Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content
Cats playing
6 Fakta Animal Shelter yang wajib Anda ketahui
2 mins read
Keberadaan Animal Shelter (tempat penampungan hewan) mungkin masih kurang mendapat perhatian dari sebagian masyarakat, tapi Animal Shelter memiliki misi yang mulia untuk menolong anjing dan kucing yang terlantar atau dibuang pemiliknya. Kita dapat ikut membantu mereka dengan mengadopsi satu atau lebih dari hewan-hewan yang ada di Animal Shelter. Berikut 6 fakta menarik yang perlu kita ketahui mengenai Animal Shelter! 1. Memiliki Misi Mulia Bagaimana nasib hewan yang terlantar tanpa perlindungan hukum? Ini salah satu misi besar yang ingin dicapai oleh para aktivis shelter, yaitu untuk menyelamatkan hidup hewan yang terlantar/dibuang agar nantinya dapat dirawat dengan lebih baik oleh Anda atau masyarakat sekitar. 2. Aktivis Shelter, Lebih Dari Pencinta Binatang Menyukai binatang saja itu tidak cukup. Komitmen, kerja keras serta biaya yang tidak sedikit diperlukan untuk mendukung misi aktivis shelter dalam menyelamatkan hewan. Tidak jarang biaya tersebut dikeluarkan dari dana pribadi aktivis shelter itu sendiri karena rasa sayang dan kepedulian yang tinggi untuk hewan terlantar. 3. Mengontrol Over-population Semakin banyak anjing dan kucing liar yang berkembang biak, semakin banyak dari mereka yang terlantar atau dibuang di jalanan. Di shelter, para binatang yang diselamatkan akan segera disterilisasi. Hal ini dilakukan agar dapat mengontrol over-population pada hewan liar. 4. Bantuan Yang Ada Masih Minim Bantuan yang biasanya didapatkan oleh shelter adalah potongan harga dari dokter hewan atau potongan harga makanan hewan dari produsen makanan hewan. Anda sebagai seorang individu, juga bisa membantu mereka yaitu dengan memberikan donasi (dapat berupa uang/barang/obat), menjadi volunteer dalam penyelamatan hewan, orangtua asuh untuk hewan terlantar, atau bahkan adopter salah satu hewan di shelter. Semuanya akan sangat berarti, Pet Lovers! 5. Penyelamatan Hewan Yang Profesional Shelter memiliki prosedur untuk mengecek kondisi kesehatan hewan yang ditemukan. Jika tidak ditemukan masalah kesehatan, hewan akan segera diberikan vaksin & disterilisasi. Akan tetapi, jika kondisi hewan yang ditemukan membutuhkan penanganan operasi maka operasi akan segera dilakukan. Setelah hewan sudah pulih dari operasi, tindakan vaksin dan sterilisasi akan diberikan sehingga mereka siap untuk diadopsi. 6. Siapapun Dapat Mengadopsi, Tentunya Dengan Kondisi Tertentu Semua orang dapat mengadopsi hewan di shelter asal memiliki komitmen yang kuat. Ada tahapan proses yang akan dilalui sebelum Anda bisa mengadopsi hewan dari shelter. Calon adopter harus mengikuti interview dan aktivis shelter juga akan melakukan survey ke calon adopter. Setelah adopter mengadopsi hewan dari shelter, tim shelter akan sesekali mengecek keadaan hewan yang diadopsi. Dedikasi yang tinggi dari para aktivis shelter dapat menjadi contoh untuk kita semua sebagai penyayang anjing dan kucing agar dapat ikut membantu penyelamatan hewan yang terlantar atau dibuang. Apakah yang pernah Anda lakukandalam mengambil bagian untuk mengubah nasib hewan yang terlantar? Bagikan ceritamu di kolom komentar ya, Pet lovers! (Narasumber: Dr. Susana, owner Pejaten Shelter)
Kesehatan
Advanced training
Nutrisi untuk Anak Anjing
3 mins read
Oleh Drh Nyoman (Nyomie) Anak anjing mulai dapat diberi makanan padat pada usia 4 minggu, dimana pada usia tersebut kebutuhan nutrisinya tidak dapat tercukupi hanya dari susu induknya. pada usia 6 minggu umumnya anak anjing sudah dapat disapih atau dilepas dari susu induknya. untuk anak anjing dibawah usia 8 minggu pemberian makanan padat komersial dapat dilakukan dengan melunakkannya terlebih dahulu dengan air hangat. Nutrisi yang dibutuhkan anak anjing adalah protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, energi, air dalam jumlah seimbang. Bila ada bagian yang kurang atau berlebihan dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Anak anjing tidak membutuhkan tingkat energi terlalu tinggi dalam makanannya karena bila berlebihan dapat menyebabkan kelainan pertumbuhan tulang. Lemak dibutuhkan untuk mensupply energi, asam amino dan transport vitamin ADEK, bila kurang lemak dapat merusak vitamin dan asam amino sehingga kurus dan pertumbuhan bulu terhambat, dan bila berlebihan pertumbuhan tubuh dapat terlalu cepat, obesitas dan menyebabkan gangguan pertumbuhan tulang. karbohidrat dan energi diperlukan untuk aktivitas tubuh, tanpa ini tubuh akan mengubah protein dalam tubuh menjadi glukosa untuk dapat digunakan sehingga protein yg dibutuhkan untuk pembentukan jaringan menjadi terganggu. Hal yang penting adalah vitamin dan mineral yang berperan penting dalam reaksi kimia dalam tubuh. namun pada diet khusus anak anjing komersial yang sudah terukur, penambahan suplemen vitamin dan mineral tidak lagi dibutuhkan. vitamin dan mineral berlebihan dalam tubuh khususnya kalsium dan fosfor dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan tulang. Pemilihan makanan yang ideal untuk anak anjing sangat diperlukan terutama dalam 6 bulan pertama usianya karena akan menentukan kualitas kehidupan yang tampak dari pertumbuhan tubuh dan tulang yang baik, pertambahan berat badan ideal, rambut/bulu yang tebal dan bercahaya, tingkah laku yang ceria dan energik, kotoran yang berbentuk padat dengan warna coklat sampai agak gelap. Makanan komersial yang lengkap dan seimbang terdapat dalam 2 bentuk yaitu bentuk kaleng (basah) dan kering. perbedaan terdapat pada jumlah air, makanan basah juga lebih disukai karena bau dan rasanya lebih enak, sedangkan makanan kering dipilih karena lebih ekonomis. namun harus diperhatikan pemberian makanan basah jangan dibiarkan lebih dari 2 jam di udara terbuka karena akan memungkinkan masuk bakteri, begitupula penyimpanan dalam kulkas sebaiknya tidak melebihi 3hari. Yang harus diperhatikan adalah ketersediaan air bersih yang cukup, tidak terbatas setiap saat karena dibutuhkan oleh metabolisme tubuh. Pemberian makanan padat dapat dibagi 3-4 kali sehari, dan setelah 6 bulan dapat diberikan 2 kali sehari. Anjing berukuran kecil sampai sedang mendapatkan 50% berat badan dewasanya pada usia 4 bulan,sedangkan pada anjing trah besar dengan berat diatas 25 kg mencapai 50% berat badan dewasanya disekitar usia 5 bulan, akan tetapi hal ini juga bergantung dari breed anjing. Makanan khusus puppy pada anjingkecil sampai medium diberikan hingga usia 12 bulan sedangkan trah besar dapat mulai menggunakan makanan khusus adult di usia 14-16 bulan. Untuk memperkenalkan makanan baru kepada anak anjing campurkan kedua jenis makanan dan berikan dengan rasio 25% - 50% - 75% - 100% dalam jangka waktu 7 hari. Hal ini bertujuan supaya pencernaan dapat beradaptasi, tidak kaget dan menyebabkan diare. Pemberian treats dan makanan manusia sebaiknya dihindari atau dikurangi jumlahnya karena jumlah nutrisi berlebihan akan menyebabkan obesitas, gangguan pertumbuhan tulang dan umumnya makanan manusia akan lebih disukai anjing sehingga anjing menjadi manja tidak mau kembali ke makanan diet khusus yang lebih seimbang. selain itu harus diawasi kandungan bahan dalam makanan manusia yang berbahaya bagi anjing seperti bawang. Begitu juga pada pemberian susu, sebaiknya dihindari bila anak anjing sudah bisa makan makanan padat. bila tetap ingin memberikan susu sebaiknya berikan formula khusus puppy atau kitten, susu bayi rendah laktosa, atau susu kambing. hal ini utk menghindari diare yang disebabkan lactosa intolerant pada pencernaan anak anjing yang sensitif. Lakukan pula pemeriksaan kesehatan umum pada anak anjing secara berkala oleh dokter hewan, untuk mencegah penyakit infeksi dengan vaksinasi mulai usia 1,5 - 2 bulandan pemberian obat cacing secara reguleruntuk menghindari gangguan penyerapan nutrisi akibat cacingan.
Kesehatan
Cat in a carrier
Berbagai Penyakit Parasit Pada Kucing
4 mins read
Apa yang dimaksud dengan parasit? Parasit merupakan organisme yang menumpang hidup pada organisme lain yang disebut hospes, dan mendapatkan makanan untuk kelangsungan hidupnya. Parasit sangat merugikan, karena akan menurunkan kualitas hidup dari hospes (hewan atau manusia) yang ditumpanginya. Macam parasit apa saja? Parasit yang menyerang pada pada hewan atau manusia dibedakan menjadi dua yaitu parasit yang me­nye­rang di dalam tubuh disebut dengan endoparasit dan yang menyerang di luar tubuh disebut ektoparasit. Macam parasit apa saja yang dapat menyerang pada kucing? Kucing dapat terserang oleh parasit, baik endoparasit maupun ektoparasit. Ektoparasit apa saja yang sering me­nyerang kucing dan apa dampaknya? Ektoparasit yang sering menyerang kucing adalah pinjal (flea), kutu (lice), tungau (mite), dan jarang oleh caplak (tick). Tungau yang sering menyerang kucing dan sangat merugikan adalah Otodectes, Sarcoptes, Notoedres, Chey­letiella, dan jarang oleh Demodex. Pinjal banyak ditemukan pada ku­cing, hampir semua kucing yang di­biarkan hidup di luar rumah selalu dite­mukan pinjal di rambutnya. Pin­jal hidup di permukaan tubuh kucing, pinjal dewasa dan bertelur di kulit, menghisap darah kucing. Telur dapat jatuh ke lingkungan, sehingga pemberantasan pinjal pada kucing juga harus dipikirkan juga memberantas pinjal yang ada di lingkungan sekitar kucing. Beberapa kucing tidak menunjukkan gejala yang menyolok ketika ada pinjal dalam tubuhnya. Namun beberapa kucing dapat menyebabkan reaksi iritasi yang berlebihan, rambut rontok, dan terjadi keradangan hebat, yang selanjutnya diikuti infeksi sekunder bakteri, keparahan tergantung pada sensitivitas individual dari kucing. Kucing yang terserang pinjal harus segera diobati, untuk menghindari problema merugikan lainnya yang disebabkan oleh pinjal. Tungau yang sering menyerang kucing dan sangat merugikan adalah Sarcoptes, Notoedres, Cheyletiella, Demo­dex. Infeksi tungau Sarcoptes sering disebut skabies, menyebabkan rasa gatal yang luar biasa pada kucing, merupakan penyakit kulit yang sangat mengganggu kenyamanan kucing. Penyakit ini juga sering menyerang pada anjing. Tungau ini membuat terowongan di dalam kulit kucing, me­reka hidup dan bertelur dalam terowongan tersebut, tungau tidak terlihat di permukaan kulit. Pada be­berapa kucing pada awalnya tidak memperlihatkan adanya gejala gatal, sehingga pemilik kucing tidak me­nyadari hal tersebut. Namun setelah itu, kucing akan menunjukkan gejala gatal luar biasa, dan selanjutnya terus berkembang sehingga mengganggu kenyamanan kucing. Tungau yang sering menyerang pada telinga kucing adalah Otodectes sp. Tungau dapat menyebabkan radang pada telinga pada kucing, dan bila tidak diperhatikan dan tidak ditangani akan dapat menyebakan keradangan hebat yang dapat menyebabkan ketulian pada kucing. Gejala yang terlihat adalah telinga nampak kotor, dan bila melanjut dapat mengeluarkan cairan berbau, bernanah, dan ada kalanya kucing menggelengkan kepalanya pada salah satu sisi tergantung telinga kanan atau kiri yang terserang. Dengan penanganan yang baik, kucing akan dapat sembuh, konsultasikan pada dokter anda bila terlihat gejala seperti tersebut di atas. Secara umum infeksi tungau pada kucing menyebabkan rasa gatal luar biasa, sehingga sangat mengganggu kenyamanan kucing yang terinfeksi oleh tungau tersebut. Gejala umum yang terlihat adalah pada awalnya tidak menimbulkan gejala, tetapi selanjutnya kucing menunjukkan rasa gatal, sering berusaha mengga­ruk, atau kadang-kadang sering menggosok-gosokkan bagian tubuh­nya ke benda2 keras yang ada di seki­tarnya, tunggau me­nyebabkan ketidaknyamanan yang luar biasa pada kucing. Pada kea­daan ektrem kucing napsu makan dan minumnya terganggu, dan bah­kan tidak sempat makan karena kenya­manannya terganggu. Endoparasit apa saja yang sering menyerang kucing dan apa dampaknya? Endoparasit yang sering menyerang kucing adalah berbagai macam cacing, termasuk cacing gilig dan cacing pita. Cacing gilig adalah cacing berbentuk gilig dengan berbagai ukuran seperti Ancylostoma dan Toxocara yang ba­nyak menyerang saluran pencernaan utamnya di usus pada kucing, dan juga anjing. Masih banyak cacing lainnya yang dapat menyerang berbagai organ kucing seperti jantung, paru-paru, gin­jal dan lain-lain. Selain cacing gilig, ca­cing pita juga sering menyerang pa­da kucing, cacing pita yang sering me­nyerang kucing adalah Dipylidium sp. Cacing sangat merugikan kucing, karena cacing di dalam tubuh kucing akan memakan sari-sari makanan yang ada di dalam usus, dan juga dapat merusak dinding usus, sehingga selain gizi diambil oleh cacing sehingga lama-lama kucing menjadi kurus dan anemia. Cacing Ancylostoma menyebabkan kerusakan usus kucing, menyebabkan perdarahan, dan dapat menyebabkan anemia. Bagaimana mengobati kucing yang terserang endoparasit? Kucing yang terserang berbagai macam cacing yang ada di dalam tubuh kucing dapat diobati dengan pemberian obat cacing. Obat cacing dapat mengatasi cacing gilig maupun cacing pita, konsultasikan obat cacing yang tepat kepada dokter hewan yang menanganni kucing anda. Bagaimana mengobati kucing yang terserang ektoparasit? Kucing yang terserang ektoparasit seperti pinjal, kutu, tungau dapat di­o­bati dengan berbagai obat anti ek­to­­parasit yang ada. Dengan pengo­ba­­tan yang tepat, ektoparasit yang me­­nyerang kucing dapat teratasi. Na­­mun untuk menangani infeksi tu­ngau, ka­dang memerlukan kesabaran dari pe­milik, karena tungau tinggal di da­lam kulit sehingga pengobatan tidak mu­dah dan membutuhkan waktu yang lama. Bagaimana cara mencegahnya agar kucing terhindar dari serangan endoparasit dan ektoparasit? Untuk mencegah agar kucing terhindar dari serangan parasit baik endoparasit maupun ektoparasit, pemi­lik kucing harus terus merawat dan memperhatikan hewan kesayangan dengan baik. Kucing harus diberikan pakan dengan kualitas baik, perawatan grooming rutin, dan diberikan obat cacing secara rutin sehingga bisa terhindar dari serangan cacing yang bisa masuk ke dalam tubuh kucing dengan berbagai cara. Dengan grooming rutin kucing akan terhindar dari berbagai penyakit ektoparasit yang dapat menyerang kucing, yang berakibat sangat merugikan. Yang tidak kalah pentingnya adalah pemilik kucing harus terus menyayangi kucing­nya, karena dengan kasih sayang yang tulus, kucing akan selalu bahagia yang akan menjaga respon imunnya selalu baik dan terhindar dari berbagai penyakit. Prof. Dr. Drh. Ida Tjahajati, MS. Direktur Klinik Hewan Jogja, Ketua Program Studi Kesehatan Hewan, Sekolah Vokasi UGM Dosen Bagian Ilmu Penyakit Dalam FKH UGM
Kesehatan
Coughing in Dogs
Coughing in Dogs
4 mins read
Coughing in dogs is completely normal if it’s just the odd cough here and there. It’s a simple way for your pet to get rid of dust, germs and other things they’ve breathed in from their environment. However, if they seem to be coughing a lot, it could be a sign of something more serious. Why is my dog coughing? As a dog owner, you know that your four-legged friend spends the vast majority of their life sniffing. Unfortunately, this behaviour also makes them more prone to picking things up like bacteria, parasites or viruses which could lead to diseases or illnesses where coughing is a symptom. Below we discuss the most common diseases and illnesses that can result in coughing in dogs. 1. Heart disease
Curly-haired dog breeds you can’t help but love instantly
Curly-haired dog breeds you can’t help but love instantly
6 mins read
No matter how tight or fluffy the coils are, no dog lover can resist running their hands through the fancy fur of a curly-haired dog. But these irresistible curls weren’t created by nature just for petting! They also serve as a great barrier against water. No wonder curly dog breeds have been trusted assistants for fishermen and hunters for generations. Their coats also provide a lot of warmth, which unfortunately makes some of these amazing canines unsuitable for very hot climates. Voluminous curls, feathered furs and fluffy hair do´s these popular big-haired dog breeds look like they’ve been transported into our laps straight from the ‘80s and we couldn’t love them more for that. Here are the most amazing balls of fur proudly showing off their fabulous curls to the world. Curly-haired dog breeds you can’t help but love instantly Bichon Frise
Common Cockapoo Health Problems You Should Know About
Common Cockapoo Health Problems You Should Know About
4 mins read
Cockapoos are one of the most adorable hybrid dog breeds out there. The offspring of a Cocker Spaniel and a Poodle, this dog has taken some of the best characteristics from each breed and made the whole world fall in love with them in the process. So, expect an affectionate dog with a lovely temperament who’s so intelligent that it makes training a breeze. But that’s not all the Cocker Spaniel and Poodle passed down to their Cockapoo puppies Health issues usually seen in the Cockapoo’s parents can also be part of that inheritance. So, if you’re wondering which Cockapoo health problems to look out for, here are the hereditary issues that seem to affect these dogs the most. Cockapoo health issues Luxating patella Cockapoos may suffer from mobility issues due to their kneecaps becoming dislocated. This condition is known as a luxating patella and there are many small breeds prone to the condition. Limping and not being able to have a normal posture are both signs pet owners might notice early on. Luckily, despite how common this Cockapoo health problem is, many of these dogs can still lead relatively comfortable, normal lives. In some cases, the vet will recommend surgery as the best course of action, while physiotherapy and medication are usually reserved for milder cases of luxating patella. Hip dysplasia
Cherry Eye in Dogs
Cherry Eye in Dogs
4 mins read
Cherry eye in dogs can appear very alarming, as a red, angry looking lump develops in the corner of your dog’s eye – many say that this looks a bit like a cherry. The condition usually requires surgery, but the good news is that it’s usually very treatable and with speedy veterinary help, your four-legged friend will be on the road to recovery in no time. Keep reading to find out what cherry eye is and the treatment options available. What is cherry eye in dogs? Dogs have a third eyelid – also known as the nictitating membrane – which is located inside the lower eyelid. The function of this third eyelid is to slide across the front of the eye when needed, providing an extra layer of protection. The third eyelid also contains a tear gland, and cherry eye occurs when this gland ‘pops out’ or prolapses. The prolapsed gland can appear red and swollen. Sometimes, it pops in and out of its own accord, meaning that you may only notice the cherry eye periodically. However, even if the signs are intermittent, it’s still important to get your dog checked out by your vet. What causes cherry eye? It is not fully understood why some dogs are more likely than others to develop cherry eye. However, as VCA Hospitals explain, it is thought that the fibrous tissue that attaches the gland of the third eyelid to the lower inner rim of the eye is relatively weak in some breeds. The breeds that most commonly develop cherry eye include: • Bullmastiffs • Shar Peis • Cocker Spaniels • Great Danes • Beagles • French Bulldogs • English Bulldogs Cherry eye is most likely to occur in dogs aged between six months and two years old. However, it can happen to any dog of any breed, at any life stage. Symptoms of cherry eye Luckily the symptoms of cherry eye in dogs are quite easy to spot – be on the lookout for the following signs:
Kunjungan Pertama ke Dokter Hewan
4 mins read
Bersiaplah untuk pemeriksaan kesehatan pertama anak anjing Anda dengan tips berguna kami. Kunjungan pertama ke dokter hewan Sebelum membawa pulang anak anjing Anda yang menggemaskan, Anda harus segera merencanakan kapan kunjungan pertama ke dokter hewan bagi anak anjing tersebut akan dilakukan. Daftarkan diri ke klinik dokter hewan terdekat dan buat janji konsultasi pertama bagi anak anjing Anda di sana. Dokter hewan mungkin membutuhkan waktu lebih lama dari pemeriksaan biasa untuk memastikan bahwa kondisi anak anjing Anda baik-baik saja.
Kebutuhan Anak Anjing
Top Tips for Socialising Your Puppy
Tips Terbaik untuk Mengajak Anak Anjing Anda Bersosialisasi
12 mins read
Hanya ada waktu-waktu tertentu selama perkembangan otak anak anjing Anda ketika Anda dapat membantunya menjadi teman yang ramah dan supel. Ini adalah cara mengatur pertemuan pertama mereka dengan orang dewasa, anak-anak, anjing, dan hal lain yang menjadi tantangan yang harus dihadapi. Sosialisasi anak anjing hanyalah salah satu dari banyak hal yang perlu dipikirkan ketika Anda memiliki anak anjing. Anda tiba-tiba mendapati bahwa Anda memiliki daftar belanja yang panjang, Anda harus memastikan rumah dan taman Anda 'aman untuk anak anjing', dan tentu saja Anda akan memikirkan bagaimana memastikan anak anjing baru Anda tumbuh menjadi anjing yang bahagia, sehat, dan berperilaku baik. Namun, terlalu sering orang lupa membantu anak anjing mereka mempelajari hal yang paling penting, yakni bagaimana menyesuaikan diri dengan kehidupan kita yang melelahkan. Di sinilah sosialisasi anak anjing perlu dilakukan, dan sementara kebanyakan orang tahu bahwa anak anjing perlu bersosialisasi, hanya sedikit yang mengerti apa artinya itu, kapan harus melakukannya, dan bagaimana melakukannya dengan benar. Namun, dengan keadaan dunia saat ini, pemilik anak anjing menghadapi tantangan baru dalam hal mengajak anak anjingnya bersosialisasi, yakni isolasi. Tentu saja, terlepas dari aturan jarak sosial dan pembatasan olahraga, kita tetap ingin memastikan bahwa anak anjing kita datang dari sisi lain dunia ini dengan bahagia dan siap menghadapi dunia. Itulah mengapa di Purina, kami telah meminta ahli perilaku internal kami untuk memberikan beberapa tips penting dalam mengajak anak anjing Anda bersosialisasi, juga selama isolasi. Apa itu sosialisasi anak anjing? Sosialisasi anak anjing adalah proses pelatihan yang membantu anak anjing belajar berperilaku yang benar saat berinteraksi dengan manusia, anjing lain, dan hewan lain. Sosialisasi anak anjing juga dapat membantu anak anjing memiliki hubungan yang lebih baik dengan pemiliknya dan terbiasa berada di berbagai lingkungan dan skenario. Sosialisasi anak anjing adalah salah satu alat terbaik yang kita miliki untuk mencegah masalah perilaku anjing di kemudian hari, dan ini juga cara kita memastikan bahwa kita memiliki anjing yang dapat kita bawa kemana-mana dan berbagi ikatan yang kita impikan saat kita membawa anak anjing kita pulang ke rumah. Sosialisasi anak anjing saat isolasi Antara usia 3- 14 minggu, anak anjing berada pada tahap kritis dalam perkembangannya ketika mereka belajar membiasakan diri dengan orang, hewan dan objek lain (sosialisasi dan pembiasaan). Sosialisasi ini dilakukan agar mereka bisa lebih nyaman dengan dunia di sekitar mereka. Artinya, kita harus kreatif untuk anak anjing selama masa isolasi guna memastikan mereka memiliki kesempatan sebanyak mungkin untuk mengalami hal-hal baru.
Kebutuhan Anak Anjing
Toilet training
Cara Melatih Toilet Untuk Anjing Berikut Tips & Saran Terbaik
9 mins read
Membawa pulang anak anjing baru adalah momen yang menyenangkan dan tidak akan pernah terlupakan! Meskipun ada banyak hal yang harus dipelajari, satu hal yang ingin Anda ajarkan kepada mereka segera setelah mereka menginjakkan kaki di rumah adalah pelatihan di rumah. Anda tidak perlu menunggu lama untuk mengetahui bahwa anak anjing sering buang air kecil - terkadang hingga 12 kali sehari! Tugas Anda adalah melatih saat mereka perlu pergi keluar dan mengajari mereka apa yang harus dilakukan begitu mereka sampai di sana. Teruskan membaca untuk menemukan cara melatih anak anjing di rumah dan mempelajari cara mengetahui tanda-tanda peringatan saat alam memanggil. Berapa lama untuk melakukan pelatihan toilet anak anjing? Diperlukan waktu antara empat hingga enam bulan sampai anak anjing Anda dilatih sepenuhnya di rumah, tetapi itu tergantung pada ukuran, usia, dan kemampuannya untuk belajar. Beberapa anak anjing dapat dilatih ke toilet dengan sangat cepat dalam beberapa minggu, sedangkan untuk beberapa anjing lainnya mungkin membutuhkan waktu lebih lama dan bisa sampai satu tahun. Bagaimana cara mengetahui kapan anak anjing Anda perlu ke toilet Anda biasanya dapat mengetahui kapan anak anjing Anda 'ingin ke toilet' karena mereka akan melihat sekeliling dengan cemas, berjalan berputar-putar, dan mulai mengendus di sudut yang sesuai untuk mencari suatu tempat - itulah isyarat Anda untuk membawanya keluar! Ajak mereka ke area toilet dengan tenang. Tunggu selama diperlukan - terkadang anak anjing dapat terganggu dengan kesenangan di alam bebas, tidak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk pergi ke toilet! Cara melatih anak anjing ke toilet Saat mempertimbangkan cara melatih anak anjing ke toilet, penting bagi Anda untuk mengikuti langkah-langkah berikut:
Kebutuhan Anak Anjing

Pagination

  • First page
  • Previous page
  • …
  • Halaman 67
  • Halaman 68
  • Halaman 69
  • Halaman 70
  • Halaman 71
  • Halaman 72
  • Halaman 73
  • Halaman 74
  • Halaman 75
  • …
  • Next page
  • Last page
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card
Purina Pet Club logo

Gabung Purina Pet Club untuk tips ahli, saran bermanfaat, promo & hadiah eksklusif lainnya.

Daftar Sekarang
Nourishing pets Purina pets grid card
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
  • Kucing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Anjing
    • Panduan Perawatan
    • Temukan Hewan Peliharaanmu
    • Makanan
    • Merek Purina
  • Mengenal Purina
    • Misi Kami
    • Tentang Kami
    • Komitmen Purina
    • Purina & Komunitas
  • Lainnya
    • Gabung Purina Pet Club
    • Pilihan Ras Hewan Peliharaan
    • Hubungi Kami
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.

©Reg. Trademark of Nestlé S.A.

Syarat & Ketentuan
Kebijakan Privasi
Cookies
© 2026 Purina. All Rights Reserved.
© 2026 Purina. All Rights Reserved.