Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Your Pet, Our Passion.
Jangan Panik! Berikut Cara Mengatasi Kucing Keracunan

Jangan Panik! Berikut Cara Mengatasi Kucing Keracunan

2 menit

Kucing keracunan adalah salah satu permasalahan yang seringkali ditemukan pada kucing. Ada banyak penyebab kucing keracunan, salah satunya karena ia suka menjilat dan memakan berbagai hal yang tidak seharusnya yang menyebabkan permasalahan di perutnya. Jika kucing Anda keracunan, jangan panik, berikut beberapa cara mengatasi kucing keracunan yang bisa dilakukan.

Penyebab kucing keracunan

Kucing adalah hewan yang memiliki rasa penasaran yang tinggi. Tak heran, tanaman hias dan bunga-bunga di rumah sering menjadi sasarannya. Sayangnya, kecenderungan ini juga bisa membuat kucing mengalami keracunan. Selain bunga dan tanaman hias yang bisa jadi beracun, berikut beberapa penyebab kucing keracunan yang sering terjadi:

  • Produk pembersih, seperti deterjen dan pemutih
  • Obat-obatan manusia
  • Pengobatan kutu yang tertelan
  • Bunga dan tanaman hias beracun
  • Beberapa makanan manusia seperti cokelat, alkohol, anggur, bawang merah dan bawang putih
  • Minyak esensial, seperti minyak kayu putih.

Penyebab kucing keracunan ini bisa jadi karena kesengajaan sang kucing, atau bisa juga ketidaksengajaan, misalnya botol produk pembersih yang tumpah dan mengenai tubuhnya yang kemudian tidak sengaja terjilat oleh kucing.

Ciri ciri kucing keracunan makanan

Jika Anda menduga kucing Anda mengalami keracunan, baik itu keracunan makanan atau karena hal lain, berikut beberapa ciri-ciri yang mungkin terlihat:

  • Keluar air liur dalam jumlah banyak dan terus menerus
  • Mual, muntah dan diare
  • Lidah dan gusi membiru
  • Kesulitan bernapas
  • Tubuh gemetar
  • Demam
  • Sensitif akan sentuhan
  • Kejang-kejang

Untuk ciri ciri kucing keracunan makanan yang lebih parah, ia bisa jadi mengalami peradangan, pembengkakan kulit, bahkan pingsan, pendarahan, depresi dan juga koma. Terkadang, kucing muntah busa juga menjadi ciri ciri kucing keracunan makanan yang lebih parah dan membutuhkan penanganan dokter yang lebih cepat.

Pertolongan pertama kucing keracunan

Setelah melihat adanya ciri ciri kucing keracunan makanan atau karena hal lain, segeralah melakukan pertolongan pertama kucing keracunan. Pertama, Anda bisa membawa kucing untuk mendapatkan udara segar di luar rumah. Jika Anda curiga adanya racun yang menempel pada rambut atau badan kucing, pastikan ia tidak menjilati bagian badannya tersebut. Pada tahap ini, Anda juga bisa memperhatikan bagian tubuh kucing yang mungkin terkena racun tersebut, kemudian membersihkan atau menyekanya agar kucing tidak menjilati bagian tersebut. Setelah itu, bersihkan bagian wajah dan juga mulut kucing.

Selain itu, memiringkan badan kucing ke arah kanan dan menarik kepalanya ke arah belakang juga bisa menjadi pertolongan pertama kucing keracunan untuk membuka saluran pernapasan agar ia tidak pingsan. Saat proses ini, usahakan juga untuk mengecek napas dan juga detak jantung kucing kesayangan Anda.

Terakhir, berikan air bersih untuk kucing Anda sebagai cara mengatasi kucing keracunan yang ampuh, terutama jika kucing tersebut muntah-muntah untuk mengembalikan hidrasinya.

Cara menyembuhkan kucing keracunan

Untuk mengetahui cara menyembuhkan kucing keracunan yang tepat, dibutuhkan diagnosis yang benar yang hanya bisa dilakukan oleh dokter hewan. Setelah melakukan pertolongan pertama kucing keracunan, segeralah membawanya ke dokter hewan untuk mengetahui penyebab kucing keracunan yang pasti. Dengan begitu, kucing Anda juga bisa mendapatkan perawatan cara menyembuhkan kucing keracunan yang tepat.

Pada dasarnya, penanganan kucing keracunan yang paling terpercaya adalah dengan mendatangi dokter hewan terdekat. Di sana, dokter akan melakukan pengecekan kondisi kesehatan kucing Anda untuk bisa memberikan obat sebagai cara menyembuhkan kucing keracunan yang tepat.

Setelah sembuh dari keracunan, kucing mungkin butuh makanan untuk pencernaan sensitif. Cek di sini untuk rekomendasi makanan kucing dengan pencernaan sensitif.