Artikel yang ditinjau oleh drh. Dian Putri Gupitasari menekankan pentingnya menjaga kesehatan telinga kucing dengan memahami anatomi telinga (luar, tengah, dalam) dan mengenali ciri telinga sehat—berwarna pink pucat, sedikit kotoran, dan tanpa bau—serta gejala masalah seperti kotoran abnormal, bau, gatal, bengkak atau kepala miring. Kebanyakan kucing tidak perlu pembersihan rutin karena punya mekanisme pembersihan alami, namun jika ada penumpukan kotoran atau tanda infeksi sebaiknya dibersihkan dengan cairan pembersih khusus kucing, dilakukan perlahan, hanya menyeka bagian yang terlihat, menghindari memasukkan cotton bud jauh ke dalam, dan memberi penghargaan setelahnya; hentikan dan periksakan ke dokter hewan bila ada nyeri, pendarahan, nanah, atau gangguan keseimbangan. Tanpa perawatan yang tepat kotoran dapat menumpuk, memicu infeksi (otitis) dan berpotensi menyebabkan gangguan pendengaran; diagnosis sering melibatkan pemeriksaan mikroskopis dan pengobatan sesuai penyebab (antiparasit, antijamur, antibiotik, atau antiinflamasi). Artikel juga menekankan pentingnya nutrisi berkualitas untuk kesehatan kucing dan merekomendasikan Purina PRO PLAN sebagai salah satu pilihan pakan.
7 Tips Membersihkan Telinga Kucing Kesayangan
Artikel ini ditinjau oleh drh. Dian Putri Gupitasari
Tidak hanya mengganggu kulit & rambut, tapi telinga kucing jamuran membuat kucing merasa tidak nyaman. Perlu diketahui, kucing sangat sensitif terhadap suara. Mereka dapat mendengar lebih baik daripada manusia, bahkan anjing.
Telinga kucing yang sehat biasanya berwarna merah muda pucat, tidak berbau menyengat, tidak bengkak, dan hanya memiliki sedikit kotoran. Sebagian besar kucing tidak membutuhkan pembersihan rutin yang terlalu sering. Pemeriksaan berkala lebih penting karena pembersihan berlebihan dapat mengiritasi saluran telinga dan meningkatkan risiko peradangan atau infeksi.
Oleh karena itu, menjaga kesehatan telinga sangat penting bagi kehidupan kucing. kali ini PRO PLAN ingin mengajak Pet Owners membahas seputar cara merawat telinga kucing.
Anatomi Telinga Kucing & Ciri-Ciri Telinga Kucing Sehat
Saat telinga kucing jamuran, penting untuk memahami anatomi telinga kucing terlebih dahulu. Hal ini untuk membantu Pet Owners agar berhati-hati saat membersihkannya.
Secara garis besar, telinga kucing mempunyai tiga bagian. Yakni bagian luar, bagian tengah dan bagian dalam.
1. Telinga bagian luar
Di bagian ini meliputi pinna atau daun telinga yang terlihat dari luar serta rambut yang ada di sekitarnya. Pinna berfungsi untuk menangkap gelombang suara kemudian menyalurkannya ke saluran telinga lalu menuju ke gendang telinga.
Saluran telinga pada kucing lebih terlihat mengerucut daripada saluran telinga manusia. Nah di bagian ini biasanya sering terjadi penumpukan kotoran yang dapat menyebabkan peradangan dan infeksi.
2. Telinga bagian tengah
Bagian tengah ini meliputi eardrum atau gendang telinga dan rongga kecil. Seperti yang disebutkan di atas, suara yang masuk dari pinna, akan kemudian disalurkan ke gendang telinga itu sendiri. Jika bagian luarnya kotor, maka akan menimbulkan masalah juga pada bagian tengahnya.
3. Telinga bagian dalam
Terdapat struktur yang sangat kompleks di telinga bagian dalam. Termasuk cochlea atau biasa disebut rumah siput. Bagian ini (cochlea) berbentuk spiral yang berada di telinga bagian dalam. Terdapat cairan pada saluran di bagian dalam telinga yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan kucing.
Ciri-ciri Telinga Kucing Sehat
Untuk mengecek apakah telinga kucing Pet Owners sehat atau tidak, bisa dengan mengecek telinga bagian luar, termasuk daun telinganya. Telinga kucing yang sehat tidak akan ditemukan kotoran dan kulit terlihat pink-keputihan (pink whitish). Jika terdapat kotoran berwarna hijau, berarti sudah ada infeksi di bagian telinga kucing. Selain itu, telinga kucing yang sehat, biasanya tidak mengeluarkan bau.
Ketika telinga kucing sehat, maka kucing tersebut tidak terlalu sering menggaruk area dekat telinganya. Sebaliknya, jika ada masalah pada telinga, misal telinga kucing jamuran membuatnya sering menggaruk area tersebut.
7 Tips Membersihkan Telinga Kucing Kesayangan
Kebanyakan kucing yang sehat sebenarnya tidak membutuhkan pembersihan telinga terlalu sering karena telinganya memiliki mekanisme pembersihan alami. Namun, jika terlihat penumpukan kotoran atau earwax, cara membersihkan telinga kucing yang dilakukan dengan teknik dan produk yang tepat dapat membantu menjaga kebersihan telinga sekaligus mencegah iritasi.
1. Gunakan Cairan Pembersih Khusus
Gunakan cairan pembersih telinga yang dibuat khusus untuk kucing dan sebaiknya telah direkomendasikan oleh dokter hewan. Hindari menggunakan alkohol, hidrogen peroksida, atau cairan pembersih rumahan karena dapat menyebabkan iritasi pada jaringan di dalam telinga. Pilihan cairan juga dapat berbeda tergantung jumlah kotoran dan kondisi telinga kucing.
2. Bersihkan Telinga Secara Perlahan
Pegang daun telinga dengan lembut, kemudian aplikasikan cairan pembersih sesuai petunjuk dan pijat perlahan bagian pangkal telinga. Biarkan kucing menggelengkan kepalanya agar cairan dan kotoran yang telah melunak dapat keluar menuju bagian luar telinga. Jangan memaksa melanjutkan proses jika kucing terlihat kesakitan atau sangat tidak nyaman.
3. Gunakan Kapas atau Kain Lembut yang Bersih
Gunakan kapas, kain lembut, atau kain kasa bersih untuk mengangkat cairan dan kotoran yang terlihat pada daun serta bagian luar saluran telinga. Bersihkan hanya bagian yang dapat dijangkau dengan aman dan jangan memasukkan benda jauh ke dalam saluran telinga. Gunakan kapas atau kain baru untuk telinga yang lain agar kebersihannya tetap terjaga.
4. Hindari Penggunaan Cotton Bud Terlalu Dalam
Hindari memasukkan cotton bud atau kapas bertangkai ke dalam saluran telinga kucing. Alat tersebut dapat mendorong kotoran semakin dalam serta berisiko menyebabkan trauma pada saluran telinga atau gendang telinga. Membersihkan telinga secara agresif juga dapat menimbulkan peradangan dan justru meningkatkan risiko masalah telinga.
5. Bersihkan Telinga Secara Rutin Sesuai Kebutuhan
Telinga kucing sebaiknya diperiksa secara rutin, tetapi tidak semua kucing membutuhkan pembersihan dengan jadwal yang sama. Membersihkan telinga terlalu sering dapat menyebabkan iritasi, sehingga frekuensinya perlu disesuaikan dengan jumlah kotoran, kondisi kesehatan, dan rekomendasi dokter hewan. Literatur veteriner juga menekankan bahwa perawatan telinga yang tepat harus mempertimbangkan faktor yang membuat hewan rentan mengalami otitis externa.
6. Beri Hadiah atau Camilan Setelah Dibersihkan
Setelah proses pembersihan selesai, berikan pujian, sentuhan yang disukai, atau camilan favorit kucing. Pemberian hadiah dapat membantu menciptakan pengalaman yang lebih positif sehingga kucing lebih mudah menerima proses pembersihan telinga berikutnya. Lakukan seluruh proses dengan tenang dan hindari menahan kucing secara berlebihan jika ia menunjukkan ketakutan atau stres.
7. Periksakan ke Dokter Hewan Jika Terdapat Tanda Infeksi
Jangan hanya membersihkan telinga di rumah jika terdapat kemerahan, bengkak, bau tidak sedap, cairan berlebihan, rasa sakit, atau kucing terus menggaruk dan menggelengkan kepala. Gejala tersebut dapat menunjukkan otitis externa, tungau telinga, infeksi bakteri atau jamur, benda asing, maupun masalah lain yang memerlukan diagnosis dokter hewan. Pemeriksaan dapat mencakup otoskopi dan pemeriksaan mikroskopis terhadap kotoran telinga agar penyebab serta pengobatannya dapat ditentukan dengan tepat.
Kapan Pembersihan Harus Dihentikan?
Hentikan bila kucing kesakitan, telinga berdarah, sangat bengkak, mengeluarkan nanah, atau kucing kehilangan keseimbangan. Jangan meneteskan cairan sebelum gendang telinga diperiksa jika ada dugaan infeksi berat, cedera, atau gangguan telinga tengah. Menggeleng hebat dan kepala miring juga membutuhkan pemeriksaan segera.
3 Bahaya Telinga Kucing Tidak Dibersihkan
Telinga kucing memiliki mekanisme pembersihan alami, sehingga tidak semua kucing perlu dibersihkan secara rutin. Namun, jika kotoran atau earwax terlihat menumpuk hingga telinga kucing berkerak, kondisi tersebut perlu diperhatikan karena dapat menimbulkan iritasi maupun berkaitan dengan gangguan telinga.
1. Penumpukan Kotoran Telinga
Kotoran dan earwax yang berlebihan dapat menumpuk di saluran telinga dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Penumpukan tersebut juga dapat membuat kucing lebih sering menggaruk telinga atau menggelengkan kepala. Jika telinga kucing berjamur, kotoran terus muncul, berwarna tidak normal, atau disertai bau, sebaiknya periksakan ke dokter hewan untuk mengetahui penyebabnya.
2. Infeksi Telinga
Penumpukan kotoran dan perubahan kondisi saluran telinga dapat berkontribusi terhadap infeksi dan penyakit telinga pada kucing yang rentan. Infeksi dapat menyebabkan kemerahan, nyeri, bau tidak sedap, telinga kucing bernanah, serta kebiasaan menggaruk atau menggelengkan kepala. Infeksi yang berkembang lebih dalam dapat mengenai telinga tengah atau dalam sehingga membutuhkan penanganan dokter hewan.
3. Gangguan Pendengaran
Penumpukan earwax yang menyumbat saluran telinga dapat menyebabkan penurunan pendengaran sementara pada sebagian kucing. Infeksi telinga yang berat juga dapat merusak atau memecahkan gendang telinga dan, pada kasus tertentu, menyebabkan gangguan pendengaran permanen. Karena itu, perubahan respons terhadap suara yang disertai masalah telinga sebaiknya segera diperiksakan ke dokter hewan.
Pengobatan Masalah Telinga
Dokter hewan dapat mengambil sampel kotoran untuk diperiksa di bawah mikroskop. Terapi dapat berupa obat antiparasit, antijamur, antibiotik, atau antiinflamasi sesuai penyebab. Semua hewan serumah mungkin perlu diperiksa bila ditemukan tungau. Selesaikan pengobatan dan lakukan kontrol sesuai jadwal meskipun kotoran atau bau sudah berkurang.
Tidak lupa, untuk menjaga kesehatan kucing kesayangan, pemilihan makanan berkualitas tinggi sangat penting. Purina PRO PLAN Adult Kering adalah pilihan yang ideal. Produk ini menawarkan nutrisi khusus untuk kucing dewasa berusia 1-7 tahun, dengan formula ayam dan salmon.
Purina PRO PLANdibuat khusus untuk menjaga kesehatan ginjal dan mengandung probiotik aktif, mendukung kesehatan saluran pencernaan. Tersedia dalam ukuran 1,5kg, 3kg, dan 7kg, Purina Pro Plan memberikan asupan yang dirancang untuk menjaga kesehatan organ vital kucing.
Pertanyaan Umum tentang Telinga Kucing
1. Ciri-ciri kucing terkena tungau telinga?
Tungau telinga pada kucing biasanya menyebabkan gatal hebat, sering menggaruk telinga, menggelengkan kepala, nyeri, bau pada telinga, dan kotoran gelap tebal yang menyerupai bubuk kopi. Pada kasus yang lebih berat, dapat muncul rambut rontok di sekitar telinga, kepala miring, lemas, atau nafsu makan menurun.
2. Ciri-ciri kucing mengalami infeksi telinga?
Infeksi telinga dapat ditandai dengan sering menggaruk atau menggelengkan kepala, telinga merah atau bengkak, cairan dan bau tidak sedap, serta rasa sakit saat telinga disentuh. Jika infeksinya lebih berat, kucing juga dapat mengalami kepala miring, kehilangan keseimbangan, atau gangguan koordinasi.
3. Apakah telinga kucing harus dibersihkan?
Tidak semua kucing perlu dibersihkan telinganya secara rutin karena sebagian besar kucing sehat mampu menjaga kebersihan telinganya sendiri. Telinga cukup diperiksa secara berkala dan dibersihkan jika terlihat kotor atau terdapat penumpukan earwax; bila ada kemerahan, nyeri, bau, atau cairan abnormal, sebaiknya jangan dibersihkan sendiri dan periksakan ke dokter hewan.
Referensi:
1. Grota, J. (2023, September 26). How to clean cats’ ears: Safe and simple step-by-step guide. PetMD. https://www.petmd.com/cat/general-health/how-to-clean-your-cats-ears
2. Hoff, S. (2025, September). Otitis externa in animals. MSD Veterinary Manual. https://www.msdvetmanual.com/ear-disorders/otitis-externa/otitis-externa-in-animals
3. Mansfield, P. D. (1988). Preventive ear care for dogs and cats. Veterinary Clinics of North America: Small Animal Practice, 18(4), 845–858. https://doi.org/10.1016/S0195-5616(88)50085-2
4. Weir, M., Llera, R., & Downing, R. (2026, June 19). Inner ear infection (otitis interna) in cats. VCA Animal Hospitals. https://vcahospitals.com/know-your-pet/inner-ear-infection-otitis-interna-in-cats
5. Weir, M., Llera, R., & Ward, E. (2026, April 2). Ear infections in cats (otitis externa). VCA Animal Hospitals. https://vcahospitals.com/know-your-pet/ear-infections-in-cats-otitis-externa
6. Kleszynski, B. (2026, March 25). Cat ear problems: Types and how pet parents can help. PetMD. https://www.petmd.com/cat/conditions/cat-ear-problems