Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content
Tips for staying in a dog friendly hotel
Penyakit Anjing Dan Kucing Di Musim Hujan
3 mins read
Oleh Drh. Tika L. Putri Pet Owners harus lebih waspada di musim hujan ini karena banyak penyakit yang bisa menyerang anjing dan kucing peliharaan. Udara yang lembab pada musim hujan akan meningkatkan pertumbuhan jamur, bakteri, dan virus yang dapat menyebabkan beberapa penyakit. Berikut ini beberapa penyakit yang ada di musim hujan: • Dermatifitosis Dermatofitosis merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur. Ciri-ciri penyakit kulit akibat jamur adalah kulit akan menjadi kemerahan, terasa gatal sehingga digaruk dan teerdapat ketombe atau kerak-kerak pada kulit. Penyakit kulit ini dapat dicegah dengan menjaga kondisi kulit dan bulu agar tetap kering. Pet Owners harus memandikan anjing dan kucing dengan shampo yang memiliki formula anti jamur dan bakteri. Jika kucing/anjing peliharaan memiliki kulit yang sensitif, berikan dog food/cat food khusus untuk kulit sensitif. Seperti PRO PLAN Select Adult Sensitive Skin & Stomach Formula dan Pro Plan Adult Sensitive Skin and Stomach. • Pneumonia Pnemonia merupakan radang pada paru-paru yang umumnya disebabkan oleh bakteri. Penyakit ini seringkali menyerang puppy maupun kitten, tetapi kucing anjing dewasa tetap berisiko terkena penyakit ini. Gejala yang timbul yaitu batuk, penurunan nafsu makan, serta kesulitan bernafas. Kebiasaan hewan peliharaan sering tidur dilantai tanpa tempat tidur atau hewan peliharaan yang terkena angin dingin meningkatkan resiko timbulnya penyakit ini. Pet Owners, selalu berikan alas atau tempat tidur dikandang dan hindarkan hewan kesayangan dari angin malam. • Panleukopenia Penyakit ini disebabkan oleh virus dan menyerang saluran pencernaan kucing. Gejala yang timbul yaitu kucing tidak mau makan, lemas, muntah dan diare darah. Penyakit ini dapat dicegah dengan pemberian vaksin yang berlabel RCP atau RCPCh dimana huruf P menandakan panleukopenia. • Cat flu Flu pada kucing umumnya disebabkan oleh bakteri Chlamydia dan virus (Calicivirus dan Rhinotracheitis). Gejala yang timbul yaitu demam, tidak nafsu makan, bersin-bersin, mata berair/belekan, infeksi pada telinga, terdapat leleran hidung dan sariawan (berliur dan timbul bau mulut). Salah satu cara mencegahnya adalah melakukan vaksinasi secara rutin pada kucing peliharaan. Vaksin yang diberikan dilabelnya terdapat RCPCh (Rhinotracheitis, Calici, panleukopenia, dan Chlamydia). • Parvo dan Distemper Kedua penyakit ini disebabkan oleh virus dan menyerang anjing pada semua usia, terutama anak anjing ketika tubuhnya sedang lemah. Cuaca dingin, lembab dan berangin dapat menurunkan daya tahan tubuh. Gejala yang timbul jika terkena parvo yaitu tidak nafsu makan, muntah, dan diare darah. Sedangkan gejala yang timbul jika terkena distemper yaitu mata belekan, keluar leleran hidung, bersin-bersin (gejala pernafasan), muntah serta diare (gejala pencernaan), timbul bintik-bintik merah pada kulit, pad mengeras (distemper kulit) dan kejang-kejang (gejala syaraf). Pencegahannya adalah harus vaksinasi untuk kedua penyakit ini dan rutin diulang setiap tahun. Vaksin yang diberikan dilabelnya tercantum DHPPi (Distemper, Hepatitis, Parvo dan Parainfluenza). Jaga daya tahan tubuhnya, beri nutrisi yang lengkap dan seimbang. • Leptospirosis Leptospirosis adalah penyakit yang menyerang anjing, kucing dan juga manusia. Penyebabnya adalah bakteri Leptospira sp. yang umumnya terdapat pada air seni tikus. Penularan terjadi melalui kontak langsung dengan urin anjing dan kucing yang infeksi, kontak kelamin pada saat pacak (musim kawin) dan luka gigitan. Penularan secara tidak langsung terjadi karena terkontaminasinya sumber air, tempat makan minum dan kandang. Bakteri ini menyebabkan kerusakan pada hati dan ginjal. Gejala yang terlihat yaitu kulit hewan menguning, muntah dan diare. Tingkat kematian karena penyakit ini sangat tinggi sehingga penting untuk anjing dan kucing peliharaan divaksin. Carilah vaksin yang pada labelnya terdapat huruf L yang menandakan leptospira. Let’s keep your pets healthy! Sumber : Daftar Pustaka Paterson, Sue. 2008. Manual of Skin Diseases of the Dog and Cat. Blackwell. United Kingdom. Tilley, LP & Smith, FWK. The 5-Minute Veterinary Consult Canine and Feline Third Edition. Lippincott Williams & Wilkins.
Kesehatan
Cara Merawat Rambut Kucing
Cara Merawat Rambut Kucing
3 mins read
Kucing ada yang berambut pendek dan panjang. Untuk kucing jenis Persia, Angora, Maine Coon, atau Himalaya, memiliki rambut yang panjang (Long Hair Cat), sehingga Cat Owners perlu usaha lebih untuk merawat kucing kesayanganmu, seperti grooming agar rambut kucing tetap lembut, berkilau dan tidak rontok. Semua jenis kucing dan tipe kucing memerlukan grooming basah atau kering. Apa perbedaannya? Grooming basah adalah tipe perawatan rambut kucing dan kulitnya secara keseluruhan yang menggunakan air dan shampoo, juga merapikan kucing dari rambut, kuku, sampai cek kulit, mata, dan telinga. Grooming basah perlu dilakukan karena dapat : • Menghilangkan bau, kotoran, rambut mati & kulit yang berminyak • Membuat rambut kucing lebih lembut dan berkilau • Menjaga kesehatan kulit, rambut, kuku, telinga, sampai gigi. • Terhindar dari kutu & jamur. Bila kucingmu sedang tidak sehat atau tidak suka air bisa grooming kering, grooming yang tidak menggunakan air, hanya membersihkan rambut kucing dengan dilap basah lalu dikeringkan. Grooming kering perlu dilakukan karena dapat : • Merapikan rambut kucing • Terhindar dari kutu & penyakit kulit • Menjaga penampilan kucingmu setiap hari Simak penjelasannya lebih lanjut di sini! Grooming Basah Umumnya jenis kucing rambut panjang perlu dimandikan tiap 1 – 2 kali per minggu untuk mencegah bau tidak sedap dan juga terkena kutu dan jamur. Ada beberapa alat yang dibutuhkan untuk memandikan semua jenis kucing dengan grooming basah, yaitu: • Degreaser Tipe shampoo yang diperlukan kucing dengan rambut berminyak seperti jenis kucing Maine Coon. • Shampoo Kalau tipe kucing milikmu rambutnya tidak berminyak, bisa pakai jenis shampoo apa saja. Kalau rambutnya rontok berlebihan, mungkin alergi dengan shampoo. • Conditioner Gunanya untuk memperhalus rambut kucing menjadi lembut dan berkilau sehingga mudah untuk disisir. • Blower (Panas) Setelah dimandikan, keringkan kucingmu secepatnya dengan blower. Beberapa kucing bisa berontak karena merasa tidak nyaman dengan blower yang panas. Coba taruh kucingmu di dalam kandang dan keringkan dengan blower (panas) dari luar kandang. Ini mencegah kucingmu lari ketika dikeringkan. • Sisir Setelah kering, sisir rambut kucing agar tidak kusut. • Sikat Gigi Gunakan sikat gigi untuk membersihkan bagian kaki dan tubuh kucing lainnya yang nodanya susah hilang. Sikat secara perlahan sambil memberikan shampoo, lalu basuh dengan air ketika sudah bersih. • Lap Gunakan lap yang lembut untuk mengeringkannya, sehingga tidak menyakiti kucingmu. • Gunting Gunting rambut di dekat mata kucing yang terlalu panjang. Grooming Kering Ada beberapa alat yang digunakan untuk melakukan grooming kering pada kucing, yaitu: • Sisir Sisir kucing berbulu panjang 1x sehari menggunakan sisir bergigi jarang (wide tooth comb). Pastikan untuk menyisir bagian di antara kaki dan perut, karena biasanya bulu kucing mudah kusut. Cara menyisir dan merawat rambut kucing yang panjang : • Sisir mengikuti arus rambutnya. • Bagian wajah bisa disisir dengan perlahan sehingga tidak melukainya. • Setelah rambutnya jadi halus, bisa dilanjutkan dengan memakai sisir yang lebih rapat giginya. • Cotton bud, kapas, baby oil, dan tisu kering Bersihkan bagian telinga, mata, dan hidungnya. Khusus untuk kucing berhidung pesek seperti kucing Persia Peak Nose memerlukan maintenance untuk menghilangkan kotoran pada bagian mata 1x sehari ya Cat Owners. • Lap Gunakan lap basah yang lembut untuk lap rambut kucing dan lap kering untuk mengeringkannya. Kelebihan dari grooming basah adalah membuat kucingmu terlihat lebih segar, tidak kotor, dan lebih bersih. Keuntungan dari grooming kering adalah tidak memerlukan waktu yang lama dibandingkan grooming basah. Tapi karena tidak menggunakan air, grooming kering lebih untuk merapikan rambut kucing bukan membersihkan secara keseluruhan. Bagaimana Cat Owners, lebih suka membawa kucing kesayanganmu ke salon atau meng-groomingnya sendiri? Share pengalamanmu di sini ya ….. Sumber: Achim – Djaboers Cat Drh. Tika L. Putri
Kesehatan
Memahami Tingkah Laku Kucing
Memahami Tingkah Laku Kucing
2 mins read
Cat Lovers, untuk yang memelihara kucing ataupun tidak, kita perlu memahami beberapa perilaku kucing, apapun jenis kucing kamu agar bisa lebih mengerti apa maksudnya, sehingga lebih mudah memelihara dan merawat kucing kamu. Simak beberapa perilaku kucing yang perlu kamu pahami. Mencakar Furniture • Semua jenis kucing mencakar furniture yang ada dirumah, karena ingin menajamkan kukunya, menandai daerah kekuasaannya dengan meninggalkan aroma tubuhnya pada benda tersebut juga meregangkan ototnya. Tipsnya siapkan beberapa mainan khusus untuk kucing mencakar dan tempatkan dimana dia sering mencakar. Menempel / menggosokkan kepala atau badannya ke kita • Saat kucing menempelkan atau menggosokkan kepala/badannya ke kaki atau badan Ownernya atau ke orang, tandanya : dia merasa nyaman, mau menunjukkan perasaan sayang, rasa terima kasih, atau mencoba menarik perhatianmu. Juga si kucing menempelkan baunya yang menandakan bahwa kita adalah miliknya. Lucu ya? Spraying • Spraying (menyemprotkan air seninya) dilakukan oleh kucing jantan (semua jenis kucing) untuk menandai daerah kekuasaannya. Juga sebagai salah satu cara melepaskan stress. Tipsnya adalah dengan mensterilnya, juga membersihkan barang-barang yang terkena spraying. Galak Saat Bertemu Orang Tidak Dikenal • Itu tanda dominasi. Kucing kesayangan milikmu tidak mengenali bau orang itu. Agar dia terbiasa, jangan tatap matanya dulu. Kucing membutuhkan frekuensi bertemu yang cukup sering. Bisa juga kucing cemburu saat melihat orang baru, karena itu dia jadi galak. Tipsnya, biarkan kucingmu yang mendekati orang baru tersebut agar sifat kucing galak tidak keluar. Kebiasaan mengeong • Dengan mengeong semua jenis kucing berkomunikasi dengan kita. Kalau kamu memperhatikan apa yang kucing kesayangan lakukan saat mengeong, kamu bisa mengerti dan bisa membedakan arti kucing mengeong. Misalnya, suara mengeong yang pendek biasanya itu sapaan. Suara mengeong berulang menandakan kucing peliharaanmu sedang senang. Kalau suara mengeong yang terdengar panjang artinya ada permintaan. Suara mengeong bernada tinggi sering kali menandakan kucingmu marah, sakit, atau ketakutan. Itulah beberapa tips dan trik untuk lebih memahami perilaku kucing kesayanganmu. Jangan lupa Cat Owners apapun jenis kucing-nya, dari masih anak kucing harus diajak bermain setiap hari dan merawatnya dengan baik, agar tetap sehat dan bahagia. Apa perilaku kucing yang paling kamu suka? Share ya di sini…. Sumber: http://bit.ly/1W66K9K http://bit.ly/1S5IDHL http://bit.ly/1PREUOO
Perilaku & Pelatihan
Cara Menghilangkan Kutu Anjing dan Kucing
2 mins read
Oleh: Drh. Tika L. Putri Pet Owners biasanya panik ketika menemukan kutu di tubuh anjing dan kucing kesayangan. Bulu anjing dan kucing sangat mudah dihinggapi kutu, sehingga suka menggaruk-garuk karena gatal Apapun jenis anjing dan jenis kucing kamu, saat mereka memiliki banyak kutu biasanya akan menjadi kurus, tidak suka makan, lesu sehingga rentan terkena penyakit. Yang sering disebut kutu oleh Pet Owners itu adalah caplak (ticks) pada anjing dan pinjal (fleas) pada anjing dan kucing. Ciri-ciri caplak (ticks) : - Dapat bertahan hidup berbulan-bulan tanpa inang. - Tahan terhadap cuaca ekstrim seperti panas terik dan hujan deras. Paling aktif di awal musim hujan. - Menempel pada kulit dan menghisap bagian tubuh seperti di telinga, sela-sela jari kaki, punggung dan leher. - Bila jumlahnya banyak, dapat menyebabkan anemia bahkan kematian, terutama pada anak anjing. - Dapat menularkan penyakit Tick fever yang disebabkan parasit darah (Babesia), Tick Paralysis, dan penyakit lainnya. Ciri-ciri pinjal (fleas) : - Mudah pindah dari satu inang ke inang lain dengan melompat. - Dapat menyebabkan anemia dan parasit pembawa cacing pita (Dhypillidium sp.). - Dapat menyebabkan flea allergic dermatitis yang menular ke manusia. Cara mengatasi dan menghilangkan kutu pada semua jenis anjing dan jenis kucing : 1. Lepaskan caplak / pinjal Lepaskan dari anjing kucingmu dengan memakai pinset atau sarung tangan. Jepit kepalanya dan tarik ke atas. Masukkan ke minyak tanah atau semprot dengan obat pembasmi serangga. 2. Pilih jenis produk anti kutu Kalau menggunakan spray / shampoo, anjing kucingmu harus disemprot atau dimandikan lagi 7-14 hari kemudian. Untuk pour on/ spot on harus diulang setiap 1-2 bulan. Dengan collar dapat bertahan sekitar 1-5 bulan. Semua berguna untuk menjaga serangan kutu dan inilah salah satu cara merawat bulu anjing dan kucing kesayanganmu. 3. Konsultasi dokter hewan Konsultasikan produk apa yang bisa digunakan untuk menghilangkan kutu dan bagaimana merawat anjing dan kucingmu setelah hilang kutunya. 4. Bersihkan rumah dan lingkunganmu Bersihkan dengan mem-vakum isi rumah secara teratur, mencuci alas tidur anjing kucing secara rutin, mem-fogging area rumah, garasi dan halaman terutama di sela-sela furniture dan tembok rumah. 5. Rutin memeriksa Periksa badan dan bulu kucing anjingmu setelah mereka main diluar rumah. Pastikan mereka tidak membawa masuk caplak / pinjal ke dalam rumah. Sekarang kamu sudah tahu cara menghilangkan kutu pada anjing dan kucingmu, juga cara merawat anjing kucingmu … Keep them healthy, Pet Owners. Sumber : Eckstein, Sandy. Dog Ticks and Fleas Q & A. http://pets.webmd.com/dogs/guide/dog-ticks-and-fleas Foster, Race. Tick Control. http://www.peteducation.com/article.cfm?c=2+2111&aid=601 http://www.doyourownpestcontrol.com/ticks.htm http://www.pestid.msu.edu/insects-and-arthropods/brown-dog-tick/ Small, L & Morton, R. 2010. The Brown Dog Tick. Northern Territory Government. http://www.nt.gov.au/d
Kesehatan
Dog breed
Pentingnya Sterilisasi Pada Anjing Kucing
2 mins read
Oleh Drh Tika Lina Putri Banyak Pet Owners yang merasa tidak ingin Kucing atau Anjing kesayangan mereka disterilisasi. Sebagian merasa kasihan tapi ada beberapa pula yang merasa hal ini tidak diperlukan. Faktanya adalah, sterilisasi sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan tingkah laku Anjing dan Kucing. Anjing dan Kucing yang telah di sterilisasi juga lebih tenang dan lebih betah di rumah. T: Apa yang dimaksud dengan sterilisasi? J: Sterilisasi adalah operasi pengangkatan organ reproduksi pada hewan kesayangan agar mereka tidak dapat berkembang biak lagi. Pada hewan jantan disebut dengan kastrasi / orchiectomy, sedangkan pada betina disebut ovariohysterectomy (OH). T : Kenapa perlu dilakukan sterilisasi? J : Alasan kenapa perlu sterilisasi yaitu: • Membantu mengurangi populasi yang berlebihan • Memperpanjang umur Kucing dan Anjing • Menjaga kesehatan Anjing dan Kucing • Mengurangi stress T: Apa manfaat sterilisasi untuk Anjing atau Kucing betina? J: Manfaat Ovariohisterectomy pada Anjing dan Kucing betina adalah: • Tidak akan berisik dan menarik pejantan untuk datang • Mengurangi atau mencegah resiko timbulnya tumor kelenjar susu (mammary gland tumor), kanker indung telur atau kanker rahim. T : Apa manfaat sterilisasi untuk anjing / kucing saya yang jantan? J : Manfaat kastrasi pada anjing kucing jantan adalah : • Mengurangi resiko spraying dan marking • Mengurangi atau mencegah resiko timbulnya tumor testis, hernia, dan penyakit prostat • Mengurangi tingkat agresif di masa kawin • Mengurangi keinginan berkeliaran T: Apakah Anjing / Kucing dapat menjadi gemuk setelah disteril? J: Sterilisasi tidak membuat semua anjing dan kucing gemuk. Faktor utama yang membuat mereka menjadi gemuk adalah jenis dan jumlah makanan serta kurangnya exercise yang dilakukan. Anjing dan Kucing yang disteril harus di ajak berolahraga dan diperhatikan pola makannya. T: Kapan waktu yang tepat untuk mensterilisasi Anjing/Kucing? J: Anjing/Kucing sebaiknya disteril sebelum memasuki masa kawin. Semakin muda umurnya, semakin mudah operasi yang dilakukan dan semakin cepat penyembuhannya. Proses sterilisasi dapat mulai dilakukan pada Anjing / Kucing jantan berumur 8 minggu. Sebaiknya sterilisasi dilakukan pada Anjing dan Kucing sebelum masa puber (umur 4-6 bulan). Sebelum melakukan sterilisasi, konsultasikan dahulu kepada dokter hewan. Marilah menjadi pemiliki Anjing dan Kucing yang bertanggung jawab.
Kesehatan
Cara Melatih Anak Anjing (Puppy)
Cara Melatih Anak Anjing (Puppy)
2 mins read
Siapa yang masih bingung cara mengajari anak anjing (puppy) di rumah? Puppy pada umumnya belum memiliki awareness akan lingkungannya. Kalau tidak dilatih sejak kecil, bisa membahayakan si puppy. Bisa saja puppy mengalami trauma ketika bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Untuk itu, sebaiknya puppy diberikan latihan dasar dan cara bersosialisasi. Seperti apa bentuk latihannya dan apa saja manfaatnya? Simak penjelasannya. Latihan Dasar “Sit dan Fetch” Perintah “sit” bermanfaat untuk berbagai situasi. Karena ketika anak anjing berada pada posisi duduk (sit), dia menjadi fokus untuk menangkap perintah dari Anda. Gunakanlah treat untuk mengajarkan puppy untuk “sit”: • Perlihatkan treat favorit puppy di genggaman Anda. • Bawa treat ke atas kepalanya sehingga dia tidak bisa mengambil, lalu taruh treat lebih rendah sehingga puppy terduduk. • Lalu katakan “Sit!” dan berikan treat dan pujian padanya. • Ulang latihan ini hingga puppy mengerti perintah sit. Selama latihan, hanya gunakan kata “Sit” dan pujian. Tujuannya agar si puppy bisa mengerti perintah ‘Sit’ dan tidak tertukar dengan kata lain. Fetch (menangkap/mengambil) • Fetch adalah permainan dimana puppy mengambil mainan yang dilempar dan mengembalikannya pada Anda. Dengan mengembalikannya, puppy belajar untuk patuh. Selain itu, permainan ini dapat meningkatkan kerja jantung dan ketangkasannya. • Puppy yang belum mengerti kata fetch bisa dilatih dengan bermain tug-of-war. • Ketika bermain tug-of-war, ambil mainan itu dari mulutnya dan goyang – goyangkan agar menarik perhatiannya. Lemparkan mainan itu, tapi jangan terlalu jauh. • Setelah puppy menggigit mainan itu, ajak bermain tug-of-war lagi. Lakukan berkali – kali dengan jarak lempar yang semakin lama semakin jauh hingga Puppy mengerti dengan konsep fetch. • Kalau Puppy sudah mengerti, bisa diajak bermain fetch dengan bola. Latihan Bersosialisasi Pada dasarnya puppy bisa mempelajari cara bersosialisasi dari Anda dan anjing lain. Simak tips berikut : Sosialisasi Dengan Owner Cara yang menyenangkan untuk mengajarinya adalah melalui mainan favorit si puppy. Ketika sedang bermain, ambil mainannya dan berikan pada puppy lagi setelah beberapa menit. Dengan begitu, puppy memahami kalau Anda adalah pemimpinnya. Sosialisasi Terhadap Anjing Lain Ajak puppy bermain bersama anjing dewasa yang sudah memahami cara bersosialisasi. Sehingga anjing dewasa dapat mengkoreksi tingkah laku si puppy melalui suara geraman ataupun gigitan kecil. Si Puppy pasti akan mengerti bahwa setiap respon (negatif) dari anjing dewasa adalah bentuk koreksi untuknya. Dan karena puppy mudah kehilangan fokus, maka Anda harus banyak bersabar untuk mengulang latihan. Jangan lupa untuk memberikan dia waktu istirahat. Yuk bentuk pola pikir dan mental puppy dari awal agar dia tumbuh menjadi anjing yang well behaved. Source: Karin – Owner JAAN / Animal Clinic Jakarta, http://www.wikihow.com/Teach-Your-Dog-to-Sit, dan https://www.aspca.org/pet-care/virtual-pet-behaviorist/dog-behavior/teaching-your-dog-play-fetch
Kebutuhan Anak Anjing
Neutering
Cara Menjinakkan Anjing Dan Kucing
3 mins read
Seringkali kita bingung bagaimana menghadapi anjing atau kucing kita yang galak terhadap orang atau hewan lain. Bagaimana sebaiknya Pet Owners? Apa ada cara menjinakkan anjing? Anjing dan kucing yang tidak patuh pada ownernya akan membahayakan lingkungan sekitar, hewan lain, Anda sendiri sebagai owner, dan diri mereka sendiri. Untuk itu, penting sekali bagi Pet Owners untuk mengajarkan kedisiplinan pada hewan kesayangan sejak usia dini. Karena kucing dan anjing memiliki karakter yang berbeda, maka berbeda pula cara menjinakannya. Anjing Anjing adalah hewan yang aktif dan tidak bisa diam, namun dengan pelatihan sejak usia dini (Puppy) akan mudah diatur atau diberi perintah olehownernya. Trik dan Cara Menjinakkan Anjing : • Masukkan dia ke dalam kandangnya. Pilih area yang sepi dari lalu lalang orang. • Biarkan dia menggonggong sesukanya selama beberapa jam. • Setelah reda emosinya, berikan air minum sedikit demi sedikit tapi rutin. Pegang mangkuk minum dengan tangan kanan Anda. Ketika dia minum, usap kepala atau lehernya. • Setelah mau minum, beri anjing Anda makan dari tangan Anda. • Ajak anjing yang mulai jinak keluar kandang. Caranya, dekati anjing perlahan-lahan, jangan panik. • Usaplah kepala atau leher dengan tangan kiri agar anjing merasa tenang. • Ketika sudah tenang, biarkan dia keluar sendiri dari kandangnya. Ajarkan juga kedisiplinan dari hal – hal sederhana sehari – hari. Seperti : • Waktu Memberi Makan Ajarkan kepatuhan pada anjing Anda ketika akan memberi makan. Jangan berikan makanannya sampai anjing Anda bisa tenang dan patuh. Kalau memiliki lebih dari satu anjing, berikan makanan pada anjing yang tenang dahulu, sehingga anjing yang lain mengerti cara mendapatkan makanan. Dog Ownersjuga perlu memberikan koreksi bila ada anjing yang mengambil makanan duluan. Jangan memarahinya, koreksi dengan nada tinggi dan kata – kata seperti, “Sshh…” atau “No!”. • Melarang Anjing Memasuki Ruangan Ajarkan disiplin pada anjing Anda melalui ruang bermainnya. Kalau Anda memiliki anjing lebih dari 1, coba anjing 1 dan 2 boleh masuk ruangan A. Sedangkan anjing 3 dan 4 hanya boleh masuk ruangan B. Secara perlahan, mereka akan mengerti ruangan mana yang dilarang karena Anda selalu mengoreksi dengan, “Ssh…” atau “No!”. Kucing Berbeda dengan anjing, kucing itu susah untuk diperintah, jadi butuh waktu untuk menjinakkannya. Coba trik ini untuk menjinakkan kucing : • Letakkan kucing di kandang. • Jangan lupa berikan makanan, minuman, dan mainan. • Biarkan dia di dalam kandang hingga terlihat sudah tenang dan nyaman. • Lalu bisa mulai dilepas di dalam rumah lagi. Kalau kucing Anda terlihat masih agresif, biasanya ada yang membuatnya stress, seperti litter box yang kotor atau ada orang / hewan baru di rumah. Cari tahu dulu apa penyebabnya sehingga bisa dicari solusinya. Cara Menyatukan Anjing Dan Kucing Biasanya yang ingin memelihara anjing dan kucing akan kesusahan untuk menyatukan mereka dalam satu tempat. Kucing tidak akan menyerang kalau tidak diserang. Sedangkan anjing tidak akan menyerang kalau kucing tidak lari. Bagaimana caranya menyatukan anjing dan kucing? • Bawa kucing didekapan Anda ketika bersama anjing Anda. • Jangan taruh kucing di posisi lebih tinggi dari anjing, karena ini akan membuat anjing Anda penasaran dan menerkam kucing. Jadi taruh anjing dan kucing dalam posisi sejajar. • Bermainlah bersama kucing Anda, karena dengan melihat kucing bermain dengan Anda, maka anjing Anda akan mengerti bahwa kucing bukan ancaman tetapi bagian dari ‘pack’ Anda. • Perlahan letakkan mereka secara berdekatan, sehingga mereka bisa saling mengendus dan berteman. • Jangan lupa selalu mengoreksi dengan kata ‘sssh..’ atau ‘no!’ kalau ada yang mulai menyerang atau agresif ke yang lainnya. Kesimpulannya, yang diperlukan untuk cara menjinakkan anjingatau kucing, juga menyatukan mereka adalah kesabaran untuk mengajarkan kedisiplinan dan pengertian pada mereka. Selamat mencoba, Pet Owners! Sumber: Doni Herdaru Tona – Owner Animal Defenders
Perilaku & Pelatihan
Penyakit Kulit Pada Anjing & Kucing Serta Pencegahannya
Penyakit Kulit Pada Anjing & Kucing Serta Pencegahannya
3 mins read
Oleh drh. Tika L. Putri Apa anjing dan kucingmu sering menggaruk atau menggigiti badannya? Hati-hati Pet Owners, ada kemungkinan kulit anjing dan kucing kesayanganmu bermasalah. Memang masalah kulit ini adalah masalah paling umum yang sering dialami anjing dan kucing. Ketika masalah ini timbul, mereka akan sering terlihat menggaruk, menjilat atau menggigit bagian tubuhnya. Apa penyebabnya dan bagaimana solusinya? Yuk simak tanya jawab di bawah ini! T: Apa yang menyebabkan masalah kulit pada kucing dan anjing? J: Penyebabnya adalah ektoparasit, infeksi, alergi, masalah metabolisme, dan stress. T: Apa saja gejala anjing dan kucing yang mengalami gangguan pada kulitnya? J: • Suka menggaruk, menjilat atau menggigit tubuhnya • Kulitnya kemerahan, berketombe, dan bulu rontok • Terdapat spot melingkar pada kulit dan timbul bau • Timbul luka berdarah & perubahan warna kulit T: Apa penyebab alergi pada anjing/kucing ? J: Alergi menyerang anjing dan kucing melalui produk grooming (shampoo dan bedak), makanan, serbuk bunga, debu, gigitan serangga hingga bahan kimia. T : Apa obat alergi? J : Bisa diberikan obat Corticosteroid yang bisa membantu mengatasi gejala alergi. Tapi, ada baiknya untuk mencari tahu dulu penyebabnya dengan konsultasi ke vet ya. T : Apa penyebab anak anjing suka ada bintil-bintil merah pada kulitnya? J : Itu infeksi bakteri bernama Impetigo. Ini penyakit kulit di perut anak anjing, terutama di sekitar alat kelaminnya. Tanda – tandanya, timbulnya bintil-bintil merah dan kadang berisi nanah yang dapat pecah seperti jerawat. Obatnya adalah antibiotik topical seperti salep. T: Tadi disebutkan kalau penyebab masalah kulit salah satunya adalah ektoparasit. Seperti apa masalah kulit karena ektoparasit? J: Ektoparasit menimbulkan masalah kulit seperti scabies, demodex, ear mites, caplak (ticks), dan kutu (fleas). T: Seperti apa kulit anjing kalau terkena Scabies dan Demodex? J: Scabies bisa menyebabkan kulit menebal, berkerak dan botak di bagian daun telinga, muka dan jari-jari kaki. Kalau Demodex dapat menyebabkan kulit merah, berbau, botak, dan kadang muncul bintil-bintil berisi darah dan nanah. T: Bagaimana cara menyembuhkan Scabies dan Demodex? J: Cara mengobatinya dengan memberikan salep anti scabies atau demodex. Kalau sudah parah, bisa dengan injeksi ke anjing kucing dengan anti scabies. Kalau demodex bisa dimandikan dengan obat khusus . T: Saya pernah dengar tentang penyakit ringworm. Apa sih tanda-tandanya? Apa obatnya? J: Kalau di kulit anjing / kucing muncul lingkaran kemerahan dan bulu rontok, kemungkinan dia terkena ringworm. Obati dengan memberi salep anti jamur atau shampo khusus. Tapi hati – hati saat memandikannya ya, karena ringworm dapat menular ke manusia lho. T: Apa sih penyakit kulit Stud Tail? J: Biasa disebut dengan “Tail Gland Hyperplasia”. Ini adalah penyakit kulit pada kucing. T: Apa penyebab dari Stud Tail? J: Penyakit ini disebabkan oleh kelenjar yang overactive pada permukaan ekornya. Biasanya rambut pada ekor kucing akan terlihat lepek dan rontok. T: Bagaimana cara mengobati Stud Tail? J: Lakukan sterilisasi (kastrasi) pada kucing jantan, harus rutin memandikan kucing dengan shampoo khusus. T: Kalau anjing & kucing punya benjolan, apa itu berbahaya? J: Kemungkinan besar itu adalah abses, tumor, atau kanker. Segera periksakan ke dokter hewan ya untuk dilakukan biopsy dan agar dapat diberikan pengobatan yang tepat. Kesimpulannya, kalau anjing dan kucingmu mengalami masalah kulit, Pet Owners harus benar-benar sabar. Karena pengobatannya cukup lama dan proses pemulihan kondisi kulit dan rambut juga membutuhkan waktu. Segera konsultasi ke dokter hewan, agar obat yang diberikan tepat dan sesuai dengan penyebab dari masalah kulitnya ya. Always keep your pet healthy and happy, Pet Owners! Sumber : courtesy of Cornell University, College of Veterinary Medicine Paterson, Sue. 2008. Manual of Skin Diseases of the Dog and Cat. Blackwell. United Kingdom. http://pets.webmd.com/cats/ss/slideshow-skin-problems-in-cats http://pets.webmd.com/dogs/ss/slideshow-skin-problems-in-dogs http://www.aspca.org/pet-care/dog-care/skin-problems http://www.cat-health-guide.org/cat-skin-problems.html http://www.catster.com/cat-health-care/cat-skin-problems http://www.dog-health-handbook.com/dog-skin-disorders.html
Kesehatan
Brushing cat's hair
Kenapa bulu Kucing Rontok?
2 mins read
Apa kamu suka panik kalau rambut kucing kesayanganmu rontok? Umumnya bulu kucing rontok secara alami karena memasuki fase pergantian rambut. Dengan menjilati rambutnya, kucing membuang rambut yang sudah mati. Dan untuk kucing betina akan mengalami bulu kucing rontok ketika sedang hamil. Bulu kucing rontok itu bisa dikategorikan tidak wajar kalau terjadi dalam jumlah banyak atau terdapat kebotakan pada tubuh kucingmu. Kalau ini terjadi, bisa dikatakan dia mengalami gejala Alopecia. Apa penyebabnya? Simak selengkapnya di artikel ini. Apa penyebab Alopecia? Faktor penyebabnya ada 2 yaitu : • kerontokan karena reaksi fisik dari kucing itu sendiri, dan • kerontokan karena faktor dari luar. Seperti apa faktor fisik dari si kucing ? Seperti : •Alergi Kutu: Umumnya kucing alergi pada air ludah dari kutu yang menggigit • Alergi Makanan: Alergi pada protein seperti ikan, sapi, dan ayam •Ringworm: Infeksi jamur •Feline Acquired Symmetrical Alopecia: Kelainan hormon pada kucing membuat rambut rontok • Abscess: Gigitan kucing lain akan menyebabkan nanah dan merangsang kerontokan rambut Bagaimana solusi terbaik untuk menghilangkan Alopecia karena factor fisik kucing? Segera cari tau penyebabnya dengan menanyakan langsung pada vet. Ketika membawanya ke dokter /klinik, pastikan semua data kesehatannya lengkap sehingga mempermudah vet untuk menganalisa kondisi fisik kucingmu. Seperti apa Alopecia yang disebabkan oleh faktor dari luar? Ada banyak faktor dari lingkungan yang bisa membuat Alopecia pada kucing. Beberapa kasus yang umumnya terjadi adalah : • Terbakar sinar matahari terlalu lama • Stress : Biasanya dipicu karena terlalu sering disisir (grooming), baru dioperasi atau rasa tidak nyaman disebabkan kehadiran orang / hewan baru di rumah. Cek juga kebersihan rumah, mangkuk makanan, hingga litter box-nya. • Alergi Pernafasan: Kucing bisa alergi kalau sering menghirup asap rokok. • Reaksi Obat – obatan: Kalau mengonsumsi obat yang tidak cocok. • Psychogenic: Kucing yang overly-groomed bisa menjadi stress & menjilat bulunya sampai rontok . Dari banyak faktor bulu kucing rontok di atas, yang paling sering memunculnya gejala Alopecia adalah alergi makanan. Dokter akan melakukan Trial Eliminasi Makanan untuk menguji apa kucingmu kena alergi makanan. Caranya : • Dokter hewan akan memberikan trial makanan selama 8 hingga 12 minggu. • Pastikan untuk tidak memberikan makanan, vitamin, treats, dan minuman selain yang telah disetujui. Kalau Alopecia menghilang setelah waktu yang ditentukan, maka kerontokan disebabkan oleh alergi makanan Jadi, memang banyak faktor yang bisa menyebabkan bulu kucing rontok atau Alopecia (kerontokan rambut yang banyak jumlahnya), karena itu Cat Owners harus jeli mencari tahu penyebab kerontokannya. So Cat Owners, keep your cat healthy! Sumber: http://bit.ly/1Ncal Dp http://www.peteducation.com/article.cfm?c=1+2141&aid=195 http://pets.webmd.com/cats/diseases-hair-loss-cats http://manhattancats.com/Articles/hair_loss_in_cats.html
Kesehatan
Dog and food bowl
Pentingnya Vaksin pada hewan peliharaan
2 mins read
Oleh Drh. Tika L. Putri Apa anjing kucingmu sudah divaksin? Tahukan kamu kalau vaksin sangat diperlukan oleh hewan kesayangan? Simak pembahasannya di sini! Vaksinasi merupakan salah satu tindakan pencegahan agar hewan kesayangan tidak sakit. Tujuannya untuk memberikan kekebalan pada tubuh dan melindunginya terhadap beberapa penyakit tertentu, karena ada yang bisa berakibat fatal atau mematikan. Puppy Kitten yang baru lahir akan memperoleh kekebalan pasif dari susu induknya dimana antibodi yang didapat dari induknya memberikannya imunitas secara lokal. Vaksinasi sebaiknya dilakukan mulai umur 6-8 minggu, karena pada umur ini antibodi yang diterima dari induk mulai berkurang. Dan untuk pencegahan terhadap penyakit menular tertentu, sel-sel imun puppy maupun kitten harus siap untuk melindungi tubuhnya dari penyakit yang masuk. Inilah jawaban kenapa vaksinasi penting diberikan pada hewan kesayanganmu. Kapan anjing dan kucing boleh divaksin? Berikut ini adalah tabel umur serta vaksin yang harus diberikan: Umur Vaksin KUCING 3 bulan Panleukopenia, Rhinotracheitis, Calici 4 bulan Panleukopenia, Rhinotracheitis, Calici, Chlamydia 5 bulan Rabies Ulangan 1 tahun sekali/ kucing yang belum pernah di vaksin (>6bulan) Panleukopenia, Rhinotracheitis, Calici, Chlamydia, Rabies ANJING 2 bulan Parvo 3 bulan Parvo, Distemper, Parainfluenza, Hepatitis 4 bulan Parvo, Distemper, Parainfluenza, Hepatitis, Leptospira, Corona 5 bulan Parvo, Distemper, Parainfluenza, Hepatitis, Leptospira, Corona, Rabies Ulangan 1 tahun sekali/ anjing yang belum pernah di vaksin (>6bulan) Parvo, Distemper, Parainfluenza, Hepatitis, Leptospira, Corona, Rabies Apa saja syarat anjing dan kucing yang boleh di vaksin? • Sehat • Nafsu makan baik • Tidak demam • Umur sesuai dengan syarat minimal vaksin • Sudah melalui masa adaptasi selama 7-14 hari • Tidak batuk, pilek, bersin • Tidak muntah, diare • Tidak ada masalah kulit • Tidak ada infeksi • Tidak cacingan Setelah vaksinasi, apa yang harus diperhatikan oleh Pet Owners? Setelah divaksin, hewan kesayanganmu tidak boleh dimandikan selama seminggu. Mandi bisa jadi kegiatan yang dapat memicu stress. Sehingga setelah vaksin dapat menurunkan daya tahan tubuhnya dan menghambat pembentukan antibodinya. Kamu dapat memberikan vitamin selama 10 hari pasca vaksinasi, ini dapat membantu pembentukan kekebalan tubuh secara optimal. Untuk menjaga kadar imun dalam tubuhnya, maka hewan kesayanganmu sebaiknya di booster (diulang vaksinasinya) setahun sekali ya Pet Owners. Jadi, apa anjing atau kucingmu sudah divaksin?
Kesehatan

Pagination

  • First page
  • Previous page
  • …
  • Halaman 60
  • Halaman 61
  • Halaman 62
  • Halaman 63
  • Halaman 64
  • Halaman 65
  • Halaman 66
  • Halaman 67
  • Halaman 68
  • …
  • Next page
  • Last page
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card

Footer

  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami

Footer

  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami

Footer

  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami

Footer

  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.