Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content
Panduan untuk Memberikan Makanan Kucing Dewasa
Panduan untuk Memberikan Makanan Kucing Dewasa
3 mins read
Kucing kesayangan Anda sudah menginjak satu tahun? Selamat! Kucing Anda baru saja melangkah menjadi kucing dewasa! Setelah memasuki usia satu tahun, kucing Anda bisa dikatakan sudah menjadi kucing dewasa. Mengingat kucing dewasa membutuhkan kadar protein, lemak dan minyak, mineral, vitamin dan karbohidrat yang berbeda saat masih kitten, sekarang saatnya Anda memilih makanan kucing dewasa yang tepat. Untuk membantu Anda, berikut panduannya: Cara Memilih Makanan untuk Kucing Dewasa Bolehkah kucing dewasa makan makanan anak kucing (kitten)? Pada dasarnya, anak kucing (kitten) dan kucing dewasa membutuhkan nutrisi yang berbeda, oleh karena itu makanannya pun juga berbeda. Dalam memilih makanan kucing dewasa, prioritaskan gaya hidup, kondisi dan usia kucing kesayangan Anda. Anda bisa memberikan makanan basah atau kering, atau bahkan mencampurkan keduanya dalam sajikan makanan. Ada beberapa kucing yang lebih suka makan makanan basah dan sebaliknya. Anda bisa coba memberikan dua jenis makanan tersebut bergantian untuk mengetahui makanan kucing dewasa mana yang ia lebih suka. Makanan Kucing Dewasa Berdasarkan Kebutuhannya Beda gaya hidup, beda juga kebutuhan makanannya. Berikut beberapa tips memberikan makanan kucing dewasa berdasarkan kebutuhannya: • Untuk kucing rumahan, berikan makanan rendah kalori dan formula yang dapat mengurangi hairballs • Untuk kucing yang sudah disterilisasi, berikan ia formula yang tepat untuk menjaga berat badannya • Setiap kucing memiliki rasa kesukaannya masing-masing, setelah mendapatkan jenis makanan kucing dewasa mana yang ia pilih, Anda juga bisa mengenalkannya dengan berbagai rasa makanan Menyajikan Makanan untuk Kucing Dewasa Kucing memiliki kebiasaan makan sedikit namun dengan frekuensi yang sering. Sebaiknya, atur jam makan kucing dewasa yang sama setiap harinya, mengingat mereka juga sangat terbiasa dengan rutinitas. Soal porsinya, makanan kucing dewasa berbeda-beda, tergantung ras, kebutuhan dan berat badannya. Sebaiknya, perhatikan berat badannya secara berkala. Dalam menyajikan makanan basah, pastikan makanan basah disajikan dengan suhu ruangan atau dihangatkan terlebih dahulu sebelumnya. Pasalnya, aroma makanan akan semakin kuat ketika sudah dihangatkan dan memudahkan makanannya untuk dicerna. Jika Anda menyimpan makanannya di dalam kulkas dan menggunakan microwave, pastikan suhunya tidak terlalu panas. Perlu diperhatikan juga bahwa makanan basah lebih cepat basi, oleh karena itu hindari menyimpan makanan basah lebih dari 24 jam setelah dibuka, sekalipun disimpan di kulkas. Berbeda dengan makanan basah, makanan kering dapat tahan seharian. Untuk penyimpanan, simpan di kotak bersih dan kering. Treats untuk Kucing Dewasa Pada dasarnya, dalam makanan kucing dewasa yang lengkap, kucing Anda tidak lagi membutuhkan suplemen tambahan. Namun, snack ini baik sebagai teknik pendekatan atau momen bonding yang tepat. Dalam memberikan snack, pastikan treats tersebut tidak mengandung lebih dari 10% kalori hariannya. Minuman untuk Kucing Dewasa Selain memilih makanan kucing dewasa yang tepat, Anda juga perlu menjaga hidrasinya, terutama saat ia hanya mengkonsumsi makanan kering. Untuk itu, pastikan untuk selalu menyediakan air bersih di sekitarnya. Letakan wadah air bersih ini jauh dari wadah makanannya. Beberapa orang berpikir bahwa kucing dewasa membutuhkan susu setelah ia disapih, tapi sebenarnya tidak. Anda tidak perlu memberikan susu sebagai pengganti air mineral, karena beberapa kucing alergi terhadap kandungan gula dalam susu yang dapat menyebabkan diare. Makanan yang Tidak Boleh Diberikan pada Kucing Dewasa Beberapa kucing suka mengambil sisa makanan Anda, padahal, faktanya, makanan manusia tidak baik untuk kucing, mengingat makanan manusia mengandung tinggi kalori namun rendah nutrisi bagi kucing. Oleh karena itu, hindari memberikan kucing makanan manusia dan juga makanan apapun yang mengandung bawang bombay. Tips Memberikan Makanan untuk Kucing Dewasa • Kucing hidup dengan rutinitas yang sama, jadi buatlah rutinitas tersebut sedini mungkin • Atur tempat dan jam makan kucing dewasa yang sama setiap harinya. • Berikan makanan untuk kucing dewasa di tempat yang tenang • Jauhi tempat makan dari tempat pembuangan kotorannya (litter box) • Pilih wadah yang mudah dibersihkan • Jika Anda memiliki lebih dari satu kucing, pastikan mereka memiliki wadah makannya masing-masing yang diletakan di tempat terpisah. Berikut pilihan makanan basah untuk kucing dewasa yang bisa menjadi bahan pertimbangan sesuai kebutuhan sang kucing.
Makanan & Nutrisi
Makanan Kucing Kecil: Tips dan Panduannya
Makanan Kucing Kecil: Tips dan Panduannya
2 mins read
Bingung harus memberikan makanan kucing kecil atau kitten yang seperti apa karena ada banyak pilihan formula dan rasa? Tenang, berikut beberapa panduan dan tips yang bisa membantu Anda memilih makanan untuk kucing kecil kesayangan Anda. Saat memilih makanan kucing kecil atau kitten, seringkali kita dibingungkan dengan jenisnya, mulai dari makanan basah, makanan kering, sampai dengan makanan tanpa biji-bijian, belum lagi dengan pilihan rasanya. Namun, makanan kucing kecil atau kitten terbaik adalah makanan yang diformulasikan khusus sesuai dengan usianya, yaitu dengan kandungan protein, kalsium, magnesium, phosphorous, zinc dan zat besi yang tinggi. Selain itu, makanan kucing kecil juga sebaiknya mengandung vitamin C dan E. Keuntungan Memberikan Makanan Kering • Lebih mudah ditakar • Lebih tahan lama • Membantu menjaga kesehatan gigi karena membuatnya mengunyah dengan aktif • Makanan kering yang berukuran kecil lebih mudah dikunyah dan ditelan Berikut pilihan makanan kucing kecil kering yang bisa Anda coba. Keuntungan Memberikan Makanan Basah • Aroma yang lebih kuat daripada makanan kering • Tekstur yang lebih lembut dari makanan kering • Kandungan air yang tinggi Cara Memberikan Makanan Kucing Kecil atau Kitten Kucing hidup dengan kebiasaan. Oleh karena itu, buatlah ia terbiasa dengan rutinitas sedini mungkin. Sajikan makanan di tempat dan waktu yang sama setiap harinya untuk membuatnya terbiasa. Selain itu, pastikan juga untuk menyajikan makanan di wadah yang selalu bersih. Pilih wadah yang mudah dibersihkan. Beberapa kucing juga cukup pemilih akan wadah makanannya, untuk itu Anda bisa coba beberapa jenis wadah makanan. Penting juga untuk diingat jika Anda memiliki lebih dari satu kucing untuk menyediakan wadah makanan dan minuman yang terpisah agar mereka tidak saling berebut dan bisa mendapatkan ketenangan masing-masing saat makan. Pisahkan wadah makanan mereka masing-masing. Porsi Makanan untuk Kucing Kecil atau Kitten Setelah disapih, kucing kecil akan mulai mengkonsumsi makanan. Berikut panduan untuk memberikan porsi makanan untuk kucing kecil atau kitten: • Sesaat setelah disapih, berikan makanan kucing kecil empat kali dengan porsi kecil setiap harinya. Jika tidak memungkinkan, Anda bisa menyajikan makanan tiga kali setiap harinya • Semakin ia tumbuh, kurangi makanannya menjadi tiga kali sehari. Saat ia sudah berusia enam bulan, Anda bisa memberikan makanan dua kali sehari saja • Pastikan untuk selalu membaca instruksi di balik kotak makanannya. Penting juga untuk menjaga berat badannya yang stabil Treats untuk Kucing Kecil Makanan utama yang lengkap sebenarnya tidak lagi membutuhkan suplemen tambahan. Namun, snacks dapat menjadi cara yang tepat untuk meningkatkan keakraban dengan sang kucing. Selain itu penting juga untuk memperhatikan treats yang diberikan untuk kucing kecil Anda, karena tidak semua treats diperuntukkan untuk anak kucing. Minuman untuk Kucing Kecil atau Kitten Beberapa orang berpikiran bahwa sesaat setelah ia disapih, kucing kecil membutuhkan susu untuk penggantinya. Nyatanya, beberapa anak kucing alergi dengan kandungan gula di dalam kemasan susu dan air putih saja cukup untuk menjadi minuman untuk kucing kecil. Penting untuk menjaga hidrasi kucing kesayangan Anda, oleh karena itu pastikan persediaan air mineral ada di sekitarnya. Mengganti Makanan Kucing Kecil Ke Makanan Dewasa Saat badannya sudah besar, kucing kesayangan Anda mungkin terlihat sudah dewasa, padahal saat usianya masih dibawah satu tahun, ia masih merupakan kucing kecil. Berikut beberapa panduan dan tips untuk memberikan makanan kucing yang masih kecil. Anda bisa memberikannya makanan basah atau kering sesuai dengan kebutuhan dan kesukaannya.
Makanan & Nutrisi
Makanan Kucing Hamil
Makanan Kucing Hamil
2 mins read
Kucing Anda sedang hamil? Yeay! Rasanya pasti tidak sabar menunggu anak-anak kucing yang lucu-lucu dan menggemaskan itu. Tapi, perlu diperhatikan bahwa kucing hamil membutuhkan penanganan dan nutrisi lebih. Selain membutuhkan kenyamanan dan perhatian, ia juga perlu mendapatkan makanan kucing hamil yang dapat menunjang kesehatan dan persiapan kelahiran anak-anaknya. Jika Anda bingung saat memilih makanan kucing hamil, berikut beberapa tips yang bisa membantu Anda dalam memberikan nutrisi untuk kucing hamil. Makanan Anak Kucing Sebagai Makanan Kucing Hamil Saat hamil, induk kucing membutuhkan protein lebih untuk menjaga energinya. Makanan kucing dewasa pada umumnya memang cukup untuk kebutuhan sehari-hari, namun tidak cukup sebagai nutrisi untuk kucing hamil. Justru, nutrisi untuk kucing hamil bisa didapatkan dari makanan anak kucing. Untuk kebutuhan nutrisinya, Anda bisa memberikan makanan anak kucing sebagai makanan kucing hamil dimulai dari masa awal kehamilannya sampai nanti anak-anaknya berhenti menyusu. Selain menjadi nutrisi untuk kucing hamil, memberikan makanan anak kucing sebagai makanan untuk kucing hamil dapat membantu induk kucing menghasilkan susu yang lebih berkualitas dan membantu penyapihan, karena anak-anak kucing akan mencontoh sang induk dan bisa mencoba makanannya. Makanan Basah atau Makanan Kering? Ada dua jenis makanan anak kucing yang bisa Anda berikan, ada makanan basah dan juga makanan kering. Kedua jenis tersebut boleh saja diberikan sebagai makanan kucing hamil. Namun, perlu diperhatikan keduanya memiliki pertimbangannya masing-masing. Makanan basah untuk kucing hamil memiliki kandungan kalori yang lebih rendah per gram-nya dibandingkan makanan kering. Jika kucing Anda lebih menyukai makanan basah, cobalah campurkan sedikit makanan kering ke dalam porsinya untuk memastikan ia mendapatkan energi yang cukup. Beda halnya dalam kandungan air yang dapat menjaga hidrasinya, walaupun makanan kering memiliki kalori yang lebih tinggi, namun saat sang induk diberikan makanan kering, ia harus mengkonsumsi air yang lebih banyak untuk menjaganya tetap terhidrasi. Porsi Makanan Kucing Hamil Saat hamil, porsi makan induk kucing cenderung meningkat dua kali lipat dari biasanya. Dari peningkatan porsi makan ini, seharusnya berat badan sang induk pun juga meningkat, normalnya 40-50% saat masa kehamilan dan menurun kembali saat masa menyusui. Namun, jika pada masa kehamilan ia malah kehilangan berat badan, segera konsultasi ke dokter. Pastikan Ketersediaan Air Mengkonsumsi air yang cukup penting untuk menjaga hidrasi dan menjaga kesehatan kucing hamil, terutama saat ia hanya mengkonsumsi makanan kering. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu menyediakan air bersih di sekitarnya agar ia tidak dehidrasi. Tips Mengganti Makanan Kucing Hamil Salah satu tips dalam memberikan makanan kucing hamil untuk menjaga energinya adalah dengan memberikan porsi makanan kecil namun sering. Selain itu, Anda juga bisa selalu menyediakan makanan kering untuk menjadi snacknya yang bisa dikonsumsi kapanpun ia lapar. Untuk mengganti makanan rutinnya menjadi makanan anak kucing, pastikan Anda melakukan transisi perlahan selama 7-10 hari hingga ia hanya makan makanan anak kucing saja. Transisi perlahan ini berguna untuk menjaga kondisi perutnya agar tidak diare. Jika kucing Anda memiliki perut yang sensitif atau memiliki kondisi tertentu, pastikan Anda sudah berkonsultasi dengan dokter hewan sebelum mengganti formula makanannya. Berikut berbagai pilihan makanan anak kucing yang bisa diberikan sebagai makanan untuk kucing hamil.
Makanan & Nutrisi
Kucing Tidak Mau Makan: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Kucing Tidak Mau Makan: Penyebab dan Cara Mengatasinya
2 mins read
Kucing terkenal sebagai salah satu hewan yang pemilih akan makanan favoritnya, kalau ia diberikan makanan yang tidak ia sukai, biasanya ia hanya mengendus-mengendusnya saja. Kalau kucing tidak mau makan atau sangat rewel, berikut beberapa hal yang bisa Anda coba untuk membuatnya nafsu makan. Penyebab Kucing Tidak Mau Makan Ada beberapa penyebab kucing tidak mau makan, mulai dari kurangnya rutinitas makan atau makan yang tidak terjadwal. Anda bisa mencoba mengatur jadwal makan di tempat dan jam yang sama setiap harinya untuk membangun rutinitas ini. Selain itu, penyebab kucing tidak mau makan lainnya adalah mendapatkan terlalu banyak camilan di luar jam makan. Jika kucing Anda tidak mau makan dan hanya mau makan camilan, berhentilah memberikannya treats, karena ia menganggap mendapatkan hadiah dari penolakannya akan makanan biasanya. Hal terakhir yang menjadi penyebab kucing tidak mau makan adalah ia pemilih akan rasa makannya. Solusinya, Anda bisa coba rasa lain dalam makanannya. Faktor Lingkungan yang Menyebabkan Kucing Tidak Mau Makan Tidak semua penyebab kucing tidak mau makan berasal dari makanannya itu sendiri, namun bisa juga karena faktor lingkungan. Berikut beberapa faktor lingkungan yang menjadi penyebab kucing tidak mau makan: • Wadah makan yang tidak sesuai dengan kesukaannya • Terlalu banyak orang di sekitarnya saat jam makan atau sebaliknya • Wadah yang kotor • Makanan kering yang terlalu lama disajikan sehingga menjadi apek dan tidak renyah lagi • Jika ia tidak mau makan makanan basah kesukaannya, coba cek kembali makanannya dan pastikan diberikan makanan basah yang masih segar • Mendapat makanan dari lingkungan yang tidak terdeteksi: diberikan makan oleh tetangga, atau mendapatkan snack dari tempat lain • Kehilangan nafsu makan karena cuaca yang terlalu panas • Jika memiliki lebih dari satu kucing, pastikan mereka memiliki wadah makanannya masing-masing Cara Mengatasi Kucing yang Susah Makan Jika kucing Anda terus saja rewel dan tidak mau makan, Anda bisa coba untuk mengganti makanannya, mungkin mencoba rasa baru. Anda bisa mengenalkan formula baru ini dalam jangka waktu 7-10 hari hingga ia hanya mengkonsumsi makanan barunya. Jika Anda melihat kucing Anda mengalami kesulitan untuk makan, mungkin kucing kesayangan Anda memiliki masalah gigi yang membuatnya sulit atau tidak bisa mengunyah. Cobalah untuk memperhatikan gusi kucing kesayangan Anda dan cara menjaga kesehatan giginya. Jika Kucing Anda Tidak Mau Makan dalam Waktu 24 Jam atau Lebih Jika kucing kesayangan Anda tidak mau makan lebih dari 24 jam, atau makan dengan porsi yang jauh lebih sedikit, kunjungi dokter hewan langganan Anda, karena sakit bisa menjadi menjadi salah satu penyebab kucing tidak mau makan. Untuk Anda yang sedang mencari rekomendasi makanan kucing, berikut beberapa makanan kucing yang bisa dicoba.
Perilaku & Pelatihan
Berbagai Hal Tentang Steril Kucing yang Perlu Diketahui
Kucing Cacingan? Bagaimana Cara Mengatasinya?
2 mins read
Cacing pada kucing yang paling umum adalah cacing gelang dan cacing pita. Keduanya menyebabkan ketidaknyamanan pada kucing, mulai dari lesu sampai penurunan berat badan. Jika Anda melihat ciri-ciri cacingan pada kucing, Anda bisa segera membawa kucing kesayangan Anda ke dokter hewan. Cacing Kucing dan Penyebab Kucing Cacingan Cacing gelang (Toxocara cati dan Toxascaris leonina) adalah dua jenis parasit yang paling umum pada anak kucing dan kucing dewasa. Cacing kucing jenis ini berukuran panjang, putih dan terlihat seperti spaghetti. Telur cacing ini biasanya berpindah melalui feses dan dapat hidup hingga bertahun-tahun di dalam tanah. Biasanya, kucing cacingan dapat terinfeksi melalui tiga cara utama berikut: • Menjilat kaki yang melangkah di atas tanah yang terkontaminasi • Menelan sesuatu yang mengandung telur cacing • Menelan larva cacing yang ada dalam air susu induknya (Toxocara cati) Jenis cacing kucing lain yang umum ditemukan adalah cacing pita (Dipylidium caninum dan Taenia taeniaeformis). Cacing pita ini berukuran panjang, pipih dan terdiri dari beberapa segmen yang mengandung telur. Segmen-segmen ini berjatuhan ke kotoran dan menyerupai butiran beras yang kadang-kadang terlihat merangkak di sekitar anus kucing atau di tempat tidurnya. Cacing kucing memiliki ukuran yang beragam yang biasanya berwarna putih dan beberapa diantaranya terlihat seperti butiran beras putih. Untuk cacing pita, biasanya ia dapat tumbuh panjang hingga 10 cm. Untuk melengkapi siklus hidupnya, cacing pita membutuhkan inang perantara untuk memakan telurnya, termasuk kutu dan hewan pengerat. Nah, saat kucing kesayangan Anda memakan inang perantara inilah proses infeksi terjadi. Jika kucing Anda terindikasi memiliki kutu, ia mungkin membutuhkan pengobatan untuk cacing pita dan sebaliknya. Ciri Ciri Cacingan Pada Kucing Berikut ciri ciri cacingan pada kucing yang bisa Anda perhatikan: • Kucing cacingan mungkin masih memiliki nafsu makan, namun justru berat badannya terus menurun, dan perutnya membuncit • Rambut terasa lebih kasar • Diare • Terlihat adanya cacing pada kotoran kucing, bagian anus, atau dekat tempat tidurnya • Kucing Anda terlihat lebih lesu, kurang energi dan kurang tertarik akan hal-hal yang biasanya ia sukai • Menyeret-nyeret diri di karpet, terutama bagian belakangnya Cara Mengatasi Kucing Cacingan Ada banyak perawatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi kucing cacingan, mulai dari obat-obatan cair, krim, butiran, tablet, bahkan cairan yang akan direkomendasikan oleh dokter hewan Anda Cacing gelang pada umumnya sering menyerang anak kucing, makanya sangat disarankan untuk memberikan perawatan cacing sejak usia dini, sejak usia dua hingga delapan minggu, lalu setiap bulan hingga ia berusia enam bulan, dan kemudian satu hingga tiga bulan sekali. Biasanya, anak kucing membutuhkan perawatan cacing pita jika ia memiliki kutu. Sedangkan, untuk kucing dewasa, berikan perawatan setiap satu hingga tiga bulan untuk mengatasi cacing pita dan cacing gelang. Dampak Kucing Cacingan Pada Kesehatan Manusia Cacing kucing dapat mempengaruhi kesehatan manusia, oleh karena itu, sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut: • Jauhkan anak-anak di dekat kotoran kucing • Tutupi mainan anak-anak saat tidak digunakan • Gunakan sarung tangan saat berkebun • Bersihkan tempat kotoran setiap hari Mengatasi kucing cacingan sebenarnya cukup sederhana, hanya perlu memperhatikan beberapa penyebab kucing cacingan dan lebih menjaga kebersihan. Selain itu, agar kucing Anda terhindar dari penyakit cacingan, pastikan untuk selalu memberikannya makanan kucing yang bergizi. Untuk Anda yang sedang mencari rekomendasi makanan kucing, berikut beberapa rekomendasi makanan kucing yang bisa dicoba.
Kesehatan
Berbagai Hal Tentang Steril Kucing yang Perlu Diketahui
Berbagai Hal Tentang Steril Kucing yang Perlu Diketahui
3 mins read
Kucing di bawah usia satu tahun memang masih dikategorikan sebagai anak kucing, namun di usia empat sampai enam bulan, kucing tersebut sudah mencapai kematangan seksual, sehingga tidak menutup kemungkinan ia bisa hamil dan menghamili kucing lain. Jika Anda khawatir dengan kehamilan yang tidak direncanakan atau penularan penyakit tertentu, sebaiknya Anda perlu mempertimbangkan melakukan steril pada kucing, terlebih lagi jika kucing Anda berkeliaran di luar rumah, atau Anda memiliki lebih dari satu kucing dengan jenis kelamin berbeda. Apa Itu Steril Kucing? Steril pada kucing adalah sebuah operasi yang dilakukan pada kucing jantan dan betina dengan menghilangkan organ reproduksi seksualnya. Setelah melakukan steril, nantinya kucing Anda tidak lagi bisa merasakan birahi, hamil, atau menghamili kucing lain. Proses steril baik pada kucing jantan dan betina berbeda, steril pada kucing betina biasanya lebih kompleks dengan pengangkatan ovarium atau bahkan juga pengangkatan rahim. Proses ini biasanya juga melibatkan sayatan kecil di sisi kiri atau bagian bawah sepanjang tengah tubuhnya. Sedangkan, steril kucing laki-laki cenderung lebih sederhana, yaitu pengangkatan testisnya dan tidak membutuhkan jahitan. Apakah Steril Pada Kucing Itu Sakit? Sebagai bagian dari operasi, melibatkan anestesi agar ia tidak merasakan sakit. Setelah itu, kucing Anda juga akan mendapatkan suntikan pereda nyeri dan obat-obatan anti inflamasi. Mengingat proses steril jantan cenderung lebih sederhana, biasanya kucing jantan hanya akan diberikan obat-obatan untuk satu hari saja, sedangkan kucing betina harus minum obat hingga tiga hari. Manfaat Steril Selain mengurangi risiko kehamilan yang tidak direncanakan, melakukan steril juga dapat membantu kucing mengurangi risiko terkena penyakit tertentu dan memberikan beberapa manfaat sebagai berikut: • Mengurangi risiko buang air kecil sembarangan oleh kucing jantan yang menunjukan ciri-ciri ia sedang birahi • Mengurangi risiko kabur dari rumah • Lebih perhatian, terutama kucing perempuan yang menjadi lebih lembut • Mengurangi risiko beberapa penyakit, termasuk leukimia dan aids kucing • Mengurangi risiko infeksi rahim pada kucing betina • Mengurangi perkembangan kanker payudara pada kucing betina jika ia disteril saat masih kecil Kapan Steril Kucing Bisa Dilakukan? Sebaiknya, steril dilakukan sebelum ia pubertas yang biasanya terjadi pada usia empat hingga enam bulan. Beberapa komunitas pecinta hewan dan dokter hewan menyarankan untuk mensteril kucing sejak usia 12 minggu, atau bahkan lebih awal. Biasanya, tanda kucing betina sudah mengalami pubertas adalah saat ia mulai mengeong lebih keras, sedangkan tanda kucing jantan sedang birahi adalah saat ia suka buang air kecil sembarangan untuk menandai wilayahnya. Jika Anda khawatir kucing betina Anda mengalami kehamilan tanpa perencanaan, sebaiknya jagalah kucing Anda tetap di dalam rumah sampai ia disteril. Bagaimana Cara Mensteril Kucing? Anda bisa melakukan steril di dokter hewan. Biasanya, dokter hewan akan melakukan pengecekan awal sebelum melakukan sterilisasi. Sebelum melakukan operasi, kucing Anda diharapkan untuk berpuasa selama beberapa jam sebelumnya. Biasanya, biaya steril kucing beragam, tergantung dengan lokasinya. Selain itu, biaya steril betina dan jantan pun juga berbeda, mengingat kerumitan tingkat operasi dan juga waktu penanganannya. Dampak Setelah Kucing Disteril Jika kucing Anda mengantuk setelah operasi, ini merupakan hal yang wajar dan akan kembali dalam waktu beberapa hari. Selama masa pemulihan, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan setelah melakukan steril pada kucing: • Perhatikan kebiasaan buang air kecil kucing Anda, jika ia membuang air kecil lebih sering atau bahkan mengeluarkan darah, segera hubungi dokter, karena beberapa kucing bisa mengalami masalah saluran kemih setelah steril. • Kucing yang sudah disteril cenderung lebih pasif, jadi sangat umum jika ia mengalami kenaikan berat badan. Sebaiknya, tetap ajaklah ia jalan-jalan dan sedikit bermain agar ia tetap berolahraga. Bagaimana Jika Kucing Saya Tidak Disteril? • Masa birahi biasanya datang setiap tiga minggu. Saat kucing betina birahi, biasanya ia akan mengeong lebih kencang dan menjadi lebih aktif. • Kucing jantan yang sedang birahi cenderung akan menghampiri lawan jenisnya. Oleh karena itu, jagalah kucing betina Anda dari kucing jantan liar yang sedang birahi. • Kucing betina bisa hamil sebanyak tiga kali dalam setahun dan bisa melahirkan hingga 6 anak kucing setiap kelahirannya. • Kucing yang sedang birahi cenderung suka kabur dari rumah. • Kucing jantan yang sedang birahi cenderung lebih agresif dan mudah berkelahi dengan kucing lain. • Kucing betina yang tidak disteril memiliki risiko lebih tinggi terkena tumor payudara pada usia 6-7 tahun. Rutin periksa apakah ada benjolan di area payudara kucing betina Anda secara teratur. Bagaimana Jika Kucing Saya Sudah Terlanjur Hamil? Biasanya, tanda-tanda kucing sedang hamil terlihat pada 2-3 minggu masa kehamilan. Melakukan steril saat kucing hamil sangatlah memungkinkan, ini akan menghentikan masa kehamilannya dan menghindari kehamilan di kemudian hari. Namun, sebelum melakukan suatu tindakan, sebaiknya lakukan konsultasi terlebih dulu dengan dokter hewan. Keputusan untuk melakukan steril kucing berada di tangan pemiliknya. Sebelum ia mencapai masa pubertas, sebaiknya Anda sudah memiliki keputusan apakah ingin melakukan sterilisasi pada kucing Anda.
Kesehatan
Cara Memotong Kuku Kucing Kesayangan Anda
Cara Memotong Kuku Kucing Kesayangan Anda
2 mins read
Anak kucing dan kucing dewasa sama-sama membutuhkan perawatan kuku, apalagi mereka hobi menggaruk-garuk yang membuat kukunya kotor dan tajam. Kuku kucing yang terlalu panjang bisa patah, luka, atau bahkan tumbuh di dalam dagingnya yang membuat sang kucing tidak nyaman. Lalu, apa tanda yang harus diperhatikan saat potong kuku kucing? Anda dapat melakukan pengecekan apakah kuku kucing sudah panjang dan tajam. Cara memotong kuku kucing sebenarnya cukup sederhana, tapi harus tetap berhati-hati karena beberapa kucing tidak menyukai kegiatan yang satu ini. Berikut beberapa tips jika Anda ingin coba potong kuku kucing di rumah. Memotong Kuku Kucing di Rumah Pengalaman pertama memotong kuku kucing bisa jadi pengalaman yang mendebarkan. Tapi, dengan persiapan yang matang, menjaganya tetap tenang dan mengikuti beberapa langkah mudah ini, Anda bisa memotong kuku kucing dengan mudah. Hal yang Perlu Diperhatikan Kunci utama adalah tetap tenang. Jika kucing Anda terlihat gelisah, stress, takut, atau bahkan mencoba menggigit Anda, jangan memaksakan diri untuk tetap mencoba potong kuku kucing sendiri. Jika tidak yakin, sebaiknya potong kuku kucing di dokter hewan, karena mereka memiliki cara tersendiri untuk potong kuku kucing dengan cepat dan mudah tanpa membuat kucing stres. Jika Anda sudah siap untuk coba potong kuku kucing sendiri di rumah, perhatikan beberapa hal berikut: Cara Memotong Kuku Kucing di Rumah: • Pastikan untuk menggunakan potong kuku khusus untuk hewan, dan pastikan guntingnya sudah tajam dan bisa digunakan seefektif mungkin. • Posisikan yang nyaman dan aman, bisa duduk di pangkuan, atau tiduran yang nyaman. • Minta bantuan teman atau anggota keluarga di rumah untuk memegang kepala kucing atau kaki kucing agar ia tidak memberontak atau bergerak sembarangan. • Pegang bagian telapak kaki (paw), lalu tekan perlahan hingga bagian kuku terlihat. • Mulai gunting kuku dari bagian ujung, gunting dengan sudut sekitar 45 derajat. Seberapa Sering Harus Memotong Kuku Kucing? Umumnya, kuku kucing butuh dipotong sebulan sekali. Apa yang Harus Dilakukan Jika Kuku Kucing Berdarah? • Segera ambil permangas kalium (PK) yang bisa didapatkan di klinik dokter hewan. Jika tidak sengaja memotong kukunya terlalu dalam, siapkan bola kapas. • Jika berdarah, jangan panik. Perlahan aplikasikan stik perak nitrat ke bagian ujung cakar kucing dan tekan dengan bola kapas sebentar. • Jika pendarahannya tidak berhenti, segera hubungi dokter hewan untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut. • Stik perak nitrat ini sedikit terasa menyengat, untuk itu minta bantuan seseorang untuk menggendong kucing jika dibutuhkan. Tips & Trik Memotong Kuku Kucing • Jangan lupa memotong kuku kelima kucing yang bernama dew claw yang letaknya agak tersembunyi. Jika lupa dipotong, kuku ini akan tumbuh menjadi daging lunak dan bisa membuatnya tidak nyaman, seperti cantengan bagi kita. • Rasa khawatir dan deg-degan itu wajar, jangan khawatir, lama-lama akan terbiasa. • Biasakan rutinitas potong kuku sedini mungkin untuk membuatnya terbiasa. • Berikan treats setelah proses potong kuku selesai supaya ia menganggapnya sebagai pengalaman yang menyenangkan. • Jangan lupa untuk mengecek bagian telapak kaki kucing (paw). • Cek juga bagian sela-sela jari kakinya untuk memastikan tidak ada luka atau rasa sakit. Jika menemukan sesuatu yang janggal, segera hubungi dokter hewan. Untuk pertama kali, memotong kuku kucing memang cukup menegangkan. Jadi, jangan khawatir dan tetaplah tenang. Jika butuh bantuan, Anda bisa mengunjungi dokter hewan. Itulah hal-hal yang harus Anda perhatikan ketika memotong kuku kucing kesayangan. Tidak lupa, berikan makanan kucing bernutrisi tinggi untuk menjaga kesehatan kuku, rambut, dan kulit kucing kesayangan Anda.
Kesehatan
Penyebab Anjing Muntah dan Cara Mengatasinya
Penyebab Anjing Muntah dan Cara Mengatasinya
3 mins read
Ada banyak penyebab anjing sampai muntah, salah satunya saat ia mengkonsumsi makanan terlalu cepat, mengkonsumsi hal asing yang ada di depannya seperti kotoran anjing lain atau bahkan tisu toilet, dan benda asing lainnya. Namun, tidak jarang juga anjing sampai muntah karena kondisi kesehatannya. Saat anjing Anda muntah, sistem pencernaannya sedang bekerja untuk melawan atau mengeluarkan hal-hal yang tidak bisa dicernanya atau bisa juga menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan, seperti penyakit. Lalu, apa yang harus dilakukan? Bagaimana cara membedakan penyebab anjing muntah karena makan sembarangan atau karena hal serius yang menyangkut kesehatannya? Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Perbedaan Saat Anjing Muntah dan Regurgitasi Saat anjing mulai muntah, ia sedang mengeluarkan sesuatu secara paksa dari perutnya, biasanya yang dikeluarkan adalah makanan yang sebagian sudah dicerna. Sebelum anjing muntah, biasanya ia menunjukan beberapa tanda seperti meneteskan air liur, mengeluarkan suara atau melakukan retching, hingga mengalami kontraksi perut. Sedangkan, saat regurgitasi, ia sedang membuang makanan yang tidak tercerna, biasanya makanan tersebut baru mencapai lambung atau masih di kerongkongan. Hal ini umum terjadi saat anjing kesayangan Anda makan terlalu cepat. Biasanya, saat anjing regurgitasi, benda tersebut masih berbentuk cukup utuh yang menunjukan bahwa ia tidak tercerna dengan baik. Hal ini terjadi sesaat setelah ia makan dan kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan, beda halnya jika muntah yang bisa menjadi tanda beberapa penyakit. Penyebab Anjing Muntah Ada berbagai alasan anjing Anda muntah, beberapa alasan yang seringkali ditemukan adalah: • Mengkonsumsi sesuatu yang tidak seharusnya ia makan • Parasit usus, termasuk cacing gelang, cacing hati, cacing pita, cacing tambang dan cacing cambuk. Biasanya akan ada beban cacing yang sangat berat sebelum ia muntah • Menelan benda asing, termasuk mainan, tongkat atau tulang • Mabuk perjalanan • Serangan jantung yang biasanya terjadi saat meninggalkan anjing di dalam mobil dengan kondisi terlalu panas • Reaksi pada obat-obatan atau anestesi • Infeksi virus, seperti rotavirus • Infeksi bakteri, termasuk leptospirosis, colibacillosis and salmonellosis • Menelan sesuatu yang beracun untuk anjing • Pankreatitis atau radang pankreas • Kembung, yang biasanya terjadi saat ia makan terlalu cepat atau berlebihan • Masalah saluran pencernaan, seperti Inflammatory Bowel Disease • Penyakit lain atau kondisi metabolik Kapan Harus Khawatir Saat? Jika anjing mulai muntah secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda ia sedang tidak enak badan, Anda tidak perlu khawatir. Namun sebaliknya, berikut tanda-tanda yang menunjukan Anda harus segera mengunjungi dokter: • Saat Anda merasa ia telah menelan benda asing atau sesuatu yang beracun • Ada darah di kotoran atau muntahnya • Muntah lebih sering • Terus menerus muntah tanpa ada cairan lain yang keluar • Ia terlihat kesakitan atau tidak nyaman • Ia terlihat depresi dan tidak berenergi • Dehidrasi • Kehilangan berat badan dan nafsu makan • Demam atau panas • Kejang Jika anjing kesayangan Anda muntah dan menunjukan tanda-tanda di atas, segera periksakan ke dokter hewan terdekat. Tanda-tanda ini bisa jadi mengarah pada kondisi kesehatan yang serius seperti gastrointestinal atau obstruksi, gagal ginjal, gagal hati atau bahkan kanker anjing. Jika memang ada kecenderungan atas kondisi tersebut, memberikan perawatan sedini mungkin merupakan hal yang tepat. Perawatan Anjing Saat Muntah Mengingat ada banyak penyebab anjing muntah, oleh karena itu banyak juga perawatan yang bisa dilakukan. Umumnya, penyebab muntah adalah peradangan pada perut. Jika ini sebabnya, salah satu perawatan yang perlu dilakukan adalah memberikannya diet lunak, seperti ayam rebus, nasi putih, ubi jalar atau makanan khusus saluran pencernaan yang diresepkan dokter hewan yang disertai dengan obat anti mual. Jika anjing Anda mengalami dehidrasi, bisa jadi ia harus diinfus. Jika serius, mungkin ia harus menjalani operasi atau dirawat di klinik dokter hewan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Jika Anda sedang mencari produk untuk membantu pencernaan anjing kesayangan Anda, beberapa produk yang bisa Anda coba bisa ditemukan pada halaman ini.
Kesehatan
Memberikan Makanan Kucing Menyusui yang Tepat
Memberikan Makanan Kucing Menyusui yang Tepat
3 mins read
Kehamilan adalah sebuah pengalaman yang menyenangkan tapi juga melelahkan, terutama untuk Anda dan juga kucing Anda. Selama masa kehamilan, induk kucing membutuhkan nutrisi penuh agar ia bisa melahirkan anak-anak kucing yang sehat. Nutrisi pada induk kucing dapat menambah kekuatan untuk melahirkan dan merawat anak-anaknya. Makanan yang biasa Anda berikan untuk induk kucing mungkin cukup untuk asupan hariannya, namun tidak cukup sebagai makanan kucing menyusui dan kucing hamil. Untuk memastikan kekuatan sang induk dan kesehatan anak-anaknya, sebaiknya berikan formula baru yang sesuai dengan kebutuhan. Kitten food atau makanan anak kucing menjadi sumber nutrisi yang baik sebagai makanan kucing menyusui dan kucing hamil. Anda bisa memberikan kitten food pada induk kucing mulai dari masa kawinnya hingga beberapa minggu setelah ia melahirkan. Seberapa Banyak Porsi yang Harus Diberikan untuk Kucing Hamil? Porsi makanan induk kucing umumnya terus bertambah sejak masa perkawinan hingga kehamilannya. Jika Anda memberikan makanan yang cukup, biasanya kucing Anda tau kapan waktu lapar dan kapan harus berhenti. Saat memilih jenis kitten food, pastikan Anda memberikan jenis makanan kesukaannya, baik itu makanan basah atau kering. Umumnya, makanan kering mengandung kalori yang lebih banyak dibandingkan makanan basah. Nah, jika kucing Anda sedang dalam diet yang hanya mengkonsumsi makanan basah, pastikan Anda memberikan porsi yang lebih banyak. Anda juga bisa mencampurkan sedikit makanan kering ke dalam makanannya supaya ia mendapatkan nutrisi terbaik dari kedua jenis makanan tersebut. Selain itu, penting juga untuk memperhatikan kandungan air yang ia dapatkan, terutama saat induk kucing hanya mengkonsumsi makanan kering. Cobalah untuk melakukan transisi yang halus dalam periode 7-10 hari. Selama waktu itu, Anda bisa menambahkan formula baru sedikit demi sedikit hingga ia terbiasa. Dengan waktu dan kesabaran, pendekatan ini bisa membantunya beradaptasi dengan formula makanan baru. Untuk menjaga energinya, berikan makanan dengan porsi sedikit namun sering. Usahakan untuk selalu menyediakan makanan dan minuman yang bisa dikonsumsi kapanpun ia inginkan. Biasanya, perkembangan anak kucing dimulai pada usia sembilan minggu pada masa kehamilan. Oleh karena itu, penting untuk menjaga asupan makan sang induk yang bertambah dari waktu ke waktu. Dengan bertambahnya porsi makan dari waktu ke waktu dan berkurangnya aktivitas sang induk saat menyusui, hal ini memungkinkan adanya kenaikan berat badan. Tentunya, hal ini normal dan berat badannya akan kembali normal perlahan pada 3-4 minggu di masa ia menyusui. Pada masa akhir kehamilannya, induk kucing mungkin akan mengalami penurunan nafsu makan, hal ini merupakan tanda-tanda bahwa ia akan segera melahirkan. Walaupun ia tidak nafsu makan, usahakan untuk selalu menyediakan makanan dan minuman di sekitarnya karena ia tetap membutuhkan nutrisi cukup dalam masa kehamilannya. Jika Anda melihat tanda-tanda ia sangat tidak nafsu makan atau bahkan berat badannya menurun, segera konsultasikan ke dokter hewan. Seberapa Banyak Porsi yang Harus Diberikan untuk Kucing Menyusui? Perlu diketahui bahwa induk menjadi sumber utama nutrisi bagi anak-anak kucing pada delapan minggu pertamanya. Menjaga nutrisi kucing menyusui sama dengan membantu menjaga nutrisi anak-anak kucing. Dalam masa kehamilannya, kucing hamil biasanya akan makan empat kali lebih banyak dari porsi normalnya sebelum hamil. Saat memberikan makanan kucing menyusui, mulailah dengan porsi normalnya dan tambahkan sedikit demi sedikit seiring berjalannya waktu. Supaya ia tidak dehidrasi, Anda bisa menambahkan sedikit air ke dalam makanannya (baik makanan basah ataupun kering). Cara ini juga bisa menarik perhatian anak kucing untuk mau mencoba makanan tersebut karena teksturnya yang lunak sehingga mudah dicernanya. Setelah melahirkan, produksi susu sang induk biasanya akan berhenti setelah 6-8 minggu, saat itulah Anda bisa mulai mengurangi porsi makannya hingga kembali seperti sebelum hamil dan mengembalikan jenis makannya ke makanan dewasa. Seperti di awal kehamilan, butuh waktu untuk mengenalkan kembali makanan dewasa perlahan, selama 7-10 hari. Jika Anda khawatir akan kenaikan atau penurunan berat badan yang berlebihan pada sang kucing, Anda bisa menggunakan alat pengkondisian tubuh untuk informasi lebih lanjut atau berkonsultasi dengan dokter hewan untuk mendapatkan rekomendasi nutrisi yang tepat sebagai makanan kucing setelah melahirkan. Untuk Anda yang sedang mencari rekomendasi makanan kucing menyusui, berikut beberapa rekomendasi makanan anak kucing yang bisa dicoba.
Kesehatan
Makanan Kucing Umur 2 Bulan
Makanan Kucing Umur 2 Bulan
4 mins read
Anak kucing memang terlihat sangat kecil, tapi dalam waktu singkat, mereka bisa tumbuh sangat cepat, bahkan dalam waktu 6 bulan, tubuhnya akan berkembang dan mencapai 75% massa tubuh kucing dewasa. Oleh karena itu, dalam usianya yang masih kecil, seperti kucing umur 2 bulan, memberikan makanan dengan kaya nutrisi sangatlah penting. Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk memberikan makanan kucing umur 2 bulan yang tepat. Pilihan yang Bisa Diberikan untuk Anak Kucing Ada banyak sekali pilihan makanan anak kucing sesuai dengan kebutuhannya, namun pilihan terbaik adalah memberikan makanan sesuai umurnya. Makanan kucing umur 2 bulan tentunya berbeda dengan makanan kucing 8 bulan. Makanan anak kucing biasanya mengandung protein tinggi, kalsium, magnesium, phosphorus, zinc dan zat besi yang tinggi yang membantu menumbuhkan tulang dan gigi yang kuat serta vitamin C dan E untuk membantu sistem imunnya. Ada dua jenis makanan kucing yang bisa Anda dapatkan, yaitu makanan kering atau basah. Tidak ada peraturan jenis apa yang harus diberikan pada anak kucing umur 2 bulan, sehingga Anda dan kucing bebas menentukan, kecuali ada kondisi kesehatan tertentu. Keuntungan Memberikan Makanan Kering untuk Anak Kucing ● Lebih mudah diukur, disajikan, dan lebih tahan lama disimpan. ● Dapat melatih gigi karena ia akan lebih aktif mengunyah dan dapat mengurangi plak gigi. ● Makanan kering dengan ukuran kecil lebih mudah dikunyah dan ditelan oleh anak kucing. Keuntungan Memberikan Makanan Basah pada Anak Kucing ● Aroma yang lebih menggoda dan tekstur yang lebih mudah dikunyah. ● Lebih praktis digunakan untuk sekali saji dan membuatnya selalu mendapatkan makanan baru. ● Menambah kandungan cairan. Cara Memberi Makan Anak Kucing Pada dasarnya, kucing adalah makhluk yang hidup dengan kebiasaan. Jadi, mengenalkan kebiasaan sedini mungkin akan memudahkan Anda. Menyajikan dan Menyimpan Makanan kucing umur 2 bulan ● Sajikan di tempat dengan suhu ruangan untuk meningkatkan aroma dan menjaga teksturnya. ● Jika menyimpan makanan basah di kulkas, diamkan satu jam atau microwave hingga bersuhu ruangan. ● Usahakan tidak menyimpan makanan basah yang sudah dibuka lebih dari 24 jam karena makanan basah umumnya lebih cepat basi. ● Makanan kering bisa ditinggalkan seharian tanpa basi atau rusak. Simpan makanan kering di tempat yang kering dan bersih di kotak kedap udara. Berapa Banyak Porsi yang Harus Diberikan untuk Anak Kucing? Jika kucing Anda tumbuh pesat, porsi makannya pasti juga cenderung besar. Berikut beberapa tips yang bisa Anda simak untuk mengetahui porsi yang perlu diberikan untuk anak kucing. ● Empat porsi kecil setiap hari adalah porsi ideal untuk anak kucing yang sudah berhenti menyusu. Jika tidak memungkinkan, tiga hari sekali juga cukup, namun pastikan ada makanan kering yang selalu siap sedia. ● Semakin dewasa, kurangi makanannya menjadi tiga kali sehari. Setelah 6 bulan, jadwalkan makanannya menjadi dua kali sehari. Perlu diingat bahwa kucing terbiasa untuk makan sedikit namun rutin. ● Selalu baca instruksi penyajian. Gunakan alat body conditioning untuk memantau perkembangannya. Jika merasa ia mengalami overweight atau underweight, segera konsultasi ke dokter hewan. Mengatasi Kucing yang Pemilih Beberapa kucing suka mengendus-endus makanannya dan cukup pemilih. Berikut beberapa tips untuk mengatasi kucing yang pemilih: ● Ubah jam makan kucing setelah jam makan semua anggota rumah sudah selesai. Sajikan makanan di tempat yang tenang. ● Coba ganti makanan basah ke makanan kering, atau coba rasa yang lain. ● Pastikan wadah makanannya bersih dari sisa makanan sebelumnya atau coba pakai wadah baru. ● Makanan kering yang didiamkan terlalu lama bisa jadi apek, terutama saat cuaca panas. Coba berikan porsi baru. ● Sajikan makanan basah dengan suhu ruangan karena aromanya yang lebih menarik perhatian. ● Kucing yang berkeliaran di luar bisa mengkonsumsi lebih banyak camilan, apalagi saat cuaca luar sangat panas. Apa Minuman Anak Kucing? Umumnya, anak kucing tidak membutuhkan susu setelah ia disapih. Bahkan, anak kucing dan kucing dewasa bisa jadi intoleran dengan kandungan gula di dalam susu yang bisa menyebabkan diare. Jika Anda ingin memberikan susu, pastikan susu tersebut memang dibuat khusus untuk anak kucing. Anak kucing hanya membutuhkan air putih. Sediakanlah air putih di sekitarnya, di tempat yang jauh dari wadah makanannya dan kotak kotorannya. Pastikan wadah air minumnya cukup rendah dan mudah digapai oleh anak kucing. Mengganti Makanan Anak Kucing Sistem pencernaan anak kucing pada dasarnya sangat sensitif, oleh karena itu usahakan untuk memberi makanan yang sama untuk anak kucing. Jika harus mengganti makanan, berikut langkah yang bisa dilakukan: ● Sajikan makanan lama dan baru dalam wadah terpisah. Biarkan ia mencicipinya. ● Setelah ia mencicipinya, perlahan campurkan sedikit kandungan makanan baru ke dalam makanan lamanya. ● Dalam jangka waktu 7-10 hari, tambahkan porsi makanan baru dan kurangi porsi makanan lama hingga ia hanya mengkonsumsi makanan baru saja. Saat ada perubahan makanan, perhatikan kondisinya, jika ia berhenti makan atau porsi makannya berkurang, segera kunjungi dokter hewan. Jika Anda mengganti makanan basah ke makanan kering, perlu diingat bahwa kucing Anda akan mengunyah lebih aktif dan membutuhkan lebih banyak air. Selain itu, makanan kering biasanya memberikan energi lebih banyak, jadi sebaiknya tambahkan kandungan makanan basah agar bisa mendapatkan kalori. Berapa pun usia kucing Anda, pastikan ia mengkonsumsi air yang cukup. Kapan Harus Memberikan Makanan Dewasa pada Anak Kucing? Kucing yang berusia enam hingga delapan bulan mungkin terlihat besar, namun sebenarnya mereka masih tergolong sebagai anak kucing atau kitten, karena tulang mereka masih dalam pertumbuhan. Selama 12 bulan, tetaplah berikan kitten food sebelum menggantinya ke makanan dewasa. Berikut rekomendasi Makanan kucing umur 2 bulan yang bisa Anda pertimbangkan.
Kebutuhan Anak Kucing

Pagination

  • First page
  • Previous page
  • …
  • Halaman 57
  • Halaman 58
  • Halaman 59
  • Halaman 60
  • Halaman 61
  • Halaman 62
  • Halaman 63
  • Halaman 64
  • Halaman 65
  • …
  • Next page
  • Last page
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.