses infeksi terjadi. Jika kucing Anda terindikasi memiliki kutu, ia mungkin membutuhkan pengobatan untuk cacing pita dan sebaliknya. Ciri Ciri Cacingan Pada Kucing Berikut ciri ciri cacingan pada kucing yang bisa Anda perhatikan: • Kucing cacingan mungkin masih memiliki nafsu makan, namun justru berat badannya terus menurun, dan perutnya membuncit • Rambut terasa lebih kasar • Diare • Terlihat adanya cacing pada kotoran kucing, bagian anus, atau dekat tempat tidurnya • Kucing Anda terlihat lebih lesu, kurang energi dan kurang tertarik akan hal-hal yang biasanya ia sukai • Menyeret-nyeret diri di karpet, terutama bagian belakangnya Cara Mengatasi Kucing Cacingan Ada banyak perawatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi kucing cacingan, mulai dari obat-obatan cair, krim, butiran, tablet, bahkan cairan yang akan direkomendasikan oleh dokter hewan Anda Cacing gelang pada umumnya sering menyerang anak kucing, makanya sangat disarankan untuk memberikan perawatan cacing sejak usia dini, sejak usia dua hingga delapan minggu, lalu setiap bulan hingga ia berusia enam bulan, dan kemudian satu hingga tiga bulan sekali. Biasanya, anak kucing membutuhkan perawatan cacing pita jika ia memiliki kutu. Sedangkan, untuk kucing dewasa, berikan perawatan setiap satu hingga tiga bulan untuk mengatasi cacing pita dan cacing gelang. Dampak Kucing Cacingan Pada Kesehatan Manusia Cacing kucing dapat mempengaruhi kesehatan manusia, oleh karena itu, sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut: • Jauhkan anak-anak di dekat kotoran kucing • Tutupi mainan anak-anak saat tidak digunakan • Gunakan sarung tangan saat berkebun • Bersihkan tempat kotoran setiap hari Mengatasi kucing cacingan sebenarnya cukup sederhana, hanya perlu memperhatikan beberapa penyebab kucing cacingan dan lebih menjaga kebersihan. Selain itu, agar kucing Anda terhindar dari penyakit cacingan, pastikan untuk selalu memberikannya makanan kucing yang bergizi. Untuk Anda yang sedang mencari rekomendasi makanan kucing, berikut beberapa rekomendasi makanan kucing yang bisa dicoba.
Kesehatan
Berbagai Hal Tentang Steril Kucing yang Perlu Diketahui
Berbagai Hal Tentang Steril Kucing yang Perlu Diketahui
3 mins read
Kucing di bawah usia satu tahun memang masih dikategorikan sebagai anak kucing, namun di usia empat sampai enam bulan, kucing tersebut sudah mencapai kematangan seksual, sehingga tidak menutup kemungkinan ia bisa hamil dan menghamili kucing lain. Jika Anda khawatir dengan kehamilan yang tidak direncanakan atau penularan penyakit tertentu, sebaiknya Anda perlu mempertimbangkan melakukan steril pada kucing, terlebih lagi jika kucing Anda berkeliaran di luar rumah, atau Anda memiliki lebih dari satu kucing dengan jenis kelamin berbeda. Apa Itu Steril Kucing? Steril pada kucing adalah sebuah operasi yang dilakukan pada kucing jantan dan betina dengan menghilangkan organ reproduksi seksualnya. Setelah melakukan steril, nantinya kucing Anda tidak lagi bisa merasakan birahi, hamil, atau menghamili kucing lain. Proses steril baik pada kucing jantan dan betina berbeda, steril pada kucing betina biasanya lebih kompleks dengan pengangkatan ovarium atau bahkan juga pengangkatan rahim. Proses ini biasanya juga melibatkan sayatan kecil di sisi kiri atau bagian bawah sepanjang tengah tubuhnya. Sedangkan, steril kucing laki-laki cenderung lebih sederhana, yaitu pengangkatan testisnya dan tidak membutuhkan jahitan. Apakah Steril Pada Kucing Itu Sakit? Sebagai bagian dari operasi, melibatkan anestesi agar ia tidak merasakan sakit. Setelah itu, kucing Anda juga akan mendapatkan suntikan pereda nyeri dan obat-obatan anti inflamasi. Mengingat proses steril jantan cenderung lebih sederhana, biasanya kucing jantan hanya akan diberikan obat-obatan untuk satu hari saja, sedangkan kucing betina harus minum obat hingga tiga hari. Manfaat Steril Selain mengurangi risiko kehamilan yang tidak direncanakan, melakukan steril juga dapat membantu kucing mengurangi risiko terkena penyakit tertentu dan memberikan beberapa manfaat sebagai berikut: • Mengurangi risiko buang air kecil sembarangan oleh kucing jantan yang menunjukan ciri-ciri ia sedang birahi • Mengurangi risiko kabur dari rumah • Lebih perhatian, terutama kucing perempuan yang menjadi lebih lembut • Mengurangi risiko beberapa penyakit, termasuk leukimia dan aids kucing • Mengurangi risiko infeksi rahim pada kucing betina • Mengurangi perkembangan kanker payudara pada kucing betina jika ia disteril saat masih kecil Kapan Steril Kucing Bisa Dilakukan? Sebaiknya, steril dilakukan sebelum ia pubertas yang biasanya terjadi pada usia empat hingga enam bulan. Beberapa komunitas pecinta hewan dan dokter hewan menyarankan untuk mensteril kucing sejak usia 12 minggu, atau bahkan lebih awal. Biasanya, tanda kucing betina sudah mengalami pubertas adalah saat ia mulai mengeong lebih keras, sedangkan tanda kucing jantan sedang birahi adalah saat ia suka buang air kecil sembarangan untuk menandai wilayahnya. Jika Anda khawatir kucing betina Anda mengalami kehamilan tanpa perencanaan, sebaiknya jagalah kucing Anda tetap di dalam rumah sampai ia disteril. Bagaimana Cara Mensteril Kucing? Anda bisa melakukan steril di dokter hewan. Biasanya, dokter hewan akan melakukan pengecekan awal sebelum melakukan sterilisasi. Sebelum melakukan operasi, kucing Anda diharapkan untuk berpuasa selama beberapa jam sebelumnya. Biasanya, biaya steril kucing beragam, tergantung dengan lokasinya. Selain itu, biaya steril betina dan jantan pun juga berbeda, mengingat kerumitan tingkat operasi dan juga waktu penanganannya. Dampak Setelah Kucing Disteril Jika kucing Anda mengantuk setelah operasi, ini merupakan hal yang wajar dan akan kembali dalam waktu beberapa hari. Selama masa pemulihan, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan setelah melakukan steril pada kucing: • Perhatikan kebiasaan buang air kecil kucing Anda, jika ia membuang air kecil lebih sering atau bahkan mengeluarkan darah, segera hubungi dokter, karena beberapa kucing bisa mengalami masalah saluran kemih setelah steril. • Kucing yang sudah disteril cenderung lebih pasif, jadi sangat umum jika ia mengalami kenaikan berat badan. Sebaiknya, tetap ajaklah ia jalan-jalan dan sedikit bermain agar ia tetap berolahraga. Bagaimana Jika Kucing Saya Tidak Disteril? • Masa birahi biasanya datang setiap tiga minggu. Saat kucing betina birahi, biasanya ia akan mengeong lebih kencang dan menjadi lebih aktif. • Kucing jantan yang sedang birahi cenderung akan menghampiri lawan jenisnya. Oleh karena itu, jagalah kucing betina Anda dari kucing jantan liar yang sedang birahi. • Kucing betina bisa hamil sebanyak tiga kali dalam setahun dan bisa melahirkan hingga 6 anak kucing setiap kelahirannya. • Kucing yang sedang birahi cenderung suka kabur dari rumah. • Kucing jantan yang sedang birahi cenderung lebih agresif dan mudah berkelahi dengan kucing lain. • Kucing betina yang tidak disteril memiliki risiko lebih tinggi terkena tumor payudara pada usia 6-7 tahun. Rutin periksa apakah ada benjolan di area payudara kucing betina Anda secara teratur. Bagaimana Jika Kucing Saya Sudah Terlanjur Hamil? Biasanya, tanda-tanda kucing sedang hamil terlihat pada 2-3 minggu masa kehamilan. Melakukan steril saat kucing hamil sangatlah memungkinkan, ini akan menghentikan masa kehamilannya dan menghindari kehamilan di kemudian hari. Namun, sebelum melakukan suatu tindakan, sebaiknya lakukan konsultasi terlebih dulu dengan dokter hewan. Keputusan untuk melakukan steril kucing berada di tangan pemiliknya. Sebelum ia mencapai masa pubertas, sebaiknya Anda sudah memiliki keputusan apakah ingin melakukan sterilisasi pada kucing Anda.
Kesehatan

Pagination

  • First page
  • Previous page
  • …
  • Halaman 57
  • Halaman 58
  • Halaman 59
  • Halaman 60
  • Halaman 61
  • Halaman 62
  • Halaman 63
  • Halaman 64
  • Halaman 65
  • …
  • Next page
  • Last page
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.