Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Anjing Kentut Normal atau Masalah Ini yang Perlu Diketahui

Anjing Kentut: Normal atau Masalah? Ini yang Perlu Diketahui!

6 mins read
|
2 September 2025

Dengarkan artikel ini

Ringkas dengan AI

Bagikan

Artikel ini ditinjau oleh drh. Dian Putri Gupitasari

 

Sama seperti manusia, anjing bisa kentut. Flatulensi, atau keluarnya gas dari saluran pencernaan, adalah proses biologis yang normal. Akan tetapi, membedakan antara kentut anjing yang merupakan hal biasa dan yang mungkin menjadi sinyal adanya kondisi medis tertentu adalah hal yang penting bagi pemilik. Kentut anjing yang berlebihan atau berbau sangat tidak sedap tentu bisa mengganggu dan menimbulkan kekhawatiran. Pahami penyebab umum anjing kentut, membedakan antara kondisi normal dan masalah potensial, serta tips mengatasinya berikut ini!

 

3 Penyebab Umum Kentut pada Anjing

 

Berikut 3 penyebab utama kentut anjing yang perlu Anda ketahui, di antaranya:

 

1.    Diet


Ini adalah penyebab paling umum dari gas berlebih pada anjing, terutama jika mereka mengonsumsi makanan yang sulit dicerna seperti kacang-kacangan, kedelai, produk susu, atau makanan tinggi lemak dan serat. Proses fermentasi oleh bakteri di usus terhadap makanan yang tidak tercerna inilah yang menghasilkan gas berlebih dan bau tidak sedap.

Selain itu, perubahan diet secara tiba-tiba atau penggunaan bahan makanan berkualitas rendah (filler dan bahan buatan) dapat mengganggu keseimbangan pencernaan. Hal ini menyebabkan peningkatan produksi gas karena sistem pencernaan belum mampu beradaptasi dengan baik.

 

2.    Aerophagia (Menelan Udara)


Anjing yang makan terlalu cepat cenderung menelan banyak udara bersama makanannya. Udara ini harus dikeluarkan, seringkali dalam bentuk kentut atau sendawa. Ras anjing brachycephalic (bermuka datar) lebih rentan menelan udara. Aktivitas seperti makan setelah olahraga atau napas terengah-engah juga dapat meningkatkan jumlah udara yang tertelan.

 

3.    Intoleransi atau Alergi Makanan


Ketidakmampuan mencerna bahan tertentu, seperti protein tertentu, biji-bijian, atau laktosa, dapat menyebabkan gas berlebih akibat fermentasi di usus. Hal ini sering disertai gejala lain seperti diare, muntah, atau gatal-gatal pada kulit.

Intoleransi ini terjadi karena tubuh anjing tidak memiliki enzim yang cukup untuk memecah zat tertentu, sehingga makanan tidak tercerna dengan baik. Akibatnya, bakteri usus akan memfermentasi sisa makanan tersebut dan menghasilkan gas berlebih. 
 

Apakah Kentut Anjing Normal?

 

Sesekali mendengar atau mencium anjing kentut adalah hal yang wajar dan tidak perlu dikhawatirkan. Frekuensi "normal" bisa bervariasi tergantung pada individu anjing dan dietnya. Faktanya, menurut testimoni veteriner, anjing sehat umumnya kentut sekitar 5-10 kali per hari.  Selama tidak sampai anjing kentut terus, tidak berbau luar biasa busuk, dan anjing Anda tampak sehat serta nyaman, kemungkinan besar itu hanyalah bagian dari fungsi pencernaan yang normal.

 

5 Tanda Kentut Anjing Perlu Diwaspadai

 

Kondisi kentut pada anjing umumnya normal sebagai bagian dari proses pencernaan. Namun, terdapat beberapa tanda peringatan yang perlu diwaspadai karena dapat mengindikasikan adanya gangguan kesehatan yang lebih serius. Anda perlu lebih waspada jika memperhatikan hal berikut:

 

1. Frekuensi Kentut Meningkat Drastis


Jika anjing sering kentut berhari-hari dan frekuensinya mulai tidak normal, hal ini bisa menjadi tanda gangguan pada sistem pencernaan. Perubahan frekuensi yang tiba-tiba dapat mengindikasikan adanya masalah seperti intoleransi makanan atau gangguan usus. 


2. Bau Kentut Sangat Menyengat


Kentut dengan bau yang sangat busuk dapat menandakan adanya proses pencernaan yang tidak normal. Kondisi ini bisa berkaitan dengan bakteri usus yang tidak seimbang atau makanan yang sulit dicerna. 


3. Disertai Gejala Pencernaan Lain


Jika kentut terjadi bersamaan dengan diare atau muntah, ini merupakan tanda bahwa sistem pencernaan sedang bermasalah. Gejala ini bisa mengarah pada keracunan makanan atau infeksi saluran cerna. 


4. Perubahan Nafsu Makan dan Berat Badan


Anjing yang mengalami gangguan pencernaan sering menunjukkan penurunan nafsu makan atau berat badan. Hal ini bisa menjadi indikasi adanya masalah penyerapan nutrisi atau penyakit yang lebih serius. 

 

5. Perut Kembung dan Tanda Ketidaknyamanan


Perut yang terlihat kembung dan rasa sakit saat disentuh dapat menunjukkan adanya gas berlebih atau gangguan pencernaan. Kondisi ini perlu diperhatikan karena dalam kasus tertentu bisa berkembang menjadi masalah medis yang serius.   
 

5 Cara Membantu Mengurangi Kentut Anjing

 

Jika anjing kentut Anda tergolong normal namun cukup mengganggu, ada beberapa langkah yang bisa dicoba:

1.    Evaluasi Diet


Pilih makanan anjing berkualitas tinggi yang mudah dicerna. Hindari bahan-bahan yang sering memicu gas. Jika mengganti makanan, lakukan transisi secara bertahap selama 7-10 hari.

 

2.    Perlambat Makan


Jika anjing Anda makan terlalu cepat, gunakan mangkuk makan lambat (slow-feeder) atau bagi porsi makannya menjadi beberapa kali lebih kecil dalam sehari.

 

3.    Kontrol Asupan Selain Pakan Anjing


Cegah pemberian makanan sisa manusia untuk anjing Anda, lebih-lebih jenis yang berlemak, menggunakan banyak rempah, atau termasuk pemicu gas pencernaan.

 

4.    Dukungan dari Olahraga


Pastikan anjing Anda mendapatkan porsi aktivitas fisik harian yang cukup, karena hal ini mendukung kerja sistem cerna dan mengurangi potensi pembentukan gas berlebih.

 

5.    Perhatikan Kesehatan Pencernaan


Jika kentut sering terjadi, pertimbangkan penggunaan probiotik khusus anjing untuk menyeimbangkan bakteri usus. Konsultasi dengan dokter hewan juga penting untuk memastikan tidak ada gangguan pencernaan yang mendasari.
 

Kapan Sebaiknya Berkonsultasi dengan Dokter Hewan?

 

Segera hubungi dokter hewan jika:

•    Frekuensi anjing kentut terus meningkat drastis dan persisten.

•    Kentut anjing bau busuk yang tidak biasa atau sangat kuat.

•    Kentut disertai dengan gejala lain seperti diare, muntah, lesu, atau sakit perut.

•    Anda mencurigai adanya intoleransi makanan atau masalah kesehatan lain.

Dokter hewan dapat membantu mendiagnosis penyebabnya, menyingkirkan kondisi medis serius, dan merekomendasikan penanganan yang tepat.

Meskipun anjing bisa kentut dan itu seringkali normal, penting untuk memperhatikan pola flatulensi anjing Anda. Waspadai jika terjadi lonjakan frekuensi gas, bau busuk yang ekstrem (anjing kentut bau), atau gejala tambahan, karena ini bisa menandakan masalah. Sementara itu, penyesuaian diet yang sesuai dan perbaikan cara makan umumnya bisa membantu menekan produksi gas yang berlebihan pada anjing.

Jika, dibutuhkan mungkin Anda perlu mengganti makanan anjing khusus untuk perut yang sensitif. Purina hadir dengan makanan anjing khusus pencernaan sensitif Pro Plan Adult Sensitive Digestion All Size Lamb. Atau, Anda juga bisa memberikan PRO PLAN Adult Sensitive Skin & Stomach.
 

PRO PLAN Adult Sensitive Skin & Stomach adalah makanan kering yang dirancang khusus untuk anjing dewasa dengan kulit sensitif dan sistem pencernaan yang rentan. Tersedia dalam varian ukuran 3 kg dan 12 kg, makanan ini menggunakan formula aksi ganda yang dikembangkan secara ilmiah untuk mengurangi kemerahan dan peradangan kulit serta menjaga kelembapan agar kulit tetap sehat. Diperkaya dengan bahan-bahan yang lembut dan mudah dicerna, produk ini ideal bagi anjing yang mengalami peradangan saluran pencernaan.

 

Dengan bahan utama salmon dan tuna, serta protein alternatif yang dipilih dengan saksama, PRO PLAN membantu menurunkan risiko reaksi negatif terhadap makanan dan mempromosikan kesehatan kulit dan perut anjing Anda.

 

Pertanyaan Seputar Apakah Anjing Bisa Kentut

 

1. Kenapa anjing bisa kentut?
Anjing kentut karena adanya gas yang terbentuk selama proses pencernaan makanan di dalam usus. Gas ini dapat berasal dari makanan yang sulit dicerna, udara yang tertelan saat makan, atau aktivitas bakteri di saluran cerna.


2. Apakah anjing bisa kentut tanpa suara?
Ya, anjing bisa kentut tanpa suara karena gas yang keluar tidak selalu menghasilkan getaran yang terdengar. Bahkan, kentut tanpa suara pada anjing sering kali memiliki bau yang lebih menyengat karena kandungan gas tertentu. 
3. Apakah anjing bisa kembung?


Ya, anjing bisa mengalami kembung akibat penumpukan gas di dalam perut yang menyebabkan perut membesar dan terasa tidak nyaman. Dalam kondisi serius seperti bloat, kembung bisa menjadi darurat medis yang memerlukan penanganan segera.
 

Referensi:
1.    PetMD. (2024). Why your dog farts and what to do about it. https://www.petmd.com/dog/general-health/why-your-dog-farts-and-what-to…
2.    WebMD. (2021). Flatulence in dogs. https://www.webmd.com/pets/dogs/flatulence-dogs
3.    Petful. (2026, May 5). Dog digestive issues: Causes, signs & sensitive-stomach help. https://www.petful.com/spotlight/dog-digestive-issues/
4.    PetMD. (2024, February 29). Bloat in dogs. https://www.petmd.com/dog/conditions/digestive/bloat-in-dogs
5.    Ghosh, S. (2024, April 2). The stinky problem: Your dog might have gas. Happiest Health. https://www.happiesthealth.com/articles/pet-health/gas-in-dogs