Artikel menjelaskan langkah utama merawat anak kucing baru lahir: pastikan tubuhnya hangat (jangan diberi susu saat masih dingin), prioritaskan ASI induk atau—jika tidak ada—gunakan susu pengganti khusus kitten (bukan susu sapi), dan beri susu sesuai jadwal (biasanya 2–4 jam pada minggu pertama, lalu 4–6 jam). Posisi tengkurap saat memberi susu, bantu buang air dengan mengusap area genital setelah menyusu, sediakan sarang yang bersih dan hangat, timbang tiap hari untuk memantau kenaikan berat, serta pisahkan dari hewan lain sampai diperiksa. Amati dulu anak kucing yang ditemukan sendiri untuk memberi kesempatan induk kembali; jika anak tampak dingin, terluka, menangis terus, tidak mau menyusu, sulit bernapas, diare, atau berat badan tidak bertambah, segera cari bantuan dokter hewan.
9 Cara Merawat Kucing Baru Lahir dengan Aman
Artikel ini ditinjau oleh drh. Dian Putri Gupitasari
Cara merawat kucing baru lahir adalah memastikan tubuhnya hangat, mendapatkan susu induk atau susu pengganti khusus kitten, menyusu setiap beberapa jam, dibantu buang air, dan dipantau berat badannya. Anak kucing tanpa induk membutuhkan perawatan sepanjang hari karena belum mampu mengatur suhu tubuh, makan sendiri, atau buang air tanpa stimulasi. Jangan memberikan susu sapi dan jangan memberi susu ketika tubuh anak kucing masih dingin.
Pastikan Anak Kucing Benar-Benar Membutuhkan Bantuan
Jika menemukan anak kucing sendirian, amati dari jarak aman sebelum memindahkannya. Induk mungkin sedang mencari makanan atau memindahkan anak satu per satu. Bila lokasi berbahaya, anak tampak dingin, kotor, menangis terus, terluka, atau induk tidak kembali setelah dipantau, segera cari bantuan dokter hewan atau organisasi penyelamat hewan.
Jika induk masih ada, tugas Anda adalah menyediakan sarang yang tenang, makanan lengkap dan seimbang untuk induk, serta air bersih. Pastikan semua anak dapat menyusu dan tidak ada yang terus tersisih dari puting.
9 Cara Merawat Kucing Baru Lahir
Adapun cara merawat kucing baru lahir, yakni:
1. Jaga Tubuh Tetap Hangat
Anak kucing baru lahir belum mampu mengatur suhu tubuh. Gunakan alas pemanas khusus hewan atau botol berisi air hangat yang dibungkus beberapa lapis kain. Letakkan sumber panas hanya pada sebagian sisi kotak agar anak kucing dapat menjauh bila terlalu hangat. Jangan menempelkan kulit langsung pada alat pemanas.
2. Utamakan Susu Induk
Susu induk menyediakan nutrisi dan antibodi penting, terutama pada hari-hari awal. Bila induk sehat dan menghasilkan susu, biarkan anak menyusu sesering yang diperlukan. Perhatikan apakah perut anak terasa terisi dan ia menjadi tenang setelah menyusu.
3. Gunakan Susu Pengganti Khusus Kitten
Anak tanpa induk memerlukan commercial kitten milk replacer. Susu sapi, susu kental manis, dan minuman nabati tidak memiliki komposisi yang sesuai dan dapat menyebabkan diare. Ikuti petunjuk pencampuran dan jumlah pada kemasan atau arahan dokter hewan.
4. Beri Susu dengan Posisi yang Benar
Letakkan anak kucing dalam posisi tengkurap dengan kepala sedikit terangkat, menyerupai posisi menyusu dari induk. Jangan menelentangkan anak seperti bayi manusia karena susu dapat masuk ke paru-paru. Biarkan anak mengisap dengan ritmenya sendiri dan hentikan bila susu keluar dari hidung.
5. Sediakan Tempat Tidur yang Bersih
Gunakan kotak atau carrier dengan alas kain lembut yang mudah diganti. Jaga sarang tetap kering, hangat, dan bebas angin. Ganti kain segera bila terkena susu, urine, atau feses untuk membantu mencegah iritasi kulit dan pertumbuhan mikroorganisme.
6. Bantu Anak Kucing Pipis dan Pup
Anak kucing biasanya belum dapat buang air sendiri sampai sekitar usia tiga minggu. Setelah atau sebelum menyusu, usap area genital dan anus secara lembut menggunakan kapas atau kain hangat lembap. Lakukan gerakan kecil sampai urine atau feses keluar, lalu bersihkan dan keringkan.
7. Pantau Berat Badan Setiap Hari
Timbang anak kucing pada waktu yang sama setiap hari menggunakan timbangan digital. Berat badan yang tidak bertambah, turun, atau berbeda jauh dari saudara sekelahiran dapat menandakan masalah menyusu atau penyakit. Catat juga jumlah susu, urine, feses, dan tingkat aktivitas.
8. Jauhkan dari Hewan Lain
Pisahkan anak kucing dari hewan yang tidak dikenal sampai diperiksa. Cuci tangan sebelum dan sesudah memegang, gunakan perlengkapan terpisah, dan batasi orang yang menyentuh anak agar risiko infeksi serta stres berkurang.
9. Periksakan ke Dokter Hewan
Perawatan kucing baru lahir termasuk pemeriksaan awal yang penting untuk menilai hidrasi, suhu, kelainan bawaan, kutu, infeksi, dan kebutuhan makan. Anak yang terlalu lemah untuk mengisap mungkin memerlukan teknik pemberian makan khusus yang harus diajarkan oleh tenaga medis hewan.
Panduan Pemberian Makan Sesuai Usia
Pada minggu pertama, anak kucing tanpa induk umumnya perlu diberi susu setiap 2-4 jam, termasuk malam hari. Setelah itu, jarak pemberian dapat bertambah menjadi sekitar 4-6 jam sampai mendekati masa sapih, sesuai kondisi dan petunjuk susu pengganti. Jangan memberi makan anak kucing yang masih dingin; hangatkan tubuhnya secara bertahap terlebih dahulu.
Sekitar usia 3-4 minggu, anak mulai dapat diperkenalkan pada makanan lembut yang dicampur susu pengganti. PRO PLAN Kitten Starter dapat dilembutkan dengan air hangat pada masa peralihan, sedangkan transisi ke makanan kitten dilakukan bertahap sesuai usia dan kemampuan makan. Pastikan air bersih selalu tersedia saat anak mulai belajar makan sendiri.
Tanda Anak Kucing Baru Lahir Membutuhkan Pertolongan
Segera cari bantuan bila anak terasa dingin, tidak mau mengisap, menangis terus, sangat lemas, sulit bernapas, perut membesar keras, diare, muntah, susu keluar dari hidung, tidak buang air, atau berat badan tidak bertambah. Anak kucing dapat memburuk dengan cepat sehingga jangan menunda pemeriksaan.
Pertanyaan Umum tentang Cara Merawat Kucing Baru Lahir
1. Bagaimana merawat anak kucing baru lahir yang ditinggal induknya?
Jaga tubuhnya hangat, berikan susu pengganti khusus kitten sesuai jadwal, bantu buang air, timbang setiap hari, dan periksakan ke dokter hewan. Jangan memberi susu sapi atau makanan padat terlalu dini.
2. Berapa jam sekali anak kucing baru lahir harus diberi susu?
Pada minggu pertama, pemberian biasanya dilakukan setiap 2-4 jam. Frekuensi kemudian dapat dikurangi secara bertahap menjadi setiap 4-6 jam sampai masa sapih, mengikuti kondisi anak dan petunjuk dokter hewan.
3. Bagaimana membantu anak kucing agar bisa pipis dan pup?
Usap lembut area genital dan anus menggunakan kapas atau kain hangat lembap sebelum atau setelah menyusu. Hentikan setelah anak selesai buang air, lalu bersihkan dan keringkan tubuhnya.
Referensi:
1. Yeung, K. (2025). Caring for kittens. UC Davis School of Veterinary Medicine.
2. VCA Animal Hospitals. (n.d.). Feeding orphaned kittens. https://vcahospitals.com/know-your-pet/feeding-orphaned-kittens